Arsip Tag: kelompok studi mahasiswa matematika

CCM XII, Peserta & Guru Pendamping Lebih Dekat & Ceria Bersama Matematika

534 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kelompok Studi Mahasiswa Matematika (KSMM) menggelar lomba Cerdas Cermat (CCM) XII tingkat SD sedaratan Timor, Flores Timur dan Rote Ndao. Dilaksanakan di Aula Rektorat lama Undana Kupang, pada Senin, 23 September 2019, CCM XII berlangsung meriah.

Para peserta lomba diajak bersenang-senang dalam acara matematika ceria. Dipimpin oleh beberapa orang panitia, para siswa menyanyikan lagu-lagu matematika dan juga lagu-lagu CCM. Selain itu, siswa-siswi diajak untuk sama-sama memperagakan tepuk tangan CCM.

Terpancar senyum tulus dari para panitia dibalas senyum dari para peserta yang dengan penuh antusias mengikuti rangkaian acara matematika ceria.

Panitia punya cara-cara yang sangat kreatif dalam berbaur bersama peserta juga memperkenalkan sesama peserta yang diramu melalui sebuah lagu perkenalan khas CCM.

Setelah saling berkenalan, para peserta ditantang dalam sebuah permainan yang dirancang oleh panitia yang disebut dengan permainan ulat bulu.

Permainan tersebut caranya sangat mudah, semua peserta cukup meniup sebuah kertas yang sudah digunting menyerupai ulat bulu untuk bergerak sepanjang lintasan kurang lebih 150 cm untuk mencapai sebuah kertas yang telah disiapkan digaris akhir lintasan.

Peserta yang paling cepat meniup ulat bulu tersebut dan berhasil mencapai garis akhir, peserta tersebut berhak mengerjakan soal yang berada pada kertas di garis finis tersebut.

Tujuan permainan ini sebenarnya sederhana saja yaitu untuk melatih para peserta untuk berkompetisi dan juga belajar tentang matematika.

Peserta Cerdas Cermat Matematika tingkat Sekolah Dasar sedaratan Timor, Flores Timur dan Rote Ndao

Wakil koordinator seksi acara CCM XII, Vestri Bleveni, mengatakan bahwa tujuan permainan tersebut untuk memperkenalkan kepada para peserta bahwa matematika itu asyik dan menyenangkan.

“Sebelum menghadapi perlombaan kita ingin menanamkan dalam benak para peserta bahwa matematika itu tidak sulit. Matematika merupakan teman bermain untuk bersenang-senang sekaligus belajar,” jelas Vestri

Di akhir permainan tersebut, peserta yang berhasil menjawab soal dengan benar dan paling cepat pertama sampai keempat diberikan rangsangan berupa hadiah alat peraga menebak umur. Sementara peserta yang menjawab benar dan tercepat kelima sampai kedelapan diberikan penghargaan berupa gantungan kunci KSMM sebagai kenang-kenangan.

Di tempat yang berbeda, para guru pendamping bersama Bapak Ibu Dosen Pendidikan Matematika mengikuti seminar tentang integrasi teknologi dan budaya dalam pembelajaran matematika yang dibawakan oleh Dr. Wara Sabon Dominikus, M.Sc. yang berlangsung di Laboratorium Pendidikan Matematika.

Dalam penyampaian materinya, Wara Sabon mengatakan bahwa matematika sudah diterapkan oleh para leluhur kita melalui bangunan-bangunan rumah adat, maupun berbagai perlengkapan rumah tangga bahkan pakaian adat daerah sudah menerapkan ilmu matematika.

“Orang tua kita sudah mengenal matematika dan mereka gunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari, misalnya dalam menghitung hasil panen padi maupun jagung,” ujarnya.

Dirinya menguraikan bahwa dalam ilmu matematika yang khusus membahas tentang matematika dalam budaya disebut etnomatematika. Lanjutnya, perkembangan teknologi saat ini harus dimanfaatkan untuk mempelajari tentang budaya yang mengandung unsur matematika sehingga dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di dalam kelas untuk mendapatkan suasana belajar yang realistis dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar.

“Dengan belajar hal-hal yang ada dalam kehidupan sehari-hari maka siswa tidak akan berpikir bahwa matematika itu susah karena yang mereka pelajari adalah yang setiap hari mereka lihat dan yang mereka gunakan,” tandas Wara Sabon. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

KSMM Helat Seleksi Cerdas Cermat Matematika Serentak Se-Daratan Timor & Rote Ndao

400 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kelompok Studi Mahasiswa Matematika (KSMM), Prodi Matematika FKIP Undana melaksanakan seleksi serentak lomba Cerdas Cermat Matematika (CCM) XII se-daratan Timor, Flores Timur dan Rote Ndao pada tingkat Sekolah Dasar (SD). Seleksi dilakukan di pada Sabtu, 10 Agustus 2019, di 5 (lima) kabupaten dan Kota Kupang.

Ketua panitia pelaksana CCM XII se-Daratan Timor, Flores Timur dan Rote Ndao, Florianus Rayoan ketika ditemui disela-sela seleksi tingkat Kota Kupang yang berlangsung di SD Kristen Citra Bangsa, mengatakan bahwa peserta tahun ini sebanyak 81 tim untuk Daratan Timor dan Rote Ndao.

“Hari ini seleksi hanya untuk daratan Timor dan Rote Ndao. Flores Timur dilakukan minggu depan.”, jelas mahasiswa semester 7 itu.

Dirinya menjelaskan bahwa tahun ini pendaftaran dibuka selama 2 minggu. Lanjutnya waktu pendaftaran tidak terlalu lama namun peserta tahun ada peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Peserta tahun ini meningkat cukup drastis. Kalau Rote Ndao, ini tahun perdana mengikuti CCM”, jelas Flori sapaan akrabnya.

Dirinya juga sangat berterima kasih kepada seluruh tim yang sudah berpartisipasi, walaupun belum semua sekolah mengikuti kegiatan tersebut karena ada beberapa kegiatan lainnya.

“Kami bahagia dan berterima kasih karena peserta tahun ini ada peningkatan. Ada beberapa sekolah yang tidak bisa ikut karena ada berbagai kegiatan menyongsong HUT RI”, ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Serli Marlina P. Lede, S. Pd, guru pendamping dari SDN Oeba 3 mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi siswa-siswi SD untuk melatih mental serta melatih siswa untuk berkompetisi secara sportif.

“CCM ini sangat bagus karena selain membiasakan siswa untuk berkompetisi juga dapat menguji kemampuan siswa”, jelas Serli.

Serli mengisahkan bahwa SDN Oeba 3 baru pertama kali mengikuti kegiatan tersebut, namun para peserta yang diutus sudah dipersiapkan dengan baik, sehingga dirinya optimistis anak-anaknya bisa lolos ke babak selanjutnya.

“Kita sudah memberikan banyak bimbingan dan latihan soal-soal secara intensif sehingga kita optimistis bisa lolos ke babak 32 besar”, jelasnya.

Dirinya juga berharap kegiatan CCM ini terus berlanjut dan dapat menghimpun lebih banyak peserta lagi, sehingga kemampuan anak-anak bisa lebih ditingkatkan lagi serta terus melatih mental mereka dalam berkompetisi.

Sementara itu, Marvel Messakh, peserta dari SDK Hosana Kupang, mengatakan bahwa walaupun baru pertama kali mengikuti seleksi CCM namun dirinya sangat senang.

“Ya, gampang-gampang susah “, ujar Marvel ketika ditanya terkait soal tes yang diberikan.

Hal menarik lainnya diungkapkan oleh Mervel dan mematahkan stigma buruk masyarakat tentang matematika yang dianggap sebagai hantu bagi sebagian besar siswa.

“Matematika itu asyik karena hanya tulis angka saja tidak perlu tulis huruf”, ujar Marvel meyakinkan.

Perdana mengikuti lomba CCM, namun siswa kelas 6A itu yakin timnya akan lolos ke babak 32 besar.
“Yakin karena bisa kerja semua soalnya”, ujar Marvel penuh percaya diri.

Adapun tim yang mendaftar pada CCM XII tahun 2019, dari Kota Kupang sebanyak 37 team, Kabupaten Kupang sebanyak 8 tim, 6 team dari Kabupaten belu, Kabupaten TTU sebanyak 7 tim serta Kabupaten TTS 11 tim dan Rote Ndao 12 tim.(*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)