Arsip Tag: kelurahan merdeka

Kunjungan di Kupang, Menteri Edhy Imbau Masyarakat Cerdas Kelola Perikanan

501 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo mengatakan Provinsi NTT memiliki potensi laut yang luar biasa harus bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Bukan hanya dengan mengambil potensinya tetapi juga harus mampu dengan cerdas dalam pengelolaan sektor budidaya perikanan.

Hal tersebut dikatakannya saat bersama Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengunjungi Lokasi Industri Pengelolaan Udang dan Ikan di UD Barakah Kelurahan Merdeka Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang pada Sabtu, 29 Agustus 2020.

“Orang NTT harus bisa belajar dengan baik dalam pemanfaatan potensi laut dan juga harus cerdas dan hebat dalam mengelola sektor perikanan. Harus mampu kelola dan kembangkan sektor ini dengan baik. Hasil laut kita ini sangat luar biasa di antaranya udang dan ikan. Hasilnya nanti harus bisa sesuaikan dengan standar ekspor serta aman dikonsumsi karena udang dan ikan kita ini sangat diminati pada pasar ekspor kita baik di negara-negara Eropa dan Amerika,” ujar Menteri Edhy Prabowo.

Lanjutnya, “Kita juga akan ajarkan dengan pelatihan budidaya udang yang baik supaya menghasilkan yang produktif. Tentang pelatihan kita segerakan bersama Poltek Kupang. Juga akan ada beasiswa sekolah yang diprioritaskan bagi anak-anak nelayan namun saya mau agar mereka harus belajar dengan benar dan jadi pintar. Orang-orang di NTTselama ini masalahnya hanya pada kurangnya kesempatan yang diberikan. Harus bisa manfaatkan laut, sistem budidaya kita dan juga SDM yang hebat.”

Menteri Edhy juga memberikan apresiasi kepada Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat yang sudah membuat terobosan dalam pengembangan sektor perikanan dan kelautan di Nusa Tenggara Timur. “Kalau semua provinsi punya gubernur seperti Pak Viktor ini, maka saya yakin Indonesia cepat sekali majunya khususnya di bidang perikanan kelautan,” ungkapnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo saat memberikan arahan tentang pengelolaan perikanan

Ia pun menyoroti langkah-langkah terobosan yang telah dilakukan Gubernur VBL. “Kalau saya lihat, sebelum kami datang ke sini, beliau sudah membuat langkah-langkah percepatan pembangunan selama menjelang 2 tahun jadi gubernur dan sudah mengarah pada pengembangan sektor perikanan dan kelautan salah satunya adalah pengembangan budidaya ikan kerapu dan saya lihat ini sudah pada tindakan yang paling benar,” urainya.

“Kami juga akan memberikan bantuan pada masyarakat di sini berupa 1 buah ekskavator untuk pembuatan lahan tambak. Untuk itu kita mau agar nanti 1 hektar lahan bisa menghasilkan 40 ton udang per tahun bahkan lebih. 20 ton per tahun saja sudah sangat baik. Untuk itu modalnya juga kita bantu dari BLU (Badan Layanan Umum),” katanya.

Dalam kunjungan tersebut Menteri Edhy mengatakan juga akan membantu mengatur batas wilayah kapal dari luar yang selama ini menurut masyarakat setempat sangat meresahkan dengan turut mengambil ikan di wilayah yang selama ini dimanfaatkan nelayan. Juga akan memberikan bantuan Kapal Tangkap bagi beberapa nelayan di Kelurahan Merdeka.

Sementara itu, Pemilik UD Barakah Amos Hareva mengatakan kualitas udang NTT sangat bagus dan berkualitas. “Udang kita dari NTT ini sangat berkualitas karena laut kita ini masih bersih dan tidak terkontaminasi. Saya juga berharap agar ditahun ini kami (UD Barakah) bisa kembali melakukan ekspor udang yang terhenti sejak akhir tahun 2014,” ujar Amos.

Amos meminta agar didukung dengan penambahan tempat penampungan agar bisa meningkatkan kapasitas produksi dan juga bisa diberikan bantuan berupa sumur bor karena selama ini dalam pengelolaan produksi, “Kami masih menggunakan air yang kami datangkan dari Tarus (Kecamatan Kupang Tengah) karena airnya sudah masuk dalam standar kelayakan proses pengolahan udang dan ikan,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut juga ditandai dengan Penyerahan Sertifikat Kelayakan Pengolahan dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI Kepada UD Barakah.(*)

Sumber berita dan foto (*/Meldo–Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

Mahasiswa KKN Undana di Kelurahan Tode Kisar Dorong Budaya Gotong Royong

406 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang semester ganjil 2019 di Kelurahan Tode Kisar berakhir dan ditarik oleh pihak Undana yang diwakili oleh Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Ir. Kudji Herewila, M.Si. pada Senin, 26 Agustus 2019.

Baca juga : 

https://gardaindonesia.id/2019/07/10/terima-mahasiswa-kkn-undana-kel-merdeka-tode-kisar-optimalisasi-layanan/

Pihak Kelurahan Tode Kisar yang diwakili oleh Sekretaris Lurah, Yan. P. Banunaek, S.Sos., saat melepas 7 (tujuh) Mahasiswa KKN Undana menyampaikan bahwa kegiatan KKN ini berlangsung dengan baik karena Mahasiswa KKN Undana dapat mengaplikasikan dan mendorong budaya gotong royong di Kelurahan Tode Kisar

“Mahasiswa KKN Undana telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan gotong royong dengan memberikan tenaga untuk pengecatan trotoar di depan Ketapang Satu dan lapangan multi fungsi,” jelas Yan Banunaek termasuk mendorong partisipasi masyarakat dan karang taruna.

Lanjutnya, peran mahasiswa KKN Undana termasuk melakukan pendataan untuk pembenahan program Dana PEM sekaligus pendataan Profil Desa Kelurahan (Prodeskel) online dan pembuatan desain papan nama ‘Ketapang Satu’ dari salah satu mahasiswa KKN Undana bernama Eros

“Harapan kami saat adik-adik selesai kuliah dapat menjadi orang yang sukses dan dapat menempati posisi terbaik. Kami juga menyampaikan permohonan maaf jika terdapat kesalahan ucap, dan kami menyampaikan terima kasih,” pinta Seklur Tode Kisar.

Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Mahasiswa KKN Undana, Ir. Kudji Herewila, M.Si. (blus merah) menerima Laporan KKN dari Sekretaris Lurah Tode Kisar

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Mahasiswa KKN Undana, Ir. Kudji Herewila, M.Si. saat menerima kembali Mahasiswa KKN Undana menyampaikan terima kasih atas pengalaman yang dicapai oleh mahasiswa KKN di Kelurahan Tode Kisar.

Dosen Faperta Undana Prodi Agribisnis ini juga menyampaikan bahwa pengalaman yang diberikan oleh pihak Kelurahan Tode Kisar kepada 7 (tujuh) mahasiswa KKN Undana merupakan sebuah proses pendewasaan. “Pengalaman selama melaksanakan KKN di Kelurahan Tode Kisar merupakan pembelajaran yang tidak didapatkan di bangku kuliah,” ujar Kudji Herewila.

Foto bersama Mahasiswa KKN Undana di Kelurahan Merdeka, DPL Ir. Kudji Herewila, M.Si. (blus merah) dan Kasie Pelayanan Masyarakat (berkacamata)

Sebelumnya, saat akan menarik 8 (delapan) Mahasiswa KKN Undana di Kelurahan Merdeka ternyata mahasiswa di sana memiliki kontrak kerja dengan pihak kelurahan.

Lurah dan Sekretaris Lurah sedang tidak berada di tempat dan diwakili oleh Kasie Pelayanan Masyarakat, Maraganti Harianja, S.Pt. mengatakan bahwa mahasiswa KKN Undana masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan hingga pada Sabtu, 31 Agustus 2019.

Penulis dan editor (+rony banase)

Terima Mahasiswa KKN Undana, Kel.Merdeka & Tode Kisar Optimalisasi Layanan

459 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Sejak tanggal 8—13 Juli 2019, Mahasiswa KKN Undana sebanyak 3.004 disebar dan akan menempati lokasi di 13 kab/kota dan 15 lokasi kampus dan didampingi 1 (satu) orang Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Seperti sebaran Mahasiswa KKN Undana di lokasi Kota Kupang yakni di Kelurahan Merdeka dan Tode Kisar.

Para mahasiswa KKN semester ganjil 2019/2020 yang peroleh penempatan di Kelurahan Merdeka dan Tode Kisar diserahkan oleh DPL, Ir Kudji Herewila,M.Si., kepada aparat kelurahan untuk selanjutnya melaksanakan Kuliah Kerja Nyata hingga tanggal 30 Agustus 2019.

Sebanyak 8 (delapan) Mahasiswa KKN Undana ditempatkan di Kelurahan Merdeka Kecamatan Kota Lama Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara; diterima oleh Sekretaris Kelurahan Merdeka, Merrie.R.Kana pada Rabu, 10 Juli 2019 pukul 08:30 WITA, para mahasiswa KKN mulai mempersiapkan diri untuk membantu dan memperlancar kegiatan di Kelurahan Merdeka.

Sekretaris Kelurahan Merdeka, Merrie.R.Kana

Kepada Garda Indonesia, Sekretaris Lurah Merdeka menyampaikan bahwa seperti Mahasiswa KKN sebelumnya selalu dilibatkan dalam administrasi di kelurahan

 

“Yang paling penting itu kami butuh database kelurahan berupa pengisian Aplikasi ProDesKel (Profil Desa/Kelurahan) dan mereka dapat turun ke RT/RW untuk memperoleh data. Jadi kehadiran Mahasiswa KKN Undana sangat pas dan sesuai dengan kondisi saat ini”, ujar Merrie.

Selain itu, terang Merrie, Mahasiswa KKN Undana di Kelurahan Merdeka dapat membantu kegiatan-kegiatan di masyarakat seperti posyandu balita dan lansia.

Foto bersama Mahasiswa KKN Undana, DPL, Sekretaris Lurah Merdeka dan staf

“Dan, Biasanya Mahasiswa KKN Undana saat semester ganjil ini terlibat juga sebagai panitia HUT Kemerdekaan RI”, tandas Sekretaris Lurah Merdeka dengan pangkat/golongan 3D ini kepada Garda Indonesia.

Sedangkan, Sekretaris Lurah Tode Kisar, Yan.P.Banunaek,S.Sos., saat menerima 7 (tujuh) Mahasiswa KKN Undana menyampaikan tentang pentingnya penilaian jujur dan obyektif terhadap masa Kuliah Kerja Nyata

“Kami akan berlaku obyektif dan tidak membedakan adik atau saudara. Jadi adik-adik mahasiswa harus tertib menjalankan program kerja dan menanamkan kebersamaan karena kami tidak mau datang hanya mengisi absensi lalu menghilang”, tutur Seklur Tode Kisar.

DPL Mahasiswa KKN Undana di Kelurahan Tode Kisar, Ir Kudji Herewila,M.Si., saat memberikan arahan dan didampingi oleh Sekretaris Kelurahan

Sementara itu, DPL Mahasiswa KKN Undana di Kelurahan Merdeka dan Kelurahan Tode Kisar, Ir. Kudji Herewila,M.Si., mengatakan bahwa dosen diwajibkan menyampaikan laporan selaku DPL dan Undana juga telah menyiapkan administrasi sebagai penilaian terhadap Mahasiswa KKN

“Penilaian ada, terdapat lembaran penilaian yang diisi oleh pihak kelurahan berupa laporan rencana kegiatan, kinerja mahasiswa, laporan pelaksanaan dan responsis jumlah nilai. Kemudian, Hasil penilaian DPL dijumlahkan dengan penilaian kelurahan dan dibagi dua”, terang Kudji Herewila.

Lanjutnya, Mahasiswa KKN juga diwajibkan terlibat dalam kegiatan masyarakat seperti K1 (Kegiatan kelurahan); K2 (kegiatan yang berhubungan dengan disiplin ilmu); dan K3 (kerja di tengah masyarakat)

“Karena belum selesai profil desa/kelurahan online di Kelurahan Tode Kisar maka tugas kalian (Mahasiswa KKN Undana,red) untuk membantu kelurahan turun sensus dan mengisi profil kelurahan”, tandas Dosen Faperta Undana ini kepada Mahasiswa KKN.

Penulis dan editor (+rony banase)