Arsip Tag: korban banjir bandang

CSR Bakti BCA Ringankan Beban Korban Badai Seroja di NTT

353 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | PT Bank Central Asia, Tbk (BCA) melalui CSR Bakti BCA menyalurkan bantuan sembako sebanyak 300 paket kepada warga terdampak Badai Seroja di Kabupaten Kupang pada tanggal 19—21 April 2021. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang terdampak.

Penyerahan bantuan kemanusiaan dari PT Bank Central Asia, Tbk (BCA) melalui CSR Bakti BCA tersebut, diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Cabang Utama Kupang, Liau Jung Nyap dan Tim BCA Kupang di 4 (empat) desa Kabupaten Kupang yakni Desa Naibonat, Pukdale, Pariti dan Desa Boneana.

Kepala BCA Cabang Kupang, Liau Tjung Nyap saat menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada korban Badai Seroja di Kabupaten Kupang

Kepada Garda Indonesia pada Rabu malam, 21 April 2021 pukul 21.11 WITA, Kepala BCA Cabang Utama Kupang, Liau Jung Nyap menyampaikan semoga bantuan yang diserahkan dapat bermanfaat dan dapat mengurangi beban warga yang terdampak.

“Selain di Kabupaten Kupang, bantuan kemanusiaan BCA juga disalurkan ke Pulau  Adorara Kabupaten Flores Timur, Lembata, dan Kabupaten Sikka,” ungkap Liau sembari menyampaikan jenis bantuan yang berikan berupa genset 20 unit genset, 20 unit tenda, dan 200 paket sembako.

Karena BCA belum punya cabang di sana (daratan Flores, red), tandas Liau, maka pihaknya bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). “Kami belum ada cabang di sana BCA kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (Perwakilan TNI korem 161/Wirasakti) untuk membantu menyalurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan,” tandasnya.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto oleh Humas BCA Kupang

Yayasan ‘Hands of Hope Indonesia’ Bedah Rumah Korban Banjir di Alor

330 Views

Alor-NTT, Garda Indonesia | Menyikapi bencana Badai Seroja yang menimpa sebagian wilayah Indonesia termasuk NTT, Yayasan Hands of Hope Indonesia melakukan program bedah rumah bagi korban banjir dan longsor di beberapa lokasi.

Kegiatan ini mulai dilakukan sejak tanggal 12 April, 2021 atau satu minggu setelah bencana yang menelan korban jiwa, sebagian hilang, kerusakan fasilitas umum, putusnya jaringan listrik dan telekomunikasi, dan mengakibatkan kerugian materi.

Untuk Kabupaten Alor di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yayasan Hands of Hope Indonesia kemudian menghubungi Lembaga lokal yang aktif menyalurkan langsung bantuan bencana kepada korban, PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Alorinda pun diberikan legitimasi untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak Badai Seroja.

Masyarakat sedang bahu membahu merehabilitasi rumah korban banjir bandang di Alor

Pendiri PKBM Alorinda, El Asamau kemudian membentuk tim lokal untuk melakukan survei rumah korban yang layak dibantu, yang kategorinya adalah rusak ringan atau sedang. El Asamau, mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Hands of Hope Indonesia, para donatur termasuk Delimart dan Jayapakan yang sudah memberikan ide rehab rumah korban banjir.

“Dalam masa darurat bencana, setelah distribusi sembako, maka kelayakan tempat tinggal korban juga harus menjadi prioritas. Kami bersyukur ada yayasan yang ikut memikirkan kesusahan yang dialami masyarakat,” ujar El Asamau pada Selasa, 20 April 2021.

Masyarakat, ungkap El Asamau, tidak bisa berlama-lama tinggal di pengungsian, selain karena sebagian besar rumah hanya rusak ringan dan sedang, mereka juga harus kembali beraktivitas seperti biasa. “Semoga bantuan yang disalurkan ini bisa ikut meringankan beban para korban bencana,” tandasnya.

Survei dilakukan di lokasi banjir terparah, Desa Waisika Kecamatan Alor Timur Laut di mana ratusan rumah warga jebol diterjang Banjir Bandang. Sehari setelah survei, dana tahap awal Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) dicairkan untuk membantu 2—3 rumah terdampak. Namun, berkat bantuan perhitungan yang cermat dari konsultan Yan Laumakiling (PT. Kencana Adya Daniswara Perwakilan Alor), dana tersebut bisa menjangkau 5—8 buah rumah.

Yayasan Hands of Hope Indonesia  berencana menambah bantuan sebesar Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah) agar dapat menjangkau 20—30 rumah lainnya, yang akan segera dikerjakan. Bahan-bahan yang diturunkan untuk masyarakat berupa tripleks, batako, semen serta paku. Sementara, tenaga kerja dari warga itu sendiri, di mana proses rehab rumah dilakukan secara gotong royong. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKBM Alorinda)

Editor (+roni banase)