Arsip Kategori: Keuangan dan Perbankan

Bank NTT Raih ‘Indonesia Enterprise Risk Management Award IV-2021′

22 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank NTT sebagai bank kebanggaan milik masyarakat NTT, mendapat pengakuan dari berbagai pihak, tentang kualitas pelayanan, yakni sebagai bank yang terus bertumbuh menjadi bank yang memiliki manajemen sehat. Kerja keras segenap manajemen, yakni Direksi, Komisaris dan seluruh karyawan, membuahkan hasil gemilang.

Pada Jumat, 9 April 2021, Bank NTT menggapai sebuah penghargaan bergengsi. “Indonesia  Enterprise Risk Management Award (IERMA) IV-2021′ adalah penghargaan yang diberikan kepada Bank NTT. Yang tak kalah membanggakan adalah pada Februari lalu, Bank NTT pun mendapatkan penghargaan yang sama, dari Economic Review. Kali ini, Bank NTT meraih award sebagai “The Big 6 Indonesia Enterprise Risk Management — IV-2021 dengan kategori: BPD Company-Buku 2 dengan nilai aset Rp.15 Triliun sampai kurang dari Rp.25 Triliun.

Penghargaan ini diberikan melalui zoominar yang mengusung tema  “Strengtheening Risk Awarenes in the Face Future Busines Disruption” dan diikuti oleh para pejabat perbankan se-Indonesia. Sementara, untuk Bank NTT, diikuti oleh Direktur Utama, Direktur Kepatuhan, Kepala Divisi Manajemen Risiko dan Kepala Divisi Perencanaan & Corporate Secretary, melalui pertemuan secara online.

Kepastian mengenai pemberian penghargaan ini, dipertegas dalam surat resmi yang ditujukan kepada Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho dan ditembuskan ke Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu serta sejumlah pejabat utama; bernomor 017FS/IERMA/KUM/ER/IR!III/2021 bersifat penting dan dengan perihal Surat Undangan penyerahan Penghargaan dan National Zoominar, tanggal 18 Maret 2021 dan ditandatangani oleh RAy. Hj. Irlisa Rachmadiana, SSn, M.M. selaku pemimpin umum dan Dr. Dewi Hanggraeni, S.E., MB. selaku ketua dewan juri.

Adapun dasar dari penganugerahan penghargaan tersebut, adalah penerapan manajemen risiko secara baik, sangat  penting bagi sebuah industri perbankan. Bahkan kondisi akibat pandemi Covid-19 yang sudah setahun melanda NTT, sangat berdampak buruk pada sektor usaha. Sehingga penerapan Enterprise Risk Manajemen (ERM) dalam meningkatkan value added bagi perusahaan, minimal dapat bertahan. Karena dengan melakukan mitigasi risiko yang baik, diharapkan dapat mengurangi potensi kerugian, meningkatkan daya saing yang akhirnya meningkatkan shareholders wealth.

Manajemen risiko merupakan rangkaian  prosedur dan metodologi yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau dan mengendalikan risiko yang timbul dari kegiatan usaha entitas atau perusahaan. Sedangkan tujuan manajemen risiko adalah menjaga agar aktivitas operasional perusahaan tidak menimbulkan kerugian yang melebihi kemampuannya untuk menyerap kerugian atau membahayakan kelangsungan usahanya. Sedangkan tujuan dari pemberian award ini, adalah diberikannya apresiasi tertinggi kepada dunia usaha Indonesia yang memiliki sederet keunggulan dengan menerapkan manajemen risiko dengan baik. Sedangkan visinya adalah ‘Keteladanan Perusahaan’ tersebut menjadi benchmarking bagi dunia usaha lainnya di Indonesia menuju perusahaan kelas dunia.

Misinya, memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia yang sukses menerapkan manajemen risiko dalam kegiatan operasional sehari-hari,” demikian Economic Review dalam suratnya kepada Bank NTT terkait landasan pemberian penghargaan tersebut. Adapun kategori yang dinilai dalam penjurian, yakni manajemen risiko yang meliputi intemal environment and objective (lingkungan internal dan sasaran), risk identification (identifikasi resiko), risk assessment (Penilaian Risiko), Risk Response (Tanggapan Risiko), Kecukupan kualitas dan kuantitas yang membawahi manajemen risiko (sertifikasi latar belakang pendidikan dan pengalaman, dan lain-lain).

Poin kedua yang dinilai yakni audit dan audit internal yang meliputi departemen audit diposisikan yang independen, melakukan perbaikan berdasarkan saran-saran yang diajukan auditor intern, kecukupan kualitas dan kuantitas yang membawahi fungsi audit (sertifikasi, latar belakang pendidikan dan pengalaman) termasuk program peningkatan kemampuan dengan melaksanakan continuing profesional education, serta secara periodik biasanya empat tahun sekali kegiatan departemen ini harus dievaluasi oleh pihak independen.

Poin ketiga yang dievaluasi adalah Hukum dan Reputasi, yakni adanya berita atau informasi negatif mengenai perusahaan dan pimpinan beserta jajarannya, adanya masalah hukum, ligitasi dan bagaimana dampaknya terhadap perusahaan, sudah membuat secara detail SOP dan kebijakan tertulis dalam menghadapi kasus seperti penyuapan, korupsi dan praktik bisnis tidak sehat, dan yang terakhir, perusahaan memberikan pendidikan dan pelatihan bagi senior manajemen, karyawan dan vendor tentang hukum, regulasi, kebijakan dan kode etik yang terkait dengan operasional perusahaan.

Tak hanya itu, melainkan juri pun melakukan dari sisi financial Finance. Validitas hasil penjurian sangat ditentukan oleh dewan juri yang berkualitas. Mereka diantaranya Prof, Roy Sembel, MBA, PhD, CSA (Dewan Pakar Keuangan, Investasi) sebagai penasihat juri, Dr. Dewi Hanggraeni, MBA, CA, CACP (Ketua Umum Perhimpunan Penggiat Tata kelola Risiko dan Kepatuhan Indonesia, Dosen FEB UI, Waketum PPI bidang Ekonomi sebagai ketua dewan juri, dan anggotanya, Alan Yazid, BBus, MBA selaku Wakil Ketua Perhimpunan Tata kelola, Risiko dan Kepatuhan Indonesia.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, memberi apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang sudah berkontribusi secara nyata, sehingga Bank NTT, boleh dinobatkan sebagai bank yang sukses menerapkan manajemen yang mumpuni. Dari sisi mitigasi risiko, menurut Dirut Alex, Bank NTT menyadari bahwa ini prioritas untuk menuju Bank Devisa. Sehingga segenap manajemen, menetapkan sebuah program yakni GO TKB 2 atau menuju ke Tingkat Kesehatan Bank 2 pada tahun 2021.

“Dan untuk memastikan bahwa Bank NTT serius terhadap visinya ini, yakni ‘Melayani Lebih Sungguh’, maka manajemen sudah menyiapkan SOP dan diikuti dengan pengawasan ekstra ketat dalam penerapannya, sehingga saat ini, Bank NTT memperoleh predikat sebagai bank dengan mitigasi risiko terbaik,” tandas Alex Riwu Kaho. (*)

Sumber berita (*/humas Bank NTT)

Editor (+roni banase)

Listrik di Perbankan Nyala Lagi, Kepala BI Perwakilan NTT: Terima Kasih PLN

136 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat mengunjungi layanan Perbankan di Bank CIMB Niaga yang disambut oleh Kepala CIMB Niaga Cabang Kupang, Jeni Manbait pada Jumat, 9 April 2021 mengungkapkan bahwa layanan Perbankan sudah 100 persen sejak kemarin (Kamis, 8 April 2021, red) walaupun ATM belum 100 persen.

“Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan, jika listrik kembali menyala, maka ATM akan difungsikan dan dapat melayani masyarakat,” ujar I Nyoman Ariawan Atmaja.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/10/pln-pulihkan-listrik-fasilitas-umum-di-kota-kupang-pasca-badai-seroja/

Tentu, imbuh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, kita mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memprioritaskan teman-teman di Perbankan dan di Bank Indonesia. “Termasuk juga terima kasih kepada PLN dan Telkom yang sudah menyiapkan listrik dan jaringan telekomunikasi dengan baik, juga kepada Pertamina memberikan keleluasaan untuk membeli BBM untuk genset,” ucap I Nyoman Ariawan Atmaja.

Bank CIMB Niaga Edukasi Nasabah Pakai Transaksi Non-Tunai

Kepala Bank CIMB Niaga Cabang Kupang, Jeni Manbait kepada awak media menyampaikan pasca-badai Siklon Tropis Seroja pada Minggu, 4 April hingga Minggu, 5 April 2021, aktivitas layanan Perbankan ditangguhkan 1 (satu) hari. “Kami berkoordinasi dengan pusat dan Bank Indonesia Perwakilan NTT dan memutuskan tidak bisa melayani nasabah kami pada saat itu,” urai Jeni.

Namun, imbuh Jeni, kami mengedukasi nasabah kami untuk memakai E-Channel, Octo Mobile CIMB Niaga. “Kondisi itu dapat membantu mereka untuk melakukan transaksi dan hanya beberapa Bank yang ready melayani nasabah (termasuk CIMB Niaga),” ungkapnya.

Selain itu, tandas Jeni, “Puji Tuhan ! Tadi pukul 11.00 WITA listrik sudah menyala sehingga dapat mendukung pengoperasian mesin ATM dan Mesin EDC CIMB Niaga yang dilengkapi dengan QRis.”

Terpisah, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko mengungkapkan bahwa prioritas utama pemulihan kelistrikan yakni fasilitas umum. “Rumah sakit memang menjadi prioritas kami dalam melakukan pemulihan kelistrikan. Ini menjadi titik vital, khususnya untuk memberikan perawatan kepada korban, ditambah lagi kondisi yang masih pandemi,” ucap Jatmiko pada Jumat, 9 April 2021.

PLN telah berhasil menyalakan listrik fasilitas umum seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) S.K. Lerik, RSUD W Z Yohanes, Rumah Sakit Siloam, Telkom Plaza, Telkomsel Grapari, Hotel Aston, Bank Indonesia, Lippo Plaza, Bank NTT, Polda NTT, Ramayana, Bandara El Tari, AURI, Kajati NTT, BPBD NTT dan lain-lain.

Untuk mempercepat proses pemulihan listrik, PLN Group telah mengerahkan sebanyak 560 personil. Sebanyak 163 personil di antaranya berasal dari luar Wilayah NTT, yaitu dari Maluku, Sulawesi, Papua Barat, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Hingga Kamis, 9 April 2021 pukul 08.00 WITA, PLN berhasil mengoperasikan 1.398 unit gardu sehingga lebih dari 221.761 pelanggan dapat kembali menikmati listrik.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Tiga Kendala Layanan Perbankan Pasca-Badai Siklon Seroja di NTT

153 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pasca-Badai Siklon Tropis Seroja yang melanda Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak pada padamnya aliran listrik PLN dan jaringan telekomunikasi, dan layanan bahan bakar minyak (BBM) pada Senin, 5 April 2021. Hampir semua layanan perbankan buka pada Selasa, 6 April 2021.

Layanan Perbankan pun terdampak dengan tidak berfungsinya anjungan tunai mandiri (ATM) di setiap sudut Kota Kupang, ibu kota Provinsi NTT. Hanya beberapa bank dengan keterbatasan layanan menggunakan genset dan menormalkan mesin ATM di kantor cabang masing-masing dengan sistem paruh waktu.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja dalam kunjungan hari kedua di Bank Mandiri Urip Sumoharjo Kupang pada Rabu sore, 7 April 2021, menyampaikan bahwa pelayanan kepada masyarakat dioptimalkan dengan mengajak Perbankan mulai membuka operasional jam layanan. “Namun, BBM menjadi kendala, lalu telekomunikasi, dan jaringan listrik. Bank harus diprioritaskan dan kami telah berbicara dengan Karo Ekonomi Setda NTT dan staf khusus untuk dieskalasi ke Pak Gubernur,” tegasnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja (tengah berdasi) bersama Area Head Mandiri Kupang, Perwakilan Panin Bank dan Kepala Taspen Mandiri Kupang

Selain itu, imbuh I Nyoman Ariawan Atmaja, jika menggunakan genset, banyak keterbatasan karena mesin mempunyai jam operasional dan jika terjadi kerusakan sulit mencari sparepart. “Jadi, saya sudah mendorong agar menjadi perhatian pemerintah,” tandasnya didampingi Area Head Bank Mandiri Kupang, Hermawan, Perwakilan Panin Bank, dan Kepala Taspen Mandiri Kupang.

Area Head Bank Mandiri Kupang, Hermawan kepada awak media menyampaikan Bank Mandiri mempunyai 28 ATM dan hanya 9 unit ATM yang dapat difungsikan berada di Urip Sumoharjo, Mohammad Hatta, dan ATM Mobile. “19 ATM terpaksa off karena tidak tersedia jaringan listrik dan telekomunikasi masih terbatas. Dan antrean di ATM Kupang Urip Sumoharjo   kami menggeser layanan ke kasir. Sementara yang berfungsi normal hanya di Bank Mandiri Mohammad Hatta,” terangnya.

Kami, imbuh Hermawan, meminta kepada GM PLN dan Telkom untuk memprioritaskan perbaikan jaringan listrik dan telekomunikasi. “Saat ini hanya mengandalkan genset dengan keterbatasan karena menggunakan bensin dan solar dan harus me-maintenance dengan ketat,” ujarnya.

BCA Cabang Kupang Optimalkan 9 Unit ATM

Kepala BCA Cabang Kupang, Liau Tjung Nyap saat kunjungan kerja Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT pada Selasa siang, 6 April 2021 mengungkapkan berupaya semaksimal mungkin untuk melayani nasabah. “Kami mulai hari ini, karena kemarin (Senin, 5 April 2021, red pasca-badai Siklon Tropis) berupa melakukan normalisasi hingga hari selanjutnya dengan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Masyarakat sedang mengantre di gerai ATM BCA Cabang Kupang

Kepada awak media, Liau, menjabarkan sebanyak 9 unit ATM BCA yang berfungsi melayani nasabah. “Kami terkendala suplai listrik PLN, untuk sementara menggunakan genset. Sedangkan, ATM yang beroperasi normal terdapat di BCA Cabang Kupang, SPBU Tuak Daun Merah (TDM), Cemara Indah Swalayan, Mall Flobamora, Bandara El Tari, dan Alfa Mart Tofa,” urainya seraya menyampaikan BCA mempunyai 30-an unit ATM di Kota Kupang.

Khusus kantor cabang pembantu BCA di Kampung Solor Kelurahan LLBK, tandas Liau, terdampak badai sehingga sementara tak beroperasi normal. “Badai menyebabkan gedung rusak sehingga harus diperbaiki,” tandasnya sembari mengungkapkan bahwa layanan digital berupa M-Banking, Internet Banking, dan E-Channel berjalan normal.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Listrik di Bank NTT Sudah Normal, 15 ATM Siap Layani Masyarakat

141 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat kunjungan hari ketiga pada Kamis siang, 8 April 2021, guna memantau layanan Perbankan (pasca-Badai Siklon Tropis Seroja, red) di Kantor Pusat Bank NTT dan disambut oleh Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho beserta jajaran direksi.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, sebanyak 23 Bank di Kota Kupang telah beroperasi secara normal pasca-Badai Siklon Tropis Seroja (Minggu, 4 April 2021 pukul 23.00 WITA hingga Senin, 5 April 2021 pukul 10.00 WITA). “Jadi, hari ini tanggal 8 April, 23 Bank di Kupang telah beroperasi secara normal, walaupun sebagian besar masih menggunakan genset karena belum dapat suplai listrik dari PLN,” ungkapnya seraya meminta Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho untuk menjelaskan perihal kondisi operasional Bank NTT pasca-badai.

Kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Alex menyampaikan bahwa operasional Bank NTT telah berjalan normal sejak Selasa, 6 April 2021. “Setelah kami melakukan langkah Contingency Plan dan hasil monitoring terhadap kantor cabang pembantu, cabang pembantu, dan kantor kas. Memang beberapa unit belum bisa beroperasi normal, contohnya Unit Sabu yang diterjang badai . Namun, kantor cabang lain, seperti Kantor Cabang Pembantu Naikliu yang tetap beroperasi meski terbatas listrik dan bahan bakar,” urainya seraya mengungkapkan kondisi tersebut dilakukan dengan baik oleh Direktur Utama Bank NTT, Yohanes Landu Praing dan tim.

Di Kota Kupang, Dirut Bank NTT memastikan terdapat 15 mesin ATM telah beroperasi. Kelima belas mesin tersebut antara lain Gerai ATM di Kantor Pusat, ATM Disabilitas Kantor Pusat, di Hotel On The Rock, KCU Oebobo, SPBU Oeba, Flobamora Mall, ATM Bandara El Tari, Kas BTN, RS Kartini, KCP Wali Kota, dan Gerai ATM Kuanino.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat memantau progress penormalan layanan Perbankan dengan jajaran direksi Bank NTT

Hary pun menyoroti antrean penggunaan layanan mesin ATM pasca bencana. Menurutnya, momen ini jadi waktu yang tepat untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penggunaan transaksi non tunai seperti mobile banking, juga sebagai salah satu transaksi sehat di tengah pandemi Covid-19.

Sementara itu, Bank NTT pun turut menggelar aksi donasi kemanusiaan atas bencana alam yang terjadi di NTT. Masyarakat dapat berdonasi melalui kanal yang telah disiapkan oleh Bank NTT melalui Kantor Cabang Khusus dengan nomor rekening 1000742078 atas nama BANK NTT PEDULI. Hingga 7 April 2021 , jumlah donasi yang telah terkumpul sebesar Rp.57.668.000,- (Lima puluh tujuh juta enam ratus enam puluh delapan ribu rupiah).

Selain menggalang donasi, Bank NTT juga memberi bantuan berupa 15 ton beras di Kabupaten Kupang, dan 5 ton masing-masing di Ile Ape dan Adonara,air minum, dan tandon air untuk menampung air untuk masyarakat.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Pasca-Badai Siklon di NTT, Layanan Perbankan Kembali Normal

245 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pasca-badai Siklon Tropis Seroja di wilayah Provinsi NTT, layanan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT tetap berlangsung normal, baik layanan tunai berupa penyetoran dan penarikan Bank serta penukaran, maupun layanan non tunai berupa pertukaran warkat debet. Termasuk layanan Bank Umum kembali beraktivitas normal pada Selasa, 6 April 2021.

Di wilayah Provinsi NTT terdapat 62 kantor cabang Bank dan 313 ATM Bank serta layanan kliring di pada 15 Perbankan dan 2 Penyelenggara Warkat Debet (PWD) telah beroperasi.

Guna memastikan kembali beroperasinya layanan Perbankan khususnya di Kota Kupang, maka Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmajaya langsung meninjau 4 (empat) Bank pada Selasa siang, 6 April 2021. Kunjungan awal Nyoman Ariawan pada Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Kupang di Kelurahan Tode Kisar dan disambut oleh Kepala BNI Cabang Kupang, I Gede Wirata dan staf.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Nyoman Ariawan Atmaja (kanan) dan Kepala BRI Cabang Kupang, Stefanus Juarto (kiri)

Kepada awak media, Ia menyampaikan bahwa Bank Indonesia selalu bekerja sama dengan Perbankan dan lembaga terkait. “Termasuk kita berterima kasih kepada teman-teman PLN dan Telkom yang telah menyediakan jaringan listrik dan telekomunikasi sehingga seluruh pembayaran tunai dan non-tunai di seluruh Nusa Tenggara Timur khususnya Kota Kupang dan daerah lain dapat berjalan dengan baik,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja.

Selain itu, tandas Nyoman, kunjungan ini juga untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa Perbankan siap melayani karena biasanya usai bencana, masyarakat membutuhkan uang tunai misalnya untuk membeli sembako dan keperluan lainnya.

Sementara itu, Kepala BNI Cabang Kupang, I Gede Wirata, menyampaikan bahwa layanan BNI khususnya anjungan tunai mandiri (ATM) BNI yang sementara tak berfungsi atau off akibat badai sebanyak 20 unit. “Total ATM BNI di dalam Kota Kupang sebanyak 105 unit, sementara ini antrean masih wajar dan tak mengalami kendala dan aktivitas lain telah berfungsi normal dengan jam pelayanan sejak pukul 09.00—15.00 WITA,” urainya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Nyoman Ariawan Atmaja (tengah) bersama Kepala BCA Cabang Kupang, Liau Tjung Nyap (kanan) dan staf

Selanjutnya, I Nyoman Ariawan mengunjungi Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kupang dan diterima oleh Stefanus Juarto selaku Pemimpin Cabang. Kepala awak media, Stefanus mengungkapkan seluruh unit kerja BRI telah melakukan pelayanan termasuk ATM. “Untuk sementara ATM yang berfungsi 15 yang berada di unit kerja sedangkan 58 ATM lain belum berfungsi terkait belum adanya pasokan listrik,” terangnya sembari menyampaikan unit kerja BRI Sabu Raijua pun telah normal pasca-badai.

Kunjungan berikutnya, I Nyoman Ariawan memantau aktivitas Perbankan di Bank Central Asia (BCA) dan Bank Artha Graha. Ia pun memastikan Bank Indonesia akan terus berkoordinasi dengan Perbankan guna melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga operasional sistem pembayaran dan pemenuhan kebutuhan uang rupiah senantiasa dapat dilaksanakan.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Suku Bunga Dasar Kredit Konsumsi di Bank NTT Turun dari 14% ke 10%

284 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sektor usaha mikro kecil dan menengah menjadi pusat perhatian pemerintah (Bank Indonesia) maupun OJK sebagai lembaga regulator dan pengawas guna menopang perekonomian negara. Di masa pandemik Covid ini kebijakan-kebijakan dari regulator dan pengawas muncul sebagai respons cepat guna memulihkan stabilitas perekonomian negara dan mengembalikan semangat usaha para pelaku usaha.

Sebagai respons kondisi tersebut, maka Bank Indonesia mengambil langkah menurunkan BI Repo Rate sebesar (BI— 7DRRR) 25 bps menjadi 3,50 persen dinilai baik untuk merangsang pertumbuhan ekonomi dalam dunia usaha.

Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho dalam sesi jumpa media pada Selasa malam, 9 Maret 2020 sekira pukul 19.00 WITA—selesai di aula lantai 5 Kantor Pusat Bank NTT menyampaikan bahwa Bank Pembangunan Daerah, dalam hal ini Bank NTT pun sebagai kas daerah dan motor penggerak ekonomi di daerahnya juga berupaya dan menguatkan perekonomian daerah dengan merangsang para pelaku usaha baik dari sektor industri berskala besar, kecil maupun mikro dengan menurunkan suku bunga dasar kredit untuk segala segmen.

“Suku Bunga Dasar Kredit (SDBK) berlaku efektif pun dikeluarkan per Maret 2021 menjadi simultan bagi pelaku usaha maupun masyarakat dalam mendukung usahanya,” terang Alex Riwu Kaho didampingi oleh Direktur Umum Bank NTT, Yohanes Landu Praing; Direktur Kepatutan, Hilarius Minggu; dan Direktur Pemasaran Kredit, Paulus Stefen Messakh.

Dijelaskan Alex Riwu Kaho, berdasarkan hasil rapat ALCO Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 9 Maret 2021 menetapkan : Suku Bunga Kredit Konsumsi diturunkan 400 bbs dari bunga 14% menjadi 10%. “Dengan penurunan SBDK ini masyarakat akan terdorong untuk meminjam baik untuk konsumsi maupun untuk kegiatan usaha sehingga daya beli masyarakat menjadi pulih lagi dan sektor-sektor ekonomi dapat pulih dari kelesuan di saat pandemik ini,” terangnya.

Bank NTT berharap, tandas Alex, agar masyarakat NTT tetap aktif dalam geliat perekonomian dan tetap menaruh kepercayaan setelah diluncurkan suku bunga kredit yang baru.

Selain penurunan Suku Bunga Dasar Kredit (SDBK), berdasarkan hasil keputusan rapat ALCO, adapun produk bank yang dapat dimanfaatkan nasabah atau calon nasabah antara lain:

  1. Deposito Bebas, bersifat breakable atau dapat dicairkan sewaktu-waktu dengan bunga kompetitif;
  2. Kredit dengan sumber pembiayaan dari Dana Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB—UMKM) dengan besaran bunga kredit masing-masing sebesar 12% untuk kredit mikro perseorangan, mikro kelompok, multi usaha RC, dan kredit kecil;
  3. Suku bunga pinjaman untuk Pemerintah Kabupaten Ende sebesar 7,50%;
  4. Suku bunga pinjaman konsumsi turun menjadi 10% berlaku khusus untuk ekspansi debitur baru dan existing yang baki debet kurang dari 50% serta debitur existing yang jangka waktu kreditnya sudah berjalan separuh jangka waktu (50% jangka waktu pinjaman);
  5. Biaya Buku Cek/Bilyet Giro (baru/hilang/rusak) tidak dikenakan kepada rekening Pemerintah, sedangkan bagi badan hukum dan swasta dikenakan sebesar Rp.50.000,-
  6. Biaya cetak rekening koran non-tarif untuk Pemerintah dan Agen Bank NTT, sementara untuk badan hukum dan swasta per lembar Rp.3.000,-
  7. Biaya Materai Rekening Koran dengan saldo akhir di bawah Rp.5 juta tidak dikenakan, namun dikenakan biaya materai Rp.10.000,- bagi Agen Bank NTT, badan hukum dan swasta dengan saldo akhir di atas Rp.5 juta (tak diberlakukan bagi Pemerintah).

Semua keputusan hasil rapat ALCO mulai efektif pada tanggal 17 Maret 2021.

Penulis, editor dan foto utama (+roni banase)

Bantu Sesama, Bersama Bank NTT Donor Plasma Darah dan Raih Suvenir

460 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank NTT berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kupang, OJK Perwakilan NTT dan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) menghelat aksi kemanusiaan berupa donor plasma darah pada Jumat, 26 Februari 2021 yang menurut rencana bakal dilangsungkan di lantai 5 Kantor Pusat Bank NTT di Jalan W J Lalamentik, Kota Kupang.

Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho dalam sesi jumpa media Program Ramai Skali Bank NTT pada Rabu sore, 17 Februari 2021 mengemukakan bahwa aksi donor plasma darah sebagai bentuk kepedulian Bank NTT terhadap kebutuhan darah bagi para penderita Covid-19. “Untuk itu, kami mengajak para penyintas Covid-19 untuk  mendonasikan plasma darah konvalesen untuk menolong sesama,” ujarnya.

Tujuan utama donor plasma darah konvalesen, imbuh Alex Riwu Kaho, untuk membantu warga NTT yang terpapar Covid-19. “Selain donor plasma darah, kami juga menyediakan donor darah biasa karena sesuai informasi dari PMI, kebutuhan darah sangat tinggi,” ungkapnya.

Sebelum pelaksanaan donor plasma darah, terang Alex, maka dilakukan pemeriksaan kesehatan berupa swab antigen di halaman belakang Kantor Pusat Bank NTT dan pelaksanaan di lantai 5 dengan menaati protokol kesehatan

Bagi peserta pendonor plasma darah dan donor darah biasa, tandas Alex, Bank NTT menyediakan suvenir dan hadiah menarik. “Bagi yang mendonorkan plasma darah tersedia suvenir khusus dan donor darah biasa juga memperoleh hadiah dari Bank NTT,” terangnya.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto (*/instagram/koleksi pribadi)

Bank NTT Ramai Skali Tahap III, Yuk Ikut dan Raih Total Hadiah Ratusan Juta

531 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) kembali menghelat ajang “Bank NTT Ramai Skali” tahap ketiga di masa pandemi Covid-19. Kompetisi Kreatif Inklusi Keuangan Tahun 2021 ini mengusung tema “Solusi Cerdas NTT Menghadapi New Normal” dan dengan tagline Di Rumah, Berkarya, Dapat Hadiah, Bersama Bank NTT”.

Pada tahun 2021, kompetisi Bank NTT Ramai Skali menyediakan lomba Video Edukasi Produk Bank NTT, Foto Promosi Produk, dan Jingle Bank NTT untuk masyarakat umum, sedangkan Penulisan Produk dan Layanan Bank NTT (writing competition) terbagi atas Karya Penulisan Kreatif (Pelajar SMP dan SMA), Penulisan Inspiratif bagi masyarakat umum, dan Penulisan Opini/Artikel/Berita Feature untuk Wartawan.

Demikian penjelasan Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho dalam sesi jumpa media pada Rabu sore, 17 Februari 2021 di lantai 5 Kantor Pusat Bank NTT dengan menerapkan protokol kesehatan ketat berupa swab antigen bagi awak media dan pegawai Bank NTT.

Dikatakan Alex Riwu Kaho, persyaratan untuk mengikuti lomba yakni dengan menabung di Bank NTT berupa setoran minuman sebesar Rp.250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah) dan tak perlu membayar biaya pendaftaran. “Jika telah memiliki rekening tabungan Bank NTT, maka sebagai bukti partisipasi mengikuti lomba yakni dengan menyetor ke rekening senilai 250 ribu per item lomba,” urainya.

Kepala Divisi Dana, Aloysius Geong (paling kanan) Penggagas Program Ramai Skali Bank NTT, bersama Direktur Utama (tengah), dan Perwakilan Tim Juri (berbaju biru) Dr. Fritz Fanggidae

Mengenai juri lomba, Alex menjelaskan, untuk tahun ini berupa tim penilai atau juri independen dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan NTT, Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Universitas Nusa Cendana (Undana), dan Bank NTT. “Khusus lomba menulis berita feature, bakal ditegaskan dalam TOR dan melibatkan wartawan senior yang memiliki kompetensi dari organisasi pers yang ada di Kota Kupang,” jelasnya didampingi oleh Perwakilan Dewan Juri, Dr. Fritz Fanggidae.

Program Ramai Skali Bank NTT Tahun 2021 ini, terang Alex Riwu Kaho, digagas oleh Kepala Divisi Dana Bank NTT, Aloysius R.A Geong dan tim. “Dalam program Ramai Skali ini, tak hanya mengembangkan karya tulis, namun mengajak masyarakat umum untuk ikut dalam kompetisi Video Edukasi dan Jingle Bank NTT,” beber Alex sembari menyampaikan bahwa melalui Pak Alo dan teman-teman, maka pengumuman bakal dilaksanakan pada bulan Oktober dalam momentum Sumpah Pemuda dan Bulan Inklusi Keuangan.

Adapun pembukaan pendaftaran lomba dalam Program Ramai Skali Bank NTT dibuka pada tanggal 22 Februari 2021 di Kantor Bank NTT terdekat atau dapat diunduh (donwload) di laman/website resmi Bank NTT pada hari yang sama atau dapat menghubungi Panitia Kompetisi Ramai Skali Divisi Dana di nomor handphone 081 338 088 856.

Untuk diketahui, Program Ramai Skali Bank NTT Tahun 2021 merupakan tahap ketiga, yang mana tahap pertama dilaksanakan pada tahun 2019 dan tahap kedua pada tahun 2020. Pada tahun ini, durasi lomba dibikin lebih panjang karena dampak pandemi Covid-19.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)