Arsip Kategori: Keuangan dan Perbankan

Kerja Sama Sejak 2009, Bank NTT Kukuhkan Lagi ‘MoU’ dengan Sinode GMIT

83 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Menjelang Natal 2020, Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT), kembali mengukuhkan sinergisitas layanan bersama Sinode GMIT dalam penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) yang dilakukan pada Senin, 21 Desember 2020 di aula Kantor Pusat Bank NTT.

MoU yang ditandatangani Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho dengan Ketua Sinode GMIT, Pdt. Mery Kolimon, dan Sekretaris, Pdt. Yusuf Nakmofa, menyepakati ruang lingkup meliputi Layanan Jasa perbankan untuk pembayaran gaji (payroll), Cash Management System (CMS), Agen Dia Bisa, Payment Online (QRIS) , E-GMIT, Kredit Multiguna, Kredit Perumahan Rakyat (KPR), Kredit Mikro dan Konsumer.

Tindak lanjut dari MoU diatas yaitu penandatanganan PKS tentang Layanan Jasa Perbankan Melalui CMS dan Payment Online (QRIS) oleh Kepala Divisi Dana Bank NTT dengan Sekretaris Bidang Penggajian Sinode GMIT.

Hadir menyaksikan acara tersebut Komisaris Independen Bank NTT, Pengurus Sinode GMIT, Kepala Divisi dan Kepala Subdivisi Bank NTT, dengan tetap menjalankan Protokol Kesehatan Covid-19 yaitu menjaga jarak, penggunaan masker dan menggantikan jabat tangan dengan salam kepal dan atau namaste.

Penandatanganan MoU dan Kerja Sama antara Direktur Utama Bank NTT, Ketua dan Sekretaris Sinode GMIT

Terpisah, Kepala Divisi Dana Bank NTT, Aloysius R.A Geong, mengatakan bahwa ruang lingkup kerja sama berupa Cash Management System, Jasa kredit, Member Dia Bisa, Payment online (Qris) dan Aplikasi E-GMIT.

“Terkait Aplikasi E-GMIT merupakan aplikasi Pendataan untuk jemaat di wilayah naungan Sinode GMIT di dalamnya memuat fitur berupa informasi pribadi jemaat, pekerjaan jemaat, informasi gereja, pendataan diakonia dan pendataan pendapatan pribadi Jemaat,” urai Alo sapaan akrabnya.

Layanan GMIT dan Bank NTT, imbuh Alo, telah terjalin lama dan kembali diperpanjang sesuai kebutuhan. “Karena telah jatuh tempo kerja sama, maka kembali dilakukan penandatanganan MoU dan kerja sama,” tandasnya.

Kepada Garda Indonesia, Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Yusuf Nakmofa saat dihubungi pada Selasa pagi, 22 Desember 2020 mengungkapkan kerja sama antara Sinode GMIT dan Bank NTT telah dirintis sejak 2009 silam dan selalu diperpanjang setiap 4 (empat) tahun sesuai periode Majelis Sinode, sehingga dilakukan perpanjangan kerja sama.

Perpanjangan kerja sama antara Sinode GMIT dan Bank NTT, urai Pdt. Yusuf, karena telah memprogramkan gaji para pendeta dan karyawan GMIT dibayar melalui transfer ke rekening bank. “Kami menganggap Bank NTT sebagai bank pemerintah daerah yang memiliki daya jangkauan hingga ke pelosok daerah, sebagai tanda berpartisipasi terhadap pembangunan, maka GMIT menggunakan Bank NTT,” ungkapnya. (*)

Sumber berita dan foto (*/Humas Bank NTT/ rony banase)

Editor (+rony banase)

‘Media Gathering Bank NTT 2020’ Direktur Utama : Terima Kasih Teman Media

142 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dalam sesi Media Gathering bersama rekan-rekan media cetak, elektronik, dan online pada Rabu sore, 16 Desember 2020 di Suka Ramai Restoran, menyampaikan masih banyak pekerjaan besar yang menanti di tahun depan. Karena itu, Bank NTT menyadari bahwa pekerjaan-pekerjaan besar itu tidak akan mungkin terlaksana, tanpa sinergitas yang baik dengan semua pihak, termasuk dengan rekan-rekan media.

“Sehingga kami meminta dukungan dari rekan-rekan pers, untuk terus memberikan usul dan saran konstruktif, serta memberikan kontrol yang berimbang demi penyempurnaan kerja ke depan,” ujarnya di hadapan sekitar 30 media yang hadir memadati gelaran media gathering tersebut.

Alex Riwu Kaho, sapaan akrab dari Direktur Utama Bank NTT, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kemitraan yang terjalin sehingga Bank NTT terus bertumbuh positif melalui kontribusi pemberitaan yang menguatkan dan berupa kritik yang membangun dan memberikan daya untuk penyempurnaan serta penyelarasan kinerja.

Didampingi oleh Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu; Kepala Divisi Perencanaan & Corporate Secretary, Endri Wardono; Kepala Divisi Treasury, Zet Robalas Lamu; Kepala Divisi Manajemen Risiko, Ana Bere Tarak; Alex Riwu Kaho pun berharap, jika ada yang masih kurang dalam pelayanan perbankan, agar kami dikonfirmasi sehingga informasinya berimbang tiba di tangan nasabah tercinta Bank NTT.

“Kami membuka diri di semua jenjang baik tingkat unit, cabang, hingga kantor pusat, terhadap semua kerja sama yang sifatnya saling membangun,” ucap Alex Riwu Kaho.

Suasana Media Gathering Bank NTT pada Rabu, 16 Desember 2020

Kami, imbuh Alex, sedang melakukan langkah-langkah perbaikan terkait kemitraan dengan media, memang beberapa waktu lalu, kami sangat lemah membangun komunikasi publik tak hanya dengan media, namun termasuk stakeholder dan masyarakat. Mudah-mudahan mulai hari ini, langkah-langkah perbaikan dapat kami realisasikan.

Alex Riwu Kaho pun meminta beberapa rekan media untuk dapat menjadi consultan partner dan bersedia mendidik Divisi Humas Bank NTT agar dapat belajar dan mampu membangun kemampuan dalam komunikasi publik. “Mudah-mudahan pola komunikasi yang selama ini kaku atau yang belum sesuai dengan kode etik pers, dapat dilakukan penyesuaian dan pembenahan,” harapnya.

Terkait dengan program penguatan terhadap kualitas kemitraan antara Bank NTT dan media, Direktur Utama Bank NTT pun meminta rekomendasi dari setiap simpul-simpul organisasi media untuk peningkatan kompetensi kualitas penyusunan dan penulisan berita.

“Kami bersedia memediasi teman-teman media melalui organisasi dari media cetak, elektronik, dan online, kami menunggu rekomendasi untuk dilaksanakan pada tahun 2021. Semoga, sebelum perayaan HUT NTT kita dapat melakukannya,” tandas Alex Riwu Kaho. (+)

Penulis dan Editor (+rony banase)
Foto utama oleh Humas Bank NTT

Alex Riwu Kaho : Desa Wisata Digital Bank NTT Bakal Diterapkan di Seluruh NTT

284 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Konsep Desa Wisata berbasis digital, ke depan bakal diterapkan bagi para pelaku usaha yang bergerak di bidang pariwisata di seluruh Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penegasan tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho pada Rabu pagi, 9 Desember 2020, usai melakukan kunjungan di Pulau Koja Doi, Kabupaten Sikka.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/12/10/bank-ntt-gagas-desa-wisata-berbasis-digital-di-pulau-koja-doi/

Kepada Garda Indonesia, Alex Riwu Kaho menyebutkan bahwa Bank NTT mengagendakan pada tahun 2021, terdapat desa unggulan dengan potensinya masing-masing. “Seperti Desa Koja Doi (Desa Wisata Berbasis Digital yang dikelola oleh Bank NTT, red). Dengan potensi luar bisa, jika dikelola secara baik, maka akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari segi pariwisata apalagi didukung oleh relawan, kepala desa, dan BumDes,” urainya.

Kehadiran Digital Agen dan Lopo Dia Bisa Bank NTT di Koja Doi, imbuh Direktur Bank NTT, dapat mendorong kebutuhan layanan jasa perbankan dan Bank NTT masuk dalam penguatan potensi ekonomi. “Seperti pengelolaan sampah untuk dijadikan kerajinan oleh masyarakat Desa Koja Doi,” ulasnya.

Ke depan, terang Alex Riwu Kaho, Bank NTT mendorong pola pembayaran dengan sistem digital (menggunakan QRIS Bank NTT, red) akan memudahkan terjadi transaksi jual beli saat kunjungan wisatawan. “Seperti di Desa Koja Doi yang mulai menerapkan sistem pembayaran digital (transaksi elektronik atau cashless),” terangnya.

Bank NTT, tandas Alex Riwu Kaho, akan berupaya menerapkan konsep Desa Wisata di seluruh wilayah NTT dalam rangka menunjang pariwisata sebagai prime mover sebagai program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi. “Dalam skala kecil, di tempat tertentu di mana masyarakat mulai menyediakan tempat penginapan (homestay) yang dibiayai oleh Bank NTT termasuk di daratan Timor, Pulau Rote, dan Pulau Sabu,” pungkasnya.

Penulis, editor, dan foto (+rony banase)

Pelayanan Bank NTT Bebas Covid-19, Pegawai Wajib Taat Prokes

183 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank NTT membuktikan komitmennya dalam memberikan jaminan keamanan untuk memproteksi setiap nasabah yang berkunjung ke kantor Bank NTT di mana saja, agar terbebas dari Corona Virus Disease (COVID-19). Komitmen ini dibuktikan dengan diterapkannya pelayanan berstandar protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI terkait wabah COVID 19.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Kepala Divisi Perencanaan dan Corporate Secretary, Endry Wardono dalam sebuah pertemuan kecil yang berlangsung di kantor pusat Bank NTT, pada Jumat, 11 Desember 2020, saat menyikapi perkembangan kian mewabahnya COVID-19 di Kota Kupang dan pola sebaran virus yang terus bermutasi.

Bank NTT, tegas Endry, akan terus melakukan evaluasi terhadap pola pelayanan perbankan di semua tingkatan, untuk memastikan bahwa pelayanan itu prima, dan bestandar protocol kesehatan. Tidak hanya di tingkat kantor pusat, melainkan di seluruh kantor cabang dan unit-unitnya, semua diwajibkan menerapkan pelayanan yang berstandar.

Untuk membuktikan keseriusan dalam penerapan layanan yang bebas COVID, maka Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho sudah menerbitkan maklumat yang ditujukan ke seluruh pimpinan cabang di seluruh NTT. Isi surat itu, antara lain, seluruh pimpinan wajib memberikan pelayanan perbankan yang paripurna dan aman dari COVID-19. Salah satu perlakuan yang diambil adalah, dengan memastikan seluruh staf Bank NTT memakai alat pelindung diri dan selalu mencuci tangan, memakai hand sanitiser, masker dan menjaga jarak dengan orang lain.

Bahkan staf pun diwajibkan memakai sarung tangan dan face shield, terutama di bagian front office dan teller. Setiap nasabah yang datang pun, dibukakan pintunya oleh Satpam.

“Saya pastikan bahwa manajemen Bank NTT sudah memberikan standar maksimum dalam pelayanan yang paripurna dan bebas COVID-19. Seluruh kantor cabang di NTT maupun Surabaya mendapat perlakuan yang sama. Seluruh kantor operasional kita wajib menerapkan protokol kesehatan yang safety sekali. Seperti yang ditetapkan oleh Kemenkes, yakni wajib jaga jarak, cuci tangan, pakai masker. Bagi kantor-kantor, minimal dua hari sekali wajib disemprot disinfektan. Semua kami jamin aman. Direksi sudah membuat instruksi bahwa seluruh kantor operasional wajib untuk menerapkan pelayanan yang berstandar protokol kesehatan,”urai Endry.

Tidak hanya itu, imbuh Endry, Bank NTT pun bersikap, bahwa semua kegiatan yang melibatkan banyak orang, ditunda untuk sementara waktu. Semua difokuskan di lingkungan kantor, itupun berskala kecil. Bahkan karyawan yang hendak berkantor pun dipindai suhu tubuhnya. Mereka ingin memastikan keamanan dalam berinteraksi dengan nasabah.

Sementara itu, Kepala Kantor Bank NTT Cabang Utama, Boy Nunuhitu di kesempatan itu juga menegaskan hal yang sama. Bahwa khusus di Kantor Cabang Utama (KCU), sudah diterapkan protokol kesehatan. Langkah yang diambil dengan menyediakan tempat cuci tangan untuk setiap nasabah yang datang, bahkan ada sabun anti kuman, hand sanitiser, serta masker gratis bagi siapa saja yang memerlukan.

Tidak hanya itu, jelas Boy, petugas keamanan bank pun selalu siaga di pintu utama, dan membukakan pintu bagi setiap tamu yang masuk. Begitu pula jika keluar. Untuk menjaga jarak dan jangan ada kontak antar-sesama tamu, maka jumlah kursi di dalam ruangan pun dibatasi, sehingga ada jarak sosial sesuai aturan kesehatan. Ini tidak saja berlaku di KCU, melainkan di seluruh unit yang berada di bawah KCU.

“Pelayanan kita dari front office, teller, juga kita standarkan. Wajib mengenakan masker, face shield dan sarung tangan dan ini sudah berlangsung lama. Seminggu terakhir kita perketat lagi. Kami menyediakan suplemen bagi seluruh staf agar selalu dalam kondisi sehat. Bahkan kami melakukan rapid test, dan sejauh ini semua terkendali. Setiap sore, seluruh ruangan baik di KCU maupun di unit, disemprot disinfektan untuk memastikan bahwa ruangannya aman dari virus. Kami menjamin bahwa setiap nasabah yang datang jangan takut. Kami jamin keamanan dan kenyamanan. Semua harus aman dan bebas COVID,” tegas Boy.

Sikap tersebut diambil manajemen, terkait adanya tiga karyawan yang terpapar COVID-19. Sejauh ini, penanganannya berlangsung baik, dan kini sudah ditangani petugas kesehatan. Tak hanya karyawan, melainkan keluarga yang melakukan kontak erat dengan mereka pun di-swab, dan seluruh keperluannya menjadi tanggungan Bank NTT. Sementara satu karyawan yang sebelumnya diinformasikan terkena COVID-19, sudah sembuh dan sudah kembali beraktifitas seperti biasa. (*)

Sumber berita (*/Humas Bank NTT)
Editor dan foto (+rony banase)

Tim Bank NTT Bantu Petugas PLN di Waiterang Kabupaten Sikka

431 Views

Sikka-NTT, Garda Indonesia | Kejadian tak terduga terjadi dalam perjalanan tim Bank NTT menuju ke Pulau Koja Doi di Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa sore, 8 Desember 2020. Akibat hujan deras yang mengguyur Kota Maumere hingga ke daerah  Nangatobong, Kecamatan Waigete (ruas jalan nasional menuju ke Kabupaten Flores Timur, red) mengakibatkan sebuah pohon roboh menimpa kabel listrik sehingga menghalangi ruas jalan.

Tim Bank NTT membantu proses pemotongan pohon dan arus kendaraan

Pantauan Garda Indonesia, saat tiba di lokasi tersebut, deretan antrean mobil dan sepeda motor memadati ruas jalan yang berukuran sekitar 4 meter, sehingga menimbulkan kemacetan. Petugas PLN pun sigap mematikan arus listrik dan mulai secara bertahap memangkas pohon tumbang yang menindih kabel listrik dan menghalangi jalan.

Rombongan Bank NTT saat tiba di lokasi pun tak dapat melanjutkan perjalanan. Melihat kondisi tersebut, Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho memutuskan turun dari mobil menggunakan payung Bank NTT, disusul oleh Kadiv IT, Salmon Randa Terru; Kadiv Kredit Mikro, Jhoni Tadoe; Pimpinan Cabang Bank NTT Maumere, Stefanus Tuga; beserta satpam.

Dengan sigap menggunakan payung Bank NTT, Alex Riwu Kaho menghampiri para petugas PLN yang sedang menyensor dahan, kemudian segera membantu mengatur dan mengarahkan kendaraan serta memberikan semangat kepada para petugas. Berselang 35 menit kemudian, pohon besar yang menimpa kabel listrik pun berhasil disingkirkan.

Usai satu per satu kendaraan berangsur melanjutkan perjalanan, maka tim Bank NTT pun kembali menempuh perjalanan ke Pelabuhan Talibura untuk selanjutnya menggunakan speedboat Polair Sikka menuju Pulau Koja Doi untuk meresmikan Lopo Dia Bisa Bank NTT.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Bank NTT Gagas Desa Wisata Berbasis Digital di Pulau Koja Doi

151 Views

Koja Doi-Sikka, Garda Indonesia | Desa Koja Doi di Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat sentuhan dan intervensi program dari Bank NTT. Pulau yang berpenghuni 1.543 jiwa (468 kepala keluarga) dan dikenal dengan wisata Batu Purba dan Jembatan Batu tersebut telah menyiapkan diri menjadi Desa Wisata Berbasis Digital.

Bank NTT pun telah mendirikan Lopo Dia Bisa dan menempatkan Agen Dia Bisa yang memberlakukan pembayaran QRIS (pembayaran digital) terhadap semua transaksi perbankan yang dilakukan oleh para wisatawan saat berkunjung ke desa tersebut.

Pengamatan Garda Indonesia, seperti yang dilakukan oleh Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho saat membeli kerajinan masyarakat, hanya dengan melakukan scan QR, maka pembayaran dengan uang elektronik atau sistem cashless tersebut pun selesai, sehingga tak perlu membayar dengan uang tunai.

Perhatian serius Bank NTT terhadap pengembangan konsep Desa Wisata Kajo Doi juga dilakukan terhadap pengelolaan hunian warga yang dijadikan sebagai homestay.

Disampaikan Pimpinan Cabang Bank NTT Maumere, Stefanus Tuga pada Selasa sore, 8 Desember 2020, sebanyak 8 dari 18 homestay telah menggunakan barcode QRIS Bank NTT. “Bank NTT membiayai perbaikan infrastruktur di dalam homestay (tempat tidur, sanitasi toilet sesuai standar wisatawan), kisaran kredit yang diberikan sebesar 5—15 juta rupiah,”urainya.

QRIS Bank NTT yang dipakai oleh Homestay Sansa Alifa di Desa Koja Doi

Dukungan Bank NTT di Pulau Koja Doi, imbuh Stefanus, dengan membangun Lopo Dia Bisa dan memberdayakan Agen Dia Bisa Bank NTT.

Ketua BumDes Desa Wisata Koja Doi, Juaeni menyampaikan terima kasih kepada Bank NTT yang telah menyediakan dana perbaikan fasilitas homestay termasuk fasilitasnya. “Sementara dilakukan pengembangan dengan tarif per malam sebesar 100 ribu. Kita sudah difasilitasi oleh Bank NTT, maka ke depan, bakal dinaikkan menjadi 200 ribu per malam,” ungkap

Pihak BumDes juga memberdayakan masyarakat lain, termasuk kelompok dasawisma yang mengurus makan minum agar semua menerima manfaat. “Kami berterima kasih kepada Bank NTT karena telah meningkatkan kapasitas homestay, meskipun dikembalikan, selama ini kami kewalahan dengan pendanaan karena penghasilan kami pas-pasan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Koja Doi, Hanawi menyampaikan kunjungan wisatawan ke Desa Wisata berasal dari domestik dan mancanegara. “Didominasi oleh wisatawan lokal, namun wisatawan dari mancanegara dari Perancis, Italia, Venezuela, dan Inggris yang menginap di rumah warga dan banyak catatan. Oleh karena itu, kami bermitra dengan Bank NTT kemudian menyesuaikan dan mengembangkan pariwisata terkait usaha homestay dan kerajinan masyarakat,” ungkapnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Bank NTT Bangun Lopo Dia Bisa di Pulau Koja Doi Kabupaten Sikka

374 Views

Sikka-NTT, Garda Indonesia | “Kita merasa terpanggil menjadi bagian dari penggerak ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan dukungan sumber daya manusia dan sumber daya alam di Koja Doi dapat memberikan kami (bank NTT, red) kesempatan berada di tengah-tengah masyarakat,” ujar Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho saat meresmikan Lopo Dia Bisa di Pulau Koja Doi yang berada di gugusan pulau Kabupaten Sikka pada Selasa sore, 8 Desember 2020.

Lopo Dia Bisa di Pulau Koja Doi memajang dan menjual aneka kerajinan masyarakat yang dominan berasal dari Suku Buton tersebut, seperti tenun ikat, kerajinan Perahu Pinishi, dan meja kayu unik. “Lopo Dia bisa juga bermanfaat bagi peningkatan ekonomi rumah tangga masyarakat saat wisatawan datang menikmati panorama wisata,” terang Alex Riwu Kaho.

Lopo Dia Bisa di Desa Wisata Koja Doi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka

Selain Lopo Dia Bisa, urai Direktur Utama Bank NTT, di Desa Wisata Koja Doi yang berada di Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka; juga tersedia 2 (dua) Agen Dia Bisa Bank NTT (Digital Agen) yakni Sansa Alifa dan Atika Cell untuk membantu masyarakat menikmati layanan perbankan seperti pembelian pulsa telepon, transfer uang. “Untuk transfer, masyarakat dapat melakukan pengiriman uang hanya dengan menyebutkan nomor rekening tujuan dan jumlah ùang yang hendak dikirim, jika berhasl terkirim bakal keluar struk, kemudian menyerahkan uang sejumlah yang ditransfer,” jelas Alex Riwu Kaho.

Saat ini, tandas Alex Riwu Kaho di hadapan Kepala Desa Koja Doi, Hanawi; jika mau bayar pajak bumi dan bangunan (PBB), dan tagihan pajak kendaraan bermotor bisa melalui Lopo Dia Bisa.

Selain di Koja Doi, Lopo Dia Bisa di Kabupaten Sikka juga terdapat di Sekolah Tinggi Ledelero, Daerah Kewapante, dan Cafe Rindu Lokaria.

Usai meresmikan Lopo Dia Bisa, Direktur Utama Bank NTT juga membeli kerajinan masyarakat Koja Doi berupa tenun ikat, miniatur Kapal Pinishi dan membayarnya menggunakan QRis Bank NTT. Kemudian meninjau Home Stay berbasis Warga Koja Doi yang memperoleh dukungan Bank NTT, melihat lebih dekat wisata Bukit Batu Purba, dan Jembatan Batu.

Saat peresmian Lopo Dia Bisa Bank NTT di Pulau Koja Doi, selain didampingi oleh Kadiv IT, Kadiv Kredit Mikro, dan Pimpinan Cabang Bank NTT Maumere, Stefanus Tuga; Alex Riwu Kaho juga memboyong para pengusaha muda antara lain Wakil Ketua Kadin NTT, Bobby Lianto; Ketua REI NTT, Bobby Pitoby; dan Direktur Utama Garda Maritim, Yusak Benu yang sebelumnya telah bertemu Bupati Sikka, Robby Idong guna membicarakan kerja sama peningkatan ekonomi.

Penulis, editor, dan foto (+rony banase)

Dirut Bank NTT : “Jangan Menjadi Banci dan Memanipulasi Diri”

185 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho dalam sambutannya pada Launching Go TBK 2 Bank NTT dan Penandatanganan Pakta Integritas pada Senin, 30 November 2020 pukul 09.30 WITA—selesai yang dihadiri oleh jajaran Komisaris, Direksi dan Ketua OJK NTT, menyampaikan bahwa sesuai penilaian dari OJK Bank NTT pada posisi Komposit 3.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/11/30/target-bank-ntt-menuju-peringkat-komposit-2-pada-tahun-2021/

Oleh karena itu, imbau Alex Riwu Kaho, (segenap karyawan/karyawati, red) harus bekerja keras melakukan penyesuaian dengan komitmen untuk berpikir positif, bertindak sportif dan menerjemahkan dalam pekerjaan sehari-hari agar turun dari Komposit 3 menjadi Komposit 2 dengan melaksanakan road map.

“Jangan memanipulasi dengan diri untuk melindungi diri dari hal-hal yang tidak pantas dan jangan menjadi banci seolah-olah kita yang menjadi korban, yang menjadi korban adalah Bank karena kerja kita yang tidak profesional, tidak pruden, dan tidak bertanggung jawab,” tegas Dirut Bank NTT.

Selain itu, tegasnya, yang harus dilakukan adalah menyelamatkan bank ini (bank NTT, red) dengan bekerja secara profesional, jujur, tulus, dan sungguh-sungguh.

“Mari memosisikan diri kita masing-masing sebagai agen perubahan dan jangan menjadi korban, karena jika memosisikan diri sebagai korban, maka kita tak punya rasa malu, rasa bersyukur, rasa tahu diri dengan teman-teman di pelosok daerah,” ajak Alex Riwu Kaho seraya mencontohkan karyawan yang bekerja di Lamelera dengan keterbatasan akses, namun bekerja maksimal dengan NPL 0 persen.

Sementara itu, Samuel Djoh Despantsianus Komisaris Independen Bank NTT, memaparkan telah memberikan perhatian serius kepada Direksi Bank NTT untuk menuju TKB 2 karena mustahil digapai jika hanya bekerja biasa saja, karena harus bekerja gila (eksra ordinary) dengan tulus ikhlas dan berkualitas.

“Mustahil, impossible, TKB 2 dapat dicapai apabila etos kerja dan spirit dengan bekerja biasa-biasa saja, karena harus bekerja keras, cerdas, serius, tulus, ikhlas, dan berkualitas. Oleh karena itu, kami dekom (dewan komisaris, red) mengajak semua jajaran untuk memberikan dedikasi terbaik bagi bank NTT yang kita cintai,” ajaknya.

Dewan Komisaris, tandas Samuel Djoh, sesuai fungsi akan mengawal dan memastikan bahwa TBK 2 dapat berjalan dan dieksekusi dengan baik dan maksimal.

Penulis, editor, dan foto (+rony banase)