Arsip Kategori: Keuangan dan Perbankan

Bank NTT Jadi Pengelola Kas Titipan BI Terbanyak di Seluruh Indonesia

315 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Kami bersyukur memiliki para pemegang saham yang memiliki komitmen yang sangat luar biasa untuk terus mengawal bank ini bisa menjadi hebat dan besar bagi pembangunan di Nusa Tenggara Timur ini. Kesanggupan dan perhatian dari pemegang saham sangat besar sehingga ada tiga sampai empat langkah yang sudah dilakukan,” ujar Plt. Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat jumpa media Bank NTT bersama para awak media pada Kamis, 14 Mei 2020 di lantai 5 Bank NTT Pusat di Jalan W. J. Lalamentik Kota Kupang.

Kas Titipan BI yang dikelola Bank NTT Cabang Atambua

Kami dipercaya oleh Bank Indonesia (BI), urai Alex (sapaan akrabnya, red), menjadi pengelola delapan kantor kas titipan bank yang terbanyak. Bank NTT terus berupaya melakukan pencegahan terhadap penyebaran Covid-19.

“Terima kasih kepada Bank Indonesia atas penunjukan dan kepercayaan bank NTT sebagai pengelola kas titipan bank Indonesia terbanyak di seluruh Indonesia yang berada di Atambua, Alor, Lembata, Maumere, Ende, Ruteng, Lewoleba, dan Labuan Bajo,” ucapnya.

Seperti yang dilakukan oleh Kas Titipan Bank NTT Cabang Lewoleba di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kas titipan BI ini melayani penukaran uang dengan nominal kecil, fungsi utamanya untuk menyediakan kas Bank Indonesia yang dipindahkan ke pelayanan untuk masyarakat.

Demikian penyampaian Wakil Kepala Cabang (Wakacab) Bank NTT Lewoleba, Lorenso Andri Bere Mau kepada Garda Indonesia melalui sambungan telepon pada Jumat, 22 Mei 2020 pukul 12.02 WITA—selesai.

Kas Titipan Bank NTT Lewoleba melayani pedagang

Menurut Andi Bere Mau (sapaan akrabnya, red) pelayanannya bukan hanya Bank NTT saja, tetapi semua bank peserta yang ada dalam daerah yang ada kas titipan. “Menjelang lebaran, kita operasinya ke pasar yang ada pedagang-pedagang kecil hingga ke toko-toko,” ucapnya.

Karena Covid-19, imbuh Andi, Pelayanan Kas Titipan Bank NTT Cabang Lewoleba tetap memakai standar protokol kesehatan. “Kas Titipan BI di Lewoleba ada satu yang melayani tiga bank termasuk penukaran uang kecil. Uang lusuh juga ditukar selama nomor serinya masih dapat dibaca, dan uang tersebut masih bisa dipakai,” tandas Wakacab Bank NTT Lewoleba.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto (*/ istimewa Bank NTT)

Jelang Idul Fitri 1441 H, BRI Cabang Kupang Berbagi Sembako ke Panti Asuhan

90 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Jelang Hari Raya Keagamaan Idul Fitri 1441 H, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Kupang menggelar aksi sosial berbagi sembako ke sejumlah panti asuhan yang ada di Kota Kupang. Bantuan sembako secara simbolis diserahkan oleh Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore bersama Kepala BRI Kantor Cabang Kupang, Patar Pandapotan, S.E., M.H. kepada para pengelola panti asuhan di ruang kerja Wali Kota Kupang, pada Rabu, 20 Mei 2020.

Pada kesempatan tersebut Wali Kota menyampaikan terima kasih kepada Bank BRI Cabang Kupang yang sudah berkenan membantu Pemerintah Kota Kupang meringankan beban para penghuni panti asuhan, “Tentu bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi saudara-saudari kita di Panti Asuhan, apalagi dengan situasi saat ini adanya wabah Covid-19” tambahnya.

Foto bersama Wali Kota Kupang (paling kiri) dan Kepala BRI Kantor Cabang Kupang usai menerima secara simbolis bantuan sembako bagi 3 panti asuhan

Kepala BRI Kantor Cabang Kupang, Patar Pandapotan, S.E., M.H. menjelaskan, bantuan sembako yang mereka serahkan ini dalam rangka menyongsong Hari Raya Idul Fitri. Dalam aksi sosial bertema ‘BRI Peduli Berbagi Sembako kepada Panti Asuhan’ ini paket sembako yang mereka bagi berupa beras, mie, telur, minyak goreng, gula pasir dan teh. “Masing-masing panti asuhan mendapatkan bantuan senilai Rp.20 juta yang dikonversikan ke sembako,” jelasnya.

Adapun tiga panti asuhan yang menerima bantuan sembako dari BRI tersebut antara lain, yakni Panti Asuhan Nurussa’adah yang diterima secara simbolis oleh Muhammad Ramli, Panti Asuhan Aisyiyah yang diwakili oleh Jainab Toga dan Panti Asuhan Sonaf Maneka yang diwakili oleh Blasius A. Umbu Manu. Setelah penyerahan secara simbolis di Kantor Wali Kota Kupang, para petugas BRI langsung mengantarkan bantuan tersebut ke masing-masing panti asuhan.(*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ans/frd/ddy)
Editor (+rony banase)

‘System Core Banking’–T24 Bank NTT Serentak Dipakai di 250 Kantor Cabang

139 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | System Core Banking yang baru, bertajuk T24 Bank NTT telah resmi digunakan Bank NTT terhitung sejak Senin, 11 Mei 2020. Langkah strategis ini menjadi fondasi transformasi teknologi Bank NTT untuk meningkatkan layanan perbankan yang dapat diakses nasabah maupun masyarakat di mana dan kapan saja.

Demikian kabar baik ini disampaikan oleh Direktur Umum Bank NTT, Yohanis Landu Praing dalam sesi jumpa media pada Kamis siang, 14 Mei 2020 di Lantai 5 Kantor Pusat Bank NTT.

Menurut Umbu Praing (sapaan akrabnya, red), sistem aplikasi ini merupakan aplikasi inti perbankan berstandar dunia yang dipakai lebih dari 2.000 bank di seluruh dunia dengan fitur regulasi yang terintegrasi dan lengkap seperti Antasena, Apolo, PSAK 71, APUPPT, dan lain-lain dan telah mengikuti aturan regulasi/roadmap arahan regulasi perbankan (OJK dan BI) serta data center Tier tertinggi di Indonesia (Tier IV).

Dengan T24, imbuh Umbu Praing, Bank NTT berharap semakin memperkuat Bank NTT sebagai salah satu bank digital di Indonesia serta menjamin sistem informasi dan teknologi (IT) dan ready for the future/ siap menghadapi masa depan. Ini adalah pencapaian yang membanggakan bagi Bank NTT karena peralihan System Core Banking dilakukan secara serentak di seluruh kantor cabang di Provinsi NTT dan Surabaya yang memiliki dua perbedaan waktu. Hal ini merupakan migrasi big bang yang pertama kali dilakukan oleh Bank NTT serta dilakukan pada 250 kantor Bank NTT.

“Tujuan penggantian sistem ini untuk meningkatkan pelayanan Bank NTT kepada nasabah terutama dalam hal proses otomatisasi, tata kelola dan pengamanan serta mempersiapkan Bank NTT menjadi Bank Devisa dan bank yang siap menghadapi tantangan Indonesia 4.0 serta Bank NTT dapat menjadi Anchor Bank bagi pelaku finansial dan fintech di Provinsi NTT,” tegas Direktur Umum Bank NTT yang dilantik pada 7 Januari tahun 2020 ini dengan penuh keyakinan.

Bank NTT, ujar Umbu saat bersama jajaran Direksi Bank NTT antara lain Plt. Direktur Utama, Harry Alexander Riwu Kaho; Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu; dan Direktur Dana, Absalom Sine; mengungkapkan bahwa telah melakukan proses migrasi sistem ini selama 8 bulan dengan 3 tahapan yang mengikuti Best Practice yakni Persiapan Sistem, Data Migrasi dan Go Live. Masing-masing tahapan tersebut telah dilakukan pengujian dan pengecekan data secara menyeluruh serta pelaksanaan Go Live dilakukan dengan sistem Downtime yang minimum yaitu hanya 8 jam.

“Banyak peluang dan dampak positif terhadap perjalanan bisnis Bank NTT ke depan dengan System Core Banking yang baru ini. Perseroan semakin siap mengembangkan produk dan layanan digital serta memungkinkan terus memberikan inovasi dan solusi yang bukan hanya sesuai kebutuhan nasabah tapi “Exceeding Customers Needs/ (melebihi kebutuhan nasabah). Selain itu, inisiatif ini juga mendorong upaya Bank NTT meningkatkan efisiensi guna memenangkan persaingan di industri perbankan yang semakin ketat,” urai Umbu Praing.

Lebih lanjut, Umbu Praing menyampaikan bahwa pencapaian yang sekaligus menjadi tonggak perubahan System Core Banking bank milik Pemerintah Daerah Provinsi/Kota/ Kabupaten di NTT ini, menjadi bukti konsistensi Bank NTT terus berinovasi sebagai komitmen untuk berperan dalam kancah perbankan nasional dan mengabdi pada negeri.

“Bank NTT menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Stakeholders atas dukungan yang telah diberikan sekaligus permohonan maaf kepada nasabah atas ketidaknyamanan selama berlangsungnya proses peningkatan layanan ini,” tandasnya. (*)

Sumber berita (*/Humas Bank NTT)
Editor dan foto utama (+rony banase)

Dua Langkah Bank NTT, Pemprov NTT & Pemkot/Pemda Gapai Modal Inti 3 Triliun

188 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengerek syarat minimal modal inti pada bank umum dari saat ini sebesar Rp.100 miliar menjadi Rp.3 triliun. Ketentuan ini diharapkan akan mempercepat proses penggabungan atau konsolidasi pada industri perbankan. Jika tak juga mampu memenuhi syarat modal tersebut, maka bank tersebut harus bersiap turun kelas menjadi Bank Perkreditan Rakyat atau BPR.

Terkait penetapan regulasi OJK tersebut, Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) pun diwajibkan mengikuti regulasi usaha perbankan saat ini berdasarkan modal inti tercantum dalam Peraturan OJK Nomor 6/POJK.03/2016 tentang kegiatan usaha dan jaringan kantor bank berdasarkan modal inti bank dengan perubahan regulasi pada tahun 2020.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/05/14/plt-dirut-perubahan-formasi-direksi-tak-pengaruhi-kinerja-bank-ntt/

Direktur Kepatuhan Bank NTT, Hilarius Minggu dalam sesi jumpa media pada Kamis siang, 14 Mei 2020, mengungkapkan saat ini modal inti Bank NTT hanya Rp.1,7 triliun dan masih harus memenuhi kekurangan Rp.1,3 triliun sehingga dapat mencapai modal inti sebesar Rp.3 triliun pada tahun 2024.

“Kondisi Bank NTT saat ini dinilai cukup sehat berdasarkan penilaian OJK,” ungkap Direktur Kepatuhan bersama jajaran direksi Bank NTT yakni Plt. Direktur Utama, Harry Alexander Riwu Kaho; Direkrut Umum, Yohanis Landu Praing; dan Direktur Dana, Absalom Sine.

Kondisi pemenuhan modal inti sebesar Rp.3 triliun dirasakan cukup berat, ungkap Hilarius, karena sejak berdirinya Bank NTT pada tahun 1967 hingga 2012 hanya mencapai modal inti sebesar Rp.1,7 triliun.

Menyiasati pemenuhan modal inti sebesar Rp.3 triliun pada 2024, imbuh Hilarius, maka Pemprov NTT (Pemegang Saham Pengendali [PSP]) dan pemegang saham lain yakni Pemda/Pemkot, dan manajemen Bank NTT dalam sesi RUPS pada Rabu, 6 Mei 2020 telah mengambil langkah sepakat bersama.

Ada pun 2 (dua) langkah sepakat antara Pemprov NTT, Pemda/Pemkot se-NTT, dan Bank NTT antara lain:

Pertama, berdasarkan passing group, RUPS sudah menetapkan per tahun pemda harus menyetor 300 miliar. Selain dari keputusan RUPS, gubernur sebagai pemegang saham atau pengendali bersurat ke semua pemda.

“Kami dari direksi juga akan bersurat ke pemda. Selain bersurat, kami juga meminta beberapa pemimpin cabang untuk mendekati pemda dan DPRD. Selain pemimpin cabang, direksi dan komisaris pun akan turun untuk mendekati wali kota, bupati, dan DPRD,” beber Direktur Kepatuhan Bank NTT seraya berujar berharap perubahan APBD ini bisa mengalokasikan penyetoran kepada Bank NTT.

Kedua, telah menjadi keputusan bahwa dividen yang bisa diterima 100% oleh masing-masing pemda, 50%-nya akan disetor kembali masuk ke modal. Para bupati, pemda yang masuk kembali APBD hanya 50%.

“Itulah langkah-langkah kami, pertama, pemda 100% dari APBD masing-masing dengan total 300 miliar kemudian langkah kedua dividen yang dibagi setengah yang diterima, sedangkan setengah masuk kembali modal,” imbuh Hilarius.

Itulah harapan kami, tandas Hilarius yang telah menjabat sebagai Direktur Kepatuhan Bank NTT sejak 25 Mei 2018.

Namun, apabila kalau mendekati tahun 2024 kemungkinan belum tercapai modal inti yang disyaratkan, jelas Hilarius, maka terpaksa kita melibatkan pihak investor untuk menyertakan modal di Bank NTT.

“Jika pemda tidak bisa memenuhi sampai 2024, terpaksa kita melibatkan investor,” tegas Direktur Kepatuhan Bank NTT.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Plt. Dirut : Perubahan Formasi Direksi Tak Pengaruhi Kinerja Bank NTT

169 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Plt Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho saat jumpa media bersama awak media cetak, elektronik, dan online pada Kamis siang, 14 Mei 2020 di lantai 5 Kantor Pusat Bank NTT, menyampaikan bahwa dampak pandemi Covid-19 saat ini operasional Bank NTT tetap berjalan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Baca juga:

https://gardaindonesia.id/2020/05/06/izhak-rihi-non-aktif-rups-tunjuk-harry-riwu-kaho-jadi-plt-dirut-bank-ntt

“Dengan kondisi ini, kita terus melakukan kajian-kajian, puji Tuhan, pengelolaan bank NTT sampai dengan hari ini, pertumbuhan yang sangat positif,” ungkapnya bersama jajaran direksi antara lain Direktur Umum Bank NTT, Yohanes Landu Praing; Direkrut Kepatuhan, Hilarius Minggu; dan Direktur Dana, Absalom Sine.

Jadi optimisme yang luar biasa, imbuh Alex (sapaan akrabnya,red), juga karena kerja sama semua teman-teman, yang membantu kita mengelola Bank NTT ke arah yang lebih positif dan kita mampu menyesuaikan termaksud hal yang tadi disampaikan.

“Jika optimis, maka akan terbuka sinergi demi kebaikan bersama, kebaikan masyarakat, kebaikan semua pihak, terlebih pemegang saham,” ucap Plt. Direktur Utama Bank NTT yang ditunjuk Pemegang Saham Pengendali (PSP) dalam RUPS Bank NTT pada Rabu, 6 Mei 2020.

Suasana jumpa media bank ntt dan awak media cetak, elektronik, dan online

Lanjut Alex, Ini tantangan yang luar biasa. “Kami semua berkomitmen dan sepakat bekerja all out, bekerja dengan total, bekerja dengan ketulusan memohon pertolongan Tuhan serta membangun sinergitas dari semua pihak. Kita membuka semua keleluasaan membangun agar kita mampu eksis, maka tidak ada pilihan untuk penguatan karyawan. Oleh karena itu kami meminta semua pihak untuk bekerja total, menghasilkan yang terbaik bagi Bank NTT,” pintanya.

Alex pun menyampaikan direksi bukanlah orang-orang hebat. “Kami bisa berdiri karena ditopang anggota-anggota lain. Kami membutuhkan team work untuk saling menopang, percaya, saling membangun guna menghadapi kondisi yang ada,” bebernya.

Dengan optimisme dan profesionalisme, tandas Plt. Direktur Utama Bank NTT, kami mempertaruhkan jabatan untuk mampu mempertanggungjawabkan target yang telah ditetapkan.

“Dengan pertolongan Tuhan dan membangun sinergisitas dengan semua pihak agar peluang bisa kita capai secara bersama-sama,” pungkasnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

‘Pemegang Saham Kecewa’, Komut Bank NTT : Perlu Orang Tepat di Posisi Tepat

307 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Usai mendampingi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menyampaikan keterangan pers pada awak media terkait hasil pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) luar biasa dan RUPS tahunan pada Rabu,6 Mei 2020 di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT; Komisaris Utama (Komut) Bank NTT Juvenile Jodjana, menyampaikan RUPS berjalan dengan baik, hanya dari pemegang saham tentunya kecewa dengan pencapaian yang di bawah target.

Untuk itu, imbuh Juvenile, perlu dilakukan penyegaran. “Menaruh orang yang tepat di posisi yang tepat. Sehingga diputuskan oleh pemegang saham khususnya Pemegang Saham Pengendali (PSP) untuk melakukan rolling, artinya memberi kesempatan kepada semua direksi untuk bekerja lebih solid dan lebih keras,” ujarnya.

Putusan pertama, beber Juvenile, untuk posisi Direktur Utama (Dirut) sementara dirangkap oleh Pak Alex (Harry Alexander Riwu Kaho, red) yang akan merangkap sebagai Direktur Kredit. Direktur Kredit saat ini ditempati oleh Pak Abe (Absalom Sine, red) pindah sebagai Direktur Dana. Pak Hila (Hilarius Minggu, red) dan Pak Umbu (Yohanis Landu Praing, red) masih stay di posisi yang sama, karena untuk menjadi seorang dirut harus melalui proses uji kelayakan di OJK.

“Untuk itu, nanti Pak Frans Gana sebagai Ketua KRN akan memproses administrasi secepatnya, walaupun dalam kondisi Covid ini kita akan cari supaya cepat,” ungkapnya sembari menyampaikan jika Pak Alex bisa lolos fit and proper, tentunya dia akan dilantik sebagai dirut dan Pak Izhak (Izhak Eduard Rihi, red) akan kembali aktif, tetapi dengan posisi sebagai Direktur Kepatuhan.

Lebih lanjut Juveline menyampaikan, “Pak Hila (Hilarius Minggu, red) dan Pak Umbu (Yohanis Landu Praing, red) akan bergeser juga. Pak Hila direncanakan di posisi Direktur Umum dan Pak Umbu akan di Direktur Kredit. Kira-kira itu, yang sekarang dalam program kerja kita. Kita percaya bahwa keputusan ini merupakan keputusan yang terbaik. Karena pemegang saham ingin menaruh orang yang tepat di posisi yang tepat,” terangnya.

Dewan komisaris, ujar Juvenile, sekarang juga bisa memetakan kemampuan dari masing-masing direksi. “Kami menjamin bahwa semua direksi profesional. Semua direksi bekerja dengan luar biasa. Kita berharap dengan ini lebih solid lagi Bank NTT ke depannya, apalagi kita sekarang menghadapi era covid di mana banyak terjadi restrukturisasi kredit dan sebagainya,” tegasnya.

Selain itu, tambah Juveline, Tentunya kami harus tetap bertumbuh. Tadi PSP juga menekankan hal-hal yang penting khususnya kepada Plt Dirut untuk segara memperbaiki NPL, karena NPL kita sudah mencapai angka 4. “Itu menjadi tugas Plt Dirut merangkap Direktur kredit untuk segera menyelesaikan NPL ini secara tidak segan-segan lagi. Tidak tanggung-tanggung lagi. Karena beliau fresh dari posisi Direktur dana yang dianggap sukses. Jadi kalau NPL itu bisa kita recover, tentunya laba kita di 2020 bisa lebih baik lagi,” kata Juvenile yakin.

Terkait penyumbang NPL 4 untuk Bank NTT, Juvenile mengakui bahwa dewan komisaris terus berusaha agar satu tahun terakhir ini bagaimana terus melakukan pengawasan dan mitigasi. Jadi, ada beberapa cabang yang memberi kontribusi NPL terbesar seperti cabang Surabaya.

“Kami sudah ambil tindakan, contohnya sekarang cabang Surabaya tidak boleh member kredit, hanya funding saja. Kantornya kami sudah minta dikecilkan. Itu salah satu yang dewan komisaris sangat serius untuk melakukan punishment. Bahkan, karyawan-karyawan disana ada yang sebagian besar berhenti dengan sendirinya, ada yang sudah dirumahkan, ada yang dirotasi dan sebagainya,” tegasnya.

“Bahkan tadi Pak PSB sudah minta, kalau dirasakan kurang tegas maka harus diberikan punishment lebih tegas lagi. NPL Surabaya itu kurang lebih 2 digit,” pungkas Komisaris Utama Bank NTT.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Izhak Rihi Non Aktif, RUPS Tunjuk Harry Riwu Kaho Jadi Plt. Dirut Bank NTT

304 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Tahun 2018—2019 kita sudah sepakati untuk laba bersihnya itu target 500 miliar, tetapi ternyata sampai kita lakukan RUPS kali ini capaiannya tidak sampai bahkan sangat kecil hanya 200 miliar sekian. Ini tentunya membuat harus dilakukan penyegaran-penyegaran. Oleh karena itu, RUPS memutuskan untuk melakukan penyegaran dan dan menonaktifkan Dirut (Izhak Eduard Rihi, red) yang bergeser ke posisi Direktur Kepatuhan,” ujar Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sebagai Pemegang Saham Pengendali Bank NTT.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/01/07/dilantik-jadi-dirum-bank-ntt-yohanis-praing-yakin-gapai-laba-500-miliar/

Pernyataan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) tersebut disampaikannya dalam sesi konferensi pers usai dilaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2019 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Tahun 2020 PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 6 Mei 2020 di Ruang Rapat Gubernur NTT.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur VBL didampingi oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi; Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, dan Jajaran Komisaris serta Direksi Bank NTT.

Lebih lanjut, Gubernur VBL menyampaikan untuk melakukan penyegaran-penyegaran karena diperlukan kerja yang lebih ekstrem dan profesional agar lebih siap saat masuk tahun ini, sebab, menurutnya, tahun 2020 ini merupakan tahun yang sangat sulit, karena tahun kemarin (2019, red) yang standar saja sudah berat.

“Kalau tidak disiapkan dengan baik, maka kita tidak akan membawa Bank NTT menjadi lebih hebat. Apalagi aturan dari OJK 2024 nanti modal yang harus disetor itu 3 triliun dan kita kekurangan 1,2 triliun, itu perlu ada pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan dengan luar biasa,” terangnya.

Oleh karena itu, imbuh Gubernur VBL, kita mendorong seluruh direksi agar penyegaran yang dilakukan dapat bekerja lebih profesional dan lebih bersemangat.

“Karena saat ini Non Performing Loan (NPL) kategori 4, itu tanda berbahaya dan kita berusaha agar langkah-langkah yang dilakukan mampu menekan agar NPL-nya bisa turun dan tidak menggerus keuntungan di tahun-tahun mendatang,” tandas Gubernur VBL.

Ada pun Formasi Direksi Bank NTT adalah Dirut (non aktif) : Izhak Eduard Rihi menjabat Direktur Kepatuhan; Direktur Kredit merangkap Plt. Direktur Utama Bank NTT : Harry Alexander Riwu Kaho (sebelumnya menjabat Direktur Dana), Absalom Sine sebelumnya Direktur Kredit, jabatan saat ini Direktur Dana, sedangkan Direktur Umum tetap dipegang Yohanis Landu Praing dan Direktur Kepatuhan Hilarius Minggu. (*)

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Bank NTT Hibah Dana Covid-19 Rp.540 Juta Kepada Pemprov NTT

189 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sejak diberlakukan alokasi dana khusus Bank NTT pada 27 Maret 2020 berupa sumbangan dari pengurus dan karyawan sebesar Rp.275 Juta dan dukungan sumbangan spontanitas para nasabah dan berbagai pihak melalui rekening Bank NTT Peduli, maka hingga 22 April 2020, berhasil dikumpulkan dana sebesar Rp.540 Juta yang dialokasikan untuk membantu tim medis dan pemerintah dalam penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Provinsi NTT.

Baca juga: https://gardaindonesia.id/2020/03/27/donasi-covid-19-bank-ntt-275-juta-untuk-pencegahan-penyebaran-covid-19/

Sesuai dengan kesepakatan yang telah diambil oleh Manajemen Bank NTT, maka dana yang sebelumnya akan diserahkan dalam bentuk barang penunjang bagi tenaga medis menghadapi Pandemi Covid-19, selanjutnya tetap diserahkan dalam bentuk uang tunai dan secara simbolis oleh Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT), yang diterima oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi.

Turut hadir mendampingi Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi yakni Direktur Umum, Johanes Umbu Praing, dan Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu serta beberapa Karyawan Bank NTT Divisi Humas. Sementara dari Pemprov NTT, mewakili Wagub Josef Nae Soi yakni Sekda Provinsi NTT, Ir Benediktus Polo Maing; Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius dan Valeri Guru, Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT.

Tampak dalam layar ponsel, Direktur Utama Bank NTT Izhak Eduard Rihi (kiri) sedang berbincang dengan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi (kanan)

Prosesi penyerahan Dana Donasi Covid-19 Bank NTT dilaksanakan di Ruang Kerja Wakil Gubernur NTT pada Kamis, 23 April 2020 pukul 13.35 WITA—selesai.

Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi kepada Wagub Josef Nae Soi mengatakan, bantuan dana yang diberikan ini merupakan bukti empati yang nyata dan tanggung jawab Bank NTT untuk saling membantu. “Ini bantuan yang kami coba kumpulkan melalui pos-pos bantuan dan sumbangan sukarela. Ini juga bagian dari empati kita dan tanggung jawab untuk saling membantu,” ujarnya.

Izhak Eduard Rihi menjelaskan, proses pengumpulan dana ini telah berjalan selama dua bulan sejak awal mulainya Covid-19. “Kita sudah berjalan dua bulan dari awal mulai muncul Covid-19. Ada juga dari dana CSR sendiri serta dari karyawan dan karyawati di 10 kabupaten; ada sekitar 1.600 lebih karyawan. Sumbangan dari karyawan langsung disetor ke rekening,” ungkap Direktur Utama Bank NTT.

Tampak dari ujung kiri ke kanan, Direktur Umum, Johanes Umbu Praing, dan Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu; Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius dan Valeri Guru, Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Sementara itu, Wagub Josef Nae Soi menyampaikan terima kasih atas kepedulian pihak Bank NTT yang memiliki respons terhadap situasi dan kondisi yang dialami masyarakat terdampak Covid-19. “Ada dua konsentrasi Pemprov NTT saat ini. Kita sangat butuh, bukan hanya untuk mengurus Covid-19 saja namun juga DBD,” jelas Wagub Josef.

Selain Pandemi Covid-19 di Provinsi NTT, Wagub Josef Nae Soi juga menyorot wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menempati urutan kedua angka kematian tertinggi di Indonesia.

“Kita nomor 2 tertinggi di seluruh Indonesia, dengan jumlah orang terbanyak dan angka kematian yang tinggi akibat DBD,” tandas Wagub Josef sembari menyampaikan menerima dengan sukacita Hibah Dana Covid-19 Donasi Bank dan berharap agar semua masalah dapat terselesaikan.

Penulis, editor dan foto (+ rony banase)