Arsip Kategori: Keuangan dan Perbankan

Komisaris & Direksi Bank NTT Berani ‘Pink’ dan Turun ke Jalan di ‘Valentine Day’

104 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Warna pink sering kali dikaitkan dengan hal-hal yang romantis karena warnanya yang lembut dan dikaitkan dengan Hari Valentin, warna ini bukan berasal dari bunga mawar yang notabene sering dijadikan sebagai hadiah di hari kasih sayang.

Warna pink juga jadi latar kegiatan Bank NTT pada momentum Valentine Day pada Jumat, 14 Februari 2020 pukul 08.00 WITA—selesai di Bundaran Gedung Sasando Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho saat memberikan bunga valentin kepada pengendara roda empat

Mengenakan kaos polo berwarna pink, jajaran Komisaris dan Direksi Bank NTT berani turun ke jalan bersama para Kepala Divisi dan Karyawan/ti Bank NTT dari Kantor Pusat dan Kantor Cabang, membagikan bunga dan balon valentine juga mengenalkan Tabungan Valentine dengan cashback berupa beragam barang yang sesuai dengan nominal pembukaan rekening awal di Bank NTT.

Berani pink oleh jajaran direksi Bank NTT

Karena warna pink juga identik dengan warna perempuan dan warna merah jambu (Pink,red) sering dikaitkan dengan sifat-sifat dan hal-hal yang feminin, namun dalam momentum Valentine Day 2020, Komisaris Utama, Juveline Jodjana dan Direktur Pemasaran Dana, Harry Alexander Riwu Kaho berani turun ke jalan menggunakan pink dan berpeluh dengan segenap karyawan.

“Saya kaget dan memberikan apresiasi kepada Direktur Milenial (Direktur Pemasaran Dana, Harry Alexander Riwu Kaho, red) yang inovatif dan punya ide-ide yang out of the box karena memberikan kejutan harus menggunakan baju berwarna pink,” ujar Juveline kepada awak media.

Alasannya, lanjut pengusaha perhotelan dan penerbangan ini, laki-laki pakai pink rasanya gimana ya? “Saya merasa dikerjain,” ujarnya berkelakar.

Bank NTT, urai Komut Juvenile Jodjana, harus punya inovasi apalagi tahun ini dikejar dengan target laba tahun 2020 yang signifikan sebesar Rp.500 Miliar. “Dewan Komisaris juga terus mengawasi kerja direksi dan ternyata apa yang mereka hitung sangat smart dan consider untuk dilakukan,’ ujar pria Manggarai ini mengakhiri wawancara.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

‘Valentine Day’ ala Bank NTT, ‘Cashback Valentine’ Hingga bagi Bunga & Balon

97 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Aksi fenomenal ditunjukkan oleh Bank Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) dalam memaknai Hari Raya Kasih Sayang (Valentine Day) tahun 2020. Dari jajaran staf, kepala divisi, direktur hingga komisaris rela turun ke jalan raya dan berpeluh bersama para pengguna jalan.

Mengambil lokasi di bundaran Kantor Gubernur NTT pada Jumat, 14 Februari 2020, dalam nuansa Valentine Day, jajaran Bank NTT dari Kantor Pusat dan Kantor Cabang memakai baju polo serba pink dan membagikan bunga, balon, dan selebaran Tabungan Valentine.

Pose bersama karyawati Bank NTT di sela-sela kegiatan Valentine Cashback Bank NTT

Aksi yang dimulai pada pukul 08.00 WITA—selesai tersebut, dimulai dengan pembagian bunga valentine kepada para pengendara roda dua dan roda empat oleh Komisaris Utama Bank NTT, Juvenile Jodjana; Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho; Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu; para kepala divisi, dan karyawan Bank NTT.

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho kepada awak media menyampaikan tentang aksi Bank NTT memaknai Valentine Day di tahun Tikus Logam ini dengan Bank NTT mengajak masyarakat untuk ke depan dapat melakukan implementasi kasih yang bersifat edukasi.

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho

“Melalui edukasi menabung di hari kasih sayang ini merupakan momentum membangkitkan spirit menabung untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik bersama Bank NTT,” ujar Harry Alexander Riwu Kaho.

Mengenai jenis cashback dari pembukaan Tabungan Valentine, Riwu Kaho menjelaskan bahwa cashback yang diberikan berupa semua jenis barang yang lebih beragam dan sepadan dengan nilai tabungan.

Karyawan dan karyawati Bank NTT berpose bersama pengendara roda dua

Sementara itu, Komisaris Utama Bank NTT, Juvenile Jodjana mengatakan Bank NTT sebagai Bank Pemerintah Daerah dalam momentum hari kasih sayang seperti ini perlu tampil di berbagai event yang bagus dan berguna bagi masyarakat.

“Termasuk kegiatan hari ini juga berguna untuk memberikan warna baru dan berbeda dalam pemberitaan dan meng-counter berita-berita miring tentang Bank NTT,” tandas mantan Komisaris di PT Flobamor ini dengan penuh keyakinan.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Dilantik Jadi Dirum Bank NTT, Yohanis Praing Yakin Gapai Laba 500 Miliar

215 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Yohanis Landu Praing, S.E., M.M. dilantik menjadi Direktur Umum (Dirum) Bank Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) masa bakti 20 Desember 2019—19 Desember 2023 oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada Selasa, 7 Januari 2020 di Lantai 5 Kantor Pusat Bank NTT.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/01/01/kinerja-bank-ntt-tahun-buku-2019-gapai-laba-rp-390-miliar/

Gubernur NTT sebagai pemegang saham pengendali memberhentikan dengan hormat Plt Dirum Bank NTT, Izhak Eduard dan mengangkat Yohanes Landu Praing menjadi Direktur Umum Bank NTT berdasarkan Salinan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor : Kep-245/D.03/2019 tentang hasil penilaian kemampuan dan kepatuhan Yohanis Landu Praing yang dinyatakan memenuhi persyaratan dan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur NTT selaku Pemegang Saham Pengendali Nomor : 413/KEP/HK/2019 tanggal 20 Desember 2019.

Yohanis Landu Praing saat diangkat sumpah oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat. Pengambilan sumpah menurut keyakinan Kristen Katolik.

Yohanes Praing pun melakukan tanda tangan kontrak kinerja pejabat Bank NTT dimulai dari jajaran komisaris, direksi hingga para Kepala Divisi Bank NTT.

Usai pelantikan, kepada awak media, Yohanis Praing mengucapkan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur sebagai Pemegang Saham Pengendali, dan kepada Wali Kota/Bupati se-NTT yang telah memberikannya kepercayaan menduduki dan menjabat sebagai Direktur Umum Bank NTT.

“Ke depan yang menjadi pekerjaan rumah berat bagi kami untuk menyelaraskan visi misi kami (Bank NTT, red) dengan visi misi kerja Gubernur NTT untuk mencapai NTT Bangkit Menuju Sejahtera,” ujar mantan Kepala Divisi Rencorseg periode Juli—Des 2019 ini sambil menyampaikan rencana Bank NTT untuk menggapai target laba 500 Miliar pada tahun 2020.

Yohanis Landu Praing, Direktur Umum Bank NTT (tengah) berpose bersama Gubernur NTT Viktor Laiskodat (kiri) dan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (kanan)

Mengenai kepercayaan yang telah diberikan, Pria kelahiran 16 Juni 1974 di Belu dan pernah menjabat sebagai Pemimpin Cabang Bank NTT Betun Kabupaten Belu periode 2011—2017 ini menyatakan bakal menjaga kepercayaan tersebut dengan baik sesuai dengan kebutuhan dan peraturan yang berlaku.

Mengenai target laba Bank NTT sebesar 500 Miliar, mantan Pemimpin Cabang Khusus Bank NTT periode 2017—2019 ini menyampaikan bahwa kini jajaran Komisaris dan direksi Bank NTT telah lengkap dan sesuai bisnis bank yang telah dibuat yakin dapat dicapai.

“Dengan dukungan Gubernur/Wakil Gubernur NTT, Wali Kota/Bupati, dengan kelengkapan komisaris dan direksi lengkap dan sesuai dengan bisnis bank yang telah kami buat, kami yakin dapat mencapai target laba 500 Miliar,” ucap Dirum Bank NTT yang tampil gagah mengenakan balutan busana tenun asal Pulau Sumba.

Untuk diketahui, kini, jajaran pengurus (Komisaris dan Direksi) Bank NTT telah lengkap dengan formasi sebagai berikut:
Komisaris :

  1. Komisaris Utama, Juvenile Jodjana;
  2. Komisaris Independen, Semuel Djoh;
  3. Komisaris Independen, Frans Gana.

Direksi :

  1. Direktur Utama, Izhak Eduard Rihi;
  2. Direktur Umum, Yohanis Landu Praing;
  3. Direktur Pemasaran Kredit, Absalom Sine;
  4. Direktur Pemasaran Dana, Harry Alexander Riwu Kaho;
  5. Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu.

Dengan demikian susunan pengurus Bank NTT memenuhi GCG Structure yang diatur OJK Nomor : 55/POJK/03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum tanggal 7 Desember 2016 sekaligus sebagai pertanggungjawaban kepada publik dan stakeholder.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

‘Dedikasi Awards & Gerakan Patuh Bank NTT 2019’—Apresiasi Loyalitas Nasabah, Cabang & Pegawai

171 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Untuk ketiga kalinya, Bank NTT menyampaikan rasa terima kasih atas loyalitas nasabah yang terus setia memanfaatkan layanan jasa keuangan yang disediakan oleh Bank NTT dan memberikan penghargaan atas pencapaian kinerja cabang terhadap target Dana Pihak Ketiga (DPK) dan program Flobamora Cashback.

Bank NTT juga memberikan penghargaan kepada pegawai atas teladan Gerakan Patuh periode 2019 yang dirangkai dalam acara Dedikasi Awards & Gerakan Patuh Bank NTT 2019 dan diselenggarakan pada Jumat, 13 Desember 2019 pukul 18.00 WITA—selesai di Millennium Ballroom Kupang.

Acara Dedikasi Awards dan Gerakan Patuh Bank NTT 2019 dibalut dalam nuansa hitam dan dikelola oleh pegawai Bank NTT tersebut, menghadirkan pesulap handal, Steve Angel; Mazmur Chorale; Silky Band; dan Talent gabungan pegawai Bank NTT dari Kantor Cabang Utama (KCU), Kantor Cabang Khusus (KCK), dan Bank NTT Cabang Oelamasi Kabupaten Kupang.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kupang, Robert Sianipar; Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja; Rektor Undana, Fred Benu; para penerima dedikasi Prime Costumer Bank NTT dan undangan lainya.

Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kupang, Robert Sianipar dalam kesempatan tersebut menyoroti maraknya kegiatan kepatuhan dalam bentuk seremonial dan meminta untuk dibikin tingkat kepatuhan dan mengatakan jika tingkat kepatuhan tinggi maka penyimpangan turun dan Bank NTT harus membuat nasabah harus merasa aman menabung di Bank NTT. “Ini harus menjadi perhatian jajaran manajerial Bank NTT agar ke depan,” pinta Kepala OJK Kupang.

Di samping itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja dalam sambutannya menyampaikan Bank NTT sebagai agen pembangunan bermakna jika memiliki peran bagi pertumbuhan ekonomi bagi Provinsi NTT karena tahun ini (2019,red) pertumbuhan ekonomi di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Bank NTT, Harry A.Riwu Kaho mengatakan bahwa Bank NTT akan terus berbenah menyiapkan layanan keuangan yang mudah, murah, dan efisien bagi nasabah. “Bank NTT dalam program Dia Bisa membantu meningkatkan pendapatan member dengan sharing fee yang akan membuat member bisa meningkatkan transaksi penjualan voucher listrik, pulsa, tagihan tv/telepon/internet,” urai Harry Riwu Kaho.

Member Dia Bisa yang memperoleh penghargaan dengan volume transaksi tertinggi yakni Terbaik Pertama, Lydia Taolin dari Cabang Atambua; Terbaik Kedua, Martina Priska Belak dari Cabang Atambua; dan Terbaik Ketiga, Bedseba Silawang dari Cabang Atapupu.

Komisaris Independen Bank NTT, Samuel Djoh saat menyerahkan penghargaan kepada para Nasabah Prioritas Bank NTT

Adapun penghargaan yang diberikan Bank NTT kepada Prime Costumer/Priority Costumer didedikasikan bagi :

  • Blasius Widodo (Bank NTT Cabang Kefamenanu);
  • CU Sinar Saron (Cabang Larantuka);
  • Blasius Nuwa (Cabang Mbay);
  • Conny Tandean (Cabang Surabaya);
  • Komang Ari Harimbawa (Cabang Anakalang);
  • KSP Kopdit Sinar Harapan (Cabang Bajawa);
  • Seminari Pius XII Kisol (Cabang Borong);
  • Yayasan Universitas Flores (Cabang Ende);
  • Robinson Radja Langu (Cabang Sabu);
  • Yayasan Seminari Tinggi Interdeodesan St.Petrus Ritapiret (Cabang Maumere);
  • Yayasan Santo Paulus Ruteng (Cabang Ruteng);
  • Stevanus Wadoe (Cabang Waikabubak);
  • Rosalinda Kiuk (Cabang Soe);
  • Sofiyah Wadoe (Cabang Waitabula);
  • H.Ismail Dean (Cabang Utama Kupang);
  • Ishak Ginartha (Cabang Waingapu);
  • Yayasan CU Kasih Sejahtera (Cabang Atambua);
  • Frederik Talesu (Cabang Kalabahi);
  • Ridwan Woeianto (Cabang Lewoleba);
  • Nofer Linda Kanni (Cabang Khusus);
  • Maria Fatima Seuk Kain (Cabang Betun).

Penghargaan Best Achievement of Performance’s Branch kepada Kantor Cabang Bank NTT dengan kategori Current Account Saving Account (CASA) Terefisien sampai dengan November 2019 [CASA Terefisien atau komposisi dana murah (Semakin besar komposisi dana murah dalam sebuah Emiten Perbankan maka semakin besar pula potensi laba yang dapat diperoleh dari penyaluran kredit)]; diberikan kepada :

  • Pemenang CASA terefisien aset di bawah 400 miliar rupiah diraih oleh Bank NTT Cabang Anakalang;
  • Pemenang CASA terefisien aset 400—600 miliar rupiah diraih oleh Bank NTT Cabang Maumere;
  • Pemenang CASA terefisien aset di atas 600 miliar rupiah diraih oleh Bank NTT Cabang Utama Kupang.

Kategori DPK tertinggi periode hingga November 2019 diraih oleh :

  • Bank NTT Cabang Larantuka, pemenang DPK tertinggi aset di bawah 400 miliar rupiah;
  • Bank NTT Cabang Kalabahi, pemenang DPK tertinggi aset 400—600 miliar rupiah;
  • Bank NTT Cabang Utama Kupang, pemenang DPK tertinggi aset di atas 600 miliar rupiah;
Direktur Kepatuhan Bank NTT, Drs.Hilarius Minggu, M.M. berpose bersama para staf/pegawai Teladan Gerakan Patuh III

Kategori Rekening Simpanan Tertinggi hingga periode November 2019 diraih oleh:

  • Bank NTT Cabang Larantuka sebagai pemenang rekening simpanan tertinggi aset di bawah 400 miliar rupiah;
  • Bank NTT Cabang Waingapu sebagai pemenang rekening simpanan tertinggi aset 400—600 miliar rupiah;
  • Bank NTT Cabang Utama Kupang sebagai pemenang rekening simpanan tertinggi aset di atas 600 miliar rupiah.

Kategori Cashback Tabungan Flobamora Tertinggi sampai dengan periode November 2019 diraih oleh:

  • Bank NTT Cabang Lewoleba, Terbaik Pertama;
  • Bank NTT Cabang Utama Kupang, Terbaik Kedua;
  • Bank NTT Cabang Kalabahi, Terbaik Ketiga.

Kategori Member Dia Bisa Tertinggi diraih oleh :

  • Terbaik Pertama, Bank NTT Cabang Waingapu;
  • Terbaik Kedua, Bank NTT Cabang Ruteng;
  • Terbaik Ketiga, Bank NTT Cabang Kefamenanu.

Selain itu, Bank NTT juga memberikan penghargaan kepada staff atau pegawai atas Teladan Gerakan Patuh III sebagai berikut :

  • Pegawai Teladan 1, Laurensia Liliana Luan dari Bank NTT Cabang Utama Kupang;
  • Pegawai Teladan 2, Maria Goreti Lubaleu dari Bank NTT Cabang Lewoleba;
  • Pegawai Teladan 3, Xaveria Apriani Yogar dari Bank NTT Cabang Lewoleba;
  • Pegawai Teladan 4, Yohanes J Botung dari Bank NTT Cabang Lewoleba;
  • Pegawai Teladan 5, Gracia S.B. Therik dari Bank NTT Cabang Khusus.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Bank NTT Tegaskan Tidak Menerima Calon Pegawai Yang Telah Menikah

483 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Tes penerimaan calon pegawai Bank Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak ada kaitan dengan Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) dan Bank NTT mau transparan dalam proses penerimaan calon pegawai Bank NTT tahun buku 2019.

Demikian penegasan Kepala Divisi Manajemen Risiko Bank NTT, Louis K.Gonsalves Atie mewakili Kepala Divisi SDM yang sedang bertugas di luar kota. Kepada para awak media dalam sesi konferensi pers pada Selasa, 10 Desember 2019 pukul 18.00 WITA—selesai di ruangan Direktur Utama Bank NTT.

Terkait proses penerimaan dan jadwal penerimaan calon pegawai Bank NTT, Kepala Divisi Manajemen Risiko Bank NTT membeberkan pengumuman lamaran pada 7 November 2019, penerimaan berkas 19—29 November 2019, Seleksi administrasi tanggal 2—9 Desember 2019.

Kepala Divisi Manajemen Risiko Bank NTT, Louis K.Gonsalves Atie

Menurut Louis, seharusnya rencana penerimaan pegawai pada tahun 2017 dan tertunda hingga tahun 2018 karena kondisi mendesak untuk penerimaan pegawai proses dan waktu penerimaan dilaksanakan dengan rentang waktu pendek. “Karena kebutuhan SDM yang mendesak waktunya sangat pendek dan mepet,” ungkap Louis yang merupakan anggota panitia penerimaan pegawai Bank NTT tahun buku 2019.

Terkait penyerahan berkas lamaran, Louis memaparkan dalam penyerahan berkas terdapat surat keterangan belum pernah menikah dan belum memiliki anak dari Kelurahan dan surat pernyataan bermeterai 6.000 yang menyatakan bahwa calon pegawai belum memiliki anak.

Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi saat menunjukkan Surat Pernyataan Belum Menikah dan Surat Pernyataan Belum Memiliki Anak dari calon pegawai Cayan Magdalena Henderwanti Poeh

“Kalau ditemukan secara sah melanggar pernyataan maka panitia akan melakukan klarifikasi dan jika terbukti melanggar maka akan digugurkan,” tegas Louis sambil menyampaikan bahwa panitia juga membuka ruang jika ada pengaduan dan kalau ada sanggahan silakan disampaikan pada panitia penerimaan pegawai Bank NTT cq Kepala Divisi SDM Bank NTT.

Hal serupa juga disampaikan oleh Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi sambil menunjukkan surat pernyataan belum menikah. Izhak Eduard Rihi juga menyampaikan bahwa ponakan kandungnya juga tidak lulus. “Ponakan kandung saya saja tidak lulus karena tidak memenuhi syarat karena kami (Bank NTT,red) ingin menjaga nama baik,” tandas Dirut Bank NTT.

Penegasan dan klarifikasi dari Bank NTT ini terkait rilis berita dari kumparan.com pada 10 Desember 2019 berjudul “Sudah Menikah, Keponakan Gubernur Lolos Seleksi Pegawai Bank NTT”,  PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur baru saja mengumumkan hasil seleksi administrasi calon pegawai tahun buku 2019. Dari ribuan nama yang lolos seleksi administrasi, ternyata ada satu nama yang diduga kuat sudah menikah.

Padahal salah satu syarat yang ditentukan yakni belum pernah menikah dan tidak pernah memiliki anak di luar pernikahan. Nama calon pegawai Bank NTT tersebut yakni Cayan Magdalena Henderwanti Poeh dengan nomor test KPG-0187, asal berkas Kantor Pusat dan wilayah test Kota Kupang. Cayan adalah keponakan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sekaligus menantu Bupati Sabu Raijua Nicodemus Rihi Heke.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Puluhan Juta Uang Nasabah Hilang di BRI Lembata , Diduga Akibat Skimming

1.007 Views

Lembata, Garda Indonesia | Uang yang tersimpan di dalam rekening nasabah di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Lembata hilang dengan cara didebit tanpa sepengetahuan pemilik rekening. Salah satu nasabah BRI Lembata sekaligus pemilik rekening atas nama Samuel Mandala mengeluh atas peristiwa tersebut.

Usai melaporkan skimming yang menimpa rekeningnya kepada Customer Service (CS) BRI Lembata, Samuel Mandala yang merupakan Pegawai Jasa Raharja di Samsat Kabupaten Lembata kepada Garda Indonesia pada Selasa, 3 Desember 2019 sekitar pukul 10.35 WITA menyampaikan kronologis skimming yang terjadi atas rekeningnya. “Penjelasan dari CS BRI bahwa akan diajukan ke pusat dan penyelesaian paling cepat memerlukan waktu hingga 20 (dua puluh) hari ke depan,” ujarnya.

Pegawai Jasa Raharja di Samsat Lembata, Samuel Mandala atau Eldy yang diduga mengalami skimming pada rekeningnya di BRI Lembata

“Saya menerima SMS Notifikasi sebanyak 4 (empat) kali pada Senin malam, 2 Desember 2019 yang berawal pada pukul 23.00 WITA (11 malam) dan berselang 1 (satu) menit dan setiap debit sebesar Rp.2.5 juta dan mencapai total Rp.10 juta,” ungkap Eldy sapaan akrab Samuel Mandala sambil menyampaikan bahwa Kartu ATM sementara dipegang namun ada transaksi.

Selain dirinya, ujar Eldy, banyak nasabah yang mendatangi BRI Lembata dan mengantri dan mengeluh hal yang sama dan bahkan hingga marah-marah di BRI Lembata.

Selain itu, teman sekantor Eldy yang bernama Yulius Mangu Tada Ama mengalami hal serupa dan kehilangan uang di rekening sebesar Rp.7,5 juta pada Minggu, 1 Desember 2019 sekitar pukul 07.47 WITA. “Pemotongan atau debit di rekening saya terjadi selama 3 (tiga) kali dan masing-masing sebesar Rp.2,5 juta,” jelas Yulius.

Dirinya telah melaporkan ke BRI Wonokito di Lamora Kabupaten Lembata dan pihak BRI Lembata telah memblokir sementara ATM dan menyampaikan untuk menunggu hingga 14 (empat belas) hari ke depan.

Sementara itu, Kepala BRI Lembata, Idam saat dikonfirmasi Garda Indonesia melalui pesan Whatsapp pada Selasa, 3 Desember 2019 pukul 12.33 WITA menyampaikan bahwa pihaknya tidak bisa memberikan komentar. “Mengenai ini saya tidak bsa memberikan komentar lebih lanjut, Apabila butuh penjelasan lebih lanjut bisa menghubungi ke atasan kami di Larantuka,” jelasnya.

Apa itu Skimming?

Dikutip dari laman bisnis.com, Tindak kejahatan siber atau fraud cyber crime di sektor jasa keuangan termasuk perbankan semakin sering ditemukan. Banyak korban berjatuhan akibat kurang memahami risiko yang mengancam sehingga tidak bisa mengambil langkah antisipasi.

Merujuk pada penjelasan yang disampaikan oleh Direktorat Jaringan dan Layanan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bertajuk Fraud Cyber Crime, tindak kejahatan siber di sektor jasa keuangan secara umum terbagi atas dua jenis, yakni social engineering dan skimming.

Social engineering adalah manipulasi psikologis seseorang dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tertentu atau melakukan hal tertentu dengan cara menipu secara halus, baik disadari atau tidak melalui telepon atau berbicara langsung.

Sedangkan skimming adalah tindakan pencurian informasi dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu debit atau kartu kredit secara ilegal.

Teknik dasar memperoleh informasi dengan modus social engineering bermacam-macam, ada 3 (tiga) yang paling lumrah yakni :

Pertama, phising, yakni pengelabuan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi rahasia seperti password dengan menyamar sebagai orang atau bisnis terpercaya dalam sebuah komunikasi elektronik. Saluran yang digunakan seperti email, layanan pesan instan (SMS), atau penyebaran link palsu di internet untuk mengarahkan korban ke website yang telah dirancang untuk menipu.

Kedua, vishing, yakni upaya penipu melakukan pendekatan terhadap korban untuk mendapatkan informasi atau mempengaruhi korban untuk melakukan tindakan. Biasanya komunikasi dilakukan melalui telepon.

Ketiga, impersonation, yakni upaya penipu berpura-pura menjadi orang lain dengan tujuan untuk mendapatkan informasi rahasia.

Adapun, modus social engineering yang kerap dilakukan penipu di antaranya adalah:

  1. Fraud internet banking dan transaksi online menggunakan kartu kredit/kartu debit.
    – Pelaku mengaku sebagai pegawai bank yang menginformasikan adanya perubahan biaya layanan SMS/internet banking, pemberian bonus pulsa, pembagian hadiah undangan, dll.
    – Penipuan penawaran pinjaman online dengan bunga murah.
  2. Contact center bank
    – Penipu memanipulasi mesin ATM agar korban gagal bertransaksi dan kartu tertelan di mesin. Pada saat bersamaan, anggota tim penipu standby di sekitar ATM untuk mengarahkan korban menghubungi nomor call center palsu.
    – Tim yang berpura-pura menjadi call center palsu memberitahukan bahwa ATM telah diblokir, kemudian meminta korban memberikan identitas pribadi termasuk nomor PIN ATM.
    – Pelaku yang berada di sekitar korban kemudian mengambil kartu ATM milik korban yang tertelan di mesin.
  3. Fraud SMS penipuan
    – Korban menerima konten SMS yang berisi iming-iming hadiah, diskon, bonus pulsa, paket tur wisata, pinjaman online, dan lainnya.
    – Dengan dalih mencairkan hadiah, korban akan dipancing ke mesin ATM dan diarahkan untuk mengikuti instruksi yang diberikan pelaku seperti melakukan transfer dana atau top-up saldo e-commerce.

Penulis dan editor (+rony banase)