Arsip Tag: kupang tuan rumah pesparani 2020

Kota Kupang Siap Jadi Tuan Rumah Pesparani Provinsi dan Nasional 2020

93 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man mengatakan Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) siap menjadi tuan rumah yang baik dan siap menyukseskan Pesparani NTT pada 14—17 Mei 2020 dan Pesparani Nasional pada 28 Oktober—1 November 2020.

Pernyataan kesiapan Kota Kupang menjadi tuan rumah event rohani berskala nasional ini disampaikan Wakil Wali Kota Kupang saat menerima Ketua LP3K NTT Frans Salem, Ketua Pesparani Provinsi NTT Sinun Petrus Manuk bersama Pantia Pesparani NTT dan Pesparani Nasional pada Jumat, 7 Februari 2020 di ruang kerjanya.

Menurut dr Herman Man, Sebagai Event Rohani yang berskala provinsi dan nasional, pelaksanaan pesparani ini menjadi momentum emas untuk mempromosikan Kota Kupang sebagai kota yang ramah dan layak menjadi tuan rumah pagelaran event nasional.

“Pesparani juga menjadi ajang sangat strategis untuk peningkatan ekonomi Kota Kupang karena pada saat yang bersamaan akan didatangi lebih dari 15.000 orang tamu dari luar NTT dalam tahun 2020. Ini jadi momentum emas kita. Kami berterima kasih dan siap menjadi tuan rumah untuk sukseskan acara ini,” ujar Wakil Wali Kota Kupang.

Dirinya mengatakan saat ini Kota Kupang didukung 67 hotel berbintang dan melati, 41 penginapan (homestay) juga ribuan kamar yang nyaman dan layak huni dengan total tempat tidur bisa mencapai 8.000. “Nah Ini bisa dimaksimalkan. Kita akan gelar koordinasi dengan semua pengusaha hotel resto pengusaha kuliner dan usaha jasa pariwisata lainnya untuk menyambut ribuan tetamu kita ini,” ungkapnya

Wakil Wali Kota Kupang juga langsung memerintahkan Kadis PU Kota Kupang untuk membereskan jalan-jalan kota dan lampu- lampu jalan yang masih macet terutama di jalan protokol dan di lokasi pegelaran lomba.

Terkait Kesiapan Delegasi Perparani Kota Kupang, lanjut Wakil Wali Kota Kupang, telah dipilih 220 orang peserta pesparani yang akan bertarung memperebutkan 13 mata lomba di tingkat provinsi bahkan siap menjadi wakil NTT di Pesparani tingkat nasional. “Semua peserta dari Kota Kupang siap berlatih selama 60 kali ke depan bahkan siap dikarantina selama seminggu di Hotel Naka Kupang,” bebernya.

Foto bersama Wakil Wali Kota Kupang, dr Herman Man dan Ketua LP3K NTT Frans Salem, Ketua Pesparani Provinsi NTT Sinun Petrus Manuk bersama Pantia Pesparani NTT dan Pesparani Nasional pada Jumat, 7 Februari 2020 di ruang kerjanya

Sementara itu, Ketua LP3K Provinsi NTT, Frans Salem dan Ketua Umum Pesparani NTT, Sinun Petrus Manuk kepada Wakil Wali Kota dan jajaran Pemkot yang hadir dalam pertemuan yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut membahas berbagai persiapan terutama dan urgen tentang kesiapan penginapan dan hotel untuk menerima tamu Pesparani NTT yang jumlahnya diprediksi mencapai 3.000 orang dan Pesparani Nasional yang mencapai 12.000 orang.

Hal lain yakni kesiapan penataan kota, akses jalan menuju venue lomba, lampu jalan, kesiapan destinasi wisata yang bakal dikunjungi peserta, UMKM kuliner lokal dan suvenir, masalah keamanan dan semarak kota menjelang pesparani.

Frans Salem juga menegaskan dalam menyambut Pesparani NTT dan Nasional di Kota Kupang, akan digelar Lomba “Kelurahan Pesparani” di tingkat Kota Kupang.

Lomba Kelurahan Pesparani, urai Frans Salem, adalah bagian dari strategi pelibatan warga kota dalam memeriahkan pelaksanaan pesparani terutama kelurahan yang menjadi pintu masuk peserta baik dari laut, darat maupun udara juga kelurahan yang menjadi lokasi pegelaran dan venue pesparani yakni di Gelanggang Olahraga (GOR) Flobamora, Gereja Paulus, Aula Eltari, Gereja Asumptha, juga pintu masuk bandara, Pelabuhan Tenau, Bolok dan Lasiana arah timur Kota Kupang.

Adapun Panitia Pesparani yang hadir dalam pertemuan tersebut yakni Romo Dus Bone, Panitia yang juga Anggota DPRD Kota Kupang Ewalde Taek, Yuvensius Tukung, dan Fidelis Nogor dr Bidang Promosi dan Publikasi. Sementara Wakil Walikota Herman Man didampingi Sekda Kota Kupang, Kadis Pariwisata Kota Kupang, Asisten I Setda Kota Kupang, Kadis PU Kota Kupang, Kabag Kesra dan beberapa pejabat lainnya.

Pertemuan di ruang kerja Wakil Wali Kota Kupang tersebut diakhiri doa bersama yang dipimpin Romo Dus Bone, Pr dan foto bersama. (*)

Sumber berita (*/Fidel Nogor- Sekretaris Panitia Pesparani Bidang Promosi, Publikasi dan Dokumentasi)
Editor (+rony banase)

Gubernur Viktor Tunjuk Ketua PWNU NTT Jadi Ketua Panitia Pesparani Nasional 2020

98 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur NTT mengajukan dan menunjuk Ketua PWNU (Pegurus Wilayah Nahdlatul Ulama) NTT sebagai Ketua Panitia Pesparani (Pesta Paduan Suara Gerejani) Nasional Tahun 2020 yang akan diselenggarakan di Kota Kupang. Hal itu merupakan bentuk nyata dari semangat kebersamaan dan toleransi di NTT.

“Saya usulkan dan tunjuk Ketua PWNU NTT sebagai Ketua Panitia Pesparani Nasional Tahun 2020. Kita ingin mengedepankan semangat kebersamaan dalam membangun daerah ini. NTT harus bisa menjadi inspirasi nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan bagi Indonesia,”kata Gubernur NTT saat menerima audiensi dari Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN), Prof. Adrianus Meliala, Ph. D bersama rombongan di Ruang Kerja Gubernur, Rabu, 24 April 2019.

Lebih lanjut, Viktor Laiskodat menyatakan, pengajuan ketua panitia tersebut sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap NU sebagai salah satu organisasi muslim terbesar, yang bersama Muhammadiyah telah setia menjaga dan merawat nilai-nilai kebangsaan di negara ini. Pemerintah Provinsi terus mendorong agar NTT menjadi tempat bersemainya semangat toleransi yang nyata, di mana orang dari seluruh pelosok negeri dapat belajar tentang makna kerukunan antara umat beragama.

“Pada hari minggu lalu saat mengikuti acara kebaktian paskah di Gereja Lahairoi, Desa Tesbatan, Amarasi, ada suatu hal yang sangat menarik dan menggugah saya. Di mana remaja masjid juga turut mengiringi upacara kebaktian dengan dengan memainkan alat musik rebana. Ini sungguh suatu kebersamaan dan toleransi yang luar biasa. Orang-orang dari kota dan daerah lain mesti datang belajar di tempat seperti ini”, jelas Gubernur asal Pulau Semau tersebut

Viktor Laiskodat meyakini, kunci utama kesuksesan untuk membangun NTT adalah semangat kebersamaan. Visi NTT Bangkit Menuju Sejahtera akan tercapai kalau orang NTT melepaskan sekat-sekat agama dan kesukuannya serta bersama bergandengan tangan mengejar ketertinggalan dan keterbelakangan.

“Kami (Gubernur dan Wagub,red) membutuhkan orang-orang yang sepikir dengan kami, punya semangat kerja yang militant tanpa pandang suku dan agamanya. Berupaya bersama untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat NTT yang masih bergelut dengan kemiskinan, keterbelakang dan terpenjara karena infrastruktur seperti jalan yang buruk”,jelas Gubernur dalam kesempatan tersebut.

Di akhir arahannya, Gubernur Viktor mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Menteri Agama dan KWI terhadap Provinsi NTT untuk menjadi tuan Rumah Pesparani Nasional 2020. Pemerintah Provinsi NTT siap untuk menyukseskan pelaksanaan kegiatan tersebut termasuk mendukung pendanaannya berkolaborasi dengan dana dari APBN.

“Pelaksanaan Pesparani di Kupang harus lebih baik dari sebelumnya. Kami akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik agar penyelenggaraan di NTT sungguh menimbulkan kesan yang mendalam. Bila perlu setelah 50 tahun kemudian, baru ada penyelenggaraan yang semeriah dan sehebat NTT. Kami targetkan publikasi lewat sosial media (sosmed) bisa mencapai satu juta orang”, pungkas Viktor Laiskodat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua LP3KN secara resmi menyerahkan Surat Keputusan dari Menteri Agama dan Rekomendasi dari KWI terkait Penetapan Kota Kupang NTT sebagai Tuan Rumah Kegiatan Pesparani Nasional 2020. Ketua LP3KN juga meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi agar bisa memfasilitasi pelaksananan dan kesuksesan kegiatan tersebut.

Ketua Umum LP3KN, Adrianus Meliala, mengapresiasi antuasiasme Pemerintah Provinsi NTT terkait dengan ditetapkannya Kota Kupang sebagai tuan rumah Pesparani 2020. Dia optimis dengan tanggapan positif dari Gubernur, pelaksanaan kegiatan tersebut akan berjalan sukses.

“Kalau kepanitiaan, hanya satu saja yakni yang ditentukan oleh daerah dengan libatkan juga panitia nasional. Kami mengapresiasi tanggapan cepat dari bapak Gubernur dengan segera mengusulkan dan menunjuk ketua panitia kegiatan tersebut. Kami justru sangat senang dengan dukungan dan semangat beliau. Melihat semangat respon gubernur, rasanya beliau akan habis-habisan”, jelas anggota Ombudsman RI tersebut.

Kriminolog asal Universitas Indonesia tersebut memperkirakan jumlah peserta pesparani nasional kedua tersebut akan meningkat dibandingkan dengan sebelumnya. Kalau penyelenggaraan pertama saja dengan segala keterbatasannya di Ambon berjalan sukses dan dihadiri oleh sekitar 7.000 orang, diperkirakan untuk di Kupang nantinya jumlah peserta akan mencapai 10.000 orang ditambah dengan observer dari luar negeri.

“Dengan waktu kegiatan selama seminggu, bisa dibayangkan dampak ekonomi dan perputaran uang dari kegiatan tersebut. Kalau di Ambon butuh dana sekitar Rp. 50 miliar, untuk Kupang dibutuhkan sekitar Rp. 60 miliar yang bersumber dari APBN dan APBD. Kami sangat bangga karena Gubernur mendukung penuh soal pendanaan juga menjamin dan berupaya keras agar Presiden bisa hadir nantinya”,pungkas Adrianus.

Ketua LP3K Daerah Provinsi NTT, Frans Salem menjelaskan kegiatan Pesparani Nasional Tahun 2020 diperkirakan akan dilaksanakan pada bulan September atau Oktober 2020. Sebelumnya, pada bulan Mei sampai Juli, LPKD NTT akan melaksanakan Pesparani Tingkat Kabupaten dan Provinsi untuk menyeleksi duta-duta NTT yang akan tampil dalam Pesparani Nasional 2020.

Terpisah, Ketua PWNU NTT, Jamaludin Ahmad saat ditemui di ruang kerjanya, menyatakan kesiapannya untuk menjadi Ketua Panitia Kegiatan Pesparani Nasional itu. Asisten I Bidang Pemerintahan Setda NTT itu mengapresiasi dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Gubernur NTT kepada dirinya selaku Ketua PWNU NTT. Hal itu mencerminkan sikap seorang pemimpin sebagai seorang negarawan. Pesparani sebagai sebuah event nasional untuk merajut kebersamaan dan partisipasi publik tanpa dibatasi sekat-sekat agama.

“Ini merupakan suatu kepercayaan besar bagi saya dan PWNU NTT. Ini juga menjadi momentum perwujudan semangat ukhuwah wathaniyah ( persaudaraan sebangsa setanah air) dan ukhuwah basyariyah ( persaudaraan umat manusia sebagai ciptaan Allah) yang selalu dijunjung tinggi oleh Nahdlatul Ulama. Saya siap untuk menjalankan amanah yang berahmat ini,” jelas Jamaludin. (*)

Sumber berita (*/Biro Humas dan Protokol Pemprov NTT )
Editor (+rony banase)