Arsip Tag: lab pcr rsud w z yohanes kupang

Positif Covid-19 di Provinsi NTT Capai 30 Kasus, Penambahan 12 Kasus

380 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere, dalam sesi konferensi pers pada Rabu siang, 13 Mei 2020 di Ruang Biro Humas dan Protokol Setda NTT, menyebutkan bahwa hasil pemeriksaan 92 swab yang diperiksa di Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang diketahui ada 11 swab positif Covid-19.

“Rinciannya sebagai berikut 9 positif Covid-19 rujukan RS Komodo Labuan Bajo dari klaster Goa, 1 positif rujukan dari RS Ende juga klaster Goa, dan 1 positif Covid-19 rujukan dari RS Soe dari klaster Magetan,” ungkap drg Domi didampingi oleh Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/05/12/2-pasien-asal-rote-ndao-positif-covid-19-total-18-kasus-di-provinsi-ntt

Selain itu, imbuh drg Domi yang juga Kadis Kesehatan Provinsi NTT, berdasarkan informasi yang diterima dari Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI di Jakarta terdapat kasus Positif Covid-19 baru dari Waingapu Kabupaten Sumba Timur.

“Sumba Timur merupakan klaster baru dari salah satu STT di Grogol Jakarta,” beber drg Domi seraya berujar sehingga total kasus positif Covid-19 di Provinsi NTT menjadi 30 kasus dari sebelumnya 18 kasus.

Lanjutnya, dari 30 kasus Positif Covid-19, 1 positif Covid-19 meninggal dunia di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang pada Selasa malam, 12 Mei 2020, sembuh 2 pasien Covid 19. “Khusus pasien Covid-19 di Labuan Bajo telah dikoordinasikan dengan Bapa Gubernur NTT dan Bupati Manggarai Barat untuk dirawat di RS Komodo dan RS Siloam Labuan Bajo,” ucapnya.

Satu positif Covid-19 asal Soe, tandas drg. Domi, telah dilakukan koordinasi dengan Kadis Kesehatan untuk dilakukan contact tracing dan isolasi di RSUD Soe, begitupun dengan satu kasus positif di Kabupaten Ende.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

‘Swab PCR Test’ Perdana di NTT, 1 Positif Covid-19 dari Klaster Sukabumi

486 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Hasil Swab PCR Test terhadap 24 sampel yang dilakukan oleh Laboratorium RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang pada Kamis, 7 Mei 2020 akhirnya membuahkan hasil dengan terkonfirmasi 1 (satu) pasien Positif Covid-19 dari klaster Sukabumi, sehingga total kasus di Provinsi NTT menjadi 13 kasus yakni 1 sembuh, 2 klaster gowa, 1 klaster Kapal Lambelu, 8 klaster Sukabumi, dan penambahan 1 kasus Klaster Sukabumi).

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/05/06/1-positif-covid-19-lagi-dari-klaster-kapal-lambelu-total-12-kasus-di-ntt

Demikian pernyataan resmi dari Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere dalam sesi konferensi pers pada Sabtu sore, 9 Mei 2020 di Biro Humas dan Protokol Serda NTT.

drg. Domi yang didampingi oleh Karo Humas dan Protokol Setda NTT, lebih lanjut menyampaikan bahwa mesin PCR Real Time yang ada di Lab PCR Test awalnya digunakan untuk memeriksa HIV/Aids. “Dari mesin yang sama dilakukan modifikasi untuk memeriksa Covid-19 dengan melakukan penambahan komponen peralatan,” ungkapnya.

Pada tahap awal, imbuh drg. Domi dilakukan adaptasi dan pada tahap awal tak akan dijalankan dengan maksimal. “Tahap awal kita lakukan untuk 24 sampel swab kasus klaster Sukabumi,” bebernya.

Dari hasil swab tersebut diperoleh hasil 4 swab negatif, jelas drg. Domi, akan dilanjutkan swab kedua. “Dari kondisi tersebut diperoleh 1 (satu) hasil positif Covid-19,” tandas drg. Domi Minggu Mere.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Reagen PCR Tiba, Lab PCR RSUD W Z Johannes Efektif Per Kamis 7 Mei 2020

392 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Meski molor dari target instalasi Polymerase Chain Reaction (PCR) pada akhir April 2020, namun kini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang telah memiliki 2 (dua) unit alat PCR untuk memeriksa swab pasien suspect Corona Virus Disease (Covid-19).

Jika sebelumnya, membutuhkan waktu hingga 14 hari bahkan lebih dan dikirim ke Surabaya, namun kini dalam hitungan jam, sudah dapat memastikan hasil positif atau negatif seorang pasien terinfeksi Covid-19.

Kepastian beroperasinya 2 (dua) unit PCR Real Time (1 unit PCR dari Gugus Tugas Pusat dan 1 unit PCR serah terima dari BPOM RI), disampaikan oleh Direktur RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, Dr. Drg. Mindo E. Sinaga, M.Kes. kepada Garda Indonesia usai menerima PCR dari Wagub NTT Josef Nae Soi hasil serah terima dari BPOM RI dan Bantuan Gugus Tugas Covid-19 Nasional pada Selasa, 5 Mei 2020 pukul 11.30 WITA di Aula Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

“Kita harapkan hari ini kita bisa instal. Persiapan, kemudian supaya lebih stay kita bersih-bersih dulu. Kita harapkan lusa, Kamis, 7 Mei 2020, kita sudah mulai mengadakan pemeriksaan. Hari Kamis sudah siap, karena besok kita lakukan pembenahan. Hari ini kan teknisi online datang, untuk komunikasi dengan kita. Kita harapkan besok konsolidasi internal ke semua petugas. Kita pastikan hari Kamis sudah mulai jalan,” ujar drg Mindo Sinaga.

Saat dikonfirmasi 2 unit PCR dapat melakuan berapa banyak swap test, drg Mindo menyampaikan sesuai dengan SOP-nya, paling tidak sekitar 48—96 swab per hari.

“Sekitar itulah per hari bisa kita optimalkan,” ujarnya yakin.

Adapun item dari PCR bantuan Gugus Tugas Nasional berupa 5 ml Reaction Vessel 192 tube, 200 ML Reagent Vessel 4 pack, DiTi 200 ul with Filter 1 tray, 9,6 Deep Well Plate 2 pack, DiTi 1000 ul with Filter 10 tray, Master Mix tube 4 tube, Optical Reaction Plate 4 place, Adhesive Cover 4 sheet. Sedangkan item PCR dari BPOM RI berupa PCR, UPS, dan Laptop Lenovo.

Sementara itu, Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Mere setelah sekian lama menunggu, atas koordinasi Wagub NTT Josef Nae Soi dan Balai POM , Sekda NTT, Benediktus Polo Maing, dan dan beberapa pihak, maka laboratorium PCR real time di Rumah Sakit W. Z. Johannes dapat beroperasi.

“Hari ini sudah tiba dua PCR di tempat ini, baik peralatan PCR real time dari Gugus Tugas Nasional dan Balai POM juga akan dilakukan serah terima secara resmi,” ucap drg. Domi.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)