Arsip Tag: mahasiswa undana

Lepas 25 Peserta Vokasi Pariwisata ke Australia, Ini Pesan Wagub Josef

312 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bertempat di Ruang Rapat Gubernur NTT, pada Jumat, 6 September 2019, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi resmi melepas 25 Peserta Program Pendidikan Vokasi Pariwisata yang diberangkatkan ke Universitas Griffith, Australia.

Pada kesempatan tersebut turut hadir Sekretaris Daerah NTT, Benediktus Polo Maing dan Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dra. Sisilia Sona.

Josef Nae Soi dalam arahannya kepada peserta mengatakan agar para peserta bisa belajar manajemen pariwisata melalui program tersebut.

“Saya mau agar kalian (para peserta) bisa belajar hal-hal praktis mengenai pariwisata di sana. Supaya ketika kembali ke NTT nanti bisa diterapkan. Anda harus mampu mengaplikasikan manajemen pariwisata yang baik,” jelas Wagub Josef.

Ia menambahkan pentingnya mempelajari pariwisata dengan 5 A yakni Atraktif, Akomodasi, Aksesibilitas, Ammenity (kenyamanan dan kenikmatan) dan Awarness (kesadaran).

“Kalian bisa mempelajari bagaimana di Kota Gold Coast ada pasar tradisional yang memikat pengunjung. Kemudian pantai yang menjadi wisata. Ada juga hotel, homestay serta makanan yang disajikan sederhana namun higienis. Anda harus mampu mempelajari pola manajemen pariwisata dan harus menirunya. Anda juga bisa mempelajari bagaimana masyarakat di sana menjaga kebersihan dan tata kelola wisata,” jelasnya.

Wagub Josef menginginkan agar setelah mengikuti program tersebut para peserta bisa membantu pemerintah untuk menularkan cara kerja dan pengelolaan pariwisata yang baik pada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi NTT Dra. Sisilia Sona menjelaskan 25 peserta tersebut merupakan hasil seleksi di mana kemampuan bahasa inggris mereka sangat baik.

“25 peserta ini telah melewati beberapa tahapan seleksi. Termasuk TOEFL dengan skor 500 dan juga ada yang melampaui. Mereka akan belajar selama 5 minggu di Australia,” jelas Sisilia.

Sisilia menambahkan, setelah para peserta pulang maka sudah ada perjanjian kerja dengan Pemerintah daerah sesuai dengan bidang apa yang akan mereka kerjakan nanti.

Alberto Selan, salah satu peserta mengatakan sangat berterima kasih kepada Pemerintah NTT yakni Gubernur dan Wakil Gubernur yang sudah bekerja sama dengan Universitas Nusa Cendana dan Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kopnakertrans) dalam mengadakan program pendidikan vokasi tersebut dan kiranya Pemerintah diharapkan untuk terus mendukung program tersebut sebagai salah satu cara untuk membentuk kualitas sumber daya manusia.

“Setelah kami kembali nanti akan ada project dari masing-masing peserta di bidang kuliner, pelestarian budaya dan enterpreneur,” jelas Alberto.(*)

Sumber berita (*/Meldo Nailopo—Biro Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

Warisan waktu

241 Views

Oleh Yelinri Juana Martha Taosu

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Penggalan puisi oleh Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Semester 4 Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang

Perihal menunggu Mati
Ia telah menyisipkan beberapa pucuk doa
Di saku langit
Sebelum meninggalkan tatapnya pada malam yang tengah lahap mengunyah remah-remah senja

Setibanya di petiduran, ia sempatkan menatap lekat-lekat tengkorak berbalut kulit itu di hadapan cermin
Dan tak menemui apapun selain matanya yang lelah dan penuh sesak akan diam
Sebelum akhirnya terbaring lelah pada sebuah lupa tak bernama

Taktala mentari mulai mencumbu embun di kaki langit
Ia bergegas menemui kenyataan
Mengenai perihnya beberapa luka yang menunggu waktu untuk mengering
Sembari membuat Tuhan jatuh hati akan perihnya dan memberinya sedikit lupa (lagi) untuk dikecap sebagai sarapan pagi

Sebab menunggu mati adalah berada di ruang kejam
Baginya yang terlampau rapuh dalam nanti yang hampa
Ia adalah
Warisan waktu

Bumi, 18 Juni 2019