Arsip Tag: pkbm di ntt

‘Setara Daring’—Solusi Pendidikan Non Formal di Era Digital

764 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pendidikan Kesetaraan zaman sekarang atau era digital saat ini lebih memudahkan para peserta belajar dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang berada pada Kab/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Baca juga : 

https://gardaindonesia.id/2019/07/25/bimtek-kurikulum-2013-bagi-penyelenggara-tutor-pendidikan-kesetaraan-di-ntt/

Proses pembelajaran jarak jauh dengan sistem ‘Setara Daring’ atau Setara Dalam Jaringan (koneksi internet) merupakan salah terobosan oleh Direktorat Jenderal PAUD dan DIKMAS yang diinisiasi oleh Dirjen Haris Iskandar; sistem ini diperuntukan bagi peserta didik pendidikan non formal yang tidak memiliki waktu atau karena keterbatasan waktu tidak dapat melakukan pertemuan.

Kepala Seksi Pendidikan Berkelanjutan BinDikTARA, Ditjen PAUD dan DIKMAS Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr.Subi Sudarto,S.Sos,M.Si., saat membuka bimtek bagi 80 peserta yang merupakan Penyelenggara & Tutor Pendidikan Kesetaraan dari 40 PKBM Se-Daratan Timor, pada Rabu, 26 Juli 2019 menyampaikan bahwa dalam era iptek yang serba digitalisasi ini semua proses menggunakan Pembelajaran Daring (Dalam Jaringan) bagi pendidikan non formal.

“Apakah di NTT masih diperlukan Pembelajaran Luring (Luar Jaringan)?”, tanya Dr Subi kepada para peserta bimtek.

Sebut Dr Subi, Karena kondisi geografis di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang terdiri dari pulau besar dan kecil yangmana masih banyak daerah yang belum memiliki jaringan listrik dan internet, maka Pembelajaran Luring masih sangat diperlukan.

Dr Subi Sudarto saat memberikan bimtek kepada para penyelenggara dan tutor pendidikan kesetaraan se-Daratan Timor

Usai memberikan bimtek hari pertama bagi para penyelenggara dan tutor pendidikan kesetaraan, Garda Indonesia berkesempatan menyelisik tentang Setara Daring.

Menurut Dr Subi, Setara Daring atau sistem pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan jaringan internet dan berguna bagi peserta didik pendidikan non formal yang tidak memiliki waktu

“Bagi peserta didik pendidikan non formal yang memang tidak punya waktu atau karena keterbatasan waktu karena bekerja dan masih harus meningkatkan kompetensi dan telah menyelesaikan Paket B lalu hendak menuju ke Paket C”, jelas Dr Subi.

Lanjut Dr Subi yang berprofesi sebagai Dosen Universitas Indonesia ini, dengan daring terkait waktu bisa diatur dengan cara belajar mandiri.

“Kalau terkait dengan tutorial dan tatap muka bisa diatur dalam kontrak belajar untuk tatap muka konsultasi dengan variasi waktu yang dapat diselaraskan seperti 2 atau 3 bulan sekali”, beber Kepala Seksi Pendidikan Berkelanjutan BinDikTARA ini kepada Garda Indonesia.

Selain itu, tandas Dr Subi, Setara Daring juga dapat dilakukan dalam bentuk pertemuan atas kesepakatan tutor dan peserta didik.

Penulis dan editor (+rony banase)

Bimtek Kurikulum 2013 bagi Penyelenggara & Tutor Pendidikan Kesetaraan di NTT

395 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | DPW Forum Komunikasi (FK) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Provinsi Nusa Tenggara Timur menghelat Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum 2013 bagi penyelenggara dan tutor pendidikan kesetaraan yang berada di 1 (satu) Kota dan 4 (empat) Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Bimtek Implementasi Kurikulum 2013 bagi penyelenggara dan tutor pendidikan kesetaraan bersumber dari DPA Direktorat BinDikTARA Tahun 2019 dan merupakan hasil kerja sama DPW FK PKBM Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan BinDikTARA, Ditjen PAUD dan DIKMAS Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Berlangsung di Aula Hotel Pelangi Kupang pada 24—26 Juli 2019 diikuti oleh 80 peserta dengan rincian 20 peserta dari Kota Kupang; 20 peserta dari Kabupaten Kupang; 20 peserta dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS); 10 peserta dari Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU); dan 10 peserta dari Kabupaten Belu.

Ketua DPW FK PKBM Provinsi NTT, Aram Kolifai,SH., saat pembukaan Bimtek Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Kesetaraan, Rabu, 24 Juli 2019 pukul 20:00 WITA, mengimbau agar semua peserta wajib mengikuti bimtek hingga selesai.

Ketua DPW Forum Komunikasi PKBM NTT, Aram Kolifai, SH

Saat diwawancara oleh awak media usai pembukaan bimtek, Aram Kolifai menyampaikan bahwa dengan sumber daya manusia yang berkualitas dapat memberikan pemahaman dan pembelajaran bagi warga belajar dalam pendidikan kesetaraan.

“Tutor dan penyelenggara pendidikan non formal merupakan pilar utama dalam memastikan proses pendidikan kesetaraan dapat berjalan dengan baik dan benar”, ujar Aram Kolifai.

Oleh karena itu, lanjut Aram Kolifai, Hari ini (Rabu, 24 Juli 2019) kita diberikan kepercayaan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Kesetaraan untuk memberikan bimbingan teknis dalam implementasi kurikulum 2013 bagi 40 PKBM di Daratan Timor.

“Saat ini kita khusus konsentrasi di Daratan Timor dan bukan karena prioritas namun karena terkendala anggaran. Kedepan kita akan jangkau PKBM di Daratan Flores, Alor dan Sumba”, terang Aram.

Sedangkan, Kepala Seksi Pendidikan Berkelanjutan BinDikTARA, Ditjen PAUD dan DIKMAS Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr.Subi Sudarto,S.Sos,M.Si., saat membuka bimtek bagi 80 peserta yang merupakan Penyelenggara & Tutor Pendidikan Kesetaraan dari 40 PKBM Se-Daratan Timor menyampaikan bahwa pendidikan non formal tidak berada di provinsi dan saat ini kewenangan mutlak PAUD dan DIKMAS berada di Kabupaten/Kota.

“DAK Non Fisik untuk Pendidikan Kesetaraan tahun 2019, saat ini berada di Dinas Pendidikan dan tidak berada di pusat lagi”, terang Dr Subi.

Dr Subi Sudarto,S.Sos,M.Si., saat memberikan materi bimtek kepada 80 peserta bimtek

Dr Subi juga mengapresiasi patriotisme dan nasionalisme masyarakat NTT yang menggunakan salam nasional dan menyampaikan bahwa tahun 2019 terdapat banyak kebijakan pendidikan kesetaraan yang digulirkan oleh Kemendikbud.

“Salah satunya, malam ini (Rabu ) kita mengimplementasikan kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan yang telah direvisi tahun 2016 dan termasuk program placement test (tes penempatan) dalam bentuk aplikasi berbasis digital”, ungkap Dr Subi saat memaparkan materi bimtek.

Dr Subi juga mempertanyakan apakah PKBM di Provinsi NTT sudah menggunakan Setara Daring (pembelajaran berbasis online)

“Model Setara Daring cocok diterapkan di Provinsi NTT dan merupakan pilihan”, tandas Dr Subi.

Penulis dan editor (+rony banase)