Arsip Tag: plh bupati belu

Serah Terima Jabatan, Pj Bupati Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Belu

266 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | “Fo liman ba malu, fo neon ba malu hadi’a Rai Belu (Mari bergandengan tangan, bersatu hati dan pikiran membangun Tanah Belu). Jangan lagi ada sekat di antara kita,” kata Kepala Badan Keuangan NTT dalam sambutan Serah Terima Jabatan dari mantan Plh. Bupati Belu, Frans Manafe, S.Pi., kepada Penjabat (Pj) Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, M.M. yang dilaksanakan di Aula Gedung Wanita Betelalenok Atambua, pada Senin, 29 Maret 2021.

Penjabat (Pj) Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, M.M. mengajak seluruh komponen masyarakat dan pimpinan perangkat daerah untuk kembali bersatu membangun Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berdasarkan instruksi Mendagri melalui Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat, ujar Pj. Bupati Belu, dirinya mengemban lima tugas utama, yakni memimpin penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan; menjaga ketertiban dan keamanan;  menandatangani Ranperda dan Perda; mengisi dan melakukan mutasi jabatan; dan, sebagai ketua Satgas Covid -19 untuk mengecek penanganan vaksinasi bagi seluruh aparatur dan masyarakat Kabupaten Belu.

Zakarias Moruk pun menyampaikan terima kasih kepada mantan Plh. Bupati Belu, Frans Manafe, S.Pi. bersama semua pimpinan perangkat daerah yang telah menjaga situasi dan kondisi Kabupaten Belu sejak masa peralihan, tanggal 17 Februari 2021 hingga hari ini (29 Maret 2021, red.).

“Pesan gubernur, beliau menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan perangkat daerah dan forkopimda atas suksesnya kunjungan kerja gubernur di Kabupaten Belu, 24—25 Maret 2021,” paparnya.

Mantan Plh. Bupati Belu, Frans Manafe dalam sambutannya mengemukakan, sejak melaksanakan tugas selama 39 hari terhitung 17 Februari – 27 Maret 2021, dirinya melaksanakan tugas rutin pemerintahan yang tidak berkaitan dengan pengambilan kebijakan yang bersifat strategis dalam aspek keuangan, kelembagaan, personil, dan aspek perizinan serta kebijakan strategis lainnya.

Penjabat Bupati Belu, Zakarias Moruk saat menandatangani berita acara serah terima jabatan

Tugas rutin yang telah dilaksanakan tersebut, dituangkan dalam laporan pelaksanaan tugas Plh. Bupati Belu. “Salah satu tugas yang belum selesai dilaksanakan, yaitu refocusing dan realokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Belu Tahun Anggaran 2021. Tugas ini telah dibahas pada tanggal 18 Februari dan 10 Maret 2021 dan sampai dengan saat ini masih sedang berproses,” terang Pj. Sekda Belu.

Frans Manafe juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, atas dukungan dan kerja sama yang baik selama pelaksanaan tugasnya sebagai Plh. Bupati Belu. “Saya mohon maaf, apabila dalam pelaksanaan tugas, ada banyak hal yang tidak berkenan di hati bapak, ibu, saudara dan saudari. Semoga Tuhan senantiasa menyertai kita dalam tugas dan pengabdian kita,” imbuhnya.

Diketahui, Pj. Bupati Belu Zakarias Moruk dipercayakan dua kali berturut – turut oleh gubernur VBL sebagai penjabat Bupati Belu. Sebelumnya, ia dipercayakan sebagai Pjs. Bupati Belu, dan saat ini dipercayakan lagi.

“Selamat pulang kampung sendiri, selamat menjalankan tugas pengabdian di Kabupaten Belu. Ini merupakan kebahagiaan bagi kami karena masih tetap diberikan kepercayaan oleh Bapak Gubernur NTT untuk menjadi penjabat Bupati Belu. Sedangkan, 3 kabupaten lain, penjabat bupatinya berganti orang. Kami bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Belu siap mendukung bapak penjabat Bupati Belu dan ibu. Kami percaya, Tuhan Yang Maha Kasih akan selalu menjaga melindungi bapak penjabat dan ibu, serta keluarga sehingga semua tugas dan tanggung jawab yang diemban akan dilaksanakan dengan baik, aman, lancar, dan sukses”, tandas Frans Manafe.

Turut hadir dalam kegiatan dimaksud, pimpinan dan anggota DPRD Belu, Forkopimda, pj. Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus pj. Ketua Dekranasda Kabupaten Belu, mantan Plt. Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dekranasda, staf ahli Bupati Belu, para asisten pimpinan perangkat daerah, ketua organisasi wanita, para pimpinan vertikal, para camat, dan insan pers. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Jelang Putusan MK, Plh. Bupati, Ketua DPRD & Kapolres Belu Imbau Masyarakat Tenang

467 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Menjelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Belu 2020 yang bakal dihelat pada Kamis, 18 Maret 2021, Plh. Bupati Belu, Frans Manafe; Kapolres Khairul Saleh; dan Ketua DPRD, Jeremias Manek Seran Junior mengimbau kepada  seluruh masyarakat Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menjaga ketenangan, ketertiban, dan keamanan, sekaligus menaati protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Plh. Bupati Belu, Frans Manafe mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Belu untuk tetap tenang di rumah, mengikuti keputusan MK di rumah dan tetap menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif.  “Tidak perlu bereuforia, berdoa dan berharap untuk kebaikan Kabupaten Belu ke depan. Siapa pun yang menjadi pemimpin adalah pemimpin kita bersama, untuk melanjutkan pembangunan demi mewujudkan kesejahteraan bersama,” ucap Frans Manafe, yang juga merupakan penjabat Sekda Belu di Atambua, pada Rabu, 17 Maret 2021.

Imbauan yang sama, diungkapkan Kapolres Belu Khairul Saleh. Kepada seluruh simpatisan, baik paket 01 maupun paket 02 agar tidak melakukan aksi kumpul-kumpul, konvoi, euforia kemenangan. Apalagi, pandemi  Covid-19 saat ini, perlu memperhatikan protokol kesehatan. Taat terhadap apa yang akan menjadi keputusan MK.

Ketua DPRD Kabupaten Belu, Jeremias Manek Seran Junior

“Kita siapkan 427 personil, dan kita minta back up anggota Dalmas Polda NTT dan Satuan Brimob Atambua . Kita fokus mengamankan kantor KPU, Bawaslu, dan beberapa titik yang memungkinkan ada pergerakan massa di pintu-pintu masuk Atambua, seperti Fatubenao, Umanen dan tempat-tempat lain,” ujar Khairul Saleh.

Ketua DPRD Belu, Jeremias Manek Seran Junior juga mengimbau kepada setiap tim dari masing-masing paket untuk tetap menjaga ketertiban dan keamanan. “Prinsipnya, apa pun hasilnya yang akan kita dengar dalam putusan MK besok, adalah yang terbaik bagi seluruh masyarakat Kabupaten Belu. Di masa pandemi Covid-19 ini, taati protokol kesehatan, hindari kerumunan dan aksi-aksi seperti pawai, konvoi yang menghadirkan massa,” tuturnya. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Plh. Bupati Belu Upayakan Perhatian Pemda bagi Kelas Tenun Ikat Nunupu

388 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Usai menghadiri kegiatan donasi buku di TBM Lopo Cerdas Sabar di Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, pada Minggu, 14 Maret 2021, Plh. Bupati Belu, Frans Manafe didampingi Ketua Komisi II DPRD, Theodorus Seran Tefa diarahkan Ketua FTBM, Romo Kris Fallo mengunjungi Kelas Tenun Ikat Nunupu, yang letaknya tidak jauh dari TBM Lopo Cerdas Sabar.

Baca juga: https://gardaindonesia.id/2021/03/15/plh-bupati-anggota-dprd-belu-apresiasi-ftbm-pimpinan-romo-kris-fallo/

Pantauan dan informasi yang diterima Plh. Bupati Belu, Frans Manafe setibanya di lokasi itu, bahwa Kelas Tenun Ikat Nunupu tersebut merupakan tempat pelatihan bagi kalangan keluarga yang dikelola oleh Anastasia Dorathea Mau dan Viktoria Naimau dengan jumlah peserta 13 anak.

Anak-anak Kelas Tenun Ikat Nunupu sedang menenun

“Mendengar penjelasan dari ibu-ibu di sana bahwa para peserta itu dari kalangan keluarga sendiri. Mereka sudah komunikasikan dengan TBM Lopo Cerdas Sabar untuk bergabung. Para pembina siap untuk melatih anak-anak menenun yang baik dan benar, sehingga warisan leluhur ini dipertahankan dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Plh. Bupati Belu.

Setelah melihat antusias dan keinginan ibu-ibu di Kelas Tenun Ikat Nunupu, Plh. Bupati menuturkan, pemerintah wajib hadir bersama mereka. “Dan, nanti saya akan minta dinas terkait berkunjung ke sana untuk memberikan perhatian khusus, terutama kondisi bangunan yang tidak layak demi kesehatan dan kenyamanan peserta. Semangat mereka itu, patut kita berikan apresiasi dan penghargaan tertinggi. Karena itu, pemerintah wajib memberikan dukungan dalam bentuk nyata”, tegasnya.

Menyinggung tentang bantuan-bantuan pemerintah seperti alat dan bahan tenun, Frans Manafe mengatakan, setiap tahun disiapkan oleh dinas-dinas terkait. Karena itu, perlu dilihat kembali, apakah bantuan-bantuan itu sudah tepat sasaran atau belum. “Seharusnya, dinas terkait memonitor kelompok-kelompok itu. Apalagi dalam kondisi Covid-19. Bekerja dari rumah, home industry seperti ini harus didukung oleh pemerintah, sehingga dampak ekonomi  bisa teratasi dengan tetap eksis melakukan aktivitas di rumah untuk membantu pemenuhan kebutuhan keluarga,” imbuhnya.

Plh. Bupati Belu pun menambahkan, pemerintah daerah harus memberikan perhatian terhadap Kelompok Tenun Ikat Nunupu tersebut, lantaran kegiatan menenun yang disaksikannya secara langsung  itu menjadi bukti bahwa semangat para pembina dalam membagikan talenta tenun kepada anak-anak, tidak kandas oleh situasi pandemi Covid-19.

“Kita berharap, selain kelompok yang kami kunjungi itu, kelompok-kelompok lain yang sekarang ini masih eksis dengan keterbatasan sarana prasarana, akan menjadi perhatian serius dari pemerintah sekaligus evaluasi, supaya mereka bisa bekerja dengan baik, dan dalam kondisi nyaman sehingga produk tradisional yang dihasilkan bisa berkualitas dan dapat dipasarkan dengan harga yang memuaskan,” papar Penjabat Sekda Belu, Frans Manafe.

Kelas Tenun Ikat Nunupu

Kelas Tenun Ikat Nunupu terletak di Kuneru, RT 12 RW 03, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, tepatnya di depan Gereja bakal Paroki Kuneru.

Pendirian Kelas Tenun Ikat Nunupu, digagas atas inisiatif pribadi dari dua orang ibu pengelola, Anastasia Theodora Mau dan Viktoria Naimau guna mengembangkan bakat dan minat tenun yang dimiliki anak-anak sekitar.

Penggagas Kelas Tenun Ikat Nunupu saat memaparkan kondisi kepada Plh. Bupati Belu dan rombongan

“Awalnya jumlah anak sedikit saja. Tapi, begitu mulai latihan tenun, ada beberapa anak yang mau bergabung, mulai dari umur SD, SMP, sampai SMA. Sekarang, jumlah peserta sudah mencapai 13 orang. Sebagian anak dari TBM Lopo Cerdas pun sudah bergabung,” kisah Anastasia Dorathea Mau, yang akrab disapa Ani, pada Minggu malam, 14 Maret 2021.

Dijelaskannya, jadwal aktivitas tenun dilakukan setiap hari Rabu dan Jumat dalam seminggu, dengan waktu 2 jam setiap harinya. Kalau kelamaan waktunya, dikhawatirkan anak-anak merasa jenuh.

Alat-alat tenun dan bahannya masih seadanya. Alat dikumpulkan dari pengrajin tenun dan bahannya masih menggunakan benang-benang bekas. Tempatnya pun masih menggunakan rumah lumbung pribadi yang tidak terpakai dalam kondisi yang tidak layak.

“Motivasi ini, kami mulai dengan kumpul benang bekas, mengajar anak menggulung benang hingga ditenun menjadi sehelai selendang. Setiap anak, kita siapkan alat dan bahannya,” ujar Ani Mau.

Ani Mau mengisahkan, dari antara peserta yang dilatih, ada tiga orang yang sudah bisa menjual selendang hasil tenunannya sendiri. Waktu yang dibutuhkan untuk menenun sebuah selendang, selama 2 minggu.

Ani Mau berharap, dengan adanya kunjungan Plh. Bupati Belu dan anggota DPRD, bisa memberikan perhatian khusus demi perkembangan pelatihan tenun kain ikat ke depan, seperti bantuan fasilitas dan sarana tenun. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Plh. Bupati & Anggota DPRD Belu Apresiasi FTBM Pimpinan Romo Kris Fallo

348 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | ”Saya apresiasi dan berterima kasih atas kehadiran Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Belu yang dinakhodai oleh Romo Kris Fallo, yang mana nantinya akan mendukung pemerintah sekaligus masyarakat dalam menghidupkan kembali gerakan literasi terutama semangat atau niat membaca masyarakat di kabupaten ini”, ungkap Plh. Bupati Belu, Frans Manafe, S.Pi.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/03/14/giat-literasi-ftbm-belu-donasi-buku-ke-tbm-lopo-cerdas-sabar-manumutin/

Ia pun menandaskan bahwa gerakan literasi membaca dimaksud, untuk menekan angka buta aksara di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah, dirinya didampingi anggota DPRD Belu fraksi Golkar, Theodorus Seran Tefa memenuhi undangan Ketua FTBM untuk turut hadir dalam kunjungan ke salah satu kelompok binaan FTBM, TBM Lopo Cerdas Sabar di Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, pada Minggu, 14 Maret 2021.

“TBM Lopo Cerdas itu luar biasa. Saya mendapatkan laporan dari salah satu anggota bahwa mereka sudah mulai belajar menghemat dan menabung. Hasil menabung itu, kemudian didonasikan kepada panti–panti asuhan yang ada. Mereka juga belajar menanam, mendaur ulang sampah dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar tentang manfaat memakai masker di masa pandemi Covid-19 ini,” urai Plh. Bupati, Frans Manafe.

Untuk mendukung sosialisasi menggunakan masker tersebut, kisah Plh. Bupati lebih lanjut, anak-anak TBM Lopo Cerdas Sabar belajar menjahit masker. Selain itu, mereka belajar untuk memberikan apresiasi kepada tenaga-tenaga kesehatan dan para pegiat Covid-19 melalui kartu-kartu apresiasi. Bahkan, ada pun dari antara peserta TBM Lopo Cerdas yang sudah sukses mengikuti lomba Master Ceremony (MC), berani tampil di depan umum, dan membantu orang tuanya ketika berada di rumahnya masing-masing.

Anggota DPRD Belu (Ketua Komisi II), Theodorus Seran Tefa

Menariknya, imbuh Frans Manafe, mereka sudah bisa membedakan antara status anak pekerja dan pekerja anak. “Anak pekerja, artinya orang tua memberikan pekerjaan-pekerjaan sesuai dengan umur dan kemampuan mereka. Sedangkan pekerja anak berarti, anak dalam tanda kutip dipaksakan oleh orang tuannya untuk bekerja karena alasan impitan ekonomi keluarga,” terangnya.

Ketua Komisi II DPRD Belu, Theodorus Seran Tefa menambahkan, bahwa dirinya mendampingi Plh. Bupati Belu, Frans Manafe yang hadir di TBM Lopo Cerdas itu untuk memberikan dukungan dalam bentuk donasi buku, demi membangkitkan kembali budaya semangat membaca masyarakat, terutama untuk menekan angka buta aksara di wilayah Kabupaten Belu, termasuk mendorong semangat membaca dan menulis  bagi aksarawan dan aksarawati yang sudah dibina selama ini.

Sebagai anggota DPRD, dirinya mengimbau kepada pemerintah daerah untuk memberikan perhatian serius terhadap FTBM, agar bisa terus berkembang  hingga ke wilayah-wilayah pelosok, guna meningkatkan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Belu.

“Harapan saya, semoga dengan hadirnya FTBM Belu ini dapat mengembalikan tradisi membaca buku fisik, untuk membatasi tantangan globalisasi era digital saat ini, yang mana telah mengurangi minat baca dan tulis. Kalau minat baca ini ditingkatkan, maka akan membantu untuk mendorong literasi-literasi dalam bentuk lainnya,” papar Ketua Komisi II DRPD Belu yang akrab disapa Theo Manek. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Giat Literasi, FTBM Belu Donasi Buku ke TBM Lopo Cerdas Sabar Manumutin

279 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Belu yang diketuai oleh Rm. Kristianus Fallo, Pr., bersama Plh. Bupati Belu, Frans Manafe, anggota DPRD, Theodorus Seran Tefa, dan perwakilan Dinas Perpustakaan Belu berkunjung ke Taman Baca Masyarakat (TBM) Lopo Cerdas Sabar di Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu, 14 Maret 2021.

Kehadiran FTBM di TBM Lopo Cerdas Manumutin, jelas Romo Kris, sapaan akrabnya, selain berdonasi buku, juga sosialisasi tentang FTBM.

FTBM Belu saat ini, urai Romo Kris Fallo, bergerak di 6 bidang literasi dasar, yaitu literasi baca–tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi budaya, literasi keuangan, dan literasi digital, sembari menyebutkan literasi – literasi lainnya seperti literasi pariwisata, literalasi pertanian, literasi peternakan, literasi kesehatan yang akan diupayakan sesuai kondisi konkret dan kebutuhan masyarakat.

“Tujuan Sahabat Literasi adalah mencerdaskan anak-anak bangsa, sebagaimana tertuang dalam mukadimah UUD ‘45 dan AD/ART FTBM. FTBM di wilayah perbatasan ini memiliki mimpi mengakomodir kelompok pegiat literasi yang sudah ada, dan mendorong terbentuknya kelompok literasi baru di kota hingga ke daerah – daerah. Target kami adalah 1 desa, minimal 1 kelompok literasi”, ulas pastor pembantu di Katedral Atambua itu.

TBM Lopo Cerdas, menurut Romo Kris, adalah salah satu kelompok binaan FTBM. Karena itu, perlu adanya keterlibatan pemerintah. “Sehingga, dalam kunjungan itu kita undang Plh. Bupati, anggota DPRD dan dinas perpustakaan untuk turut hadir. Kita mau tunjukkan kepada pemerintah bahwa kita ada gerakan – gerakan literasi berkelompok”, terangnya.

Ketua FTBM Kabupaten Belu, Rm. Kristianus Fallo, Pr.

Selain itu, kehadiran FTBM di TBM Lopo Cerdas Sabar tersebut, guna memberikan motivasi dan semangat kepada para pembinanya dalam mendidik para anggota dengan misi memperjuangkan wilayah Kabupaten Belu sebagai Kabupaten Literasi. “Karena itu, kita meminta dukungan pemerintah Kabupaten Belu dalam pergerakan ini. Tujuan lain hadirnya FTBM ini untuk mengembalikan minat membaca, terutama bagi anak–anak. Sejauh ini, sudah ada sekitar 30–an kelompok yang terbentuk dan tersebar di wilayah Kabupaten Belu”, tandas Romo Kris Fallo.

Program tahunan FTBM, tambah Romo Kris Fallo, pihaknya akan mengunjungi setiap kelompok binaan yang sudah terbentuk, membentuk kelompok literasi baru, buka sumbangan (open donasi) buku dari masyarakat, mempromosikan destinasi wisata, dan menggelar lomba menulis antarkelompok literasi.

“Siapa pun yang memiliki buku–buku bekas, yang tidak dipakai lagi, bisa disumbangkan kepada kami untuk disebarkan ke setiap kelompok literasi,” pinta Romo Kris Fallo.

Untuk diketahui, FTBM Kabupaten Belu, resmi dibentuk pada tanggal 27 Januari 2021 dengan merujuk pada SK pengurus wilayah FTBM Provinsi NTT, tanggal 27 Januari 2021, periode 2021—2026, dan diketuai oleh Romo Kristianus Fallo, Pr. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)