Arsip Tag: pln unit induk wilayah ntt

Apresiasi dan Harapan Wagub Josef Nae Soi Terhadap PLN UIW NTT

318 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Saat menjadi narasumber dan  menyampaikan sambutan pada acara Rapat Kerja (Raker) Virtual Triwulan I Tahun 2021 PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT dari Ruang Rapat Gubernur, pada Kamis, 18 Februari 2021, Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi memberikan apresiasi terhadap kinerja PLN NTT yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

Dalam raker yang mengusung tema “Eksekusi Program Kerja 2021 Berbasis Risiko” yang diikuti oleh seluruh jajaran PLN UIW NTT, pejabat dari PLN Pusat  bersama para mitra PLN tersebut, Wagub Nae Soi juga menitipkan harapan sekaligus keprihatinan terkait pelayanan kelistrikan terhadap masyarakat  agar semakin baik ke depannya.

“Pertama, saya harus angkat topi terhadap PLN NTT. Saat kami dilantik tahun 2018, Rasio Elektrifikasi (RE) kita sebesar 61 persen, terendah dari seluruh Indonesia. Per hari ini, rasio  kita sudah mencapai  87 persen. Ini merupakan kemajuan yang luar biasa. Rasio listrik per desa  sudah mencapai 95,25 persen,” ujar Wagub Nae Soi pada Kamis, 18 Februari 2021.

Ia juga memuji kinerja para karyawan PLN NTT dalam membangun jaringan kelistrikan di NTT yang medannya cukup menantang. Kerja sama dengan Pemerintah daerah dan mitra terkait pun berjalan dengan sangat baik.

“Kerja keras dari teman-teman PLN NTT, harus kami apresiasi. Medan (kondisi wilayah NTT, red) sangat berat. Saya pernah lihat mereka pasang (instalasi) listrik, berargumen dengan orang-orang di jalan dan yang punya tanah. Saya saksikan sendiri mereka lakukan hal ini, tapi mereka tidak tahu saya wakil gubernur. Luar biasa perjuangan mereka,” jelas Wagub Nae Soi.

Ia pun mengungkapkan dari sisi dimensi idealis, regulasi terkait kelistrikan sudah sangat lengkap. NTT juga punya sumber energi listrik yang sangat potensial yakni panas bumi dan matahari. PLN diminta untuk dapat menyelaraskan antara tugas melayani masyarakat dan melakukan terobosan-terobosan agar Perusahaan Negara ini tetap hidup dengan mendapatkan profit atau keuntungan.

“Ada nilai ekonomi dan  nilai sosialnya. Ini dua kepentingan yang luar biasa. Seninya PLN dalam mengelola kelistrikan, ada di sini. Bagaimana di satu pihak harus cari untung dan di pihak lain harus mewujudkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat serta memenuhi hak-hak konsumen. PLN berkontribusi untuk kemajuan ekonomi masyarakat,” ungkap pria asal Ngada tersebut.

Wagub NTT Josef Nae Soi saat mengikuti Raker Virtual Triwulan I Tahun 2021 PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT dari Ruang Rapat Gubernur, pada Kamis, 18 Februari 2021

Mantan anggota DPR RI tersebut mengungkapkan berbagai permasalahan dan keprihatinan atau dimensi realistis terkait pelayanan kelistrikan yang masih dikeluhkan masyarakat. Menurutnya, adanya listrik bertujuan mengurangi efek fatal bila tidak adanya listrik atau listrik padam. Terutama dalam menunjang kegiatan ekonomi, budaya dan keagamaan masyarakat NTT.

“Orang NTT punya toleransi dan interaksi yang sangat tinggi satu sama lain lewat budaya dan adat istiadat. Bisa dari pagi sampai malam dilakukan. Kalau pada malam hari mereka sedang lakukan musyawarah yang luar biasa untuk mencapai keselarasan dan kesepakatan, tiba-tiba listrik padam, semua bisa jadi buyar. Di NTT juga masih ada 158 desa yang belum dialiri listrik, mudah-mudahan dalam satu dua bulan bisa segera diinstalasi. Juga kantor desa dan puskesmas-puskesmas penting dialiri listrik,” terang Wagub Nae Soi.

Ia juga berharap agar PLN melakukan terobosan-terobosan atau dimensi fleksibilitas agar pelayanan kelistrikan di NTT semakin meningkat ke depannya. Tahapan, prioritas serta standar prosedur harus jelas dan masalah-masalah teknis lainnya harus segera diatasi. Sehingga pelayanan terhadap pelanggan makin optimal.

“Saya harapkan tahun 2021, Rasio Elektrifikasi kita bisa lebih dari 95 persen. Diusahakan juga sedemikian rupa supaya listriknya tidak mati hidup. Saya sering WhatsApp (WA) pimpinan PLN NTT, satu minggu sampai 5—6 kali listrik padam. Alasan pohon tumbang, itu alasan klasik apalagi kita sedang menuju era 4.0. Pernah di suatu Kabupaten tahun 2019,  General Manager bilang (listrik sering padam) karena jaringan listriknya lewat pepohonan. Terus saya dekati pemilik dan minta pohonnya ditebang. Namun, setelah pohon dipotong, listrik tetap mati hidup. Saya minta hal ini harus diperhatikan. Ini terjadi di beberapa Kabupaten,” jelas Wagub.

PLN NTT, tandas Nae Soi, dapat memperhatikan pasokan listrik di RSU dan unit pelayanan kesehatan terutama di masa pandemi Covid-19 ini. Begitu pun dengan Kantor Desa dan tempat-tempat ibadah. “Di semua RSU, listriknya tidak boleh padam. Bagaimana orang gunakan ventilator, lakukan pemeriksaan PCR dan antigen yang gunakan mesin. Demikian juga Puskesmas dan kantor-kantor Desa, karena pertanggungjawaban Dana Desa saat ini dilakukan secara online. Demikian juga dengan tempat-tempat ibadah,” pungkasnya.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) NTT, Marten Mulik juga memberikan apresiasi terhadap kinerja PLN. Aduan pelanggan turun sekitar 80 persen. Waktu tunggu pemasangan listrik semakin pendek. Ketersediaan listrik juga mengalami surplus. “Namun, ada beberapa hal yang masih harus diperhatikan terutama menyangkut frekuensi pemadaman khusus di musim hujan. Sistem pengendalian yang masih belum efektif. Pengawasan terhadap petugas lapangan yang sebagian besar mitra PLN harus ditingkatkan. Pembinaan terhadap konsumen juga harus sering dilakukan,” jelasnya.

General Manager PLN IUW NTT, Agustinus Jatmiko mengungkapkan, PLN NTT terus berupaya meningkatkan pelayanan dari hulu ke hilir. Dengan moto, “Melayani NTT dengan Penuh Kasih” PLN NTT juga senantiasa meningkatkan kerja sama dengan seluruh stakeholder atau pemangku kepentingan. Memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui CSR (Corporate Social Responsibility).

Tahun 2021, terang Agustinus Jatmiko, PLN akan menuntaskan aliran listrik ke 158 desa di NTT sehingga rasio elektrifikasi desa di NTT mencapai 100 persen. “Tahun ini juga, kami akan meningkatkan rasio elektrifikasi dari 87 persen menjadi 95 persen. Meningkatkan jumlah pelanggan dari 929 ribuan pelanggan menjadi di atas 1 juta. PLN terus melakukan transformasi di era digital ini dengan hadirnya aplikasi New PLN Mobile yang dapat diunduh di android. Di dalamnya terdapat  fitur-fitur tentang berbagai hal seperti rekening listrik, aduan, informasi, kapan petugas datang, dan lain sebagainya,” terangnya.

Pada raker tersebut, PLN NTT memberikan bantuan Alat Penyimpan Daya Listrik (APDAL) dan Stasiun Pengisian Energi Listrik (SPEL) untuk masyarakat Desa Kabanda, Kecamatan Ngadu Ngala, Sumba Timur senilai Rp.1,722 Miliar.(*)

Sumber berita dan foto pendukung (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Respons Cepat Masalah Kelistrikan, Wagub Nae Soi Apresiasi PLN UIW NTT

289 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur,  Josef Nae Soi (JNS) saat menerima audiensi Kepala PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), Agustinus Jatmiko di ruang kerjanya, pada Rabu, 10 Februari 2021; menyampaikan apresiasi tinggi kepada pihak PLN yang memberikan respons cepat atas berbagai permasalahan terkait listrik terutama yang dialami layanan-layanan kesehatan termasuk rumah sakit.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak PLN atas responsnya yang cepat sekali,” jelas Wagub Nae Soi.

Wagub Nae Soi meminta PLN agar memfasilitasi seluruh rumah sakit di Nusa Tenggara Timur terkait instalasi khusus untuk  mengantisipasi keadaan-keadaan darurat, apalagi dengan adanya wabah virus corona yang semakin meningkat. “Saya harap di rumah sakit-rumah sakit harus ada instalasi khusus untuk penanganan darurat sehingga pihak PLN tidak disalahkan terus,” pinta Nae Soi.

Sementara itu, Kepala PLN  Wilayah Nusa Tenggara Timur, Agustinus Jatmiko mengatakan, Kupang menjadi prioritas PLN NTT dalam pemasangan tambahan instalasi listrik untuk memperkuat sistem kelistrikan.  “Arah Bandara El Tari akan dibangun jalur khusus untuk  keamanan jalur penerbangan,” jelas Jatmiko.

Lebih lanjut Jatmiko menjelaskan,  pada Desember 2020 sampai Januari 2021 sekitar 39 jaringan instalasi baru sudah dialiri arus listrik. “Pada Bulan Februari dan seterusnya akan ditambahkan lagi, ” imbuh Jatmiko.

Agustinus Jatmiko pun mengundang Wagub Nae Soi untuk membuka dan memberikan arahan pada rapat kerja virtual bersama seluruh jajaran PLN wilayah NTT pada 18 Februari 2021. “Kami sangat harapkan kehadiran dan arahan bapak dalam kesempatan itu,” pungkasnya. (*)

Sumber berita dan foto (*/Humas dan Protokol Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Ini Cara PLN Permudah Layanan ke Pelanggan via ‘Customer Self Service’

717 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur kembali meluncurkan program layanan terbaru untuk memudahkan masyarakat dalam akses pelayanan di PLN yaitu Peresmian Customer Self Service PLN ULP Kupang yang menyediakan aplikasi untuk memudahkan pelayanan dalam genggaman tangan pelanggan.

Layanan tersebut resmi diluncurkan di kantor PLN UP3 Kupang pada Rabu, 22 April 2020.

General Manager PT PLN Persero UIW NTT Ignatius Rendroyoko yang didampingi oleh Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan Heru Purwoko dan Senior Manager SDM dan Umum Lukas Tarigan mengatakan, langkah ini merupakan gairah baru di mana dapat melihat peningkatan customer self service menjadi lompatan yang diraih PLN ULP Kupang dalam melayani masyarakat.

“Dahulu, kita bisa interaksi langsung face to face tetapi sekarang ditambah pintu layanan baru sesuai era sekarang yaitu dunia digital yang mana hampir semua masyarakat menggunakan akses baik untuk diri dan pelayanan,” ujar Ignatius Rendroyoko.

Layanan Mandiri PLN ini dilakukan dengan 3 Cara Akses antara lain:

Pertama, pada laman (Website) Resmi PLN, Pelanggan bisa langsung ke situs http://www.pln.co.id ;

Kedua, melalui Aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh (download) pada Apstore dan Playstore;

Ketiga, Call Center 123.

Guna dari layanan mandiri ini adalah mudah, cepat dan tanpa perantara menjadi solusi layanan cepat dalam genggaman.

“Layanan bagi pelanggan PLN ini diharapkan dapat mendukung perbaikan tata kelola Layanan Pengaduan dan Keluhan Pelanggan yang lebih maksimal, menghindari calo dan Program ini sejalan dengan Transformasi PLN yaitu lean untuk cepat tanggap, customer fokus untuk kenyamanan pelayanan dan innovative,” beber Rendroyoko.

General Manager PLN UIW NTT Ignatius Rendroyoko saat memaparkan sistim kerja Customer Self Service PLN

Senada dengan hal tersebut, Manager UP3 Kupang Arif Rohmatin mengungkapkan, Program Customer Self Service berorientasi kepada pelanggan yang lebih terukur dan ini bagian milestone peningkatan layanan PLN ke pelanggan. “Sebelumnya, pelanggan hanya dilayani di loket PLN, namun dengan layanan komunikasi digital ini, kita seperti membuka loket – loket yang ada di hp/genggaman kita,” imbuhnya.

Lanjut Arif, “Layanan seperti pasang baru, tambah daya, loss stroom dan semua layanan yang ada di loket fisik sebelumnya bisa dengan mudah diakses pelanggan 24 jam. Ini adalah suatu inovasi PLN untuk meningkatkan customer experience. Tujuan layanan ini terutama memberikan kemudahan bagi pelanggan dan mendekatkan layanan kita ke mereka. Karena semua transaksi terekam secara realtime dan akuntable,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Ombudsman Perwakilan NTT, Darius Beda Daton turut hadir dan menyampaikan, hal ini dapat meminimalisasi pengaduan.

“Jadi waktu dulu itu, orang mau Call 123 agak susah mungkin dengan adanya Aplikasi –aplikasi dari PLN ini mereka bisa manfaatkan aplikasi ataupun datang ke sini (CSS ULP Kupang) agar lebih mudah. Dan dengan kemudahan tersebut, saya berharap tidak ada lagi komplain yang berat-berat ke ombudsman. Intinya, saya berterima kasih atas kemudahan-kemudahan pelanggan; jadi kami pun terbantu,” ucapnya.

Di penghujung acara, dilaksanakan penandatanganan komitmen dukungan layanan mandiri secara satu persatu oleh Gelis (gerai listrik) , Lit(Lembaga Inspeksi Teknik) konsuil, Koordinator MCB On , Koordinator Billman , Koordinator Security dan Koordinator Yantek.(*)

Sumber berita dan foto (*/Humas PLN UIW NTT)
Editor (+rony banase)

PLN Berikan Diskon 50 Persen Biaya Penyambungan Pasang Baru di NTT

761 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur kembali menggencarkan Program “Terangi Negeri” dengan mengusung tema ‘Karena Listrik Menyalakan Harapan di Masa Depan’. Program yang digadang oleh PLN ini diperuntukkan bagi masyarakat Rumah Tangga yang terdata di BDT TNP2K atau daerah 3T.

Program Diskon 50% ‘Biaya Penyambungan layanan Pasang Baru’ ini berlaku untuk konsumen golongan tarif daya R1-450 VA dan R1-900 VA yang terdaftar dalam Basis Data Terpadu (BDT) Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan/atau yang berada di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T).

Melalui rilis yang diterima media ini pada Kamis, 9 April 2020 pukul 19.23 WITA, Ignatius Rendroyoko selaku General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur menyampaikan Program TERANGI NEGERI yaitu program diskon biaya penyambungan sebesar 50% untuk permohonan Pasang Baru calon Pelanggan yang terdaftar di BDT TNP2K dan/atau berada di Daerah 3T.

“Tujuannya untuk mempercepat pencapaian rasio elektrifikasi di NTT, mendorong kemajuan ekonomi bagi masyarakat tidak mampu, mendorong kontribusi pertumbuhan pelanggan dan penjualan tenaga listrik, karena PLN melihat masih banyak masyarakat tidak mampu yang belum berlistrik di NTT,” jelas Ignatius.

Sementara itu, Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN UIW NTT, Heru Purwoko menyampaikan Perhitungan Biaya Penyambungan Layanan PB Diskon 50% Program Terangi Negeri , pertama daya 450 VA sebelum diskon sebesar Rp.421.000,- dan sesudah diskon menjadi Rp.210.500,- dan kedua untuk daya 900 VA sebelum diskon sebesar Rp.843.000,- dan setelah diskon menjadi Rp.421.500,-

Mekanisme pemberian potongan biaya 50% bagi calon konsumen golongan tarif daya R1-450 VA dan R1-900VA, beber Heru, adalah calon konsumen dapat mengajukan permohonan pasang baru (PB) ke website http://www.pln.co.id  atau Contact Center PLN 123, kemudian calon pelanggan terdaftar dalam daftar Basis Data Terpadu (BDT) TNP2K, akan langsung mendapatkan pemotongan biaya dan dapat langsung melakukan pembayaran hingga Desember 2020.

“Dengan program ini diharapkan seluruh masyarakat di Nusa Tenggara Timur sudah dapat memperoleh akses ketenagalistrikan untuk kehidupannya,” tandas Heru. (*)

Sumber berita dan foto (*/Humas PLN Wilayah NTT)
Editor (+rony banase)

Optimisme PLN Jadikan NTT Sebagai Nusa Terang & Tumbuh

252 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur berupaya meningkatkan rasa kepemilikan stakeholder terhadap PLN dan menjalin komunikasi dengan semua stakeholder melalui jalur formal dan informal; mengoptimalkan pelaksanaan Coorporate Social Responsibility (CSR), program kemitraan dan lingkungan sebagai salah satu cara dari PLN untuk meningkatkan dukungan dari stakeholder.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh General Manager PLN Wilayah General Manager PT PLN Wilayah NTT Ignatius Rendroyoko dalam Multi stakeholder & Collective Action Forum dan Buka Puasa Bersama Keluarga Besar PT PLN UIW NTT dengan stakeholder dan anak-anak panti asuhan pada Senin, 27 Mei 2019 di Palacio Room Aston Hotel Kupang dengan mengusung tema ‘Bersama Meraih Manisnya Ramadhan 1440H dalam Semangat Peningkatan Layanan Energi Optimisme untuk Nusa Terang dan Tumbuh

Ignatius Rendroyoko juga menyampaikan bahwa PLN memiliki tata kelola perusahaan yang baik secara Good Coorporate Governance yang bertujuan untuk memberikan bukti penerapan tata nilai dan integritas korporasi untuk melakukan proses bisnis secara bersih dan menghindarkan korporasi dari terjadi insiden yang tidak dikehendaki.

“Komitmen PLN dalam meningkatkan layanan, kami buktikan dengan penyediaan sistem kelistrikan PLN NTT dengan daya mampu saat ini sebesar 200 MW lebih dengan beban puncak 185 MW dengan cadangan daya sebesar 76 MW yang dapat dimanfaatkan oleh semua investor dan calon investor yang akan berinvestasi untuk kemajuan masyarakat Nusa Tenggara Timur”, tutur GM PLN UIW NTT

Selain itu sebut Ignatius, dengan dimulainya dukungan para stakeholder, pemerintah, pelanggan, pelaku usaha, tokoh masyarakat, pihak keamanan, media, dan PLN sendiri dari unit dan cabang maka diharapkan layanan PLN dapat ditingkatkan dengan baik

Disamping itu, Senior Manager Perencanaan PLN UIW NTT Atmoko Basuki menyampaikan bahwa PLN terus meningkatkan pelayanan dengan tagline semangat energi optimisme PLN menjadikan Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai Nusa Terang dan Tumbuh (NTT)

“Jika kita flasback saat tahun 2016 NTT masih gelap karena kondisi kelistrikan masih defisit atau kekurangan daya namun sekarang malah surplus dengan cadangan daya sebesar 76 MW”, ungkap Atmoko Basuki

Luas total pulau berlistrik sebanyak 19 pulau dengan sistem kelistrikan dan daya mampu sebesar 261 MW dan beban puncak total 185 MW cadangan daya pembangkit sebesar 76 MW dengan rasio elektrifikasi 71,36 % dan jumlah pelanggan 670.596 yang tersebar di 22 kab/kota jumlah kecamatan 306 (6 kecamatan yang belum berlistrik) dengan Rasio Kecamatan berlistrik 98,04 % dengan jumlah desa sebanyak 3.353 desa dengan rasio listrik sebesar 85,9 %

Kondisi kelistrikan dengan sistem besar di Pulau Timor, Flores dan Sumba dengan alternatif energi terbaru terbarukan dengan menggunakan energi matahari atau solar sistem di 11 pulau.

“Melihat data kondisi dan perkembangan kelistrikan saat ini maka PLN sangat siap untuk mendukung investasi yang akan tumbuh di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Semoga cita-cita kita untuk mewujudkan NTT sebagai Nusa Terang dan Tumbuh dengan semangat energi optimisme dapat kita wujudkan bersama”, pungkas Atmoko Basuki.

Penulis dan editor (+rony banase)