Arsip Tag: plt karo umum setda ntt

Terima Juri Lomba Kebersihan, VBL : Ke depan Tak Ada ‘Cleaning Service’ di Instansi

1.048 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan bahwa ke depan setiap ASN harus bertanggungjawab terhadap kebersihan lingkungan tempat dia bekerja. Hal ini diungkapkan Gubernur saat beraudiensi dengan para Juri Lomba Kebersihan antar-instansi Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, di Ruang Kerja Gubernur, pada Kamis, 6 Agustus 2020.

Para Juri yang berjumlah 7 orang ini mendapat banyak arahan dari Gubernur sekitar kurang lebih 3 jam berkaitan dengan masalah kebersihan. Menurutnya kegiatan ini harus rutin dilakukan, agar masalah kebersihan benar – benar menjadi budaya hidup di NTT.

Jika lomba ini dibuat secara rutin, imbuh VBL, maka pasti sebagian besar ASN mulai berbenah dan membersihkan lingkungan tempat kerjanya. Hal inilah yang nantinya akan menjadi budaya dan suatu kebiasaan dalam diri setiap ASN.

“Inilah yang diharapkan dari dibuatnya lomba ini,” ujar Gubernur.

Masih menurut Gubernur VBL, sekian lama para ASN beranggapan bahwa masalah kebersihan merupakan tanggung jawab dari cleaning service. Hal ini yang membuat mereka tidak peduli terhadap kebersihan lingkungan kantor.

“Ke depan tidak ada lagi cleaning service, jadi masalah kebersihan menjadi tanggung jawab semua pegawai,” tegas Gubernur.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat memberikan arahan kepada Tim Juri Lomba Kebersihan antar-instansi

Ia juga minta agar instansi yang meraih predikat terbersih diberi penghargaan sebagai bentuk rangsangan agar tetap menjaga kebersihan lingkungan kantornya. Demikian pula dengan instansi yang meraih predikat terkotor tetap diberi hadiah, sebagai motivasi agar lebih serius memerangi sampah yang ada.

“Khusus bagi instansi yang meraih predikat terkotor tetap diberi hadiah, tetapi hadiahnya berupa tempat sampah yang berisikan sampah plastik, hal ini tentunya akan menjadi pukulan sekaligus motivasi agar ke depan mereka lebih serius memerangi sampah di instansinya,” ujar VBL.

Sebelum mengakhiri pertemuan ini, Gubernur mengharapkan agar ke depan selain lomba kebersihan, juga harus dibuat lomba kinerja antar instansi. Jadi setiap instansi yang bekerja mencapai target yang telah dibuat, maka mereka akan memperoleh penghargaan. Tujuannya adalah agar setiap instansi mampu melakukan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal, tentunya sesuai dengan tupoksinya masing-masing.

Sementara itu, Plt. Kepala Biro Umum Provinsi NTT, George Hadjoh mengatakan bahwa lomba kebersihan yang diprakarsai oleh biro yng dipimpinnya ini, merupakan bentuk implementasi keinginan serta mimpi besar Bapak Gubernur untuk mengubah wajah provinsi ini menjadi bersih, dan harus menjadi pelopor untuk meraih mimpi itu. Masih menurut George bahwa selain lomba kebersihan antar instansi lingkup Pemprov NTT, Biro Umum juga akan menggelar lomba kebersihan antar Kabupaten/Kota, dalam rangka HUT NTT pada bulan Desember 2020.

“Jika kegiatan ini berhasil, maka saya yakin NTT akan menjadi provinsi yang terbersih,” ungkap George.

Pada kesempatan ini pula, George memperkenalkan Dewan Juri yang terlibat pada kegiatan ini, Ketua, Aloysius Tani dari RRI Kupang; Sekretaris, Kristo Embu dari Harian Timor Express, sedangkan anggota terdiri dari Alfons Medabang dari Harian Pos Kupang, Ina Djara dari TVRI Kupang, Syarif Lamabelawa dari Harian Victory News, Hendro Teme dari Radio Tirilolok dan Rony Banase dari Portal Berita Daring Garda Indonesia.

Menurutnya media harus menjadi mitra pemerintah dalam membangun, mengedukasi serta mengubah perilaku masyarakat NTT dalam mengelola kebersihan.(*)

Sumber berita dan foto (*/Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

Garap Lahan Tidur, Biro Umum Setda NTT Berdayakan Mahasiswa Magang Undana

930 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Lahan tidur sekitar 1 hektar di samping Rumah Jabatan Gubernur NTT, kini mulai digarap dan dikembangkan menjadi lahan percontohan program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS). Sebanyak 50 Mahasiswa Magang Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang dari Fakultas Pertanian Jurusan Agribisnis diberdayakan oleh Biro Umum Setda Pemprov NTT.

Lahan tersebut digarap dan ditanam jagung unggulan dengan sistem double track dan menggunakan pupuk hayati organik Jitu17 [formulasi modern untuk pembenahan tanah yang banyak mengandung kimia dengan penanaman sebelumnya. Pupuk Jitu memperbaiki dan memperkaya unsur mikroba dalam tanah sehingga tanah kembali menjadi subur. Dengan formulasi modern ini mempermudah petani dalam aplikasi pemakaian, sehingga hasil panenan meningkat 2 kali dari sebelumnya].

Pupuk Hayati Organik Jitu17

Penanaman jagung secara simbolis oleh Plt. Karo Umum Setda NTT, George Hadjo pada Selasa pagi, 21 Juli 2020 pukul 09.00 WITA—selesai didukung oleh Dinas Pertanian Provinsi NTT, PT. Sangkara Putra Pertiwi, PT. BISI, PT. Pertiwi, PT. Benih Bintang Asia, dan PT. Pioneer yang menyiapkan bibit jagung unggulan.

Plt. Karo Umum Setda NTT, George Hadjo kepada Garda Indonesia menyampaikan lahan milik Pemprov NTT diolah dengan memberdayakan mahasiswa magang Undana Kupang untuk melatih diri mereka belajar secara langsung [mulai dari proses hingga hasil] dan menerjemahkan harapan Gubernur NTT terhadap penyediaan 10.000 tenaga kerja siap pakai.

“Mereka [mahasiswa magang] juga mengolah lahan di belakang Kantor Gubernur.Nanti, kita bakal mendatang instruktur dan teknologi andal untuk menyokong program ini,” ungkapnya.

Penanaman simbolis oleh Plt. Karo Umum Setda NTT, George Hadjo

Selain itu, jelas George, “Di lahan ini, ditanam jagung dengan model kompetitif dari enam perusahaan penyedia bibit jagung unggulan. Kita bakal melihat, bibit jagung mana yang lebih unggul,” urainya.

Ke depan, tandas George, Pemprov NTT bakal selalu menggandeng Undana Kupang untuk bersama mengolah lahan tidur di seluruh wilayah NTT dengan mengedepankan teknologi pertanian.

Sementara itu, Dosen Pendamping Mahasiswa Magang Faperta Undana Kupang, Dr. Leta Rafael Levis menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat karena telah mengizinkan mahasiswa untuk magang dalam waktu satu bulan untuk memenuhi proses belajar dan meningkatkan ketrampilan mereka.

“Para mahasiswa juga diwajibkan memenuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, hand sanitizer, dan mencuci tangan selama melaksanakan magang,” tegasnya.

Pihak Undana, tandas Dr. Leta Rafael Levis, Undana menyambut baik tawaran dari Pemprov NTT untuk mendukung para petani yang mengolah lahan kelor, jagung, dan komoditi unggulan lain.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)