Arsip Tag: program berobat gratis

Berobat Gratis Mulai 1 Agustus 2021, Masyarakat Jangan Takut ke Faskes

216 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Pencanangan program pengobatan gratis bagi seluruh masyarakat Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah diluncurkan pada Senin 26 Juli 2021, dan mulai berlaku pada Minggu, 1 Agustus 2021. Setiap warga yang sakit dan memiliki identitas kependudukan Belu silakan datang ke rumah sakit dan puskesmas terdekat tanpa harus merasa cemas dan takut, karena semua biaya obat dan fasilitas kesehatan (Faskes) ditanggung pemerintah.

Demikian ditegaskan Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. saat mendeklarasikan Desa Tohe, Kecamatan Raihat dan Kelurahan Tenukiik, Kecamatan Kota Atambua sebagai desa/kelurahan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) serta Desa Maumutin dan Desa Asumanu, Kecamatan Raihat sebagai Desa Open Defecation Free (ODF) di aula Kantor Desa Tohe, Kecamatan Raihat pada Jumat, 30 Juli 2021.

Berkaitan dengan deklarasi desa/kelurahan STBM dan ODF, Wakil Bupati meminta masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat mulai dari tindakan–tindakan kecil setiap orang.

Alo Haleserens pun mengimbau kepada masyarakat, agar selalu menerapkan protokol kesehatan 5 M. “Bapa mama semua, sekarang ini di Kabupaten Belu sudah ada virus corona Varian Delta, jadi hati-hati. Ingat pakai masker, selalu cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, hindari kerumunan dan kalau tidak penting (untuk bepergian, red.) lebih baik pergi ke kebun saja,” pintanya.

Wakil Bupati juga menyinggung tentang proses belajar mengajar di sekolah, bahwa para guru wajib memastikan diri telah melakukan vaksinasi dan menerapkan protokol kesehatan 5 M. Anak-anak didik selalu memakai masker, menjaga jarak dalam ruang kelas. Jika terjadi gejala atau hal-hal aneh segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. “Jadi, itu semua sudah kita ingatkan. Ini merupakan orientasi kita dalam melaksanakan tugas dan fungsi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” terangnya.

Pimpinan Yayasan Pijar Timor Indonesia (YPTI) Atambua, Vinsensius Kia Beda dalam sambutan mengatakan, dengan hadirnya STBM, masalah sanitasi mulai ditingkatkan. Proses hidup sehat tidak bisa berjalan tanpa peran aktif dari masyarakat.

“Simpan rindu, piara kenangan. Kenangan yang baik jangan dibuang, jangan kita lupakan tetapi harus tetap dipraktikkan dalam kehidupan sehari–hari di Desa Tohe, Maumutin, Asumanu dan kelurahan Tenukiik yang dideklarasikan menjadi desa/kelurahan STBM dan ODF pada hari ini,” sebut Kia Beda sembari berharap agar mars yang dinyanyikan dan ikrar yang diucapkan harus tetap dipraktikkan dan dipertahankan demi meraih kemenangan yang lebih besar dengan memperoleh sertifikat STBM dan ODF.

Laporan Penjabat Kepala Desa Tohe

Pj. Kepala Desa Tohe, Cyprianus Mau dalam laporan mengatakan STBM merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemacuan.

Kepemilikan akses sanitasi yang layak di Desa Tohe sebesar 90,25% dari jumlah total 1.309 KK. Proses pelaksanaan STBM di Desa Tohe, dimulai sejak tahun 2018.

Pj. Kades menggambarkan, kegiatan STBM dalam mengubah perilaku hidup bersih dan sehat dilakukan dengan berbagai cara agar masyarakat Desa Tohe sadar untuk menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih melalui 5 pilar STBM. “Terima kasih kepada Pemkab Belu, Yayasan Plan Internasional Indonesia bersama mitra kerja Yayasan Pijar Timor Indonesia serta semua elemen yang telah menyukseskan program STBM sehingga masyarakat sadar untuk melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat,” ucapnya.

Turut hadir, forkopimcam Raihat, pastor paroki St. Aloysius Gonsaga Haekesak, kepala desa, TP PKK desa, tokoh masyarakat dan tokoh adat. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Foto: prokopimdabelu

Bupati Belu Sebut Tanggal 1 Agustus 2021 Masyarakat Belu Berobat Gratis

1.655 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | “Mulai tanggal 1 Agustus 2021, seluruh masyarakat Belu sudah berobat gratis hanya dengan menunjukkan KTP”, sebut Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD – KGEH., FINASIM., didampingi Wakil Bupati, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. bersama rombongan saat memantau secara langsung kondisi Puskesmas Halilulik, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin, 19 Juli 2021 sembari menjelaskan bahwa pengobatan gratis, akan didahului dengan sosialisasi dan launcing ‘peluncuran’ pada Senin, 26 Juli 2021.

“Dalam minggu ini, kita akan kumpulkan semua petugas untuk sosialisasi. KTP, Kartu Keluarga dan KKL Kabupaten Belu dicatat NIK – nya pada buku registrasi, diverifikasi, dan dilayani. Seluruh orang Belu, seluruh pelayanan tidak bayar. Minggu ini kita selesai sosialisasi, tanggal 26 Juli, kita launching, tanggal 1 Agustus 2021, orang mulai berobat gratis. Minggu ini kita persiapan akhir,” tegas Bupati dr. Agus Taolin.

Disaksikan Garda Indonesia, setiba di Puskesmas Halilulik, Bupati Belu menyapa seluruh petugas medis dan sejumlah pasien yang ada dengan nuansa penuh santun dan ramah. Selanjutnya, Bupati masuk keluar ruangan puskesmas untuk mengecek keadaan setiap ruangan, termasuk persiapan ruangan yang dikhususkan bagi pasien Covid–19 sembari terus memberi arahan, masukan dan saran tentang standar pelayanan yang baik kepada para petugas.

Sebelumnya, pada hari yang sama Bupati dr. Agus Taolin live bersama Lintas Atambua Pagi pro 1 RRI  Atambua dalam acara ‘Bupati Belu Menyapa’ dengan tema Langkah Pemerintah dalam Penanganan Covid–19 di Kabupaten Belu. Setelah itu, dilanjutkan dengan kegiatan penyerahan hewan kurban di Masjid Al–Muhajidin, Masjid Hidayatullah di Atambua dan Masjid Al–Ikhlas Halilulik. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Wabup Belu Perintah Camat dan Lurah Pastikan Warga Miliki Data Identitas

325 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. didampingi Penjabat Sekda, Frans Manafe, S.Pi., menginstruksikan kepada para Camat dan Lurah se–Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk proaktif melakukan pendataan identitas warganya di wilayah masing–masing, dengan membangun komunikasi intensif bersama para kepala desa, kepala dusun, ketua RT dan RW.

Demikian arahan Alo Haleserens dalam Rapat Pemutakhiran Data Identitas Kependudukan KTP & KK, KK Miskin dan Penerima Bantuan Sosial (Bansos) di aula lantai I Kantor Bupati Belu pada Selasa, 6 Juli 2021.

Wakil Bupati menekankan “Belu Satu Data” sangat penting berkaitan dengan program pengobatan gratis yang direncanakan akan diluncurkan pada Agustus 2021. “Camat dan lurah yang warganya tidak memiliki data identitas KTP dan KK, maka ketika berobat, biaya pengobatannya ditanggung oleh camat, lurah dan kepala desa,” tegasnya.

Disaksikan Garda Indonesia, laporan data kependudukan yang disampaikan oleh setiap camat dan lurah, ternyata masih terdapat banyak data identitas warga yang belum tuntas. Karena itu, Wakil Bupati memerintahkan para camat dan lurah turun langsung ke setiap wilayah RT dan RW guna menjemput dan mengambil data. “Jangan hanya tunggu di tempat. Pergi dan jemput data kependudukan dari setiap warga yang belum memiliki KTP dan KK. Bila diperlukan, bantu urus, jemput dan bawa mereka langsung ke Disdukcapil,” sebut Alo Haleserens.

Penjabat Sekda Belu, Frans Manafe, S.Pi. menambahkan, untuk penanganan warga miskin lintas sektor Kabupaten Belu, diperlukan data valid jumlah KK dan jiwa miskin. “Persoalannya bagaimana kita mendapatkan data secara akurat tentang jumlah KK dan jiwa miskin by name, by address dari setiap kecamatan untuk memperlancar proses pembangunan. Diharapkan setiap camat dan lurah turun langsung ke tengah masyarakat bekerja bersama para kepala dusun, ketua RW dan RT,” pinta Frans Manafe. (*)

Penulis + foto: (*/ Herminus Halek)

Jelang Berobat Gratis, Bupati Belu Ingatkan Miliki KTP, KK & SKL

475 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Guna  menikmati program pengobatan gratis yang akan diluncurkan pemerintah pada Agustus 2021, setiap masyarakat Kabupaten Belu, (Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan Surat Kenal Lahir (SKL).

Demikian, persyaratan ini dikatakan Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM didampingi Wakil Bupati, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. ketika melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Raihat, pada Kamis 17 Juni 2021.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/06/17/bupati-belu-pengobatan-gratis-bukan-untuk-angkat-popularitas/

Bupati Agus Taolin menegaskan, setiap desa harus memiliki data yang akurat terutama data penduduk, kemiskinan, kesehatan, pertanian dan peternakan, dan data penunjang lainnya. “Sekarang bantuan berbasis data, jadi tidak bisa karang – karang. Data itu harus digital dan harus akurat,” tegasnya.

Dalam waktu dekat, urai Agus Taolin, yang paling kita butuh adalah data penduduk, karena dalam 2 (dua) bulan ke depan ketika Perda sudah disahkan, maka seluruh rakyat Belu dapat berobat gratis dengan menggunakan KTP, Kartu Keluarga, dan Surat Kenal Lahir. “Kepala Desa, Camat, Lurah, RT dan RW, data baik-baik warganya. Bagi warga yang sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk, disimpan dengan baik,” tandas dr. Agus Taolin sembari meminta agar camat, kepala desa dan dokter tidak boleh tinggal jauh dari masyarakat demi pelayanan lebih baik.

Terkait pendidikan, Bupati Belu meminta untuk dilakukan pendataan terhadap siswa yang putus sekolah agar dapat kembali melanjutkan pendidikan. “Harus ada intervensi orang tua dan guru untuk menjaga kualitas anak kita menjadi baik,” ujar Agus Taolin.

Menyinggung tentang pertanian dan peternakan, Bupati Taolin menginstruksikan untuk dilakukan pendataan tentang luas lahan, baik lahan kering maupun basah, jumlah tenaga kerja, alsintan, pupuk dan lainnya serta sektor peternakan untuk didata jumlah populasi ternak, termasuk mengawal proses Inseminasi Buatan (IB), sehingga memperoleh hasil yang baik.

Terkait Birokrasi, Bupati Belu mewajibkan adanya kedisiplinan dalam pelayanan. “Politik sudah selesai, sekarang kita urus melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan kerja sebaik – baiknya”, imbuh Bupati Belu.

Bupati Agus Taolin juga memberikan apresiasi kepada camat dan masyarakat Raihat yang telah menerima kunjungan Bupati dan Wakil Bupati Belu bersama rombongan secara baik..“Tadi kita diterima secara baik sekali. Kita juga wajib menerima semua yang berkunjung ke Kantor Bupati secara baik. Berkarakter dan bermartabat itu yang seperti ini. Inilah budaya kita. Ini sesuai dengan visi kami, masyarakat sehat, berkarakter dan kompetitif,” ungkap Bupati Belu.

Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. kembali menekankan tentang pentingnya akurasi data. “Jangan kita anggap remeh data. Kita sudah bekerja susah payah tapi tidak mengadministrasikan secara baik, tidak dilaporkan dengan baik, tidak dievaluasi dengan baik,” ujarnya.

Bupati dan Wabup Belu saat kunjungan kerja di Kecamatan Raihat dan disambut Tarian Likurai

Alo Haleserens mengatakan, dalam melakukan perencanaan di desa, harus dilihat skala prioritas dan potensi desa, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sehingga tidak salah sasaran.

Berhubungan dengan kesehatan gratis, Wakil Bupati menekankan lagi tentang kepemilikan KTP. “Jangan bermain dengan data, harus jujur untuk menyajikan data, sehingga dapat mengambil keputusan dengan benar. Secara khusus, saya berikan penekanan kepada kepala desa. Kita adalah pemimpin, jadi harus berpikir orientasinya terhadap masyarakat,” tukas Alo Haleserens.

Wakil Ketua TP PKK/Dekranasda Kabupaten Belu, Rinawati BR Perangin Angin, SE.,M.M. dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa TP PKK Kecamatan, TP PKK Desa, semuanya harus berjalan, dan ke–4 Pokja harus memiliki program kerja yang terukur.

Rinawati menjelaskan, untuk kegiatan TP PKK, ia bersama Ketua TP PKK Kabupaten Belu akan turun ke kecamatan dan desa untuk melihat program-program yang akan dilaksanakan, dan diharapkan selaras dengan visi–misi  pemerintah.

Anggota DPRD Belu, Melkiyaris Lelo, S.Sos. menyebutkan bahwa terkait program kesehatan gratis, tidak perlu dikhawatirkan oleh masyarakat, karena dirinya bersama teman-teman di DPRD mendukung secara penuh.

Pada awal kegiatan itu, Camat Raihat, Arther H. Rinmalae, SP melaporkan, Kecamatan Raihat memiliki jumlah penduduk kurang lebih 15.000 jiwa yang tersebar di 6 (enam) wilayah desa, yakni Desa Aitoun, Asumanu, Raifatus, Maumutin, Tohe dan Desa Tohe Leten.

Dilaporkan pula, untuk bidang pendidikan terdapat 14 (empat belas) SD, 4 (empat) SMP, 1 (satu) SMA. Dalam waktu dekat akan dibangun 1 (satu) SMA Katolik bekerja sama dengan Kementerian Agama yang saat ini telah memasuki tahap survei terakhir dan layak untuk didirikan.

Pada kesempatan itu, camat juga melaporkan tentang potensi pertanian, peternakan serta pencegahan dan penanggulangan Covid–19 di setiap desa dengan mendirikan Posko Covid–19.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Belu, Johanes A. Prihatin, Pimpinan OPD, TP PKK Kecamatan dan Desa, Tokoh Agama, Tokoh Adat serta Tokoh Masyarakat, PPL, Pendamping Desa serta undangan lainnya. (*)

Sumber berita + foto: prokompimdabelu

Editor: Herminus Halek