Arsip Tag: retno marsudi

500 Ribu Vaksin Janssen Sekali Suntik dari Pemerintah Belanda Tiba di Indonesia

345 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah kembali menambah pasokan vaksin Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan dalam pelaksanaan program vaksinasi nasional. Untuk pertama kalinya, Indonesia kedatangan vaksin Janssen (Johnson & Johnson) sejumlah 500 ribu dosis dalam bentuk jadi, melalui Bandar Udara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, pada Sabtu, 11 September 2021.

“Ini adalah kedatangan dukungan kerja sama Belanda yang ketiga kalinya. Sebelumnya, Indonesia telah menerima 657 ribu dosis vaksin AstraZeneca dari Belanda sebagai bagian komitmen dose-sharing dari Belanda [sebanyak] tiga juta dosis,” ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno LP Marsudi, dalam keterangan pers menyambut kedatangan vaksin Covid-19 tahap ke-56 ini.

Dalam keterangan pers yang juga dihadiri oleh Duta Besar (Dubes) Kerajaan Belanda untuk Indonesia Lambert Grijns serta Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono ini, Menlu RI pun menyampaikan apresiasi atas dukungan penanganan pandemi Covid-19 yang diberikan oleh Pemerintah Belanda.

“Atas nama Pemerintah Indonesia, saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Pemerintah Belanda atas solidaritas dan persahabatannya,” ucapnya.

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno LP Marsudi, dalam keterangan pers menyambut kedatangan vaksin Covid-19 tahap ke-56 (tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Sementara itu, Dubes Kerajaan Belanda untuk Indonesia Lambert Grijns menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengiriman vaksin ke Indonesia secara bertahap dengan total sebanyak lebih kurang tiga juta dosis. Pemerintah Kerajaan Belanda, imbuhnya, sangat senang dapat mendukung Indonesia dalam upaya untuk memvasinasi sebanyak dan secepat mungkin warga negaranya.

“Akan ada lebih banyak pengiriman vaksin dalam minggu-minggu mendatang sehingga total vaksin yang disumbangkan menjadi setidaknya tiga juta dosis,” ujar Dubes Belanda.

Selain vaksin, Belanda juga mengirimkan dukungan penanganan pandemi berupa alat pelindung diri (APD). Grinjs mengungkapkan, kapal yang membawa bantuan tersebut telah bertolak dari Pelabuhan Rotterdam minggu lalu dan akan tiba di Jakarta dalam beberapa minggu ke depan.

“Saya berharap donasi yang kami berikan akan membantu rakyat Indonesia. Indonesia memiliki tempat berarti di hari kami,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada 7 September 2021, BPOM telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) bagi vaksin Covid-19 dengan merek Janssen Covid-19 Vaccine. Indikasi penggunaan jenis vaksin ini adalah untuk pencegahan Covid-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 pada orang berusia 18 tahun ke atas, dengan pemberian sekali suntikan atau dosis tunggal sebanyak 0,5 ml secara intramuskuler.

Janssen Covid-19 Vaccine adalah vaksin yang dikembangkan oleh Janssen Pharmaceutical Companies dengan platform Non-Replicating Viral Vector menggunakan vector Adenovirus (Ad26). (*)

Sumber (*/Setkab RI/DND/UN)

Foto utama (Cheryl Gerber/Courtesy of Johnson & Johnson via AP, File)

Editor (+roni banase)

Tahap Kesembilan, 3,8 Juta Vaksin AstraZeneca Tiba di Indonesia

228 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Sebanyak 3,852 juta dosis vaksin siap pakai AstraZeneca dari Covax Facility kembali tiba di Indonesia pada Senin, 26 April 2021. Kedatangan vaksin ini merupakan tahap kesembilan sejak 6 Desember 2020. Pesawat Emirates yang membawa vaksin tersebut memiliki nomor penerbangan EK-9258 dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, sekira pukul 18.26 WIB.

“Alhamdulillah dengan mengucap puji syukur kepada Allah, pada malam hari ini Indonesia menerima batch kedua vaksin dari jalur multilateral yaitu dari Covax Facility berupa vaksin jadi AstraZeneca sebesar 3,852 juta dosis,” ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam keterangannya di lokasi kedatangan vaksin.

Sebelumnya, pengiriman tahap pertama vaksin multilateral dari Covax Facility telah diterima Indonesia pada tanggal 8 Maret 2021 yaitu sebesar 1,1 juta dosis.

“Indonesia duduk sebagai salah satu co-chairs dalam Covax AMC Engagement Group. Kita prihatin menyaksikan terjadinya gelombang baru di banyak negara dunia serta ditemukannya varian-varian baru di beberapa negara,” jelas Menteri Luar Negeri.

Menurut Retno, pemerintah melihat kebutuhan dunia akan vaksin semakin meningkat dan terjadinya perlambatan pengiriman vaksin di seluruh dunia sehingga mengharuskan pemerintah Indonesia bekerja lebih keras agar ketersediaan vaksin yang aman bagi rakyat Indonesia dapat tercukupi.

“Kita terus berupaya agar program vaksinasi nasional dapat terus berjalan. Siang dan malam kita terus melakukan diplomasi agar kebutuhan vaksin kita tercukupi,” tuturnya.

Untuk diketahui, vaksin AstraZeneca telah masuk ke dalam emergency use listing (EUL) atau daftar penggunaan darurat WHO sejak 15 Februari 2021. Terdaftarnya vaksin tersebut di EUL WHO memungkinkan penggunaan darurat dan distribusi global melalui Covax.

EUL WHO itu melibatkan penilaian yang ketat terhadap data uji klinis fase II dan fase III akhir serta data-data lainnya yang substansial untuk memastikan keamanan, kualitas, dan kemanjuran vaksin.(*)

Sumber berita dan foto (*/BPMI Setpres)

Editor (+roni banase)

Indonesia Minta Tiongkok Hargai Hukum Internasional di Laut China Selatan

272 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menerima kunjungan rekanan Tiongkok, Menlu China, Wang Yi pada Rabu Sore, 13 Januari 2021. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Menlu Wang Yi ke beberapa Negara ASEAN yakni Myanmar, Indonesia, Brunai Darussalam dan Filipina pada 11—16 Januari 2021.

Berbicara di sebuah Konferensi Berita Gabungan dengan Wang Yi, Retno Marsudi menekankan tentang pentingnya semua negara harus patuh dan mematuhi Hukum Internasional, termasuk Konvensi PBB Tahun 1982, tentang Hukum Laut ,untuk menjaga Kedamaian di Laut China Selatan.

“Pentingnya untuk menjaga perdamaian dan stabilitas daerah, dalam hal ini, saya menggarisbawahi pentingnya untuk memastikan laut China Selatan yang damai dan stabil. Untuk mencapai ini hanya ada satu opsi, semua negara harus menghormati dan menegakkan hukum Internasional termasuk UNCLOS 1982,” tegas Menlu Retno Marsudi.

Keamanan Kru Indonesia di Kapal Tiongkok juga dibahas saat rapat. Menlu Retno Marsudi mengapresiasi Beijing karena menangani masalah eksploitasi orang Indonesia yang bekerja di Kapal Nelayan Tiongkok.

Menurut laporan di South China Morning Post, Indonesia memiliki kekuatan maritim bersenjata untuk mencegah kapal- kapal penangkapan ikan asing dari China dan Vietnam yang memasuki Lautan Natuna.

Keakraban Menlu Indonesia, Retno Marsudi dan Menlu China, Wang Yi

Laporan tersebut mengklaim bahwa sejak awal tahun, kapal Patroli sipil Badan Keamanan Maritim Indonesia atau Bakamla telah dipadukan dengan Sistem Senjata Angkatan Laut Stabilitas Jarak jauh 30 mm yang dikendalikan dari jauh.

Langkah ini digambarkan sebagai upaya untuk mencegah penangkapan ikan ilegal, dan masalah serius di sekitar Kepulauan Natuna, tetapi juga dimaksudkan sebagai pencegahan terhadap sebuah kapal asing penangkap ikan.

Selain stabilitas dan keamanan kawasan, kedua negara juga membahas kerja sama tentang kesehatan dan ekonomi, dalam kunjungan tersebut kedua Menlu menyaksikan Penandatanganan Dua Nota Kesepahaman yaitu Enhancement of Collaborative Aktivities dan Pre-Feasibility Study untuk Proyek Bendungan Lambakan di Kaltim.

Sehari sebelumnya, Menlu China juga telah melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Danau Toba yang berfokus pada urusan perdagangan dan investasi.

Wang Yi berjanji, negaranya akan mengimpor lebih banyak produk Indonesia dan meningkatkan investasi di Indonesia, karena Jakarta mendesak Beijing untuk menghilangkan hambatan agar perdagangan kedua negara lebih seimbang, hal itu disampaikan usai bertemu dengan LBP dan Menlu Retno Marsudi, dalam kunjungan dua hari di Indonesia.

“China adalah mitra dagang terbesar dengan Indonesia, nilai ekspor Indonesia ke China tahun lalu meningkat lebih dari 10 persen di tengah krisis ekonomi dan pandemi global,” tegas Wang Yi.(*)

Sumber berita dan foto (*/tim/ali sahan)

Editor (+roni banase)

734 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri, Tersebar di 33 Negara & Kapal Pesiar

150 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mencatat sekiranya 734 Warga Negara Indonesia (WNI) terpapar Covid-19 di luar negeri sesuai data per Minggu, 10 Mei 2020. Para WNI tersebut tersebar di 33 negara/teritori dan 20 kapal pesiar.

“Hingga kemarin, 10 Mei 2020 terdapat 734 kasus yang terpapar Covid-19,” ungkap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada Senin, 11 Mei 2020.

Dari angka tersebut, Menlu juga merincikan ada sebanyak 321 orang dilaporkan masih dalam perawatan, 372 telah sembuh dan 41 meninggal dunia.

Sebagai bentuk antisipasi dan penanganannya, Kemenlu berkoordinasi dengan perwakilan RI di luar negeri dan otoritas negeri/teritori negara setempat guna memastikan semua WNI yang terpapar mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak sesuai peraturan setempat.

Selain itu, guna meringankan WNI yang paling terdampak dan paling memerlukan, Pemerintah Indonesia juga telah dan akan terus memberikan bantuan sembako dan bantuan kebutuhan kesehatan lain kepada para WNI.

“Semua bantuan ini tentunya dilakukan sesuai situasi negara setempat dan dengan menghormati peraturan yang berlaku di negara tersebut,” jelas Menlu Retno.

Hingga Minggu, 10 Mei 2020, Retno merincikan sebanyak 375.165 paket sebaku dan barang alat medis lainnya telah diberikan kepada WNI yang rentan dan sangat membutuhkan.

“Di Malaysia, 334.369 sembako telah didistribusikan. Kami ucapkan terima kasih kepada organisasi masyarakat Indonesia di Malaysia yang telah bahu membahu dengan perwakilan dalam penyediaan dan pendistribusian sembako,” ungkap Menlu.

Kemudian di Timur Tengah ada sebayak 19.083, wilayah Eropa 3.350, wilayah Asia dan Pasifik (selain Malaysia) 5.240, wilayah Amerika 13.015 dan di wilayah Afrika 105 bantuan yang telah diserahkan.

Dalam hal ini, Retno juga mengakui bahwa besarnya kasus perlindungan WNI di luar negeri selama Covid-19 ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Kendati demikian, Pemerintah RI dan seluruh Perwakilan telah dan akan terus meningkatkan upaya pelindungan semaksimal mungkin. Kemenlu juga memberikan apresiasi kepada beberapa komunitas masyarakat Indonesia di luar negeri yang telah sedia bergotong-royong meringankan beban satu sama lain.

“Dalam hal ini, saya sangat mengapresiasi inisiatif berbagai komunitas masyarakat Indonesia di luar negeri untuk bahu-membahu bersama Perwakilan RI dalam memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita yang paling rentan dan paling terdampak Covid-19,” ungkap Retno.

“Semangat kebersamaan dan gotong royong ini perlu terus kita dorong,” pungkasnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)
Editor (+rony banase)