Arsip Tag: romo kris fallo

Nyonya Freny Indriani Jadi Bunda Literasi Kabupaten Belu

378 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Ketua TP PKK Kabupaten Belu, Nyonya Dra. Freny Indriani Yanuarika dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Kabupaten Belu, yang ditandai dengan penyematan selempang oleh Ketua Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Belu, Romo Kris Fallo, Pr.

Acara pengukuhan bertempat di taman baca masyarakat (TBM) Sahabat Joe Dusun Nela,  Desa Naekasa Kecamatan Tasifeto Barat. Usai pengukuhan Bunda Literasi, Ny. Freny menyampaikan terima kasih dipercayakan sebagai Bunda Literasi Kabupaten Belu.

“Ini menjadi tanggung jawab besar dan kepercayaan yang luar biasa bagi saya, kami berharap anak-anak dapat senang membaca untuk menjadi generasi penerus yang pintar, berkarakter dan kompetitif,” harap Bunda Literasi Belu.

Pengukuhan Bunda Literasi Belu oleh Ketua FTBM, Romo Kris Fallo

Sementara itu, Ketua FTBM Belu Romo Kris Fallo menyampaikan, kehadiran FTBM Belu untuk memperjuangkan literasi dan mengembalikan minat baca masyarakat. “Kita tahu ada enam literasi dasar yakni baca, tulis, numerasi, budaya, sains dan digital. Jadi ini yang kami perjuangkan di Kabupaten Belu, karena kita tahu bahwa minat baca semakin menurun, sehingga tujuan kami ke depan, anak–anak kembali memiliki minat untuk baca buku,” tutur Romo Kris.

Dijelaskan Romo Kris, FTBM di Kabupaten Belu terbentuk sejak Januari tahun 2021,  saat ini sudah terbentuk 45 TBM. Ke depan diharapkan semua desa dapat memiliki TBM. “Kami berharap melalui penyematan ini didukung oleh Pemerintah untuk berkolaborasi bersama agar literasi di Kabupaten Belu dapat terwujud,” pintanya.

Pada kesempatan ini juga diserahkan Donasi Buku sebanyak 600 eksemplar bantuan dari FTBM Provinsi NTT kepada pengurus TBM Sahabat Joe dan penyerahan bingkisan kepada anak-anak TBM Sahabat Joe oleh Bunda Literasi, turut disaksikan Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan,  Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Wakil Ketua TP PKK Kab. Belu, Ketua FTBM Belu. (*)

Sumber (*/Kominfo Belu/Ria)

Foto oleh Cransen

Editor (+roni banase)

Plh. Bupati & Anggota DPRD Belu Apresiasi FTBM Pimpinan Romo Kris Fallo

377 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | ”Saya apresiasi dan berterima kasih atas kehadiran Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Belu yang dinakhodai oleh Romo Kris Fallo, yang mana nantinya akan mendukung pemerintah sekaligus masyarakat dalam menghidupkan kembali gerakan literasi terutama semangat atau niat membaca masyarakat di kabupaten ini”, ungkap Plh. Bupati Belu, Frans Manafe, S.Pi.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/03/14/giat-literasi-ftbm-belu-donasi-buku-ke-tbm-lopo-cerdas-sabar-manumutin/

Ia pun menandaskan bahwa gerakan literasi membaca dimaksud, untuk menekan angka buta aksara di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah, dirinya didampingi anggota DPRD Belu fraksi Golkar, Theodorus Seran Tefa memenuhi undangan Ketua FTBM untuk turut hadir dalam kunjungan ke salah satu kelompok binaan FTBM, TBM Lopo Cerdas Sabar di Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, pada Minggu, 14 Maret 2021.

“TBM Lopo Cerdas itu luar biasa. Saya mendapatkan laporan dari salah satu anggota bahwa mereka sudah mulai belajar menghemat dan menabung. Hasil menabung itu, kemudian didonasikan kepada panti–panti asuhan yang ada. Mereka juga belajar menanam, mendaur ulang sampah dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar tentang manfaat memakai masker di masa pandemi Covid-19 ini,” urai Plh. Bupati, Frans Manafe.

Untuk mendukung sosialisasi menggunakan masker tersebut, kisah Plh. Bupati lebih lanjut, anak-anak TBM Lopo Cerdas Sabar belajar menjahit masker. Selain itu, mereka belajar untuk memberikan apresiasi kepada tenaga-tenaga kesehatan dan para pegiat Covid-19 melalui kartu-kartu apresiasi. Bahkan, ada pun dari antara peserta TBM Lopo Cerdas yang sudah sukses mengikuti lomba Master Ceremony (MC), berani tampil di depan umum, dan membantu orang tuanya ketika berada di rumahnya masing-masing.

Anggota DPRD Belu (Ketua Komisi II), Theodorus Seran Tefa

Menariknya, imbuh Frans Manafe, mereka sudah bisa membedakan antara status anak pekerja dan pekerja anak. “Anak pekerja, artinya orang tua memberikan pekerjaan-pekerjaan sesuai dengan umur dan kemampuan mereka. Sedangkan pekerja anak berarti, anak dalam tanda kutip dipaksakan oleh orang tuannya untuk bekerja karena alasan impitan ekonomi keluarga,” terangnya.

Ketua Komisi II DPRD Belu, Theodorus Seran Tefa menambahkan, bahwa dirinya mendampingi Plh. Bupati Belu, Frans Manafe yang hadir di TBM Lopo Cerdas itu untuk memberikan dukungan dalam bentuk donasi buku, demi membangkitkan kembali budaya semangat membaca masyarakat, terutama untuk menekan angka buta aksara di wilayah Kabupaten Belu, termasuk mendorong semangat membaca dan menulis  bagi aksarawan dan aksarawati yang sudah dibina selama ini.

Sebagai anggota DPRD, dirinya mengimbau kepada pemerintah daerah untuk memberikan perhatian serius terhadap FTBM, agar bisa terus berkembang  hingga ke wilayah-wilayah pelosok, guna meningkatkan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Belu.

“Harapan saya, semoga dengan hadirnya FTBM Belu ini dapat mengembalikan tradisi membaca buku fisik, untuk membatasi tantangan globalisasi era digital saat ini, yang mana telah mengurangi minat baca dan tulis. Kalau minat baca ini ditingkatkan, maka akan membantu untuk mendorong literasi-literasi dalam bentuk lainnya,” papar Ketua Komisi II DRPD Belu yang akrab disapa Theo Manek. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)