Arsip Tag: rusuh di manokwari

Menkopolhukam: “Papua dan Papua Barat Bukan Anak Tiri!”

147 Views

Manokwari, Garda Indonesia | Saat berada di Sorong, Menko Polhukam menyampaikan bahwa Papua dan Papua Barat merupakan anak emas pemerintah Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya dana yang didistribusikan untuk membangun Papua dan Papua Barat.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2019/08/19/rusuh-terjadi-di-manokwari-perusuh-membakar-sejumlah-fasilitas-umum/

“Kalau ada yang mengatakan Papua dan Papua Barat itu anak tiri Indonesia, itu salah besar,” kata Menko Polhukam Wiranto ketika bertemu dengan para tokoh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, tokoh adat dan masyarakat di Manokwari, Papua Barat, Kamis, 22 Agustus 2019.

Menko Polhukam mengatakan Presiden Jokowi sudah 7 kali melakukan kunjungan kerja ke Papua dalam setahun. Menurutnya, tidak ada provinsi yang sesering itu dikunjungi presiden.

“Tidak ada provinsi yang dikunjungi presiden setahun 7 kali, tidak pernah ada. Jawa Tengah pun tidak sebanyak itu. Artinya Papua dan Papua Barat bukan anak tiri tapi anak emas. Saya yakin itu dan saya bisa buktikan itu,” kata Menko Polhukam Wiranto.

Dijelaskan, pemerintah telah mendistribusikan dana Rp.100 triliun lebih untuk Papua dan Papua Barat. Selain itu, pemerintah juga telah membuktikan komitmennya menyamaratakan harga-harga kebutuhan pokok di Papua dengan wilayah lainnya.

“Dana pusat yang didistribusikan ke Papua lebih dari Rp.100 triliun. Bahkan kita masih ingat Presiden saat kunjungan minta jalan antarkota segera dibangun, juga minta harga-harga yang melambung tinggi di Papua harus sama dengan di Jawa dan itu terbukti dapat dilakukan,” ungkap Menko Polhukam Wiranto. (*)

Sumber berita (*/polhukam)
Editor (+rony banase)

Rusuh Terjadi di Manokwari, Perusuh Membakar Sejumlah Fasilitas Umum

437 Views

Manokwari-Papua, Garda Indonesia | Aksi brutal dilakukan oleh sekelompok orang yang diawali dengan pemalangan atau pemblokiran jalan dengan melakukan penebangan pohon, pembakaran ban, pasca-penangkapan terhadap Mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya.

Informasi yang dihimpun media ini, sebelumnya telah beredar imbauan untuk melakukan aksi pada Senin, 19 Agustus 2019 di Manokwari, dengan titik kumpul di depan Uniap, Wosi Lampu Merah, Simpang Perkebunan Dan Sanggeng.

Selanjutnya, sekitar pukul 05.30 WIT dilakukan pemalangan jalan dengan pembakaran ban dan penebangan pohon bertempat di depan Hotel Swissbell, Koramil 1801-01/Kota Jl. Yos Sudarso.

Pada pukul 06.30 WIT telah dilakukan pemalangan jalan dan pembakaran ban di Perempatan Lampu Merah Sanggeng Jl. Yos Sudarso dan sekitar pukul 07.00 WIT pemalangan jalan dan pembakaran Umbul-umbul merah putih terjadi di jalan raya Jl. Yos Sudarso.

Dealer Mobil Daihatsu dirusak dan dibakar perusuh

Kemudian pada pukul 07.30 WIT aksi massa melakukan pemalangan dan akses lalu lintas macet total di Putaran Sahara Jl. Yos Sudarso; Komplek Fanindi; pembakaran ban di depan Pelabuhan dan Bank Indonesia Jl. Siliwangi; di Pertigaan Swapen Perkembunan dengan menggunakan Kayu Jl. Swapen Perkebunan dan pada pukul 07.55 WIT telah dilakukan pemalangan di pertigaan/putaran Pengadilan Negeri Manokwari dengan menggunakan kayu dan pembakaran ban serta pemecahan botol-botol.

Massa dengan melakukan aksi brutal pada pukul 08.00 WIT melakukan pembakaran ban di depan Hotel The Alexander Jl. Jend. Sudirman dan kemudian melempari kaca hotel dengan bebatuan.

Gedung DPRD Papua Barat dibakar perusuh

Salah satu Warga Manokwari (sebut saja Dorkas) ketika dihubungi via telepon pada Senin, 19 Agustus 2019 pukul 14:10 WITA menyampaikan bahwa aksi perusuh telah bergabung dari segala penjuru dan membuat warga ketakutan.

“Kami tidak bisa keluar rumah!, hanya orang yang berani saja keluar rumah untuk menonton aksi kerusuhan tersebut. Sekolah, dan toko handphone, toko kue ikut dirusak dan dijarah,” ujar Dorkas.

Lanjut Dorkas, termasuk Kantor DPRD Manokwari ikut dibakar. Menurut Dorkas, aksi tersebut semakin brutal, tidak hanya pembakaran ban namun merambat ke perusakan dan penjarahan.

“Dealer Mobil Daihatsu dirusak dan dibakar, The Alexander Hotel yang baru beroperasi 1 (satu) bulan terkena dampak perusakan, Toko kue terkenal, Abon Gulung oleh-oleh khas Manokwari juga ikut dibakar,” beber Dorkas.

‘The Alexander Hotel’ dirusak oleh perusuh

Selain itu, jelas Dorkas, listrik padam sejak pagi, sekolah tutup dan aktivitas ekonomi lumpuh.

Tak ketinggalan, unsur Forkompinda yang sempat turun ke lokasi rusuh dilempari batu.

Hingga kini, aksi rusuh tak hanya di Manokwari namun merambat ke Sorong dengan aksi merusak Bandara Bandara Rendani.

Penulis dan editor (+rony banase)