Arsip Tag: sisilia sona

UMP NTT Tahun 2020 Sebesar Rp.1.95 Juta

165 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Upah Minimum Provinsi (UMP) Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2020 telah ditetapkan dan tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur NTT Nomor 367/Kep/HK/2019 tanggal 1 November 2019.

Sesuai dengan UMP NTT tahun 2020 maka kenaikan UMP (Upah Minimum Provinsi) tahun 2020 sebesar 8,64 persen menjadi Rp 1.950.000,- (satu juta sembilan ratus lima puluh ribu rupiah) dan jika dibandingkan dengan UMP tahun 2019 sebesar Rp.1.795.000,- maka ada penambahan sebesar Rp 155.000,- (seratus lima puluh lima ribu rupiah).

Demikian penjelasan Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopnakertrans) Provinsi NTT, Sisilia Sona kepada awak pada Selasa, 19 November 2019 di pelataran Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, usai mengikuti penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Lingkup Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun Anggaran 2020.

“Upah Minimum telah kami umumkan berlaku mulai tanggal 1 Januari—Desember 2020. Kami berharap agar perusahaan dapat menjadikan upah yang telah ditetapkan harus dilaksanakan,” jelas Sisilia.

Lanjut Sisilia, pihaknya telah berdialog dan berkoordinasi dengan Apindo dan serikat pekerja agar upah minimum yang telah ditetapkan dapat dilaksanakan dan jika tidak dilaksanakan maka bakal ada sanksi.

“Upah minimum berlaku bagi semua perusahaan yang memperkerjakan karyawan dan dari semua sektor,” tegasnya. (*)

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Lepas 25 Peserta Vokasi Pariwisata ke Australia, Ini Pesan Wagub Josef

154 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bertempat di Ruang Rapat Gubernur NTT, pada Jumat, 6 September 2019, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi resmi melepas 25 Peserta Program Pendidikan Vokasi Pariwisata yang diberangkatkan ke Universitas Griffith, Australia.

Pada kesempatan tersebut turut hadir Sekretaris Daerah NTT, Benediktus Polo Maing dan Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dra. Sisilia Sona.

Josef Nae Soi dalam arahannya kepada peserta mengatakan agar para peserta bisa belajar manajemen pariwisata melalui program tersebut.

“Saya mau agar kalian (para peserta) bisa belajar hal-hal praktis mengenai pariwisata di sana. Supaya ketika kembali ke NTT nanti bisa diterapkan. Anda harus mampu mengaplikasikan manajemen pariwisata yang baik,” jelas Wagub Josef.

Ia menambahkan pentingnya mempelajari pariwisata dengan 5 A yakni Atraktif, Akomodasi, Aksesibilitas, Ammenity (kenyamanan dan kenikmatan) dan Awarness (kesadaran).

“Kalian bisa mempelajari bagaimana di Kota Gold Coast ada pasar tradisional yang memikat pengunjung. Kemudian pantai yang menjadi wisata. Ada juga hotel, homestay serta makanan yang disajikan sederhana namun higienis. Anda harus mampu mempelajari pola manajemen pariwisata dan harus menirunya. Anda juga bisa mempelajari bagaimana masyarakat di sana menjaga kebersihan dan tata kelola wisata,” jelasnya.

Wagub Josef menginginkan agar setelah mengikuti program tersebut para peserta bisa membantu pemerintah untuk menularkan cara kerja dan pengelolaan pariwisata yang baik pada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi NTT Dra. Sisilia Sona menjelaskan 25 peserta tersebut merupakan hasil seleksi di mana kemampuan bahasa inggris mereka sangat baik.

“25 peserta ini telah melewati beberapa tahapan seleksi. Termasuk TOEFL dengan skor 500 dan juga ada yang melampaui. Mereka akan belajar selama 5 minggu di Australia,” jelas Sisilia.

Sisilia menambahkan, setelah para peserta pulang maka sudah ada perjanjian kerja dengan Pemerintah daerah sesuai dengan bidang apa yang akan mereka kerjakan nanti.

Alberto Selan, salah satu peserta mengatakan sangat berterima kasih kepada Pemerintah NTT yakni Gubernur dan Wakil Gubernur yang sudah bekerja sama dengan Universitas Nusa Cendana dan Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kopnakertrans) dalam mengadakan program pendidikan vokasi tersebut dan kiranya Pemerintah diharapkan untuk terus mendukung program tersebut sebagai salah satu cara untuk membentuk kualitas sumber daya manusia.

“Setelah kami kembali nanti akan ada project dari masing-masing peserta di bidang kuliner, pelestarian budaya dan enterpreneur,” jelas Alberto.(*)

Sumber berita (*/Meldo Nailopo—Biro Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

13 Tahun Melayani, KSP Timau Akhirnya Miliki Gedung Berlantai 3

35 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | KSP (Koperasi Simpan Pinjam) Timau berdiri sejak 20 Mei 2006 berbadan Hukum No 10/BH/XXIX/IX/2009 dan beranggotakan sekitar 5.000 orang, Kini; KSP Timau memiliki gedung kantor sendiri berlantai 3 yang berlokasi di Jalan H R Koroh Kelurahan Sikumana Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur

Diresmikan pada Jumat/22 Maret 2019 oleh Kadis Transmigrasi, Tenaga Kerja dan Koperasi NTT, Sisilia Sona mewakili Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, peresmian dilaksanakan dengan penekanan sirine, paraf prasasti dan pengguntingan pita di pintu masuk gedung KSP Timau

Gedung Kantor KSP Timau berlantai 3 dengan luas bangunan 693 m2 yang memiliki 11 ruangan dan dibangun diatas tanah milik KSP Timau seluas 862 m2 dengan menelan anggaran sebesar 2,5 Miliar yang diperoleh dari sumbangan Anggota Koperasi sebesar 30 ribu rupiah per anggota/per tahun atau 2.500 rupiah per bulan

Ketua Dewan Pimpinan KSP Timau, Gregorius Baitanu,S.Ag., mengatakan bahwa Gedung KSP Timau dibangun diatas 5 (lima) pilar yakni pendidikan, swadaya, solidaritas, inovasi dan kebersamaan dalam keberagaman. Selain 5 pilar, Gedung KSP Timau juga dibangun diatas 3 pilar yakni Tri Tunggal Maha Kudus (Bapa, Putera dan Roh Kudus).

“Bangunan KSP Timau dibangun oleh putra/putri daerah yang merupakan anggota koperasi atau yang mau bekerja membangun gedung harus masuk menjadi anggota karena Gedung KSP Timau dibangun diatas keprihatinan”, ujar Gregorius Baitanu.

Ketua Dewan Pimpinan KSP Timau, Gregorius Baitanu,S.Ag

Selain dibangun diatas keprihatinan, tambah Gregorius, Gedung KSP Timau juga dibangun diatas landasan budaya karena kita terbentuk dari budaya

“Puskopdit BK3D Timor menyumbang 2 miliar dan kita berhutang selama 5 (lima) tahun kedepan dan bapak/ibu anggota membayar 2.500 rupiah tiap bulan untuk mengangsur ke Puskopdit”, tandas Gregorius

Disamping itu, Kadis Transmigrasi, Tenaga Kerja dan Koperasi Provinsi NTT, Sisilia Sona saat menyampaikan sambutan mengatakan bahwa gedung yang begitu indah dibangun atas dasar kemurahan Tuhan dan berawal dari tekad, keberanian, dan semangat

Pengguntingan pita oleh Kadis Transmigrasi, Tenaga Kerja dan Koperasi Provinsi NTT, Sisilia Sona

“Koperasi ini harus maju, mandiri, dan kuat dan menjadi salah satu koperasi yang dapat dibanggakan anggota, pengurus dan pemerintah”, ujar Sisilia Sona

Lanjut Sisilia, Salah satu yang dapat dibanggakan oleh anggota, pengurus dan pemerintah yakni gedung kantor ini dan tetap menjadi milik kita bersama yang menjadi momentum bagi kita bahwa dia ada karena kita butuh. Pemerintah sangat membutuhkan koperasi sebagai soko guru dan harus tetap menjadi milik bersama

“Kalau kita bicara tentang koperasi, sebuah lembaga ekonomi yang dijamin kehadiran oleh negara, ada undang-undang dan terdapat strategi dan sistem mengatur yang jelas. Ini yang paling bagus. Daripada kita masuk ke dalam sebuah lembaga yang katanya koperasi namun hanya berupa nama saja sedangkan managemen bukan koperasi”, terang Sisilia Sona.

Penulis dan editor (+rony banase)