Arsip Tag: skema kredit pinjaman daerah

Bank NTT Kucurkan Pinjaman Daerah Rp.150 Miliar bagi Pemprov NTT

489 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) mengucurkan pinjaman daerah sebesar Rp.150 Miliar untuk Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang diperuntukkan bagi 15 paket pembangunan jalan provinsi sepanjang 108 km.

Tahapan realisasi pencairan dana pinjaman daerah diawali dengan Penandatanganan Pinjaman Daerah antara Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi pada Kamis, 19 Maret 2020 pukul 09.00 WITA—selesai di Halaman Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat saat menandatangani perjanjian kerja sama pinjaman daerah

Gubernur Viktor Laiskodat kepada awak media usai penandatanganan kerja sama menyampaikan bahwa usai penandatanganan kerja sama langsung dilanjutkan dengan proses pencarian. “ Kemampuan Bank NTT hanya sebesar Rp.150 Miliar, selanjutnya bakal dilakukan pinjaman daerah ke PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI),” ujar Gubernur Viktor seraya mengatakan rencana pinjaman Pemprov NTT sebesar Rp.900 Miliar dibagi dalam 2 (dua) tahun yakni Rp.450 Miliar di tahun 2020 dan sisanya Rp.450 Miliar di tahun 2021.

Untuk pinjaman daerah selanjutnya, imbuh Gubernur Viktor Laiskodat, bakal dilaksanakan dengan PT. SMI dan Bank NTT sedangkan rencana pinjaman ke Bank Mandiri belum ada kepastian pinjaman. “Ke depan kita laksanakan pinjaman hingga Rp.1 Triliun ke SMI karena mereka mampu dan APBD NTT memadai,” ungkapnya.

Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi saat membubuhkan tanda tangan dalam perjanjian kerja sama pinjaman daerah antara Bank NTT dan Pemprov NTT

Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi kepada awak media, menyatakan sesuai DPK besaran pinjaman daerah yang dapat disalurkan hanya sebesar Rp.150 Miliar. “Kita lihat ke depan, jika pergerakan modal semakin lebih baik, maka kita dapat meningkatkan pinjaman. Jadi tahap pertama hanya sebesar Rp.150 Miliar dengan bunga efektif sebesar 10,5 persen,” jelas Izhak Eduard Rihi.

Selain itu, ujar Direktur Utama Bank NTT, pinjaman daerah bagi Pemprov NTT ini sebagai model bagi daerah kabupaten/kota se-NTT. “Teman-teman dari kabupaten/ kota dapat mengusulkan pinjaman daerah sesuai dengan APBD dan PAD,” imbuhnya.

Tentang mekanisme pembayaran cicilan pinjaman daerah, Izhak Eduard Rihi menjelaskan pada tahun pertama dibayarkan bunga, tahun kedua dan ketiga pembayaran pokok dan bunga. “Bentuk pinjaman daerah ini aman dengan risiko rendah (low risk), dengan kondisi ini kita ingin memindahkan pinjaman high risk ke model pinjaman daerah yang low risk dengan agunan APBD dan PAD,” pungkasnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

‘Coffee Morning DPMPTSP’: Bank NTT Bakal Jadi Mitra Investor & Pengusaha

355 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berupaya untuk memaksimalkan dukungan kepada investor yang telah berinvestasi untuk mewujudkan Masyarakat Ekonomi NTT(ME NTT) dalam mendukung spirit NTT Bangkit Menuju Sejahtera.

Dan, dalam rangka peningkatan iklim usaha dan iklim investasi maupun penciptaan lapangan kerja di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bank Pemerintah Daerah (Bank NTT) diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi dan corong investasi.

Untuk memaksimalkan peran Bank NTT dan sebagai bentuk penegasan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat untuk menjadikan Bank NTT sebagai corong investasi dalam mengurangi persoalan-persoalan investasi, maka Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTT memfasilitasi pertemuan antara para pengusaha atau investor dan Bank NTT dalam wadah coffee morning.

Sebagai fasilitator dalam coffee morning dihelat pada Selasa, 9 Juli 2019 pukul 10:00—12:00 WITA di Ballroom Hotel Neo Aston yakni Kepala DPMPTSP NTT, Drs.Marsianus Jawa,M.Si.; mempertemukan Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Ishak Eduard Rihi dan para pengusaha dan investor dari sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perhotelan dan lainnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTT, Drs.Marsianus Jawa,M.Si.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTT, Drs.Marsianus Jawa,M.Si., kepada para pengusaha menyampaikan bahwa seberapa besar investasi yang masuk ke NTT dan bagaimana pelayanan yang terbaik kepada masyarakat menjadi tugas pokok dari DPMPTSP NTT

“Kalau tentang pelayanan, saya pastikan bahwa menyangkut ijin-ijin pasti mudah. Yang sedikit sulit berada pada instansi teknis tetapi tetap kami komunikasikan agar semua perijinan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP)”, tutur Marsianus Jawa.

Sedangkan, Direktur Utama Bank NTT, Ishak Eduard Rihi dalam pemaparannya dihadapan para pengusaha dan investor menyampaikan bahwa Bank NTT membuka ruang akses kepada masyarakat NTT untuk memanfaatkan Bank NTT dalam mempercepat pemulihan ekonomi.

Selain itu, terang Dirut Ishak, “Kita akan menjadi mitra strategis pemerintah untuk percepatan pembangunan ekonomi. Jadi orientasi kita tidak konsumtif lagi namun produktif.”

Foto bersama Dirut Bank NTT Ishak Eduard Rihi dan Kepala DPMPTSP NTT, Drs.Marsianus Jawa,M.Si. dan staf

Bank NTT, menurut Ishak Rihi, akan tetap menjalankan produk yang inovatif, layanan yang execelen (execelent service) sehingga memperoleh achievement dan menjadikan Bank NTT sebagai Kapal Induk untuk perang melawan kemiskinan.

“Kami mengajak para investor untuk berperan aktif dalam skema kredit pinjaman daerah potensial dengan menciptakan life cycle seperti membuat ekosistem usaha dan terintegrasi dengan skema modal atau investasi saham dengan komposisi 40 : 60 (40 persen pemerintah dan 60 persen pengusaha)”, terang Dirut Ishak.

Disamping itu, jelas mantan Kepala Divisi (Kadiv) Kualitas Layanan dan Produk Bank NTT ini kepada para investor bahwa Bank NTT juga berupaya mengurangi persoalan investasi dan investor diharapkan dapat menyimpan uang di Bank NTT sesuai harapan Gubernur NTT

“Kedepan, Investor yang akan berinvestasi di NTT minimal telah mempunyai usaha yang sama diluar dan akan diberikan insentif bunga”, tandasnya.