Arsip Tag: susteran omjm

Satu Ton Beras bagi Susteran OMJM Kupang dari Wagub NTT Josef Nae Soi

118 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Perhatian dan kepedulian Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT terhadap lembaga keagamaan dan lembaga kesejahteraan sosial dalam hal ini panti asuhan di Provinsi NTT semakin nyata. Bantuan berupa beras ini dimaksudkan untuk menanggulangi para penghuni panti agar sanggup bertahap hidup karena terdampak Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 beberapa bulan terakhir.

“Saya harus beri hormat yang luar biasa kepada Suster pimpinan OMJM, karena Spanyol dan Kupang Muy Lejos (baca muy yehos) yang artinya sangat jauh, tetapi bisa datang dan berkarya di Kupang; ini luar biasa. Kami berterima kasih karena sudah membantu anak-anak Indonesia khususnya anak-anak di Kota Kupang agar bisa mengenal dunia dan kehidupan Tuhan Yesus,” sebut Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Josef A. Nae Soi, M.M. saat menyerahkan 1 ton beras untuk biara susteran OMJM di Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang, pada Minggu, 28 Juni 2020.

Nampak hadir dan mendampingi Wagub Nae Soi, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si dan Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Provinsi NTT, Djose Nai Buti yang hadir lengkap bersama Tim Tagana Dinsos NTT.

Wagub Nae Soi mengajak para suster dan semua elemen masyarakat untuk terus berdoa agar NTT jangan sampai seperti yang terjadi di Spanyol yang terkenal dengan flu Spanyol yang mengakibatkan banyak korban meninggal. “Spanyol memberikan pelajaran yang luar biasa kepada dunia bahwa jangan main-main dengan virus seperti Covid-19. Juga seperti di Italia, karena menganggap enteng virus ini lalu banyak orang meninggal dunia,” ujar Wagub.

Wagub Nae Soi juga mengatakan bahwa Provinsi NTT telah diberikan predikat sebagai provinsi percontohan penanganan Covid-19 oleh Gugus Tugas Covid-19 Nasional. “Semoga ke depan tidak terjadi hal-hal yang tidak dinginkan dan Covid-19 bisa segera berlalu,” ungkap Wagub.

Pose bersama Wagub NTT Josef Nae Soi, Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Djelamu dan para Suster OMJM

Wagub Nae Soi memberi apresiasi dan ucapan terima kasih atas pengorbanan dan perhatian pimpinan Susteran OMJM yang telah memilih Kota Kupang sebagai tempat pelayanan dan pusat OMJM di Indonesia. “Saya dan Pak Gubernur Viktor Laiskodat dan seluruh masyarakat NTT mengucapkan terima kasih atas pengabdian para suster yang telah meninggalkan keluarga yang jauh di Spanyol dan berbakti di Kota Karang; Kota Kupang. Kalau mau enak, maka suster jauh lebih memilih di Spanyol. Tetapi inilah pengorbanan yang luar biasa, dan beras satu ton ini sebagai tanda terima kasih dan semoga bisa membantu para suster di biara ini,” kata Wagub Nae Soi, sambil tersenyum.

Gubernur VBL Bagi Beras di Manggarai dan Manggarai Timur 

Sementara itu, dalam kunjungan kerja (kunker) Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) wilayah Flores Barat khususnya di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur; Gubernur VBL juga menyempatkan diri untuk memberi bantuan berupa beras. Beras ini dibeli langsung dari para petani yang kini sedang memanen hasil mereka.

Di Kabupaten Manggarai, lembaga-lembaga yang mendapat bantuan berupa beras antara lain : Panti SLB Karya Murni Ruteng 400 kg, Yayasan Santu Damian Cancar 400 kg, Santu Arnoldus Ruteng 400 kg, Gereja Masehi Injili Timor Imanuel Ruteng 350 kg, Yayasan Santa Elisabeth Kelurahan Pau 400 kg, Panti Asuhan Somachang Ruteng 300 kg, Panti AsuhanWae Peca Ruteng 400 kg, Paroki Pagal 400 kg, Panti Asuhan Kasih Ruteng 400 kg, Yayasan Santu Rafael Balai Pengobatan Bunda SSpS, Panti Renceng Mose Ruteng 400 kg, Yayasan Insani Haji Daud Reo 400 kg dan GMIT Ephata Reo 350 kg.

Sementara, di Kabupaten Manggarai Timur antara lain : Pondok Pesantren Al Qalam Tompong, Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Gloria Pota, Paroki Pota, Paroki Sok, Mesjid Darul Arham Telaga Pota, perwakilan orang tua mahasiswa yang terkena dampak Covid-19.(*/rb)

Sumber berita dan foto (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)