Arsip Tag: Sutopo Purwo Nugroho

Peluncuran Buku Sutopo Purwo Nugroho: Contoh Baik Seorang Pejabat Publik

143 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pelaksana tugas (Plt) Kapusdatinmas BNPB, Agus Wibowo mengatakan arahan dari Kepala BNPB, agar setiap pejabat di BNPB dapat mencontoh kinerja (alm) Sutopo Purwo Nugroho dalam bekerja.

“Meskipun semasa hidup telah divonis kanker stadium 4b. (alm) Sutopo tetap semangat kinerjanya melayani publik, terutama wartawan. Semoga juga dapat memberi contoh untuk pejabat publik di tempat lain, “ ucap Agus saat peluncuran buku Sutopo Purwo Nugroho, di Gramedia Matraman, Jakarta, pada Minggu, 1 September 2019.

Sebagai wujud terima kasih BNPB, ruangan serbaguna lantai 15 diberi nama Ruang Serbaguna Dr. Sutopo Purwo Nugroho. “Setiap konferensi pers dilakukan di ruangan tersebut, “ lanjut Agus.

Buku yang ditulis oleh Fenty Effendy ini menceritakan perjalanan hidup Sutopo. “Pak Topo merupakan sosok yang menjaga Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dalam bertutur kata maupun pesan WA. Sehingga memudahkan saya juga dalam menulis,” ungkapnya.

Saat awal perkenalan Najwa Shihab dan Sutopo. Najwa melihat sosok Sutopo adalah cerminan dan dedikasi untuk pejabat publik.

“Saya mendapatkan pesan berantai atas nama Pak Topo. Apakah ada penerbit yang berminat menulis tentang kisah hidupnya. Terharu rasanya. Saya kemudian mengajak sahabat saya, Fenty Effendy, dan penerbit Lentera Hati untuk bertemu Pak Topo di Narasi TV dan mulailah proses penulisan itu, “ cerita Najwa.

Buku yang bertajuk Sutopo Purwo Nugroho Terjebak Nostalgia ini, berjumlah 200 halaman. Terbagi lima bagian, yakni Juru Bicara, Siasat Hati, Tarung, Terjebak Nostalgia dan Kesempurnaan Takdir.

Pada kesempatan tersebut turut pula hadir keluarga dari Sutopo. Ayah, ibu, adik, istri dan kedua anaknya serta dihadiri ratusan pengunjung. Silakan beli bukunya di toko buku terdekat, dan selamat terjebak nostalgia, salam. (*)

Sumber berita (*/Humas BNPB)
Editor (+rony banase)

Selamat Jalan Sutopo–Kilas Balik Sutopo Bertemu Presiden Jokowi

111 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Indonesia berduka. Salah seorang tokoh ‘government public relations’, khususnya di dunia kebencanaan, berpulang. Kepala Pusat data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, Minggu, 7 Juli 2019 wafat di Rumah Sakit St. Stamford Modern Cancer Hospital, Guangzhou, China.

Tokoh yang kerap menghiasi layar kaca saat Indonesia dilanda bencana ini berobat ke Guangzhou, lantaran mengidap kanker paru-paru. Sutopo meninggal di usianya yang ke-49 tahun.

Sutopo berobat ke Guangzhou pada 15 Juni 2019. Ia sempat pamit kepada warganet saat akan melakukan pengobatan melalui akun instagramnya.

Unggahan Sutopo pada akun instagramnya tersebut rupanya merupakan unggahan terakhirnya. Pada kesempatan itu, ia mohon diri untuk berobat, sekaligus meminta maaf apabila tidak bisa menyampaikan info bencana dengan cepat.

Sutopo meninggal pukul 02.00 waktu setempat. Kabar meninggalnya Sutopo itu disampaikan Direktorat Pengurangan Risiko Bencana (PRB) BNPB melalui Twitter resminya, disusul twitter @BNPB_Indonesia.

“Telah meninggal dunia Bapak @Sutopo_PN , Minggu, 07 July 2019, sekitar pukul 02.00 waktu Guangzhou/pukul 01.00 WIB. Mohon doanya untuk beliau,” tulis Direktorat PRB.

Kabar meninggalnya Sutopo juga disampaikan sang putra melalui Instagramnya. Putra Sutopo, Muhammad Ivanka Rizaldy memohon doa untuk sang ayah.

“Innalilahi wainna ilahiroji’un. Semua yang bernyawa hanyalah titipan dari Allah Yang Maha Kuasa. Malam ini telah berpulang ke Rahmatullah seorang pahlawan dan ayahanda tercinta saya, Sutopo Purwo Nugroho saat menjalani pengobatan di Guangzhou, Cina,” tulis Ivanka.

“Bagi semua sahabat dan keluarga mohon sebesar-besarnya untuk memaafkan semua kesalahan Pak Sutopo sengaja maupun tidak sengaja. Mari mendoakan Almarhum Pak Sutopo agar selalu diterima disisi Nya dan diterima amal ibadahnya. Aamiin. Terimakasih atas semua yang kau berikan Pah, aku kan selalu mendoakan mu,” lanjutnya.

Sutopo meninggal dalam perjuangannya melawan kanker paru-paru. Ia didiagnosis di sekitar awal Desember 2017 dan di tengah perjuangannya masih sempat bertugas mengawal kejadian bencana di Indonesia.

Pria yang dianugrahi Asian Of The Year 2018 itu sebelumnya bertolak ke Guangzhou untuk pengobatan. Sutopo mengatakan bahwa kankernya sudah menyebar. Untuk itu ia meminta doa dan restu dari para netizen menjalani satu bulan pengobatan di Guangzhou.

Mimpi Sutopo Bertemu Jokowi Terwujud

Pada Oktober 2018, mimpi Sutopo Purwo Nugroho untuk bersalaman dengan Jokowi akhirnya terwujud saat ssecara khusus diundang Jokowi ke Istana Kepresidenan Bogor.

Sutopo diterima Jokowi di ruang kerja Presiden pukul 13.45 WIB. Begitu masuk ke ruangan, Sutopo yang mengenakan batik lengan panjang langsung menyalami Jokowi.

“Apa kabar Pak Sutopo?” sapa Jokowi.

“Alhamdulilah sehat, Pak. Terima kasih sekali bisa bertemu Presiden. Sudah lama sekali saya ingin bertemu,” balas Sutopo.

Sutopo menceritakan bagaimana ia kerap kali ingin bersalaman dengan Jokowi saat peninjauan lokasi bencana, namun selalu gagal. Misalnya, saat Jokowi meninjau lokasi longsor Banjarnegara, Sutopo sudah bersiap-siap menunggu Jokowi dan rombongan yang akan lewat.

Namun, rupanya Sutopo salah posisi. “Saya sudah nyegat di situ, lewatnya sana, jauh sekali. Sudah kita kejar, sudah masuk mobil. Saya mau ikut masyarakat berebut salaman juga, sungkan kan,” kata Sutopo.

Lalu saat Gempa di Pidie Jaya, Sutopo nyaris bersalaman dengan Jokowi. Ia sudah berdiri dalam jarak yang cukup dekat dengan Kepala Negara.

“Saya sudah jarak segini, tangan saya udah begini (menjulurkan tangan), ditutup sama Paspampres,” kata dia. “Padahal saya itu kan Dosen Sesko TNI, mengajar yang mau naik bintang satu, tapi kalah sama prajurit. Enggak ada yang kenal saya,” kisah Sutopo seraya tertawa.

Kegagalan bersalaman dengan Jokowi juga dialami Sutopo dalam beberapa kesempatan lainnya, seperti saat erupsi Gunung Sinabung dan kebakaran hutan.

Maka, Sutopo sangat senang bisa diundang secara khusus oleh Jokowi ke Istana. Tak hanya bersalaman, Sutopo juga berbincang empat mata dengan Jokowi selama sekitar 30 menit.

Sutopo banyak memberikan masukan kepada Jokowi seputar penanganan bencana. Ia juga berkesempatan berfoto bersama dengan orang yang ia kagumi sejak menjadi Wali Kota Solo itu.

“Saya diberikan foto dan tanda tangan langsung Bapak Presiden. Ini kado terindah menjelang ulang tahun ke-49 tanggal 7 Oktober,” kata Sutopo sambil menunjukkan foto yang dimaksud ke awak media.

Sutopo pun berterima kasih diberi kesempatan bertemu Jokowi. Sutopo juga senang bisa diberi semangat oleh Jokowi untuk menghadapi penyakit kanker paru stadium 4B yang diidapnya.

“Tadi banyak nasihat juga dari Bapak Presiden agar saya tetap menjalankan tugas dengan kondisi tubuh saya. Jadi saya berterima kasih sekali Bapak Presiden, bisa langsung bertemu dengan Bapak,” kata Sutopo.

Jokowi pun memberi apresiasi tinggi pada Sutopo.

“Saya tadi juga baru tahu diberi tahu mengenai kondisi Beliau dan itu sangat memberikan sebuah penghargaan kepada sebuah pekerjaan. Dedikasi sebuah pekerjaan yang luar biasa,” kata Jokowi usai bertemu Sutopo, di Istana Kepresidenan Bogor.

“Ini saya kira sangat menginspirasi kita semuanya, bahwa dalam kondisi Beliau yang sakit, tetap masih mendedikasikan semangatnya untuk pekerjaan yang digelutinya dalam sekian tahun ini,” tambah Jokowi.

Jokowi menilai, setiap kali ada bencana, baik gempa, longsor, tsunami, hingga kebakaran hutan, Sutopo selalu tampil menginformasikan hal itu ke masyarakat dengan cepat.(*)

https://jokowidodo.app/post/detail/selamat-jalan-pak-topo-terimakasih-atas-dedikasinya

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia di Guangzhou China

125 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Pusdatinmas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia di Guangzhou, China, Minggu, 7 Juli 2019, pukul 02.20 waktu setempat atau 01.20 WIB.

Informasi duka tersebut beredar melalui pesan singkat grup WhatsApp Info Publik Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (MKG) NTT dari Wawan, salah satu anggota grup pada pukul 06.01 WITA

“Turut berduka cita, Atas berpulangnya Bapak Sutopo Purwo Nugroho, Minggu, 07 July 2019, sekitar pukul 02.00 waktu Guangzhou/ pukul 01.00 WIB. Semoga amal ibadah Beliau selama hidupnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, kekuatan dan penghiburan”, tulisnya dalam grup wa tersebut.

Dilansir dari detik.com, Kabar meninggalnya Sutopo juga disampaikan sang putra melalui Instagramnya. Putra Sutopo, Muhammad Ivanka Rizaldy memohon doa untuk sang ayah.

“Innalilahi wainna ilahiroji’un. Semua yang bernyawa hanyalah titipan dari Allah Yang Maha Kuasa. Malam ini telah berpulang ke Rahmatullah seorang pahlawan dan ayahanda tercinta saya, Sutopo Purwo Nugroho saat menjalani pengobatan di Guangzhou, Cina,” tulis Ivanka.

“Bagi semua sahabat dan keluarga mohon sebesar-besarnya untuk memaafkan semua kesalahan Pak Sutopo sengaja maupun tidak sengaja. Mari mendoakan Almarhum Pak Sutopo agar selalu diterima disisi Nya dan diterima amal ibadahnya. Aamiin. Terimakasih atas semua yang kau berikan Pah, aku kan selalu mendoakan mu,” lanjutnya.

Sutopo meninggal dalam perjuangannya melawan kanker paru-paru. Ia didiagnosis di sekitar awal Desember 2017 dan ditengah perjuangannya masih sempat bertugas mengawal kejadian bencana di Indonesia.

Pria yang dianugrahi Asian Of The Year 2018 itu sebelumnya bertolak ke Guangzhou untuk pengobatan, mengatakan bahwa kankernya sudah menyebar. Untuk itu ia meminta doa dan restu dari para netizen menjalani satu bulan pengobatan di Guangzhou.

“Hari ini saya ke Guangzho untuk berobat dari kanker paru yang telah menyebar di banyak tulang dan organ tubuh. Kondisinya sangat menyakitkan sekali,” kata Sutopo mengunggah video pada Sabtu (15/6/2019) yang menunjukkan dirinya sedang berada di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. (*)

(*/penulis dan editor—rony banase)

BNPB: 1.586 Kejadian Bencana s.d April 2019,Total 438 Jiwa Meninggal & Hilang

145 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Kejadian bencana terus meningkat di Indonesia. Dampak yang ditimbulkan bencana juga cukup besar. Bencana bukan saja menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan. Namun juga menimbulkan kerugian ekonomi yang memerosotkan capaian pembangunan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, selama tahun 2019 yaitu sejak 1 Januari 2019 hingga 30 April 2019 di Indonesia terjadi bencana sebanyak 1.586 kejadian bencana. Dampak bencana yang ditimbulkan 325 orang meninggal dunia, 113 orang hilang, 1.439 orang luka-luka dan 996.143 orang mengungsi dan menderita. Kerusakan fisik meliputi 3.588 rumah rusak berat, 3.289 rumah rusak sedang, 15.376 rumah rusak ringan, 325 bangunan pendidikan rusak, 235 fasilitas peribadatan rusak dan 78 fasilitas kesehatan rusak.

“Lebih dari 98 persen bencana yang terjadi adalah bencana hidrometeorologi sedangkan 2 persen bencana geologi”, ujar Sutopo

Lanjutnya, Selama 2019 ini ada 3 (tiga) kejadian bencana yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian yang cukup besar yaitu:

Pertama, Banjir dan longsor di Sulawesi Selatan pada 22 Januari 2019 yang menyebabkan 82 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, dan 47 orang luka. Kerugian dan kerusakan ditaksir Rp 926 milyar.

Kedua, Banjir dan longsor di Sentani Provinsi Papua pada 16 Maret 2019 yang menyebabkan 112 orang meninggal dunia, 82 orang hilang, dan 965 orang luka. Kerugian dan kerusakan mencapai Rp 668 milyar.

Ketiga, Banjir dan longsor di Bengkulu pada 27 April 2019 menyebabkan 29 orang meninggal dunia, 13 orang hilang dan 4 orang luka. Kerugian dan kerusakan sekitar Rp 200 milyar (data sementara).

“Secara statistik, dibandingkan tahun 2018 dalam periode yang sama kejadian bencana pada 2019 mengalami kenaikan 7,2 persen”, ungkap Sutopo

Secara gamblang Sutopo menjabarkan, Pada 2018 terjadi 1.480 bencana sedangkan 2019 terjadi 1.586 kejadian bencana. Untuk korban jiwa, juga terjadi kenaikan 192 persen dimana pada tahun 2018 terdapat 150 orang meninggal dunia dan hilang sedangkan pada 2019 korban meninggal dan hilang tercatat 438 orang. Begitu pula korban luka-luka juga mengalami kenaikan 212 persen. Korban luka pada tahun 2018 sebanyak 461 orang sedangkan tahun 2019 sebanyak 1.439 orang.

Berdasarkan sebaran kejadian bencana per provinsi maka bencana paling banyak terjadi diantaranya:

  1. Jawa Tengah  sebanyak 472 kejadian;
  2. Jawa Barat  sebanyak 367 kejadian;
  3. Jawa Timur sebanyak 245 kejadian;
  4. Sulawesi Selatan sebanyak 70 kejadian;
  5. Aceh sebanyak 51 kejadian

Sedangkan sebaran bencana per kabupaten/kota, bencana paling banyak terjadi pada :

  1. Kabupaten Sukabumi sebanyak 50 kejadian;
  2. Semarang sebanyak 43 kejadian;
  3. Bogor sebanyak 42 kejadian;
  4. Majalengka sebanyak 38 kejadian;
  5. Temanggung sebanyak 37 kejadian

“Statistik bencana ini bukan hanya memuat angka-angka, namun memiliki makna bahwa ancaman bencana terus meningkat. Meningkatnya bencana pada tahun 2019 disebabkan adanya pemicu banjir dan longsor yaitu curah hujan yang deras. Kombinasi antara alam dan antropogenik menjadi penyebab utama meningkatnya bencana”, papar Sutopo

Tambah Sutopo, Tingkat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana besar masih rendah. Mitigasi baik struktural dan non struktural masih belum dijadikan prioritas dalam pembangunan di daerah. Upaya penanganan bencana masih banyak menitikberatkan pada darurat bencana.

“Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan masih perlu ditingkatkan”, pintanya. (*)

Sumber berita (*/Humas BNPB)
Editor (+rony banase)

4.728 Jiwa Mengungsi, 79 Wafat & 43 Orang Hilang Pasca Banjir di Sentani

148 Views

Sentani-Papua, Garda Indonesia | Jumlah korban banjir bandang yang menerjang Kecamatan Sentani Kabupaten Jayapura Provinsi Papua terus bertambah. Tim SAR gabungan terus melakukan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menuturkan hingga 18/3/2019 pukul 15.00 WIB, banjir bandang yang terjadi di Sentani, Jayapura, Papua pada Sabtu (16/3) pukul 21.30 waktu setempat telah menyebabkan 79 jiwa meninggal dunia dan 43 jiwa belum ditemukan.

“72 jiwa korban meninggal teridentifikasi di Kabupaten Jayapura, sisanya berada di Kota Jayapura. Terkait dengan korban hilang, 34 jiwa diidentifikasi di Kampung Milimik Sentani, 6 di Komplek Perumahan Inauli Advent dan 3 di Doyo Baru”, terang Sutopo

Lanjut Sutopo, 4.728 jiwa mengungsi di 6 titik pos penampungan. Jumlah penyintas terbesar, yaitu 1.450 jiwa, terdapat di BTN Gajah Mada. Kelima pos penampungan yang lain berlokasi di Posko Induk Gunung Merah menampung 1.273 jiwa, BTN Bintang Timur 600 jiwa, Sekolah HIS Sentani 400 jiwa, SIL Sentani 300 jiwa, dan Doyo Baru 203 jiwa.

Sementara itu, 11.725 keluarga terdampak akibat banjir bandang yang dipicu oleh hujan ekstrem yang berlangsung selama 7 jam tersebut. Upaya penanganan pemerintah daerah setempat telah dilakukan sejak hari pertama pascabanjir bandang.

Pos Komando yang didirikan di Kantor Bupati Jayapura telah melayani korban luka dan terdampak melalui pelayanan medis maupun dapur umum. Pelayanan medis telah didukung kembali oleh operasional rumah sakit yang telah berfungsi kembali, seperti RSUD Yowaris, sedangkan RS Dian Harapan, RS Bhayangkara, RS Abepura dan RS Aryoko difungsikan sebagai rumah sakit rujukan.

Pemerintah daerah setempat bersama dinas terkait, TNI, dan Polri melakukan upaya pemulihan dini seperti pembersihan kayu gelondongan, bebatuan, puing-puing dan material lain dengan alat berat. Di samping itu, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura mengerahkan 4 unit ekskavator, 4 wheel loader (traktor dengan roda karet untuk mengangkut material), dan 10 dump truck (truk jungkit) untuk pembersihan ruas Jalan Nasional Jayapura-Sentani-Kemiri sepanjang 70 km yang tertutupi lumpur dan pohon tumbang.

Lebih lanjut Sutopo menjabarkan bahwa banjir bandang ini menerjang 9 (sembilan) kelurahan dengan 3 (tiga) kelurahan yang mengalami kerusakan parah adalah Dobonsolo, Doyo Baru dan Hinekombe. Kesembilan kelurahan yang terdampak adalah Kelurahan Dobonsolo, Hinekombe, Hobong, Ifale, Ifar Besar, Keheran, Sentani Kota, Sereh, dan Yobhe.

“Banjir menyebabkan rumah rusak berat 350 unit dan rumah terendam di BTN Bintang Timur Sentani 211 unit. Sejumlah fasilitas umum juga mengalami rusak berat, yaitu sekolah 8 unit, tempat ibadah 3 unit, drainase 8 unit dan jembatan 3 unit”, ungkapnya

Terkait dengan penanganan pascabanjir, jelas Sutopo, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan BNPB segera mengevakuasi korban bencana banjir bandang. Prioritas evakuasi bertujuan untuk menghindari bertambahnya jumlah korban meninggal duni dan luka-luka.

“Di samping itu Jokowi memerintahkan penghijauan dan penanaman kembali hutan di hulu sungai yang bermuara di Danau Sentani”, Jelas Sutopo

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Doni Monardo telah melaporkan kepada presiden terkait dampak bencana dan penanganan darurat saat ini. BNPB dan kementerian/lembaga terkait sudah berada di lokasi untuk memberikan pendampingan dan bantuan kepada pemerintah daerah setempat. (*)

Sumber berita (*/Humas BNPB)
Editor (+rony banase)

Gempa di Lombok Timur, 2 Orang Tewas & Ratusan Rumah Rusak

121 Views

Lombok-NTB, Garda Indonesia | Gempa bumi tektonik kembali mengguncang Lombok Timur. Gempa dengan kekuatan M 5,4 berpusat di darat pada 20 km arah utara Kota Selong Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 19 km pada Minggu,17 Maret 2019 pukul 14.07 WIB.

Selang 2 (dua) menit kemudian pada pukul 14.09.19 WIB terjadi gempa bumi susulan berkekuatan M=5,1 dengan kedalaman 10 km.

BMKG mencatat gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal di sekitar Gunung Rinjani. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh penyesaran turun (normal fault).

Gempa dirasakan kuat selama 2-5 detik di Lombok Timur. Masyarakat panik dan berhamburan ke luar rumah. Beberapa bangunan ada yang roboh dan rusak.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa berdasarkan pendataan yang dilakukan BPBD Lombok Timur, dampak gempa telah menyebabkan 2 orang meninggal dunia, 44 orang luka-luka, 32 unit rumah roboh dan 499 unit rumah rusak sedang dan rusak ringan.

Salah satu rumah yang hancur diguncang gempa

“2 orang meninggal dunia adalah wisatawan asal Malaysia yang tertimpa material longsoran akibat adanya gempa di kawasan Air Terjun Tiu Kelep, Kabupaten Lombok Utara yang berada di bawah kaki Gunung Rinjani”, terang Sutopo

Lanjut Sutopo, 1 (satu) korban meninggal sudah diidentifikasi atas nama Tommy (14 tahun) warga Malaysia, sedangkan yang satunya belum dapat diindentifikasi. Korban luka-luka sebanyak 44 orang dimana 36 orang warga Indonesia dan 8 orang WNA Malaysia.

“Sebanyak 36 wisatawan (22 wisatawan dari Malaysia dan 14 wisatawan nusantara) telah berhasil dievakuasi dari kawasan Air Terjun Tiu Kelep di Lombok Utara”, ungkapnya

Tambah Sutopo, Selain itu sekitar 50 orang berhasil dievakuasi dari Pos 2 ke Pos 3 di Gunung Rinjani dalam kondisi aman. Mereka adalah tim survai jalur pendakian Gunung Rinjani yang berasal dari TNGR, BPBD NTB, Geopark, Porter, PVMBG, Orplas, TO, TNI, dan Polri.

Penanganan darurat masih dilakukan. BPBD berkoordinasi dengam berbagai pihak seperti TNI, Polri, BMKG, Basarnas, SKPD, Tagana, relawan dan lainnya. Tim Reaksi Cepat BPBD melakukan kaji cepat dan pendataan dampak gempa.

“BPBD NTB telah mengirimkan bantuan berupa makanan siap saji, terpal, lauk pauk, matras, mie instan dan telor dan terus melakukan pendataan”, pungkas Sutopo. (*)

Sumber berita (*/Humas BNPB)
Editor (+rony banase)

Update Info, Korban Banjir di Sentani, 50 Orang Wafat & 59 Luka-Luka

127 Views

Sentani-Papua, Garda Indonesia |Tim SAR gabungan terus melakukan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban banjir bandang di Sentani Kabupaten Jayapura Provinsi Papua. Jumlah korban terus bertambah.

Melalui rilis dari Humas BNPB yang diterima media ini, Minggu/17 Maret 2019 pukul 12.34 WITA; Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan korban banjir bandang di Kecamatan Sentani hingga Minggu/17 Maret 2019 pukul 11.15 WIT dengan jumlah korban sebanyak 50 orang meninggal dunia.

Salah satu dampak banjir bandang di Kecamatan Sentani

“Dari 50 orang meninggal dunia, 38 jenasah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Papua, 7 jenasah di RS Marthin Indey, dan 5 jenasah di RS Yowari. Sebanyak 49 korban sudah berhasil diidentifikasi sedangkan 1 jenasah masih dalam proses identifikasi”, terang Sutopo

Lanjut Sutopo, 59 orang luka-luka yang dirujuk ke PKM Sentani, RS Bhayangkara dan RS Yowari. Dinas Kesehatan Jayapura dan Dinas Kesehatan Papua mengkoordinir penanganan tim medis bagi korban.

Proses evakuasi korban banjir bandang di Kecamatan Sentani Kabupaten Jayapura Provinsi Papua

“Evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban diintensifkan untuk mencari korban. Tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi dan belum semua daerah terdampak dijangkau karena tertutup pohon, batu, lumpur dan material banjir banjir bandang”, ungkapnya

Disamping itu, Kepala BNPB telah melaporkan kepada Presiden dampak bencana dan penanganan bencana banjir bandang.

“Kepala BNPB bersama unsur dari Kementerian/Lembaga hari ini berangkat ke Sentani untuk memberikan pendampingan dan bantuan kepada Pemda Jayapura dan Papua”, pungkas Sutopo. (*)

Sumber berita (*/Humas BNPB)

Editor (+rony banase)

Foto oleh Windi Widianingsih

 

 

Gempa 5,6 SR Guncang Solok Selatan, 11 Orang Luka & 101 Rumah Rusak

112 Views

Solok-Sumbar, Garda Indonesia | Gempa 5,6 SR yang berpusat di darat pada kedalaman 10 km berpusat di 50 km tenggara Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat menimbulkan dampak korban luka dan rumah rusak. Gempa dirasakan sedang selama sekitar 3 detik pada Kamis,28/2/2019 pukul 06.27 WIB.

BPBD Kabupaten Solok Selatan terus melakukan pendataan dampak gempa. Hingga 28/2/2019 pukul 10.00 WIB dampak gempa 11 orang luka ringan dan 101 unit rumah rusak akibat gempa. Daerah yang mengalami kerusakan tersebar di 4 nagari di Kecamatan Sangir Balai Janggo dan Kecamatan Sangir Batanghari Kabupaten Solok Selatan.

Salah satu rumah hancur diguncang gempa di Solok Selatan

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan sebaran dari korban dan kerusakan sebagai berikut:
Dari 11 orang luka ringan yaitu 1 orang di Nagari Talunan dan 10 orang di Nagari Sungai Kunyit Kecamatan Sangir Balai Janggo dan 101 unit rumah rusak tersebar di 4 nagari yaitu:

  1. 30 unit rumah rusak sedang terdapat di Nagari Talunan Maju Kecamatan Sangor Balai Janggo;
  2. Empat (4) unit rumah rusak berat dan 6 unit rumah rusak sedang di Nagari Sungai Kunyit Kecamatan Sangir Balai Jangjo;
  3. Satu (1) unit rumah rusak berat dan 30 unit rumah rusak sedang dan rusak ringan di Nagari Sungai Kunyit Barat Kecamatan Sangir Balai Janggo;
  4. 30 unit rumah rusak sedang dan ringan di Nagari Ranah Pantai Cermin Kecamatan Sangir Batanghari.

“BPBD Kabupaten Solok Selatan masih melakukan pendataan. Posko kesehatan didirikan di Sungai Kunyit. Tenda didirikan untuk logistik dan pengungsi. Dampak gempa tidak besar sehingga diperkirakan kerusakan tidak luas”, terang Sutopo. (*)

Sumber berita (*/Humas BNPB)
Editor (+rony banase)