Arsip Tag: tanggul jebol

Usai Kunjungan ke NTT, Jokowi Tinjau Tanggul Sungai Citarum di Bekasi

136 Views

Bekasi, Garda Indonesia | Usai melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, 23 Februari 2021, kemudian keesokan harinya, Presiden Joko Widodo meninjau langsung tanggul Sungai Citarum yang terletak di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 24 Februari 2021.

Tanggul tersebut jebol pada Sabtu malam, 20 Februari 2021 sehingga mengakibatkan sejumlah rumah di daerah sekitarnya terendam banjir dari limpasan air Sungai Citarum. “Pada hari Sabtu malam jam 10 tanggal 20 Februari yang lalu, tanggul Citarum ini jebol. Ada tiga titik yang mengalami jebol tanggul seperti ini,” kata Presiden Joko Widodo di lokasi peninjauan.

Menurut Presiden, perbaikan tanggul yang jebol tersebut sudah dimulai sejak dua hari yang lalu. Presiden berharap kepada jajaran terkait agar menyelesaikan perbaikan tanggul tersebut secepatnya. “Insyahlah saya memberi target maksimal dua hari lagi sudah harus selesai tanggulnya sehingga semuanya berfungsi normal kembali,” ujarnya.

Dalam peninjauan tersebut, Presiden Jokowi tiba sekitar pukul 15.10 WIB di lokasi langsung meninjau proses pengurukan di desa terdampak banjir. Tampak sejumlah alat berat seperti ekskavator digunakan dalam proses pengurukan tersebut.

Presiden Jokowi saat meninjau pengerjaan pengerukan tanah dampak banjir Sungai Citarum

Banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum juga berdampak pada 4.867 KK dengan jumlah pengungsi mencapai 9.438 jiwa. Para pengungsi tersebut kini berada di 17 titik pengungsian yang tersebar di sembilan desa yang terdampak, yakni Desa Karangsegar, Desa Sumberurip, Desa Karangharja, Desa Sumbereja, Desa Karangpatri, Desa Bantarsari, Desa Karanghaur, Desa Sumbersari, dan Desa Bantarjaya.

Banjir juga telah mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur, termasuk rumah-rumah penduduk yang pada kesempatan itu turut ditinjau oleh Presiden Joko Widodo. “Kemudian masyarakat yang terkena dampak, tadi di sini ada 30 juga perumahannya akan segera diselesaikan dalam waktu yang secepat-cepatnya,” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan tersebut yaitu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja.(*)

Sumber berita dan foto (*/BPMI Setpres)

Editor (+roni banase)

Banjir di Kerawang, 15 Kecamatan Terdampak & 4.184 Jiwa Mengungsi

71 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Kerusakan infrastruktur berupa tanggul jebol memicu banjir beberapa desa di wilayah Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Banjir terpantau pada Minggu, 21 Februari 2021 pukul 01.00 WIB. Sejumlah desa terdampak banjir yang terjadi pada dini hari.

Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB menerima laporan dari BPBD setempat banjir melanda 4 desa, yaitu Desa Sukaurip, Karangsegar, Bantasari dan Sumber Urip. Keempat desa berada di Kecamatan Pebayuran. Banjir mengakibatkan 5 unit rumah hanyut. Petugas BPBD Kabupaten Bekasi melaporkan tinggi muka air antara 100—250 cm.

BPBD telah mengidentifikasi kebutuhan mendesak penanganan darurat, seperti bambu, karung, mie instan, air mineral, makanan siap saji, obat-obatan, vitamin, perahu evakuasi, mesin perahu, tali tambang dan lampu tembak.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB banjir Kabupaten Karawang pada Sabtu, 20 Februari 2021 pukul 22.00 WIB, sebanyak 34 desa di 15 kecamatan terdampak banjir. Banjir disebabkan antara lain akibat hujan intensitas tinggi dan luapan Sungai Citarum.

Ke-15 kecamatan terdampak yaitu  Kecamatan Rengasdengklok, Telukjambe Barat, Tirtajaya, Pedes, Cikampek, Purwasari, Ciampel, Pangkalan, Klari, Tempuran, Tirtamulya, Jatisari, Rawamerta, Karawang Barat dan Cilamaya Wetan.

Warga terdampak mencapai 9.331 KK atau 28.329 jiwa, sedangkan 1.075 KK atau 4.184 jiwa mengungsi.

Banjir mengakibatkan 8.539 unit rumah terendam dan sejumlah infrastruktur terdampak. Petugas di lapangan masih terus melakukan pendataan lanjutan.

Merespons banjir tersebut, BPBD Kabupaten Karawang bersama TNI, Polri dan organisais perangkat daerah terkait serta sukarelawan membantu evakuasi warga di lokasi terdampak. BPBD juga mengoperasikan dapur umum untuk penyedian kebutuhan nutrisi warga terdampak.

Tidak semua warga yang mengungsi menuju titik pengungsian, sebagian warga mengungsi ke rumah kerabat, masjid dan hotel. Sedangkan BNPB telah memberikan dukungan berupa pendampingan pos komando penanganan banjir, bantuan dana siap pakai sebesar Rp250 juta, masker 10.000 buah, selimut 80 buah dan lampu garam 300 buah.

BNPB juga mendukung 1 perahu karet dan 10 buah pelampung yang dibutuhkan saat evakuasi warga.

Pemerintah Kabupaten Karawang sebelumnya telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir terhitung 8 Februari hingga 21 Februari 2021. Dengan kondisi saat ini, pemerintah daerah akan memperpanjang hingga 14 hari ke depan.

Kondisi terakhir terpantau banjir masih menggenangi rumah-rumah warga. Penerangan listrik PLN dan suplai air dari PDM di Kabupaten Karawang masih dalam kondisi padam. Selain itu, jumlah masyarakat terdampak, pengungsi dan pelayanan dapur umum yang dikelola secara mandiri oleh warga belum terdata semua.

Kepala BNPB Doni Monardo dijadwalkan untuk melihat kondisi dampak banjir di wilayah Karawang dan Bekasi pada Minggu, 21 Februari 2021.(*)

Sumber berita dan foto (*/Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB)

Banjir Terjang Kabupaten Bandung, 3 Orang Wafat & 3 Orang Luka-luka

223 Views

Bandung-Jabar, gardaindonesia.id | Hujan dengan Intensitas Tinggi mengakibatkan jebolnya tanggul di wilayah Pasir Jati Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat pada hari Sabtu, 9 Februari 2019 Pukul 22.00 WIB.

Kapusdatin Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan dari hasil pemantauan kejadian Bencana alam pada hari Minggu 10 Februari 2019 di Kabupaten Bandung wilayah Provinsi Jawa Barat, banjir diakibatkan oleh jebolnya tanggul di wilayah Pasir Jati Jebol.

“Dampak yang ditimbulkan akibat banjir tersebut 2 Unit Rumah Rusak Berat; 10 Unit Rumah Rusak Sedang dan korban jiwa 3 orang wafat atas nama, Firdasari (35 Tahun); Nuraini (25 Tahun); Rauvan (17 Bulan). Sedangkan orang luka-luka atas nama Kiki 12 Tahun Luka Berat; Nisa 14 Tahun Luka Ringan, dan Ajay 45 Tahun Luka Ringan”, jelasnya.

Lanjut Sutopo, BPBD Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung, SAR dan tim aparat setempat menuju ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi warga yang meninggal dunia dan Luka- luka. BPBD Memberikan bantuan sementara untuk penanganan darurat berupa: Pacul, Sekop, Garpu dan Dinas PUPR Kabupaten Bandung menuju lokasi dengan menurunkan alat berat untuk membersihkan sisa-sisa lumpur.

“Kondisi saat ini, 3 orang korban meninggal dunia sudah dimakamkan; 2 orang korban luka-luka sudah boleh pulang; dan 1 orang korban luka-luka masih dalam perawatan”, tandas Sutopo.

Baca juga:

https://gardaindonesia.id/2019/02/09/pkbm-bintang-flobamora-cetak-lulusan-berkualitas-berdaya-saing/

Mengenai lokasi kejadian, Sutopo menjabarkan, di Komplek Pasir Jati Endah; Dusun Pasir Jati RT 04/06; Desa Jatiendah; Kecamatan Cilengkrang; dan Kabupaten Bandung

Adapun Peringatan Dini Cuaca Jawa Barat tanggal 09 Februari 2019 pukul 22.00 WIB, Masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pukul 22.30 di wilayah: Bandung: Cikalongwetan, Cisarua, Parongpong, Lembang, Sukasari, Cimenyan, Cilengkrang, Ujungberung, Cileunyi, Cibiru, Cicadas,Arcamanik, Coblong, Cidadap, Cimahi Utara, Cimahi, Tengah, Cimahi Selatan, Kota Bandung, Margaasih, Lengkong, Margacinta, Rancasari, Dayeuhkolot, Bojongsoang,Margahayu, Soreang, Katapang, Baleendah, Padalarang, Ngamprah, Cipatat, Baujajar, Cipongkor, Gununghalu, Cililin dan sekitarnya. (*)

 

Sumber berita (*/ BPBD Kabupaten Bandung) http://www.bmkg.go.id

Editor (+rony banase)

Foto: baranews.co