Arsip Tag: undana kupang

Menteri Edhy Kunjungi Lokasi Budidaya Ikan Sistem Bioflok di Desa Mata Air

254 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Menteri Kelautan dan Perikanan dan Gubernur NTT bersama rombongan mengunjungi Budidaya Ikan Sistem Bioflok di Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang pada Sabtu, 29 Agustus 2020.

Baca juga: https://gardaindonesia.id/2020/08/29/kunjungan-di-kupang-menteri-edhy-imbau-masyarakat-cerdas-kelola-perikanan/

Di hadapan kelompok masyarakat, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo mengatakan Budidaya Ikan Sistem Bioflok ini sebagai pijakan awal dalam peningkatan ekonomi masyarakat.

“Ini baru awalan dan kita harap dengan ini maka bisa benar-benar dikelola dan dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi bapak dan ibu sekalian. Saya lihat bioflok ini sudah baik mulai dari pembibitan hingga perawatannya”, ujarnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo saat berada di Desa Mata Air

“Kami berkomitmen dari Kementerian Perikanan dan Kelautan atas Perintah Bapak Presiden, untuk terus membangun sektor budidaya perikanan dan juga membangun komunikasi dengan nelayan. Nelayan itu adalah kita semua yang mengurusi budidaya perikanan dan masyarakat pesisir pantai. Kami siap bantu setiap saat. Kita harus semangat, NTT punya potensi sumber daya alam yang dari laut harus kita manfaatkan sebaik-baiknya,” beber Menteri Edhy Prabowo.

Di tempat sama, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengajak Mahasiswa Prodi Perikanan Universitas Nusa Cendana yang hadir untuk bisa belajar dan paham pengelolaan ikan budidaya bioflok.

“Saya mau ilmu itu bukan hanya dipelajari sebagai teori, harus pakai ilmunya praktiknya. Turun di tengah masyarakat. Harus ada hasilnya. Kamu harus kembangkan dengan baik budidaya ikan sistem bioflok ini dan hasilnya harus bagus. Itu baru dikatakan mahasiswa yang berkompeten dan ahli dibidangnya,” pinta Gubernur VBL. (*)

Sumber berita dan foto (*/Meldo-Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

Mahasiswa & Dosen Matematika Undana Jalan Santai Sambil Pungut Sampah

357 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kehadiran mahasiswa sebagai masyarakat intelektual harus mampu memberi dampak bagi lingkungan dan juga bagi masyarakat. Hal tersebut menjadi dasar pelaksanaan perayaan Dies Natalis Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.

Pada ulang tahun ke-51 tersebut, Prodi Pendidikan Matematika melakukan beberapa kegiatan yang berdampak langsung terhadap lingkungan dan juga masyarakat, seperti jalan santai sambil pungut sampah serta aksi donor darah.

Kegiatan jalan santai yang digelar pada Jumat, 8 November 2019; dilakukan di dalam lingkungan kampus Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. Dengan mengambil start dari depan gedung kuliah Prodi Pendidikan Matematika, para mahasiswa dan juga dosen yang hadir melakukan long march menuju Fakultas Pertanian. Tidak berakhir di situ, para peserta melanjutkan jalan santai menuju bengkel Teknik Mesin, lalu menuju ke gedung SC baru Undana dan finis di garis start awal.

Ketua Tim Kerja (Timker), Ebenhaezer Mamo mengatakan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa Pendidikan Matematika yang berjumlah lebih dari 100 orang dan dosen-dosen Pendidikan Matematika. Menurutnya, kegiatan pungut sampah sebagai upaya mengurangi sampah di lingkungan kampus. Kegiatan tersebut sebagai ajakan bagi mahasiswa untuk tidak membuang sampah sembarangan agar tidak mencemari lingkungan.

“Kita mau mengajak mahasiswa sebagai kaum intelektual untuk bisa memerangi masalah sampah. Dengan hal-hal sederhana seperti ini, mahasiswa dibiasakan untuk turut berkontribusi dalam menjaga lingkungan,”ujarnya.

Lanjutnya, peserta kemudian melakukan senam bersama di depan. Usai senam bersama, peserta bergeser ke Aula Rektorat lama Undana dan melakukan beberapa rangkaian kegiatan.

Pada kesempatan tersebut, para mahasiswa dan dosen diberi kesempatan menuliskan harapan-harapan dan masukan untuk perkembangan Prodi ke depan.

Terpisah, Ketua Kelompok Studi Mahasiswa Matematika (KSMM), Yohanis Putra Tama Kamuri mengatakan bahwa kegiatan jalan santai sambil pungut sampah merupakan kegiatan perdana yang dilakukan.

Lanjutnya, dengan adanya kegiatan semacam itu, mahasiswa semakin sadar akan ancaman sampah bagi lingkungan. Hal tidak hanya untuk mahasiswa Pendidikan Matematika saja tetapi untuk seluruh mahasiswa, agar bisa jadi panutan bagi masyarakat umum.

Dirinya juga menyampaikan bahwa lingkungan yang bersih akan menjadi aman dan nyaman bagi orang-orang di sekitar lingkungan tersebut.

“Sampah sangat berbahaya bagi lingkungan. Terutama sampah-sampah non organik. Sehingga mahasiswa harus menjadi panutan dalam menjaga lingkungan yakni dengan tidak membuang sampah sembarangan. Karena lingkungan yang sehat adalah lingkungan yang bersih,” jelasnya.

Ia pun berharap ke depan kegiatan tersebut dikemas lebih baik lagi dan bisa membuat banyak kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan tersebut juga dapat melibatkan banyak orang lagi agar kebahagiaan mahasiswa Pendidikan Matematika dalam merayakan Dies Natalis Prodi juga dirasakan oleh banyak orang.

“Ke depan persiapannya harus lebih baik lagi agar banyak orang juga turut merasakan kebahagiaan yang dirasakan mahasiswa Matematika. Dan dampaknya lebih besar lagi,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, mahasiswa Pendidikan Matematika juga melakukan aksi donor darah yang dilakukan di Aula Rektorat lama Undana Kupang. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

Undana Kupang: Rasio Elektrifikasi di Provinsi NTT Sebesar 82,79%

425 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Prof. Ir. Fredik L.Benu, M.Si., Ph.D., memaparkan hasil verifikasi Rasio Elektrifikasi (RE) yang dilakukan oleh Undana bekerja sama dengan PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT.

Dalam pemaparan tersebut, Fred Benu menyampaikan bahwa dari verifikasi yang dilakukan RE di Provinsi NTT sebesar 82,97%.

Hal tersebut disampaikan Fred Benu dalam acara Seminar dan Deklarasi Hasil Verifikasi Rasio Elektrifikasi (RE) Nusa Tenggara Timur yang digelar pada Senin, 28 Oktober 2019 di Hotel Aston Kupang.

RE tersebut diperoleh dari hasil verifikasi terhadap 532 Desa dari 21 Kabupaten ditambah dengan data yang diperoleh dari BPS tentang Potensi Desa (Podes). Menurut Fred Benu, data Podes dijadikan sebagai patokan dalam melakukan verifikasi. Survey Verifikasi RE hanya dilakukan terhadap Desa dengan kriteria RE versi Sistem Layanan Informasi Desa (SILISA) yang didapat dari pihak PLN lebih besar dari 15 persen dari RE versi Podes.

“Data SILISA dari PLN untuk RE tiap Desa yang diatas 15 persen kita lakukan verifikasi. Bukan hanya tingkat desa saja tapi di dusun bahkan sampai ke rumah kalau kita rasa ada yang perlu diketahui,” jelas Benu.

Menurut Benu, kegiatan tersebut bertujuan untuk memverifikasi data RE ditingkatkan Desa tertentu. Selain itu untuk memperbaharui data RE di NTT, berpatokan pada data Podes di NTT.

“Data RE ini membantu semua pihak dalam perencanaan pengembangan masyarakat yang mempunyai hubungan dengan ketersediaan kelistrikan di masyarakat NTT, “ujar Benu.

Foto bersama Undana Kupang dan PLN Wilayah IX NTT

Pada kesempatan tersebut, Benu juga menyampaikan bahwa verifikasi tersebut dilakukan bukan hanya ditingkat desa tapi turun sampai ke dusun, bahkan jika ada hal yang perlu diverifikasi sampai ke rumah warga, pihaknya langsung berkunjung ke rumah tersebut.

Selain itu, dirinya menambahkan bahwa sebelum melakukan survei verifikasi, pihaknya berdiskusi dengan BPS NTT terkait metode dan format yang digunakan. Untuk memastikan bahwa data hasil verifikasi tersebut benar-benar valid, setelah verifikasi dan analisis data pun pihaknya masih berdiskusi dengan BPS NTT, sehingga pihaknya tidak meragukan data tersebut.

Sementara itu, General Manager PT. PLN UIW NTT, Ignatius Rendroyoko membenarkan bahwa studi riset yang dilakukan oleh Undana bekerja sama dengan PLN didasarkan atas data Podes. Menurutnya data Podes yang terakhir kali dilakukan pada tahun 2018 dengan data RE di NTT sebesar 76 persen.

“Kita membutuhkan data mutakhir (update). Untuk itulah PLN bekerja sama dengan Undana dan juga di support oleh BPS NTT sehingga data yang dihasilkan adalah data yang hari ini (dipaparkan),” jelas Rendroyoko.

Lanjutnya, data terbaru tersebut akan dijadikan sebagai acuan dalam perencanaan baik oleh pihak PLN, Pemerintah Provinsi, maupun Kementerian ESDM dalam membuat program-program pembangunan yang akan ditujukan langsung untuk menambah rumah tangga berlistrik di Provinsi NTT.

Dirinya juga menambahkan bahwa tingkat RE sangat erat hubungannya dengan tingkat kemiskinan, sehingga jika RE di NTT meningkat maka secara tidak langsung dapat mengurangi tingkat kemiskinan di NTT juga.

“Rasio Elektrifikasi atau jumlah rumah tangga berlistrik di NTT ini akan naik, maka akan mengurangi tingkat kemiskinan yang terjadi di NTT,”tandasnya. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase) Foto oleh PLN Wilayah IX NTT

Wagub NTT Josef : “Harus Ada Terobosan Baru untuk Lahan Kering di NTT!”

328 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi menegaskan bila bidang pertanian dikembangkan dengan baik maka akan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Hal tersebut dikatakannya dalam Seminar Nasional Pertanian (Semnastan) VI & Lokakarya Nasional Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI), dengan tema ‘Masa Depan Pertanian Lahan Kering Kepulauan Menuju Ketahanan Pangan pada Era Revolusi 4.0’, yang diselenggarakan di Hotel Kristal pada Rabu, 7 Agustus 2019.

“Kalau kita mau mengkorelasikan Ilmu Pendidikan dengan bidang pertanian maka kita bisa kembangkan lahan yang kita miliki. Kalau lahan pertanian kita hebat, maka masyarakat kita akan sejahtera. Karena memang tujuan dari pertanian itu adalah mensejahterakan masyarakat”, jelas Wakil Gubernur Josef.

Dikatakannya, lahan kering di NTT ini sangat luas dan harus ada terobosan yang baru.

“Di NTT ini kita punya lahan kering yang luas. Sekarang bagaimana kita merencanakan dan memprogramkan inovasi serta terobosan yang baru di bidang pertanian,” jelasnya.

Menurutnya dalam pembangunan pertanian perlu ada komponen utama diantaranya adalah manusia, lahan, dan tanaman.

Foto bersama Wagub NTT Josef Nae Soi dan Dirjen Perhutanan Sosial Kementerian Lingkungan Hidup Dr. Ir. Bambang Supriyanyo, Sekjen Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) Dr. Ir. H. Sudrajat, para Pimpinan Fakultas atau Prodi Ilmu dari beberapa Universitas se-Indonesia Timur.

Lebih lanjut ia menjelaskan bagaimana manusia memanfaatkan sumber daya pikiran dan kreatifitas dalam pemanfaatan lahan untuk dikembangkan dengan berbagai macam tanaman perkebunan, holtikultura dan kehutanan dalam pemanfaatan untuk bidang pertanian.

Dr. Ir. Maximilian Kapa, M.Agr, Sc selaku Ketua Panitia pada kesempatan tersebut mengatakan kegiatan seminar nasional dan workshop tersebut dilaksanakan dengan latar belakang Provinsi NTT yang adalah provinsi kepulauan dan didominasi oleh lahan kering.

“Lahan kering ini punya potensi untuk dikembangkan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dalam mengkaji pertanian lahan kering sesuai dengan seminar ini kita perlu mengkaji 4 (empat) aspek diantaranya aspek teknologi, agroforesty, sosial ekonomi dan pengembangan jasa pertanian,” ungkap Maximilian.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dirjen Perhutanan Sosial Kementerian Lingkungan Hidup Dr. Ir. Bambang Supriyanyo, Sekjen Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) Dr. Ir. H. Sudrajat, para Pimpinan Fakultas atau Prodi Ilmu dari beberapa Universitas se-Indonesia Timur, mahasiswa dan dosen. (*)

Sumber berita (*/Meldo Nailopo—Biro Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

Pertama di Indonesia, Center Of Excellence Akan Dibangun di Undana Kupang

383 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Ketua Lembaga Pengkajian MPR RI, Dr.Ir.H.Mohamad Jafar Hafsah,IPM., saat menyampaikan kesimpulannya dalam Focus Group Discussion (FGD) hasil kolaborasi dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang memberikan pandangan dan perhatian atas 2 (dua) agenda besar dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang Keuangan Daerah dan APBN, Jumat, 3 Mei 2019 di Hotel Sotis Kupang

Kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Undana sebagai fakultas yang ditunjuk Rektor Undana; Lembaga Pengkajian MPR RI menyampaikan 2 (dua) rekomendasi tentang pembangunan Center Of Excellence (Pusat Layanan Unggulan) Keuangan Daerah dan APBN dan Seminar Nasional Akbar di Provinsi NTT

Foto bersama 9 Anggota Lembaga Pengkajian MPR RI, 19 Pembahas dari Akademisi Undana dan 3 Pembicara saat FGD Keuangan Daerah dan APBN, Jumat, 3 Mei 2019 di Ballroom Hotel Sotis Kupang

“Bagaimana kita menggenjot pertumbuhan ekonomi NTT menjadi 10 persen, apa yang akan kita lakukan di NTT agar mempercepat sehingga NTT dapat menjadi Center Of Excellence dan Sentra Perekonomian di wilayah Indonesia Timur”, tanya Wakil Ketua Lembaga Pengkajian MPR RI, Dr.Ir.H.Mohamad Jafar Hafsah,IPM

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2019/05/02/undana-lembaga-pengkajian-mpr-ri-kolaborasi-gelar-fgd/

Lanjut Jafar, Jangan selalu diambil Sulawesi Selatan, Makasar dan mengklaim diri sebagai pusat perekonomian di Indonesia Timur

“Cara merebutnya dengan membuat pusat-pusat atau kegiatan-kegiatan yang berbeda dengan provinsi-provinsi lain”, ungkap Jafar Hafsah yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal General Secretary ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia)

Pungkas Jafar, NTT harus berlari cepat dan menerapkan APBN sebagai sarana pemerataan, sarana keadilan dan kesejahteraan dan Gubernur, Wali Kota/Bupati dan Perguruan Tinggi dapat melihat alokasi APBN yang sesuai dan sepadan untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi.

Usai FGD, Media ini mengkonfirmasi kepada Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Undana Kupang, Dr.Frans Gana,M.Si., tentang kesiapan Undana dalam menerima 2 (dua) rekomendasi dari Lembaga Pengkajian MPR Republik Indonesia

Dekan Fisip Undana, Dr Frans Gana,M.Si

“Berdasar hasil pembahasan dan rekomendasi dari Lembaga Pengkajian MPR RI, Undana diminta membangun Center Of Excellence yang selama ini belum ada berbagai universitas di seluruh di Indonesia”, ujar Dekan Fisip Undana, Drs.Frans Gana,M.Si

Rekomendasinya, Lanjut Dekan Fisip Undana, adalah membangun Pusat Kajian Keuangan Daerah dan APBN di Universitas Nusa Cendana

Yang kedua, jelas Frans Gana, yang tak kalah penting bukan hanya untuk Undana saja, kita diminta mempersiapkan sebuah seminar akbar dan bersifat nasional untuk menyelenggarakan Seminar Nasional tentang tema ‘Mari Menoleh Ke NTT’

“Karena di hampir di semua kementerian punya anggaran untuk seminar seperti itu. Jadi, hari Senin, 6 Mei 2019, kami (Fakultas Fisip,red) akan melaporkan ke Rektor Undana dan saya yakin Rektor akan berkenan demi pengembangan Undana dan kesejahteraan masyarakat NTT”, terang Frans Gana.

Penulis dan editor (+)