Arsip Tag: vincent laka

Kadis PUPR Belu: Segmen Bantuan Dana Swadaya Itu Bukan Untuk Orang Miskin

1.545 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | “Segmennya itu bukan untuk orang miskin. Segmennya itu untuk orang yang berpenghasilan rendah di bawah UMR. Jadi, orang miskin tidak bisa dapat,” demikian penegasan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Vincent K. Laka kepada Garda Indonesia melalui sambungan telepon seluler pada Minggu pagi, 26 Juli 2020.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/07/25/dana-bantuan-rumah-sederhana-sehat-di-belu-nama-janda-tua-tak-diusulkan/

Eng Laka, demikian sapaan karibnya menerangkan, bahwa orang yang penghasilannya di bawah Upah Minimum Regional/ Provinsi Nusa Tenggara Timur (UMR/UMP NTT) berhak terima, meski Veteran dan PNS/ASN sekalipun. “Ini, bantuan stimulan yang bersifat swadaya, bukan gratis untuk orang miskin. Yang menjadi patokan itu adalah penghasilan harus di bawah UMR. Jadi, penghasilan harus di bawah satu juta sembilan ratus lima puluh ribu rupiah,” urainya.

Skema dan syarat penerima bantuan dana rumah sederhana sehat di Kabupaten Belu

Persyaratan untuk mendapatkan rumah swadaya, beber Eng Laka, pertama, harus memiliki penghasilan tetap; kedua, harus mempunyai Kartu Keluarga (KK); ketiga, tinggal di desa bersangkutan; keempat, bersedia bekerja bersama kelompok; kelima, harus memiliki bahan bangunan dan lahan.

“Bantuan pemerintah hanya tujuh belas setengah juta. Dua setengah jutanya untuk bayar tukang, lima belas jutanya beli bahan. Sisanya dia tanggung sendiri. Rumahnya juga harus permanen karena bantuan pemerintah pusat ini untuk menghilangkan rumah tidak layak huni. Jadi, janda miskin ini kemungkinan tidak punya penghasilan tetap makanya tidak bisa”, sambungnya.

Sementara, bantuan rumah bagi orang miskin, lanjut Eng Laka, baru akan dianggarkan pada tahun 2021. Itu pun, penerima bantuan rumah wajib sediakan lahan. Pemerintah tidak membeli tanah. “Kita bangun rumah siap terima kunci. Kita sudah hitung-hitung biayanya berkisar 50—75 juta. Kalau bangunnya tahun depan, kita sudah harus verifikasi mulai sekarang. Dan, kita berharap semoga terwujud,” sibaknya.

“Yang jelas ada ketentuan terkait bantuan ini. Yang lolos verifikasi dan validasilah yang berhak terima,“ tambah Eng Laka via pesan WhatsApp.

Diketahui, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2020, Rp.1.950.000 (satu juta sembilan ratus lima puluh ribu rupiah) dari sebelumnya Rp.1.795.000 (satu juta tujuh ratus sembilan puluh lima ribu rupiah), sejak 1 November 2019 lalu. (*)

Penulis (*/HH)
Editor (+ rony banase)

Kadis PUPR Belu Selaku Inspektur Listrik NTT Siap Tuntaskan Masalah Listrik

520 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Vincent K. Laka juga selaku salah satu dari tiga Inspektur Ketenagalistrikan Indonesia untuk wilayah NTT dan memiliki SK Menteri, menyatakan siap berkoordinasi dengan pihak PLN Kabupaten Belu guna menyelesaikan masalah listrik di Desa Naitimu.

Baca juga: https://gardaindonesia.id/2020/07/16/wakil-bupati-belu-pemimpin-adalah-orang-yang-kedepankan-rasa-adil/

“Saya bisa panggil kepala PLN, periksa dan tahan mereka karena saya punya SK Menteri itu belum dicabut. Inspektur tenaga listrik di NTT ada tiga saja, satu di Kupang, dua di Belu, satunya saya,” sebut Vincent K. Laka sembari mengatakan bahwa kewenangan tentang listrik memang bukan lagi ada di kabupaten, melainkan ada di provinsi.

Menurut Undang- Undang Ketenagalistrikan No. 30 tahun 2009, PLN sebagai operator tenaga listrik harus menyiapkan tiga hal: Keandalan Sistem; Keselamatan Utama; dan Keakraban Terhadap Lingkungan. “Sebagai inspektur listrik, saya minta bapak desa dan bapak camat tolong kasih surat ke PU besok, saya koordinasikan. Kepala PLN saya panggil besok, masalah ini akan selesai,” pinta Eng Laka, sapaan karibnya ketika menjawab keluhan Alex Lau, warga Dusun Halilulik A di Aula Kantor Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 15 Juli 2020.

Eng Laka mengungkapkan, bahwa selama masih bicara tentang infrastruktur, pihaknya selalu berada di belakang program nomor urut tiganya Bupati dan Wakil Bupati Belu. “Berarti, Kadis PU masih terdepan dalam program itu”, tandasnya.

Selain itu, menyangkut ketersediaan air bersih di Kabupaten Belu, Eng Laka menyampaikan, bahwa pertama, pihaknya akan memanfaatkan air laut melalui program ‘Reverse Osmosis’ (penyaringan air laut). “Ini, saya sudah sampaikan kepada pak menteri waktu kami rapat di Labuan Bajo (Kabupaten Manggarai Barat). Yang kedua, pemanfaatan air Bendungan Welikis. Strategi ini, sudah melewati studi kelayakan, perencanaan dan desain. Kapasitas airnya, bisa sepuluh kali lipat dari Bendungan Rotiklot. Diyakininya, debet air tidak habis terpakai untuk seluruh Belu hingga dua puluh tahun ke depan. “Jadi, untuk listrik, air, dan rumah kita setuju. Kita harus bersabar karena semua ini butuh waktu”, harapnya.

Sedangkan, untuk perumahan di Naitimu tahun ini dibantu 25 unit. “Kalau bapak dan mama kasih tanah 4—5 hektar, hibah ke pemerintah, saya akan bangun perumahan sehat layak seperti kita sudah bangun di Belakang Kantor Camat Kakuluk Mesak dan Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur. Kasih tanah, kamu masuk dan tinggal di rumah dengan fasilitas lengkap air dan listrik, semua ada. Soal air bersih, untuk jangka pendek kita akan operasikan oto tangki. Kalau embung itu kembali kepada studi kelayakan. Kita akan turun survei,” tuturnya. (*)

Penulis + foto (*/HH)
Editor (+ rony banase)

Puluhan Tahun Menanti, Akhirnya Jalan Dusun Halilulik A di Belu Dikerjakan

886 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Penantian panjang selama bertahun-tahun dari segenap warga Dusun Halilulik A, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya menemukan muaranya. Kini, jalan yang melintasi wilayah dusun itu sudah mulai dikerjakan.

“Hari Ini sejarah baru dimulai di Dusun Halilulik A-Naitimu Manise. Terima kasih Bapak Willy Lay-Bapak Ose Luan. Terima kasih Belu Diakan. Kerinduan selama bertahun- tahun, akhirnya menemukan muaranya di titik hari ini. Gerak senyap tapi berisi”, demikian bunyi sepenggal ungkapan hati terdalam dari salah satu warga dusun Halilulik A, Elpidus Lau, S.Fil. melalui postingan pada akun facebooknya, Rabu, 8 Juli 2020.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Belu, Vincent K. Laka yang diwawancarai Garda Indonesia di lokasi pada Rabu siang, 8 Juli 2020 menjelaskan, jalan yang melintas di wilayah Lambau-Aisukar itu sudah masuk dalam rencana kerja tahun 2020 dan harusnya sudah dikerjakan pada tahun ini. Tetapi karena pandemi Covid-19 membuat pihaknya melakukan lockdown dan penghematan untuk refocusing dan realokasi anggaran Covid, sehingga anggaran itu menjadi hilang.

“Kami di PU melakukan trial (uji coba) aspal hotmix untuk paket yang sudah dilelangkan pada tahun ini”, jelas pria yang biasa disapa Eng Laka itu.

Eng Laka menuturkan, pada setiap pekerjaan ada sekitar 20—50 ton hotmix gratis yang bisa dipakai di mana saja sebagai sampel uji coba. “Jadi, jalan yang panjangnya delapan ratus meter ini kita buat hotmix, bukan lapen. Ini gratis, tidak pakai uang negara. Dan untuk jalan ini, kita siapkan seratus delapan puluh ton hotmix. Kalau tidak ada kendala, kita juga bisa pastikan pekerjaan ini akan selesai hanya dalam waktu dua sampai empat hari. Paling cepat dua hari, paling lambat empat hari”, tegas Eng Laka.

Kadis PUPR Kabupaten Belu, Vincent K Laka saat meninjau lokasi pengerjaan jalan hotmix di Dusun Halilulik A

Terpisah, Elpidus Lau yang ditemui di lokasi, menyampaikan betapa senang dan terharu hatinya melihat proses pengerjaan jalan di dusun kelahirannya itu. Katanya, kerinduan masyarakat terhadap pembangunan jalan itu sudah berlangsung selama puluhan tahun. Baginya, itu sangat luar biasa dan menjadi satu kebanggaan bagi warga desa Naitimu, teristimewa warga Dusun Halilulik A.

Elpi Lau, demikian sapaan akrabnya, atas nama warga Naitimu menyampaikan terima kasih berlimpah kepada Bupati Belu Willibrodus Lay dan Wakil Bupati Belu JT. Ose Luan. “Kami melihat ini sebagai satu bentuk kepedulian, ketulusan dan kerelaan seorang pemimpin untuk melayani masyarakat. Karena itu, saya atas nama pribadi, orang muda dan orang tua, mengucapkan terima kasih kepada bapak bupati dan bapak wakil bupati. Tak lupa, kami juga sampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas PUPR, bapak Eng Laka”, ucap Ketua Forum Peduli Naitimu (FPN) itu.

Ketika jalan itu sudah selesai dikerjakan, lanjut Elpi Lau, maka akan diberikan nama jalan SAHABAT, lantaran jalan itu baru dikerjakan di era kepemimpinan Bupati Belu Wilibrodus Lay dan Wakil Bupati Belu JT. Ose Luan periode 2015—2020, yang mana terpilih pada pilkada 2015 lalu dengan tagline SAHABAT.

“Kami merasa sangat terharu. Karena itu, kalau jalan ini sudah selesai kerja, kami langsung kasih nama jalan SAHABAT. Kami pasang papan besar dengan tulisan besar SAHABAT di sini”, kata pak Guru SMA Terpadu HTM Halilulik itu.

Kebanggaan yang sama juga datang dari perwakilan orang tua, Alex Lau. Menurutnya, jalan di Dusun itu sudah diusulkan semenjak tahun 1980-an, akan tetapi tidak pernah ada tanggapan dari pihak pemerintah. “Karena itu, saya mewakili masyarakat menyampaikan terima kasih berlimpah kepada bapak bupati dan bapak wakil bupati Belu. Semoga Tuhan membalas budi baik kedua pemimpin Belu ini”, tandas Alex Lau yang juga adalah bapak kandung dari Pater Godefrido Lau, SVD itu.(*)

Penulis + foto (*/HH)
Editor (+ rony banase)