Arsip Tag: wonderful indonesia

Wisatawan Timor Leste Sambut Gembira Festival Wonderful Indonesia di Belu

29 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Wisatawan asal Timor Leste yang melintas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara TImur sangat antusias dan gembira saat menghadiri penutupan Festival Wonderful Indonesia (FWI) yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenparekraf Muh. Ricky Fauziyani, saat penutupan FWI di PLBN Motaain, Rabu (6/11/2019) menjelaskan, Festival Wonderful Indonesia (FWI) sudah berlangsung 12 kali, mulai dari Agustus 2019 hingga saat ini masih berlangsung di PLBN Motaain pada 5—6 November 2019. Ini merupakan FWI terakhir pada 2019.

“FWI ini adalah akhir dari 12 perjalanan kegiatan, yang kami lakukan di 3 PLBN, Motaain, Motamasin, Wini dan PLBN Napan. Kami sempat berpikir inovasi untuk kegiatan ini agar memiliki dampak langsung ke masyarakat dan mendatangkan wisatawan Timor Leste lebih banyak. Oleh karena itu saya meminta agar kegiatan ini dievaluasi kembali, karena kami ingin mengetahui seperti apa keterlibatan masyarakat kita,” ujarnya.

Ricky juga menganggap Festival Wonderful Indonesia ini sebagai sebuah laboratorium untuk semua, baik dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga Pemerintah Daerah di tingkat Provinsi, Kabupaten, dan Kota.

“Bagaimana kita membuat even yang baik. Saya yakin ini belum baik, tapi akan tetap kita evaluasi lagi, sehingga ke depannya, makin banyak transaksi ekonomi dan kehadiran kami di sini dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Kalau ada transaksi maka kedua belah pihak akan bahagia dan itu namanya pariwisata,” bebernya.

100 Anak SMP Silawan saat membawakan tarian

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU), Robertus Nahas mengatakan pada prinsipnya pemerintah Kabupaten Timur Tengah Utara bersama seluruh masyarakat mengapresiasi program dari pemerintah pusat yang ada sekarang.

“Intinya masyarakat di perbatasan saling bertemu dan bersilaturahmi membangun rasa persaudaraan. Di sisi lain harapan kami adalah daerah perbatasan atau PLBN menjadi destinasi baru, destinasi unggulan untuk pariwisata,” katanya.

Pada FWI ke-12 kali ini, Bank Rakyat Indonesia (BRI) turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan FWI dengan membuka Money Changer untuk wisatawan Timor Leste, karena mata uang yang digunakan dalam acara FWI menggunakan rupiah. Selain itu ada pula bazar sembako, kuliner, dan suvenir. Selain paket sembako murah, kain tenun khas Atambua menjadi salah satu sasaran para pengunjung dari Timor Leste pada acara FWI kali ini.

Tidak hanya itu, ada pula hiburan seperti penampilan band dan penampilan tarian dari 100 anak SMP Silawan hingga santunan kepada anak-anak yatim piatu dan kurang mampu. Band yang ditampilkan adalah band asal Atambua yang juga turut serta dalam kegiatan Cross Border Music Festival Atambua yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf. (*)

Sumber berita (*/Guntur Sakti–Plt. Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf)
Editor (+rony banase)

Gubernur VBL: “Pemerintah Norwegia Tertarik dengan Kopi NTT”

29 Views

Oslo-Norwegia, Garda Indonesia | Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL)-Gubernur NTT saat mendampingi Duta Budaya NTT asal Sabu Raijua dalam Ajang Wonderful Indonesia yang dihelat oleh KBRI Oslo di Norwegia (28—30 Juni 2019); menyampaikan bakal terjalin kerja sama antara Norwegia dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2019/07/02/tarian-sabu-raijua-mendunia-bupati-sabu-norwegia-kenal-ntt/

Pernyataan tersebut disampaikannya saat jalinan komunikasi via telepon Whatsapp yang difasilitasi oleh Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke

Kepada Garda Indonesia, dalam percakapan singkat pada pada Senin, 1 Juli 2019 pukul 02:40 WITA atau pada Minggu, 30 Juni 2019 pukul 20:40 waktu Oslo Norwegia; Gubernur VBL menyampaikan bahwa Duta Sabu Raijua yang mewakili NTT membawa misi pariwisata dan tentunya mengenalkan potensi aktraksi budaya dan pariwisata

“Tentunya semua aktraksi budaya dan tarian Sabu Raijua yang ditampilkan disini demi mengenalkan NTT”, terang Gubernur

Lanjutnya, saat ditanya tentang kemungkinan jalinan kerja sama antara Norwegia dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Gubernur VBL menuturkan tentang ketertarikan Pemerintah Norwegia terhadap Kopi NTT

“Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Oslo di Norwegia akan mediasi jalinan kerja sama antara Norwegia dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur”, pungkasnya mengakhiri percakapan singkat dengan Garda Indonesia.

Penulis dan editor (+rony banase)

Foto : Istimewa oleh Okky Boy

Tarian Sabu Raijua Mendunia, Bupati Sabu: “Norwegia Kenal NTT!”

100 Views

Oslo-Norwegia, Garda Indonesia | 4 (empat) Tarian Sabu yang ditampilkan dalam Ajang Wonderful Indonesia dan dirangkai sebagai Festival Indonesia yang dihelat oleh KBRI Oslo di Norwegia pada 28—30 Juni 2019, menjadikan Tarian Sabu Raijua Go International atau mendunia.

https://gardaindonesia.id/2019/06/30/tarian-sabu-raijua-guncang-norwegia-warga-oslo-turut-menari/

Penampilan Duta Budaya Sabu Raijua dari NTT yang terdiri dari 12 penari dan 2 tutor tersebut juga didampingi oleh Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke dan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke pose bersama Duta Budaya Sabu Raijua usai pentas hari pertama di Hotel Felix, Oslo Norwegia

Bupati Niko, sapaan akrab dari Bupati Sabu Raijua yang dilantik oleh Gubernur NTT pada Kamis, 14 Februari 2019 ini saat menghubungi Garda Indonesia melalui telepon Whatsapp pada Senin, 1 Juli 2019 pukul 02:40 WITA atau pada Minggu, 30 Juni 2019 pukul 20:40 waktu Norwegia menyampaikan Warga Oslo sangat antusias terhadap Tarian Sabu Raijua

“Hari pertama saat pembukaan Festival Indonesia (Sabtu, 29 Juni 2019) di Hotel Felix dan hari kedua (Minggu, 30 Juni 2019) di Taman Spikersuppa; Warga Oslo sangat antusias dan menikmati penampilan para penari yang mementaskan 4 tarian”, terang Bupati Niko

Warga Oslo ikut menari Tari Pado’a saat pementasan di hari kedua (Minggu, 30 Juni 2019) di Taman Spikersuppa, Oslo

Lanjutnya, “Warga Oslo sangat antusias karena untuk pertama kalinya KBRI Oslo di Norwegia menyelenggarakan even Wonderful Indonesia saat musim panas”, ungkap Bupati Niko

“Orang Asia dari Malaysia, Thailand, dan Filipina termasuk orang Indonesia yang sedang berlibur di Norwegia juga turut menikmati pementasan tarian Sabu Raijua”, tutur Bupati yang fokus membangun pariwisata di Kabupaten Sabu Raijua ini kepada Garda Indonesia.

Duta Budaya NTT asal Sabu Raijua saat mementaskan Tari Pegodo Aru (Tarian Anak Lesung atau Alu Panjang yang diganti bambu panjang)

Selain itu, Bupati Niko juga berharap agar usai pementasan Tarian Sabu Raijua, mereka (Warga Oslo dan Norwegia, red) lebih mengenal Indonesia, terutama aktraksi budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) dan lebih khusus aktraksi dan pariwisata Kabupaten Sabu Raijua.

Terpisah, salah satu Warga Oslo yang bernama Alexis (Perempuan, 17 tahun) saat dihubungi Garda Indonesia melalui pesan Whatsapp pada Minggu, 30 Juni 2019 pukul 19:40 waktu Oslo Norwegia atau Senin, 1 Juli 2019 pukul 01:40 WITA) menyampaikan kecintaan dan kekagumannya terhadap Tarian Sabu Raijua

Berikut petikan wawancaranya:

[1/7 01:40] Garda Indonesia : Hello Alexis
[1/7 01:49] Garda Indonesia : My name is Rony Banase
[1/7 01:49] Garda Indonesia : I am a journalist
[1/7 01:49] Garda Indonesia : Form Kupang
[1/7 01:49] Garda Indonesia : East Nusa Tenggara
[1/7 01:49] Garda Indonesia : Indonesia

[1/7 01:49] Oslo Alexis: Niceee
[1/7 01:49] Oslo Alexis: How are you ?

[1/7 01:49] Garda Indonesia : I am fine

[1/7 01:50] Garda Indonesia : I got your number from Beby

[1/7 01:50] Oslo Alexis: Hahaha Aytayt

[1/7 01:50] Garda Indonesia : One of the dancer of Sabu Raijua

[1/7 01:50] Rony Banase: They danced traditional dance

[1/7 01:51] Oslo Alexis: Yes yes, I saw them. They’re really good!

[1/7 01:51] Garda Indonesia : I want to ask you some question

[1/7 01:51] Oslo Alexis: Sure

[1/7 01:52] Garda Indonesia : What do you think about the Sabu Dance?

[1/7 01:53] Oslo Alexis: I loved it. I enjoyed it very much

[1/7 01:53] Garda Indonesia : Did you join it?

[1/7 01:53] Oslo Alexis: No, I was too shy😂
[1/7 01:53] Oslo Alexis: But I got invited tho

[1/7 01:55] Garda Indonesia : That was your first time to see it?
[1/7 01:56] Oslo Alexis: Yes actually

[1/7 01:57] Garda Indonesia : If they come again to Oslo
[1/7 01:57] Garda Indonesia : Do you like to join the traditional dance?

[1/7 01:57] Oslo Alexis: Hahaha sure I would love to try

[1/7 01:58] Garda Indonesia : Good
[1/7 01:58] Garda Indonesia : Such a lovely interview
[1/7 01:58] Garda Indonesia : Thanks a lot Alexis

[1/7 01:58] Oslo Alexis: Ahhaha no problem
[1/7 01:58] Oslo Alexis: I’m always open for questions so just ask.

Kemudian, Garda Indonesia menutup wawancara dengan meminta Alexis untuk mengirimkan beberapa foto dirinya untuk dimasukkan ke dalam berita namun Akexis menyampaikan bahwa dirinya tak memiliki foto terbaik.

Penulis dan editor (+rony banase)

Sabu Raijua Wakil NTT dalam Even Wonderful Indonesia di Oslo Norwegia

72 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kabupaten Sabu Raijua menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang ditunjuk menjadi wakil NTT untuk mengikuti even Wonderful Indonesia yang dihelat oleh KBRI Oslo di Norwegia pada 28—30 Juni 2019

Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari Sustainable Soft Diplomacy atau promosi terpadu ekonomi, budaya dan pariwisata dalam bentuk festival tahunan yang dihelat pertama kali oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Oslo di Norwegia

KBRI Oslo menyelenggarakan Festival Indonesia 2019, Pameran Budaya, Perdagangan, dan Pariwisata dengan mengusung tema, ‘Wonderful Indonesia, A Land of Diversity’ dilaksanakan dan dirangkai dengan penampilan kesenian budaya dari perwakilan pemerintah daerah yang diundang oleh KBRI Oslo, Seminar dan Pertemuan Bisnis pada 28 Juni 2019.

Tim Kesenian dan Budaya Sabu Raijua bakal mementaskan 4 jenis tarian yakni Tari Pado’a (Tarian Massal), Tari Ledo Hawu (Tarian Anak Muda) , Tari Haba Kooma (Tarian Hasil Panen) dan Tari Pegodo Aru (Tarian Anak Lesung atau Alu Panjang)

Kesiapan Tim Kesenian dan Budaya asal Kabupaten Sabu Raijua sebanyak 14 orang yang terdiri dari 6 (enam) remaja laki-laki, 6 (enam) remaja puteri dan 2 (dua) pendamping dilihat dan ditinjau langsung oleh Wagub Josef Nae Soi pada Minggu, 23 Juni 2019 pukul 16:15 WITA dalam sesi latihan pemantapan di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi kepada 12 penari berpesan agar dapat menunjukkan kekayaan intelektual nenek moyang dari Sabu Raijua dapat dinikmati oleh dunia internasional terutama di Oslo

Tim seni dan budaya Sabu Raijua saat berpose bersama Wagub Josef Nae Soi, Bupati Sabu Niko Rihi Heke dan Kadis Pariwisata NTT

“Saya yakin orang Norwegia di Oslo bakal banyak yang datang nonton karena mereka sangat haus akan hiburan. Saya tahu persis itu. Tolong keseragaman dalam gerak dan tari dan bawalah misi NTT dan Indonesia kesana”, jelas Wagub Josef

Selain itu, Wagub Josef mengimbau anak-anak penari dari Sabu Raijua untuk tidak minder dan malu karena pasti banyak anak muda Norwegia yang datang menonton

“Disana kotanya aman dan kondisinya adalah pukul 4:00 subuh matahari sudah terbit dan matahari terbenam pada pukul 21:00 (9 malam) waktu setempat. Disana kalian bakal dipandu oleh Pak Bupati”, terang Wagub Josef yang pernah menolak menjadi Dubes di New Zealand dari Presiden Jokowi.

Wagub Josef Nae Soi juga menyampaikan bahwa Dubes Oslo Tudong Mulya Lubis merupakan temannya dan teman dari Viktor Laiskodat Gubernur NTT. Dia akan senang sekali

“Semalam saya sudah telpon beliau, saya bilang anak-anak saya datang kesana dan you bakal terheran-heran karena bukan hanya saja Tarian dari Sumatera Utara yang bagus namun dari NTT juga bagus”, pungkas Josef Nae Soi.

Tari Pado’a, salah satu tarian Sabu Raijua yang bakal dipentaskan dalam Wonderful Indonesia di Oslo Norwegia

Sebelumnya, Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke kepada Garda Indonesia menyampaikan bahwa sebuah kesempatan yang sangat baik bagi Sabu Raijua terutama untuk anak-anak Sabu.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah provinsi yang mempunyai perhatian yang sangat serius dan sangat besar terhadap semua kabupaten terlebih kepada Kabupaten Sabu Raijua”, ujar Bupati Niko

Bupati Sabu yang memiliki nama adat Ma Bela ini juga mengatakan bahwa seni dan budaya Sabu Raijua sangat bagus untuk dikenal baik oleh dunia luar sebagai jualan pariwisata.

Penulis dan editor (+rony banase)