Arsip Tag: Anita Gah

Sosialisasi Empat Pilar di Jemaat Calvari Oebelo, Anita Gah: Ini Bukan Kampanye

113 Views

Kab.Kupang, Garda Indonesia | Anggota DPR RI dari politisi Partai Demokrat, Komisi X bidang pendidikan, Anita Jacoba Gah,SE., konsisten dalam melaksanakan tugasnya sebagai wakil rakyat dan sebagai wujud nyata pelaksanaan tugas MPR RI dalam hal menanamkan program Kerja MPR RI; mengisi masa resesnya di awal tahun 2019 dengan mengadakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

Berlangsung pada Jumat, 15 Februari 2019 pukul 17.00 WITA—selesai di Jemaat GMIT Calvari Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Pemateri Empat Pilar Kebangsaan oleh dosen FH Universitas Kristen Artha Wacana, Liven Rafael; sosialisasi diikuti oleh sekitar 150 peserta yang merupakan anggota jemaat Calvari Oebelo.

Saat membuka sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Anita menegaskan bahwa hari ini dirinya sedang melaksanakan tugas Anggota DPR RI aktif yang ketiga, yaitu fungsi pengawasan.

“Sebagai anggota DPR MPR RI, Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan sebagai pelaksanaan tugas ketiga adalah wajib hukumnya. Dan hanya anggota DPR RI yang peroleh tugas ini. Anggota DPR tingkat dibawahnya tidak mempunya hak ini”, tegas Anita

Lanjut Anita, Sebagai anggota DPR/MPR RI aktif, Anita tegaskan bahwa sosialisasi Empat Pilar Kebangasaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI merupakan tugas khusus dari MPR terhadap anggota DPR RI.

“Semua anggota DPR adalah anggota MPR RI dan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan wajib hukumnya dilaksanakan oleh setiap wakil rakyat bagi dapilnya. Empat Pilar Kebangsaan wajib hukumnya disosialisasikan kepada masyarakat bagi dapil masing-masing wakil rakyat RI. Tujuannya agar masyarakat tahu, mengennal dan mampu melaksanakan seluruh nilai dan makna dari Empat Unsur Yang terdapat dalam Empat Pilar Kebangsaan”, jelas Anita.

Sekali lagi Anita menegaskan bahwa kegiatan ini bukanlah sosialisasi atau kampanye bagi dirinya yang sedang mencalonkan diri. Tapi ini semata-mata tugas pengawasan saja.

“Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan adalah sebuah tugas wajib bagi setiap anggota DPR RI dan legitimasi tugas sosialisasi juga hanya diperoleh anggota DPR RI”, ungkap Anita Gah

Sedangkan Lifen Rafael dalam pemaparannya mengumpamakan Empat Pilar sebagai 4 (empat) tiang rumah. Empat Pilar Kebangsaan adalah tiang negara Indonesia. Tanpa topangan ke-Empat Pilar Kebangsaan itu maka NKRI akan runtuh.

“Sehingga sebagai warga negara Indonesia harus menjaga keutuhan dan kekuatan keempat Pilar Kebangsaan ini agar Negara Indonesia mampu berdiri tegak. Dengan 1.120 suku di Indonesia maka penghayatan dan pelaksanaan terhadap ke Empat Pilar amat urgen dilaksanakan, sehingga sosialisasi ini menjadi amat penting dilaksanakan terus menerus”, jelasnya

Liven Rafael juga mengingatkan bahwa pengenalan dan pengajaran dari 4 Pilar agar bisa dimengerti, diterima, dimaknai dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia. Dan hal ini penting agar kehidupan berbangsa dan bernegara harus berdasarkan Pancasila. Karena Pancasila adalah Dasar Negara Indonesia dan wawasan berpikir dan berpijak Bangsa Indonesia; Sehingga kerukunan, persatuan, toleransi dapat dibangun dengan harmonis.

Penulis dan editor (+rony banase)

Anita Gah Apresiasi Tugas & Pengabdian Para Kader Posyandu

156 Views

Kota Kupang, gardaindonesia.id | Anita Jacoba Gah Anggota DPR RI Komisi X bertemu dengan para kader posyandu dari 4 (empat) Kelurahan yakni Fatufeto, Manutapen, Mantasi dan Airmata dalam Rapat Dengar Pendapat di Aula Patikawa Kelurahan Fatufeto, Rabu/23/1/2019 pukul 18.00 WITA—selesai.

Kepada para Kader Posyandu tersebut Anita Gah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas segala kerja keras dan pengorbanan atas tenaga dan waktu meski dengan balas jasa berupa insentif dari pemerintah yang relatif sangat kecil.

“Bagi saya Kader Posyandu adalah perempuan-perempuan hebat dan secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada Mama Kader Posyandu yang selalu siaga dan melakukan banyak kegiatan setiap bulan namun tidak terlalu diperhatikan oleh pemerintah”, jelas Anita.

Dengan gamblang Anita menjelaskan bahwa Rapat Dengar Pendapat yang seharusnya dilaksanakan hanya untuk jajaran Menteri dan Anggota DPR RI namun penting juga dilakukan dengan kader posyandu untuk menampung aspirasi dan kebutuhan dari posyandu.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2019/01/22/anita-gah-berteriak-lantang-tentang-peran-kader-posyandu/

“Selama saya menjadi anggota DPR RI khususnya di bidang kesehatan; saya dekat dengan para kader dan melihat ada persoalan yang cukup penting untuk diangkat ke permukaan dan harus diperhatikan oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat”, ungkap Anita Gah usai menyerahkan SK Program Indonesia Pintar bagi beberapa sekolah di Kecamatan Takari Kabupaten Kupang sejak pukul 09.00—15.00 WITA.

Sekitar 100 kader posyandu yang berasal dari 10 posyandu di Kelurahan Manutapen; 25 posyandu di Kelurahan Fatufeto; 5 posyandu di Kelurahan Mantasi dan 4 posyandu Kelurahan Airmata memadati aula Ibu Patikawa.

Anita Gah saat merespon aspirasi kader posyandu

Meski sempat terhenti sejenak akibat hujan deras disertai angin kencang dan padamnya listrik, tidak menghentikan semangat para kader untuk menyampaikan aspirasi.

Menanggapi aspirasi para kader posyandu, Anita berjanji semua aspirasi akan diusulkan ke dalam Sidang Pembahasan APBN TA 2020 dan sebagai langkah awal untuk mengatasi kebutuhan para kader dalam laksanakan tugasnya; Anita akan memberikan dukungan keuangan pribadi seperti kebutuhan posyandu seperti timbangan, alat tensi untuk posyandu lansia, seragam kader, dan makanan tambahan berupa biskuit yang akan diberikan setiap bulan.

Untuk kebutuhan lain yang lebih besar seperti gedung, insentif, raskin bagi para kader, dan usulan lain akan didorong ke Pemkot Kupang dan Kemenskes RI agar memperoleh intervensi anggaran baik APBD dan APBN.

Penulis dan editor (+rony banase)

Anita Gah Berteriak Lantang Tentang Peran Kader Posyandu

110 Views

Kab Kupang, gardaindonesia.id | Para kader posyandu yang berasal dari desa-desa di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang-Provinsi Nusa Tenggara Timur menyampaikan unek-unek mereka kepada Anita Jacoba Gah tentang pelayanan posyandu yang minim sarana dan prasarana seperti belum ada tempat atau rumah posyandu dan hal lain yang menghambat pelayanan para kader.

Anita Gah anggota Legislatif Partai Demokrat tersebut mengumpulkan para kader dan masyarakat di Gereja Bethesda Tarus Tengah (Selasa,22/1/2019); selain mendengar unek-unek, Anita Gah juga memberikan pemahaman akan Empat Pilar Kebangsaan.

Anita Jacoba Gah

“Posyandu harus dilengkapi dengan fasilitas yang memadai seperti meja, kursi dan makanan tambahan berupa biskuit bagi para balita”, jelas Anggota DPR RI Komisi X yang membidangi Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, Olahraga, Perpustakaan.

Kepada para kader Anita Gah menyampaikan bahwa masih banyak ketidakadilan dalam pelayanan kepada masyarakat. “Hampir semua posyandu yang saya temui berteriak dan mengeluh kondisi yang sama”, ungkapnya.

Lanjut Anita dengan tegas mengatakan bahwa Pemerintah tidak bisa menganggap remeh para kader posyandu dan tidak adil kepada para kader posyandu. Anita Gah akan mengupayakan usulan pemberian insentif dan seragam bagi para kader dengan melakukan koordinasi dengan Pemkab Kupang

Disamping itu, materi Empat Pilar Kebangsaan yang kompleks bagi para kader posyandu dan masyarakat diramu oleh Lifen Rafael,SH,MHum., menjadi lebih gampang dan dimengerti dan dicerna oleh masyarakat.

Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika diringkas oleh dosen Unkris ini menjadi bahasa sederhana dengan konten dan dialek lokal Kupang (bahasa Kupang) yang menarik perhatian para peserta.

“Empat Pilar Kebangsaan ibarat tiang penyangga rumah maka empat pilar mesti kuat dapat menyanggah Negara Republik Indonesia, kita mesti bangga bahwa Pancasila lahir di Ende Bumi Flobamora”, ujar Lifen Rafael yang juga berprofesi sebagai Pengacara.

Lifen Rafael meneguhkan prinsip dasar kepada para kader posyandu dan masyarakat bahwa kalo kita mau kuat dalam Empat Pilar Kebangsaan maka keutuhan utama dan mendasar ada di dalam rumah tangga.

Penulis dan editor (+rony banase)

Anita Gah Edukasi Persatuan & Kesatuan dengan Empat Pilar Kebangsaan

104 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Empat Pilar Kebangsaan penting untuk tetap mempertahankan keutuhan dan persatuan Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang kokoh dan kuat. Mengapa Empat Pilar Kebangsaan sangat penting karena untuk mempertahankan Indonesia yang utuh dan damai sebagai bangsa yang berdiri kokoh diatas Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Anita Gah dalam rangkaian sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Aula Gereja Kota Kupang, Jumat/20 Des 2018 pukul 17.00WITA—selesai. Dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Karang Taruna dan Kader Posyandu seputar Kota Kupang; Anita Gah membuka sosialisasi dengan mempertanyakan tentang

Anita Gah memberikan edukasi tentang proses pemilihan kepala daerah dan calon anggota legislatif yang sesuai kaidah Empat Pilar Kebangsaan.

“Mengapa mama-mama saya undang? Karena setiap warga negara harus paham tentang Empat Pilar Kebangsaan,” jelas Anita Gah

Tambah Anita Gah, “Bapak dan Mama diundang sebagai warga negara yang bertanggung jawab dan dapat memberikan pencerahan bagi orang lain,” ujarnya.

Dalam sesi tanya jawab, para peserta sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan mempertanyakan tentang Beasiswa Bidikmisi dan Program Indonesia Pintar (PIP). Anita Gah menganjurkan untuk memasukan persyaratan melalui Rumah Aspirasi Anita Gah.

“Karena dana PIP 2017 masih terdapat di Bank dan sekitar 70 ribu siswa di Kota Kupang belum menerima Beasiswa PIP,” jelasnya.

Anita Gah sebagai anggota DPR RI  Komisi X menjelaskan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menggunakan real account berupa buku tabungan yang harus diverifikasi di Bank dan bukan virtual account karena masih banyak orang tua yang belum tahu tentang proses tersebut.

Penulis dan editor (+ rony banase)

Anita Gah Sidak Dana PIP, Temukan Pungli oleh PKBM Harapan Bangsa

203 Views

Kab Kupang, gardaindonesia.id | Anita Jacoba Gah,S.E., Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Demokrat melakukan sidak ke sekretariat PKBM Harapan Bangsa yang disinyalir melakukan pungli terhadap penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) di Desa Bismarak, Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT), lokasi penyaluran dana PIP untuk 55 penerima, (Sabtu,17/11/18) pukul 11.40 WITA.

Anita Gah beserta staf dan Kuasa Hukum Benyamin Rafael,S.H., mendatangi lokasi penyaluran dana PIP dan bertemu Direktur PKBM Harapan Bangsa Petrus Alung dan mempertanyakan legalitas dan ijin operasional PKBM Harapan Bangsa.
“PKBM Harapan Bangsa berdiri sejak tahun 2009 dan sudah terakreditasi 2 kali dan memiliki tempat belajar/kelas berada di Kantor Pusat PKBM Harapan Bangsa di Jalan Bhakti Karya Kota Kupang yang masih menunggu ijin operasional dari Dinas Pendidikan Kota Kupang,” ujar Petrus Alung.

Anita Gah juga mempertanyakan wilayah kerja PKBM Harapan Bangsa hanya untuk Kota Kupang namun beroperasi di areal Kabupaten Kupang dan dijawab oleh Petrus Alung bahwa cakupan kerja PKBM luas dan sesuai dengan Visi Misi Non Formal dan Undang undang No 20 Tahun 2003.

“Lembaga PKBM itu fleksibel, jangankan Kabupaten Kupang; dari Provinsi Riau datang dan berdomisli di Kabupaten Kupang dapat dilayani,” sebut Petrus Alung dan langsung ditanyakan Anita Gah mengenai dasar hukum cakupan kerja PKBM.

Baca juga

https://gardaindonesia.id/2018/11/17/pkbm-harapan-bangsa-akui-telah-salurkan-dana-pip-sesuai-prosedur/

Merasa geram dengan jawaban Direktur PKBM Harapan Bangsa yang mengambang dan tidak mengerti tupoksi anggota Komisi X DPR RI, Anita Gah langsung menghadirkan seorang orang tua penerima dana PIP bernama Adelia Taopan yang merasa dirugikan dengan pemotongan yang dilakukan oleh Sekretaris Desa Oelomin dengan melakukan pungli sebesar Rp.50.000,- (lima puluh ribu) kepada 55 penerima beasiswa PIP sehari sebelum pelaksanaan penyaluran dana PIP, (Jumat,16/11/18).

“Sekretaris Desa minta uang 50 ribu tiap anak dan menyuruh kami diam dan tidak usah omong apapun. Pencairan telah dilakukan 3 (tiga) kali sejak tahun 2016—2018 dan selalu dilakukan pemotongan sebesar 50 ribu,” sebut Adelia Taopan.

Merasa kesal, Anita menghentikan sementara penyaluran dana PIP dan menyampaikan dengan tegas kepada warga Desa Bismarak dan penerima dana beasiswa PIP bahwa Komisi X DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Pendidikan RI telah bersepakat untuk tidak boleh melakukan pemotongan 1 rupiah pun dari pihak manapun termasuk pihak bank.

“Saya datang ke tempat ini sebagai wakil rakyat yang melakukan sidak karena mendengar bahwa PKBM Harapan Bangsa sudah sejak lama sering melakukan pemotongan-pemotongan,” ujar Anita Gah Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat sambil menunjukan bukti kuitansi pemotongan dana PIP.

Kepada salah satu pengurus PKBM Harapan Bangsa Aksa M Nenobesi, Anita Gah juga melakukan konfirmasi tentang pemotongan yang dilakukan terhadap para penerima dana PIP sebesar 50 ribu pada tanggal 1 April 2017 dan 50 ribu lagi pada tanggal 16 November 2018.

“Saya yang melakukan perekrutan penerima dana PIP secara door to door dan memungut kontribusi sebesar Rp.100.000,- (seratus ribu) per orang tua dan disetorkan kepada lembaga (PKBM Harapan Bangsa-red) sebesar Rp.20.000.000,- (dua puluh juta rupiah),” ungkap Etha sebutan akrab dari Aksa M Nenobesi kepada Anita Gah dan didengarkan oleh semua orang tua dan penerima PIP.

Lanjut Anita, hari ini saya datang ke tempat ini dan saya menyaksikan langsung. Kalo hari ini bapa mama bilang tidak dipotong, karena Ketua PKBM tahu saya bakal datang kesini dan akan membongkar kasus ini.
“Saya berharap bapa mama untuk tidak takut dengan tikus-tikus di daerah ini dan menjadi masyarakat yang cerdas dan tidak gampang dibodohi,” tegas Anita.

Usai melakukan sidak, kepada media Anita Gah menyatakan bahwa segera akan memproses ke ranah hukum.
“Senin,19/11/18 kita ajukan aduan ke aparat penegak hukum; Saya takut ini sudah terjadi di semua kabupaten dan sudah banyak masyarakat yang ditipu dan berapa banyak juta yang didapat,” pungkas Anita Gah. (+rb)