Arsip Tag: badai siklon sabu raijua

Gubernur VBL : Konstruksi Bangunan Kita Harus Tahan Gempa dan Bencana

113 Views

Sabu Raijua, Garda Indonesia | Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat mengunjungi Sabu Raijua untuk melihat dampak dari Badai Seroja mengatakan, hingga saat ini, badai yang terjadi di NTT telah terjadi dua kali. Ke depanya perlu mengantisipasinya dengan kebijakan yang lebih mementingkan keselamatan masyarakat.

“Tentunya momentum seperti ini, kita belajar, ke depanya agar konstruksi bangunan kita tahan gempa dan bencana. Sehingga, ketika terjadi bencana, kita siap dan tidak terkena masalah serius sebagaimana yang terjadi di negara maju. Badai di NTT itu pertama kali terjadi pada tahun 1973 di Kabupaten Sikka dengan memakan korban yang cukup banyak. Dan  kedua di tahun 2021 terjadi lagi di wilayah NTT,” terang Gubernur VBL.

Sementara, imbuh VBL, boleh ada perbaikan, tapi ke depan harus ada desain standar bangunannya. “Sebagai manusia berakal, beriman, dan berpengetahuan tentunya diberikan kemampuan untuk menganalisis dalam menempatkan kebijakan untuk menyelamatkan rakyat,” jelasnya.

Gubernur VBL pun menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Sabu Raijua yang menjalankan tugas konstitusionalnya melayani publik dengan cukup baik. “Pelayanan terhadap masyarakat yang sudah cukup baik ini perlu ditingkatkan karena kita tidak urus badai saja. Tapi, masih ada badai kemiskinan dan badai kebodohan yang sampai saat ini masih tetap menghantui kita. Semua ini harus dikerjakan dengan baik agar kita mampu melewati seluruh batas kewajaran peradaban bangsa ini sehingga kita mampu menunjukkan bahwa kita bisa keluar dari situasi yang sulit,” urainya.

Pose bersama usai penyerahan bantuan genset kepada Pemda Sabu Raijua dari Bank Artha Graha

VBL juga mengimbau masyarakat agar tetap bersabar dalam menunggu pelantikan bupati definitif dan fokus pada kerja-kerja produktif untuk kemajuan daerah. “Di sini hadir para pimpinan DPRD. Berharap tidak lama lagi proses hukum di Mahkamah Konstitusi selesai agar kita memiliki bupati definitif. Sehingga sebagai Gubernur, tentunya menunggu arahan Pemerintah Pusat (Kementerian Dalam Negeri). Sampai hari ini, sesuai perintah hanya tiga  kabupaten yang dilantik, sehingga penjabat agak lama di sini. Masyarakat mesti mendukung pak penjabat dan tetap fokus bekerja untuk kemajuan Sabu Raijua.” ungkapnya.

Gubernur juga mengingatkan, Penjabat Bupati saat ini, Doris Rihi, untuk segera mengirim data masyarakat terkena dampak bencana paling lambat Rabu malam, 14 April 2021. Estimasi pemulihan pasca-badai ini dapat selesai pada Mei dan saat Juni nanti hanya dilakukan evaluasi.

“Kecepatan bekerja Pak Penjabat Bupati, harus didukung dan diimbangi oleh Camat dan Kepala Desa/Lurah untuk menyiapkan data dimaksud, selanjutnya diserahkan ke posko provinsi  pada Rabu malam, 15 April 2021 malam hari dalam bentuk Surat Keputusan untuk dilakukan verifikasi dan implementasi bantuannya sehingga kita mampu menyelesaikan pemulihan pasca-badai sekitar bulan Mei, dan bulan Juni tinggal kita evaluasi saja. Jangan lambat karena bencana (gempa bumi) juga terjadi di Malang, kalau kita lambat dan ruang fiskal keuangan negara kita juga terbatas, maka bantuan untuk kita dapat terbatas juga,” jelas Gubernur VBL.

Sementara itu, Camat Hawu Mehara, Daniel Logo menyampaikan perkembangan penanganan  pasca-badai yang menimpa wilayahnya sejak tanggal 4—6 April 2021. “Langkah awal yang kami lakukan pasca-bencana adalah mendata fasilitas pemerintah, rumah penduduk, membuka akses jalan dikarenakan pohon dan tiang listrik yang tumbang, semuanya dapat kami lakukan atas dukungan rekan-rekan TNI dan Polri di wilayah Kecamatan Hawu Mehara,” pungkas Daniel. (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

12 Ribu Lebih Rumah & Kantor Bupati Sabu Raijua Rusak Dihantam Badai Seroja

293 Views

Sabu Raijua, Garda Indonesia | Badai Siklon Tropis Seroja yang meluluhlantakkan fasilitas umum, perkantoran, kantor Bupati Sabu Raijua, dan rumah-rumah rakyat di Kabupaten Sabu Raijua pada Senin, 5 April 2021 pukul 15.00—21.00 WITA.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/06/badai-siklon-lulu-lantak-sabu-raijua-porak-poranda-rumah-kantor/

Penjabat Bupati Sabu Raijua, Doris Rihi kepada Garda Indonesia pada Kamis pagi, 8 April 2021 pukul 06.14 WITA menyampaikan kondisi Sabu Raijua. “Semalam (Rabu, 7 April 2021, red) setelah saya mengumpulkan para Camat dan Kepala Desa/Lurah diperoleh informasi jumlah kerusakan pada rumah warga, sekolah, gereja, fasilitas umum seperti kantor, rumah sakit, puskesmas mencapai 12 ribu lebih unit,” urainya.

Terkait kerusakan jalan atau infrastruktur lainya, imbuh Doris, akan disampaikan melalui laporan. “Kami akan menginfokan lagi setelah didata secara valid. Demikian info sementara,” ucapnya.

Atap Kantor Bupati Sabu Raijua terlepas dan hancur dihantam Badai Seroja

Doris pun menyampaikan permohonan maaf karena komunikasi terganggu karena signal telekomunikasi “Listrik padam sejak bencana tanggal 5 April, jaringan komunikasi internet juga terganggu lebih banyak tak ada sinyal. BBM sementara masih cukup, tapi akan jadi masalah jika tidak ada stok BBM masuk.  Transportasi jalan masih dapat dilalui walaupun pada titik tertentu terjadi patahan atau longsor,” urainya.

Selain itu, terang Doris, transportasi laut dan udara kiranya dapat beraktivitas. “Karena saat sangat dibutuhkan untuk  kelancaran perekonomian di Sabu Raijua seperti terpenuhinya BBM, sembako, dan lain-lain, sekaligus menjawab kebutuhan anak-anak yang akan melanjutkan kuliah ke Kupang, Bali, Jawa, dan lain-lain.

Doris Rihi juga menandaskan akan bekerja membersihkan ruangan kantor untuk  dimanfaatkan walau kondisi parah karena tak ada gedung lain untuk pindah.(*)

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto (*/istimewa, koleksi pribadi)

Badai Siklon Lulu Lantak Sabu Raijua, Porak Poranda Rumah & Kantor

617 Views

Sabu Raijua-NTT, Garda Indonesia | Badai Siklon Tropis Seroja diprediksi 6—9 knots dengan kekuatan maksimum di sekitar sistemnya sebesar 30—70 knots, memorak-porandakan fasilitas umum, perkantoran, perumahan masyarakat sejak pukul 23.00 WITA pada Minggu, 4 April 2021 hingga pukul 08.00 WITA pada Senin, 5 April 2021, di wilayah Kota Kupang mengakibatkan putusnya jaringan listrik PLN.

Selanjutnya, pada Senin, 5 April 2021 pukul 13.00—22.00 WITA meluluhlantakkan wilayah Kabupaten Sabu Raijua. Informasi yang dihimpun Garda Indonesia menyebutkan beberapa kapal yang berlabuh di pelabuhan Seba, terdampak Siklon Tropis Seroja dan kandas.

Penjabat Bupati Sabu Raijua, Doris Rihi kepada Garda Indonesia pada Selasa, 6 April 2021 pukul 13.51 WITA mengungkapkan hampir seluruh rumah terkena dampak Badai Siklon Tropis yakni rumah jabatan bupati, kantor-kantor pemerintahan termasuk kantor bupati, dan rumah sakit. “Umumnya semua rumah di Sabu kena dampak badai,” sebut Doris.

Selain menerjang rumah dan perkantoran, imbuh Doris Rihi, Badai Siklon Tropis dengan curah hujan lebat menimbulkan longsor dan merobohkan tiang listrik sehingga arus terputus. “Termasuk juga merusakkan beberapa tambak garam,” ungkapnya.

Salah satu warga Sabu Raijua, Ina (46) melalui whatsapp pada Selasa subuh, 6 April 2021 pukul 03.01 WITA mengungkapkan badai siklon tropis menerjang sejak pukul sejak pukul 14.00—21.00 WITA. “ Beta (saya) juga kena nih, pohon tumbang kena mobil, atap rumah rusak,” ujarnya.

Senada, Rico melalui whatsapp grup Garda Indonesia menandaskan Sabu Raijua porak-poranda diterjang badai. “Ditemukan 1 (satu) korban meninggal di pinggir pantai. Akses jalan masih belum bisa, rusak parah semua. Pohon tumbang di mana-mana. Beberapa kapal karam,” ujarnya.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama dan pendukung  oleh rico