Arsip Tag: badai siklon tropis di ntt

Finalisasi Data Korban Bencana NTT Tahap I 30 April, Verifikasi II 3 Mei

723 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan batas akhir penyampaian data korban bencana seharusnya pada Senin, 26 April 2021. Namun, masih ada beberapa kabupaten yang belum memasukkan data-data tersebut. Hal ini tentu sangat memalukan. Demikian penegasannya saat penyerahan Dana Tunggu Hunian (DTH) tahap I pasca-bencana Siklon Tropis Seroja dari BNPB kepada Gubernur NTT yang selanjutnya diserahkan kepada wali kota/bupati penerima DTH tahap I di ruang rapat gubernur, pada Rabu, 28 April 2021.

Gubernur VBL pun kembali menegaskan batas akhir penyampaian data pada Jumat 30 April 2021 pukul 00.00 (24.00 WITA).

“Saya minta perhatian serius para Bupati/Wali Kota. Lewat satu menit saja, bupatinya tanggung sendiri (pendanaannya, red). Tidak ada kompromi karena sudah diingatkan berkali-kali. Urus administrasi dan verifikasi data saja lamban dan susah. Saya ingatkan Senin, 3 Mei sudah harus bergerak ke tahap selanjutnya. Kalau ada rakyat yang protes, saya yang terdepan bersama rakyat hadap Bupati,” ulasnya.

VBL lalu menyampaikan maaf kalau harus tegas dan keras. “Karena untuk hal-hal extraordinary,  pendekatannya juga harus super luar biasa. Jangan kita main-main dengan masalah rakyat yang sudah menderita karena bencana ini,” tegasnya.

Gubernur VBL Ucap Terima Kasih kepada Presiden Jokowi dan BNPB

Gubernur VBL menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi. Secara khusus kepada BNPB yang bergerak cepat untuk membantu penanganan bencana di NTT akibat Badai Siklon Tropis Seroja.

“Kami cukup bangga dengan BNPB yang begitu cepat tanggap. Hari pertama bencana, Kepala BNPB sudah ada di Flores. Ini sebuah nilai dan pelajaran berharga untuk kami,  para pemimpin di NTT bahwa kalau rakyat ada masalah, jangan menunggu lama-lama. Pemimpin harus cepat hadir di tengah masyarakat,” ujar Gubernur VBL di hadapan Liaison Officer (LO) atau Pejabat Penghubung dari BNPB,  Brigjen. Syahyudi; Bupati Kupang, Korinus Masneno; Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dan Bupati lain yang mengikuti secara virtual.

Menurut VBL, sebagai Gubernur yang punya pengalaman lapangan, ia melihat apa yang telah dilakukan Kepala BNPB menunjukkan panggilan pelayanan dengan hati nurani dan keberanian luar biasa. Inilah ciri khas pemimpin.

“Saya tahu situasi saat itu sangat sulit untuk mendarat atau landing di NTT. Kecepatan angin kira-kira 80 km per jam sangat berat untuk pesawat mendarat. Saya juga tahu Kepala BNPB coba landing di Flores Timur, tapi tidak bisa. Dan akhirnya putuskan mendarat di Maumere. Ini ciri khas pemimpin yang berani berdiri di depan dan ambil langkah tegas. Semangat seperti ini harus terus dipupuk oleh semua pemimpin di NTT. Sekali lagi, respek saya untuk Kepala BNPB, Letjen Doni Monardo dan jajaran, ” ungkap Gubernur VBL.

Gubernur VBL saat menerima simbolis DTH Tahap I dari BNPB,  Brigjen. Syahyudi

Lebih lanjut Gubernur VBL menyampaikan terima kasih atas bantuan DTH tahap pertama.  Gubernur mengingatkan kepada para Bupati/Wali Kota untuk menyalurkannya secara tepat dan cepat. “Uangnya sudah ada, harus cepat dibagikan. Administrasinya sudah ada dan dalam tempo dua hari harus sudah selesai sehingga masyarakat bisa memanfaatkan sesuai peruntukannya.  Kalau bagi uang saja lambat, kita bisa menilai kualitas para Bupati/Wali Kota,” ujarnya.

Dana Tunggu Hunian (DTH) 10 Kabupaten di NTT Rp.7,4 Miliar

Sementara itu, Liaison Officer (LO) atau Pejabat Penghubung dari BNPB,  Brigjen. Syahyudi mengatakan DTH merupakan bantuan Pemerintah Pusat melalui BNPB untuk masyarakat NTT yang terdampak bencana Siklon Tropis Seroja yang rumahnya terkategori Rusak Berat (RB) . Tujuannya untuk cari rumah keluarga atau kerabat sebagai tempat menginap sampai rumahnya selesai dibangun.

“Kita menghindari adanya konsentrasi warga di tempat pengungsi untuk mencegah penyebaran Covid-19. Besaran dana ini adalah Rp.500 ribu per bulan untuk setiap KK. Tahap pertama ini diberikan untuk tiga bulan. Selanjutnya akan ada tahap kedua untuk 3 bulan berikutnya,” jelas Syahyudi.

Lebih lanjut, Syahyudi mengungkapkan DTH tahap I tersebut diberikan kepada 10 Kabupaten yang sudah memasukkan data. Jumlahnya sebesar Rp. 7.405.500.000,- (Tujuh Miliar Empat Ratus Lima Juta Lima Ratus Ribu Rupiah). Dana ini diperuntukkan bagi Kabupaten Kupang sebanyak 2.060 rumah, TTU 62 rumah,  Malaka 556 rumah,  Belu 28 rumah,  Alor 733 rumah, Lembata 238 rumah, Flores Timur 234 rumah,  Nagekeo 3 rumah, Sumba Timur 762, dan Kota Kupang 261 rumah.

“Dana ini langsung kami transfer ke rekening daerah. Kami harapkan agar usulan rumah baik itu Rusak Berat,  Rusak Sedang dan Rusak Ringan agar segera finalisasi sesuai fakta yang ada. Jangan sampai ada yang dobel. Seharusnya batas akhir tanggal 26 April,  kami harapkan minggu ini sudah selesai. Terkait lokasi untuk relokasi, kami harapkan harus benar-benar clear. SK usulan data dari Pemerintah Daerah juga harus jelas, apa yang sudah dikirim benar-benar harus merupakan hasil validasi dan verifikasi,” pungkas Syahyudi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD NTT,  Isyak Nuka mengungkapkan DTH yang diserahkan adalah yang sudah dibuatkan SK oleh (Pemerintah) Pusat. Sudah divalidasi dan diverifikasi. Masih ada sebelas Kabupaten yang belum masukan data.

“Yang belum masukan 11 (sebelas) kabupaten. Kalau kemarin semua masukan,  pasti semua sudah terima tahap I, jumlahnya bisa dua kali lipat. Tadi terimanya baru tahap I, tiga bulan lagi mereka terima tahap II dan selesai. Terkait yang rusak ringan dan rusak sedang, sesuai petunjuk pusat akan dilakukan secara swakelola oleh masyarakat. Sementara yang rusak berat akan diproses dan diadakan pembangunannya oleh pihak ketiga yang semua prosesnya dilakukan oleh pemerintah pusat,” jelas Isyak.

Pada kesempatan tersebut Gubernur VBL  menyerahkan secara simbolis DTH kepada Bupati Kupang dan Wakil Wali Kota Kupang.  Untuk Kabupaten Kupang sebesar Rp. 3.090.000.000,- (Tiga Miliar Sembilan Puluh Juta Rupiah) dan Kota Kupang sebanyak Rp.  391.500.000,- (Tiga Ratus Sembilan Puluh Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah). (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Provinsi NTT)

Editor (+roni banase)

Batas Waktu Validasi Data Kerusakan Rumah di NTT Hingga 26 April 2021

748 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Validasi data jumlah rumah rusak berat, sedang dan ringan harus diberikan Pemerintah Kabupaten atau Kota kepada Pemerintah Provinsi NTT paling lambat pada Senin, 26 April 2021. Data by name by adress, nomor KTP, nomor KK harus lengkap divalidasi untuk diberikan bantuan. Demikian disampaikan Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja Provinsi NTT, Dr. Marius Ardu Jelamu, M.Si. pada Kamis, 22 April 2021.

Marius mengatakan, pemerintah kabupaten/kota harus cepat tanggap terhadap hal tersebut karena situasinya sangat urgensi mengingat masyarakat yang juga sedang membutuhkan bantuan. “Demikian juga data by name by adress nomor KTP, nomor KK dari warga pengungsi yang tinggal di rumah keluarga supaya diberikan dana tunggu hunian sebesar Rp.500.000/KK/bulan selama 6 bulan. Kami minta untuk segera dilengkapi,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan, sesuai dengan pertemuan dengan jajaran Kementerian/lembaga kemarin, Kementerian Sosial membutuhkan data dari kabupaten/kota terkait dengan jumlah orang meninggal agar bisa diproses lebih lanjut untuk dana santunannya. “Lalu Kementerian PUPR juga membutuhkan data yang lengkap tentang kerusakan infrastruktur seperti jembatan dan jalan, baik itu jalan negara, jalan provinsi, maupun jalan kabupaten/kota.

Kementerian Kesehatan juga butuh data mengenai kerusakan-kerusakan fasilitas kesehatan agar diharapkan kabupaten/kota melaporkan data yang selengkapnya. Juga Kementerian Pendidikan juga membutuhkan data kerusakan-kerusakan sarana pendidikan, kita harapkan semua didata dengan baik. “Kita harapkan dengan data tersebut maka diharapkan ada jalan keluar untuk menyelesaikannya dalam kebijakan-kebijakan yang diambil Pemerintah Pusat dan juga Provinsi,” terang Marius.

Sementara itu, berdasarkan koordinasi dengan pihak PT Telkom dinyatakan bahwa jaringan internet saat ini masih dalam tahap pemulihan atau recovery dan ada beberapa titik yang terdampak parah sehingga masih dibutuhkan waktu perbaikan, diharapkan paling lambat pada Rabu, 28 April; semuanya sudah tuntas dan jaringan internet dapat kembali normal. (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

“Danau Baru” di Kota Kupang, Ini Penjelasan Ilmiah Prof Jan dari UI

3.358 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Fenomena alam muncul pasca-Badai Seroja yang menerjang Kota Kupang pada rentang waktu 3—5 April 2021, lahan pertanian warga di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berubah menjadi “Danau Baru” seluas lebih kurang 2 (dua) hektar pada Senin, 5 April 2021. Danau yang dinamakan sebagai “Danau Seroja” tersebut, kini menjadi obyek wisata baru.

Simak YouTube: https://youtu.be/28bf9JoXSa4

Ahli Geologi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI), Prof. Jan Sopaheluwakan menjelaskan secara ilmiah terkait munculnya danau seluas kurang lebih dua hektare pasca-bencana Badai  Seroja di Kota Kupang.

Munculnya danau baru tersebut, terang Prof. Jan Sopaheluwakan, mungkin diakibatkan oleh manifestasi dari aliran air di bawah permukaan bumi sebagai bagian dari siklus air atau subsurface river yang biasa terdapat di daerah karst seperti Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan Soe (Timor Tengah Selatan, red) di Pulau Timor yang merupakan tempat beralaskan uplifted young atau modern coral reef (dan menghasilkan karst terrain) karena tektonik yang aktif yang menyebabkan Pulau Timor terangkat relatif cepat dalam skala geologi.

Baca juga : https://7uylrefk6bact6wouh3nvk5omu-achv5f5yelsuduq-en-m-wikipedia-org.translate.goog/wiki/Subsurface_flow

“Itu bisa dibuktikan dengan adanya coral reef muda yang terangkat hingga ketinggian 1.000 meter lebih di Soe, di jantung Pulau Timor. Karst Terrain di Pulau Timor berbeda dengan karst yang terdapat di Gunung Kidul dan Pegunungan Sewu, atau seperti di Maros, yang berumur Tersier (15—20 juta tahun). Ini mengakibatkan porositas karst di Pulau Timor relatif lebih tinggi karena karbonat coral reef di sana belum terkristalisasi membentuk karbonat yang lebih consolidated,” urai Prof. Jan Sopaheluwakan peneliti dan pakar ilmu kebumian terkemuka asal Indonesia.

Warga Kota Kupang beramai-ramai melihat dari dekat Danau Baru yang dinamakan sebagai Danau Seroja

Akibatnya, imbuh Prof Jan Sopaheluwakan, badai luar biasa yang terjadi kemarin (4—5 April 2021, red), boleh jadi memasok air dalam jumlah yang tidak biasa, meresap ke dalam tanah, dan mencari jalan keluar melalui underground channels dan menembus di lokasi yang dilaporkan dan membuat pohon pisang yang ada tercabut karena dorongan semburan air tanah yang kuat.

“Kebetulan di lokasi tersebut berupa cekungan yang teralas oleh lempung hasil penguraian pelapukan karst yang biasanya juga menjadi alas bagi dolina-dolina atau danau-danau di lembah-lembah yang biasanya membulat atau simetris yang biasa terdapat di bentang alam karst,” terang Prof Jan Sopaheluwakan yang bekerja di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sejak tahun 1976 hingga saat ini.

Kekhawatiran masyarakat, tandas Prof. Jan Sopaheluwakan bahwa mereka waswas tenggelam bisa masuk akal karena jika supply subsurface water atau underground channel atau sungai (river) itu berlanjut (yang tadinya berupa mata air kecil biasa), bisa menenggelamkan daerah sekitar itu.

Upaya-upaya yang bisa dilakukan oleh Pemda, Dinas Sumber Daya Alam (SDA) setempat atau Universitas Nusa Cendana antara lain:

  1. Mengukur debit dari discharge air yang keluar.
  2. Mengukur dimensi cekungan atau lembah dolina yang baru terbentuk.
  3. Memetakan posisi dan dimensi dari underground channel (dengan geolistrik atau georadar.
  4. Menyiapkan lokasi evakuasi sementara bila terjadi kondisi emergency.
  5. Menyiapkan relokasi ke tempat lain bila perhitungan kecenderungan discharge berlanjut hingga memenuhi volume tertentu. (*)

Sumber berita (*/Syaiful Lubis—Kantor Bahasa Provinsi NTT)

Editor (+roni banase)

Foto (*/media sosial, Agus Bole Baja)

Keluarga Besar Putra Putri Polri Daerah NTT Bantu Korban Badai Seroja

336 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Badai Siklon Tropis Seroja yang meluluhlantakkan 15 kabupaten/kota di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada rentang waktu tanggal 3—5 April 2021 memutuskan jaringan listrik, telekomunikasi, kerusakan fasilitas umum, rumah-rumah penduduk hanyut terseret banjir bandang, dan mengakibatkan 181 orang meninggal dunia dan sekitar 45 orang hilang.

Duka yang bertepatan dengan perayaan Paskah 2021 dan memasuki bulan Ramadan 1442H tersebut menjadi perhatian dari Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) Daerah Nusa Tenggara Timur dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada para korban bencana di wilayah Provinsi NTT.

Diawali dengan pendistribusian bantuan bagi korban bencana banjir bandang di Kabupaten Malaka, Ketua Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) Daerah Nusa Tenggara Timur, Ir. Lay Djaranjoera, M.Si. Wakil Sekretaris, Simson Alirensus Ratoe Oedjoe, S.Pd., dan Bendahara, Daniel F. Maro, S.P., M.Si. menyerahkan bantuan berupa sembako (beras, mi instan, dan gula pasir), termasuk masker untuk pencegahan penyebaran Covid-19 pada Minggu, 18 April 2021.

Ketua Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) Daerah Nusa Tenggara Timur, Ir. Lay Djaranjoera, M.Si. (kedua dari kiri) saat menyerahkan secara simbolis bantuan kepada Wakapolres Malaka

Bantuan KBPP Polri Peduli Bencana NTT diterima Wakapolres dan didampingi Wakil Sekretaris KBPP Polri Resor Malaka dii Mako Polres Malaka.

Lay Djaranjoera berharap kiranya bantuan KBPP Polri Peduli Bencana NTT dapat bermanfaat bagi saudara yang kena dampak bencana. “Bukan dilihat dari besar kecilnya bantuan tapi lebih dikedepankan niat hati yang tulus untuk berbagi kasih dan turut mengambil bagian dalam kepedulian terhadap bencana NTT,” ujarnya.

Selain itu, tandas Lay, KBPP Polri Peduli Bencana NTT, juga menyerahkan sejumlah uang tunai dan masker yang dapat berdaya guna untuk mencegah penyebaran Covid-19 di tengah saudara yang terdampak bencana. “Untuk distribusi bantuan bencana ke Flores Timur, Lembata, Sabu Raijua, bakal disesuaikan dengan jenis kebutuhan dan jumlah batuan berbeda untuk tiap daerah,” pungkasnya.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto (*/koleksi KBPP Polri NTT)

“Hanya 10 Hari” PLN Pulihkan Listrik di NTT Pasca-Badai Seroja

1.264 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Tidak membutuhkan waktu 1 (satu) bulan ataupun prediksi listrik baru menyala pada bulan Mei 2021, pasca-badai Siklon Tropis Seroja yang memorak-porandakan jaringan listrik dan telekomunikasi di 14 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada rentang waktu 4—5 April 2021.

Perjuangan PLN selama 10 (sepuluh) hari melistriki dan menjadikan NTT sebagai Nusa Terindah Terang kembali, terbukti berhasil berkat kerja kolaborasi dan sinergisitas antara PLN, Pemda/Pemprov NTT, TNI,/Polri, dan masyarakat, juga berkat dukungan 723 personil PLN yang mana 163 personil berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Jakarta, Bali, Maluku, Palu, dan Papua Barat.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/06/listrik-pln-di-kota-kupang-padam-pemulihan-menyeluruh-1-bulan/

General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko usai sesi konferensi pers bersama Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda pada Senin, 19 April 2021, secara virtual pasca-pemulihan jaringan listrik di daratan Timor usai dibangunnya menara darurat (tower emergency) sebagai pengganti sementara 2 (dua) menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) tegangan 70 kilo Volt (kV) yang patah dan roboh akibat diterjang Badai Siklon Tropis Seroja di Desa Tunfeu, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang; menyampaikan bahwa akibat patahnya tower tersebut mengakibatkan 4 (empat) kabupaten (Kupang, TTS, TTU, dan Belu, red) listrik padam dan gelap gulita.

“Meskipun sebagian kecil di Kabupaten Kupang, kami fungsikan jalur dari tegangan menengah jaringan 20 KV, namun sebagian besar listrik padam,” ungkapnya di hadapan Plt. Kepala BPBD Provinsi NTT Isyak Nuka; Kabiro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Marius Djelamu, dan perwakilan Korem 161/Wirasakti.

General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko saat menyampaikan keterangan pers kepada awak media

PLN, imbuh Jatmiko, sudah sering memulihkan jaringan listrik pasca-badai dan sering mengalami kejadian tower roboh. “Dan pembangunan tower emergency sering kami lakukan dan biasanya cukup lama, bisa hingga 1 (satu) bulan. Tetapi di NTT, di awal dengan pengalaman seperti itu, saya melihat kondisi listrik padam bisa cepat dipulihkan dan bagaimana caranya,” ungkapnya.

Baca juga: https://gardaindonesia.id/2021/04/18/listrik-daratan-timor-nyala-lagi-pln-berhasil-bangun-tower-emergency/

Kunci memulihkan listrik di NTT, urai Jatmiko, harus kerja bersama dan terbukti. “Saya menghadap ke Danrem 161/Wirasakti, Pemda, dan melibatkan masyarakat. Kuncinya harus bersama,” ucap General Manager PLN UIW NTT sembari menyampaikan mewakili PLN UIW NTT menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholder.

Selanjutnya, tandas Jatmiko, untuk menormalkan listrik di Pulau Timor dalam waktu dekat. “Kemudian untuk pulau lain di Sabu, Rote, Lembata, Alor, dan Adonara, sementara berproses menyelesaikan tugas hingga tuntas pagi, siang, dan malam, meski puasa teman-teman (personil PLN, red) tetap menjalankan tugas,” pungkasnya.

Sebelumnya, Agustinus Jatmiko dalam pernyataan pers (H+1 Badai Seroja) pada Selasa siang, 6 April 2021 di Kantor PLN Cabang Kupang menyampaikan bakal menyelesaikan lagi jalur utama listrik di Kota Kupang. “Kendala kami adalah akses jalan karena banyak pohon yang saat ini masih menutupi jalan bagi tim PLN menuntaskan instalasi di Kota Kupang,” terangnya.

Terkait lama proses menormalkan listrik oleh petugas PLN, terang Agustinus Jatmiko, untuk jalur utama memerlukan waktu 2 (minggu), namun jaringan ke rumah-rumah selama 1 (satu) bulan. “Tetapi, kami akan berusaha melakukan percepatan menormalkan jaringan listrik selama 24 jam dengan sistem pertukaran shift,” tandasnya.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama oleh PLN UIW NTT

98 Desa Terisolasi di Pulau Adonara Nikmati Listrik PLN Lagi Pasca-Badai Seroja

265 Views

Flores Timur, Garda Indonesia | PLN berhasil memulihkan 92% jaringan listrik di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang merupakan wilayah paling terdampak pasca-Badai Siklon Seroja pada Senin, 5 April 2021. Kini, sebanyak 116 dari 125 gardu distribusi telah berhasil dipulihkan dan 24.352 pelanggan dapat menikmati listrik lagi.

Untuk memperbaiki listrik di Adonara, PLN harus menembus akses yang sebelumnya tertutup longsor di Desa Oyang Barang, Kecamatan Wotan Ulumado, Adonara.

“Tim PLN harus melewati akses jalan yang ekstrem dan rusak berupa tanah berlumpur serta rawan longsor akibat banjir bandang dan tanah longsor. Sebanyak 71 Personil telah melakukan pemulihan. Saat ini dari 26.274 pelanggan yang terdampak di Adonara, sebanyak 24.352 pelanggan telah menyala kembali,” tutur General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT Agustinus Jatmiko.

Tim PLN saat mengangkut material kelistrikan melalui jembatan darurat

Ia pun menjabarkan, dari 105 Desa di Pulau Adonara yang terdampak, 98 Desa telah dipulihkan dan listriknya sudah kembali menyala. “Untuk memulihkan kelistrikan di Desa Oyang Barang Kecamatan Wotan Ulumado, PLN harus mengangkut material kelistrikan menggunakan motor trail dan mobil berpenggerak 4 roda (4 wheel drive, red) yang ditempuh dengan memutari Pulau Adonara selama lebih kurang 2 jam. Di beberapa titik pun material harus dipanggul atau diangkat secara manual oleh petugas,” jelas Jatmiko.

Saat ini, pihaknya terus berupaya memulihkan jaringan kelistrikan yang terdampak badai siklon seroja di NTT. Tercatat hingga Selasa, 13 April 2021 pukul 12.00 WITA di seluruh NTT, PLN telah berhasil memulihkan 2.006 gardu yang terdampak, sehingga sebanyak 333.692 pelanggan dapat kembali menikmati listrik.

Guna mengetahui informasi terkini atau menyampaikan aduan terkait kelistrikan, masyarakat dapat mengaksesnya melalui aplikasi PLN Mobile. (*)

Sumber berita dan foto (*/ Humas PLN)

Editor (+roni banase)

Apresiasi PLN NTT, Gubernur VBL : Listrik Pulih dalam Waktu Dekat

1.370 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memberikan apresiasi terhadap kerja keras PLN untuk memulihkan kembali jaringan listrik yang rusak akibat bencana badai Siklon Tropis Seroja di NTT pada 5 April 2021.

“Tentunya dari PLN telah berusaha maksimal. Masyarakat diharapkan bersabar karena badai ini telah mengakibatkan kerusakan sangat parah. Saya yakin teman-teman PLN dengan kondisi ini telah turun untuk lakukan perbaikan. Kita harap dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, jaringan listrik akan pulih kembali di seluruh NTT,” jelas Gubernur VBL saat ditemui wartawan  usai menerima bantuan dari Satgas BUMN Tanggap Bencana NTT dan dari Sampoerna, di Posko Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja, Aula El Tari Kupang, pada Minggu, 11 April 2021.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/11/pln-pulihkan-listrik-6-kabupaten-di-ntt-41-850-pelanggan-nikmati-listrik-lagi/

Menurut VBL,  semua pihak dalam situasi seperti ini harus bersabar. Yang diutamakan untuk saat ini adalah ketersediaan logistik untuk korban bencana. “Yang penting logistik dulu. Warga jangan lapar dan haus, itu sangat penting dalam kondisi begini. Saya harapkan dalam minggu depan, listrik dapat segera kembali pulih seperti sebelumnya,” terangnya.

Gubernur VBL Terima Bantuan Bencana dari Satgas BUMN

Gubernur VBL di tempat sama, menerima bantuan dari Satgas BUMN Tanggap Bencana NTT senilai Rp.5.067.089.782,- (Lima miliar enam puluh tujuh juta delapan puluh sembilan ribu tujuh ratus delapan puluh dua rupiah) dan diserahkan langsung oleh Staf Khusus Tiga Bidang Komunikasi Publik Menteri BUMN, Arya Sinulingga. Turut serta dalam penyerahan bantuan tersebut Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Reza, Wakil Ketua Komisi VI, Mohamad Hekal.

Foto bersama usai penyerahan bantuan dari Satgas BUMN Tanggap Bencana NTT dan dari Sampoerna untuk korban bencana Badai Siklon Tropis Seroja

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengungkapkan, bantuan tersebut sebagai bentuk partisipasi dan solidaritas BUMN untuk membantu kondisi masyarakat NTT yang tertimpa bencana. “Ini jadi keprihatinan kita bersama. Teman-teman di Komisi VI DPR RI terus mendorong kami untuk secepatnya untuk membantu masyarakat NTT. Bantuan ini tidak akan berhenti sampai di sini. Ini akan terus. Pak Erick Thohir (Menteri BUMN) juga mengatakan, ini tidak boleh berhenti, terus akan dilakukan. Apa yang menjadi kebutuhan di NTT,  kita akan coba penuhi,” ujar Arya dalam sambutan singkatnya.

Sementara itu,  Ketua Komisi VI DPR menyampaikan keprihatinan terhadap bencana yang terjadi di banyak tempat di NTT. Ini jadi perhatian bersama dari seluruh elemen bangsa. “Kami dari Komisi VI terus meminta kepada Kementerian BUMN untuk semaksimal mungkin memberikan bantuan di awal dan juga berikan bantuan saat proses pemulihan atau recovery bencana di NTT. Ini bantuan kecil yang diberikan bersama-sama komisi VI. Mudah-mudahan bisa meringankan beban masyarakat NTT. Salam kami dari Komisi VI kepada para keluarga korban yang selama ini mencoba melewati masa-masa sulit dengan kekuatan yang ada,” kata Faizol Reza.

Pada kesempatan tersebut PT HM Sampoerna Tbk juga menyerahkan bantuan 250 paket sembako untuk masyarakat Kota Kupang, Flores Timur dan Lembata. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Manager Area Kupang PT.  HM Sampoerna, Bayu Winata.(*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

PLN Pulihkan Listrik 6 Kabupaten di NTT, 41.850 Pelanggan Nikmati Listrik Lagi

1.826 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Utamakan keselamatan warga, PLN berhasil menyalakan kembali seluruh kelistrikan terdampak di 6 Kabupaten di NTT yakni wilayah Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sikka dan Kabupaten Flores Timur.

Untuk memastikan percepatan pemulihan atau recovery kelistrikan di NTT, Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda memimpin secara langsung jalannya proses pemulihan kelistrikan di NTT.

“Saya melihat langsung progres luar biasa yang dilakukan rekan-rekan PLN di lapangan, sampai dengan Jumat (9 April 2021) kemarin, kita telah berhasil memulihkan 100 persen sistem kelistrikan di 6 kabupaten di NTT. Jumlah ini kami targetkan akan terus meningkat seiring adanya tambahan personil dari PLN Group yang datang ke NTT untuk membantu pemulihan,” terang Syamsul Huda.

Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda saat memantau langsung pekerjaan di sisi 20 kv

Ia pun menjelaskan, sebanyak 327 unit gardu distribusi yang sebelumnya terdampak pada keenam kabupaten tersebut, kini telah beroperasi kembali sehingga sebanyak 41.850 pelanggan dapat menikmati listrik kembali.

Sementara itu, untuk update recovery secara keseluruhan di NTT terhitung pada Sabtu, 10 April 2021 pukul  12.00 WITA, PLN berhasil menyalakan 1.578 gardu sehingga  251.699 pelanggan kembali menikmati aliran listrik.

Untuk mempercepat proses pemulihan listrik di NTT, PLN Group telah mengerahkan sebanyak 723 personel. Sebanyak 163 personil di antaranya berasal dari luar Wilayah NTT, yaitu dari Maluku, Makassar, Papua Barat, Jawa Timur, Bali, dan NTB dan akan datang lagi dari Jawa Tengah, Banten, Jawa Barat dan Jakarta.

“Kendala yang kami hadapi saat ini yakni adanya kerusakan pada salah satu tower transmisi 70 kV di section Maulafa – Naibonat yang diakibatkan oleh longsor di mana tower ini merupakan tulang punggung untuk menyalurkan aliran listrik ke Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Kabupaten Belu,” jelas Syamsul Huda.

Menurut Huda, proses pemulihan akan terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan warga. “Harapannya, dengan turunnya personil PLN baik dari maupun luar NTT dan ditambah 30 anggota TNI dapat mempercepat pembangunan tower kembali,’’ pungkasnya.

PLN terus mengimbau kepada masyarakat untuk bersabar dan apabila ada gangguan kelistrikan dapat melapor pada aplikasi PLN Mobile dan Call Center 123. (*)

Sumber berita dan foto (*/ Corporate Communication and CSR PLN)

Editor (+roni banase)