Arsip Tag: balai latihan kerja

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah Puji Keindahan Alam dan Budaya NTT

331 Views

Labuan Bajo, Garda Indonesia | “NTT adalah surga yang diturunkan (Tuhan) ke dunia. Yang jelas, mau jadi surga atau tidak. Itu tergantung dari kita semua,” ungkap Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziah saat tiba di Bandara Komodo pada Sabtu, 14 November 2020 pukul 08.50 WITA dijemput oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS).

Bersama Wagub Nae Soi, Menaker Ida dengan pejabat eselon satu kementerian melakukan kunjungan ke Balai Latihan Kerja (BLK) Komodo milik Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, meresmikan BLK Komunitas milik Seminari St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo dan melakukan pertemuan dengan para pelaku usaha pariwisata di Pelataran Komodo.

Ida Fauziyah memuji keindahan alam dan budaya NTT. Menurutnya, hal ini harus didukung dengan peningkatan sumber daya manusia. Lanjut Ida, NTT khususnya Labuan Bajo dengan Komodo telah menjadi trending topic internasional serta menjadi perhatian dari Pemerintah Pusat sebagai salah satu destinasi super prioritas.

“NTT ini harus lebih banyak lagi dibangun sumber daya manusianya. Kompetensinya harus ditingkatkan lagi. Labuan Bajo dan NTT akan menjadi lebih keren kalau kita punya sumber daya yang berkualitas. Semua orang akan cari surga ini. Tapi kalau orang yang punya surga ini tidak siap, surga ini akan jadi milik orang lain,” jelas Menaker Ida Fauziah.

Kementerian Tenaga Kerja siap memberikan dukungan penuh untuk mengembangkan sumber daya manusia di NTT sesuai dengan tugas dan fungsi. Terutama untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan dan kemampuan vokasi masyarakat.

“Kita akan terus membantu dan memfasilitasi pembangunan BLK-BLK Komunitas untuk meningkatkan kompetensi masyarakat. Kemarin Jumat,13 November 2020, saat bertemu dengan Gubernur, kami sudah minta agar BLK milik Pemerintah Provinsi dijadikan BLK Pusat atau UPTP Pusat. Kami akan menata dan menyediakan fasilitas yang mumpuni berstandar internasional agar bisa membina dan memberikan pendampingan kepada BLK-BLK kabupaten dan BLK Komunitas yang ada di seluruh NTT,” jelas Ida.

Lebih lanjut Ida meminta masyarakat NTT untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilan. “Kita harus terus meningkatkan awareness dan kompetensi kita agar para wisatawan yang datang ke NTT merasa betah kalau ke NTT. Kemenaker akan terus memfasilitasi berbagai pelatihan berbasis kompetensi,” pungkas Ida.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT memberikan apresiasi yang tinggi atas perhatian yang diberikan pemerintah pusat terhadap pembangunan di NTT baik infrastruktur maupun pengembangan sumber daya manusia. “Terima kasih kepada Presiden Jokowi dan para menteri yang terus memberi perhatian kepada NTT. NTT harus menjadi surga bagi seluruh masyarakat. Keindahan alam dan budaya NTT harus membawa kesejahteraan buat masyarakat NTT,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wagub JNS menegaskan pemerintah provinsi telah menetapkan pariwisata sebagai prime mover atau penggerak ekonomi masyarakat NTT. “Untuk pengembangan pariwisata ini ada 5 aspek yang perlu diperhatikan yakni atraksi, aksesibilitas, akomodasi, amenitas dan awareness. Pemerintah Provinsi terus mendorong pengembangan atraksi yang lebih menarik lewat narasi-narasi yang baik. Juga kita akan selesaikan perbaikan seluruh jalan provinsi. Izin-izin untuk investasi dan usaha semakin dipermudah dan tidak boleh berbelit-belit. Amenitas dan kesadaran masyarakat terus kita bangun dan tingkatkan,” jelas Wagub JNS.

Lebih lanjut, JNS mengungkapkan untuk pengembangan pariwisata yang mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat dibutuhkan kolaborasi pentaheliks. Semua harus terlibat aktif termasuk dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. “Kita sedang menyiapkan pergub agar semua hotel dan restoran menggunakan bahan-bahan pangan lokal asal NTT. Kita punya kopi yang berkualitas dunia juga beberapa kabupaten di NTT mampu produksi bawang, sayur-sayur yang segar, beras dan daging berkualitas dan sumber pangan lainnya. Kita punya makanan lokal yang sangat bergizi seperti se’i dan jagung bose,” jelas Wagub JNS.

Pemerintah Provinsi, ungkap JNS, juga terus mendorong agar para pengusaha dan investor dapat memanfaatkan dana CSR-nya untuk kepentingan umum termasuk memberikan pelatihan-pelatihan pengembangan sumber daya manusia.

“Kita terus mendorong agar hotel-hotel yang telah tersertifikasi memberikan pelatihan dan pendampingan terhadap hotel-hotel berstandar melati, homestay dan tempat penginapan yang dibuat masyarakat. Sehingga mereka juga bisa menerapkan standar-standar pelayanan berkualitas,” pungkasnya. (*)

Sumber berita dan foto (*/Aven Rame—Humas Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

Menaker Instruksikan Bantuan Padat Karya & BLK Jadi Sentra Pencegahan Covid-19

156 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Guna mencegah peningkatan pandemi Virus Corona (Covid-19), Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengoptimalkan fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai sentra pencegahan Covid-19. BLK diarahkan untuk menggelar pelatihan dan produksi alat pencegahan penyebaran Covid-19 seperti masker, hand sanitizer, sabun, dan sebagainya.

“Seluruh komponen Kementerian Ketenagakerjaan dari tingkat pusat, hingga daerah, juga para atase ketenagakerjaan di negara-negara penempatan, untuk terus aktif dalam upaya antisipasi dan pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Menaker Ida dalam Siaran Pers Biro Humas Kemnaker pada Jumat, 27 Maret 2020.

Menaker menyebut, saat ini ada 77 BLK yang memiliki program kejuruan menjahit. Dengan rincian 14 BLK berstatus milik pemerintah pusat (UPTP) dan 63 BLK milik pemerintah daerah (UPTD).

Ke-77 BLK UPTP dan UPTD yang memiliki kejuruan menjahit tersebut akan diarahkan untuk mengoptimalkan pembuatan masker dan hand sanitizer. Selain ke-77 BLK tersebut, Menaker juga meminta agar BLK Komunitas yang memiliki kejuruan menjahit untuk melakukan langkah serupa.

“Kami mendorong optimalisasi fasilitas BLK dan BLK Komunitas untuk dimanfaatkan menjadi tempat kegiatan pelatihan dan praktek pembuatan produk murah yang berguna untuk pencegahan penyebaran Covid-19,” ujar Menaker.

Menaker menyatakan, BLK Kemnaker sendiri saat ini telah mulai melakukan langkah-langkah tersebut. Salah satunya BLK Padang. BLK Padang telah melakukan uji coba pelatihan memproduksi 2.200 masker dan 1.500 liter hand sanitizer per harinya. Dengan metode pelatihan serupa, nantinya akan diterapkan di 77 BLK.

Ke depannya, setelah mengikuti rangkaian pelatihan, para peserta pelatihan bisa bekerja di tempatnya masing-masing dan dapat menjual berbagai hasil pelatihan ke masyarakat dengan harga terjangkau.

Tujuannya agar tidak hanya membantu pencegahan penyebaran Covid-19, namun juga memberi kesempatan kerja bagi masyarakat.

Untuk membantu masyarakat dalam akses modal, upah, pengembangan produk, hingga pemasaran, Kemnaker telah menyiapkan skema bantuan program padat karya/Tenaga Kerja Mandiri (TKM).

“Selanjutnya, untuk menambah penghasilan, hasil produksi dari peserta yang telah mengikuti pelatihan tersebut, boleh dijual dengan harga yang murah dan terjangkau masyarakat. Hasil penjualan digunakan oleh Kelompok Masyarakat tersebut untuk melanjutkan produksi dan memperluas kesempatan kerja,” jelas Menaker.

Menaker menambahkan, untuk BLK dan BLK Komunitas berbasis IT akan dijadikan pusat informasi sosialisasi dan monitoring penyebaran Covid-19. “Kami juga meminta para Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Kepala Balai Besar Latihan Kerja Indonesia (BBLKI) untuk proaktif mendukung upaya tersebut,” paparnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/Publikasi Kemnaker)
Editor (+rony banase)

Padma Maluku Minta Pemerintah Siapkan Tenaga Kerja di Blok Migas Masela

216 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Perwakilan Pelayanan Advokasi Untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia (Padma – Indonesia) Provinsi Maluku meminta pemerintah pusat untuk menyiapkan tenaga kerja yang bisa dipakai pada saat blok migas Masela dan Blok Moa Selatan beroperasi.

“Sebagai anak daerah Maluku, kami tegaskan hal itu agar pemerintah tidak hanya membangun wacana soal Migas, tetapi lupa seperti apa skema persiapan tenaga kerja yang akan di pakai nanti”, begitu kata Freni Lutruntuhluy, S.Pd saat mendapat mandat sebagai Kepala Perwakilan Padma Indonesia Provinsi Maluku di Jakarta, pada Selasa, 4 Maret 2020.

Dirinya menjelaskan, sebagai putra yang berasal dari Kabupaten Maluku Barat Daya, dirinya belum melihat ada tanda-tanda persiapan yang dilakukan pemerintah, baik pusat maupun daerah, sementara pekerja lain di luar Maluku justru lagi mencari kesempatan untuk masuk dan bekerja pada proyek tersebut.

“Kami sudah sampaikan itu ke Kemenaker soal bagaimana langkah menyiapkan tenaga kerja baik untuk kelas manajemen maupun tenaga kerja lapangan. Kami juga sampaikan kalau bisa ada politeknik tenaga kerja Kemenaker di Maluku khususnya di MBD dan MTB sebagai daerah penghasil,” tegasnya.

Ia juga menyinggung jika pemerintah merasa secara formal sulit membangun Politeknik, hal lain yang bisa dilakukan misalkan dengan membangun Balai Latihan Kerja bertaraf internasional di sana, atau membuka kelas Vokasi di salah satu perguruan tinggi terdekat untuk menyiapkan anak-anak daerah yang tidak bergelar tetapi mampu dalam skil untuk proyek besar itu.

“Proyek Migas itu ketika beroperasi, semua sektor akan bergerak dengan sendirinya, dan itu membuka banyak lapangan kerja. Sebab itu, yang kami usulkan ini tidak sekadar mereka diperkerjakan pada proyek, tetapi juga sektor lain yang menunjang proses eksplorasi, katakan saja kelas vokasi bisa untuk sektor pertanian perkebunan, peternakan, perikanan pariwisata dan lainnya. Semua ini akan terkoneksi secara langsung ketika Migas Masela akan begerak,” ungkap alumni Universitas Kristen Artha Wacana Kupang itu.

Ditambahkan, pulau-pulau yang dekat dengan Blok Masela sebagai penyangga aktivitas Migas mestinya disiapkan oleh pemerintah, misalkan saja soal tanah yang memungkinkan untuk dipakai untuk aktivitas Migas Masela.

“Kebijakan pemerintahan Jokowi itu sudah sangat jelas bahwasanya akan lebih banyak aktivitas di darat, karena itu daerah harus bisa menyiapkan diri, dan pemerintah pusat menyiapkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Jika pemerintah tidak memperhatikan hal ini maka potensi konflik di rakyat justru semakin besar,” tandas Freni. (*)

Sumber berita (*/Kompak Provinsi Maluku)
Editor (+rony banase) Foto oleh katadata.id

Gubernur Laiskodat Pinta BLK-LN Hasilkan Agen Perubahan Berkualitas

248 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), pada Kamis, 22 Agustus 2019 meresmikan Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLK-LN) Berhasil Langgeng Kencana yang beralamat di jalan Manafe, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Gubernur VBL mengharapkan agar BLK-LN ini mampu menciptakan para tenaga kerja yang berkualitas.

“Tugas lembaga ini bukan mencari tenaga kerja, tetapi tugas utamanya adalah menciptakan para calon tenaga kerja menjadi agen perubahan yang hebat, “ujar Gubernur Laiskodat dalam sambutannya.

“Dan untuk menghasilkan para agen perubahan yang berkualitas baik, maka BLK ini harus bekerja secara profesional, menyiapkan alat – alat pelatihan yang modern dan juga menyiapkan para instruktur di masing-masing bidang kerja dengan baik,” sambungnya.

Acara peresmian BLK-LN ini dihadiri pula oleh Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita.

“Kehadiran pemimpin biasanya mempunyai dampak positif, baik ekonomi maupun sosial budaya. Saat ini selain saya sebagai gubernur, turut hadir pula bapak Enggartiasto Lukita sebagai Menteri Perdagangan RI. Oleh karena itu kiranya kehadiran kami di tempat ini, mampu menambah motivasi kerja dari BLK ini, untuk menciptakan agen perubahan berkualitas baik, profesional di bidang kerjanya, sehingga mampu bersaing dengan daerah lain,” sebut orang nomor satu NTT ini.

Sementara itu, Dewi Sri Hartati selaku direktur BLK-LN Berhasil Langgeng Kencana, dalam sambutannya mengucapkan limpah terima kasih atas kehadiran Menteri Perdagangan dan Gubernur NTT.

“Saya bangga karena kegiatan ini dihadiri oleh bapak menteri dan juga bapak gubernur. Sebagai perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1995, kami bertekad agar kehadiran kami di NTT ini mampu menciptakan para tenaga kerja yang mahir dalam bidangnya sehingga mampu bersaing dengan tenaga kerja dari daerah lain, ” pungkas Dewi. (*)

Sumber berita (*/Sam Babys—Staf Biro Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)