Arsip Tag: bambang soesatyo

Ketua MPR RI Dorong Pemerintah Fokus dan Percepat Realisasi Vaksin Corona

129 Views

Bali, Garda Indonesia | Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan Indonesia harus berupaya mandiri dalam memenuhi kebutuhan vaksin Corona. Karena, diyakini virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 ini akan eksis untuk jangka waktu yang lama.

“Durasi flu Spanyol bisa dijadikan patokan. Flu Spayol mulai mewabah Maret 1918, dan berlangsung hingga Juni 1920. Pada rentang waktu Pandemi Covid-19 yang masih sulit dihitung itu, Indonesia harus berupaya menghindar dari ketergantungan akan kebutuhan vaksin Corona,” ujar Bamsoet di Bali, pada Minggu, 2 Agustus 2020.

Karenanya, mantan Ketua DPR RI ini mendorong pemerintah fokus dalam mempercepat realisasi vaksin Corona produk lokal. Pemerintah harus segera mengambil prakarsa berkomunikasi dan berkoordinasi dengan para akademisi dan peneliti.

‘’Sejauh yang saya amati sampai saat ini, sudah ada upaya dari sejumlah pihak di dalam negeri untuk menciptakan vaksin Corona. Namun, upaya itu tidak mudah karena ada sejumlah tantangan. Saya mendorong pemerintah untuk segera hadir di dalam upaya itu, sekaligus membantu mengurai tantangan-tantangan itu,‘’ kata Bamsoet.

Ia pun menuturkan, tantangan tersebut di antaranya meliputi kebutuhan biaya yang besar untuk riset dan pengembangan vaksin, upaya percepatan menghasilkan vaksin hingga tahap ketersediaannya di publik. Selain itu, tantangan lainnya menyangkut besarnya skala produksi vaksin.

“Demi kepentingan 270 juta penduduk Indonesia, kehadiran dan keterlibatan pemerintah di dalam upaya yang sarat tantangan itu sangat relevan dan urgen. Dari komunikasi dan koordinasi dengan para akademisi serta peneliti, minimal akan ditemukan jalan keluar mengatasi tantangan-tantangan tersebut,” tutur Bamsoet.

Ia juga mendukung upaya inaktivasi virus yang sedang dilakukan sejumlah perusahaan Indonesia yakni, PT Bio Farma bekerja sama dengan Sinovac dari Tiongkok, PT Kalbe Farma dengan Genexine dari Korea Selatan serta perusahaan swasta dengan Sinopharm dari Tiongkok.

“Indonesia tidak bisa hanya menunggu hasil riset dan pengembangan serta produksi vaksin Corona dari negara lain. Indonesia harus mandiri. Apalagi, Indonesia juga memiliki PT Bio Farma yang sudah berpengalaman membuat vaksin,’’ pungkas Bamsoet. (*)

Sumber berita (*/Tim Publikasi MPR RI)
Foto utama oleh shutterstok
Editor (+rony banase)

Berkunjung ke Korban Banjir, Bamsoet Beri Bantuan dan Makan Bersama

109 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Ketua MPR RI Bambang Soesatyo begitu kembali ke tanah air langsung menunjukkan kepedulian kepada korban banjir di Jakarta. Selain memberi berbagai bantuan termasuk perahu karet dan kompor kepada para korban banjir yang mengungsi di GOR Pengadegan, Jakarta Selatan.

Bamsoet juga menyempatkan makan bersama dengan para pengungsi yang sebagian besar ibu-ibu.

“Menghadapi musibah banjir ini, kaum ibu terbukti sangat berperan dalam memastikan keluarganya tetap aman dan selamat. Bahkan tak jarang di saat musibah banjir datang, sebagian suami atau kepala keluarga sedang bekerja di luar rumah, sehingga ibulah yang menyelamatkan jiwa anggota keluarga dan juga harta benda. Salut dan hormat saya untuk para kaum ibu,” ujar Bamsoet saat makan bersama para korban banjir, di GOR Pengadegan, Jakarta, pada Selasa, 7 Januari 2020.

Dalam kunjungan ini, turut mendampingi Camat Pancoran M Rizki Adhari, anggota Gerakan Kebangsaan Bangun Solidaritas (Gerak BS), Pemuda Pancasila, SOKSI, Baladhika Karya, dan Wanita Swadiri. Tak segan Bamsoet menyuapi makanan kepada seorang nenek dan anak kecil. Berbagai keluhan akibat banjir juga disampaikan para korban banjir kepada mantan Ketua DPR RI ini.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini meminta BNPB dan Kementerian Sosial memberikan edukasi Keluarga Sadar Bencana, dengan melibatkan kaum ibu. Sekaligus memberikan edukasi sadar lingkungan agar keluarga bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga dan melestarikan alam.

Saat Bamsoet menyuapi anak korban bencana banjir di Jakarta

“Mendidik keluarga untuk mencintai alam bisa dimulai dengan melibatkan kaum ibu. Karena ibu yang tangguh akan melahirkan anak-anak dan keluarga yang tangguh juga,” tutur Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini juga menegaskan, musibah banjir yang menimpa berbagai wilayah di daerah Jabodetabek di awal tahun ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk merapatkan barisan menghadapi mitigasi bencana secara baik. Dari segi pemerintah pusat dan daerah, misalnya, perlu ada koreksi menyeluruh agar ke depan, semua unit kerja bisa optimal dalam membuat dan menjalankan roadmap mitigasi bencana.

“Sedangkan dari segi masyarakat, kesadaran terhadap lingkungan dari mulai yang paling kecil dengan tidak membuang sampah sembarangan, perlu digalakkan kembali. Dan itu bisa dipelopori oleh kaum ibu,” pungkas Bamsoet. (*)

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

Pesan Natal Ketua MPR RI : Kemajemukan Harus Jadi Kekuatan Utama Bangsa

260 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Perayaan Hari Raya Natal harus dijadikan momentum untuk memperkuat Semangat Kebinekaan. Kemajemukan agama yang ada di dalam masyarakat Indonesia, harus dijadikan sumber kekuatan utama Bangsa Indonesia.

Sikap toleransi dan dukungan merupakan ruang kekeluargaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Sehingga, kemajemukan yang ada di dalam masyarakat Indonesia bukan menjadi sumber pemecah belah. Melainkan harus menjadi kekuatan utama Bangsa Indonesia.

Agama apa pun jelas mengajarkan untuk senantiasa menyebarkan cinta kasih kepada sesama. Karena itu, siapa pun tidak boleh menjadikan agama sebagai alat permusuhan. Apalagi sebagai alat politik. Perayaan Natal menjadi sangat penting guna memancarkan semangat kebangsaan.

Penting untuk membuka ruang dialog antara pemeluk agama. Tujuannya, agar melalui dialog tersebut, antar umat beragama bisa menguatkan satu sama lain. Meskipun berbeda keyakinan, namun tetap bersaudara dalam kemanusiaan.

Sekali lagi, momen Perayaan Natal ini harus menjadi suatu momentum yang baik bagi seluruh umat. Ajaran agama yang mengajarkan kebaikan, dapat kita laksanakan untuk membangun bangsa dan negara Indonesia. Sehingga, melalui momen Perayaan Natal, bangsa Indonesia dapat semakin dipersatukan.

Momen Perayaan Natal penting bagi keindonesiaan kita. Penting bagi toleransi kita. Dan, penting bagi masa depan bangsa kita. Selamat Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.(*)

Sumber (*/Bambang Soesatyo–Ketua MPR RI–Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

Bamsoet Ajak Perguruan Tinggi Aktif Bahas Amandemen Terbatas UUD NRI 1945

132 Views

Depok, Garda Indonesia | Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengajak kampus sebagai institusi intelektual turut terlibat dalam pembahasan perubahan terbatas Undang-Undang Negara Republik Indonesia 1945 (UUD NRI 1945).

Karenanya, MPR RI akan bekerja sama dengan berbagai kampus di Indonesia melakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk mendapatkan masukan sekaligus brainstorming gagasan mengenai penataan wewenang dan tugas MPR RI ke depan.

“MPR RI periode 2014—2019 sudah mengamanahkan agar MPR RI 2019—2024 melakukan perubahan terbatas terhadap UUD NRI 1945. Tanggung jawab itu sekarang berada di pundak saya. Sebelum mengambil keputusan, MPR RI perlu melakukan kajian yang lebih mendalam, antara lain melalui kajian-kajian akademik yang dilakukan oleh perguruan tinggi. Karena itu, kajian akademik yang dilakukan Center for Election and Political Party (CEPP) Universitas Indonesia akan menjadi masukan yang sangat penting bagi MPR dalam merumuskan wewenang dan tugas MPR ke depan,” ujar Bamsoet saat membuka FGD ‘Penataan Wewenang dan Tugas MPR RI’, diselenggarakan CEPP FISIP UI, di Kampus UI Depok, pada Selasa 19 November 2019.

Kandidat Ketua Umum Partai Golkar 2019—2024 ini memaparkan, sejauh ini ada berbagai gagasan yang perlu dielaborasi lebih jauh oleh kampus. Misalnya, gagasan reformulasi sistem perencanaan pembangunan nasional model GBHN dalam penyelenggaraan negara. Dengan dihapuskannya wewenang MPR untuk menetapkan GBHN, maka sistem perencanaan pembangunan nasional tidak berlandaskan pada Ketetapan MPR tentang GBHN tetapi berlandaskan pada Undang-Undang tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Peraturan Presiden tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang disusun berdasarkan visi dan misi calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo

“Dengan model sistem perencanaan pembangunan nasional yang demikian memungkinkan RPJPN dilaksanakan secara tidak konsisten dalam setiap periode pemerintahan mengingat implementasi RPJMN didasarkan kepada visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden terpilih dalam pemilihan umum, yang masing-masing dapat memiliki visi dan misi yang berbeda dalam setiap periode pemerintahan,” jelas Bamsoet.

Demikian pula antara sistem perencanaan pembangunan nasional dan sistem perencanaan pembangunan daerah, menurut Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini berpotensi menyebabkan ketidakselarasan pembangunan. Mengingat sistem Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tidak terikat untuk mengacu pada RPJMN mengingat visi dan misi Gubernur/Bupati/Walikota yang mungkin dapat berbeda dengan Visi dan Misi Presiden dan/atau Wakil Presiden terpilih, demikian juga dengan Visi dan Misi Gubernur/Bupati/Walikota di daerah daerah lainnya.

“Inkonsistensi arah dan kebijakan pembangunan antara jenjang nasional dan daerah (sub-nasional) berpotensi menghasilkan program-program pembangunan yang bukan saja tidak saling mendukung, tetapi juga bisa saling menegaskan satu sama lain. Yang hampir pasti, inkonsistensi antar-jenjang dan antar-wilayah, berakibat inefisiensi penggunaan sumber daya pembangunan nasional,” terang Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, dari serangkaian diskusi yang dilakukan oleh MPR RI dengan berbagai kalangan, termasuk di dalamnya adalah para tokoh masyarakat, pakar, dan akademisi, pada umumnya sependapat, bahwa diperlukan haluan negara dalam pelaksanaan pembangunan. Perdebatan barulah muncul ketika pembahasan mulai memasuki bentuk hukum apa yang paling tepat dilekatkan pada model GBHN itu sendiri.

“Di sini letak penting kampus untuk memberikan masukan kepada MPR RI. Sehingga dalam menjalankan tugas dan fungsinya, selain mendapat dukungan politik, MPR RI juga mendapat dukungan dan legitimasi akademik dari kampus. Dengan demikian meminimalisasi terjadinya gejolak maupun dinamika di kemudian hari. Kita tak ingin Indonesia dihadapkan pada hiruk pikuk politik, karena kestabilan politik merupakan kunci dalam mendorong akselerasi pembangunan ekonomi,” pungkas Bamsoet. (*)

Sumber berita (*/Bamsoet—Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

Pelantikan Presiden dan Kabinet Telah Selesai, Saatnya Bekerja

285 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Jaga persatuan dan kesatuan. Inilah pesan penting yg tersirat pasca pengumuman hasil kabinet Indonesia Maju. Pasti ada yang tidak puas, namun harus disambut baik.

Dengan mengajak rivalnya ke kabinet, tentu saja pilihan yang bijak. Demi kemajuan bangsa. Dan kerelaan Prabowo juga harus dihargai. Harus menjadi tradisi politik di tanah air. Meski berbeda. Namun untuk kepentingan bangsa. Kita harus rela mengesampingkannya. Dari dua tokoh bangsa itu kita perlu belajar.

Yang terpenting saat ini adalah, bahwa kita semua harus tetap menjaga suasana kondusif dalam ikatan persatuan dan kesatuan. “Jangan sampai kita sendiri yang justru mengganggu dengan mengeluarkan pernyataan (statement)yang kontraproduktif dengan sikap presiden. Jangan sampai para elit Kita lebih sibuk mengurusi politiknya dibanding memberikan kesempatan keduanya untuk bekerja,” pinta Ketua MPR RI Periode 2019—2024, Bambang Soesatyo (Bamsoet) pada Sabtu, 26 Oktober 2019.

“Saya mendorong para elit untuk menahan diri dengan tidak mengeluarkan pernyataan yang tidak produktif. Agar suasana kebersamaan kita sebagai bangsa tetap terjaga,” ujar Bamsoet.

Menurut Bamsoet, Agenda penting dan mendesak saat ini adalah fokus 100 hari kerja dari para menteri harus menjadi perhatian semua. Seratus hari ke depan adalah kerja nyata bukan lagi retorika.

Situasi politik, relatif sudah lebih stabil dengan berakhirnya masa pemilu, pelantikan presiden dan pengumuman kabinet. Agenda saat ini yang penting adalah menyiapkan berbagai perangkat payung hukum untuk memudahkan kegiatan usaha, pendidikan dan ikatan sosial. (*)

Sumber berita (*Bamsoet/Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

MPR Sukses Jadikan Pelantikan Presiden & Wapres Jadi Sarana Pemersatu Bangsa

232 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Joko Widodo dan Ma’ruf Amin telah resmi menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019—2024 usai dilantik oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Minggu, 20 Oktober 2019.

Direktur Riset Populi Center Usep S. Ahyar menilai, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden berjalan lancar dan sukses. Ia mengatakan, MPR sebagai penyelenggara telah sukses menjadikan momentum pelantikan Kepala Negara sebagai pemersatu bangsa yang diwakili oleh para elit politik.

“Artinya pelantikan itu jadi momentum bersatunya tokoh dan menyejukkan. Jadi tak menyangka juga melihat pertarungannya yang begitu keras, tetapi kemudian happy ending,” kata Usep kepada wartawan di Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019.

Foto bersama usai Pelantikan Presiden Jokowi dan Wapres KH Ma’ruf Amin

Usep mengapresiasi pembawaan Ketua MPR Bambang Soesatyo dalam acara tersebut. Menurutnya, politikus Partai Golkar itu tampak santai dan cukup menghibur para hadirin dengan beberapa pantun yang dibawakan dalam pidatonya. Ia berharap, kesuksesan dan kelancaran pelantikan Kepala Negara hari ini menjadi awal bagi pemerintah untuk memajukan Indonesia.

“Sekali lagi, menarik saya kira Mas Bamsoet tampak santai, walaupun (acaranya) sempat molor tapi pembawaannya santai, banyak senyum, pantun, guyon juga,” ujar Usep.

Selain itu, ia juga mengapresiasi langkah konsolidasi yang dilakukan Bamsoet bersama Pimpinan MPR lainnya dalam menyambut momentum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Safari politik yang dilakukan MPR ke sejumlah tokoh, termasuk Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai mantan rival Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019 dinilai sangat elegan.

“Saya kira safari mengundang tokoh itu berhasil. Termasuk juga mengundang kepala negara. Banyak tokoh, hampir semua pemimpin kita yang hadir, para mantan wakil presiden, mantan presiden, itu hampir semuanya yang masih ada, itu semua hadir. Penyelenggaraannya juga bagus. Mungkin ini keberhasilan Mas Bamsoet, jadi sama dia selesai semua,” tutur Usep.

Lebih lanjut, Usep menilai sudah tepat Ketua MPR diberikan kepada Partai Golkar. Apa yang dilakukan Bamsoet sebelum dan saat pelaksaan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, menurut dia, merupakan ciri khas dari politisi Partai Golkar.

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo saat memimpin Sidang MPR Pelantikan Presiden dan Wapres periode 2019–2024

Menurutnya, Partai Golkar selama ini memang lebih jago berperan sebagai penengah bagi partai-partai lain yang berseteru. Hal itu ditunjukkan dalam beberapa kesempatan, di dalam sejarah perpolitikan Indonesia.

“Partai Golkar ini memang mantap soal begini ini. Selalu kan, di Senayan itu, walaupun tidak mayoritas, Golkar secara opini, segala macam itu menguasai. Saya kan juga pernah di DPR, saya lihat Partai Golkar memang canggih cara berpolitiknya. Partai Golkar dalam konteks berpolitiknya profesional betul,” katanya.

“Itu juga kan yang diperankan Mas Bamsoet. Mas Bamsoet ini kader luar biasa di Golkar. Di samping itu, dia kan Dapil Jawa Tengah, Banyumas. Nah itu juga dengan gayanya yang penengah itu pantas Mas Bamsoet saya kira. Di Banyumas itu kan, kalau kita melihat sejarah tidak ada kerusuhan juga. Ini kan yang dimainkan politik tengah yang bisa merangkul banyak tokoh dan terbukti Pak Prabowo, Pak Sandi, kelihatan enjoy di situ,” tandas Usep. (*)

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

Pimpinan MPR RI Gelar Rapat Pimpinan Perdana, Ini Hasilnya

237 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan, rekomendasi MPR RI 2014—2019 mengenai amandemen terbatas UUD Negara Republik Indonesia 1945 dan penghidupan kembali Garis Besar Haluan Negara (GBHN) akan dibahas lebih lanjut di Badan Pengkajian MPR RI.

Berbagai usulan maupun aspirasi masyarakat akan ditampung dan dipelajari secara mendalam oleh Badan Pengkajian MPR RI sesuai ketentuan perundangan yang berlaku.

“Badan Pengkajian akan mengelaborasi lebih jauh rekomendasi MPR RI 2014—2019 tersebut secara komprehensif dan transparan. Sehingga bisa menyamakan persepsi di antara fraksi dan kelompok DPD. Selain itu, partisipasi publik akan dibuka seluasnya dengan mengundang berbagai elemen masyarakat, dari mulai pakar, akademisi, organisasi kemasyarakatan, maupun para tokoh bangsa,” ujar Bamsoet usai memimpin Rapat Pimpinan MPR RI, di Ruang Rapat Pimpinan MPR RI, di kawasan gedung MPR Jakarta, pada Rabu, 9 Oktober 2019.

Dalam Rapat Pimpinan MPR RI juga diusulkan pelantikan Presiden – Wakil Presiden Republik Indonesia 2019—2024 dilakukan pada Minggu, 20 Oktober 2019, Pukul 14.00 WIB di Gedung Nusantara, Kawasan MPR RI. Pelaksanaan siang hari dimaksudkan untuk menghormati para pemeluk agama menyelesaikan ibadahnya, serta memberikan kesempatan masyarakat menikmati car free day di beberapa ruas jalan protokol Jakarta.

“Sebagai tuan rumah, MPR RI ingin pelantikan presiden/wakil presiden tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Mengingat ini merupakan hajatan besar Rakyat Indonesia. Sehingga bagi yang beribadah di hari Minggu maupun menikmati car free day tidak terganggu. Pihak Kesekjenan MPR RI akan berkoordinasi lebih lanjut dengan protokol Istana dan jajaran Sekretariat Negara untuk teknis lebih lanjutnya,” tutur Bamsoet.

Agar prosesi pelantikan bisa berlangsung khidmat, tertib dan aman, Pimpinan MPR RI akan mengundang Panglima TNI, Kapolri, Kepala Badan Intelijen Negara, Menteri Luar Negeri, Komisioner Komisi Pemilihan Umum, dan Sekretariat Negara untuk melakukan Rapat Koordinasi di Gedung MPR RI. Selain itu, Pimpinan MPR RI juga akan silaturahmiq dengan Presiden – Wakil Presiden terpilih 2019—2024 Joko Widodo – KH Maruf Amin, serta ke Wakil Presiden 2014—2019 Jusuf Kalla.

“Kita juga akan silaturahmi sekaligus mengantarkan undangan pelantikan Presiden/Wakil Presiden kepada Presiden RI ke-4 Megawati Soekarnoputri, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, dan kandidat calon Presiden – Wakil Presiden Pemilu 2014 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno. Dengan silaturahmi, kita harap bisa mendatangkan kesejukan bagi Bangsa Indonesia,” tandas Bamsoet.

Lebih lanjut Bamsoet menjelaskan, dalam Rapat Pimpinan MPR RI juga diputuskan pembagian tugas pimpinan MPR RI. Yakni Bambang Soesatyo (F-Golkar) sebagai Koordinator Umum, Ahmad Basarah (F-PDI Perjuangan) sebagai Koordinator Bidang Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, dan Lestari Moerdijat (F-Nasdem) sebagai Koordinator Bidang Penyerapan Aspirasi Masyarakat dan Daerah.

“Koordinator Bidang Pengkajian Ketatanegaraan dipegang Pak Syarief Hasan (F-Demokrat), Koordinator Bidang Penganggaran MPR RI dipegang Pak Fadel Muhammad (Kelompok DPD), Koordinator Bidang Komisi Kajian Ketatanegaraan dipegang Pak Ahmad Muzani (F-Gerindra),” papar Bamsoet.

Bendahara Umum DPP Partai Golkar 2014—2016 ini menambahkan, Koordinator Bidang Persidangan MPR RI dipegang Zulkifli Hasan (F-PAN), Koordinator Bidang Hubungan Antar Lembaga Negara dipegang Jazilul Fuwaid (F-PKB), Koordinator Bidang Evaluasi Pelaksanaan Ketetapan MPR RI dipegang Hidayat Nur Wahid (F-PKS), dan Koordinator Bidang Akuntabilitas Kinerja MPR RI dipegang Arsul Sani (F-PPP).

“Keputusan diambil melalui proses musyawarah untuk mufakat. Tidak ada perdebatan ataupun saling berebut jabatan. Di sini yang kita kedepankan adalah kebersamaan untuk mencari titik temu, bukan mengedepankan perbedaan,” urai Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menerangkan, Rapat Pimpinan MPR RI juga menyelesaikan komposisi kepemimpinan di Alat Kelengkapan MPR RI. Antara lain, Badan Sosialisasi diketuai F-Gerindra dengan Wakil Ketua dari F-Nasdem, F-PAN, F-PKS, dan Kelompok DPD. Di Badan Pengkajian, Ketua dipegang F-PDI Perjuangan, dengan Wakil Ketua dari F-Golkar, F-Demokrat, F-PPP, dan Kelompok DPD.

“Sedangkan di Bidang Penganggaran, Ketua dipegang F-Golkar, dengan Wakil Ketua dari F-PDI Perjuangan, F-Gerindra, F-PKB, dan Kelompok DPD,” pungkas Bamsoet. (*)

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

Bambang Soesatyo Resmi Jadi Ketua MPR RI Periode 2019—2024

320 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Prosesi pengucapan sumpah/janji Pimpinan MPR RI, telah berjalan dengan khidmat dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku telah dipilih Pimpinan MPR RI, masa bakti periode 2019—2024, di Senayan Jakarta, pada Kamis, 3 Oktober 2019.

Baca juga : 

https://gardaindonesia.id/2019/10/03/pdip-dukung-bamsoet-jadi-ketua-mpr-demi-tegaknya-demokrasi-pancasila/

Proses pengambilan keputusan secara musyawarah mufakat adalah bukti bahwa proses pengambilan keputusan di lembaga ini senantiasa berpijak pada landasan ideologi Pancasila dan konstitusi Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku telah berhasil dipilih Pimpinan MPR RI. Yaitu :

  1. Bambang Soesatyo sebagai Ketua MPR dari Fraksi Partai Golkar;
  2. Wakil Ketua Ahmad Basarah, dari Fraksi PDI Perjuangan;
  3. Wakil Ketua Ahmad Muzani, dari Fraksi Partai Gerindra;
  4. Wakil Ketua Lestari Moerdijat, dari Fraksi Partai Nasdem;
  5. Wakil Ketua Jazilul Fawaid, dari Fraksi PKB;
  6. Wakil Ketua Syarif Hasan, dari Fraksi Partai Demokrat;
  7. Wakil Ketua Hidayat Nur Wahid, dari Fraksi PKS;
  8. Wakil Ketua Zulkifli Hasan, dari Fraksi PAN;
  9. Wakil Ketua Arsul Sani, dari Fraksi PPP;
  10. Wakil Ketua Fadel Muhammad, dari Kelompok DPD RI.

Sepuluh wakil rakyat tersebut di atas yang mendapat amanah akan menjalankan tugas sebagai pimpinan MPR secara kolektif kolegial serta arif dan bijaksana selama kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan dimulai sejak tanggal 3 Oktober 2019 hingga 30 September 2024.

Ketua MPR RI Periode 2019–2024, Bambang Soesatyo (tengah) dan pimpinan MPR lainnya

Menurut Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), berdasarkan penyempurnaan Undang-undang MD3 Tahun 2019, Pimpinan MPR periode 2019—2024 terdiri atas satu Ketua dan 9 Wakil Ketua yang merupakan representasi dari masing-masing fraksi.

“Kita mengutamakan semangat kebersamaan dari semua unsur yang ada didalam Majelis Permusyawaratan Rakyat ini. Mari bersama kita jadikan MPR Rumah Kebangsaan,” pinta Bamsoet.

“Saya sebagai Pimpinan MPR mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kami untuk memimpin MPR RI Periode 2019—2024. Tugas ini adalah amanah mulia yang menuntut tanggung jawab yang harus kami tunaikan. Insya Allah dengan dukungan semua anggota amanah ini akan kami jalankan dengan sebaik-baiknya, sehingga lembaga ini dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal,” ujar Bamsoet.

Tambah Bamsoet, Dengan 10 pimpinan, MPR periode ini mensyaratkan adanya sinergi dari setiap perwakilan. Oleh karena itu, kami berharap sikap gotong royong selalu terbina dari tiap-tiap anggota dalam upaya menjalankan tugas dan fungsinya. Musyawarah mufakat adalah nilai-nilai luhur dalam Pancasila yang harus selalu dikedepankan dalam proses pengambilan keputusan di lembaga yang terhormat ini.

Dengan demikian, tandas Bamsoet, MPR hari ini terbuka sebagai ruang hangat untuk mengkaji berbagai gagasan mengenai persoalan Bangsa dan Negara.(*)

Sumber berita (*/Bamsoet—Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)