Arsip Tag: banjir bandang malaka

Keluarga Besar Putra Putri Polri Daerah NTT Bantu Korban Badai Seroja

379 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Badai Siklon Tropis Seroja yang meluluhlantakkan 15 kabupaten/kota di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada rentang waktu tanggal 3—5 April 2021 memutuskan jaringan listrik, telekomunikasi, kerusakan fasilitas umum, rumah-rumah penduduk hanyut terseret banjir bandang, dan mengakibatkan 181 orang meninggal dunia dan sekitar 45 orang hilang.

Duka yang bertepatan dengan perayaan Paskah 2021 dan memasuki bulan Ramadan 1442H tersebut menjadi perhatian dari Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) Daerah Nusa Tenggara Timur dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada para korban bencana di wilayah Provinsi NTT.

Diawali dengan pendistribusian bantuan bagi korban bencana banjir bandang di Kabupaten Malaka, Ketua Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) Daerah Nusa Tenggara Timur, Ir. Lay Djaranjoera, M.Si. Wakil Sekretaris, Simson Alirensus Ratoe Oedjoe, S.Pd., dan Bendahara, Daniel F. Maro, S.P., M.Si. menyerahkan bantuan berupa sembako (beras, mi instan, dan gula pasir), termasuk masker untuk pencegahan penyebaran Covid-19 pada Minggu, 18 April 2021.

Ketua Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) Daerah Nusa Tenggara Timur, Ir. Lay Djaranjoera, M.Si. (kedua dari kiri) saat menyerahkan secara simbolis bantuan kepada Wakapolres Malaka

Bantuan KBPP Polri Peduli Bencana NTT diterima Wakapolres dan didampingi Wakil Sekretaris KBPP Polri Resor Malaka dii Mako Polres Malaka.

Lay Djaranjoera berharap kiranya bantuan KBPP Polri Peduli Bencana NTT dapat bermanfaat bagi saudara yang kena dampak bencana. “Bukan dilihat dari besar kecilnya bantuan tapi lebih dikedepankan niat hati yang tulus untuk berbagi kasih dan turut mengambil bagian dalam kepedulian terhadap bencana NTT,” ujarnya.

Selain itu, tandas Lay, KBPP Polri Peduli Bencana NTT, juga menyerahkan sejumlah uang tunai dan masker yang dapat berdaya guna untuk mencegah penyebaran Covid-19 di tengah saudara yang terdampak bencana. “Untuk distribusi bantuan bencana ke Flores Timur, Lembata, Sabu Raijua, bakal disesuaikan dengan jenis kebutuhan dan jumlah batuan berbeda untuk tiap daerah,” pungkasnya.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto (*/koleksi KBPP Polri NTT)

10 Ton Beras, dari Coop TLM Indonesia bagi Korban Banjir Bandang Malaka

476 Views

Malaka-NTT, Garda Indonesia | Coop TLM Indonesia berempati dan menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa bahan pangan kepada korban banjir bandang di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan beras sebanyak 10 ton dari Coop TLM Indonesia diterima oleh Posko Bencana Gereja Santa Maria Fatima, Posko Pemkab Malaka dan anggota Coop TLM Indonesia pada Jumat, 16 April 2021.

Ketua Tim Coop TLM Peduli Bencana, Mulyadi Beri, menyatakan bantuan bencana yang dibagikan ke Kabupaten Malaka sebanyak 10 ton beras. “Hari ini kami bagikan 10 ton beras kepada umat, masyarakat dan anggota Coop TLM terdampak bencana banjir.  Kami masih terus mendata korban bencana baik banjir maupun korban Siklon Seroja untuk kami berikan bantuan,” ujarnya.

Suster Meliana,SSpS. di Posko Bencana Gereja Santa Maria Fatima – Betun menyampaikan terima kasih banyak untuk bantuan yang diberikan oleh pihak Koperasi  TLM (Coop TLM Indonesia, red). “Tolong sampaikan ucapan terima kasih untuk Pimpinan TLM di Kupang. Bantuan yang diterima dari TLM akan disalurkan hari ini (Jumat, 16 April 2021) kepada umat yang belum terjamah sesuai permintaan dari Desa Bereliku,” ujarnya.

Bantuan beras kepada anggota Coop TLM Indonesia di Betun Malaka

Bantuan beras bagi Posko Pemerintah Kabupaten Malaka diterima oleh Melianus Nabu Taek dan didampingi Sekcam Malaka Tengah, Primus Yosef Nahak. Ucapan terima kasih pun disampaikan Primus Yosef Nahak. “Terima kasih kepada Pimpinan Koperasi TLM yang telah memberikan bantuan. Bantuan ini akan dihimpun dan digabungkan dengan bantuan dari pihak lain yang akan disalurkan kepada masyarakat di Manumuti dan Railor,” urainya.

Sementara itu, bantuan kepada masing-masing anggota Coop TLM Indonesia  di Kantor Coop TLM cabang Betun. Ketua SeSaMa Pelita Jaya, Mama Dominika Seuk menyampaikan sangat bersyukur karena sudah ada bantuan dari Koperasi TLM. “TLM juga mengingat kita anggota yang sudah terkena bencana banjir ini. Kami sudah mendapatkan keringanan untuk membayar, tapi kami mohon agar sedikit diperpanjang, mengingat usaha kami lumpuh total dan bahkan tidak ada sama sekali,” ucapnya.

Harapan kami, tandas Mama Dominika Seuk, TLM bisa memberikan pinjaman modal usaha baru untuk bisa melanjutkan usaha yang ada.(*)

Sumber berita dan foto (*/tim Coop TLM Indonesia)

Editor (+roni banase)

Suara Lapar dan Haus Warnai Kondisi Pasca-Banjir Bandang Malaka

561 Views

Malaka-NTT, Garda Indonesia| Sedih, ibarat anak ayam kehilangan induk, warga korban banjir bandang Malaka meneriakkan rasa ingin makan dan minum. Pengalaman nan amat mengharukan ini disaksikan langsung Garda Indonesia dan OMK Paroki Roh Kudus Halilulik, Kabupaten Belu, ketika melintasi sepanjang jalan Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat siang, 9 April 2021.

Dugaan kuat Garda Indonesia, suara – suara menyedihkan itu hadir lantaran sedang merindukan jamahan tangan – tangan penuh kepedulian. Pengalaman ini pun dialami usai menyerahkan sumbangan berupa sembako, pakaian layak pakai ke Posko Ante Morten, Pusat Paroki Maria Fatima Betun.

Kondisi terakhir pasca–bencana banjir bandang Desa Fahiluka, suara–suara spontanitas terdengar dari setiap halaman rumah dan pinggiran jalan penuh timbunan lumpur sisa banjir bandang.

Romo Yogar Fallo dan OMK Paroki Roh Kudus Halilulik, Kabupaten Belu saat menyerahkan bantuan kepada korban banjir bandang di Malaka

Terlihat, semua orang tengah sibuk membersihkan bentangan lumpur di dalam dan luar rumahnya masing–masing. Ada yang mencuci, ada yang menjemur perlengkapan rumah tangga seperti sofa dan kasur, dan ada juga yang menguras sumur. Di sepanjang jalan itu pun tidak tampak binatang–binatang piaraan berkeliaran. Udara di sekitar lokasi bencana tercium  bau–bau tak sedap, terasa menyengat indra penciuman dari sisa–sisa bangkai.

Menanggapi kondisi tersebut, Romo Yogar Fallo menuturkan, bantuan kemanusiaan yang dihantar oleh berbagai pihak ke Malaka belum bisa sepenuhnya memenuhi kebutuhan semua korban banjir. Karena itu, ia masih terus berjuang bersama OMK Paroki yang sebagian besar merupakan anggota THS – THM paroki untuk melanjutkan penggalangan dana kemanusiaan termasuk sumbangan pakaian layak pakai. “Setelah kami serahkan bantuan ke Posko Dekenat Malaka, ternyata di lokasi masih ada teriakan haus dan lapar. Open donasi tetap harus kita lakukan karena banyak warga yang belum tersentuh bantuan terutama kampung– kampung yang sulit dijangkau,” ungkapnya.

Romo Yogar mengaku, pelayanan terhadap para korban banjir tentu ada banyak kekurangan dan kekeliruan. “Seperti di posko Dekenat Malaka ada yang sakit dan terpaksa berbaring saja di lantai beralaskan terpal. Mau minum obat, tapi makanan terlambat. Para petugas mestinya memilah, mana yang darurat dan mana yang tidak. Pendataan perlu dilakukan secara akurat sehingga tidak ada yang terabaikan,” sebutnya.

Kondisi pengungsi di penampungan Posko Ante Morten Betun

Romo Yogar juga meminta, kiranya ada kerja sama yang baik antara gereja dan pemerintah setempat agar bantuan– bantuan yang sedang mengalir deras ke Malaka bisa secepatnya diterima para korban, terutama makanan, minuman dan bantuan air bersih yang sifatnya darurat.

Pemuda Halilulik Bantu Korban Banjir Bandang di Malaka

Kelompok Pemuda Halilulik, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, turut mengambil bagian dalam memberikan perhatian kepada para korban banjir bandang di Kabupaten Malaka.

Informasi yang diterima Garda Indonesia pada Kamis, 8 April 2021 menyebutkan, kelompok pemuda yang diinisiasi oleh Ronald Dalung dan kawan–kawan itu bergerak menggalang dana dari warga sekitar wilayah Halilulik dengan terlebih dahulu mengantongi surat izin dari Camat Tasifeto Barat dan dukungan dari Koramil Tasifeto Barat, Paroki Roh Kudus Halilulik, Polsek Tasifeto Barat, dan Pemerintah Desa Naitimu.

Bantuan sembako dan pakaian layak pakai itu sudah diserahkan ke Posko Induk Susteran SSpS Betun pada Kamis, 8 April 2021. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)