Arsip Tag: bank pemerintah daerah provinsi ntt

Bank NTT Jadi Pengelola Kas Titipan BI Terbanyak di Seluruh Indonesia

314 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Kami bersyukur memiliki para pemegang saham yang memiliki komitmen yang sangat luar biasa untuk terus mengawal bank ini bisa menjadi hebat dan besar bagi pembangunan di Nusa Tenggara Timur ini. Kesanggupan dan perhatian dari pemegang saham sangat besar sehingga ada tiga sampai empat langkah yang sudah dilakukan,” ujar Plt. Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat jumpa media Bank NTT bersama para awak media pada Kamis, 14 Mei 2020 di lantai 5 Bank NTT Pusat di Jalan W. J. Lalamentik Kota Kupang.

Kas Titipan BI yang dikelola Bank NTT Cabang Atambua

Kami dipercaya oleh Bank Indonesia (BI), urai Alex (sapaan akrabnya, red), menjadi pengelola delapan kantor kas titipan bank yang terbanyak. Bank NTT terus berupaya melakukan pencegahan terhadap penyebaran Covid-19.

“Terima kasih kepada Bank Indonesia atas penunjukan dan kepercayaan bank NTT sebagai pengelola kas titipan bank Indonesia terbanyak di seluruh Indonesia yang berada di Atambua, Alor, Lembata, Maumere, Ende, Ruteng, Lewoleba, dan Labuan Bajo,” ucapnya.

Seperti yang dilakukan oleh Kas Titipan Bank NTT Cabang Lewoleba di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kas titipan BI ini melayani penukaran uang dengan nominal kecil, fungsi utamanya untuk menyediakan kas Bank Indonesia yang dipindahkan ke pelayanan untuk masyarakat.

Demikian penyampaian Wakil Kepala Cabang (Wakacab) Bank NTT Lewoleba, Lorenso Andri Bere Mau kepada Garda Indonesia melalui sambungan telepon pada Jumat, 22 Mei 2020 pukul 12.02 WITA—selesai.

Kas Titipan Bank NTT Lewoleba melayani pedagang

Menurut Andi Bere Mau (sapaan akrabnya, red) pelayanannya bukan hanya Bank NTT saja, tetapi semua bank peserta yang ada dalam daerah yang ada kas titipan. “Menjelang lebaran, kita operasinya ke pasar yang ada pedagang-pedagang kecil hingga ke toko-toko,” ucapnya.

Karena Covid-19, imbuh Andi, Pelayanan Kas Titipan Bank NTT Cabang Lewoleba tetap memakai standar protokol kesehatan. “Kas Titipan BI di Lewoleba ada satu yang melayani tiga bank termasuk penukaran uang kecil. Uang lusuh juga ditukar selama nomor serinya masih dapat dibaca, dan uang tersebut masih bisa dipakai,” tandas Wakacab Bank NTT Lewoleba.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto (*/ istimewa Bank NTT)

Bank NTT Hibah Dana Covid-19 Rp.540 Juta Kepada Pemprov NTT

189 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sejak diberlakukan alokasi dana khusus Bank NTT pada 27 Maret 2020 berupa sumbangan dari pengurus dan karyawan sebesar Rp.275 Juta dan dukungan sumbangan spontanitas para nasabah dan berbagai pihak melalui rekening Bank NTT Peduli, maka hingga 22 April 2020, berhasil dikumpulkan dana sebesar Rp.540 Juta yang dialokasikan untuk membantu tim medis dan pemerintah dalam penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Provinsi NTT.

Baca juga: https://gardaindonesia.id/2020/03/27/donasi-covid-19-bank-ntt-275-juta-untuk-pencegahan-penyebaran-covid-19/

Sesuai dengan kesepakatan yang telah diambil oleh Manajemen Bank NTT, maka dana yang sebelumnya akan diserahkan dalam bentuk barang penunjang bagi tenaga medis menghadapi Pandemi Covid-19, selanjutnya tetap diserahkan dalam bentuk uang tunai dan secara simbolis oleh Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT), yang diterima oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi.

Turut hadir mendampingi Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi yakni Direktur Umum, Johanes Umbu Praing, dan Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu serta beberapa Karyawan Bank NTT Divisi Humas. Sementara dari Pemprov NTT, mewakili Wagub Josef Nae Soi yakni Sekda Provinsi NTT, Ir Benediktus Polo Maing; Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius dan Valeri Guru, Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT.

Tampak dalam layar ponsel, Direktur Utama Bank NTT Izhak Eduard Rihi (kiri) sedang berbincang dengan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi (kanan)

Prosesi penyerahan Dana Donasi Covid-19 Bank NTT dilaksanakan di Ruang Kerja Wakil Gubernur NTT pada Kamis, 23 April 2020 pukul 13.35 WITA—selesai.

Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi kepada Wagub Josef Nae Soi mengatakan, bantuan dana yang diberikan ini merupakan bukti empati yang nyata dan tanggung jawab Bank NTT untuk saling membantu. “Ini bantuan yang kami coba kumpulkan melalui pos-pos bantuan dan sumbangan sukarela. Ini juga bagian dari empati kita dan tanggung jawab untuk saling membantu,” ujarnya.

Izhak Eduard Rihi menjelaskan, proses pengumpulan dana ini telah berjalan selama dua bulan sejak awal mulainya Covid-19. “Kita sudah berjalan dua bulan dari awal mulai muncul Covid-19. Ada juga dari dana CSR sendiri serta dari karyawan dan karyawati di 10 kabupaten; ada sekitar 1.600 lebih karyawan. Sumbangan dari karyawan langsung disetor ke rekening,” ungkap Direktur Utama Bank NTT.

Tampak dari ujung kiri ke kanan, Direktur Umum, Johanes Umbu Praing, dan Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu; Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius dan Valeri Guru, Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Sementara itu, Wagub Josef Nae Soi menyampaikan terima kasih atas kepedulian pihak Bank NTT yang memiliki respons terhadap situasi dan kondisi yang dialami masyarakat terdampak Covid-19. “Ada dua konsentrasi Pemprov NTT saat ini. Kita sangat butuh, bukan hanya untuk mengurus Covid-19 saja namun juga DBD,” jelas Wagub Josef.

Selain Pandemi Covid-19 di Provinsi NTT, Wagub Josef Nae Soi juga menyorot wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menempati urutan kedua angka kematian tertinggi di Indonesia.

“Kita nomor 2 tertinggi di seluruh Indonesia, dengan jumlah orang terbanyak dan angka kematian yang tinggi akibat DBD,” tandas Wagub Josef sembari menyampaikan menerima dengan sukacita Hibah Dana Covid-19 Donasi Bank dan berharap agar semua masalah dapat terselesaikan.

Penulis, editor dan foto (+ rony banase)