Arsip Tag: dialog kebangsaan

Dialog Kebangsaan IMO Indonesia ‘Pers Pemersatu Bangsa’

50 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Ikatan Media Online (IMO)-Indonesia pada Sabtu siang, 16 November 2019 menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk “Pers Pemersatu Bangsa” di Gedung Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, Jakarta.

Ketua Umum IMO-Indonesia, Yakub F. Ismail mengatakan tujuan diadakannya dialog tersebut tiada lain untuk meneguhkan peran dan fungsi pers sebagai perekat bangsa.

“Sesuai dengan tema dialog kita hari ini (Pers Pemersatu Bangsa), bahwa tujuan utama kita adalah mempertegas peran dan fungsi pers (IMO-Indonesia) sebagai bagian penting dalam menjaga sekaligus memperkuat semangat keutuhan bangsa,” ujar Yakub saat memberikan sambutannya di hadapan ratusan peserta dialog.

Sebagai salah satu organisasi badan hukum media online terbesar di Indonesia, IMO-Indonesia hadir sebagai pilar penting demokrasi sekaligus ikut mendorong industri pers tanah air dan turut mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kegiatan dialog dihadiri ratusan peserta dari berbagai latar belakang pendidikan maupun profesi turut hadir dalam kegiatan dialog tersebut termasuk perwakilan 20 pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) se-Indonesia.

Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut di antaranya, Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Joni Supriyanto, Ketua Umum Kadin M. Eddy Ganevo, Dewan Pembina LPJK Nasional, Bachtiar Ujung, Ketua Umum IMO-Indonesia Yakub Ismail, dan Pembina IMO-Indonesia Yuspan Zalukhu.

Kasum TNI Letjen Joni Supriyanto didapuk sebagai Ketua Dewan Pembina IMO Indonesia

Dalam paparannya, Kasum TNI Letjen Joni Supriyanto mengungkapkan pentingnya membangun sinergisitas antara intitusi kemiliteran, terutama dunia intelijen dengan pers.

“Intelijen dan pers adalah dua hal yang sulit terpisahkan. Meski keduanya punya perbedaan dalam hal analisa dan prediksi (peristiwa/kejadian), hubungan keduanya sangatlah penting,” ujar Jenderal bintang tiga itu.

Perwira Tinggi TNI Angkatan Darat itu mengakui betapa penting peran pers saat ini. “Kita harus akui bahwa kehadiran pers saat ini sangatlah penting. Sebab, pers merupakan bagian penting dalam semangat demokratisasi,” cetusnya.

Hanya saja, mantan Pangdam Jaya itu menyesalkan dinamika pers yang kerap tidak mencerminkan etika dan semangat jurnalisme. “Beberapa kejadian, khususnya pada peristiwa politik kemarin terkesan media terjebak dalam menyebarkan pemberitaan hoaks. Nah, ini yang menurut saya penting untuk dievaluasi,” ungkap mantan Wakil Badan Intelijen Strategis (Bais) itu.

Meski begitu, dirinya menyebutkan jika kasus serupa hanya terjadi pada beberapa media saja. Sehingga hal itu cukup menjadi bahan evaluasi bagi insan pers ke depan yang semakin baik.

Selain itu, Joni Supriyanto juga sangat mengapresiasi dan turut bangga setelah dirinya didaulat sebagai Ketua Dewan Penasehat IMO-Indonesia.

“Terus terang saya sangat bangga atas kepercayaan yang diberikan oleh IMO untuk menjadi Ketua Dewan Syuro (Dewan Penasehat),” ucap Jenderal bintang tiga itu.

Di akhir acara, atas nama IMO-Indonesia, Ketum IMO Indonesia mengucapkan terima kasih kepada Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo dan Sekjen LPSK Noor Sidharta yang telah memfasilitasi kegiatan dialog IMO-Indonesia. (*)

Sumber berita (*/@yfi–Tim IMO Indonesia) Editor (+rony banase)

IMO Indonesia Pinta Dewan Pers Jadi Narasumber dalam Dialog Nasional

18 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Media Online (IMO)-Indonesia, Yakub Ismail, didampingi Dewan Pembina IMO-Indonesia, Yuspan Zalukhu, menggelar pertemuan dengan Dewan Dewan Pers pada Kamis, 7 November 2019 di Gedung Dewan Pers, Jakarta.

Pertemuan itu membahas sejumlah agenda terdekat IMO-Indonesia, salah satunya Dialog Nasional yang rencana akan digelar pada Sabtu, 16 November 2019.

Ada dua poin yang disampaikan Yakub Ismail pada pertemuan tersebut, pertama menyampaikan informasi terkait kegiatan dialog kepada pihak Dewan Pers, kedua meminta kesediaan pihak Dewan Pers secara kelembagaan untuk menjadi salah satu narasumber.

“Maksud kedatangan kami ingin memberitahukan kepada pihak Dewan Pers secara institusi bahwa dalam waktu terdekat ini kami (IMO-Indonesia) akan menggelar ‘Dialog Nasional’. Selanjutnya, kami juga meminta kesediaan dari pihak Dewan Pers untuk sekiranya menjadi salah satu pembicara di acara tersebut,” ungkap Yakub Ismail di hadapan pihak Dewan Pers di Gedung Dewan Pers.

IMO Indonesia saat audiens dengan perwakilan Dewan Pers

Merespon hal itu, Dewan Pers yang diwakili bagian Hukum, Adi, mengatakan akan menyampaikan informasi tersebut kepada pimpinan Dewan Pers.

Adi pun berjanji akan segera memberikan hasil laporan terkait permintaan dari IMO-Indonesia.

“Sebelumnya kami sampaikan terima kasih kepada IMO-Indonesia atas undangannya. Terkait kesediaan Dewan Pers untuk berpartisipasi dalam kegiatan dialog saya akan meminta tanggapan terlebih dahulu kepada pimpinan (Dewan Pers). Insya Allah dalam waktu terdekat akan kami sampaikan hasilnya,” ucap Adi.

Selain itu, Adi juga menyampaikan apresiasi kepada IMO-Indonesia dan berharap kegiatan Dialog Nasional bertajuk  ‘Pers Pemersatu Bangsa’ ini bisa berjalan dengan lancar.

Adapun rencananya kegiatan Dialog Nasional tersebut akan mengundang beberapa narasumber di antaranya, Kasum TNI Letjen Joni Supriyanto, Ketua Umum Kadin Indonesia Eddy Ganefo, Dewan Pengawas LPJK Nasional Bachtiar R. Ujung, Dewan Pers, serta Dewan Pembina/Pengurus IMO-Indonesia. (*)

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia)

Editor (+rony banase)