Arsip Tag: divisi humas polri

Tim Pengacara Dilarang Jenguk Munarman, Polri : Pidana Terorisme Berbeda

277 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Tim pengacara eks Sekretaris Umum (Sekum) FPI Munarman sempat dilarang polisi saat ingin menjenguk kliennya. Polri menjamin Munarman yang terjerat kasus dugaan terorisme bisa didampingi pengacara.

“Tentunya ke depan itu, nanti (Munarman, red) akan didampingi oleh kuasa hukum,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, pada Senin 3 April 2021.

Brigjen Rusdi mengatakan penyidik Densus 88 Antiteror Polri memiliki hak untuk melarang Munarman bertemu dengan kuasa hukumnya. Menurutnya, pelarangan itu dilakukan demi kepentingan penyidikan.

“Karena, tentunya itu hak dari penyidik. Ketika masih belum harus didatangi oleh penasihat hukum itu menjadi bagian daripada penyidik untuk kepentingan penyidikan,” tuturnya.

Polri sebelumnya menjelaskan penyidikan kasus terorisme berbeda hukum acaranya dengan kasus pidana lainnya. Hal tersebut disampaikan untuk menanggapi keluhan penasihat hukum eks Sekretaris Umum FPI Munarman, yang mengaku ditolak penjaga Rutan Mapolda Metro Jaya saat hendak menjenguk kliennya.

“Penyidikan kasus terorisme itu berbeda hukum acara pidananya dengan kasus biasa. Jadi penyidik mempunyai waktu dalam mendalami. Dalam menelusuri kasus-kasus tersebut untuk konsentrasi, penyidik ingin fokus terhadap kasus tersebut. Jadi saya jawab alasannya (tidak bisa dijenguk) karena hukum acara pidana kasus terorisme itu berbeda,” kata Kabag Penum Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan.(*)

Sumber berita dan foto (*/Humas Polri)

Editor (+roni banase)

Geledah Eks Sekretariat FPI, Densus 88 Temukan Bahan Peledak

495 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Densus 88 Antiteror menggeledah eks kantor sekretariat Front Pembela Islam di Petamburan, Jakarta Pusat. Densus 88 menemukan sejumlah bahan peledak, yakni triacetone triperoxide (TATP).

“Terakhir ada beberapa botol plastik yang berisi cairan TATP. Cairan TATP ini merupakan aseton yang digunakan untuk bahan peledak,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Polda Metro Jaya, pada Selasa, 27 April 2021.

Ramadhan mengatakan TATP ini identik dengan yang ditemukan Densus 88 di rumah terduga teroris yang beberapa lalu digeledah di Condet, Jakarta Timur, dan Bekasi. “Ini juga akan didalami oleh Puslabfor tentang isi kandungan cairan tersebut,” jelasnya.

Selain itu, Densus 88 menemukan tabung yang berisi serbuk. Saat ini seluruh barang bukti dibawa ke Polda Metro Jaya untuk didalami.

“Kemudian beberapa tabung yang isinya adalah serbuk yang dimasukkan ke dalam botol-botol yang serbuk tersebut mengandung nitrat yang sangat tinggi jenis aseton dan itu juga akan didalami oleh penyidik,” terangnya. (*)

Sumber berita (*/Humas Polri)

Foto utama oleh anadolu agency

Densus 88 Antiteror Tangkap 3 Terduga Teroris Perempuan di Makassar

509 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali menangkap 3 (tiga) terduga teroris perempuan di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka diduga terlibat dengan aksi bom bunuh diri yang dilakukan pasangan suami-istri (pasutri) L dan YSF di depan Gereja Katedral Makassar.

“Kemudian pengembangannya, telah ditangkap kembali tiga tersangka atau terduga teroris. Yang pertama, MM ini perempuan. Perannya adalah mengetahui persis perencanaan amaliyah Lukman dan Dewi dan memberikan motivasi kepada yang bersangkutan,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam jumpa pers di Mabes Polri, pada Selasa, 30 Maret 2021.

Kemudian, imbuh Ramadhan, terduga teroris kedua yang ditangkap berinisial M. M merupakan kakak ipar SAS, yang baru saja ditangkap. SAS pernah ikut berbait bersama L dan YSF sekaligus memotivasi mereka untuk melakukan jihad. “Kemudian yang berikut pengembangan perempuan M. Juga ini merupakan kakak ipar dari SAS. Kemudian mengetahui SAS mengikuti kajian di Villa Mutiara,” ujarnya.

Lalu, terduga teroris ketiga yang ditangkap ialah MAN. Ramadhan menjelaskan, MAN adalah sosok yang di detik-detik terakhir sempat melihat L sebelum berangkat untuk melaksanakan bom bunuh diri. “Dan satu lagi adalah MAN, ini inisialnya M semua, jadi saya buat yang terakhir ini MAN. Dia melihat saudara L saat terakhir menggunakan motor berangkat menuju TKP lokasi pada saat rencana bom bunuh diri dan juga mengetahui SAS mengikuti kajian,” terangnya.

Jadi, tandas Ramadhan, untuk sementara ini pengembangan di Makassar, 7 orang dalam proses penyidikan, kemudian meninggal 2 orang. Jadi total semua sementara 9. Artinya, update-nya bertambah 3 tersangka, ketiganya adalah perempuan.

Sebelumnya, tim dari Densus 88 Mabes Polri menangkap 4 orang di Kota Makassar yang diduga mendukung aksi pasangan suami-istri (pasutri) L dan YSF melakukan bom bunuh diri di Gereja Katedral. Keempat orang itu, kini tengah dimintai keterangan lebih lanjut.(*)

Sumber berita dan foto (*/humas polri)

Editor (+roni banase)

Ungkap Pelaku Bom Bunuh Diri di Katedral Makassar, Polri : Mereka Suami Istri

818 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Polri telah mengantongi identitas pelaku wanita bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar. Pelaku wanita tersebut berinisal YSF.

“Identitas laki-laki tersebut diketahui berinisial L, sementara wanita yang L bonceng bernama YSF,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, pada Senin 29 Maret 2021.

Irjen Argo mengatakan, YSF bekerja sebagai pegawai swasta. Dia juga mengungkapkan, YSF baru menikah dengan pelaku pria bom bunuh diri di Makassar, L selama kurang lebih 6 bulan. “Betul pelaku pasangan suami istri baru menikah enam bulan,” katanya.

Argo mengatakan, saat ini pihaknya masih berupaya mengungkap pelaku lainnya. “Penyelidikan masih terus dilakukan termasuk mengungkap pelakunya lainnya,” ujar Argo.

Sejumlah tempat, lanjutnya, juga sudah digeledah untuk mencari bukti lainnya termasuk rumah pelaku. Argo pun berharap kasus ini bisa terungkap jelas. “Kita tunggu hasil kerja anggota di lapangan. Dan kami berharap semua dapat diungkap dengan jelas,” terang Argo.

Selain itu, kata Argo, pelaku merupakan bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang pernah melakukan pengeboman di Jolo, Filipina.

“Pelaku berafiliasi dengan JAD,” ucapnya.

Polri sebelumnya telah mengungkap satu pelaku lain dalam bom bunuh diri tersebut. Pelaku berinisial Y telah diidentifikasi Berdasarkan hasil sidik jari pelaku.(*)

Sumber berita dan foto (*/humas polri)

Editor (+roni banase)

Irjen. Pol. Iqbal Jadi Kapolda NTB, Ini Pesannya kepada Divisi Humas Polri

213 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Irjen. Pol. Mohammad Iqbal resmi menjadi Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) dan meninggalkan jabatan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri. Kepada jajaran Humas Polri, ia berpesan untuk tetap melaksanakan strategi manajemen media, yaitu membombardir berita dan tayangan positif ke masyarakat dan mengecilkan isu negatif.

“Tak bisa terelakkan Humas Polri sebagai garda terdepan Harkamtibmas (pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat) harus piawai dan andal menganalisis, mengelola dan me-manage media, menaikkan isu positif dan menekan isu negatif. Prinsip, Humas Polri harus semasif mungkin membombardir berita, tayangan positif ke masyarakat di media,” kata Irjen Pol Iqbal, pada Jumat, 8 Mei 2020.

Irjen. Pol. Iqbal juga berpesan Humas Polri harus memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat. Menurut Irjen Pol Iqbal, penampilan juru bicara Polri yang cerdas profesional dapat membuat masyarakat dan polisi lainnya bangga dan menaruh hormat.

“Humas Polri juga harus tampil sebagai spoke person atau jubir yang cerdas dan profesional sehingga informasi yang disampaikan tersebut clear, jelas dan tidak off side. Agar juga masyarakat dan polisi-polisi se-Nusantara bangga dan respect bila menonton jubir Polri tampil,” ujar Irjen. Pol. Iqbal.

Irjen. Pol. Iqbal berpendapat Humas Polri harus kreatif dan banyak membuat program yang bertujuan menyampaikan pesan-pesan positif dari kepolisian dan menunjukkan sisi humanis polisi. Irjen. Pol. Iqbal mencontohkan program yang dia maksud seperti film layar lebar tentang polisi, mini series di televisi hingga seminar bertajuk diskusi grup.

“Humas Polri juga harus kreatif, banyak ide, sering membuat program seperti membuat film layar lebar di bioskop dan mini series di TV tentang dinamika kehidupan polisi, menginisiasi program Polisiku di TV nasional untuk menampilkan postur dan sosok polisi penjamin keamanan dan pengayom masyarakat,” ucap Irjen. Pol. Iqbal. (*)

Sumber berita dan foto (*/Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)