Arsip Tag: dr herman man

PDUI Cabang NTT Bagi 2.400 Telur kepada Warga di Empat Puskesmas

138 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man bersama Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Cabang NTT menyerahkan bantuan makanan tambahan berupa 2.400 butir telur atau 80 rak telur kepada warga di 4 Puskesmas yaitu Puskesmas Sikumana, Puskesmas Bakunase, Puskesmas Alak dan Puskesmas Oesapa, pada Selasa, 26 Mei 2020.

Turut hadir bersama Wakil Wali Kota Kupang antara lain Ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia Cabang NTT, dr. Teda Littik, dr. Christina Lada, dr. Jess Meha, Kepala Puskesmas Bakunase, drg.Dian Sukmawati Arkiang, Kepala Puskesmas Sikumana, dr. Maria Veronica Ivonny Dondao Ray, Kepala Puskesmas Alak, dr. Panondang Panjaitan dan Kepala Puskesmas Oesapa, drg. Shinta Roshanty Desriandri Ndaumanu.

Wakil Wali Kota Kupang selaku Dewan Penasihat PDUI cabang NTT mengatakan bantuan telur diserahkan kepada masyarakat terutama bagi ibu hamil dan balita atau anak yang mengalami stunting yang berada di bawah wilayah pelayanan Puskesmas Sikumana, Puskesmas Bakunase, Puskesmas Alak dan Puskesmas Oesapa guna memenuhi kebutuhan gizi masyarakat khususnya ibu hamil dan anak anak.

Ketua PDUI Cabang NTT, dr. Teda Littik mengutarakan maksud kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia pada 20 Mei 2020 yang merupakan wujud kepedulian PDUI terhadap kesehatan dan kebutuhan masyarakat akan asupan gizi di tengah situasi pandemik yang terjadi.

Telur merupakan salah satu bahan makanan pokok sumber protein yang wajib dikonsumsi ibu hamil selama masa kehamilan karena baik untuk ibu dan juga janin dalam kandungan. Selain itu, protein telur sangat diperlukan untuk memenuhi asupan gizi yang dibutuhkan dalam proses tumbuh kembang balita dan anak-anak.

Dalam rangka memperingati hari bakti PDUI, PDUI NTT membagikan telur di 5 Puskesmas, 4 di antaranya berada di wilayah Kota Kupang, yaitu Puskesmas Sikumana, Puskesmas Bakunase, Puskesmas Alak dan Puskesmas Oesapa dan 1 Puskesmas di Kabupaten Sumba Barat daya.

Setiap Puskesmas mendapat 600 butir telur atau 20 rak telur yang langsung diserahkan kepada masing-masing 10 orang ibu hamil dengan gizi kurang dan 10 anak stunting. Selain kegiatan pembagian telur, PDUI cabang NTT telah membagikan 1.000 masker kepada keluarga binaan PKH di Kelurahan Tuak Daun Merah dan Kelurahan Oesapa. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_eman)
Editor (+rony banase)

Pemkot Kupang Sidak Masker dan Ukur Suhu Tubuh Pengguna Angkutan Jalan

110 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man memantau jalannya operasi yang dihelat oleh Dinas Perhubungan Kota Kupang, yang mana setiap kendaraan roda dua maupun empat (umum dan pribadi), yang masuk dari luar kota diminta berhenti sejenak, kemudian semua penumpang beserta pengemudi diukur suhu tubuhnya menggunakan thermal gun.

Dilaksanakan di daerah Bimoku, Kelurahan Lasiana, yang merupakan perbatasan Kota Kupang dan Kabupaten Kupang pada Jumat, 17 April 2020; upaya tersebut dilaksanakan sebagai rangkaian pencegahan penyebaran Covid-19.

Penumpang atau pengemudi yang belum menggunakan masker oleh petugas dari Dinas Perhubungan diminta untuk segera memakainya sebelum melanjutkan perjalanan masuk ke Kota Kupang.

Wakil Wali Kota Kupang dan Kadis Perhubungan saat memantau sidak masker dan pengukuran suhu tubuh pengemudi dan penumpang angkutan umum

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Bernadinus Mere, AP, M.Si. saat mendampingi Wawali Kota Kupang dalam pemantauan tersebut menjelaskan operasi tersebut sudah digelar sejak Kamis, 16 April 2020. ”Rencananya, operasi semacam ini akan digelar setiap hari hingga satu bulan ke depan, bahkan bila dibutuhkan hingga pandemi Covid-19 mereda,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang.

Tim Dinas Perhubungan yang ditugaskan dalam operasi tersebut dibagi dalam tiga sesi yakni pagi, siang dan sore. Sasaran mereka adalah para penumpang dan pengemudi yang berasal dari Kabupaten Kupang, T.T.S, T.T.U, Belu, Malaka dan Timor Leste.

Kadis Perhubungan menyebutkan,  jika ditemuan penumpang yang menunjukkan gejala Covid-19, maka pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Posko Satgas Covid 19 Kota Kupang di Kantor Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk ditangani lebih lanjut sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

Dari hasil pemantauan staf Prokompim Setda Kota Kupang yang bertugas saat itu, terlihat pula beberapa pedagang masker yang memanfaatkan momen tersebut untuk menjajakan masker, sehingga para pengemudi maupun penumpang yang kebetulan kedapatan tidak mengenakan masker dapat membelinya langsung dari para pedagang tersebut. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ans)
Editor (+rony banase)

Empat Rumah Sakit Jadi ‘Second Line’ Cegah Covid-19 di Kota Kupang

257 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Berdasar SK Gubernur NTT tentang rumah sakit second line kasus Covid-19, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melakukan koordinasi dengan 4 (empat) rumah sakit di Kota Kupang yang ditunjuk menjadi rumah sakit Second Line di antaranya RSUD S. K. Lerik, RS Bhayangkara Tingkat III Kupang, RS Tingkat III Wirasakti Kupang dan RS Siloam Kupang.

Wakil Wali (Wawali) Kota Kupang, dr. Hermanus Man ketika melakukan koordinasi dengan para Direktur RS Se-Kota Kupang, pada Rabu, 15 April 2020 menyampaikan koordinasi ini perlu dilakukan untuk membahas langkah-langkah penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit penyanggah dan rumah sakit rujukan yang ada di Kota Kupang.

“Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam upaya penanganan ini, di antaranya adalah alur penanganan penderita,” ujar dr. Herman Man.

Wakil Wali Kota Kupang menegaskan agar semua temuan kasus Covid 19 di Kota Kupang baik oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), rumah sakit Second Line maupun Non Second Line harus dibawa ke Klinik Covid-19 di RSUD S. K. Lerik. Saat ini, RSUD S. K. Lerik memiliki delapan tempat tidur untuk ruang isolasi dan dalam waktu dekat akan bertambah menjadi 20 tempat tidur.

“Jika nantinya ruang isolasi tersebut penuh, pihak RSUD S. K. Lerik wajib melapor ke Posko (Dinas Kesehatan Kota Kupang) untuk mengalihkan pasien ke RS Second Line lainnya. RS Second Line sendiri hanya bisa menangani pasien yang masih dalam kategori ODP, PDP ringan dan sedang. Jika sudah masuk kategori PDP berat harus dirujuk ke RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang,” terang dr. Herman Man.

Diakuinya, dalam penanganan Covid-19 ini bukan tidak mungkin ada juga pasien yang memeriksakan diri di Runah Sakit Non Second Line. Pihak Rumah Sakit bisa menangani pasien tersebut dan klaim pembayarannya bisa diajukan ke BPJS setelah ada notifikasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang. “Penanganan lebih lanjut harus dilakukan di RS Second Line, karena jika pasien harus dirujuk, RS rujukan hanya menerima pasien dari RS Second Line,” bebernya.

Wawali Kota Kupang menambahkan, karena kebijakan ini ada kaitannya dengan penggunaan APBD, maka prioritas utama mereka tentunya adalah Warga Kota Kupang yang dibuktikan dengan KTP atau KK, atau orang yang sedang berkunjung ke Kota Kupang yang dibuktikan dengan surat jalan atau surat tugas. Namun dia menegaskan jangan sampai urusan administrasi menghambat pelayanan terhadap pasien.

Dalam waktu dekat Pemkot Kupang akan menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan empat rumah sakit tersebut terkait upaya penanganan Covid-19 ini. Selain tentang alur penanganan penderita, pertemuan tersebut juga membahas soal pengadaan Alat Perlindungan Diri (APD) bagi para tenaga medis di rumah sakit second line.

Selain meminta bantuan pemerintah pusat lewat Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT, Pemkot Kupang juga telah mengalokasikan APBD untuk kebutuhan tersebut. Selain untuk APD, Pemkot Kupang juga telah mengalokasikan anggaran untuk operasional para tenaga medis yang khusus menangani pasien Covid-19.

Disamping itu, saat ini Pemkot Kupang juga sedang melakukan koordinasi dan negosiasi dengan sejumlah hotel yang akan menjadi tempat istirahat bagi para tenaga medis selama menangani pasien Covid-19 dengan standar minimal harus hotel bintang tiga.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang, dr Fauzi Lukman Nurdiansyah, M.M. yang turut hadir dalam koordinasi tersebut menyampaikan BPJS siap menerima klaim rumah sakit untuk penanganan pasien Covid-19 selama orang tersebut memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Namun dia mengapresiasi kebijakan Pemkot Kupang yang melakukan koordinasi seperti ini sehingga nantinya tidak terjadi double claim dari pihak rumah sakit, karena sudah dapat dukungan juga baik dari APBN maupun APBD.

Selain pimpinan dari empat rumah sakit second line, ikut juga dalam pertemuan tersebut sejumlah pimpinan rumah sakit yang ada di Kota Kupang. Turut hadir pula Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Kupang, Drs. Yos Rera Beka dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes. beserta jajarannya. (*)

Sumber berita (*/PKP_ans)
Editor dan foto utama (+rony banase)

Pemkot Kupang Serius Telusuri Kontak Pasien 01 Covid-19 & Bentuk Satgas

107 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemerintah Kota Kupang sangat serius dalam penanganan dampak penyebaran Coronavirus (Covid-19), salah satunya dengan melakukan tracing (melacak) orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif (Pasien 01) Covid-19 yang saat ini sedang diisolasi di RS. W.Z. Yohanes Kupang.

Selain itu, Pemerintah Kota Kupang juga giat mempersiapkan hal-hal terkait penanganan Covid-19 di Kota Kupang, “Dengan adanya pasien 01 maka Pemkot perlu segera mengambil langkah-langkah inisiatif yang cepat dan tepat,” tegas Wakil Wali Kota, dr. Hermanus Man ketika memimpin rapat yang berlangsung di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Kupang pada Selasa pagi,14 April 2020.

Hadir dalam rapat terbatas tersebut, antara lain ini Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Drs. Yoseph Rera Beka; Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes. Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang M. Jemy D. Didok, S.Pd., M.Si. Direktris RSUD S. K. Lerik Kota Kupang, dr. Marsiana Halek; Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Ernest S. Ludji, S.STP, M.Si. Camat Alak, Ridhon A. Bire, S.IP., Camat Oebobo, Matheos A. H. T. Maahury, S.E.; Camat Kota Lama, Pah Bessie S. Mesakh, S.STP., M.Si., Lurah Manulai II, Meksain Imanuel Mauk, S.Sos., dan Lurah Oetete, R. Mambo Rihi, S.STP.

Maksud pelaksanaan rapat guna mendorong tindak lanjut konkrit dari instruksi Wali Kota Kupang untuk pembentukan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di tiap-tiap kelurahan. Terutama dalam upaya tracking and tracing (pelacakan dan penelusuran) semua orang yang pernah berkontak dengan pasien 01.

Wakil Wali Kota Kupang, dr Herman Man (tengah & berbaju biru) sedang memimpin rapat di ruang kerjanya 

Berdasarkan laporan Kadis Kesehatan, drg. Retno kepada Wakil Wali Kota di hadapan para peserta rapat lainnya mengatakan bahwa hasil dari tracking and tracing yaitu data kontak by name by address sedang dipantau lebih lanjut. Sementara yang pernah berkontak erat sudah dilaksanakan rapid test dan hasilnya dinyatakan negatif.

Sementara PCR berupa swap tenggorokan sudah diambil dari yang melakukan kontak erat dan sudah dikarantina secara mandiri sambil menunggu hasil PCR, dan selalu dipantau agar tidak ada kontak dengan orang lain selama menanti hasil PCR.

Pemkot Kupang Siagakan Empat Rumah Sakit Cadangan Covid-19

Selain itu, dalam rapat tersebut dipaparkan kesigapan Pemerintah Kota Kupang dalam mempercepat pencegahan penyebaran Covid-19, antara lain 4 (empat) rumah sakit second line yang telah disiapkan antara lain RSUD S. K. Lerik, RS Bhayangkara Drs. Titus Ully, RS Tentara Wirasakti dan RS Siloam.

Rumah sakit second line hanya akan menerima pasien dalam pemantauan (PDP) bergejala ringan hingga sedang yaitu warga Kota Kupang dan orang yang kebetulan berkunjung ke Kota Kupang dalam artian sebagai tamu, bukan hanya sekadar singgah.

Untuk menunjang rumah sakit second line, Pemerintah Kota Kupang menyiapkan tiga unit mobil ambulans khusus penanganan Covid-19, “Sementara sedang disiapkan terutama branding untuk lebih mempertegas fungsinya,” lapor drg. Retnowati.

Lebih lanjut dilaporkan bahwa semua kasus rujukan akan dilimpahkan ke RSUD Prof. Dr. W. Z. Yohanes, sementara Pemerintah Kota Kupang sendiri menyiapkan ruangan yang dilengkapi alat hepafilter bagi PDP. Pemerintah Kota Kupang telah mengalokasikan anggaran sebesar 48,5 miliar hasil rasionalisasi APBD II yang dialihkan untuk membiayai penanganan Covid-19 di Kota Kupang. (*)

Sumber berita dan foto pendukung (*/PKP_frd/ddy)
Editor dan foto utama (+rony banase)

‘Usai Rapid Test’, Wali Kota Kupang Dinyatakan Negatif Corona

267 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Dinas Kesehatan Kota Kupang pada Sabtu, 28 Maret 2020, melakukan prosedur pemeriksaan sampel darah Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. menggunakan rapid test kit. Dari hasil tes menunjukkan bahwa Wali Kota Kupang negatif terhadap virus corona (Covid-19).

Selain Wali Kota Kupang, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore Manafe juga turut menjalani Rapid Test Covid-19. Tampak Kepala Dinas Kesehatan, drg. Retnowati, M.Kes. hadir mendampingi Wali Kota Kupang dan ibu selama menjalani pemeriksaan oleh dokter ahli yang ditunjuk Dinas Kesehatan Kota Kupang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes, menjelaskan rapid test atau tes cepat Covid-19 ini merupakan pertama kalinya dilaksanakan di Kota Kupang. “Kami laksanakan pertama kali untuk Bapak Wali Kota Kupang serta ibu usai menerima alat rapid test dari Pemerintah Provinsi NTT. Dan karena Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang beberapa waktu lalu pernah ke luar daerah,” ujar Kadis Kesehatan.

Wali Kota Kupang kurang lebih 13 hari yang lalu pada 15 Maret 2020, imbuh drg. Retno, hadir dalam Kongres yang dilaksanakan Partai Demokrat di Jakarta dan menurut informasi salah satu pesertanya telah dinyatakan positif Corona. Selain itu Jakarta kini telah masuk kategori zona merah Covid-19.

“Alhamdulillah hasil tes Bapak Wali tadi negatif, tes ini merupakan bagian upaya kita dalam mencegah penyebaran Covid-19 yang semakin meluas di Indonesia sekaligus tanggung jawab kami untuk melayani kesehatan kepala daerah,” jelas drg. Retno.

Dirinya pun menjelaskan cara kerja alat rapid test yakni untuk melihat adanya antibodi dalam sampel darah. Pada test kit tersebut, terdapat 3 keterangan yang bertuliskan C, IgG, dan IgM, “Kalau ada garis di C saja berarti negatif, kalau ada garis di C dan IgG atau IgM artinya positif. Jika hasilnya negatif berarti tidak ada virus. Virus corona baru bisa dilihat dalam waktu 7—10 hari setelah terjangkit,” jelas Mantan Kadis Sosial Kota Kupang ini kepada awak media.

Lanjutnya, “Jika baru terjangkit masih sulit dideteksi. Bapak Wali sendiri sudah 13 hari berada di Kupang setelah pulang dari Jakarta. Jadi kalau saat itu baru pulang langsung dites virusnya masih sulit dideteksi. Lagi pula alatnya juga baru datang dan Bapak Wali sudah 13 hari semenjak pulang dari Jakarta. Kita bersyukur hasil tesnya negatif,” ungkap Kadis.

Menurutnya, ke depan rapid test akan dilakukan untuk umum, sebagai salah satu upaya deteksi dini terhadap penularan Covid-19, terlebih khusus untuk mereka yang masuk kategori orang dalam pengawasan (ODP), “Alat yang tersedia baru satu unit dan masih sulit mendapatkannya. Tapi kami sedang berupaya menambah alat rapid test ini,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Sosial Kota Kupang tersebut mengatakan tes yang dilakukan ini bukan untuk partai tertentu atau orang-orang tertentu. Menurutnya, siapa pun bisa melakukan tes menggunakan rapid test. Namun saat ini Dinas Kesehatan Kota Kupang mengutamakan mereka yang masuk kategori ODP. (*)

Sumber berita dan foto (*/SPK—Humas Pemkot Kupang)
Editor (+rony banase)

‘Perempuan adalah Pahlawan’ bagi Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man

254 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Perspektif seorang Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man terhadap peran seorang perempuan sangat menyentuh dan menggugah. Bagi Bapak dari dua putra dan dua putri ini menggambarkan sosok seorang perempuan sebagai pahlawan. Pernyataan ini disampaikannya saat peringatan Hari Perempuan Internasional ke-110 yang dihelat oleh KPPI dan Dinas PPPA Provinsi NTT pada Sabtu, 7 Maret 2020.

Menurutnya, perempuan adalah pahlawan. “Karena kalau mama saya tidak melahirkan dan mendidik, maka saya tak bisa menjadi ‘orang’ seperti saat ini,” ujar dr Herman Man. Pandangan wakil wali kota kupang 2 (dua) periode ini, emansipasi sebaiknya jangan hanya sebatas kata-kata, seperti program terkait perempuan di Kota Kupang sangat diakui.

dr. Herman Man saat foto bersama Anggota Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi NTT di areal CFD

Ingin menelisik lebih jauh tentang bagaimana orang nomor dua di Pemerintah Kota Kupang tersebut memperlakukan perempuan di dalam rumah tangganya, maka media ini membuat janji bertemu dengan istri Wakil Wali Kota Kupang, Ibu Elizabeth Rengka pada Sabtu, 7 Maret 2020 pukul 18.00 WITA (6 sore), namun karena masih ada acara keluarga sehingga disepakati janji bertemu pada Senin, 9 Maret 2020 pukul 11.30 WITA.

Pada pertemuan dalam suasana keakraban dan santai di rumah jabatan Wakil Wali Kota Kupang tersebut, Istri dari dr. Herman Man (sapaan akrab Wakil Wali Kota Kupang), media ini menelusuri liku kehidupan interpersonal ayah, Ibu, dan anak dan mendengar langsung bagaimana Ibu Elizabeth Rengka menjalin relasi selama kurang lebih 44 tahun dan bagaimana sosok suaminya itu memperlakukan dirinya dan empat orang anaknya.

Foto bersama Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man dan Istri, Ibu Elizabeth Rengka saat peringatan Hari Perempuan Internasional ke-110 pada Sabtu, 7 Maret 2020

Berikut petikan wawancara dan dialog akrab antara Garda Indonesia dan Ibu Elizabeth Rengka :

Garda Indonesia : Bagaimana Bapak Herman Man memperlakukan Mama (Ibu Elizabeth Rengka,red) ?
Elizabet Rengka: Saya merasakan bahwa saya tidak diremehkan dan segala sesuatu selalu dibicarakan bersama ‘tanjeng’ (Bahasa Daerah Manggarai) dan pendapat saya didengar.

Garda Indonesia : Saya ingin menarik kenangan masa muda, Mama bertemu Bapa di mana dan kapan?
Elizabeth Rengka : Pertemuan pertama saat saya bersekolah di SMP Putri dan Bapa di SMA Syuradikara Ende pada tahun 1968. Selanjutnya usai menamatkan SMA, Bapa melanjutkan kuliah kedokteran di Surabaya dan saya melanjutkan sekolah ke Carolus. Kemudian, pertemuan yang lebih intens terjadi pada tahun 1976 saat saya bekerja sebagai perawat di Jopu, Kabupaten Ende dan akhirnya memutuskan menikah.

Garda Indonesia : Anak Mama yang pertama lahir pada tahun berapa?
Elizabeth Rengka : Anak pertama lahir pada tahun 1979 di Jopu, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Garda Indonesia : Bagaimana Bapa dan Mama membangun komunikasi saat ada konflik dalam rumah tangga?
Elizabeth Rengka : Kami mempunyai budaya untuk menyelesaikan masalah saat kami makan bersama di meja makan.

Garda Indonesia: Bagaimana Bapa dan Mama memperlakukan anak perempuan saat mereka masih kecil hingga dewasa dan saat mempunyai masalah?
Elizabeth Rengka : Biasa praduga (feeling) seorang Mama lebih tajam dan saya berupaya membangun komunikasi dengan anak perempuan kami dan Bapa selalu mendukung.

Garda Indonesia : Bagaimana Bapa memperlakukan pekerja perempuan di dalam rumah?
Elizabeth Rengka : Biasanya melalui saya, jadi kalau mereka membutuhkan sesuatu, menyampaikan ke saya secara pribadi lalu saya sampaikan ke Bapa.

Garda Indonesia : Apa pandangan Bapa terkait kesibukan Mama dalam bidang sosial kemanusiaan? (Saat ini Ibu Elizabeth Rengka menjabat sebagai Ketua Forkomwil PUSPA (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Provinsi NTT
Elizabeth Rengka : Bapa sangat mendukung saya melakukan hal positif. Sebelumnya saya sempat menjadi dosen dan ketua program studi di salah satu perguruan tinggi di Kota Kupang, namun kemudian saya memutuskan berhenti dan fokus mengurus PKK.

Garda Indonesia : Untuk selalu menjaga hubungan interpersonal, apa saja selalu dilakukan Bapa dan Mama?
Elizabeth Rengka : Biasanya kami melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki bersama di areal Car Free Day (CFD) di Jalan El Tari Kota Kupang.

Garda Indonesia : Pertanyaan terakhir, bagaimana Mama mendukung langkah dan karier politik Bapa selanjutnya?
Elizabeth Rengka : Yang terutama Bapa harus sehat, sehingga saya selaku istri selalu memperhatikan asupan makanan yang disantap setiap hari dan Bapa selalu menyempatkan diri untuk makan siang di rumah.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Wawali Kota Kupang Imbau Warga Sukseskan Sensus Penduduk 2020

137 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dan Wakil Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Elisabeth Man Rengka menerima kunjungan Kepala Badan Pusat Statistik Kota Kupang, Ramly Kurniawan Tirtokusumo, S.P., MAP., beserta rombongan dalam rangka Pelaksanaan Sensus Penduduk Online Tahun 2020.

Kunjungan Kepala BPS Kota Kupang di rumah jabatan Wakil Wali Kota Kupang, pada Sabtu, 15 Februari 2020 merupakan hari pertama Pelaksanaan Sensus Penduduk Online yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada 15 Februari—31 Maret 2020.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dan Wakil Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Elisabeth Man Rengka saat menerima kunjungan dari Kepala BPS Kota Kupang

Badan Pusat Statistik Kota Kupang sebagai penyedia data dasar akan melakukan Sensus Penduduk Online Tahun 2020 di wilayah Kota Kupang menggunakan metode kombinasi melalui pemanfaatan data Administrasi Kependudukan yang bersumber dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Wakil Wali Kota Kupang mengharapkan, dengan adanya sensus penduduk online ini, data kependudukan bisa tertata rapi dan lebih baik dari sebelumnya dan masyarakat bisa berpartisipasi aktif dalam sensus penduduk online. Dirinya mengimbau agar semua masyarakat Kota Kupang untuk aktif menyukseskan sensus penduduk 2020.

“Melalui sensus penduduk kita dapat mengetahui data kependudukan dan arah kebijakan terkait kesejahteraan masyarakat. Adapun data yang harus disiapkan oleh warga antara lain adalah Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, Akta kelahiran, Buku Nikah (bagi yang sudah menikah) dan Surat Cerai (bagi yang pernah cerai),” ujar Kepala BPS Kota Kupang. (*)

Sumber berita (*/SPKP_chr)
Editor (+rony banase)

183 Kasus Demam Berdarah, Ini Imbauan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang

132 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Menyikapi kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di Kota Kupang, Pemkot melalui Dinas Kesehatan mengeluarkan Instruksi Wali Kota Kupang nomor179/Dinkes.440.870/II/2020 tanggal 7 Februari 2020 yang menginstruksikan antara lain :

Pertama, Kepada Camat se-wilayah Kota Kupang segera mengoordinasikan dengan instansi terkait guna menyusun rencana operasional Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN) demam berdarah dengue di wilayah kerja masing-masing serta melaporkan hasilnya setiap minggu kepada Wali Kota Kupang;

Kedua, Kepada seluruh Kepala Sekolah tingkat SMA/SMP/SD di wilayah Kota Kupang untuk melaksanakan pembersihan sarang nyamuk demam berdarah dan membunuh nyamuk di ruangan kelas secara swadaya karena nyamuk demam berdarah dapat menggigit pada saat anak-anak sedang dalam proses belajar di kelas. Diwajibkan kepada semua guru untuk menginformasikan kepada semua murid bahwa untuk mencegah penularan penyakit demam berdarah dengue adalah melalui pembersihan sarang nyamuk dengan cara 3M yaitu Mengubur kaleng-kaleng bekas, botol-botol bekas, tempurung kelapa, plastik bekas, ban bekas atau sampah lainnya yang berpotensi menampung air hujan, membersihkan bak mandi, tempayan air minum maupun vas/pot bunga yang terisi air minimal satu minggu satu kali serta menutup rapat-rapat tempat penampungan air di sekitar sekolah dan lingkungan rumah masing-masing serta melaporkan hasilnya kepada atasan masing-masing dan tembusannya disampaikan kepada Wali Kota Kupang; dan;

Ketiga, Kepada para Lurah di wilayah Kota Kupang untuk segera melaksanakan pembersihan sarang nyamuk demam berdarah dengue secara rutin dengan melibatkan seluruh warganya minimal seminggu sekali, dapat juga disatukan dengan gerakan jumat bersih dan melaporkan hasilnya setiap minggu kepada Camat, tembusan kepada Wali Kota Kupang.

Menurut isi instruksi tersebut, untuk membebaskan Kota Kupang dari penyakit demam berdarah dengue, semua komponen masyarakat harus bahu membahu serentak melakukan pembersihan sarang nyamuk demam berdarah dengue sedini mungkin untuk menumpas semua telur dan jentik-jentik nyamuk.

Proses fogging di salah satu rumah warga Kota Kupang

Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kesehatan Kota Kupang terhitung gencar melaksanakan pengasapan atau fogging terutama di wilayah Kelurahan yang diketahui terdapat kasus pasien tertular penyakit demam berdarah. Meskipun begitu, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan bersifat sementara serta kurang efektif karena telur dan jentik yang ada pada tempat-tempat yang berpotensi dapat menampung air hujan tidak terbunuh karena fogging dan dalam kurun waktu lebih kurang satu minggu akan menjadi nyamuk Aedes Aegypti yang siap menularkan virus dengue.

Sebelumnya, Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. memerintahkan agar jajaran Pemerintah Kota Kupang segera melakukan penanganan agar kasus demam berdarah dengue yang sudah terjadi tidak bertambah dan meluas.

“Dinas Kesehatan Kota Kupang agar memberikan prioritas tinggi kepada kasus DBD, segera keluarkan imbauan, melakukan fogging dan menyiagakan seluruh jajaran Dinkes terutama di puskesmas dan pustu guna memberi perhatian penuh dalam penanganan pasien DBD serta mencegah pasien bertambah. Camat dan Lurah terus berkoordinasi, bekerja sama dengan seluruh komponen di Kelurahan untuk melakukan pencegahan salah satunya kerja bakti bersama membersihkan lingkungan dari sarang nyamuk. Tingkatkan kewaspadaan warga masing-masing terhadap penularan DBD,” perintah Wali Kota Kupang.

Sementara Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man melalui pesan video berdurasi hampir 5 menit yang dikirim di grup whatsapp Perangkat Kecamatan menginstruksikan hal yang sama kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Kupang. Wakil Walikota Kupang bahkan mengungkapkan bahwa sudah terdapat 183 kasus DBD di Kota Kupang, 3 diantaranya yang meninggal dunia merupakan warga Kecamatan Maulafa atau daerah pelayanan Puskesmas Sikumana. Dirinya mengintruksikan serta menghimbau sebagai berikut:

  1. Lurah dan Camat mengoordinasi pelaksanaan kerja bakti membersihkan lingkungan untuk membasmi sarang nyamuk dengan cara 3 M yaitu Menguras, Mengubur dan Menutup tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk untuk memutus mata rantai penularan DBD di alam terbuka;
  2. Melakukan abatisasi massal, untuk itu Para Lurah agar mengimbau warganya masing-masing agar menerima petugas atau mahasiswa yang datang ke rumah-rumah untuk membagi-bagikan abate, kemudian tiap-tiap warga agar menaburkan bubuk abate ke dalam tempat-tempat penampungan air di rumah masing-masing. Abate dapat membunuh jentik-jentik nyamuk yang dapat berkembang di dalam bak penampungan air;
  3. Kepada warga masyarakat, jika anak atau anggota keluarga lainnya demam lebih dari 2 hari agar segera dibawa ke Puskesmas, Pustu atau Rumah Sakit untuk dilakukan deteksi penyakit Demam Berdarah Dengue;
  4. Kepada Puskesmas dan fasilitas kesehatan segera melakukan pengobatan terhadap warga yang terdeteksi mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue sesuai prosedur penanganan yang telah ditetapkan;
  5. Kepada Dinas Kesehatan Kota Kupang dhimbau agar melakukan fogging terutama pada wilayah yang terdapat kasus DBD dan selalu memantau terkait adanya kasus DBD ini.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man menambahkan bahwa waktu melakukan fogging yang baik adalah waktu di mana kondisi cuaca tidak berangin, menurutnya waktu paling baik untuk melaksanakan fogging di pemukiman warga adalah di pagi atau sore hari.

Dinas Kesehatan Kota Kupang menurut pesan di grup whatsapp yang dikirim Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Si akan melaksanakan survei jentik dan abatisasi terutama di wilayah Perumahan BTN Kolhua,

“Yang terpenting adalah gencar dan serentak melakukan pembersihan sarang nyamuk atau PSN di rumah kita masing-masing dengan cara 3M, Menguras, Mengubur dan Menutup plus segera menaburkan abate pada tempat-tempat penampungan air yang ada di rumah masing-masing. Jika ada kasus DBD di suatu wilayah harus segera dilaksanakan kerja bakti lingkungan karena kasus dimungkinkan akan bertambah kurang lebih 7 hari setelah kasus. Dan apabila ada anggota keluarga yang mengalami panas atau demam agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan,” imbau Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang yang akrab disapa Dokter Retno itu melalui pesan singkat di grup whatsapp.

drg. Retnowati, M.Si menambahkan bahwa barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan dipastikan berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk dan menghasilkan jentik-jentik yang dapat berubah menjadi nyamuk aedes aegypti dewasa serta tidak menunda-nunda atau mengobati sendiri jika ada anggota keluarga yang mengalami demam tapi segera dibawa ke fasilitas kesehatan atau Puskesmas/Putu terdekat sehingga tidak terlambat mendapat penanganan yang tepat.

Sumber berita (*/Nina Tiara—Humas Pemkot Kupang) Foto utama oleh hallosehat.com
Editor (+rony banase)