Arsip Tag: dr herman man

Wakil Wali Kota Kupang : PSBB Belum Berlaku di Kota Kupang

4.151 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man menegaskan bahwa pembatasan sosial berskala besar atau PSBB belum diterapkan di Kota Kupang. Penegasan tersebut disampaikannya dalam sesi konferensi pers bersama awak media pada Jumat, 8 Januari 2021 pukul 12.00 WITA—selesai di ruang rapat Garuda, Kantor Wali Kota Kupang.

Didampingi oleh Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang, Ernest Ludji, Wakil Wali Kota Kupang menyampaikan bahwa Kota Kupang bisa dilaksanakan PSBB jika memenuhi 1 dari 4 kriteria yakni angka kesembuhan, angka kematian, jumlah penderita aktif Covid-19, dan pemakaian rumah sakit.

“Dari 4 (empat) indikator tersebut, Kota Kupang telah memenuhi 2 (dua), namun tidak serta merta dibilang tutup (PSBB, red) karena minggu depan harus berkoordinasi dengan Forkopimda dilanjutkan usulan ke Gubernur NTT dan harus memperoleh izin dari Menteri Kesehatan,” jelas dr. Hermanus Man.

Jika pertimbangan dari tim assesment Kementerian Kesehatan, imbuh dr. Hermanus Man, bahwa Kota Kupang harus ditutup karena kasus Covid-19 sudah sangat meningkat, maka harus ditutup (diberlakukan PSBB, red). “Namun, dengan beberapa ketentuan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat seperti penutupan pasar, mall, mart, dan pusat pembelanjaan hanya hingga pukul 19.00 WITA (7 malam),” tegas Wakil Wali Kota Kupang.

Terkait apakah bakal dikeluarkannya Surat Edaran Wali Kota Kupang tentang pemberlakuan PSBB, dr. Hermanus Man, mengultimatum bahwa tidak langsung dikeluarkan, namun harus perlu dikaji, berkoordinasi, dan membutuhkan izin Menteri Kesehatan.

Wakil Wali Kota Kupang yang juga berprofesi sebagai dokter ini pun kembali menegaskan bahwa pemberitaan di beberapa media massa terkait PSBB yang akan diberlakukan di Kota Kupang tidak benar. “Informasi dari masyarakat terkait PSBB itu tidak benar dan PSBB itu telah berganti nama menjadi pengaturan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang berlaku nasional di Jawa dan Bali pada tanggal 11—25 Januari 2021,” tandasnya.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama oleh gery–AFBTV

Pesan Natal dr Herman Man : Ayo Prihatin & Berkomunikasi dalam Damai

285 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man menyampaikan ucapan Selamat Natal, 25 Desember 2020, kelahiran Kristus dalam suasana keprihatinan karena Ia ditolak dan lahir di kandang; semoga Natal ini membuahkan berkat, warga kota juga ikut prihatin untuk terlibat dalam menangani Covid-19.

Karena, menurut Wakil Wali Kota Kupang yang berprofesi sebagai dokter ini pun menyampaikan imbauan terkait kondisi penularan Covid-19, agar masyarakat ikut prihatin untuk terlibat menangani Covid-19, karena bukan hanya Pemerintah yang menanggulangi, karena jika masyarakat tak ikut, maka wabah Covid-19 akan meledak.

“Saya mengajak warga Kota Kupang untuk prihatin dan terus berkomunikasi dengan damai agar pembangunan di kota ini dapat dibangun dalam suasana kebersamaan,” ucapnya saat dihubungi Garda Indonesia pada Sabtu pagi, 26 Desember 2020.

Di saat suasana Natal pada Kamis, 24 Desember 2020 pukul 12.00 WITA hingga 26 Desember 2020 saat penutupan sementara mall, toko, dan pusat hiburan masyarakat; masyarakat banyak yang patuh. “Mudah-mudahan masyarakat dan pelaku ekonomi ikut mengendalikan dan menahan laju pertumbuhan Covid-19,” pintanya.

Wakil Wali Kota Kupang pun menandaskan mulai tanggal 24—31  Desember tak boleh ada pesta dan ibadah Natal sesuai edaran Wali Kota Kupang, yang diselenggarakan di luar gedung terbatas hanya untuk 50 orang saja dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Kami telah berkoordinasi dengan Polres bahwa tak akan mengeluarkan izin untuk perayaan pesta,” ungkapnya.

Upaya tersebut, tandas dr. Herman Man untuk menyambut kemeriahan Tahun Baru 2021 dan menahan laju penyebaran Covid-19.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama oleh Prokopim Setda Kota Kupang

RSUP di Kota Kupang Mulai Dibangun, Jadi Kebanggaan Masyarakat NTT

397 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pembangunan rumah sakit UPT vertikal Kementerian Kesehatan atau Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) untuk Wilayah NTT yang terletak di Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang; diawali dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Letjen TNI (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad. (K) RI pada Kamis, 3 Desember 2020.

Turut hadir Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena; Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi; Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man; Ketua DPRD Kota Kupang dan sejumlah pejabat lainnya di lokasi pembangunan RSUP yang menelan anggaran sebesar Rp.350,2 miliar yang bersumber dari pinjaman dari Bank Dunia

Menkes Terawan pada acara tersebut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang yang selama ini telah memberikan dukungan dan komitmen untuk pembangunan RSUP tersebut, termasuk penyediaan lahan luas yang potensial. Diakuinya dalam kunjungan beberapa waktu lalu, pembangunan RSUP ini dipastikan setelah melihat adanya sumber air di lokasi tersebut. Karena menurutnya air yang memenuhi syarat menjadi hal utama untuk pelayanan kesehatan yang baik bagi pasien.

Menkes Terawan Putranto berharap dukungan Pemprov NTT dan Pemkot Kupang bisa terus berlanjut, karena dirinya optimis bangunan RSUP ini akan berdiri bukan hanya puluhan tahun tapi ratusan tahun. Ia berjanji RSUP juga akan terus diperbaiki sesuai perkembangan zaman baik fisik maupun peralatannya. Karena peralatan kesehatan terus berubah dan teknologinya terus maju. “Kami yakin RSUP ini akan menjadi kebanggaan masyarakat NTT,” tambahnya.

Salah satu dukungan yang diharapkan dari Pemda adalah revitalisasi jalan di sekitar RSUP. Karena berdasarkan pengalaman sebelumnya di beberapa daerah, setelah RSUP beroperasi akan muncul pertumbuhan masyarakat dan ekonomi di sekitarnya yang akan menyejahterakan masyarakat NTT.

Manfaat kehadiran RSUP, menurut Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man, ada dua manfaat yang diperoleh; pertama fungsinya sebagai pusat rujukan bukan hanya bagi rumah sakit di NTT tapi juga bisa jadi rujukan bagi negara tetangga, Timor Leste. Manfaat kedua, sebagai pusat pertumbuhan. Setelah RSUP ini beroperasi akan tumbuh rupa-rupa jasa di sekitarnya, baik perumahan, pertokoan serta jasa-jasa lainnya. Pertumbuhan semacam ini sangat penting bagi perkembangan Kota Kupang.

Wakil Wali Kota, dr. Herman Man saat ikut meletakkan batu pertama pembangunan RSUP di Manulai II, Kota Kupang

Atas nama pemerintah dan warga Kota Kupang, dokter Herman Man menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan, Komisi IX DPR RI dan Pemprov NTT atas dibangunnya rumah sakit ini di Kota Kupang. Diakuinya tidak semua kota di Indonesia memiliki RSUP semacam ini. Manfaat lain yang bisa diperoleh dari kehadiran RSUP ini menurutnya adalah rekrutmen tenaga kerja seperti dokter dan perawat yang bisa diambil dari putra-putri lokal asli NTT.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena yang turut hadir dalam acara peletakan batu pertama tersebut menyampaikan terima kasih kepada Menteri Kesehatan yang telah serius mengurus kesehatan di Indonesia termasuk mewujudkan mimpi besar mereka membangun RSUP di gerbang selatan NKRI, Provinsi NTT. Dia berharap kehadiran RSUP ini bisa jadi berkat bagi masyarakat NTT.

Wakil Gubernur, Josef Nae Soi, mengakui NTT sangat membutuhkan rumah sakit sekelas ini. Atas nama masyarakat NTT, wagub menyampaikan terima kasih kepada Menteri Kesehatan dan Komisi IX DPR RI yang sudah memperjuangkan pembangunan RSUP ini. Menurutnya, pembangunan di bidang kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Diakuinya adanya pandemi covid mendorong kita untuk masuk ke peradaban baru. Peletakan batu pertama RSUP ini merupakan langkah awal menyesuaikan waktu yang berubah tersebut. “Karena waktu berubah dan kita juga harus berubah di dalamnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Prof. Dr. dr. Abdul Kadir dalam laporannya menyampaikan nilai pekerjaan fisik pembangunan gedung RS UPT Vertikal di NTT sebesar Rp.350,2 miliar yang sumber dari pinjaman dari Bank Dunia. Lahan yang disiapkan Pemprov NTT untuk pembangunan ini seluas 18 hektar yang akan digunakan untuk gedung utama, areal terbuka hijau, asrama, sarana pendidikan dan pelatihan serta rumah dinas.

Untuk pembangunan tahap pertama, ungkap Dirjen Pelayanan Kesehatan, akan dibangun di atas lahan seluas 26.500 meter persegi, dengan 212 tempat tidur serta dilengkapi dengan sarana pra sarana modern. Rencananya proyek pembangunan RSUP ini akan selesai dalam 20 bulan, terhitung sejak Desember 2020 hingga Juli 2022 mendatang.

“Diharapkan paling lambat pertengah tahun 2022 RSUP ini sudah beroperasi,” pungkasnya. (*)

Sumber berita dan foto (*/Pkp_ans)
Editor (+rony banase)

PDUI Cabang NTT Bagi 2.400 Telur kepada Warga di Empat Puskesmas

320 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man bersama Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Cabang NTT menyerahkan bantuan makanan tambahan berupa 2.400 butir telur atau 80 rak telur kepada warga di 4 Puskesmas yaitu Puskesmas Sikumana, Puskesmas Bakunase, Puskesmas Alak dan Puskesmas Oesapa, pada Selasa, 26 Mei 2020.

Turut hadir bersama Wakil Wali Kota Kupang antara lain Ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia Cabang NTT, dr. Teda Littik, dr. Christina Lada, dr. Jess Meha, Kepala Puskesmas Bakunase, drg.Dian Sukmawati Arkiang, Kepala Puskesmas Sikumana, dr. Maria Veronica Ivonny Dondao Ray, Kepala Puskesmas Alak, dr. Panondang Panjaitan dan Kepala Puskesmas Oesapa, drg. Shinta Roshanty Desriandri Ndaumanu.

Wakil Wali Kota Kupang selaku Dewan Penasihat PDUI cabang NTT mengatakan bantuan telur diserahkan kepada masyarakat terutama bagi ibu hamil dan balita atau anak yang mengalami stunting yang berada di bawah wilayah pelayanan Puskesmas Sikumana, Puskesmas Bakunase, Puskesmas Alak dan Puskesmas Oesapa guna memenuhi kebutuhan gizi masyarakat khususnya ibu hamil dan anak anak.

Ketua PDUI Cabang NTT, dr. Teda Littik mengutarakan maksud kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia pada 20 Mei 2020 yang merupakan wujud kepedulian PDUI terhadap kesehatan dan kebutuhan masyarakat akan asupan gizi di tengah situasi pandemik yang terjadi.

Telur merupakan salah satu bahan makanan pokok sumber protein yang wajib dikonsumsi ibu hamil selama masa kehamilan karena baik untuk ibu dan juga janin dalam kandungan. Selain itu, protein telur sangat diperlukan untuk memenuhi asupan gizi yang dibutuhkan dalam proses tumbuh kembang balita dan anak-anak.

Dalam rangka memperingati hari bakti PDUI, PDUI NTT membagikan telur di 5 Puskesmas, 4 di antaranya berada di wilayah Kota Kupang, yaitu Puskesmas Sikumana, Puskesmas Bakunase, Puskesmas Alak dan Puskesmas Oesapa dan 1 Puskesmas di Kabupaten Sumba Barat daya.

Setiap Puskesmas mendapat 600 butir telur atau 20 rak telur yang langsung diserahkan kepada masing-masing 10 orang ibu hamil dengan gizi kurang dan 10 anak stunting. Selain kegiatan pembagian telur, PDUI cabang NTT telah membagikan 1.000 masker kepada keluarga binaan PKH di Kelurahan Tuak Daun Merah dan Kelurahan Oesapa. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_eman)
Editor (+rony banase)

Pemkot Kupang Sidak Masker dan Ukur Suhu Tubuh Pengguna Angkutan Jalan

232 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man memantau jalannya operasi yang dihelat oleh Dinas Perhubungan Kota Kupang, yang mana setiap kendaraan roda dua maupun empat (umum dan pribadi), yang masuk dari luar kota diminta berhenti sejenak, kemudian semua penumpang beserta pengemudi diukur suhu tubuhnya menggunakan thermal gun.

Dilaksanakan di daerah Bimoku, Kelurahan Lasiana, yang merupakan perbatasan Kota Kupang dan Kabupaten Kupang pada Jumat, 17 April 2020; upaya tersebut dilaksanakan sebagai rangkaian pencegahan penyebaran Covid-19.

Penumpang atau pengemudi yang belum menggunakan masker oleh petugas dari Dinas Perhubungan diminta untuk segera memakainya sebelum melanjutkan perjalanan masuk ke Kota Kupang.

Wakil Wali Kota Kupang dan Kadis Perhubungan saat memantau sidak masker dan pengukuran suhu tubuh pengemudi dan penumpang angkutan umum

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Bernadinus Mere, AP, M.Si. saat mendampingi Wawali Kota Kupang dalam pemantauan tersebut menjelaskan operasi tersebut sudah digelar sejak Kamis, 16 April 2020. ”Rencananya, operasi semacam ini akan digelar setiap hari hingga satu bulan ke depan, bahkan bila dibutuhkan hingga pandemi Covid-19 mereda,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang.

Tim Dinas Perhubungan yang ditugaskan dalam operasi tersebut dibagi dalam tiga sesi yakni pagi, siang dan sore. Sasaran mereka adalah para penumpang dan pengemudi yang berasal dari Kabupaten Kupang, T.T.S, T.T.U, Belu, Malaka dan Timor Leste.

Kadis Perhubungan menyebutkan,  jika ditemuan penumpang yang menunjukkan gejala Covid-19, maka pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Posko Satgas Covid 19 Kota Kupang di Kantor Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk ditangani lebih lanjut sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

Dari hasil pemantauan staf Prokompim Setda Kota Kupang yang bertugas saat itu, terlihat pula beberapa pedagang masker yang memanfaatkan momen tersebut untuk menjajakan masker, sehingga para pengemudi maupun penumpang yang kebetulan kedapatan tidak mengenakan masker dapat membelinya langsung dari para pedagang tersebut. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ans)
Editor (+rony banase)

Empat Rumah Sakit Jadi ‘Second Line’ Cegah Covid-19 di Kota Kupang

455 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Berdasar SK Gubernur NTT tentang rumah sakit second line kasus Covid-19, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melakukan koordinasi dengan 4 (empat) rumah sakit di Kota Kupang yang ditunjuk menjadi rumah sakit Second Line di antaranya RSUD S. K. Lerik, RS Bhayangkara Tingkat III Kupang, RS Tingkat III Wirasakti Kupang dan RS Siloam Kupang.

Wakil Wali (Wawali) Kota Kupang, dr. Hermanus Man ketika melakukan koordinasi dengan para Direktur RS Se-Kota Kupang, pada Rabu, 15 April 2020 menyampaikan koordinasi ini perlu dilakukan untuk membahas langkah-langkah penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit penyanggah dan rumah sakit rujukan yang ada di Kota Kupang.

“Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam upaya penanganan ini, di antaranya adalah alur penanganan penderita,” ujar dr. Herman Man.

Wakil Wali Kota Kupang menegaskan agar semua temuan kasus Covid 19 di Kota Kupang baik oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), rumah sakit Second Line maupun Non Second Line harus dibawa ke Klinik Covid-19 di RSUD S. K. Lerik. Saat ini, RSUD S. K. Lerik memiliki delapan tempat tidur untuk ruang isolasi dan dalam waktu dekat akan bertambah menjadi 20 tempat tidur.

“Jika nantinya ruang isolasi tersebut penuh, pihak RSUD S. K. Lerik wajib melapor ke Posko (Dinas Kesehatan Kota Kupang) untuk mengalihkan pasien ke RS Second Line lainnya. RS Second Line sendiri hanya bisa menangani pasien yang masih dalam kategori ODP, PDP ringan dan sedang. Jika sudah masuk kategori PDP berat harus dirujuk ke RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang,” terang dr. Herman Man.

Diakuinya, dalam penanganan Covid-19 ini bukan tidak mungkin ada juga pasien yang memeriksakan diri di Runah Sakit Non Second Line. Pihak Rumah Sakit bisa menangani pasien tersebut dan klaim pembayarannya bisa diajukan ke BPJS setelah ada notifikasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang. “Penanganan lebih lanjut harus dilakukan di RS Second Line, karena jika pasien harus dirujuk, RS rujukan hanya menerima pasien dari RS Second Line,” bebernya.

Wawali Kota Kupang menambahkan, karena kebijakan ini ada kaitannya dengan penggunaan APBD, maka prioritas utama mereka tentunya adalah Warga Kota Kupang yang dibuktikan dengan KTP atau KK, atau orang yang sedang berkunjung ke Kota Kupang yang dibuktikan dengan surat jalan atau surat tugas. Namun dia menegaskan jangan sampai urusan administrasi menghambat pelayanan terhadap pasien.

Dalam waktu dekat Pemkot Kupang akan menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan empat rumah sakit tersebut terkait upaya penanganan Covid-19 ini. Selain tentang alur penanganan penderita, pertemuan tersebut juga membahas soal pengadaan Alat Perlindungan Diri (APD) bagi para tenaga medis di rumah sakit second line.

Selain meminta bantuan pemerintah pusat lewat Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT, Pemkot Kupang juga telah mengalokasikan APBD untuk kebutuhan tersebut. Selain untuk APD, Pemkot Kupang juga telah mengalokasikan anggaran untuk operasional para tenaga medis yang khusus menangani pasien Covid-19.

Disamping itu, saat ini Pemkot Kupang juga sedang melakukan koordinasi dan negosiasi dengan sejumlah hotel yang akan menjadi tempat istirahat bagi para tenaga medis selama menangani pasien Covid-19 dengan standar minimal harus hotel bintang tiga.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang, dr Fauzi Lukman Nurdiansyah, M.M. yang turut hadir dalam koordinasi tersebut menyampaikan BPJS siap menerima klaim rumah sakit untuk penanganan pasien Covid-19 selama orang tersebut memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Namun dia mengapresiasi kebijakan Pemkot Kupang yang melakukan koordinasi seperti ini sehingga nantinya tidak terjadi double claim dari pihak rumah sakit, karena sudah dapat dukungan juga baik dari APBN maupun APBD.

Selain pimpinan dari empat rumah sakit second line, ikut juga dalam pertemuan tersebut sejumlah pimpinan rumah sakit yang ada di Kota Kupang. Turut hadir pula Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Kupang, Drs. Yos Rera Beka dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes. beserta jajarannya. (*)

Sumber berita (*/PKP_ans)
Editor dan foto utama (+rony banase)

Pemkot Kupang Serius Telusuri Kontak Pasien 01 Covid-19 & Bentuk Satgas

224 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemerintah Kota Kupang sangat serius dalam penanganan dampak penyebaran Coronavirus (Covid-19), salah satunya dengan melakukan tracing (melacak) orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif (Pasien 01) Covid-19 yang saat ini sedang diisolasi di RS. W.Z. Yohanes Kupang.

Selain itu, Pemerintah Kota Kupang juga giat mempersiapkan hal-hal terkait penanganan Covid-19 di Kota Kupang, “Dengan adanya pasien 01 maka Pemkot perlu segera mengambil langkah-langkah inisiatif yang cepat dan tepat,” tegas Wakil Wali Kota, dr. Hermanus Man ketika memimpin rapat yang berlangsung di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Kupang pada Selasa pagi,14 April 2020.

Hadir dalam rapat terbatas tersebut, antara lain ini Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Drs. Yoseph Rera Beka; Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes. Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang M. Jemy D. Didok, S.Pd., M.Si. Direktris RSUD S. K. Lerik Kota Kupang, dr. Marsiana Halek; Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Ernest S. Ludji, S.STP, M.Si. Camat Alak, Ridhon A. Bire, S.IP., Camat Oebobo, Matheos A. H. T. Maahury, S.E.; Camat Kota Lama, Pah Bessie S. Mesakh, S.STP., M.Si., Lurah Manulai II, Meksain Imanuel Mauk, S.Sos., dan Lurah Oetete, R. Mambo Rihi, S.STP.

Maksud pelaksanaan rapat guna mendorong tindak lanjut konkrit dari instruksi Wali Kota Kupang untuk pembentukan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di tiap-tiap kelurahan. Terutama dalam upaya tracking and tracing (pelacakan dan penelusuran) semua orang yang pernah berkontak dengan pasien 01.

Wakil Wali Kota Kupang, dr Herman Man (tengah & berbaju biru) sedang memimpin rapat di ruang kerjanya 

Berdasarkan laporan Kadis Kesehatan, drg. Retno kepada Wakil Wali Kota di hadapan para peserta rapat lainnya mengatakan bahwa hasil dari tracking and tracing yaitu data kontak by name by address sedang dipantau lebih lanjut. Sementara yang pernah berkontak erat sudah dilaksanakan rapid test dan hasilnya dinyatakan negatif.

Sementara PCR berupa swap tenggorokan sudah diambil dari yang melakukan kontak erat dan sudah dikarantina secara mandiri sambil menunggu hasil PCR, dan selalu dipantau agar tidak ada kontak dengan orang lain selama menanti hasil PCR.

Pemkot Kupang Siagakan Empat Rumah Sakit Cadangan Covid-19

Selain itu, dalam rapat tersebut dipaparkan kesigapan Pemerintah Kota Kupang dalam mempercepat pencegahan penyebaran Covid-19, antara lain 4 (empat) rumah sakit second line yang telah disiapkan antara lain RSUD S. K. Lerik, RS Bhayangkara Drs. Titus Ully, RS Tentara Wirasakti dan RS Siloam.

Rumah sakit second line hanya akan menerima pasien dalam pemantauan (PDP) bergejala ringan hingga sedang yaitu warga Kota Kupang dan orang yang kebetulan berkunjung ke Kota Kupang dalam artian sebagai tamu, bukan hanya sekadar singgah.

Untuk menunjang rumah sakit second line, Pemerintah Kota Kupang menyiapkan tiga unit mobil ambulans khusus penanganan Covid-19, “Sementara sedang disiapkan terutama branding untuk lebih mempertegas fungsinya,” lapor drg. Retnowati.

Lebih lanjut dilaporkan bahwa semua kasus rujukan akan dilimpahkan ke RSUD Prof. Dr. W. Z. Yohanes, sementara Pemerintah Kota Kupang sendiri menyiapkan ruangan yang dilengkapi alat hepafilter bagi PDP. Pemerintah Kota Kupang telah mengalokasikan anggaran sebesar 48,5 miliar hasil rasionalisasi APBD II yang dialihkan untuk membiayai penanganan Covid-19 di Kota Kupang. (*)

Sumber berita dan foto pendukung (*/PKP_frd/ddy)
Editor dan foto utama (+rony banase)

‘Usai Rapid Test’, Wali Kota Kupang Dinyatakan Negatif Corona

474 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Dinas Kesehatan Kota Kupang pada Sabtu, 28 Maret 2020, melakukan prosedur pemeriksaan sampel darah Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. menggunakan rapid test kit. Dari hasil tes menunjukkan bahwa Wali Kota Kupang negatif terhadap virus corona (Covid-19).

Selain Wali Kota Kupang, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore Manafe juga turut menjalani Rapid Test Covid-19. Tampak Kepala Dinas Kesehatan, drg. Retnowati, M.Kes. hadir mendampingi Wali Kota Kupang dan ibu selama menjalani pemeriksaan oleh dokter ahli yang ditunjuk Dinas Kesehatan Kota Kupang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes, menjelaskan rapid test atau tes cepat Covid-19 ini merupakan pertama kalinya dilaksanakan di Kota Kupang. “Kami laksanakan pertama kali untuk Bapak Wali Kota Kupang serta ibu usai menerima alat rapid test dari Pemerintah Provinsi NTT. Dan karena Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang beberapa waktu lalu pernah ke luar daerah,” ujar Kadis Kesehatan.

Wali Kota Kupang kurang lebih 13 hari yang lalu pada 15 Maret 2020, imbuh drg. Retno, hadir dalam Kongres yang dilaksanakan Partai Demokrat di Jakarta dan menurut informasi salah satu pesertanya telah dinyatakan positif Corona. Selain itu Jakarta kini telah masuk kategori zona merah Covid-19.

“Alhamdulillah hasil tes Bapak Wali tadi negatif, tes ini merupakan bagian upaya kita dalam mencegah penyebaran Covid-19 yang semakin meluas di Indonesia sekaligus tanggung jawab kami untuk melayani kesehatan kepala daerah,” jelas drg. Retno.

Dirinya pun menjelaskan cara kerja alat rapid test yakni untuk melihat adanya antibodi dalam sampel darah. Pada test kit tersebut, terdapat 3 keterangan yang bertuliskan C, IgG, dan IgM, “Kalau ada garis di C saja berarti negatif, kalau ada garis di C dan IgG atau IgM artinya positif. Jika hasilnya negatif berarti tidak ada virus. Virus corona baru bisa dilihat dalam waktu 7—10 hari setelah terjangkit,” jelas Mantan Kadis Sosial Kota Kupang ini kepada awak media.

Lanjutnya, “Jika baru terjangkit masih sulit dideteksi. Bapak Wali sendiri sudah 13 hari berada di Kupang setelah pulang dari Jakarta. Jadi kalau saat itu baru pulang langsung dites virusnya masih sulit dideteksi. Lagi pula alatnya juga baru datang dan Bapak Wali sudah 13 hari semenjak pulang dari Jakarta. Kita bersyukur hasil tesnya negatif,” ungkap Kadis.

Menurutnya, ke depan rapid test akan dilakukan untuk umum, sebagai salah satu upaya deteksi dini terhadap penularan Covid-19, terlebih khusus untuk mereka yang masuk kategori orang dalam pengawasan (ODP), “Alat yang tersedia baru satu unit dan masih sulit mendapatkannya. Tapi kami sedang berupaya menambah alat rapid test ini,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Sosial Kota Kupang tersebut mengatakan tes yang dilakukan ini bukan untuk partai tertentu atau orang-orang tertentu. Menurutnya, siapa pun bisa melakukan tes menggunakan rapid test. Namun saat ini Dinas Kesehatan Kota Kupang mengutamakan mereka yang masuk kategori ODP. (*)

Sumber berita dan foto (*/SPK—Humas Pemkot Kupang)
Editor (+rony banase)