Arsip Tag: gelombang tinggi di ntt

Waspada! Dua Bibit Siklon Tropis Picu Cuaca Ekstrem pada 3—9 April 2021

13.942 Views

Jakarta, Garda Indonesia | BMKG sebagai Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mendeteksi adanya 2 (dua) bibit  Siklon Tropis, yaitu bibit siklon tropis 90S di Samudra Hindia barat daya Sumatra dan bibit siklon tropis 99S di Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur. Intensitas kedua Bibit Siklon Tropis tersebut cenderung menguat dalam 24 jam ke depan dengan pergerakan menjauhi wilayah Indonesia.

Keberadaan bibit siklon tersebut dapat berkontribusi cukup signifikan terhadap peningkatan labilitas atmosfer dan pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia, selain itu dapat mendorong peningkatan kecepatan angin yang berdampak pada peningkatan ketinggian gelombang di sebagian wilayah perairan Indonesia.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan terdapat potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat-sangat lebat, angin kencang dan gelombang tinggi dalam periode sepekan ke depan di sebagian wilayah Indonesia.

Pada sepekan ke depan potensi Hujan Sedang Lebat diprediksi terjadi di wilayah Indonesia yakni : Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Sumatra Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua.

Potensi Hujan Sangat Lebat diprediksi terjadi di wilayah Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Potensi Angin Kencang diprediksi terjadi di wilayah Lampung, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.

Potensi Gelombang Tinggi lebih dari 4 (empat) meter, diprediksi terjadi di wilayah berikut Perairan barat Kep. Mentawai, Perairan Bengkulu, Perairan P. Enggano, Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Bag. Barat dan Selatan, Perairan Selatan Banten, dan Samudra Hindia Barat Kep. Mentawai hingga Selatan Jawa Barat

Sementara itu, berdasarkan Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak untuk potensi Banjir atau Bandang dalam periode hingga 3 (tiga) hari ke depan dengan kategori “Siaga” berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (hujan lebat-sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir, angin kencang, gelombang tinggi, dan lain-lain) dan dampak terhadap bencana hidrometeorologi yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan air, pohon tumbang.(*)

Sumber berita (*/Guswanto/ Meteorologi BMKG)

Editor (+roni banase)

Foto utama oleh wikipedia

BMKG : ‘Tropical Storm’ Picu Gelombang 4 Meter & Kecepatan Angin 27 Knot

332 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang pada Kamis, 4 Juli 2019 mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang tinggi di perairan laut diatas 4 meter dan kecepatan angin lebih dari 27 knot di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau, Ota Welly Jenni Thlo,ST., kepada Garda Indonesia menyampaikan bahwa potensi gelombang laut tinggi dan angin kencang berlangsung dari tanggal 4—7 Juli 2019

“Potensinya hingga 7 Juli 2019, tapi jika ada perubahan kami update setiap hari”, ujarnya

Secara gamblang, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau menyebutkan penyebab gelombang tinggi dan angin kencang; Tropical Storm “MUN” 992 hpa di laut Cina Selatan mengakibatkan pola sirkulasi angin di Samudera Hindia Barat Mentawai dan Samudera Pasifik Utara Halmahera.

“Pola angin di wilayah Utara Ekuator umumnya dari Selatan—Barat Daya dengan kecepatan 4—25 knot sedangkan di wilayah Selatan Ekuator umumnya dari Timur—Tenggara dengan kecepatan angin 4—25 knot”, ungkapnya.

Lanjutnya, Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Bengkulu—Enggano, Laut Jawa, Laut Banda dan Laut Arafuru. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Mengenai sebaran gelombang tinggi, Ota Thlo menjabarkan:

  • Tinggi gelombang 1.25—2.5 meter berpeluang terjadi di Selat Sape bagian selatan, Selat Ombai, Perairan Selatan Kupang Pulau Rote, Laut Timor Selatan NTT dan Laut Sawu;
  • Tinggi gelombang 2.5—4.0 meter berpeluang terjadi di perairan bagian barat dan selatan Perairan Sawu, Selat Sumba bagian barat, Samudera Hindia Selatan NTT.

Untuk keselamatan pelayaran, BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau mengimbau agar memperhatikan resiko tinggi berlayar oleh perahu/kapal terhadap keselamatan pelayaran sebagai berikut :

  1. Perahu Nelayan (potensi kecepatan angin lebih dari 15 knot dan gelombang diatas 1.5 meter);
  2. Kapal Tongkang (potensi kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang diatas 1.5 meter);
  3. Kapal Ferry (potensi kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang diatas 2.5 meter);
  4. Kapal Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (potensi kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang diatas 4.0 meter).

BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau juga mengimbau kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpotensi terjadi gelombang tinggi agar selalu tetap waspada. (*)

Sumber berita (*/Rilis BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau)
Editor (+rony banase)