Arsip Tag: gugus tugas percepatan penanganan covid 19

Putus Mata Rantai Covid-19, Kapolda NTT Tekankan 13 Poin Penting

220 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Usai Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dan telekonferensi antara Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dengan Wali Kota dan Bupati se-NTT pada Selasa, 31 Maret 2020 di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, dengan agenda utama pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19) di wilayah Provinsi Nusa Tenggara (NTT); maka Kapolda NTT, Irjen Pol. Hamidin menyampaikan poin penegasan yang harus dilakukan oleh seluruh masyarakat untuk menekan penyebaran Virus Corona.

Kapolda NTT, Irjen Pol. Hamidin selaku Ketua II Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dipercaya Gubernur NTT untuk membacakan 13 poin penting. “Saya Kapolda NTT selaku Ketua II Satgas, atas nama Gubernur NTT mengajak kita semua dalam menyikapi bahaya Covid-19 yang terus berkembang dengan cepat, maka kita semua bertanggungjawab untuk memutus mata rantai penularan Covid-19,” ujarnya di hadapan awak media.

Kapolda NTT menekankan kepada masyarakat wajib untuk mematuhi hal-hal sebagai berikut :

  1. Menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan rajin mencuci tangan pakai sabun di air yang mengalir dan atau menggunakan cairan antiseptik;
  2. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup dan hindari stres dan panik;
  3. Menerapkan etika batuk. Menutup mulut, hidung saat bersin atau batuk dengan menggunakan tisu, atau lengan bagian dalam;
  4. Menghindari tempat keramaian atau kerumunan orang banyak;
  5. Menjaga jarak (Social Distanting) dengan tidak bersentuhan dan berdekatan dengan orang lain dengan jarak minimal 2—3 meter;
  6. Sebisa mungkin melaksanakan pekerjaan dari rumah;
  7. Memindahkan setiap aktivitas belajar dari sekolah ke rumah dan memastikan proses belajar dari rumah tetap efektif;
  8. Menunda perjalanan dalam atau ke luar negeri, berwisata, pulang kampung dan sebagainya yang memudahkan penularan;
  9. Menunda semua aktivitas berupa pertemuan atau sejenisnya yang melibatkan banyak orang;
  10. Memantau setiap orang yang baru tiba di wilayah masing-masing untuk segera melapor diri di fasilitas kesehatan terdekat dan Pemerintah setempat;
  11. Tidak menyebarkan informasi yang meresahkan masyarakat;
  12. Tetap tenang dan tekun berdoa;
  13. Segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala demam lebih dari 38 derajat celcius, batuk, sakit tenggorokan dan sesak nafas.

Kapolda NTT juga menyampaikan pihaknya akan melakukan himbauan secara maksimal dan tidak menerapkan jam malam. “Yang kita lakukan adalah mengimbau. Setiap kegiatan yang mengumpulkan banyak orang kita akan larang,” tegasnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/Valeri Guru–Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)

‘Update Covid-19 NTT’ ODP Capai 460, Pemprov NTT Tunggu PP ‘Lockdown’ Lokal

203 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pemprov NTT meng-update perkembangan kasus Corona Virus Disease (Covid) 19 di Bumi Flobamorarata. Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT yang juga juru bicara Pemprov NTT soal Coronavirus, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si mengatakan, hingga Minggu, 29 Maret 2020 pukul 14.00 WITA, NTT masih negatif Covid-19, namun jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) terus bertambah.

“Hingga siang ini pukul 14.00 WITA, jumlah ODP mencapai 460 orang, sembuh 49 orang dan yang menjalani Karantina Mandiri atau diam di rumah 403 orang. Yang sedang dirawat di rumah sakit 8 orang,” kata Marius kepada pers.

Marius yang menyampaikan perkembangan Covid-19 melalui siaran langsung melalui aplikasi zoom dan live facebook Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Valeri Guru, lebih lanjut menjelaskan 8 rumah sakit yang sedang merawat ODP Coronavirus di NTT yakni, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof W.Z. Yohanis Kupang 4 ODP, Rumah Sakit TC Hiller 1 ODP, Rumah Sakit Umbu Rara Meha 1 ODP, Rumah Sakit Ben Mboi Ruteng 1 ODP dan RSUD S.K. Lerik Kota Kupang 1 ODP.

Marius menegaskan, saat ini tidak ada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di NTT tidak ada karena 2 PDP telah sembuh. “1 PDP yang dirujuk dari rumah sakit Ben Mboi ke rumah sakit Komodo telah meninggal dunia tapi bukan karena Coronavirus,” jelas Marius.

Dijelaskannya, data per Kabupaten/Kota yang masuk hingga saat ini terkait Covid-19 di NTT yakni, Kota Kupang berjumlah 91 ODP, sembuh 10 orang dan yang dirawat di RS. SK Lerik 2 orang. Sementara ODP di Kota Kupang yang melakukan karantina mandiri 79 orang. Kabupaten Kupang : 24 ODP dan 1 ODP sedang menjalani perawatan di RS. S.K Lerik Kota Kupang sementara 23 lainnya menjalani perawatan mandiri.

Di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), imbuh Marius, terdapat 5 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri; Kabupaten Rote Ndao : 25 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri atau berdiam di rumah; dan di Sabu Raijua ada 4 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri.

Sementara, di Kabupaten Lembata ada ODP 22 orang, 4 orang sembuh dan yang sedang menjalani karantina mandiri 18 orang; Manggarai Barat ada 44 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri; Kabupaten Ngada 14 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri; Nagekeo ada 17 ODP dan 3 telah selesai masa pemantauan atau sembuh, 1 ODP dirawat di RS TC Hiller Maumere dan 13 lainnya menjalani karantina mandiri.

Lanjut Marius, di Kabupaten Sumba Barat ada 5 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri; dan di Sumba Tengah ada 7 ODP dan 3 ODP telah sembuh sedangkan 4 lainnya menjalani karantina mandiri.

Marius mengaku ada permintaan lockdown dari masyarakat NTT melalui berbagai media sosial tapi permintaan tersebut masih dikaji secara matang dari berbagai aspek.

“Ada permintaan lockdown tapi dapat kami jelaskan, lockdown itu kewenangan Pemerintah Pusat dan sekarang sedang dilihat perkembangannya. Pemerintah Pusat sedang merancang Peraturan Pemerintah atau PP untuk melakukan Karantina Wilayah sesuai yang diatur dalam undang-undang No.6 tahun 2018. Mudah-mudahan dalam waktu dekat PP ini bisa keluar,” papar Marius.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, sebut Marius, sangat menghargai semua masukkan dan komentar masyarakat di berbagai media sosial. “Bapak Gubernur sangat menghargai komentar masyarakat di berbagai media sosial karena hal tersebut menunjukkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan kita menghadapi Covid-19. Pemerintah akan mengevaluasi perkembangan yang ada,” tambah Marius.

Sumber berita (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor dan foto utama (+rony banase)

Waspada! Penambahan Kasus Melalui Penularan di Tengah Masyarakat

109 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengungkapkan bahwa penambahan kasus positif covid-19 yang cukup signifikan paling banyak ditemukan di tengah masyarakat. Dalam hal ini, masyarakat menjadi pihak yang paling rentan terhadap penularan covid-19 bilamana tidak menerapkan anjuran pemerintah dalam pencegahan sesuai protokol kesehatan.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan bahwa banyaknya kasus penularan terjadi setelah adanya kontak dekat antara yang membawa virus dengan orang baru sehingga hal tersebut memunculkan angka yang menjadi sakit. Hal tersebut sekaligus menjadikan kasus penambahan selalu naik dari hari ke hari.

“Dari hari ke hari, kita melihat adanya pertambahan kasus yang cukup signifikan. Ini menandakan proses penularan masih berlangsung terus menerus di tengah masyarakat kita,” kata Yurianto dalam keterangannya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, pada Jumat, 27 Maret 2020.

Dalam hal ini, Pemerintah terus melakukan upaya untuk menemukan kasus-kasus positif yang ada di masyarakat melalui penelusuran kontak dari kasus positif atau tracing. Kemudian, pihaknya akan melaksanakan pemeriksaan cepat atau rapid test dengan tujuan yaitu melakukan screening penapisan di kelompok-kelompok yang memiliki risiko tertular dengan pasien positif yang dirawat di rumah sakit.

“Ini kita laksanakan bersama-sama masyarakat tentunya agar kita bisa menemukan dan kemudian dengan cepat melaksanakan isolasi dari kasus ini, baik itu isolasi secara mandiri di rumah, maupun harus kita isolasi di rumah sakit, ini yang akan kita lakukan,” terang Yurianto.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat hingga Jumat, 27 Maret 2020, total positif COVID-19 di Indonesia sebanyak 1.046 kasus, sementara 46 orang sembuh dan 87 meninggal dunia. “Ada penambahan data pasien yang dinyatakan sembuh 11 orang, sementara yang meninggal bertambah sembilan kasus,” jelas Yurianto.

Data tersebut merupakan pembaruan yang dilakukan sejak Kamis, 26 Maret 2020 pukul 12.00 WIB hingga Jumat, 27 Maret 2020 pukul 12.00 WIB yang mana sebelumnya tercatat 893 kasus positif COVID-19, 78 orang meninggal dan 35 orang sembuh.

Dari data tersebut, sebaran kasus covid-19 di Indonesia meliputi Provinsi Aceh menjadi 4 (empat) kasus, Bali 9 (sembilan) kasus, Banten 84 kasus, DI Yogyakarta 22 kasus, DKI Jakarta 598 kasus.

Selanjutnya di Jambi 1 (satu) kasus, Jawa Barat 98 kasus, Jawa Tengah 43 kasus, Jawa Timur 66 kasus, Kalimantan Barat 3 (tiga) kasus, Kalimantan Timur 11 kasus, Kalimantan Tengah 6 (enam) kasus dan Kalimantan Selatan 1 (satu) kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 5 (lima) kasus, NTB 2 (dua) kasus, Sumatera Selatan 1 (satu) kasus, Sumatera Barat 5 (lima) kasus, Sulawesi Utara 2 (dua) kasus, Sumatera Utara 8 (delapan) kasus, Sulawesi Tenggara 3 (tiga) kasus.

Selain itu tercatat 29 kasus di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah 1 (satu) kasus, Lampung 4 (empat) kasus, Riau 1 (satu) kasus, Maluku Utara dan Maluku masing-masing 1 (satu) kasus, Papua Barat 2 (dua) kasus serta 7 (tujuh) kasus positif di Papua.(*)

Sumber berita dan foto  (*/Agus Wibowo–Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB)
Editor (+rony banase)

‘Update Covid-19 NTT’ 41 ODP Selesai Pemantauan & 316 Isolasi Mandiri

172 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Kita tidak usah cemas, panik apalagi takut. Ikuti protap yang dikeluarkan WHO dan pemerintah. Kita hanya minta masyarakat NTT taat dan patuh kepada protap-protap tersebut,” pinta Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. meminta dukungan semua pihak agar penanganan penyebaran wabah Covid-19 di Provinsi NTT dapat diminimalkan .

Menurut Marius saat menyampaikan perkembangan (update) data terkini ODP di NTT hingga Jumat, 27 Maret 2020 pukul 21.00 WITA, dari total sebaran per kabupaten/kota terdapat 365 Orang Dalam Pemantauan ODP (ODP); 41 ODP selesai masa pemantauan; 8 orang sedang dirawat di rumah sakit; 316 melakukan karantina mandiri.

Ada pun data gamblang disampaikan Jubir Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT merinci, Kota Kupang terdapat 59 ODP (10 orang selesai pemantauan; jumlah saat ini ada 49, 2 orang sedang dirawat di rumah sakit Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang dan ada 47 yang karantina mandiri).

Lanjut Marius, di Kabupaten Kupang terdapat 9 orang sedang melaksanakan karantina mandiri; Kabupaten Timor Tengah Selatan memiliki 22 ODP sedang melakukan karantina mandiri; Kabupaten TTU ada 2 ODP, 1 dirawat di RSUD Kefamenanu dan 1 karantina mandiri; Kabupaten Belu 19 orang ODP, 1 orang sedang dirawat di RSUD Kupang dan 18 orang menjalani karantina mandiri dan Malaka 1 orang masih dirawat di RSUD W Z Yohanes Kupang Kupang.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi, Dr. Jelamu Ardu Marius

Sementara, di Kabupaten Rote Ndao terdapat 20 ODP sedang dalam karantina mandiri; Sabu Raijua ada 3 ODP sedang dalam karantina mandiri; dan Kabupaten Alor 1 orang sedang karantina mandiri.

Di daerah Flores, yakni di Kabupaten Lembata ada 22 orang, 4 orang selesai pemantauan dan 18 orang karantina mandiri; Manggarai Barat terdapat 38 ODP yang sedang dalam karantina mandiri; Sikka ada 50 orang (19 orang selesai pemantauan dan 31 orang menjalani karantina mandiri). Manggarai Timur, terdapat 10 ODP (1 ODP sedang dirawat di RSUD Ruteng dan 9 orang dalam karantina mandiri); Flores Timur ada 5 orang sedang dalam karantina mandiri.

Di Kabupaten Ende, imbuh Marius Ardu Djelamu, terdapat 5 ODP (2 orang selesai pemantauan dan 3 orang karantina mandiri); Kabupaten Manggarai ada 8 orang (1 orang selesai pemantauan dan 7 orang karantina mandiri); Kabupaten Ngada 14 ODP dikarantina mandiri; dan di Kabupaten Nagekeo terdapat 17 ODP ( 1 orang dirawat di RSUD TC Hilers Maumere dan 16 karantina mandiri).

Untuk sebaran ODP di Kabupaten Sumba Timur 31 ODP (4 orang selesai pemantauan, 1 orang dirawat di RSUD Umbu Rara Meha, 26 orang sedang karantina mandiri) Kabupaten Sumba Barat Daya ada 25 orang sedang dikarantina mandiri; dan di Sumba Tengah 4 orang sedang menjalani karantina mandiri.

Lebih lanjut doktor jebolan IPB Bogor ini menyampaikan terima kasih atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTT kepada rekan-rekan media yang dengan setia mem-publish data dan informasi mengenai Covid-19. “Anda adalah pejuang sejati yang selalu ada di garda terdepan dan masyarakat di daerah ini senantiasa merindukan berita yang anda tulis,” tandasnya. (*)

Sumber berita (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor dan foto (+rony banase)

‘Update Covid-19 NTT’ 3 Pasien Dalam Pengawasan dan 301 ODP

219 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Hingga Kamis, 26 Maret 2020 pukul 14.00 WITA, jumlah orang dengan kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) Pandemi Covid-19 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 254 orang,” ungkap Kadis Kesehatan Provinsi NTT Dr. drg. Dominikus Minggu Mere yang didampingi oleh Kabiro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT Dr.Jelamu Ardu Marius kepada awak media di Posko Penanggulangan Covid-19.

Lanjut drg Domi Mere, ODP yang telah selesai pemantauan ada 26 orang, yang sedang dirawat ada 7 orang, dan yang melakukan isolasi mandiri sebanyak 221 orang.

Selain itu, imbuh drg. Domi, terdapat 1 (satu) orang dengan kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dirawat di RS Komodo Labuan Bajo Manggarai Barat.

Terpisah, Juru bicara Covid-19, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si meng-update data terkini terkait penanganan Corono Virus Desease (Covid)-19 di Provinsi NTT. Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 301 orang.

“Ya, hingga malam ini pukul 21.00 WITA jumlah ODP Covid-19 sebanyak 301 orang. Siang tadi berjumlah 254 orang. Ini berarti ada tambahan jumlah ODP sebanyak 47 orang,” beber Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT di ruang biro, pada Kamis malam, 26 Maret 2020.

Dia merinci ODP di Kota Kupang berjumlah 48 orang; yang sembuh 10 orang, sisa 38; yang rawat inap dua (2) ODP di rumah sakit Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang; sedangkan yang 36 ODP melakukan karantina mandiri. Kabupaten Lembata berjumlah 12 orang, sembuh tiga orang dari 9 ODP; karantina mandiri sembilan (9) orang. Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) ODP sebanyak 38 orang dan semuanya karantina rumah. Kabupaten Kupang berjumlah Sembilan (9) ODP dan semuanya karantina mandiri.

Kabupaten Sikka lanjut Marius, berjumlah 39 orang sembuh 11 orang dan jumlah 28 sedang melakukan karantina mandiri. Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sebanyak 15 orang dan semuanya karantina mandiri. Di Kabupaten Manggarai Timur sebanyak enam (6) ODP; rawat inap 1 (satu) orang di rumah sakit Ben Mboi Ruteng; karantina rumah sebanyak lima (5) orang. Kabupaten Flores Timur jumlah lima (5) ODP dan semuanya sedang karantina rumah. Kabupaten Malaka satu (1) dan kini sedang rawat nginap di rumah sakit Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang.

Di Kabupaten Alor 1 (satu) orang dan kini telah sembuh. Kabupaten Sumba Timur jumlah 30 orang dan satu orang sedang rawat inap di rumah sakit Umbu Rarameha; karantina mandiri sebanyak 29 orang. Kabupaten Belu sebanyak 18 orang; satu orang sedang rawat nginap 1 di rumah sakit Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang; dan ada 17 orang yang karantina mandiri.

Di Kabupaten Sumba Barat Daya berjumlah 13 orang dan semuanya sedang melakukan karantina mandiri. Di Kabupaten Ende jumlah 5 ODP (1 (satu) sembuh dan empat sedang karantina mandiri), Kabupaten Manggarai jumlah enam (6) dan semuanya sedang karantina mandiri. Kabupaten Rote Ndao berjumlah 20 ODP, Sumba Tengah sebanyak empat (4), Kabupaten Ngada jumlah 14 ODP, Kabupaten Nagekeo sebanyak 14 orang; dan satu orang sedang rawat inap di rumah sakit TC Hilers Maumere; dan ada 13 orang yang karantina mandiri. Kabupaten Sabu Raijua ada tiga (3) ODP.

“Sehingga total menjadi 301 ODP. Yang sembuh sebanyak 26 orang. Jumlah ODP ini menjadi 275; rawat nginap tujuh (7) orang dan 268 yang sedang karantina mandiri,” jelas Marius dan menegaskan, PDP (Pasien Dalam Pengawasan) berjumlah tiga (3) orang; satu orang meninggal, satu orang sembuh; sisa satu (1) PDP yang kini sedang dirawat di rumah sakit Komodo Labuan Bajo Kabupaten Mabar.

Melihat data yang fluktuatif seperti ini sebut Marius, masyarakat di Provinsi NTT diminta untuk patuh dan taat terhadap protap-protap yang telah dikeluarkan baik oleh WHO maupun otoritas pemerintah yang ada di republik ini.

“Karena itu, kita terus mengimbau agar orang-orang NTT yang sekarang sedang masuk di NTT apakah sebagai TKI atau TKW dari Malaysia; maupun orang-orang NTT yang datang dari berbagai provinsi yang telah terpapar virus corona maka pastikan diri anda sehat dan segera lakukan isolasi secara mandiri,” pesan Marius. (*)

Penulis (+rony banase & Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

‘Update Covid-19’ NTT Negatif, Hingga 24 Maret 2020 ODP Capai 165 Orang

138 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Semua  yang masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) adalah orang yang pernah ke daerah atau negara terpapar Covid-19 dan bahwa tingginya angka ODP karena adanya kesadaran dari warga kita untuk memeriksakan diri sendiri ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan,” terang Dr. Jelamu Ardu Marius dalam sesi konferensi pers pada Rabu, 25 Maret 2020 pukul 11.00 WITA—selesai di Serambi Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT.

Baca juga:

https://gardaindonesia.id/2020/03/24/update-covid-19-ntt-masih-negatif-hingga-23-maret-2020-odp-capai-130/

Hingga Selasa, 24 Maret 2020 pukul 21.00 WITA, ungkap Dr. Jelamu Ardu Marius, jumlah Orang Dalam Pemantauan dikalkulasi jumlah ODP hingga Selasa, 24 Maret 2020 pukul 21.00 WITA jumlah ODP sebanyak 165 orang atau naik dari sebelumnya 130 ODP.

Dengan sebaran ODP, urai Jubir Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT, jumlah ODP di Kota Kupang 33 orang, Lembata 5 orang, Manggarai Barat 21 orang, Kabupaten Kupang 4 orang, Sikka 18 orang, TTS 10 orang, Manggarai Timur 6 orang, Flores Timur 2 orang, Malaka 1 orang, Alor 1 orang, Sumba Timur 12 orang, Belu 10 orang, Sumba Barat Daya 13 orang, Ende 8 orang, Manggarai 6 orang, Rote Ndao 6 orang, Sumba Tengah 3 orang, dan Nagekeo 7 orang.

Lanjut Marius, jumlah ODP yang telah sembuh, yakni di Kota Kupang 10 orang, dan di Sikka 11 orang, sedangkan ODP dari Kota Kupang yang dirawat inap di rumah sakit 2 orang dan 31 orang isolasi mandiri, Lembata 2 orang di TC Hillers Maumere dan isolasi mandiri 3 orang, Manggarai Barat 1 orang (telah meninggal dunia pada 24 Maret 2020), isolasi mandiri 20 orang, Kabupaten Kupang isolasi mandiri 4 orang, Sikka 18 orang isolasi mandiri, TTS isolasi mandiri 10 orang, Manggarai Timur dirawat di rumah sakit 1 orang dan isolasi mandiri 5 orang, Flores Timur isolasi mandiri 2 orang, Malaka 1 orang rawat inap di RS W Z Yohanes Kupang, Alor 1 ODP dirawat di RS Kalabahi, Sumba Timur 1 ODP dirawat di rumah sakit dan isolasi mandiri 10 orang, Belu 1 ODP dirawat di RS W Z Yohanes Kupang dan isolasi mandiri 9 orang, SBD isolasi mandiri 13 orang, Ende 1 ODP dirawat di rumah sakit dan isolasi mandiri 7 orang, Manggarai 6 orang isolasi mandiri, Rote 6 orang isolasi mandiri. Sumba Tengah isolasi mandiri 3 orang dan Nagekeo isolasi mandiri 7 orang.

“Jadi jumlah ODP yang sedang menjalani isolasi mandiri sebanyak 154 orang,” ungkap Dr. Jelamu.

Marius mengimbau masyarakat NTT, khususnya bagi kategori ODP agar tetap mengikuti Social Distancing sebagaimana yang ditetapkan oleh WHO. “Seperti menghindari kerumunan, meniadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang, dan jalani isolasi mandiri di rumah, serta menjaga jarak per individu. Imbauan juga diberikan kepada para pejabat agar untuk sementara ini tidak melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang,” ujar Marius sembari menyampaikan isi Maklumat Kapolri.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Pemerintah Segera Distribusikan 105.000 Alat Pelindung Diri Covid-19

108 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah mendistribusikan sebanyak 10.000 alat pelindung diri (APD) kepada sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 dan dinas kesehatan seluruh provinsi di Tanah Air.

“APD tersebut didistribusikan sejak Sabtu, 21 Maret hingga Minggu, 22 Maret 2020 pagi,” ucap Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi di Jakarta, pada Minggu, 22 Maret 2020 sore.

Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Covid-19 selanjutnya juga akan segera mendistribusikan 95.000 APD ke seluruh Indonesia demi pemenuhan kebutuhan sesuai skala prioritas. “Meski akan didistribusikan ke seluruh Indonesia, tentunya gugus tugas telah memiliki daftar skala prioritas daerah mana yang sangat membutuhkan,” ucap Oscar.

Petugas Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 sedang mempersiapkan pengiriman APD

Lebih lanjut menurut Oscar, pendistribusian tersebut dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo pada Rapat Terbatas Mengenai Laporan Tim Gugus Tugas Covid-19 yang diselenggarakan pada Kamis, 19 Maret 2020. Dalam ratas tersebut, Presiden meminta perlindungan maksimal untuk para dokter, tenaga medis, dan jajaran yang berada di rumah sakit yang melayani pasien yang terinfeksi Covid-19.

“Pastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD) karena mereka berada di garis terdepan sehingga petugas kesehatan harus terlindung dan tidak terpapar oleh Covid-19,” ujar Presiden dalam ratas tersebut.

Data sementara APD yang telah didistribusikan tahap pertama dengan jumlah 45.000 unit untuk DKI Jakarta sebanyak 35.000 unit, Bogor 5.000 unit, Banten 5.000 unit. Kemudian APD tahap berikutnya dengan jumlah 50.000 unit didistribusikan untuk Jawa Barat sebanyak 15.000 unit, Jawa Tengah sebanyak 10.000 unit, Jawa Timur sebanyak 10.000 unit, D.I.Yogyakarta sebanyak 1.000 unit, Bali sebanyak 4.000 unit dan untuk cadangan 10.000 unit.

Sementara itu pada esok hari, Senin 23 Maret 2020, Oscar mengatakan akan dilakukan penyerahan bantuan alat kesehatan hasil kerja sama antara Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok dan Pemerintah Republik Indonesia.

“Penyerahan tersebut akan dilakukan di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta,” tutup Oscar.(*)

Sumber berita dan foto (*/Agus Wibowo–Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB)
Editor (+rony banase)

Waspada ! Orang Terinfeksi Virus Covid-19 Bisa Tidak Kelihatan Sakit

150 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Hingga Minggu, 22 Maret 2020, jumlah total kasus positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 514 atau bertambah 64 dibandingkan hari sebelumnya. Jumlah pasien Covid-19 yang meninggal bertambah 10 orang sehingga totalnya menjadi 48 jiwa. Sementara, jumlah pasien yang berhasil sembuh dari penyakit Covid-19 mencapai 29 orang atau bertambah sembilan dibandingkan hari Sabtu, 21 Maret 2020.

Masyarakat diminta waspada terhadap kasus penyebaran virus covid-19 dari orang yang telah terinfeksi namun tidak menunjukkan gejala sakit. Hal itu dikatakan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto saat memberikan pemahaman bahwa ada orang-orang yang terinfeksi Virus Corona penyebab Covid-19 tapi tidak memperlihatkan kondisi sakit secara kasat mata.

“Karena kita sadari bahwa tidak seluruh orang yang di dalam tubuhnya ada virus Covid-19 memberikan gambaran sakit,” kata Yurianto dalam jumpa pers yang diadakan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, pada Minggu, 22 Maret 2020.

Yurianto menuturkan dari kasus positif Covid-19 yang ditemukan di Indonesia saat ini, sering didapati pasien dengan keadaan sakit ringan sehingga merasa tidak sakit atau bahkan tanpa gejala sama sekali. Dengan tidak menunjukkan gejala sakit, seseorang bisa berpikir kalau dia tidak terinfeksi virus COVID-19, alhasil akan menularkan kepada orang lain jika tidak menjaga jarak aman.

“Untuk itu, harus dilakukan upaya antisipasi bersama dengan mengikuti upaya mengendalikan penularan Covid-19 melalui cara menjaga jarak aman antara orang ke orang,” imbaunya.

Yurianto mengajak seluruh masyarakat untuk menyadari bagaimana seharusnya bersikap di dalam menghadapi pandemi global COVID-19 termasuk diantaranya menjaga jarak antar orang, menjaga kesehatan dan kebersihan, mengisolasi diri jika merasa sakit dan segera memeriksakan diri ke dokter sehingga secara bersama-sama bisa mengurangi aspek kemungkinan penularan antar orang.

“Jika tidak menjaga jarak, maka penularan Covid-19 sangat rentan terjadi antar orang karena percikan cairan pernapasan bisa sampai kepada orang lain saat melakukan kontak dekat dan berkumpul,” urainya.(*)

Sumber berita dan foto  (*/Agus Wibowo–Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB)
Editor (+rony banase)