Arsip Tag: IMO Indonesia

Dialog Kebangsaan IMO Indonesia ‘Pers Pemersatu Bangsa’

53 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Ikatan Media Online (IMO)-Indonesia pada Sabtu siang, 16 November 2019 menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk “Pers Pemersatu Bangsa” di Gedung Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, Jakarta.

Ketua Umum IMO-Indonesia, Yakub F. Ismail mengatakan tujuan diadakannya dialog tersebut tiada lain untuk meneguhkan peran dan fungsi pers sebagai perekat bangsa.

“Sesuai dengan tema dialog kita hari ini (Pers Pemersatu Bangsa), bahwa tujuan utama kita adalah mempertegas peran dan fungsi pers (IMO-Indonesia) sebagai bagian penting dalam menjaga sekaligus memperkuat semangat keutuhan bangsa,” ujar Yakub saat memberikan sambutannya di hadapan ratusan peserta dialog.

Sebagai salah satu organisasi badan hukum media online terbesar di Indonesia, IMO-Indonesia hadir sebagai pilar penting demokrasi sekaligus ikut mendorong industri pers tanah air dan turut mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kegiatan dialog dihadiri ratusan peserta dari berbagai latar belakang pendidikan maupun profesi turut hadir dalam kegiatan dialog tersebut termasuk perwakilan 20 pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) se-Indonesia.

Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut di antaranya, Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Joni Supriyanto, Ketua Umum Kadin M. Eddy Ganevo, Dewan Pembina LPJK Nasional, Bachtiar Ujung, Ketua Umum IMO-Indonesia Yakub Ismail, dan Pembina IMO-Indonesia Yuspan Zalukhu.

Kasum TNI Letjen Joni Supriyanto didapuk sebagai Ketua Dewan Pembina IMO Indonesia

Dalam paparannya, Kasum TNI Letjen Joni Supriyanto mengungkapkan pentingnya membangun sinergisitas antara intitusi kemiliteran, terutama dunia intelijen dengan pers.

“Intelijen dan pers adalah dua hal yang sulit terpisahkan. Meski keduanya punya perbedaan dalam hal analisa dan prediksi (peristiwa/kejadian), hubungan keduanya sangatlah penting,” ujar Jenderal bintang tiga itu.

Perwira Tinggi TNI Angkatan Darat itu mengakui betapa penting peran pers saat ini. “Kita harus akui bahwa kehadiran pers saat ini sangatlah penting. Sebab, pers merupakan bagian penting dalam semangat demokratisasi,” cetusnya.

Hanya saja, mantan Pangdam Jaya itu menyesalkan dinamika pers yang kerap tidak mencerminkan etika dan semangat jurnalisme. “Beberapa kejadian, khususnya pada peristiwa politik kemarin terkesan media terjebak dalam menyebarkan pemberitaan hoaks. Nah, ini yang menurut saya penting untuk dievaluasi,” ungkap mantan Wakil Badan Intelijen Strategis (Bais) itu.

Meski begitu, dirinya menyebutkan jika kasus serupa hanya terjadi pada beberapa media saja. Sehingga hal itu cukup menjadi bahan evaluasi bagi insan pers ke depan yang semakin baik.

Selain itu, Joni Supriyanto juga sangat mengapresiasi dan turut bangga setelah dirinya didaulat sebagai Ketua Dewan Penasehat IMO-Indonesia.

“Terus terang saya sangat bangga atas kepercayaan yang diberikan oleh IMO untuk menjadi Ketua Dewan Syuro (Dewan Penasehat),” ucap Jenderal bintang tiga itu.

Di akhir acara, atas nama IMO-Indonesia, Ketum IMO Indonesia mengucapkan terima kasih kepada Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo dan Sekjen LPSK Noor Sidharta yang telah memfasilitasi kegiatan dialog IMO-Indonesia. (*)

Sumber berita (*/@yfi–Tim IMO Indonesia) Editor (+rony banase)

IMO Indonesia Pinta Dewan Pers Jadi Narasumber dalam Dialog Nasional

18 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Media Online (IMO)-Indonesia, Yakub Ismail, didampingi Dewan Pembina IMO-Indonesia, Yuspan Zalukhu, menggelar pertemuan dengan Dewan Dewan Pers pada Kamis, 7 November 2019 di Gedung Dewan Pers, Jakarta.

Pertemuan itu membahas sejumlah agenda terdekat IMO-Indonesia, salah satunya Dialog Nasional yang rencana akan digelar pada Sabtu, 16 November 2019.

Ada dua poin yang disampaikan Yakub Ismail pada pertemuan tersebut, pertama menyampaikan informasi terkait kegiatan dialog kepada pihak Dewan Pers, kedua meminta kesediaan pihak Dewan Pers secara kelembagaan untuk menjadi salah satu narasumber.

“Maksud kedatangan kami ingin memberitahukan kepada pihak Dewan Pers secara institusi bahwa dalam waktu terdekat ini kami (IMO-Indonesia) akan menggelar ‘Dialog Nasional’. Selanjutnya, kami juga meminta kesediaan dari pihak Dewan Pers untuk sekiranya menjadi salah satu pembicara di acara tersebut,” ungkap Yakub Ismail di hadapan pihak Dewan Pers di Gedung Dewan Pers.

IMO Indonesia saat audiens dengan perwakilan Dewan Pers

Merespon hal itu, Dewan Pers yang diwakili bagian Hukum, Adi, mengatakan akan menyampaikan informasi tersebut kepada pimpinan Dewan Pers.

Adi pun berjanji akan segera memberikan hasil laporan terkait permintaan dari IMO-Indonesia.

“Sebelumnya kami sampaikan terima kasih kepada IMO-Indonesia atas undangannya. Terkait kesediaan Dewan Pers untuk berpartisipasi dalam kegiatan dialog saya akan meminta tanggapan terlebih dahulu kepada pimpinan (Dewan Pers). Insya Allah dalam waktu terdekat akan kami sampaikan hasilnya,” ucap Adi.

Selain itu, Adi juga menyampaikan apresiasi kepada IMO-Indonesia dan berharap kegiatan Dialog Nasional bertajuk  ‘Pers Pemersatu Bangsa’ ini bisa berjalan dengan lancar.

Adapun rencananya kegiatan Dialog Nasional tersebut akan mengundang beberapa narasumber di antaranya, Kasum TNI Letjen Joni Supriyanto, Ketua Umum Kadin Indonesia Eddy Ganefo, Dewan Pengawas LPJK Nasional Bachtiar R. Ujung, Dewan Pers, serta Dewan Pembina/Pengurus IMO-Indonesia. (*)

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia)

Editor (+rony banase)

Ayo Vote Sarlin Jones dalam Ajang Miss Grand Internasional di Venezuela!

298 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Masuknya Miss Sarli Jones, Miss Grand Indonesia 2019 yang akan bertanding di ajang Miss Grand Internasional di Venezuela pada bulan Oktober 2019 diyakini akan berdampak positif terhadap Provinsi kelahiran Sarlin, Nusa Tenggara Timur.

Sarlin yang berasal dari NTT sebagai daerah yang kaya akan destinasi wisata alam dan budaya dengan mulai meningkatnya intensitas kunjungan turis mancanegara dan domestik ke Provinsi yang berdampingan dengan Bali tersebut akan menjadi magnet tersendiri untuk mendorong kemajuan NTT.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2019/10/05/sarlin-jones-miss-grand-indonesia-2019-siap-berkompetisi-di-venezuela/

Ketua Dewan Pengawas IMO-Indonesia, Andy Tjandra menilai adanya dampak positif tersebut dan mengapresiasi masuknya Sarlin dalam nominasi berskala internasional tersebut.

“Pasti akan berdampak positif bagi Indonesia pada umumnya dan NTT pada khususnya,” terang Andy kepada Wartawan pada Senin, 7 Oktober 2019 di Jakarta. Ia pun berharap Sarlin menjadi juara di ajang tersebut.

Bagian yang akan terdampak positif itu, dijelaskan Andy, adalah sektor pariwisata dan hiburan. “Dengan membawa nama Indonesia maka mohon dukungan dan suportnya untuk Sarlin,” pinta Andy.

Sarlin Jones dengan balutan kostum budaya saat perhelatan Miss Grand Indonesia

Lalu Andy menjelaskan cara untuk mendukung Sarlin agar menjadi juara di kompetisi tersebut, yaitu bersama-sama memberikan dukungan berupa Vote Miss Sarlin Jones dengan ‘Like Foto’ melalui link Facebook.

Berikut linknya:

https://m.facebook.com/MISSGRANDINTERNATIONAL/photos/a.2552204778135836/2552207368135577/?type=3&source=57&ref=m_notif&notif_t=feedback_reaction_generic

Vote tersebut untuk Top 5 Pre-Arrival Miss Grand International 2019. Ayo masyarakat NTT dan Indonesia bersama kita memberikan dukungan berupa Vote hingga Rabu, 9 Oktober 2019 pada pukul 04.00 WIB / 05.00 WITA/ 06.00 WIT (waktu lokal VENEZUELA GMT-4).

Poin yang bisa didapat dengan memberikan dukungan tersebut yaitu, 1 suka = 1 titik sedangkan 1 bagikan = 3 poin.

“Kalau bukan kita yang memberikan dukungan siapa lagi,” pinta Andy dengan penuh harap.(*)

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

Papua Bergejolak, Pemberitaan Papua Jadi Atensi IMO-Indonesia

24 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pemberitaan tentang Papua beberapa hari terakhir menjadi perbincangan masyarakat luas bahkan internasional, dan saat ini Indonesia menjadi negara yang mendapat perhatian dunia karena Papua.

Baca juga: 

https://gardaindonesia.id/2019/08/30/menkominfo-ri-pembatasan-layanan-data-di-papua-bersifat-sementara/

Maka, Pemerintah harus ekstra hati-hati. Demikian pernyataan Dewan Pengawas IMO-Indonesia, Tjandra Setiadji dalam keterangan persnya, pada Jumat 30, Agustus 2019 pagi di Jakarta dalam menyikapi kondisi Papua terkini.

“Pemerintah harus mengambil pelajaran atas kejadian soal Timor-Timur dalam menangani Papua saat ini,” jelas Tjandra Setiadi.

Tjandra juga mengimbau kepada media khususnya yang tergabung dalam IMO-Indonesia agar memperhatikan betul-betul isi pemberitaannya tentang Papua agar tidak memprovokasi.

Dewan Pengawas IMO-Indonesia, Tjandra Setiadji

“Itu tidak boleh terjadi!,” tegas Tjandra.

Menurut Tjandra, pengelolaan media sosial serta pemberitaan yang tidak benar dan berujung hoaks menjadi salah satu penyebab fenomena Papua bergejolak.

Tjandra juga menuturkan soal beredarnya video provokasi yang disebar di masyarakat Papua. Sehingga ada sebagian tersulut dan akhirnya menjadi gaduh.

“Orang yang tidak bertanggung jawab telah mengakibatkan Papua begini,” sebut Tjandra tokoh kelahiran Bagan Siapi-api itu.

Posisi Papua sangat strategis jangan sampai NKRI pecah hanya persoalan yang sebenarnya tidak prinsip,” pungkas Tjandra yang juga berprofesi sebagai Advokat itu.

Sebelumnya pada Kamis, 29 Agustus 2019, massa pendemo melakukan aksi anarkis dengan membakar mobil polisi dan massa pendemo dari Sentani sekitar 1.000 (seribu) orang mulai melakukan pelemparan batu terhadap toko-toko maupun bangunan yang ada di seputaran Expo Waena

Massa juga melakukan pembobolan Lapas Abepura dan narapidana melakukan perusakan serta pembakaran di area lapas.

Selain itu, massa pendemo melakukan tindakan anarkis dengan melempari Polsek Jayapura Selatan (Polsek Entrop) dan dibakar oleh massa pendemo dan melakukan penyerangan ke Polsek KP3 laut dan melakukan pembakaran pelabuhan kontainer. (*)

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia dan berbagai sumber)
Editor (+rony banase)

Audiens ke Mabes TNI, Kepala Staf Umum TNI Apresiasi IMO-Indonesia

16 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Sebagai organisasi badan usaha media online, Ikatan Media Online ( IMO )-Indonesia sejak dideklarasikan tahun 2017 terus melakukan konsolidasi dalam rangka pengembangan, sikap organisasi yang konsisten dalam menjaga pemberitaan yang berimbang dan berkhebinekaan.

Atas konsistensi tersebut IMO-Indonesia mendapat apresiasi langsung dari Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia, Letnan Jenderal TNI Joni Supriyanto pada saat Ketua Umum beserta Dewan Pembina dan Sekretaris Jenderal IMO-Indonesia yang pada hari Rabu siang, 7 Agustus 2019 beraudiensi di Mabes TNI Cilangkap dan diterima langsung oleh KASUM TNI di ruangannya.

Dalam sambutannya, jelas Ketua Umum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail kepada awak media pada Rabu 7 Agustus 2019 sore di Jakarta, KASUM TNI Letjen Joni Supriyanto yang didampingi oleh tiga orang stafnya, menyampaikan bahwa kiranya IMO-Indonesa sebagai organisasi badan usaha media online yang sedang berjalan saat ini dapat terus konsisten dalam pemberitaan yang berimbang dan berkehebinekaan, dengan begitu IMO-Indonesia dapat turut menjadi salah satu garda dalam menjaga kedaulatan bangsa, ujarnya

“KASUM menuturkan bahwa maraknya berita hoaks dan pemberitaan yang tidak berimbang sangat merugikan masyarakat dan bangsa, untuk itu negara hadir dalam menegakan aturan”, ujar Ketum IMO-Indonesia.

“KASUM juga mendorong agar IMO-Indonesia dapat lebih berperan serta dalam membantu pemberitaan di daerah agar seluruh potensi lintas sektor yang positif di wilayah dapat diangkat secara nasional. nanti kita akan komunikasikan lebih lanjut dalam bentuk sinergitas”, pungkas Yakub Ismail.

Dewan pimpinan pusat mengucapkan terima kasih stas dukungan yang diberikan oleh Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia Letnan Jenderal Joni Supriyanto kepada IMO-Indonesia.

Hadir dalam kesempatan audiensi tersebut Dewan Pembina IMO-Indonesia Dr. Yuspan Zaluku serta Sekretaris Jenderal IMO-Indonesia M. Nasir Bin Umar yang juga menyampaikan beberapa hal kepada Kasum TNI. (*)

Sumber berita (*/@yfi–Tim IMO-Indonesia) Editor (+rony banase)

Dewan Pers & IMO-Indonesia Sepakat Akhiri Sengketa

37 Views

Jakarta, Garda Indonesia | IMO-Indonesia dan Dewan Pers sepakat untuk mengakhiri sengketa yang sudah bergulir hampir satu tahun ini, pasalnya telah terjadi miss komunikasi antara organisasi ikatan media online ( IMO ) Indonesia dengan Dewan Pers yang sampai berujung ke meja hijau pada masa kepengurusan Dewan Pers sebelumnya.

“Sebetulnya kami selaku Dewan Pers merasa tidak pernah menggugat IMO-Indonesia. Kami menilai perkara ini timbul akibat miss komunikasi antara kami (Dewan Pers) dengan IMO-Indonesia. Karena itu kami sangat bersedia dengan terbuka bila perkara ini segera diakhiri secara baik-baik,” ujar Agung Darmajaya selaku Komisioner Dewan Pers unsur perusahaan pers, di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis, 25 Juli 2019.

Menanggapi itu, Ketua Umum IMO-Indonesia Yakub Ismail mengaku mengapresiasi itikad baik Dewan Pers yang bersedia menyambut kehadiran pengurus IMO pusat sekaligus membuat kesepakatan untuk mengakhiri sengketa sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

“Kesepakatan tersebut tentu menjadi suatu preseden yang positif bagi industri dan masyarakat Pers Indonesia,” kata Yakub menimpali Agung Darmajaya di gedung Dewan Pers saat tercapai kesepakatan untuk mengakhiri persengketaan.

Atas kesepakatan itu, Yakub berharap dengan hadirnya kepemimpinan baru di tubuh Dewan Pers mampu mendorong industri pers di tanah air menjadi lebih baik, sehingga turut memberikan informasi seluas-luasnya kepada publik.

Dewan Pers dan IMO Indonesia sepakat mengakhiri sengketa

“Saatnya kita tatap masa depan industri pers tanah air, komunikasi yang dijalin dengan baik akan menjadikan pers indonesia semakin harmonis dan kondusif, hal tersebut tercermin pada figur Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA sebagai Dewan Pers yang kiranya akan membawa Pers Indonesia ke arah yang lebih baik lagi”, ujar Yakub.

Tak lupa, Yakub juga mengaku berterima kasih kepada Dewan Pers atas pencapaian positifnya dalam menyudahi kasus yang sudah berlangsung hampir setahun ini.

“Kami sangat mengapresiasi respon cepat Dewan Pers dalam menyikapi permasalahan, untuk itu atas nama IMO-Indonesia beserta seluruh jajaran pengurus di tanah air saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Dewan Pers beserta seluruh jajarannya yang telah memfasilitasi dan memberikan solusi kepada kami,” tegas Yakub

Lebih lanjut, Yakub menjelaskan sebagai organisasi badan usaha perusahaan pers media online yang merupakan konstituen Dewan Pers. IMO-Indonesia patuh kepada undang-undang 40 tahun 1999 serta PERLEM yang diterbitkan oleh Dewan Pers.

“Maka dengan berakhirnya permasalahan tersebut, IMO-Indonesia dapat kembali fokus dalam menata organisasi serta melakukan konsolidasi secara berjenjang,” tandas dia.

Selain itu, Yakub menilai dengan adanya permasalahan yang terjadi antara IMO-Indonesia dengan Dewan Pers telah menjadikan IMO-Indonesia semakin dewasa dalam berorganisasi.

Hadir dalam pertemuan Audiensi, Dewan Pembina IMO-Indonesia Tjandra Setiadji, SH.,MH, Dr. Yuspan Zaluku, SH.,MH, Ketua Umum IMO-Indonesia Yakub F. Ismail, SE.,MM, Sekretaris Jenderal IMO-Indonesia M. Nasir Bin Umar, Pengurus DPP Vidi Simanjutak, SE serta Tim Kuasa Hukum IMO-Indonesia Muliansyah Abdurrahman, Kurniana dan Haris Samsuddin dan Teman-teman IMO Indonesia lainya. (*)

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

IMO-Indonesia Jalin Komunikasi dengan Dewan Pers

32 Views

Jakarta, Garda Indonesia | “Tim Papat yang didaulat oleh Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Media Online ( IMO ) Indonesia untuk membuka dan menjalin komunikasi sekaligus beraudiensi dengan dengan Dewan Pers akhirnya dapat terealisasi”, ujar Yakub F. Ismail Ketua Umum IMO-Indonesia kepada awak media di Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019.

Yakub juga menuturkan bahwa Tim papat yang dimaksud adalah tim yang terdiri dari Dewan Pembina Tjandra Setiadji, SH.,MH. Dr. Yuspan Zaluku, SH.,MH. Troy Elevon, SE.,MM serta Sekretaris Jenderal IMO-Indonesia M. Nasir Bin Umar.

Adapun pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat yang disampaikan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMO-Indonesia kepada Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Ir. KH. Muhammad Nuh DEA beberapa waktu yang lalu. Yang dalam kesempatan ini diterima Agus Sudibyo Anggota Dewan Pers unsur tokoh masyarakat.

Dewan Pembina IMO-Indonesia Tjandra Setiadji dalam sambutannya menuturkan bahwa IMO-Indonesia merupakan organisasi badan usaha perseroan pers yang berdiri pada tanggal 27 Oktober 2017 dan berafiliasi kepada Dewan Pers, yang saat ini sudah terbentuk di 20 Provinsi dengan jumlah anggota lebih dari 250 Media.

Tjandra juga menyampaikan permasalahan hukum yang yang sedang terjadi antara IMO-Indonesia dengan Dewan Pers yang disebabkan oleh mis komunikasi sebelum terbitnya surat edaran dimaksud. Dan hal tersebut mendapat tanggapan sangat serius dari Agus Sudibyo ( Dewan Pers – red) yang akan segera mengkomunikasikan secara internal agar ada solusi yang lebih baik.

Sedangkan, Troy Elevon ( Dewan Pembina IMO-Indonesia -red ) juga turut menyampaikan sekiranya apabila ada hal yang menyangkut pernyataan sikap maupun terkait pemberitaan pada media online yang merupakan anggota IMO-Indonesia.

“Mohon agar DPP dapat diberikan informasi pada kesempatan pertama untuk diklarifikasi atas permasalahan tersebut, sehingga tidak menjadi bias dan permasalahan dikemudian hari”, pinta Troy Elevon

Senada dengan Troy Elevon salah satu Dewan Pembina IMO-Indonesia Yuspan Zaluku yang juga turut hadir menyampaikan peran serta IMO-Indonesia menjadi bagian dari organisasi media yang berkebhinekaan dan menepis hoaks serta ujaran kebencian dalam pemberitaannya.

Sementara itu, M. Nasir Bin Umar selaku Sekretaris Jenderal IMO-Indonesia menuturkan tentang visi dan misi organisasi, Keberadaan IMO-Indonesia di berbagai daerah yang dapat memberikan nilai tambah akan informasi daerah dan potensinya untuk dapat diangkat dalam pemberitaan nasional.

“Pertemuan yang berlangsung pada hari Selasa siang, 16 Juli 2019 tersebut sangat bersahabat dan meraih respon yang cukup bagus; Agus Sudibyo ( Anggota Dewan Pers -red) mengapresiasi keberadaan IMO-Indonesia yang dengan visi dan misinya turut mencerdaskan kehidupan berbangsa dengan pemberitaan yang benar serta berimbang”, pungkas Dewan Pembina IMO-Indonesia Tjandra Setiadji. (*)

Sumber berita (*/@yfi IMO Indonesia)

Editor (+rony banase)

IMO-Indonesia Dorong Anggota Media Berbadan Hukum & Miliki Sertifikat UKW

19 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Umum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Yakub Ismail meminta kepada seluruh jaringan media online khususnya anggota perusahaan media yang tergabung agar memerhatikan dua hal pokok, yakni soal legalitas media dan kompetensi pewarta.

“Memang kalau kita perhatikan perkembangan media online belakangan ini cukup pesat. Namun, yang perlu diperhatikan adalah soal status badan hukum media online dan uji komptensi pewarta. Dua hal ini termasuk syarat mutlak yang wajib dipenuhi,” kata Yakub Ismail saat diwawancarai awak media dalam acara Halal Bi Halal pengurus Ikatan Media Online Indonesia di Aston Marina Ancol, Sabtu (15/6/2019).

Menurut Yakub, saat ini masih banyak media online yang belum mengantongi kedua syarat tersebut. Hal tersebut tentunya disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya adalah minimnya informasi yang didapat, Padahal, kata dia, justru dua syarat pokok itu menjadi dasar bagi masa depan sebuah media di tengah derasnya kompetisi antar media saat ini.

Lanjut Yakub, pentingnya media berbadan hukum itu bahkan sudah diatur dalam undang-undang. Itu berarti setiap media online tidak ada alasan untuk tidak mengurus legalitas media bersangkutan. Untuk itu, selaku Ketua IMO, dirinya mendorong agar setiap anggota IMO harus memerhatikan poin tersebut.

“Bahwa seluruh badan usaha pers khususnya media online yang menjadi segmen IMO-Indonesia segmen kita sudah harus berbadan hukum. Sebagaimana amanah undang-undang no 40 tahun 1999. Karenanya setiap anggota kita akan didorong kesana,” ujarnya.

Yakub sendiri mengakui bahwa saat ini masih banyak media online yang belum memiliki kedua syarat tersebut. Karena itu, dirinya bersama seluruh rekan-rekan di kepengurusan dewan pimpinan pusat IMO-Indonesia akan terus mendorong para anggota untuk dapat segera memenuhinya.

Dia juga menambahkan, sebagai fungsi pembinaan kepada anggota saat ini IMO-Indonesia tengah memfasilitasi para anggotanya untuk dapat membuat legalitas serta menyiapkan program edukasi bagi para pewarta yang bernaung di media-media anggota IMO-Indonesia agar memiliki sertifikat UKW (Uji Kompetensi Wartawan). (*)

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)