Arsip Tag: kadis kesehatan provinsi ntt

Tangani Covid-19, Dinas Kesehatan NTT Helat ‘On The Job Training’

43 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Perhatian dan keseriusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT khususnya Dinas Kesehatan sangat serius dalam penanganan penyebaran Corona Virus Disease (Covid)-19. Karena itu, untuk menyamakan persepsi dan gerak langkah, maka dihelat kegiatan pelatihan kerja lapangan (on the job training).

“Akan dilakukan kegiatan on the job training yang dilaksanakan di Rumah Sakit Prof. W Z Yohannes Kupang pada 27—28 Maret 2020,” ucap Kadis Kesehatan Provinsi NTT, Dr. drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes kepada awak media di pelataran Kantor Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Jalan Palapa Kota Kupang, pada Kamis, 26 Maret 2020.

Menurut dia, on the job training akan diikuti oleh seluruh kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se NTT, Direktur Rumah Sakit Kabupaten/Kota, dokter spesialis paru dan dokter spesialis penyakit dalam, petugas laboratorium, dan perwakilan perawat. “Kita berharap sekembalinya mereka dari kegiatan ini diharapkan tidak ada lagi keraguan dalam penatalaksanaan pasien Covid-19,” kata mantan Dirut rumah sakit Prof. W Z Yohannes Kupang.

Kegiatan on the job training sebut dokter Domi, akan diawali pengarahan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL). “Arahan Bapak Gubernur pada pukul 08.00 WITA dari ruangan Bapak Gubernur; karena Bapak Gubernur tidak bertemu langsung dengan peserta kegiatan,” jelas dokter Domi sembari menambahkan bahwa syarat-syarat yang namanya physical distancing dan social distancing sebisa mungkin dipenuhi yang sesuai dengan protap-protap yang ada, baik dari WHO maupun dari Kementerian Kesehatan RI.

Dijelaskannya, maksud dan tujuan dari kegiatan on the job training ini adalah untuk mengurangi kesimpangsiuran informasi dalam penatalaksanaan penanganan Covid-19 dan dilaksanakan simulasi penanganan pasien. (*)

Sumber berita (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor dan foto (+rony banase)

‘Update Covid-19 NTT’ Hingga 21 Maret 2020 ODP Mencapai 101 Orang

268 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Hingga saat ini kriteria Orang Dalam Pemantauan (ODP) terhadap risiko penularan infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 101 orang yang sebelumnya berjumlah 92 orang,” terang Kadis Kesehatan Provinsi NTT, drg. Domi Minggu Mere dalam sesi konferensi pers pada Minggu, 22 Maret 2020 pukul 14.30 WITA—selesai di Kantor Dinkes Provinsi NTT.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/03/21/covid-19-gubernur-ntt-tunda-festival-pariwisata-dan-tutup-destinasi-wisata/

Namun demikian, lanjut dokter Domi dan didampingi oleh Kabiro Humas dan Protokol Pemprov NTT, Dr Jelamu Ardu Marius;  dari 101 orang tersebut, 21 orang telah selesai pemantauan sehingga jumlah ODP saat ini 80 orang yang mana belum dilakukan rapid test atau tes cepat karena masih menunggu dari pusat. “Tetapi kami sudah menganggarkan dana untuk rapid test,” ungkap Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT yang mengenakan masker.

Imbuh dokter Domi,  “Karena mulai saat ini di setiap konferensi pers, atas koreksi dan masukan dari berbagai pihak, bakal dilaksanakan protokol keamanan dengan memakai masker dan membatasi jarak 1 (satu) meter antara narasumber dan para awak media,”

Mengenai sebaran ODP, secara gamblang dokter Domi menyampaikan di Kota Kupang 34 orang selesai pemantauan 10 orang (saat ini 24 orang), Lembata 2 orang, Manggarai Barat 12 orang, Kabupaten Kupang 2 orang, Sikka 26 selesai pemantauan 11 orang (saat ini 15 orang), TTS 3 orang, Manggarai Timur 1 orang, Flores Timur 2 orang, Malaka 1 orang, Alor 1 orang, Sumba Timur 2 orang, Belu 2 orang Sumba Barat Daya (SBD) 7 orang, Ende 2 orang, dan Manggarai 4 orang.

Dari 80 ODP tersebut, ungkap dokter Domi, saat ini hanya 5 (lima) orang yang dirawat di rumah sakit yakni 2 (dua) ODP di RS W Z Yohanes, 2 ODP di RS TC Hillers Maumere, dan 1 ODP di Ende sedangkan sisanya dirawat secara mandiri.

“Berdasarkan notifikasi dari teman-teman dari kabupaten dan frekuensi kenaikan ODP, maka harus diantisipasi dari sekarang karena melihat eskalasi dan penambahan ODP, maka sangat diperlukan Alat Pelindung Diri (ADP),” bebernya seraya berkata pihaknya telah berkoordinasi dengan pusat dan semoga pesawat yang telah berangkat ke China sepulangnya dapat membawa APD.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Gubernur NTT Apresiasi Sikap Sinode GMIT & Keuskupan Agung Kupang

96 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengapresiasi sikap dan langkah bijak yang dikeluarkan Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon dan Keuskupan Agung Kupang (KAK) yang membatasi dan meniadakan misa selama 2 (dua) minggu ke depan. Pembatasan ini sebagai akibat merebaknya penyebaran risiko penularan infeksi Corona Virus Disease atau Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Bapak Gubernur kami memberi apresiasi kepada Ibu Ketua Sinode GMIT yang sudah mengeluarkan kebijakan untuk membatasi kehadiran jemaat di gereja-gereja,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, pada Sabtu, 21 Maret 2020.

Apresiasi yang sama sebut Marius, juga diberikan kepada pihak Keuskupan Agung Kupang. “Kita juga memberikan apresiasi kepada Keuskupan Agung Kupang yang juga meniadakan misa selama dua minggu ke depan. Kita harapkan keuskupan lain di seluruh NTT untuk membuat kebijakan demi keselamatan umat. Hal ini perlu kami sampaikan kepada masyarakat NTT untuk tidak anggap remeh dengan virus ini,” pinta Marius.

Menurut dia, dari hari ke hari OPD (Orang Dalam Pemantauan) semakin meningkat. Ini menandakan bahwa penyebaran virus di Indonesia termasuk di NTT sangat eskalasi. “Walaupun status mereka ODP tetapi bukan tidak mungkin suatu saat bisa positif. Oleh karena itu, perlu kita antisipasi dengan cermat untuk melindungi kesehatan masyarakat kita. Selalu kita update setiap saat, ODP adalah warga NTT yang pulang dari provinsi terpapar. Sehingga kita perlu memutus mata rantai dan akan kita kaji secepatnya,” ungkap mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

Pemerintah Provinsi NTT kata Marius, sangat mengharapkan agar warga masyarakat NTT yang tidak memiliki kepentingan yang mendesak untuk tidak bepergian ke luar NTT. “Warga NTT dimohon untuk tidak bepergian. Begitu juga dengan para ASN untuk tidak melakukan perjalanan dinas. Kita harapkan pejabat pemerintah menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat. Kita dapat mengisolasi diri, dan menjauhkan diri dari daerah yang terpapar virus,” pinta Marius.

Kabiro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius

Bagi yang telah melaksanakan perjalanan ke daerah yang terpapar virus, sebut dia, segera memeriksakan kesehatannya agar tidak menular ke orang lain. “Tidak ada jalan lain bagi warga NTT selain mengisolasi diri, seperti yang dikatakan Bapak Gubernur. Proteksi diri sangat penting karena itu kita telah mengeluarkan beberapa kebijakan seperti instruksi kepada masyarakat NTT untuk melakukan social distancing,” ucap dia.

Dia menambahkan, “Kita harus menggunakan medsos (media sosial) dengan baik dan jangan berspekulasi. Anggaplah virus itu sudah ada di sekitar kita; agar kita jangan menganggap remeh virus ini.”

Marius juga mengajak warga NTT untuk belajar dari pengalaman warga masyarakat di Italia. “Bisa kita lihat dari negara lain yang terpapar virus seperti di Italia. Pada awalnya virus ini disepelekan sehingga pada akhirnya menyebabkan bencana yang luar biasa. Masyarakat NTT diminta untuk selalu bersiaga. Liburan anak sekolah juga diharapkan bukan berarti boleh pergi ke tempat yang ramai, seperti mall dan lain-lain,” katanya.

Kekurangan APD

Di tempat yang sama, Kadis Kesehatan Provinsi NTT, dokter Dominikus Minggu Mere mengaku, berdasarkan laporan dari lapangan ada kekurangan Alat Pelindung Diri (APD).

“Sesuai hasil rapat koordinasi (Rakor) yang diikuti seluruh Sekda kabupaten/kota, beberapa poin penting sudah disepakati berdasarkan keluhan di lapangan adalah kekurangan APD. Pemerintah akan segera menyusun rencana kebutuhan APD. Kita sudah menghitungnya dan tentunya APD tidak hanya di rumah sakit Provinsi tetapi juga untuk rumah sakit Kabupaten. Karena hal ini sudah masuk dalam kriteria bencana, artinya bahwa kita sudah harus mengambil langkah-langkah seperti menyiapkan anggaran tak terduga,” jelas mantan Dirut Rumah Sakit Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang.

Kadis Kesehatan Provinsi NTT, drg. Domi Minggu Mere

Diperlukan langkah strategis dan koordinasi yang efektif antara Pemerintah Provinsi NTT dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se NTT. “Perlu sinergi antara provinsi dan kabupaten. Sekembalinya dari Kupang, pada Sekda harus segera memfasilitasi pembentukan Gugus Tugas agar komando di dalam mengatasi problem besar ini bisa diambil alih oleh suatu koordinasi yang kuat, dalam hal ini Sekretaris Daerah,” harap dokter Domi.

Putus Mata Rantai

Di tempat terpisah, Ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Cabang Provinsi NTT, dokter Teda Litik mengharapkan, sikap tegas Gubernur NTT untuk memutus mata rantai penyebaran wabah virus Covid-19 di Provinsi NTT. “Saya minta Pak Gubernur harus cepat putus mata rantai penyebaran virus Covid-19 agar tidak ada yang positif di NTT,” pinta dokter Teda Litik, dari balik gagang telpon.

Dia berharap kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 ini segera diambil. “Cepat diputuskan jalur penerbangan dan jalur pelayaran dari dan ke Provinsi NTT. Selain itu, dari pusat juga sudah ada imbauan untuk social distancing. Ini akan memutuskan rantai penyebaran dengan cepat dalam dua minggu. Jika saya carier dan saya tetap beraktivitas; ini bisa menyebar ke orang lain. Tetapi jika saya di rumah dan tidak bertemu orang lain dan daya tahan tubuh saya baik maka saya bisa sembuh,” ucap dokter Teda yang pernah bertugas di Negara Timor Leste tahun 1999 silam. (*)

Sumber berita (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

‘Update Covid-19 NTT’ Per 19 Maret 2020 ODP Capai 41 Orang dan Akan Meningkat

133 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Berdasar data yang di-update sejak Kamis, 19 Maret 2020 pukul 21.00 WITA, dari laporan fasilitas kesehatan dan dinas kesehatan kabupaten/ kota, hingga saat ini jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) menjadi 41 orang. Jika siang ini ada perkembangan di beberapa fasilitas kesehatan, kami akan update dalam beberapa jam ke depan,” tutur Kepala Dinas Kesehatan NTT, drg. Dominikus Mere didampingi Kabiro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT, Dr. Marius Ardu Djelamu, M.Si. dalam jumpa pers pada Jumat, 20 Maret 2020 di ruangan media center Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/03/20/odp-covid-19-di-kota-kupang-14-orang-asn-kerja-di-rumah-hingga-4-april/

drg Domi Mere mengatakan jumlah ODP sebanyak 41 orang itu terdiri dari 18 orang dari Kota Kupang (sebelumnya 14 orang); 2 (dua) orang dari Lembata, 12 orang dari Sikka, 7 (tujuh) orang dari Manggarai Barat, dan 1 (satu) orang dari Kabupaten Kupang.

“Hampir 9 daerah di Indonesia terpapar Covid-19 dan di NTT berdasarkan forecasting, terdapat penerbangan maskapai langsung dari daerah terpapar seperti Bali langsung ke Sumba, Labuan Bajo, dan Sikka. Dan di daerah terpapar, banyak warga NTT yang bekerja di sana dan tidak menutup kemungkinan mereka akan kembali dan perkiraan saya jumlah ODP akan terus meningkat di minggu mendatang,” ujar Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Lanjutnya, “Prediksi kita, sumber bertambahnya ODP berasal dari bagian barat sedangkan dari bagian timur yakni Pemerintah Timor Leste telah melakukan lockdown. Maka, Bapak Gubernur NTT telah mengambil langkah antisipasi bagi ASN dengan mengeluarkan Instruksi Gubernur NTT No 2 Tahun 2020 untuk tidak melakukan perjalanan dinas ke luar daerah”.

Sementara itu, Kabiro Humas dan Protokol Pemprov Setda NTT, Dr. Marius Ardu Djelamu menyampaikan ada kecenderungan angka ODP naik dari waktu ke waktu. “Itu berarti masyarakat NTT wajib mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19), tentunya kita berharap agar Provinsi Nusa Tenggara Timur selalu terjaga dan dibutuhkan komitmen masyarakat untuk menjaga kesehatan,” pintanya.

Marius Ardu Djelamu juga mengimbau setiap warga NTT yang melakukan perjalanan dan datang dari daerah terpapar Covid-19 (Denpasar, Solo, Jakarta, Manado, Surabaya, Jawa Barat, Jogjakarta, Pontianak) agar dapat melakukan isolasi diri selama 14 hari sambil berkonsultasi dengan fasilitas kesehatan, puskesmas atau rumah sakit.

“Gubernur NTT juga telah mengeluarkan instruksi kepada kita semua agar dapat memproteksi diri dan orang lain. Kita juga mengharapkan agar RT/RW, Kepala Desa, Lurah untuk memantau warga yang melakukan perjalanan ke daerah yang terpapar virus corona,” pungkasnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

ODP Covid-19 di Kota Kupang 14 Orang, ASN Kerja di Rumah Hingga 4 April

166 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Sejak tanggal 3—18 Maret 2020 kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di Nusa Tenggara Timur NTT ada 24 orang yang sebelumnya hanya 15 orang,” terang Kadis Kesehatan Provinsi NTT, drg. Domi Minggu Mere dalam sesi update informasi tentang penyebaran Covid-19 pada Kamis, 19 Maret 2020 di Media Center Kantor Gubernur NTT.

Proses update terus dilakukan, imbuh drg Domi, sebaran ODP terbanyak berada di Kota Kupang 14 orang, Kabupaten Kupang 1 orang, Lembata 2 orang, dan Manggarai Barat 7 orang. “ Khusus ODP di Lembata dirawat di RS TC Hillers Maumere dan kita terus melakukan pembaharuan data secara terus-menerus dari waktu ke waktu,” terangnya didampingi oleh Kabiro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT, Dr. Marius Ardu Djelamu, dan Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum, Valeri Guru.

Perlu diketahui, jelas drg. Domi, bahwa tidak semua ODP diisolasi dan diobservasi di Rumah Sakit, “1 ODP di Kota Kupang saat ini berada di RS W Z Yohanes termasuk 1 (satu) ODP yang berasal dari RS Siloam,” ungkapnya.

Selain itu, beber drg. Domi, Dua hari lalu telah mengadakan rapat koordinasi termasuk dengan Perhimpunan Rumah Sakit Daerah agar semua memahami tentang kebijakan dan tata laksana Covid-19 di wilayah masing-masing.

“Hal-hal mengenai infrastruktur kesehatan termasuk kondisi di daerah agar dapat didukung oleh Pemerintah Provinsi NTT, oleh karena itu perlu dukungan dari berbagai pihak agar mereka dapat bekerja maksimal,” tandas Kadis Kesehatan Provinsi NTT.

Sementara itu, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore melalui Surat Nomor : BKPPD.443.1/357/III/2020 tanggal 19 Maret 2020 menyampaikan edaran bagi Aparatur Sipil Negara(ASN), guru dan anak sekolah terhitung 20 Maret—4 April 2020 tidak berkantor atau libur dengan melakukan tugas kedinasan dari rumah.

Namun, sebanyak 8 (delapan) dinas pelayanan publik seperti Puskesmas, Rumah Sakit, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Kebakaran, Dinas Kebersihan, Badan Penanggulangan Bencana dan Perusahaan Daerah tetap buka dengan mengatur jadwal kerja staf atau pelaksana.

Sementara, bagi pejabat setingkat Kepala Bagian, sekretaris dan Kepala Bidang, Kepala Sekolah, Camat, Sekretaris Camat, Lurah, Sekretaris Lurah, serta Bendahara tetap melaksanakan tugas di kantor sebagaimana mestinya. “Kebijakan ini sebagai tindak lanjut edaran menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi tentang sistem kerja ASN dalam upaya pencegahan penyebaran virus Covid 19 di lingkungan pemerintah,” ujar Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dalam siaran pers, Kamis, 19 Maret 2020.

Berdasarkan surat pemberitahuan tersebut, bagi ASN golongan IV dan staf atau pelaksana, guru dan anak sekolah agar pelaksanaan tugas kedinasan dengan bekerja dari rumah atau tempat tinggal terhitung 20 Maret—4 April 2020. Ketentuan mengenai sistem kerja pada perangkat daerah diatur oleh masing-masing kepala perangkat daerah.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

NTT Negatif Corona, RS Umbu Rarameha & Gabriel Manek Jadi Tambahan Rujukan

242 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Penyakit Infeksi Emerging (IPE) Covid-19 atau Corona Virus di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur hingga Senin, 16 Maret 2020, masih dalam status negatif atau belum ada pasien yang terpapar.  Penyakit yang merebak di seluruh dunia ini telah berdampak pada 172 orang di Indonesia, merenggut 5 nyawa dan 9 orang berhasil sembuh.

Kondisi negatif corona virus di Provinsi NTT, disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Dominikus Mere pada sesi presentasi terkait kesiapan medis dan rumah sakit dalam menghadapi penyebarannya di hadapan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL); Ketua DPRD Provinsi NTT, Emila Nomleni; Sekda Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing; Forkompinda, Wakil Bupati Belu, Sekda TTU, Ketua PLBN, Kepala Imigrasi, Kepala KKP Kupang, Manajemen RSU W Z Yohanes, dan semua stakeholder yang terkait di Aula Fernandes, Kantor Gubernur NTT.

“Hingga saat ini NTT masih negatif, namun terdapat 3 (tiga) pasien dengan kapasitas Orang Dengan Pemantauan (ODP) dan hasilnya negatif dirawat di RSU W Z Yohanes. 1 pasien ODP dari Lembata saat ini sedang dirawat di RS T C Hillers dengan penyakit penyerta yakni usus buntu, sebelumnya yang bersangkutan menetap di Inggris,” ujar drg Domi.

Lanjutnya, “1 (satu) lagi dari informasi RS Saint Gabriel Atambua dengan kondisi Orang Dalam Pemantauan dan dalam kondisi sehat”.

Sesuai dengan Kemenkes No 169 yakni penetapan 132 Rumah Sakit di Indonesia, imbuh drg. Domi, termasuk 3 (tiga) rumah sakit yakni RSU W Z Yohanes Kupang, RSUD TC Hillers Maumere, dan RSUD Komodo Labuan Bajo. “Saat ini kita juga sudah mempersiapkan peralatan, logistik dan tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut, dan kita juga akan membangun tiga posko siaga Covid-19 di NTT,” jelasnya.

Namun demikian, lanjutnya, karena kita sebagai Provinsi Kepulauan dan Terluar maka diusulkan kepada Kemenkes agar dapat ditambahkan 2 (dua) rumah sakit sebagai tempat rujukan penanggulangan penyakit Covid19 yaitu RSUD Umbu Rara Meha Waingapu dan RSUD Saint. Gabriel Belu.

Perihal alat pelindung diri telah diusulkan ke Menteri Kesehatan, ungkap drg. Domi kepada Gubernur VBL, karena kebutuhan di seluruh Indonesia sehingga ada keterbatasan alat pelindung diri, teman-teman dokter meminta untuk dilindungi dengan alat yang memadai, mudah-mudahan tidak terjangkit seperti di tempat lain.

Usai, mendengarkan laporan Kadis Kesehatan NTT, Gubernur Viktor Laiskodat menyampaikan bahwa untuk menjaga sentralisasi penyampaian informasi terkait Covid-19, maka semua informasi harus bersumber dari Kadis Kesehatan Provinsi NTT dan disampaikan oleh Kabiro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT, Dr. Marius Ardu Djelamu, M.Si.

“Informasi harus satu pintu dan penyampaian informasi terkait Covid-19 berasal dari Kabiro Humas dan Protokol Pemprov NTT,” tegas Gubernur VBL.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)