Arsip Tag: kadis kesehatan provinsi ntt

Kadis Kesehatan NTT dr Meserasi Ataupah Gagal Vaksinasi Covid, Ada Apa?

529 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Program Vaksinasi Covid-19 telah dimulai, diawali dengan penyuntikan kepada Presiden Jokowi pada Rabu pagi, 13 Januari 2021. Untuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dihelat pada Kamis pagi, 14 Januari 2021 pukul 08.30 WITA—selesai di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT.

Baca juga: https://gardaindonesia.id/2021/01/11/wakil-gubernur-ntt-josef-nae-soi-positif-covid-19/

Namun, ada beberapa pejabat yang batal menerima vaksinasi Covid-19 yakni Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL); Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi; keduanya terkonfirmasi positif Covid. Ketua DPRD Provinsi NTT, Emilia Nomleni juga tak ikut karena sedang menunggu hasil swab PCR, termasuk Kadis Kesehatan Provinsi NTT, dr. Meserasi Ataupah pun tak ikut program vaksinasi perdana di wilayah NTT tersebut.

Selain dr Meserasi Ataupah, pejabat publik yang batal menerima vaksinasi Covid-19 antara lain Kabiro Umum, George Hadjo; Kepala Badan Keuangan Daerah Zakarias Moruk. Sementara, yang berhasil menerima vaksin yaitu Sekda NTT, Benediktus Polo Maing; Rektor Undana, Prof. Fredrik Benu, Ketua Majelis Sinode GMIT, Pendeta Mery Kolimon; Direktur RSU W.Z. Johannes Kupang, dokter Mindo Sinaga; perwakilan Keuskupan Agung Kupang, Romo Donisius Manikin, dan Kepala Balai POM NTT, Yoseph Nahak.

Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing saat mengikuti tahapan Vaksinasi Covid-19

dr Stefanus Soka, SpB, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Kupang yang menghelat kegiatan Vaksinasi Covid-19 kepada Garda Indonesia pada Kamis siang, 14 Januari 2021 mengungkapkan bahwa dr Meserasi Ataupah sedang mengalami sakit asma.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/01/13/gubernur-provinsi-ntt-viktor-laiskodat-positif-covid-19/

“Beliau tidak ikut. Informasi dari sekretarisnya, Pak Kadis Kesehatan sedang sakit asma dan sedang kumat karena kalau asma tidak boleh divaksin,” terang dr. Stefanus Soka.

Vaksinasi Covid-19, imbuh dr Stefanus Soka menyampaikan, merupakan perhatian pemerintah untuk melindungi masyarakat sehingga pemilihan jenis vaksin sudah diperhitungkan dengan saksama. “Jenis vaksin Covid-19 ini aman, dengan kita menerima vaksin, kita sudah melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” tandasnya.

Selain informasi bahwa Kadis Kesehatan Provinsi NTT sakit asma, juga beredar informasi bahwa dirinya sedang menunggu hasil test rapid dari laboratorium kesehatan.

“Klarifikasi dari kepala laboratorium kesehatan, hasil rapid test pak kadis non reaktif, beliau tidak jadi divaksin karena  kurang sehat, asma beliau kambuh dari semalam,” ungkap salah satu pejabat di Dinas Kesehatan Provinsi NTT seraya menyampaikan semoga besok (Jumat, 15 Januari 2021) bisa kembali fit.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama oleh jefry—medika star

Pelatihan Vaksinator Covid-19 di Tiga Provinsi Dibuka Gubernur NTT

456 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Balai Pelatihan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI menghelat kegiatan Pelatihan Tata Laksana Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas dan Rumah Sakit di Provinsi NTT, NTB, dan Kalimantan Utara secara virtual pada 7—9 Januari 2021.

Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memperoleh kehormatan membuka secara langsung pelatihan vaksinator atau juru suntik Covid-19 yang dilakukan secara virtual melalui aplikasi zoom pada Kamis pagi, 7 Januari 2021 di ruang rapat Gubernur NTT, Gedung Sasando.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/01/05/400-juru-suntik-dilatih-vaksinasi-covid-19-selama-seminggu/

Gubernur NTT dalam sambutannya saat membuka pelatihan menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan vaksinator atau Juru Suntik Vaksin Covid-19 ini sangat penting sehingga dirinya hadir untuk membuka. “Acara ini super penting, karena pelatihan ini langkah terjadi dan akan memberikan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah,” ujarnya di hadapan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi; Kadis Kesehatan Provinsi NTT, dr. Meserasi Ataupah; dan Kabid Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Joyce Tibuludji, SKM, MKes.

Turut hadir Staf ahli Gubernur NTT, Anwar Pua Geno dan Imanuel Blegur, para Kabid dan staf Dinas Kesehatan Provinsi NTT beserta para fasilitator pelatihan.

Lanjut Gubernur VBL, pelatihan ini super penting karena para vaksinator bakal menjadi bagian dalam menentukan kualitas pelayanan secara global. “ Saya juga ingin terus mendorong agar pelatihan seperti ini dapat diikuti dengan disiplin tinggi dan mampu menjalankan krisis secara baik,” pintanya.

Gubernur VBL pun meminta para vaksinator untuk dapat menjelaskan kepada masyarakat karena banyak yang belum memahami tentang tata cara vaksinasi Covid-19. “Vaksinator perlu menjelaskan kepada masyarakat bagaimana dampak dari vaksin dan dapat menjadi agen pemerintah yang dapat memberikan gambaran jelas saat masyarakat membawa diri mereka untuk divaksin,” tegasnya.

Gubernur NTT, Wakil Gubernur NTT, dan Kadis Kesehatan Provinsi NTT saat memberikan salam sehat kepada para peserta pelatihan vaksinator Covid-19

Selain itu, Gubernur VBL juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan dan meminta seluruh fasilitator agar dapat memberikan pelatihan secara baik kepada para vaksinator Covid-19.

Sementara itu, Kabid Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Joyce Tibuludji, SKM, MKes. mewakili Kadis Kesehatan Provinsi NTT, menyampaikan, vaksinator bertugas menyuntikkan vaksin ke dalam tubuh seseorang dan tugas bidang SDM untuk menyiapkan para vaksinator pada gelombang kedua angkatan ke-19 dan 20 dengan alokasi masing-masing 200 peserta.

“Target peserta pelatihan vaksinator di Provinsi NTT sebanyak 2.455 yang terbagi di 410 puskesmas (masing-masing puskesmas 5 orang), untuk rumah sakit 3 orang, dan Dinas Kesehatan di 22 kabupaten/kota termasuk Dinas Provinsi NTT masing-masing 5 orang,” ungkap Joyce.

Lama pelatihan, imbuh Joyce, dilakukan dalam waktu 4 (empat) bulan hingga Juni 2021 dan gelombang berikut naik menjadi 800 orang per pelatihan. “Para peserta juga difasilitasi pulsa sebesar 100 ribu rupiah dengan mengikuti pelatihan secara daring dan diikuti dengan simulasi vaksinasi yang didampingi oleh fasilitator,” tandasnya.

Terpisah, Kasie Pengembangan SDM Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Merpati Nalle,  S.Sos., M.M. menyampaikan peserta yang mengikuti pelatihan pada 7—9 Januari 2021 merupakan dokter, perawat atau bidan dari 13 kabupaten/kota di Provinsi NTT. “Untuk tanggal 11—13 Januari 2021 sedang disiapkan para peserta pelatihan sekira 200 orang,” terangnya.

Adapun alokasi peserta pelatihan vaksinator Covid-19 dari Provinsi NTT, tandas Merpati, sebagai berikut Kota Kupang 28 peserta, Sabu Raijua 7, Manggarai Timur 21, Nagekeo 7, Malaka 21, Sumba Tengah 8, Rote Ndao 12, Ende 25, Sikka 19, Flores Timur 21, Lembata 9, Belu 16, dan Timor Tengah Utara 6 peserta.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

400 Juru Suntik Dilatih Vaksinasi Covid-19 Selama Seminggu

489 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Vaksin Covid-19 produksi Sinovac telah tiba di Bandara El Tari Kupang pada Selasa pagi, 5 Januari 2021. Kedatangan 13.200 vaksin Covid-19 tersebut dijemput oleh tim Gugus Tugas Covid-19 dan petugas Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selanjutnya, sebagai tahap awal, vaksin Covid-19 tersebut akan digunakan untuk vaksinisasi 6.600 tenaga kesehatan (nakes) yang tersebar di sekitar 370 fasilitas kesehatan (fakes) di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, dr. Meserasi Ataupah pada Senin, 4 Januari 2021, mengatakan waktu vaksinasi Covid-19 kepada para tenaga kesehatan usai dilakukan pelatihan kepada para juru suntik. “Fakes yang ada sekitar 370, maka minimal juru suntik yang dilatih sekitar 400 orang,” ungkapnya.

Ditanya terkait waktu pelatihan kepada para juru suntik, dr Meserasi menyampaikan bahwa dibutuhkan waktu sekitar 1 (satu) minggu. “Proses vaksinasi Covid-19 kepada para tenaga kesehatan usai pelatihan juru suntik dan durasi penyuntikan 2 (dua) kali dengan jeda waktu sebanyak 14 hari,” jelasnya.

Untuk sementara, imbuh dr. Meserasi, para tenaga kesehatan yang diprioritaskan memperoleh vaksinasi Covid-19 dan terkait waktu tiba Vaksin Covid-19 tahap kedua, ia menyampaikan belum memperoleh informasi dari pusat.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Selain Kasus Covid-19, DBD di 11 Kabupaten Jadi Perhatian Dinas Kesehatan NTT

429 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kadis Kesehatan Provinsi NTT, Dr.drg. Domi Minggu Mere, M.Kes dalam sesi jumpa media pada Senin, 13 Juli 2020 menyampaikan dari hasil pemeriksaan 46 sampel swab dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Sumba Barat Daya, Sumba Timur, dan T.T.U; terkonfirmasi 1 kasus tambahan konfirmasi positif Covid-19 baru di wilayah Nusa Tenggara Timur yaitu dari Kabupaten Kupang 1 Kasus (Pelaku Perjalanan).

Akhir-akhir ini, terang drg Domi, penambahan jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTT berasal dari pelaku perjalanan. Terkait kondisi itu, maka Dinas Kesehatan di kabupaten/kota telah melakukan pemantauan intensif dan melakukan penelusuran atau tracing di daerah terpapar.

Jumlah pasien yang dirawat ada 31 orang, beber drg Domi, dari Kota Kupang 3 orang, Sikka 6 orang, Flores Timur 1 orang, 1 di Manggarai, 2 pasien di Nagekeo, 8 orang dirawat Manggarai Barat, 3 pasien di Sumba Timur, Sumba Barat 4 pasien, 1 orang dirawat di Sumba Barat Daya, dan 1 orang dari Timor Tengah Utara (T.T.U) dan Kabupaten Kupang 1 orang.

Dari 22 kabupaten/kota di Provinsi NTT, imbuh drg Domi, jumlah kabupaten terpapar Covid-19 sebanyak 14 kabupaten.

Selain kondisi pasien positif Covid-19, Kadis Kesehatan Provinsi NTT juga menyorot perlunya kewaspadaan terhadap peningkatan kasus demam berdarah karena hingga saat ini ada 56 kasus kematian demam berdarah.

“Ada beberapa kabupaten yang harus menjadi perhatian khusus dengan memberlakukan sistem kewaspadaan dini dan respons,” ungkapnya seraya menyampaikan terdapat 11 kabupaten di Provinsi NTT yang menjadi perhatian.

Adapun 11 kabupaten yang menjadi perhatian Dinas Kesehatan Provinsi NTT terhadap kasus kematian Demam Berdarah Dengue (DBB) yakni : Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Belu, Alor,Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende, Ngada, Manggarai Barat, dan Sumba Barat Daya.

Sementara itu, tandas drg Domi, kabupaten lain bukannya tidak menjadi perhatian khusus kasus DBD, namun perlu juga diperhatikan dan perlu dilakukan kewaspadaan dini.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Terkonfirmasi 1 Positif Covid-19 dari Kota Kupang, 29 Orang Masih Dirawat

359 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dari hasil pemeriksaan terhadap 44 sampel swab [berasal dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Sumba Barat Daya, dan Sumba Timur]; terdapat penambahan 1 (satu) kasus baru positif Covid-19 di Provinsi NTT.

Demikian penyampaian Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr.drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. dalam keterangan pers kepada awak media pada Sabtu, 11 Juli 2020.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/07/09/1-kasus-positif-covid-19-di-timor-tengah-utara-mahasiswa-kuliah-di-semarang/

Satu kasus baru positif Covid-19 di Kota Kupang, imbuh drg Domi merupakan hasil transmisi atau penularan lokal.

Hingga saat ini ada 29 orang yang dirawat di berbagai rumah sakit di Nusa Tenggara Timur dari total 124 kasus di Nusa Tenggara Timur.

“Di Kota Kupang 3 orang, Sikka 6 orang dirawat, Flores Timur 1, Manggarai 1 orang, 2 orang di Nagekeo, Manggarai Barat 7 orang, Sumba Barat Daya 1 , Sumba Timur 3 orang, 4 orang di Sumba Barat dan Timor Tengah Utara 1 orang,” urai drg Domi.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto utama oleh pixabay

1 Kasus Positif Covid-19 di Timor Tengah Utara, Mahasiswa Kuliah di Semarang

714 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. dalam keterangan pers pada Kamis, 9 Juli 2020 menyampaikan dari hasil pemeriksaan 46 sampel swab di Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof.W..Z. Johannes Kupang dan 2 sampel swab diperiksa menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) di Manggarai Barat, diperoleh hasil 2 (dua) kasus positif Covid-19.

Dari pemeriksaan tersebut, ungkap drg Domi, diketahui terdapat 1 (satu) pasien positif Covid-19 di Manggarai Barat. “Pasien tersebut baru kembali dari Makassar,” ujarnya.

Selain itu, lanjut drg Domi, ada 1 (satu) pasien positif Covid-19 yang dilaporkan dari Timor Tengah Utara (T.T.U). “Pasien tersebut merupakan seorang mahasiswa dari Semarang, tanggal 29 Juni 2020 dilakukan swab di sana dan pada 3 Juni 2020 tiba di T.T.U,” ungkapnya seraya menyampaikan hasilnya baru diketahui hasil koordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 di Semarang.

Dengan bertambahnya 1 kasus baru di Kabupaten T.T.U, maka jumlah kabupaten yang terpapar Covid-19 sebanyak 13 kabupaten/kota yakni Kota Kupang, T.T.S, T.T.U, Rote Ndao, Sikka, Ende, Flores Timur, Nagekeo, Manggarai, Manggarai Barat, Sumba Barat, Sumba Timur, dan Sumba Barat Daya.

Dengan demikian, imbuh drg Domi, total pasien yang sedang dirawat sebanyak 29 orang di antaranya di Kota Kupang 3 orang, 6 orang di Sikka, 1 di Flores Timur, 1 di Manggarai, 1 pasien di Nagekeo, 7 orang dirawat Manggarai Barat, 3 pasien di Sumba Timur, Sumba Barat 4 pasien, 1 orang dirawat di Sumba Barat Daya, dan 1 orang dari Timor Tengah Utara (T.T.U). Sementara jumlah kasus positif Covid-19 di Provinsi NTT menjadi 123 kasus, 93 orang sembuh dan 1 meninggal.

Domi Mere yang juga menjabat sebagai Kadis Kesehatan Provinsi NTT ini juga menyampaikan kabar gembira bahwa terdapat 1 (satu) pasien sembuh Covid-19 dari Manggarai Barat.

Penulis dan editor (+ rony banase)
Foto utama oleh okezone.com

Hingga 2 Juli 2020, Total Pasien Sembuh Covid-19 di NTT Mencapai 88 Orang

511 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere dalam rilis kepada awak media pada Kamis, 2 Juli 2020; menyampaikan dari 94 sampel swab yang diperiksa dari Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Manggarai Barat terkonfirmasi 1 (satu) kasus positif Covid-19 dari Kabupaten Flores Timur [kluster lokal].

“Satu pasien positif Covid-19 di Kabupaten Flores Timur tersebut merupakan pekerja yang sudah satu bulan berdomisili di sana,” ungkap drg. Domi.

Sebelumnya, pada Rabu, 1 Juli 2020, dari hasil pemeriksaan swab terhadap 94 sampel swab yang berasal dari Kota Kupang, Kabupaten Nagekeo, dan Sumba Barat Daya; semuanya negatif Covid-19. “Hasil pemeriksaan di Lab Bio Molekuler RSUD Prof. W. Z. Johannes Kupang, semuanya negatif,” urai drg Domi sembari menyampaikan terdapat 1 (satu) pasien sembuh dari Nagekeo klaster Magetan.

Secara gamblang, drg Domi yang juga menjabat sebagai Kadis Kesehatan Provinsi NTT menyampaikan data terperinci jumlah kasus, pasien sembuh dan sedang dirawat, dan kasus meninggal sebagai berikut :

  • Kota Kupang 35 kasus, 1 meninggal, dan 29 orang sembuh Covid-19, dan 5 pasien dirawat;
  • Sikka 27 kasus, 21 sembuh, dan 6 pasien sedang dirawat;
  • Flores Timur 3 kasus, 2 sembuh, 1 dirawat;
  • Manggarai 1 kasus dan sedang dirawat;
  • Nagekeo 3 kasus, 1 sembuh, dan 2 sedang dirawat;
  • Manggarai Barat 16 kasus, 9 sembuh, dan 7 pasien sedang dirawat;
  • Sumba Timur 11 kasus, 8 sembuh, dan 3 sedang dirawat;
  • Sumba Barat Daya 1 kasus dan sedang dirawat;
  • Sumba Barat 4 kasus dan sedang diisolasi di RSUD Waikabubak.

Sementara untuk Kabupaten T.T.S, Rote Ndao, dan Ende, semua pasien telah sembuh.

Dengan demikian, imbuh drg Domi, pasien sembuh Covid-19 di Provinsi NTT sebanyak 88 orang dan 30 pasien sedang dirawat dari 119 kasus, “Kita berharap, ke depan semakin banyak pasien yang sembuh dan mudah-mudahan berangsur diperoleh hasil negatif di beberapa kabupaten,” harapnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

drg Domi Mere : 71 Pasien Sembuh dari Total 111 Kasus Positif Covid-19 di NTT

342 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Hasil pemeriksaan sampel Swab dari Lab Biomolekuler RSUD Prof.W.Z. Johannes Kupang pada Sabtu, 20 Juni 2020, terkonfirmasi 3 kasus positif baru yakni 2 kasus di Sumba Timur dari klaster lokal dan 1 kasus di Sumba Barat Daya dari klaster impor.

Demikian penyampaian Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr.drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. dalam sesi jumpa media. Sehingga, imbuh drg Domi, total kasus Positif Covid-19 di Provinsi NTT mencapai 111 kasus.

“Dari 111 kasus tersebut, 71 pasien sembuh dan masih dirawat sebanyak 39 orang dan 1 meninggal dunia,” ungkap drg Domi.

Adapun jumlah kasus dan sebaran pasien Covid-19 di Provinsi NTT, beber drg Domi, sebagai berikut :

  1. Kota Kupang 33 kasus positif, 26 orang sembuh, 1 meninggal, dan 6 orang dirawat;
  2. Sikka 27 kasus positif, 17 pasien sembuh, dan 10 orang dirawat;
  3. Manggarai Barat 16 kasus positif, 7 sembuh, dan 9 dirawat;
  4. Ende 12 kasus positif, 8 orang telah sembuh, dan pasien dirawat;
  5. Sumba Timur 10 kasus positif, 7 pasien sembuh, dan 3 dirawat;
  6. Timor Tengah Selatan (T.T.S) 4 kasus positif, 4 pasien tersebut telah sembuh;
  7. Nagekeo 3 kasus positif dan semuanya masih dirawat;
  8. Rote Ndao 2 kasus dan semuanya telah sembuh;
  9. Flores Timur 2 kasus positif, 1 pasien sembuh dan 1 sedang dirawat;
  10. Manggarai 1 kasus positif dan sedang menjalani perawatan.

Penulis, editor dan foto utama (+rony banase)