Arsip Tag: kasum letjen tni joni supriyanto

Kasum TNI Buka Rakor Bidang Operasi 2020, Upaya Capai Tugas Pokok TNI

61 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto membuka secara resmi Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Operasi TNI tahun 2020 bertempat di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Kamis, 13 Februari 2020.

Mengusung tema “Melalui Rapat Koordinasi Bidang Operasi TNI, Kita Tingkatkan Interoperability Antar Satuan Dalam Menyukseskan Pilkada Serentak 2020 dan Pencapaian Tugas Pokok TNI”,  Kasum TNI mengatakan bahwa Rapat Koordinasi Operasi TNI tahun 2020 diselenggarakan sebagai media bagi Pimpinan TNI untuk membangun komunikasi dengan unsur-unsur Kotama Operasi TNI.

“Guna mengevaluasi pelaksanaan program kerja dan anggaran tahun 2019 serta menentukan arah kebijakan Pimpinan pada program kerja dan anggaran tahun 2020 dalam bidang operasi dan latihan TNI,” jelas Kasum TNI.

Foto bersama para peserta Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Operasi TNI tahun 2020 bertempat di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Kamis, 13 Februari 2020.

Lanjut Kasum TNI, Dinamika perkembangan lingkungan strategis yang telah disampaikan dalam Rapat Pimpinan TNI bulan Januari lalu, ditambah dengan perkembangan internal TNI dengan terbentuknya beberapa organisasi baru seperti Kogabwilhan, Koopssus TNI dan Pusinfomar TNI, menuntut TNI agar dapat melaksanakan tugas pokoknya secara optimal melalui Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Dan keberhasilan pelaksanaan operasi tidak akan terlepas dari siklus pembinaan latihan yang terencana, terarah, terpadu dan berkesinambungan.

Kasum TNI mengingatkan bahwa di awal tahun 2020, Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. telah menetapkan Pokok-Pokok Kebijakan Panglima TNI Tahun 2020 di Bidang Operasi dan Latihan. Untuk itu, seluruh peserta rakor agar mencermati, memahami dan mengimplementasikan kebijakan yang sudah ditetapkan sesuai dengan peran, fungsi dan tugas masing-masing.

Para peserta dapat menyamakan visi dan misi dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang menjadi program Mabes TNI tahun 2020 di bidang operasi dan latihan.(*)

Sumber berita (*/Puspen TNI)
Editor (+rony banase)

PB Perbakin Helat ‘Sintong Panjaitan Shooting’ Sambut SEA Games & PON 2019

275 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pergelaran Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games) 2019 sebentar lagi dimulai. Masing-masing negara peserta kini tengah mempersiapkan para atletnya untuk meraup medali sebanyak mungkin pada even bergengsi tersebut.

Menyambut agenda 2 tahunan itu Pengurus Besar Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (PB Perbakin) kini sedang menghelat sejumlah kegiatan (pertandingan) untuk memaksimalkan kemampuan para atlet petembak di tanah air.

Ketua Umum PB Perbakin, Joni Supriyanto mengatakan saat ini pihaknya terus mengadakan kegiatan bulanan untuk meningkatkan kualitas para atlet petembak di semua kategori usia.

“Jadi setiap bulan kita fokus mengadakan kejuaraan. Hal itu untuk dijadikan bahan evaluasi sekaligus meningkatkan kualitas atlet petembak yang kita miliki,” ungkap Joni Supriyanto yang juga Kepala Staf Umum Mabes TNI dalam Konferensi Pers yang berlangsung di Gedung Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, pada Rabu, 18 September 2019.

Untuk bulan ini, PB Perbakin tengah fokus menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sintong Panjaitan Shooting Championship 2019 yang akan berlangsung selama 22—29 September 2019 di area Lapangan Tembak Senayan, Jakarta.

Mantan Pangdam Jaya itu menjelaskan, penyelenggaraan Kejurnas ini sebagai bagian dari agenda bulanan yang disiapkan pengurus PB Perbakin dalam mempersiapkan para atletnya untuk even bergengsi internasional serta prakualifikasi PON pada 2020 mendatang.

“Khusus pertandingan Sintong Panjaitan Shooting Championship 2019, kegiatan ini dimaksudkan selain untuk pemantapan jelang SEA Games juga sebagai ajang Prakualifikasi PON 2020 di Papua,” ujarnya.

Menurutnya, pertandingan yang diselenggarakan rutin setiap bulan ini sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan tembak para atlet dibandingkan bentuk kegiatan lain.

“Kenapa harus (jenis kegiatan) pertandingan yang dipilih, sebab ini akan membiasakan para atlet kita untuk bertanding. Ini sangat berbeda dengan jenis kegiatan lainnya.”

Adapun pada even Kejurnas kali ini, yang diikuti adalah para peserta dari tiap-tiap provinsi baik itu para atlet pelatnas maupun nonpelatnas.

“Jadi kita berikan kesempatan kepada seluruh atlet untuk menunjukkan kemampuannya. Sehingga kita tidak menutup kesempatan bagi atlet nonpelatnas. Jika ternyata mereka (nonpelatnas) memiliki kemampuan lebih baik tentu merekalah yang akan kita ambil,” tukas Eks Wakil Badan Intelijen Strategis (BAIS) itu.

Diketahui, kegiatan SEA Games akan dihelat pada 30 November–11 Desember 2019. Sedangkan untuk PON XX 2020 akan digelar pada 9—21 September. (*)

Sumber berita (*/Tim IMO-Indonesia)
Editor (+rony banase)

Gerakan SUCI—Optimasi Air Bersih Bagi Warga Gunung Kidul

47 Views

Yogyakarta, Garda Indonesia | Gunung Kidul beribukota Wonosari terletak di sebelah tenggara Kota Yogyakarta. Di sebelah selatan atau kidul (bahasa Jawa) dari Pegunungan Sewu, menyebabkan wilayah ini disebut Gunung Kidul atau Gunung Selatan. Kondisi alam Gunung Kidul sebagai salah satu kabupaten dengan luas wilayah sebesar 46,63% dari luas wilayah D.I Yogyakarta memang merupakan daerah yang didominasi bebatuan kapur dan karang.

Menurut sejarahnya, wilayah ini jutaan tahun yang lalu adalah dasar laut, yang akibat pergeseran lempeng bumi baik secara tektonik, vulkanik dan kejadian alam lainnya mengakibatkan wilayah dasar laut ini muncul di permukaan. Sehingga tidak heran jika kondisi tanah di Gunung Kidul didominasi oleh batu-batu karang dan kapur, bahkan seringkali masih ditemukan fosil-fosil kerang dan hewan laut lainnya.

Kolonel CPL Simon Petrus Kamlasi kepada IMO-Indonesia, pada Minggu 14 Juli 2019 menyampaikan tentang kondisi tanah yang kering, tandus, berbatu, gersang dan banyaknya sungai-sungai bawah tanah seperti umumnya tanah karst, membuat sulitnya pasokan air, pertanian di Gunung Kidul pun tidak berjalan optimal.

“Pertanian lebih banyak mengandalkan pengairan dari air hujan (sawah tadah hujan) yang sangat tergantung pada musim, dan kurangnya air bersih”, ujar Kolonel CPL Simon Petrus

Ia juga menuturkan bahwa selama ini upaya dari pemerintah setempat dalam meminimalkan krisis air adalah dengan mendistribusikan air dari sumber air Kali Puring (tempat satu-satunya sumber air yang dimanfaatkan dan didistribusikan, sebelum ditemukannya sumber air baru yang lebih besar di Goa Pulejajar ini) menggunakan mobil tangki ke penduduk.

“Namun pasokan air dari mobil tangki tersebut sering terhambat, apalagi di musim kemarau, karena debit air di sumber air Kali Puring semakin kecil debit airnya saat musim kemarau”, ungkap Kolonel CPL Simon Petrus Kamlasi

Dengan pemanfaatan sumber air baru yang debit airnya jauh lebih besar dari sumber air Goa Pulejajar melalui pengangkatan air ke permukaan dan dialirkan ke masyarakat, bisa membantu warga dalam memenuhi kebutuhan air, baik kebutuhan air bersih untuk kehidupan sehari-hari, juga untuk kebutuhan pengairan pertanian, yang semula 90% persawahan mengandalkan air di musim hujan menjadi pertanian sepanjang waktu, digunakan untuk peternakan, budidaya ikan air tawar, dan lain sebagainya.

Pencarian Sumber Air

Kurangnya ketersediaan air inilah yang mendorong para pemuda desa yang tergabung dalam Kombi (Komunitas Merangkul Bumi) tergerak untuk mencari titik-titik potensi sumber air bersih di wilayah Gunung Kidul.

Sebenarnya ada banyak sungai mengalir, namun jenis sungai ini adalah sungai bawah tanah. Untuk membawa air tersebut ke permukaan tanah memerlukan usaha yang tidak mudah. Inilah yang sedang diupayakan oleh para pemuda desa beserta komponen masyarakat lainnya.

Salah satu titik sumber air bawah tanah dengan jumlah air yang cukup besar berhasil ditemukan di dalam Goa Pulejajar di Pedukuhan Nglaban, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Desa Jepitu adalah salah satu desa yang ada di Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul. Desa ini berjarak 40 kilometer di selatan Gunung Kidul, berdekatan dengan Pantai Wedi Ombo. Daerah ini mengalami krisis air bersih hampir sepanjang tahun.

Gerakan SUCI dan Dukungan TNI

Ditemukannya sumber air dengan debit air yang besar di Goa Pulejajar memunculkan harapan baru pada masyarakat akan ketersediaan air, apalagi di musim kemarau. Uji coba untuk mengalirkan air sungai dari bawah tanah ke permukaan pun dilakukan.

Berawal dari menggunakan pipa kecil atas swadaya masyarakat, air berhasil dinaikkan ke permukaan. Namun hanya bisa pada jangkauan yang sangat kecil, yaitu di sekitaran mulut goa.

Ikhtiar masyarakat pun berlanjut, mencoba untuk mengalirkan air ke tempat yang lebih jauh dengan debit yang lebih besar agar manfaatnya lebih dirasakan masyarakat. Namun tentu saja hal ini membutuhkan biaya yang besar, mengingat lokasi Goa Pulejajar di dekat Pantai Wedi Ombo, yang lokasinya cukup jauh dari pemukiman warga.

Kasum Letjen TNI Joni Supriyanto

Pada tanggal 14 September 2018, dengan dukungan dari Kasum Letjen TNI Joni Supriyanto yang juga merupakan putra daerah asli dari Gunung Kidul, inisiator Gerakan SUCI (Semangat Untuk Cinta Indonesia) yang sangat peduli terhadap tanah kelahirannya, mengutus Kapaldam Jaya Kolonel CPL Simon P. Kamlasi untuk mensupervisi dan turun langsung ke dalam perut bumi untuk mengeksplorasi sungai bawah tanah yang berada di Goa Pulejajar bersama dengan para pemuda sekitar yang tergabung dalam Komunitas Merangkul Bumi (Kombi) dan tim dari Kodim 0730/Gunung Kidul, Yogyakarta.

Gerakan SUCI merupakan sebuah gerakan yang dicetuskan oleh Kasum TNI Joni Supriyanto. Sebuah gerakan untuk mencintai Indonesia.

Gerakan untuk kembali ke kampung halaman, desa-desa, mengangkat serta memberikan solusi atas berbagai masalah yang terjadi di daerah/kampung halaman masing-masing. Juga sebuah gerakan kembali meneladani nilai-nilai nenek moyang kita, yang guyup rukun gotong royong, tanpa meminta balas jasa tertentu.

Pengangkatan Air Ke Permukaan

Dari hasil eksplorasi yang dilakukan, ditemukan fakta bahwa sumber air utama yang ditemukan di Goa Pulejajar berjarak sekitar 1.300 meter dari mulut goa, dengan kedalaman 19 meter.

Beberapa kebutuhan mendesak adalah ketersediaan pipa dengan kapasitas besar, juga pompa untuk mengangkat dan mengalirkan air dengan debit yang lebih besar hingga lebih dekat dan mudah diakses oleh penduduk sekitar.

Kebutuhan pipa dan sarananya hingga air bisa dinikmati oleh penduduk merupakan sumbangan langsung dari Kasum TNI Letjen Joni Supriyanto.

Selamatan Pipanisasi  dan Pengangkatan Air Bawah Tanah

Pada hari Jumat, 12 Juli 2019 pukul 14.30 WIB telah dilaksanakan acara selamatan untuk mengawali kegiatan pipanisasi dari sumber air hingga ke permukaan. Hal ini dimaksudkan agar selama proses pipanisasi dapat berjalan dengan aman lancar tanpa gangguan dan hambatan. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai ajang silaturahmi seluruh warga masyarakat sehingga dapat saling bahu membahu dan bekerja sama serta saling menjaga selama proses pipanisasi dan seterusnya.

Meskipun Kasum TNI pada saat itu sedang berada di Amerika Serikat, beliau masih menyempatkan memberikan perhatian besar terhadap kelancaran kegiatan pipanisasi. Beliau berpesan, melalui Kolonel CPL Simon P. Kamlasi supaya seluruh warga bekerja sama dan bergotong royong sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang dicontohkan oleh para pendahulu tanpa berharap imbalan tertentu.

Para pejuang kemerdekaan telah banyak berkorban untuk merebut dan mempertahankan negeri ini, jangan sampai negara ini pecah, rusak, bubar hanya karena pertikaian pihak tertentu. Para pendahulu kita telah mengajarkan, tidak ada ruang untuk perasaan pribadi, yang diutamakan adalah kepentingan yang lebih besar, kepentingan NKRI harga mati.

Kerja nyata yang diperlihatkan oleh para pemuda di Goa Pulejajar Desa Jepitu, diharapkan juga menjadi contoh para pemuda lainnya, tidak banyak bicara tapi menghasilkan karya nyata yang bisa dirasakan manfaatnya oleh sebanyak-banyaknya masyarakat sekitar, sebagai salah satu bentuk mengisi kemerdekaan negeri.

“Besar harapan dari Kasum TNI Joni Supriyanto, Gerakan SUCI di Goa Pulejajar dapat menginspirasi dan diteruskan oleh seluruh anak bangsa di seluruh penjuru tanah air kita tercinta”, pungkas Kolonel CPL Simon Petrus Kamlasi. (*)

Sumber berita (*/@yfi – IMO-Indonesia)
Editor (+rony banase)