Arsip Tag: kasus covid di ntt

Sampai Kapan Covid-19 Berakhir

616 Views

Oleh : Dra. Bernadeta Meriani Usboko, M.Si. Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Kesra

Saat ini seluruh belahan bumi resah karena tidak pasti masa tinggalnya Covid-19. Ibarat anak manusia, kehadirannya sangat dirindukan dan menggemaskan. Berbeda dengan makhluk yang satu ini. Besarnya tak terlihat mata telanjang, keberadaannya tidak disadari dan kejamnya melebihi bom nuklir. Sakit, takut, gelisah dan sangat meradang hadirnya.

Dalam permenungan panjang kupandangi langit biru yang begitu tenang dan dalam batin aku bertanya, Covid-19 mengapa kau harus datang, mengapa planet bumi ini juga dihuni olehmu dan mengapa engkau enggan pergi, ini salah dan dosa siapa?. Tuhan…masih adalah setitik cinta-Mu untuk kami?.

Banyak berita yang aku perolehi dan perdebatan silih berganti memenuhi benakku, benakmu dan benak mereka tentang ketidakpastian kapan Covid-19 berakhir. Beradaptasi dengan kebiasaan baru merupakan pilihan tepat akan kehadiran Covid-19. Beradaptasi dengan kebiasaan baru protokol kesehatan perlu didisiplinkan, kerja sama semua pemangku kepentingan sangat penting. Di samping itu, dialog dan diskusi dengan berbagai pihak, membangun kemitraan, juga penting untuk belajar dari berbagai pengalaman dalam menyikapi makhluk yang satu ini, juga perlu sinergi dalam pencegahan dan penanganannya bahkan kerja sama antar wilayah dan negara.

Ini tantangan besar dan berat, kesehatan dan ekonomi perlu diseimbangkan dengan tepat. Bagaimana orang sakit dapat bekerja mencari nafkah, bagaimana memenuhi kebutuhan pokok?. Bagaimana dapat bekerja bebas dan bukan hanya bersuara bebas?. Tidak dapat mungkiri, kita harus dapat bekerja, kebutuhan harus tercukupi dan itu vital.

Ketika pemerintah melonggarkan kebijakan seperti tempat kerja, pasar, rumah ibadah bahkan sebentar lagi pilkada serentak kemungkinan besar angka Covid-19 naik dan muncul kluster baru. Untuk mencegahnya, selain taat protokol kesehatan, sangat diperlukan komunikasi, informasi dan edukasi terutama bagi masyarakat yang tak terjangkau dan tak terlayani yang minim informasi.

Perlu ditingkatkan kewaspadaan antara orang yang satu dengan orang yang lain. Kita tidak tahu apakah pada diri kita, orang lain juga demikian dan atau pada orang yang barusan ketemu. Waspada itu penting kata bang Napi, demikian pula kita dalam mewaspadai pergerakan Covid-19.

Mencermati maraknya penularan covid-19 yang diperoleh dari berbagai media dan tercatat tentang NTT dari Pusdalops NTT (Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT), kasus positif Covid-19 hingga Minggu, 11 Oktober 2020, terkonfirmasi 565 kasus, masih dirawat 205 pasien, sembuh 353 orang dan meninggal 7 orang; Probable 1 kasus, sembuh 1 dan meninggal 6 orang; Suspek saat ini 65 orang, sembuh 2.309, meninggal 26 orang; Kontak Erat saat ini 976 orang, dan selesai 3.884 orang.

Berita tentangnya terus menyusul entah kapan akan surut dan berakhir, karena itu, kita harus waspada dan taati protokol kesehatan. Kita mesti berkomitmen dengan menjaga diri sendiri dan orang-orang tercinta kita di rumah, tempat kerja dan lingkungan di mana kita berada. Berkaitan dengan hal tersebut di atas, langkah yang telah dilakukan antara lain menaati regulasi linier dan bersinergi dari pusat sampai daerah, protokol kesehatan (pemakaian masker, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, jaga jarak), lockdown, pembatasan sosial berskalah besar (PSBB), pembatasan penumpang dan Pool Test.

Dalam rangka menghambat lonjakan penularan Covid-19 dan mendukung masyarakat NTT kembali pada zona hijau, maka diseminasi informasi sebagai berikut :

Pertama, Perbanyak frekuensi penyebaran informasi positif singkat, padat dan jelas dalam berbagai bentuk (selebaran, poster, siaran radio, folder, cerita berseri seperti hidup sehat bebas corona, diskusi, talk show) ke seluruh pelosok secara terpadu dan berkesinambungan;

Kedua, Penyebaran informasi dapat menggunakan/memanfaatkan Lembaga keagamaan/rumah ibadah, tempat-tempat umum dan strategi dengan menggunakan papan reklame, spanduk dan videotron;

Ketiga, Perketat patroli, ronda, penjagaan tempat-tempat strategis dari kerumunan orang banyak dan pemberian sanksi yang dapat memberi efek jerah;

Keempat, Batasi penumpang darat, laut dan udara baik masuk maupun keluar dari dan ke NTT termasuk kabupaten dan kota;

Kelima, Batasi aktivitas masyarakat pada jam malam di luar rumah;

Keenam, Setiap lembaga pemerintah, swasta, sekolah, toko-toko, warung/rumah makan, tempat umum dan setiap rumah wajib menjalankan protokol kesehatan dengan menyiapkan sarana cuci tangan, hand sanitizer dan menggunakan masker;

Ketujuh, Informasi yang disampaikan bersumber dari instansi yang berwenang dan dapat dipertanggungjawabkan kemudian disebarluaskan oleh dan untuk semua;

Kedelapan, Informasinya dikemas menarik, isinya singkat, padat dan jelas disertai gambar untuk mendukung masyarakat yang belum melek huruf;

Kesembilan, Selain informasi pencegahan Covid-19, informasikan juga pola hidup sehat seperti hindari stres, perbanyak minum air panas, olahraga dan konsumsi Vitamin C serta istirahat yang cukup.

Kesepuluh, Masalah Covid-19 sangat berdampak pada ekonomi masyarakat karena itu, perlu mencari solusi terbaik dan terpadu, secara khusus memberi perhatian kepada masyarakat yang bekerja serabutan melalui keterampilan hidup yang terorganisir dengan baik dan pendampingannya dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini instansi yang punya kewenangan dengan melibatkan tokoh kunci setempat.

Permenunganku berlanjut … Sampai kapankah gerangan, hati kami mendung dikerandakan Covid-19. Koyakkan hatimu dan bukan bajumu, kita bersatu dan angkat hati. Teringat aku pada bacaan Kitab Suci 1 Raja-Raja 17 : 7-24 tentang Elia dan janda di Sarfat. Kusimak bacaan tersebut, ternyata Iman dan kepercayaan yang menyelamatkan. Tuhan kami percaya Engkau berkuasa atas segalanya, jika Engkau membuka tingkap langit dan mencurahkan berkat tidak ada yang dapat menutupnya atau sebaliknya.

Terima kasih Tuhan kami masih diberi waktu untuk berbenah. Kuatkan dan sertai kami dalam situasi ini. Hanya kepada Tuhan kami berharap dan berpasrah. Suara Ryan Lasso dengan judul lagu Waktu Tuhan Pastilah Yang Terbaik, menyadarkan lamunanku. (*)

Foto utama (*/istimewa)
Editor (+rony banase)

NTT Zona Rendah Risiko Covid-19, Marius Djelamu : Itu Peran Pemda & Masyarakat

265 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Tingkat penyebaran Covid-19 di berbagai negara begitu tinggi, termasuk di Indonesia. Namun, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menempatkan diri di Zona Risiko Rendah penyebaran Covid-19. Bahkan data nasional Covid-19 per 24 Juni 2020 menunjukkan NTT masih memiliki nol kasus positif Covid-19 selama beberapa hari.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius menjelaskan bahwa kunci dari keberhasilan berjalannya protokol kesehatan di NTT adalah kesadaran masyarakat itu sendiri. Hal ini juga didukung dengan pengontrolan oleh para Bupati dan perangkat daerah terhadap arus orang antar wilayah.

“Bahkan tidak hanya kontrol oleh Bupati, tetapi ketua RT dan warga pun sangat kuat mengontrol keluar-masuknya orang,” ujarnya pada konferensi pers melalui ruang digital di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Jakarta, pada Kamis, 25 Juni 2020.

Selain itu, strategi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTT untuk mengajak masyarakat mematuhi protokol kesehatan adalah melakukan sosialisasi secara rutin di berbagai medai massa, baik media konvensional maupun media baru.

Marius menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 juga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat NTT. Namun, selama pandemi ini justru sangat terlihat solidaritas masyarakat dengan berbagi sembako, masker serta alat pelindung diri (APD).

“Kami memberikan apresiasi kepada masyarakat dan semua asosiasi, tidak hanya di dalam NTT tapi juga dari luar NTT, yang juga menyebarkan ‘virus-virus kemanusiaan’, ” jelasnya.

Kasus Positif yang Ditemukan di NTT Berawal dari Imported Case

Marius juga menceritakan sejak kasus Covid-19 muncul di Indonesia, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat segera membentuk tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 meskipun belum terdapat kasus di provinsi tersebut. Gubernur NTT juga menginstruksikan semua aparatur sipil negara untuk tidak melakukan perjalanan ke luar daerah.

Oleh karena itu, NTT menjadi satu dari sedikit provinsi di Indonesia yang tidak memiliki kasus Covid-19 selama kurang lebih tiga minggu sejak penyebarannya di Indonesia.

Marius menambahkan kasus pertama di NTT ditemukan akhir April 2020. “Kasus itu pun merupakan imported case,” tambahnya.

Kasus impor atau Imported case merupakan kasus positif Covid-19 yang didapatkan dari luar daerah. Sehingga pada konteks ini adalah kasus pada orang yang telah melakukan perjalanan ke luar daerah dan kembali ke Kupang, NTT. Kemudian setelah itu terjadi pula kasus transmisi lokal, yaitu penyebaran antar masyarakat setempat, yang mana semuanya kini sudah tertangani. Marius juga menyampaikan persentase kesembuhan pasien Covid-19 di NTT yang hampir mencapai 80%.

Pada awal Mei 2020, jumlah kasus positif Covid-19 di NTT mulai meningkat. Namun kemudian jumlahnya terus berfluktuasi atau turun-naik. “Sampai dengan saat ini, pemeriksaan lab (menunjukkan hasil) negatif, bahkan ada lebih dari lima hari (hasilnya) negatif,” tutupnya. (*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)
Editor (+rony banase)

drg Domi Mere : 71 Pasien Sembuh dari Total 111 Kasus Positif Covid-19 di NTT

259 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Hasil pemeriksaan sampel Swab dari Lab Biomolekuler RSUD Prof.W.Z. Johannes Kupang pada Sabtu, 20 Juni 2020, terkonfirmasi 3 kasus positif baru yakni 2 kasus di Sumba Timur dari klaster lokal dan 1 kasus di Sumba Barat Daya dari klaster impor.

Demikian penyampaian Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr.drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. dalam sesi jumpa media. Sehingga, imbuh drg Domi, total kasus Positif Covid-19 di Provinsi NTT mencapai 111 kasus.

“Dari 111 kasus tersebut, 71 pasien sembuh dan masih dirawat sebanyak 39 orang dan 1 meninggal dunia,” ungkap drg Domi.

Adapun jumlah kasus dan sebaran pasien Covid-19 di Provinsi NTT, beber drg Domi, sebagai berikut :

  1. Kota Kupang 33 kasus positif, 26 orang sembuh, 1 meninggal, dan 6 orang dirawat;
  2. Sikka 27 kasus positif, 17 pasien sembuh, dan 10 orang dirawat;
  3. Manggarai Barat 16 kasus positif, 7 sembuh, dan 9 dirawat;
  4. Ende 12 kasus positif, 8 orang telah sembuh, dan pasien dirawat;
  5. Sumba Timur 10 kasus positif, 7 pasien sembuh, dan 3 dirawat;
  6. Timor Tengah Selatan (T.T.S) 4 kasus positif, 4 pasien tersebut telah sembuh;
  7. Nagekeo 3 kasus positif dan semuanya masih dirawat;
  8. Rote Ndao 2 kasus dan semuanya telah sembuh;
  9. Flores Timur 2 kasus positif, 1 pasien sembuh dan 1 sedang dirawat;
  10. Manggarai 1 kasus positif dan sedang menjalani perawatan.

Penulis, editor dan foto utama (+rony banase)

Pemeriksaan 74 Sampel Swab di Provinsi NTT pada 1—2 Juni Negatif Covid-19

353 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Hasil pemeriksaan terhadap sampel swab yang telah menunggu antrean lama dari berbagai kabupaten di Provinsi NTT selama dua hari, 1—2 Juni 2020 dinyatakan negatif Covid-19

Pada Senin, 1 Juni 2020, Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, memeriksa 46 sampel dari Kota Kupang, yakni RSUD W. Z Yohanes, Wirasakti, RSUD SK Lerik; diperoleh hasil negatif.

Begitu pun pada Selasa, 2 Juni 2020, dari 28 sampel swab yang berasal dari RT Wirasakti, RSUD Soe, RSUD Ende, dan RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang.

Baca juga: https://gardaindonesia.id/2020/05/31/dua-anak-positif-covid-19-di-kota-kupang-3-positif-di-ende-hasil-transmisi-lokal/

Semua sampel yang diperiksa selama 2 hari dinyatakan negatif. “Hari ini, hasil pemeriksaan sampel, semuanya negatif,” ungkap Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. dalam jumpa pers pada Selasa sore, 2 Juni 2020.

Sampel Swab tersebut, imbuh drg. Domi merupakan sampel yang telah diterima duluan oleh Gugus Tugas (antrian lama, red). “Karena sampel jika dibiarkan lama akan menyebabkan kualitas pemeriksaan bakal menurun,” ujarnya sembari mengatakan bahwa usia sampel sekitar 2—4 hari.

Dengan demikian, tandas drg Domi, jumlah kasus Positif Covid-19 di Provinsi NTT masih tetap 97 kasus.

Ada pun kasus positif Covid-19 di Provinsi NTT dengan peringkat kasus yakni Sikka 27 kasus, Kota Kupang 27 kasus, Manggarai Barat 14 kasus, Ende 9 kasus, Sumba Timur 8 kasus, T.T.S 4 kasus, Nagekeo 3 kasus, Rote Ndao 2 kasus, Flores Timur 2 kasus, dan Manggarai 1 kasus.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Dua Anak Positif Covid-19 di Kota Kupang & 3 Positif di Ende Hasil Transmisi Lokal

902 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Hari ini dari 96 sampel swab yang diperiksa di Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof Dr W.Z. Johannes Kupang diperoleh hasil 5 positif Covid-19,” sebut Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. saat jumpa media pada Minggu sore, 31 Mei 2020 di Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

Lima positif Covid-19 tersebut, imbuh drg. Domi terdiri dari 3 (tiga) positif Covid-19 di Kabupaten Ende, imbuh drg. Domi, merupakan hasil transmisi atau penularan lokal. “Sedangkan 2 (dua) positif Covid-19 di Kota Kupang merupakan anak-anak yang berasal dari satu keluarga yang terpapar dari orang tuanya,” ungkapnya.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/05/30/1-positif-covid-19-transmisi-lokal-1-sembuh-dari-kota-kupang-total-92-kasus/

Mengenai usia anak yang tertular Covid-19 di Kota Kupang, drg. Domi mengungkapkan bahwa usia dua anak tersebut berkisar 6—7 tahun. “Saat ini sedang dirawat bersama orang tuanya,” kata drg. Domi.

Jadi total kasus positif Covid-19 di Provinsi NTT, lanjut drg. Domi, menjadi 97 kasus dengan perincian Kota Kupang 27 kasus, sembuh 10, meninggal 1 orang, dan sedang dirawat 16 pasien; Soe 4 kasus, sembuh 1 orang, dan 3 pasien dirawat.

Di Manggarai Barat 14 kasus, sembuh dari Covid-19 Sebanyak 2 orang, dan dirawat 12 pasien. Sumba Timur 8 kasus, 1 sembuh, dan 7 pasien dirawat.

“Sementara, di Ende jumlah kasus bertambah dari sebelumnya Sabtu, 30 Mei 2020 sebanyak 6 kasus, kini bertambah 3 kasus menjadi 9 kasus,” urai drg. Domi sembari mengatakan 3 pasien baru tersebut, saat ini belum dirawat dan kemungkinan besar merupakan hasil transmisi atau penularan lokal.

Dengan demikian sebaran kasus positif Covid-19 di Provinsi NTT dengan peringkat kasus yakni Sikka 27 kasus, Kota Kupang 27 kasus, Manggarai Barat 14 kasus, Ende 9 kasus, Sumba Timur 8 kasus, T.T.S 4 kasus, Nagekeo 3 kasus, Rote Ndao 2 kasus, Flores Timur 2 kasus, dan Manggarai 1 kasus.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto utama oleh rocky

Tiga Kasus Positif Covid-19 dari Ende, 50 Sampel Swab Sumba Siap Diperiksa

422 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr.drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. dalam jumpa media pada Senin siang, 18 Mei 2020 di Biro Humas dan Protokol Setda NTT, menyampaikan dari 22 kabupaten/ kota, 10 kabupaten/kota telah terpapar Covid-19 atau merupakan wilayah Zona Merah Covid-19 di Wilayah NTT.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/05/17/positif-covid-19-di-ntt-tambah-9-kasus-1-kasus-baru-di-manggarai-total-68-kasus/

“Hari ini kami menyampaikan, dari swab yang diperiksa di Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, diperoleh hasil 3 sampel terkonfirmasi positif Covid-19 berasal dari Kabupaten Ende klaster Gowa,” ujar drg. Domi didampingi oleh Karo Humas dan Protokol Setda, Dr. Jelamu Ardu Marius.

Lanjutnya, “Beberapa waktu lalu, hasil koordinasi kami dengan Kadis Kesehatan Kabupaten Ende, dr. Muna Fatma sedang melakukan rapat bersama DPRD dan Jajaran Eksekutif. Diketahui bahwa ketiganya, imbuh drg. Domi, merupakan kerabat dekat sehingga memudahkan untuk dilakukan contact tracing secara detail.

“Ketiganya akan diisolasi di RSUD Ende,” ungkap drg Domi yang juga merupakan Kadis Kesehatan Provinsi NTT sembari menyampaikan bahwa hingga saat jumlah kasus Positif Covid-19 menjadi 71 kasus.

Sementara itu, saat ini, urai drg. Domi, dengan bantuan dari BPBD Manggarai Barat telah mengumpulkan sampel swab dengan menggunakan helikopter dari beberapa kabupaten yakni Manggarai Barat, Ruteng, Maumere, dan Lembata

“Dan menurut rencana, kami juga akan mengambil sampel swab di Sumba yang mencapai lebih dari 50 sampel swab yang siap dikirim ke Kupang, namun karena keterbatasan, maka Gubernur NTT mengambil langkah-langkah untuk mempercepat pengiriman ke Kupang,” tandas drg. Domi.

Ada pun sebaran kasus Positif Covid-19 di Provinsi NTT dengan peringkat kasus yakni Sikka 26 kasus, Kota Kupang 15 kasus, Manggarai Barat 12 kasus, Sumba Timur 7 kasus, Ende 4 kasus, Rote Ndao 2 kasus, T.T.S 2 kasus, Flores Timur 1 kasus, Nagekeo 1 kasus, dan Manggarai 1 kasus.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Waspada ! Tiga Lokasi Zona Merah Covid-19 di Kota Kupang

1.691 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius dalam sesi konferensi pers pada Jumat malam, 15 Mei 2020, mengungkapkan 3 (tiga) pasien Covid-19 baru di Kota Kupang baru terkonfirmasi melalui transmisi atau penularan lokal yang berada tiga zona merah.

“Tiga Lokasi Zona Merah tersebut yakni di Oepoi, Bakunase dan Oesapa,” beber Marius yang juga menjabat sebagai Karo Humas dan Protokol Setda NTT.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/05/15/tambah-8-kasus-positif-covid-19-tiga-kasus-transmisi-lokal-di-kota-kupang/

Kepada awak media, Marius menyampaikan secara terbuka agar seluruh warga Kota Kupang dapat mengetahui dan lebih waspada. “Ancaman ini sudah sangat dekat dengan kita dan ini akibat transmisi lokal sehingga kita harus lebih waspada,” tegasnya.

Marius menjelaskan, ketiga orang positif Covid-19 akibat transmisi lokal yang menunjukkan kontak fisik dengan pasien yang sudah terpapar. “Seluruh warga NTT agar benar-benar mematuhi protokol kesehatan karena yang terkonfirmasi positif awalnya adalah orang tanpa gejala,” imbaunya.

Disampaikan Marius, virus corona bukan lagi di tempat yang jauh tetapi kini sudah ada di sekitar kita. “Tidak ada cara lain, selain memproteksi diri dengan mengikuti protokol kesehatan yang ada,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere kepada wartawan memaparkan, terdapat penambahan 8 kasus Covid-19 di Provinsi NTT. “Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium swab dari RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, hari ini kami laporkan bahwa terjadi penambahan jumlah kasus Covis-19 sebanyak 8 orang,” ujar drg. Domi.

Dengan bertambahnya 8 kasus Covid-19 pada Jumat, 15 Mei 2020, maka jumlah kasus Covid-19 di Provinsi NTT mencapai 47 kasus. “ Satu pasien positif di Sumba Timur, kini sedang dirawat di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, tiga positif di Kota Kupang dirawat di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, dan empat positif Covid-19 di Sikka dirawat di RSUD TC. Hillers Maumere,” tandas drg. Domi Mere.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Tambah 8 Kasus Positif Covid-19, Tiga Kasus Transmisi Lokal di Kota Kupang

672 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Berdasar laporan dari Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, hasil pemeriksaan terhadap 46 swab, diketahui ada penambahan 8 pasien positif Covid-19,” terang Kadis Kesehatan Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere dalam sesi konferensi pers pada Jumat, 15 Mei 2020 pukul 13.00 WITA di Ruang Biro Humas dan Protokol Setda NTT.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/05/14/9-kasus-positif-covid-19-ntt-dari-maumere-dan-labuan-bajo-total-39-kasus/

Ada pun perincian, imbuh drg. Domi, penambahan 3 pasien positif Covid-19 dari transmisi atau penularan lokal di Kota Kupang, 4 positif di Maumere Sikka dari klaster KM Lambelu dan 1 kasus dari Sumba Timur.

“Dengan demikian jumlah kasus Positif Covid-19 di Provinsi NTT sebanyak 47 kasus, dengan sebaran Kota Kupang 14 kasus, Sikka 12 kasus, Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 12 kasus, T.T.S 2 kasus, Rote Ndao 2 kasus, Nagekeo 1 kasus, Ende 1 kasus, Flores Timur 1 kasus, dan Sumba Timur 2 kasus,” pungkas drg. Domi yang juga menjabat sebagai Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)