Arsip Tag: kasus positif covid di ntt

Covid-19 Naik di NTT, Pelabuhan Udara & Laut Tak Tutup dan Wajib ‘Pool Test’

963 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Kebijakan penutupan bandara dan pelabuhan laut sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di NTT yang mengalami kontraksi 1,96 persen (kuartal kedua, red). Atas dasar tersebut, maka kita berlakukan apa yang kita sebut new normal,” jelas Kadis Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka dalam sesi jumpa media pada Senin siang, 28 September 2020 di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT.

Meski angka kasus Positif Covid-19 di Provinsi NTT terus merangkak naik, namun Pemprov NTT tidak akan menutup jalur penerbangan udara maupun pelayaran laut. Kondisi ini, sebut Isyak Nuka, “Pilihan untuk membatasi itu tidak mudah, karena ekonomi harus berjalan, terutama distribusi logistik dan kita tak bisa mendeteksi saat awal bahwa seseorang terkonfirmasi positif Covid-19, namun kita mendorong agar protokol kesehatan diberlakukan ketat.”

Kondisi new normal di Provinsi NTT, imbuh Isyak, untuk penerbangan maupun pelayaran dalam wilayah NTT bebas ketentuan rapid test dan swab, termasuk surat keterangan kesehatan. “Itu semua kita bebaskan, agar para pelaku perjalanan di dalam wilayah NTT seolah-olah merasakan masa sebelum kasus Covid-19 merebak,” urainya.

Ķecuali, pelaku perjalanan dari luar NTT, terang Isyak Nuka, mereka harus menggunakan rapid test, dites suhu tubuh dan mengisi HAC. “Termasuk yang ke luar NTT berlaku hal yang sama, maka setelah new normal angka positif di NTT meningkat akibat dari pelaku perjalanan di Labuan Bajo maupun di Bandara El Tari Kupang,” ungkapnya.

“Kita di NTT, tak melakukan swab,” ungkap Isyak.

Seperti kita tahu bersama, urai Isyak, rapid test itu berlaku 14 hari. “Pada saat dia melakukan rapid test itu negatif, namun bisa saja pada hari ketujuh saat berada di wilayah NTT, dia (pelaku perjalanan, red) terkonfirmasi positif Covid-19. Ini memang menjadi kesulitan kita di pintu-pintu masuk dan menjadi kesulitan petugas di KKP,” ungkapnya.

Oleh karena itu, beber Isyak, Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Perhubungan NTT mencoba menggandeng Forum Akademia NTT (FAN) yang menemukan pengetesan cepat Covid-19 terhadap para pelaku perjalanan atau dinamakan Pool Test. “Ini memang belum diuji coba, teman-teman sedang men-setting, kita telah berkoordinasi dengan KKP, operator, kepala bandara dan pelabuhan, jika alat pool test telah siap, maka dipakai di pintu masuk bandara dan pelabuhan,” tandasnya.

Sementara, Dr. Elcid Lee dari FAN  saat dihubungi media ini via telepon untuk menelisik tentang mekanisasi dan manfaat pool test, hingga berita ini ditulis, belum merespons.

Kasie Pengendalian Risiko Lingkungan dan Kesehatan wilayah Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Hengki Jezua mengatakan instrumen pengendalian telah diperketat terhadap para pelaku perjalanan dengan mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan. “Dengan mengisi kartu tersebut, maka ke mana pun pelaku perjalanan dapat dipantau secara baik,” jelasnya.

Selain itu, urai Hengki, dilakukan pengamatan terhadap tanda dan gejala. “Tanda dan gejala ini, ada yang muncul dan yang tidak. Ketika pelaku perjalanan datang tanpa konfirmasi tanpa gejala di suatu daerah, kemudian pada hari ketujuh atau kesepuluh muncul gejala (karena masa inkubasi covid sekitar 14 hari),” terangnya sembari mengatakan seluruh pelaku perjalanan diberlakukan tidak diskriminatif.

Manajer Pelayanan Terminal Pelindo III, Cahyo Mursito mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mengurangi kerentanan penyebaran Covid-19 di NTT. “Secara teknis, telah bekerja sama dengan pihak pelayaran dengan membatasi penumpang yang turun yakni menunda turunnya penumpang secara bertahap, misalnya 30 orang duluan, termasuk pembatasan penumpang hanya 50 persen dari kapasitas normal dan telah berlaku efektif,” tandasnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Selain Kasus Covid-19, DBD di 11 Kabupaten Jadi Perhatian Dinas Kesehatan NTT

304 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kadis Kesehatan Provinsi NTT, Dr.drg. Domi Minggu Mere, M.Kes dalam sesi jumpa media pada Senin, 13 Juli 2020 menyampaikan dari hasil pemeriksaan 46 sampel swab dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Sumba Barat Daya, Sumba Timur, dan T.T.U; terkonfirmasi 1 kasus tambahan konfirmasi positif Covid-19 baru di wilayah Nusa Tenggara Timur yaitu dari Kabupaten Kupang 1 Kasus (Pelaku Perjalanan).

Akhir-akhir ini, terang drg Domi, penambahan jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTT berasal dari pelaku perjalanan. Terkait kondisi itu, maka Dinas Kesehatan di kabupaten/kota telah melakukan pemantauan intensif dan melakukan penelusuran atau tracing di daerah terpapar.

Jumlah pasien yang dirawat ada 31 orang, beber drg Domi, dari Kota Kupang 3 orang, Sikka 6 orang, Flores Timur 1 orang, 1 di Manggarai, 2 pasien di Nagekeo, 8 orang dirawat Manggarai Barat, 3 pasien di Sumba Timur, Sumba Barat 4 pasien, 1 orang dirawat di Sumba Barat Daya, dan 1 orang dari Timor Tengah Utara (T.T.U) dan Kabupaten Kupang 1 orang.

Dari 22 kabupaten/kota di Provinsi NTT, imbuh drg Domi, jumlah kabupaten terpapar Covid-19 sebanyak 14 kabupaten.

Selain kondisi pasien positif Covid-19, Kadis Kesehatan Provinsi NTT juga menyorot perlunya kewaspadaan terhadap peningkatan kasus demam berdarah karena hingga saat ini ada 56 kasus kematian demam berdarah.

“Ada beberapa kabupaten yang harus menjadi perhatian khusus dengan memberlakukan sistem kewaspadaan dini dan respons,” ungkapnya seraya menyampaikan terdapat 11 kabupaten di Provinsi NTT yang menjadi perhatian.

Adapun 11 kabupaten yang menjadi perhatian Dinas Kesehatan Provinsi NTT terhadap kasus kematian Demam Berdarah Dengue (DBB) yakni : Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Belu, Alor,Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende, Ngada, Manggarai Barat, dan Sumba Barat Daya.

Sementara itu, tandas drg Domi, kabupaten lain bukannya tidak menjadi perhatian khusus kasus DBD, namun perlu juga diperhatikan dan perlu dilakukan kewaspadaan dini.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Terkonfirmasi 1 Positif Covid-19 dari Kota Kupang, 29 Orang Masih Dirawat

284 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dari hasil pemeriksaan terhadap 44 sampel swab [berasal dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Sumba Barat Daya, dan Sumba Timur]; terdapat penambahan 1 (satu) kasus baru positif Covid-19 di Provinsi NTT.

Demikian penyampaian Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr.drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. dalam keterangan pers kepada awak media pada Sabtu, 11 Juli 2020.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/07/09/1-kasus-positif-covid-19-di-timor-tengah-utara-mahasiswa-kuliah-di-semarang/

Satu kasus baru positif Covid-19 di Kota Kupang, imbuh drg Domi merupakan hasil transmisi atau penularan lokal.

Hingga saat ini ada 29 orang yang dirawat di berbagai rumah sakit di Nusa Tenggara Timur dari total 124 kasus di Nusa Tenggara Timur.

“Di Kota Kupang 3 orang, Sikka 6 orang dirawat, Flores Timur 1, Manggarai 1 orang, 2 orang di Nagekeo, Manggarai Barat 7 orang, Sumba Barat Daya 1 , Sumba Timur 3 orang, 4 orang di Sumba Barat dan Timor Tengah Utara 1 orang,” urai drg Domi.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto utama oleh pixabay

Hingga 2 Juli 2020, Total Pasien Sembuh Covid-19 di NTT Mencapai 88 Orang

399 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere dalam rilis kepada awak media pada Kamis, 2 Juli 2020; menyampaikan dari 94 sampel swab yang diperiksa dari Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Manggarai Barat terkonfirmasi 1 (satu) kasus positif Covid-19 dari Kabupaten Flores Timur [kluster lokal].

“Satu pasien positif Covid-19 di Kabupaten Flores Timur tersebut merupakan pekerja yang sudah satu bulan berdomisili di sana,” ungkap drg. Domi.

Sebelumnya, pada Rabu, 1 Juli 2020, dari hasil pemeriksaan swab terhadap 94 sampel swab yang berasal dari Kota Kupang, Kabupaten Nagekeo, dan Sumba Barat Daya; semuanya negatif Covid-19. “Hasil pemeriksaan di Lab Bio Molekuler RSUD Prof. W. Z. Johannes Kupang, semuanya negatif,” urai drg Domi sembari menyampaikan terdapat 1 (satu) pasien sembuh dari Nagekeo klaster Magetan.

Secara gamblang, drg Domi yang juga menjabat sebagai Kadis Kesehatan Provinsi NTT menyampaikan data terperinci jumlah kasus, pasien sembuh dan sedang dirawat, dan kasus meninggal sebagai berikut :

  • Kota Kupang 35 kasus, 1 meninggal, dan 29 orang sembuh Covid-19, dan 5 pasien dirawat;
  • Sikka 27 kasus, 21 sembuh, dan 6 pasien sedang dirawat;
  • Flores Timur 3 kasus, 2 sembuh, 1 dirawat;
  • Manggarai 1 kasus dan sedang dirawat;
  • Nagekeo 3 kasus, 1 sembuh, dan 2 sedang dirawat;
  • Manggarai Barat 16 kasus, 9 sembuh, dan 7 pasien sedang dirawat;
  • Sumba Timur 11 kasus, 8 sembuh, dan 3 sedang dirawat;
  • Sumba Barat Daya 1 kasus dan sedang dirawat;
  • Sumba Barat 4 kasus dan sedang diisolasi di RSUD Waikabubak.

Sementara untuk Kabupaten T.T.S, Rote Ndao, dan Ende, semua pasien telah sembuh.

Dengan demikian, imbuh drg Domi, pasien sembuh Covid-19 di Provinsi NTT sebanyak 88 orang dan 30 pasien sedang dirawat dari 119 kasus, “Kita berharap, ke depan semakin banyak pasien yang sembuh dan mudah-mudahan berangsur diperoleh hasil negatif di beberapa kabupaten,” harapnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Jelang ‘New Normal’, Pasien Sembuh Covid Capai 43 Orang, Total 107 Kasus di NTT

485 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Memasuki pemberlakuan new normal pada Senin, 15 Juni 2020, ada kabar gembira yang disampaikan oleh Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr.drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. pada Jumat sore, 12 Juni 2020 di Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

“Hari ini ada berita baik, ada 7 pasien sembuh covid, semuanya dari Kota Kupang,” ungkap drg. Domi seraya menyampaikan 6 orang yang dirawat di RS Siloam dan 1 orang di RST Wirasakti.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/06/08/1-kasus-dari-mabar-1-kasus-impor-dari-provinsi-sulawesi-selatan-total-105-kasus/

Dengan demikian, imbuhnya, total pasien sembuh covid di NTT mencapai 43 orang dengan perincian:

  • Kota Kupang, sembuh 20 orang;
  • T.T.S, sembuh 3 orang;
  • Rote Ndao, sembuh 2 orang;
  • Ende, sembuh 3 orang;
  • Sikka, sembuh 8 orang;
  • Manggarai Barat, sembuh 4 orang;
  • Sumba Timur, sembuh 3 orang.

Ia pun berharap menjelang new normal, semoga semakin banyak pasien positif Covid-19 yang sembuh. Dinas Kesehatan Provinsi NTT juga berupaya untuk menempatkan Tes Cepat Molekuler (TCM) di 4 (empat) rumah sakit.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/06/09/domi-mere-dua-pasien-covid-di-ende-dan-sikka-sembuh-tak-ada-kasus-baru/

Lanjut drg. Domi, dari hasil pemeriksaan 98 spesimen swab di Laboratorium Biomolekuler di RSUD W. Z. Johannes Kupang, hari ini, terkonfirmasi 2 (dua) positif Covid-19 dari Kota Kupang.

“Dua pasien positif covid-19 dari Kota Kupang hasil transmisi lokal,” ungkap drg Domi yang juga menjabat sebagai Kadis Kesehatan Provinsi sembari menyampaikan dengan penambahan 2 Pasien Covid-19 dari Kota Kupang, maka jumlah kasus Positif Covid-19 di Provinsi NTT menjadi 107 kasus.

Ada pun sebaran kasus positif Covid-19 di Provinsi NTT dengan peringkat kasus yakni Kota Kupang 32 kasus [termasuk 1 kasus impor dari Sulawesi Selatan], Sikka 27 kasus, Manggarai Barat 16 kasus, Ende 12 kasus, Sumba Timur 8 kasus, T.T.S 4 kasus, Nagekeo 3 kasus, Rote Ndao 2 kasus, Flores Timur 2 kasus, dan Manggarai 1 kasus.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Suami Istri di Kota Kupang Positif Covid-19 Transmisi Lokal, Total 103 Kasus di NTT

1.408 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pada Sabtu, 6 Juni 2020, Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang memeriksa 48 sampel swab, dari jumlah sampel itu terkonfirmasi 2 (dua) orang asal Kota Kupang positif Covid-19.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/06/04/1-positif-covid-19-transmisi-lokal-di-mabar-1-kasus-di-ende-total-101-kasus/

Demikian penyampaian Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. dalam jumpa media pada Sabtu sore, 6 Juni 2020 di Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

“Dua orang dari Kota Kupang tersebut merupakan suami istri, tak ada riwayat pergi ke daerah terpapar,” ungkapnya seraya menyampaikan bahwa mereka positif Covid-19 karena transmisi atau penularan lokal di Kota Kupang.

Lanjut drg. Domi yang juga menjabat sebagai Kadis Kesehatan Provinsi NTT, Gugus Tugas Covid-19 di Provinsi NTT telah melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 dan Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk melakukan penelusuran atau contact tracing. “Mengenai lokasi domisili kelurahan maupun kecamatan suami istri yang positif Covid-19 di Kota Kupang masih ditelusuri,” urainya menjawab pertanyaan awak media.

“Dengan demikian jumlah kasus Positif Covid-19 di Provinsi NTT sebanyak 103 kasus, kemarin [Jumat, 5 Juni 2020 sebanyak 101 kasus, red],” tambahnya.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/06/05/anak-7-tahun-asal-rote-ndao-sembuh-covid-19total-sembuh-di-ntt-28-orang/

Ada juga kabar gembira, imbuh drg Domi, terdapat 2 (dua) orang sembuh dari Kabupaten Ende klaster Gowa. “Dengan demikian, jumlah pasien sembuh Covid-19 sebanyak 30 orang [sebelumnya pada Jumat, 5 Juni 2020 sebanyak 28 orang sembuh Covid-19].

Adapun sebaran kasus positif Covid-19 di Provinsi NTT dengan peringkat kasus yakni Kota Kupang 29 kasus, Sikka 27 kasus, Manggarai Barat 15 kasus, Ende 12 kasus, Sumba Timur 8 kasus, T.T.S 4 kasus, Nagekeo 3 kasus, Rote Ndao 2 kasus, Flores Timur 2 kasus, dan Manggarai 1 kasus.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Anak 7 Tahun asal Rote Ndao Sembuh Covid-19,Total Sembuh di NTT 28 Orang

621 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Clara, anak perempuan berusia 7 tahun asal Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dinyatakan sembuh oleh Tim Medis Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT.

Kabar gembira atas kesembuhan Clara diperoleh melalui surat yang disampaikan oleh Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT kepada Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Rote Ndao pada Jumat, 5 Juni 2020.

Baca juga: https://gardaindonesia.id/2020/06/04/1-positif-covid-19-transmisi-lokal-di-mabar-1-kasus-di-ende-total-101-kasus/

Direktur RSUD Ba’a, dr.Widyanto Pangarso Adhy kepada Garda Indonesia melalui sambungan telepon pada Jumat, 5 Juni 2020 pukul 20.47 WITA menyampaikan bahwa anak Clara dinyatakan sembuh dari Covid-19. “Usai swab tes kedua dengan hasil negatif dan kami telah menerima surat secara resmi,” ungkap dr. Adhy seraya berujar orang tua Clara belum mengetahui bahwa anaknya telah sembuh dari Covid-19.

Saat ini, imbuh dr. Adhy, Clara masih dirawat sedang dirawat di Pusat Karantina Terpusat di Dusun Ne’e Kabupaten Rote Ndao.

Saat dikonfirmasi Garda Indonesia, apakah Gugus Tugas menyampaikan kepada Anak Clara bahwa dirinya terpapar Covid-19?, dr. Adhy yang merupakan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 di Rote Ndao, mengungkapkan bahwa dengan cara khusus mengedukasi tentang Covid-19 kepadanya.

“Karena dia anak 7 tahun, tentunya dia (anak Clara, red) tidak begitu paham mengenai Covid-19,” tandas dr. Adhy.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/05/14/anak-perempuan-usia-7-tahun-di-rote-ndao-provinsi-ntt-positif-covid-19/

Sementara itu, Kadis Kesehatan Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. melalui sambungan telepon pada Jumat sore, 5 Juni 2020, kepada awak media menyampaikan bahwa Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang telah memeriksa 116 sampel swab.

“Hari ini diperiksa 116 spesimen swab dan diperoleh hasil 6 pasien sembuh Covid-19,” ungkap drg. Domi sambil menyampaikan pasien sembuh tersebut berasal dari klaster Sukabumi [Kota Kupang] 2 orang, 2 sembuh dari klaster Gowa [Labuan Bajo Manggarai Barat], 1 sembuh dari klaster STT Sangkakala [Waingapu, Sumba Timur], dan 1 sembuh dari Kabupaten Timor Tengah Selatan [T.T.S].

Dengan demikian, imbuhnya, jumlah Pasien positif Covid-19 yang telah sembuh dari Covid-19 sebanyak 28 orang dari total 101 kasus positif Covid-19 di Provinsi NTT.

Ada pun perincian pasien sembuh Covid-19 yakni Kota Kupang sembuh 12 orang, T.T.S sembuh 3 orang, Rote Ndao sembuh 1 orang [anak Clara, red], Sikka 6 orang sembuh, 4 orang dari Manggarai Barat, dan Sumba Timur sembuh 2 orang.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

1 Positif Covid-19 Transmisi Lokal di Mabar & 1 Kasus di Ende, Total 101 Kasus

506 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Dari hasil pemeriksaan 116 spesimen swab di Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 2 orang,” ujar Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. melalui video telekonferensi pada Kamis sore, 4 Juni 2020.

drg. Domi yang sedang dalam perjalanan ke Ende, menyampaikan bahwa 2 kasus baru positif Covid-19 tersebut berasal dari 1 kasus dari Kabupaten Ende dan 1 kasus dari Manggarai Barat (Barat). “Kedua kasus tersebut merupakan hasil transmisi atau penularan lokal akibat kontak erat dengan kasus positif lokal,” ungkapnya.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/06/03/118-sampel-swab-diperiksa-2-positif-covid-19-dari-ende-total-99-kasus-di-ntt/

Adapun sumber spesimen swab, imbuh drg Domi berasal dari Manggarai Barat 21 sampel, Sumba Timur 20 , Rote Ndao 3, T.T.S 4, Ende 5 sampel, Nagekeo 5, Kota Kupang 10, dan Manggarai 5 sampel.

Selain itu, lanjut drg Domi, ada kabar gembira yakni 2 pasien sembuh dari Covid-19 yakni 1 pasien anak dari Rote Ndao dan 1 pasien dari Kabupaten Timor Tengah Selatan. “Dengan demikian jumlah pasien sembuh sebanyak 22 orang dari 101 kasus positif Covid-19 di Provinsi NTT,” urainya seraya menyampaikan hingga saat ini terdapat 78 pasien yang sementara dirawat.

Adapun sebaran kasus positif Covid-19 di Provinsi NTT dengan peringkat kasus yakni Sikka 27 kasus, Kota Kupang 27 kasus, Manggarai Barat 15 kasus, Ende 12 kasus, Sumba Timur 8 kasus, T.T.S 4 kasus, Nagekeo 3 kasus, Rote Ndao 2 kasus, Flores Timur 2 kasus, dan Manggarai 1 kasus.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)