Arsip Tag: korlantas polri

PPKM Darurat di Jawa dan Bali, Korlantas Polri Bangun 407 Titik Penyekatan

229 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri membangun 407 titik penyekatan di Jawa dan Bali. Titik penyekatan itu dibangun sehubungan pemberlakuan PPKM Darurat selama 3—20 Juli 2021.

Saat apel kesiapan, Kakorlantas Polri Irjen Istiono mengatakan pihaknya menghelat Operasi Aman Nusa II dalam rangka pelaksanaan PPKM Darurat. Operasi Aman Nusa II tersebut akan dilaksanakan selama 30 hari yakni sejak tanggal 3 Juli hingga 1 Agustus 2021.

“Operasi ini adalah operasi kemanusiaan dengan tindakan humanis, tegas, maupun terukur. Kaitannya dalam mendukung PPKM Darurat ini juga telah kita bangun di 407 titik-titik pembatasan dan pengendalian,” ujar Istiono dalam sambutannya di NTMC Polri, Pancoran, Jakarta, pada Sabtu, 3 Juli 2021.

Istiono menjelaskan, kepolisian bakal melakukan upaya-upaya preventif dalam operasi tersebut. Selain itu, pihaknya juga bakal menggelar patroli sampai ke wilayah RT-RW. “Kemudian kita juga nanti akan lakukan langkah-langkah preventif, patroli sampai RT RW,” ucapnya.

Lebih jauh, Istiono menyebut Operasi Aman Nusa II ini juga bakal diikuti Korps Sabhara Baharkam Polri. Dia berpesan agar personel yang turun ke lapangan memahami peraturan PPKM Darurat. “Jadi teman-teman di lapangan harus paham benar aturan-aturan yang diterapkan pemerintah. Pelajari, pedomani dan laksanakan di lapangan secara baik,” ujar Istiono.

Apel kesiapan ini juga tampak dihadiri Kepala Korps Sabhara Baharkam Polsi Irjenpol Nanang Avianto. Selain itu, terlihat pula sejumlah pejabat utama (PJU) Korlantas Polri dan Korps Sabhara Baharkam turut menemani.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo resmi memberlakukan PPKM darurat. PPKM darurat berlaku pada 3—20 Juli 2021 di Jawa dan Bali.

“Saya memutuskan untuk memberlakukan PPKM darurat 3—20 Juli 2021 khusus di Jawa dan Bali,” ucap Presiden Jokowi dalam keterangan pers, pada Kamis, 1 Juli 2021.(*)

Sumber berita dan foto (*/humas polri)

Editor (+roni banase)

Ingin Mudik? Kakorlantas : Sebaiknya Sebelum 6 Mei 2021

204 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Kakorlantas Polri Irjen Istiono mempersilakan masyarakat yang ingin mencuri start Mudik Lebaran 2021 sebelum tanggal 6—17 Mei 2021. Pasalnya, mudik tahun ini secara resmi dilarang oleh pemerintah.

“Bagaimana adanya mudik awal, sebelum tanggal 6 ya silakan saja. Kita perlancar,” ujar Istiono melalui keterangan tertulis, pada Kamis, 15 April 2021.

Namun, setelah tanggal 6 Mei, Istiono melarang masyarakat agar tidak nekat mudik. Menurutnya, pelarangan mudik diberlakukan untuk memutus mata rantai Covid-19. “Setelah tanggal 6, mudik enggak boleh. Kita sekat itu, yang berbahaya ini kan berkumpul bersama-sama, kerumunan bersama-sama. Ini akan meningkatkan penyebaran Covid-19, ini harus kita antisipasi,” jelasnya.

Selain itu, Istiono memastikan 333 titik dari Lampung sampai Bali yang sudah direncanakan bakal disekat. Istiono mengatakan jumlah titik penyekatan tahun ini jauh lebih banyak dibandingkan tahun lalu. “Saya pastikan untuk jalur utama, Lampung sampai Bali kita bangun 333 titik penyekatan. Dan saya pastikan jalur-jalur tersebut sudah kita evaluasi dari pelaksanaan tahun lalu. Tahun lalu dibangun sekitar 146 titik, sekarang kita lipat gandakan jadi 333 titik,” tutur Istiono.

Lanjut Istiono, “Itu kita atur yang nanti paling berat adalah di jalur Jakarta menuju Jawa Barat. Jawa Barat jadi tumpuan yang bangkitan dari Jakarta ini, masalahnya ini semua empat moda transportasi ditiadakan, dibatasi. Hanya izin khusus saja yang bisa. Semua akan beralih ke kendaraan pribadi dan roda dua.”

Meski demikian, imbuh Istiono, apabila masih ada masyarakat yang nekat mudik di tanggal 6—17 Mei, Kepolisian bakal menindak secara humanis. Dia menyebut para pemudik akan diputar balik saja, tidak lebih. “Operasi ketupat 2021 ini nanti dilaksanakan tanggal 6—17 Mei selama 12 hari. Operasi ini operasi kemanusiaan, tindakan kita ialah persuasif humanis, hanya memutar balik arah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Rudi Antariksawan menjelaskan penyekatan itu juga bersifat dinamis. Jika diperlukan, maka titik penyekatan bakal ditambah untuk mencegah masyarakat mudik.

“Penyekatan itu dinamis. Kalau kira-kira ada yang perlu disekat lagi ya kita tambah,” sahut Rudi saat dihubungi terpisah.

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menempatkan pos penyekatan di 333 titik untuk menghadang mobilitas pemudik pada Lebaran tahun ini. Ke-333 Titik itu tersebar di 8 provinsi. “Sebanyak 333 lokasi penyekatan arus lalu lintas pada Operasi Ketupat 2021 mulai dari Polda Lampung sampai dengan Polda Bali,” ujar Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Rudi Antariksawan kepada wartawan, pada Rabu, 14 April 2021.

Rudi menjelaskan titik pos penyekatan paling banyak berada di wilayah Jawa Tengah (Jateng) sebanyak 149 titik. Disusul Polda Jawa Barat (Jabar) sebanyak 132 titik. Di Bali hanya ada 3 pos penyekatan dan di Lampung 8 titik pos penyekatan.

Adapun daftar lengkap titik-titik penyekatan yang tersebar di delapan Polda dari paling banyak hingga paling sedikit yakni :

  1. Polda Jawa Tengah: 149 titik
  2. Polda Jawa Barat: 132 titik
  3. Polda Banten: 16 titik
  4. Polda DI Yogyakarta: 10 titik
  5. Polda Metro Jaya: 8 titik
  6. Polda Lampung: 8 titik
  7. Polda Jawa Timur: 7 titik
  8. Polda Bali: 5 titik

Sumber berita dan foto (*/Humas Polri)

Editor (+roni banase)

Korps Lalu Lintas Polri Terima Cendera Mata dari IMO-Indonesia

164 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Sekretaris Jenderal M. Nasir Umar dan Pembina IMO-Indonesia Dr.Dr. Yuspan Zalukhu S.H., M.H. mewakili Ketua Umum Indonesia Yakub Ismail. S.E., menyerahkan cendera mata kepada Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Istiono. M.H., yang diwakili Kombes Pol, Arman, Kasubdit Dikmas Lantas Korlantas Polri, pada Senin pagi, 21 Desember 2020.

Sekjen dan Pembina IMO-Indonesia, diterima Kombes Arman di ruang kerjanya. Penyerahan plakat tersebut sebagai ucapan terima kasih dari IMO-Indonesia atas kerja sama antara pelaksanaan Webinar “Safe and Health,  Kiat Berlalu Lintas di Masa Pandemi COVID-19” pada Kamis, 17 Desember 2020.

Tujuan utama pelaksanaan Webinar untuk memberikan arahan kepada masyarakat Indonesia, bagaimana berkendaraan yang baik saat mengemudi di situasi Pandemi COVID-19, khususnya bagi pengendara yang hendak melakukan perjalanan jauh dalam rangka pulang kampung untuk melaksanakan Natal dan Tahun Baru.

Sekjen IMO-Indonesia. M. Nasir Umar, meminta agar kerja sama ini terus berlanjut antara IMO Indonesia dengan Korlantas, dan hal ini disambut baik oleh Kombes Pol. Arman, yang disepakati untuk diadakan pertemuan lanjutan pada minggu kedua Januari 2021

Diharapkan agar pada Januari 2021, IMO-Indonesia telah menandatangani MoU dengan Korlantas Polri.(*)

Sumber berita dan foto (*/tim)

Editor (+roni banase)