Arsip Tag: lonjakan kasus covid

Penerbangan Beroperasi Hingga 11 Juli, Penutupan Berlaku Mulai 12 Juli 2021

4.818 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kadis Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka kepada Garda Indonesia pada Kamis siang, 7 Juli 2021 mengungkapkan, pihaknya telah menghelat rapat bersama dengan para operator penerbangan dan pelayaran guna mempersiapkan kondisi tersebut terkait rencana penutupan penerbangan maupun pelayaran yang sebelumnya telah diberlakukan dengan dikeluarkannya Surat Nomor : Dishub.550/553.440/284/VII/21 tertanggal 6 Juli 2021 perihal “Pembatasan Pelayanan Angkutan Udara, Laut, dan Penyeberangan pada Daerah yang Masuk dalam Zona Merah Covid-19 dalam Wilayah NTT”.

“Kami telah mengeluarkan surat yang telah diketahui masyarakat dan terlalu mendadak karena diterbitkan tanggal 6 Juli dan diberlakukan 7 Juli, namun kami pemerintah menyadari surat tersebut terlalu mendadak, maka kami mengundang semua (operator layanan penerbangan dan pelayaran, red) dan kami menarik surat itu untuk direvisi,” urai Kadis Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka.

Surat tersebut, imbuh Isyak Nuka, ditarik untuk direvisi karena terkait lonjakan kasus Covid-19 di NTT guna mengambil langkah-langkah apakah penutupan penerbangan maupun pelayaran. “Surat tersebut tidak terdapat waktu mulai dan berakhir pemberlakuan, maka kami sedang mempersiapkan surat terbaru dengan perincian waktu pemberlakuan hingga berakhir pemberlakuan penutupan maupun pengetatan di pintu masuk,” ungkapnya.

Untuk sementara, urai Isyak Nuka, mulai dari tanggal 7—11 Juli 2021 masih berlaku normal dan bakal dilakukan pengetatan di semua pintu masuk penerbangan maupun pelayaran mulai 12—21 Juli 2021. “Kami berlakukan selama dua minggu dan bentuk pengetatan bakal terurai pada surat terbaru,” ujarnya.

Saat ini, tandas Kadis Perhubungan Provinsi NTT, dengan demikian masyarakat bisa mempersiapkan diri untuk melakukan rencana perjalanan dapat mempersiapkan segala sesuatu.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Lonjakan Kasus di Kota Kupang Karena Vaksinasi Dianggap Obat Covid-19

748 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man saat mendampingi Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore dalam rapat penanganan Covid-19 di Kota Kupang, pada Senin, 5 Juli 2022 di ruang Rapat Garuda Kantor Wali Kota Kupang; mengatakan lonjakan kasus Covid-19 terjadi pada Juni 2021 atau dikatakan minggu ke-20 dalam tahun 2021 dikarenakan masyarakat menganggap vaksinasi sebagai obat Covid-19.

Selain itu, imbuh dokter Hermanus Man, kendornya protokol kesehatan dalam beraktivitas dan dibukanya pintu-pintu transportasi luar negeri sehingga varian terbaru delta berpeluang masuk wilayah Kota Kupang. “Penambahan dalam satu hari sebanyak 121 orang dan yang dirawat sebanyak 119 orang. Kasus kematian dari 133 orang dan dalam tempo waktu 2 minggu naik menjadi 148 orang atau 13 orang dalam 2 minggu,” urainya.

Berdasarkan data Bed Occupancy Rate (BOR) atau Keterisian Tempat Tidur di RSUD Prof. W. Z. Johannes Kupang, RSUD S. K. Lerik, dan RS Bhayangkara Tk. III Kupang, ungkap dokter Hermanus Man, yang masih tersedia tempat tidur bagi pasien covid-19 hanya RSUD S. K. Lerik sedangkan 2 rumah sakit lainnya sudah hampir penuh atau BOR tinggi.

Wakil Wali Kota juga menginstruksikan kepada para kepala puskesmas agar mengusahakan 50—100 orang divaksin per hari dan jika memungkinkan setiap kelurahan tersedia tempat untuk vaksin. Ia berharap pada bulan Juli, persentase vaksinasi sudah naik mencapai angka 60% –70% sehingga bulan Agustus — September tersisa 30%.

Penebalan PPKM Mikro di Kota Kupang

Wakil Wali Kota juga menjelaskan mengenai Surat Edaran Nomor :  041/HK.443.1/VII/2021 tentang Perpanjangan Penebalan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro di Kota Kupang untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 yang dikeluarkan pada Senin, 5 Juli 2021 dengan poin-poin antara lain :

  • Kegiatan supermarket, minimarket, toko kelontong, toko swalayan dan sejenisnya beroperasi maksimal 50% dan buka sampai pukul 20.00 WITA (8 malam).
  • Pusat perbelanjaan/mall ditutup sementara sampai dengan tanggal 21 Juli 2021,
  • Pasar tradisional dan sejenisnya beroperasi sampai dengan pukul 20.00 WITA (8 malam).
  • Restoran/rumah makan/warung makan/cafe/lapak jajanan dan sejenisnya buka sampai pukul 20.00 WITA (8 malam) dengan membatasi pelayanan makan/minum di tempat maksimal 25% atau lebih banyak diarahkan take away atau delivery online, dan
  • Pemberkatan/akad nikah ditiadakan selama pemberlakuan PPKM tersebut.

Surat Edaran PPKM darurat lingkup ASN yang tercantum dalam Instruksi Mendagri tentang PPKM Darurat Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali dan akan diterapkan di Kota Kupang dikatakan bahwa ASN dibagi dalam 3 jenis pelayanan publik antara lain:

Pertama, pelayanan publik non esensial atau kontak dengan publik dalam jumlah sedikit sehingga yang melaksanakan work from office (WFO) sebanyak 25% dan work from home (WFH) sebanyak 75% contohnya Inspektorat, Sekretariat DPRD, Balitbangda, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, dan Dinas Pemuda dan Olahraga.

Kedua, pelayanan publik esensial atau sering kontak dengan publik sehingga yang melaksanakan WFO sebanyak 50% dan WFH sebanyak 50% contohnya BKAD, Diskominfo, Dinas PTSP, Dinas Sosial, Badan Kesbangpol, Dinas Koperasi, BAPPEDA, dan  Dinas Dukcapil, dan

Ketiga, kategori critical atau yang selalu kontak dengan publik sehingga 100% WFO dan WFH ditiadakan contohnya rumah sakit dan puskesmas. Pengecualian untuk kepala dinas maupun Kepala Bagian Sekretariat Daerah wajib melaksanakan WFO.

Wakil Wali Kota Kupang menyampaikan telah berbicara dengan Kapolres Kupang Kota dan menyampaikan kalau bisa ada posko siskamling di setiap RT/RW dan perannya untuk mengawasi kasus positif covid-19 yang sedang isolasi mandiri di rumah. “Kalau bisa kita siapkan fasilitas untuk tempat isolasi mandiri, dikarenakan apabila isolasi sendiri di rumah pasien akan susah mencari makan, sanitasi di rumah tidak memungkinkan dan tidak ada kamar khusus bagi mereka yang isolasi mandiri dirumah agar tidak berkomunikasi dengan orang lain,” tambah dokter Hermanus Man.

Wakil Wali Kota Kupang juga memberikan peringatan agar setiap OPD untuk tidak menyelenggarakan acara kedinasan atau yang mengumpulkan publik dan ASN yang melebihi batas protokol kesehatan. Setiap pimpinan OPD diwajibkan membuat aturan dan Sanksi pelaksanaan WFH dan WFO. ASN diminta menjadi contoh dalam pelaksanaan protokol Kesehatan 5M yaitu memakai masker sesuai standar Kesehatan dengan benar, mencuci tangan dengan sabun/sanitizer, menjaga jarak aman/hindari kontak fisik, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas/perjalanan yang tidak perlu.

Di akhir rapat, Wakil Walikota Kupang meminta para lurah memastikan warganya yang sedang isolasi mandiri mendapatkan 5 macam obat yaitu Vitamin C, Vitamin D, Zinc, Anti Virus Oseltamivir, dan antibiotik Azithromycin. Beliau juga menambahkan manfaat vaksin ada 3 yaitu pertama vaksin sebagai perlindungan bagi diri sendiri, kedua bagi yang sudah divaksin 2 kali apabila terpapar gejalanya akan lebih ringan dan yang ketiga vaksin untuk melindungi orang lain.

Rapat ini diikuti langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, S.E., M.Si. Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Drs. Agus Ririmasse, Ap, M.Si. Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, S.H., M.Si. Pimpinan OPD terkait dan Camat Se-Kota Kupang serta secara virtual diikuti oleh Lurah Se-Kota Kupang. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ain)

Editor (+roni banase)

Lonjakan Kasus Covid-19, Gubernur Instruksi Kepala Daerah Fokus 3 T

791 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat  (VBL) menginstruksikan para bupati dan wali kota untuk bekerja keras dalam menghentikan penyebaran Covid-19 di wilayah masing-masing, Demikian disampaikan Gubernur melalui Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, Marius Ardu Jelamu.

“Semua pimpinan daerah agar melakukan tracing, testing, dan treatment (3 T) serta mengontrol dan mengawasi pergerakan masyarakat di wilayah masing-masing serta melakukan kontrol yang ketat di ruang publik untuk memastikan masyarakat mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan penuh disiplin,” ujar Marius menyampaikan arahan Gubernur VBL.

Marius menyampaikan, Gugus Tugas Kabupaten/Kota yang didukung TNI-Polri  diminta untuk mengontrol masyarakat di ruang publik. “Kita harus bekerja keras memutus mata rantai penyebaran Covid ini. Walaupun sampai saat ini belum terdeteksi adanya varian baru, namun kita tetap harus waspada. Program vaksinasi harus dilakukan secara masif di berbagai wilayah dan para bupati/wali kota harus tetap memantau pelaksanaannya,” urai Jelamu.

Marius mengungkapkan angka pertambahan pasien Covid pada Minggu, 4 Juli 2021 sebanyak 1.003 Orang. “Hari ini angka pertambahan pasien covid sangat signifikan lebih dari seribu orang. Hal ini harus diwaspadai oleh seluruh rakyat NTT dan kita tetap wajib melaksanakan prokes secara baik dan benar,” tandasnya.

Untuk diketahui, jumlah kasus baru hari ini sejumlah 1.003 orang dengan sebaran yaitu Kabupaten Flores Timur : 376 orang, Manggarai Timur : 252 orang, Manggarai Barat : 84 orang, Kota Kupang : 81 orang, Nagekeo :79 orang, Ende : 50 orang, Sumba Barat Daya: 22 orang, Sumba Timur : 19 orang, Ngada : 18 Orang, Manggarai : 15 orang, Timor Tengah Utara : 13 orang, Alor : 11 orang, Belu : 6 orang, Sabu Raijua : 6 orang, dan Rote Ndao : 1 orang. (*)

Sumber berita dan foto (*/biro administrasi pimpinan setda ntt)

Editor (+roni banase)

Kasus Covid-19 Menanjak, Pemkot Kupang Makin Perketat PPKM Mikro

780 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Sejak awal Juni 2021, jumlah kasus Covid-19 semakin menanjak naik, mendorong Pemerintah Kota Kupang untuk bertindak cepat, dengan melakukan penguatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro serta mendorong percepatan pelaksanaan vaksinasi.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dalam rapat koordinasi bersama OPD terkait di ruang kerjanya, pada Selasa, 22 Juni 2021, mengatakan menindaklanjuti instruksi nasional terkait penebalan atau penguatan PPKM Mikro, maka rapat juga bertujuan untuk menyiapkan poin-poin penegasan yang akan dituangkan dalam surat edaran Wali Kota Kupang terbaru per 22 Juni hingga 5 Juli 2021 mendatang, berdasarkan kondisi terkini Kota Kupang.

Saat menyampaikan keterangan pers kepada media usai rapat, dokter Hermanus Man mengakui saat ini ada 2 (dua) kelurahan di Kota Kupang yang masuk kategori zona merah. Sementara 5—7 kelurahan masuk kategori zona oranye dan 33 lainnya masuk kategori zona kuning. Ia minta agar warga Kota Kupang tidak panik, namun tetap waspada dan selalu patuh pada protokol kesehatan yang berlaku.

Ditambahkan dokter Hermanus Man, ada sejumlah catatan yang akan dituangkan dalam Surat Edaran Wali Kota Kupang terbaru menyikapi kondisi terkini, baik untuk daerah merah, oranye, kuning, hijau dan semua kelurahan dan merujuk pada instruksi nasional tentang penebalan PPKM Mikro yang mengatur sejumlah kegiatan masyarakat, baik di perkantoran, sekolah, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, kegiatan seni budaya, restoran, warung, café, tempat ibadah, kegiatan seni budaya, taman, obyek wisata, fasilitas umum, hajatan serta rapat atau seminar yang disesuaikan dengan kondisi terkini wilayah masing-masing.

Menurutnya SE Wali Kota Kupang yang akan berlaku pada Selasa, 22 Juni 2021, juga mengatur beberapa hal, antara lain tentang perlunya meningkatkan koordinasi gugus tugas tingkat kelurahan, dengan melibatkan semua pihak terkait sampai pada RT/RW, tokoh masyarakat juga tokoh agama.

Dokter Hermanus Man meminta kepada BPBD Kota Kupang untuk segera memproses dana gugus tugas tingkat kelurahan, karena sudah dianggarkan. “Semua pejabat harus punya sense of crisis, kalau ditunda korban bisa makin banyak. Jangan lengah karena tiap hari peningkatan kasus di atas angka 10,” tegasnya.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man saat memimpin rapat koordinasi bersama OPD terkait di ruang kerjanya, pada Selasa, 22 Juni 2021

Ia juga minta agar para petugas memperkuat dan mempertegas edukasi tentang 5M dan 3T di tingkat kelurahan, terutama tempat-tempat umum seperti pasar, pertokoan, mall dan rumah ibadah. Perlu juga diperkuat koordinasi dengan puskesmas untuk pelaksanaan 3T pada semua kasus dan kontak.

Menurut Wakil Wali Kota Kupang dua periode ini, perlu juga ada pemetaan penyebaran kasus dan kontak per RT setiap hari. “Bila di dalam satu RT terdapat lebih dari 10 kasus positif, maka dilakukan penutupan (lockdown) RT tersebut. Karena itu tata cara dan protokol tetap lockdown perlu disosialisasikan kepada seluruh warga,” tegas dokter Hermanus Man.

Selain itu, imbuh dokter Hermanus Man, karena mobilitas penduduk dari luar daerah ke Kota Kupang cukup tinggi, Ia menilai perlu dilakukan pemantauan tiap hari bagi setiap pendatang baru, dengan memperhatikan status Covid-19 yang bersangkutan atau hasil rapid test-nya. Petugas di Puskesmas juga diminta untuk secara aktif mendistribusikan obat-obatan dan vitamin yang dibutuhkan pada semua kasus dan kontak.

Untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mantan Kepala Dinas Kesehatan di Alor dan Kabupaten Kupang itu juga mengimbau agar warga mengonsumsi makanan-makanan dan buah seperti pisang, jeruk, selada air, bawang putih, susu serta herbal lainnya yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh.

Kepada semua Lurah di Kota Kupang dan jajarannya Wakil Wali Kota Kupang mengimbau untuk segera meningkatkan edukasi tentang manfaat vaksinasi dan menganjurkan pada semua warga untuk memperoleh vaksinasi. Edukasi tentang protokol kesehatan juga menurutnya perlu terus dilakukan tidak henti-hentinya, termasuk menaati SE Wali Kota Kupang tentang PPKM Mikro terbaru.

Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Wali Kota Kupang tersebut dihadiri oleh Kepala BPBD Kota Kupang, Maxi Jemy Didok, S.Pd., M.Si. Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Bernadinus Mere, AP,M.Si. Kepala Dinas Perindag Kota Kupang, Djidja Kadiwanu,S.E, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang, Kabid dari Kominfo Kota Kupang, Kabid dari Satpol PP Kota Kupang serta KTU RSUD SK Lerik Kota Kupang. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ans)

Editor (+roni banase)

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Polri Terbitkan Surat Telegram

411 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) segera mengambil langkah cepat sebagai antisipasi melonjaknya jumlah kasus terkonfirmasi dan kematian akibat COVID-19 periode 1—14 Januari 2021.

Polri langsung menerbitkan Surat Telegram Nomor ST/67/I/Ops.2./2021 tanggal 15 Januari 2021 yang memerintahkan jajaran  untuk melakukan analisis dan evaluasi penanganan pandemi COVID-19 di wilayahnya masing-masing.

Surat Telegram tersebut ditandatangani atas nama Kapolri oleh Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, selaku Kepala Operasi Terpusat (Kaopspus) Aman Nusa II Penanganan COVID-19 Tahun 2021.

“Surat Telegram ini dialamatkan kepada para Kasatgas Opspus Aman Nusa II, Kasubsatgas Aman Nusa II, Kaopsda Aman Nusa II (Kapolda), dan para Kasatgas Opsda Aman Nusa II,” ujar Komjen Pol Agus Andrianto dalam keterangan tertulisnya, pada Sabtu, 16 Januari 2021.

Menurut Komjen Pol Agus Andrianto, Surat Telegram tersebut juga memerintahkan jajaran Polri yang terlibat dalam Ops Aman Nusa II untuk melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, pihak rumah sakit, dan stakeholder lainnya guna mengantisipasi peningkatan pasien terkonfirmasi positif dengan menambah kapasitas tempat isolasi, IGD, ICU, dan rumah sakit darurat jika dibutuhkan.

“Serta menyiapkan sarana prasarana dan tenaga kesehatan untuk menangani pasien COVID-19 dalam rangka menekan angka kematian dan mencegah penyebaran COVID-19,” imbuh Komjen Pol Agus Andrianto.

Selain itu, jajaran Ops Aman Nusa II juga diminta melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat secara masif terkait pelaksanaan vaksinasi dengan melibatkan tokoh masyarakat, togoh agama, artis/influenser, dan lain-lain agar masyarakat tidak takut serta mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

“Terus lakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait disiplin mematuhi protokol kesehatan, terutama 3M, untuk selanjutnya bersama-sama dengan Pemda, TNI, dan stakeholder lainnya untuk melakukan pengawasan dan pendisiplinan secara ketat dengan meningkatkan kegiatan operasi yustisi,” pesan Komjen Pol Agus Andrianto kepada jajarannya.(*)

Sumber berita dan foto (*/tim)

Editor (+roni banase)