Arsip Tag: mahasiswa kkn

Mematuhi Protokol Kesehatan di Tengah Pandemi Covid-19

220 Views

Oleh : Edmario Da Cunha, Mahasiswa Semester VIII Fakultas Filsafat, Universitas Katolik Widya Mandira

Virus Corona telah menjadi bahan pemberitaan yang terus berulang-ulang disiarkan di seluruh penjuru negeri Indonesia, baik melalui media cetak maupun media elektronik. Bahkan Covid 19 ini sudah dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO dan menjadi masalah bersama yang harus segera ditanggulangi di seluruh dunia.

Hampir setiap hari di seluruh media massa disiarkan tentang maraknya perkembangan Covid 19 dan banyaknya korban yang berjatuhan akibat virus corona ini. Pemerintah tidak tinggal diam dalam melihat masyarakatnya menderita akibat penyakit ini, terbukti dengan terus gencarnya sosialisasi pembiasaan pola hidup bersih dan sehat, aturan terkait pelaksanaan Work From Home meliputi belajar dari rumah, dan beribadah di rumah, pengeluaran kebijakan pembatasan sosial berskala besar atau yang familiar kita kenal dengan istilah PSBB, sampai kepada solusi bantuan sosial tunai yang bersumber dari dana desa, dan lain sebagainya.

Kita harus mengakuinya bahwa segala aspek kehidupan mengalami gangguan akibat virus Corona. Dimulai dari yang kelihatan secara jelas yaitu aspek ekonomi. Pada bagian ini kita mengalami secara sadis perekonomian dunia mengalami masalah yang besar. Di Indonesia misalnya kita mendengar di sana dan sini pemutusan hubungan kerja dari perusahaan sehingga berdampak pada bertambahnya jumlah pengangguran di negara ini. Akibat dari pemutusan hubungan kerja ini banyak kepala keluarga yang mengalami masalah di mana terjadi penurunan kebutuhan keuangan dalam keluarga. Untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan dan papan saja susah. Sedangkan kalau ditinjau dari sudut pandang sosial, imbas dari kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah kepada masyarakat, membentuk pola kehidupan yang baru yang mau tidak mau harus dijalani oleh masyarakat, yaitu kurangnya frekuensi tatap muka antar orang. Masyarakat Indonesia yang yang telah terkenal ramah dan suka berkerumun dalam jumlah banyak harus terbiasa dengan pola kehidupan ini. Untuk sementara, segala aktivitas rohani harus dilakukan di rumah.

Oleh karena itu, sebagai bagian dari masyarakat Indonesia kita sudah seharusnya mendukung segala kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah. Maksud dari segala kebijakan ini semata-mata untuk mencegah penularan virus Corona dan meminimalisir bertambahnya angka kasus infeksi. Protokol kesehatan tersebut meliputi menggunakan masker, rajin mencuci tangan, serta menghindari kerumunan. Hal ini bukanlah hal yang mudah sebab bukan merupakan suatu kebiasaan untuk kita semua, tetapi mau tidak mau kita harus melakukannya agar kita semua dapat terhindar dari virus ini. Bertambahnya kasus ini bukan hanya menjadi momen yang paling menyedihkan. Namun, juga untuk menjadi pengingat agar kita senantiasa menjalankan protokol kesehatan. Kita menjalankan segala protokal kesehatan semata-mata untuk melindungi kita dari penyebaran virus corona ini.

Sebagai mahasiswa semester 8 di Fakultas Filsafat UNWIRA Kupang, kami sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata atau yang familiar disebut KKN, biasanya dilakukan secara offline, di mana para mahasiswa harus terjun di tengah masyarakat. Tinggal dan merasakan kehidupan yang dialami masyarakat. Namun, KKN kali ini dilakukan secara berbeda. Kami harus melakukan secara online. Tetapi itu menjadi bagian dari partisipasi kami terhadap kebijakan kampus untuk meminimalisir penyebaran virus corona. Secara tidak langsung kami telah mematuhi kebijakan pemerintah, yang semata-mata untuk menghindari penyebaran virus corona.

Jadi, masyarakat diharapkan untuk tetap menjaga diri, kita mendukung segala kebijakan yang dicanangkan pemerintah demi mencapai suatu kehidupan yang baik, kehidupan yang bebas dari segala bentuk penyakit terutama terhindar dari virus Corona yang sedang melanda manusia modern. Mari kita mematuhi protokol kesehatan di tengah Pandemi Covid 19.(*)

Foto utama (*/koleksi pribadi)

Peduli Kasus ‘Human Trafficking’ di TTS, Mahasiswa KKN Edukasi Pelajar

296 Views

Amanuban Timur-TTS, Garda Indonesia | Tingginya angka human trafficking di Nusa Tenggara Timur (NTT), menyita perhatian publik untuk terus menyosialisasikan serta mencari solusi dalam mengatasi problematik tersebut secara dini, terutama bagi para siswa yang sedang menempuh pendidikan dan akan beranjak ke dunia kerja.

Menyadari pentingnya membangun pemahaman sejak dini, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), di Desa Mnelaanen, Kecamatan Amanuban Timur, melakukan sosialisasi tentang human trafficking di SMAN 1 Amanuban Timur, pada Kamis, 22 Agustus 2019.

Muhammad Fauzi Laksono, mahasiswa asal Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, selaku koordinator mahasiswa KKN di Desa Mnelaanen, mengatakan bahwa, fokus mereka saat ini adalah pada siswa-siswi kelas 3 SMA yang sebentar lagi akan menamatkan pendidikan jenjang menengah atas dan akan ada yang melanjutkan studi, ada pula yang akan berorientasi pada kerja karena tuntutan ekonomi.

“Kita ingin merubah pola pikir mereka, agar tidak terpengaruh untuk bekerja, apalagi menjadi pekerja ilegal,” jelas Fauzi yang mengoordinasi mahasiswa KKN dari 4 (empat) Perguruan Tinggi.

Lanjut Fauzi, keterbatasan ekonomi seringkali menjadi alasan utama untuk tidak melanjutkan studi dan akhirnya harus bekerja. Selain itu, keinginan untuk merubah taraf hidup keluarga, mengharuskan untuk bisa mendapatkan gaji yang besar.

“Keinginan untuk merubah ekonomi keluarga, membuat banyak orang sering terhipnotis dengan janji gaji besar yang ditawarkan untuk bekerja di luar negeri,” tutur Fauzi.

Selain materi tentang human trafficking, pada kesempatan tersebut juga dilakukan diskusi dalam kelompok yang menjelaskan tentang kehidupan kampus, dan bagaimana caranya untuk bisa melanjutkan kuliah, walaupun ekonomi orang tua tidak menjamin.

“Kita juga diskusi tentang jurusan-jurusan yang ada di kampus dan juga berbagi soal beasiswa yang bisa diperoleh untuk melanjutkan studi,” tutup Fauzi.

Sementara itu, Muchtar Anabanu, S.Hum. yang hadir sebagai pemateri, menyampaikan bahwa, hal utama yang sering membuat masyarakat Timor Tengah Selatan (TTS) sangat berminat untuk menjadi tenaga kerja ilegal karena kemiskinan. Sehingga ketika ditawarkan kerja dengan gaji besar, dengan mudah percaya dan mengikuti.

“Faktor kemiskinan membuat kita terlalu tergiur dengan gaji yang dijanjikan, padahal itu kita ditipu,” ujar Anabanu.

Lanjutnya, untuk mengatasi kemiskinan tidak harus pergi sampai keluar negeri. Dirinya menjelaskan bahwa di kampung sendiri, bisa mengubah ekonomi keluarga. Hal utama yang dibutuhkan adalah kreativitas.

“Kampung kita sangat kaya. Kita bisa rubah ekonomi keluarga. Yang dibutuhkan adalah kreativitas dalam mengelola kekayaan alam yang ada,” ujarnya.

Kreativitas tersebut, jelas Anabanu akan diperoleh melalui pendidikan. Lanjutnya pentingnya pendidikan saat ini adalah membekali para generasi penerus bangsa dengan berbagai kreativitas, juga ilmu dalam mengelola hasil alam yang ada.

“Pendidikan saat ini juga harus melatih siswa-siswi untuk mampu berkreasi dan berinovasi, “ jelas mantan Kepala Sekolah MTs Miftahudin Oe’ekam itu.

Dirinya juga berharap para siswa yang sudah mengetahui tentang bahayanya menjadi tenaga kerja ilegal harus bisa menjadi tonggak perubahan ditengah masyarakat dan bisa menjadi surat hidup bagi sesama masyarakat lainnya.

“Adik-adik harus tampil beda ditengah masyarakat dan harus bisa menyampaikan apa yang sudah adik-adik peroleh, sehingga angka kematian karena human trafficking bisa berkurang,” tutup Anabanu.

Pantauan media Garda Indonesia, lebih dari 200 orang siswa hadir mengikuti sosialisasi tersebut. Sementara mahasiswa KKN yang menginisiasi kegiatan tersebut berasal dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Kupang, Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) dan Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Kupang.(*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)