Arsip Tag: marius djelamu

Badai Siklon Tropis di NTT, 144 Orang Meninggal dan 66 Orang Hilang

350 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Dr. Marius Jelamu M.Si selaku juru bicara Komando Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja Provinsi NTT tahun 2021, menyampaikan data korban dan kerugian material per 8 April 2021 pukul 18.00 WITA.

Marius menyebutkan dari semua kabupaten/kota yang mengalami bencana tercatat 144 orang meninggal dunia, 129 orang luka-luka, 60 orang dinyatakan hilang, 2.019 KK (13.226 orang) mengungsi, dan 1.700 KK (4.829 orang) terdampak.

Sementara itu, kerugian material di antaranya 688 rumah rusak berat, 272 unit rumah rusak sedang, 154 unit rumah rusak ringan, 2.357 unit rumah terdampak, 24 fasilitas umum rusak berat, dan 87 fasilitas umum terdampak.

Kabiro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Marius Djelamu dan Kasrem 161/Wirasakti Kolonel Inf Jems Ratu Edo saat memberikan keterangan data korban dan kerugian material per 8 April 2021 pukul 18.00 WITA

Adapun perincian per kabupaten/kota yakni:

  1. Kota Kupang, 1 orang meninggal dunia, 7 orang luka-luka, 1.264 KK (6.300 orang) terdampak, 10 unit rumah rusak berat dan 657 unit rumah terdampak
  2. Kab. Kupang, 5 orang meninggal dunia
  3. Kab. Flores Timur, 71 orang meninggal dunia, 54 orang luka-luka, 5 orang hilang, 1.100 orang mengungsi, 218 KK terdampak, 82 unit rumah rusak berat, 34 unit rumah rusak ringan, 97 unit rumah terdampak, 8 unit fasilitas umum rusak berat.
  4. Kab Malaka, 6 orang meninggal dunia, (-+) 3.000 orang mengungsi, 1.154 unit rumah terdampak, dan 65 fasilitas umum terdampak.
  5. Kab. Lembata, 32 orang meninggal dunia, 35 orang hilang, 49 orang luka-luka, 958 orang mengungsi, 224 unit rumah rusak berat, 15 unit rumah rusak sedang, dan 15 jembatan akses antar desa terputus.
  6. Kab. Ngada, 1 orang meninggal dunia, 1 orang luka-luka, 6 KK terdampak, 19 unit rumah rusak berat, 48 unit rumah rusak sedang, 1 unit fasilitas umum rusak berat, dan 5 fasilitas umum terdampak.
  7. Kab. Sumba Barat, 63 KK (284 orang) mengungsi dan 54 unit rumah terdampak
  8. Kab. Sumba Timur, 1.803 KK (7.212 orang) mengungsi, 100 KK (475 orang) terdampak, 7 fasilitas umum terdampak.
  9. Kab. Ende, 1 orang meninggal dunia, 346 KK terdampak, 17 unit rumah rusak berat, 18 unit rumah rusak sedang, 45 unit rumah rusak ringan, dan 5 unit fasilitas umum terdampak.
  10. Kab. Rote Ndao, 153 KK (672 orang mengungsi) dan 12 unit rumah rusak berat.
  11. Kab. Sabu Raijua, 2 orang meninggal dunia.
  12. Kab. Alor, 25 orang meninggal dunia, 25 orang luka-luka, 20 orang hilang, 7 KK (18 orang) terdampak, 179 unit rumah rusak berat, 181 unit rumah rusak sedang, dan 5 fasilitas umum terdampak.
  13. Kab. Belu, 167 KK terdampak dan 5 unit rumah rusak berat.
  14. Kab. Timor Tengah Utara (TTU), 450 KK (1.800 orang) terdampak, 142 orang mengungsi, 150 unit rumah rusak berat.
  15. Kab. Timor Tengah Selatan, 1.235 KK (4.848) jiwa terdampak, dan 395 unit rumah terdampak.

Data tersebut, urai Marius, masih dinamis dan akan terus berubah sesuai dengan perkembangan data dari setiap kabupaten/kota. “Pemerintah Provinsi NTT sangat berterima kasih pada TNI dan Polri serta pihak-pihak yang sudah memberikan bantuan dan membantu proses evakuasi. Saat ini, solidaritas kita yang paling penting untuk penanganan bencana serta membantu para korban dalam menghadapi dampak sosial ekonomi akibat bencana alam,” tandasnya.

Sementara itu, Kasrem 161/Wirasakti Kolonel Inf Jems Ratu Edo mengatakan upaya evakuasi korban bencana terus dilakukan mulai dari korban banjir, longsor, angin kencang dan juga pelayanan kesehatan. “Saat ini evakuasi terus dilakukan, dan juga TNI dan Polri telah menggerakkan sarana angkut seperti Pesawat Hercules, kapal laut, angkutan darat dan juga helikopter. Dan juga perlengkapan jembatan darurat sedang dikirim dengan kapal,” ujarnya.

Selain itu, Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja Provinsi NTT tahun 2021 juga memberikan kesempatan bagi yang ingin memberikan bantuan logistik dapat menghubungi Kontak Person : Logistik Bantuan pada nomor 0822 9964 7777, 0815 2995 5149, dan 0812 3627 0786. Juga Data dan Informasi Pusdalops di 0813 1594 5205, 0812 4607 8065, 0811 3827 878 serta menyampaikannya bantuan melalui Rekening Penyaluran Bantuan : Posko Siklon Tropis Seroja NTT, Bank NTT KCU Kupang Nomor Rekening 2503002844.(*)

Sumber berita (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Foto utama (*/istimewa)

Editor (+roni banase)

Lantik Pejabat Lingkup Setda NTT, Wagub Nae Soi : Kita Adalah Pelayan

571 Views

Kupang-NTT,  Garda Indonesia | Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) melakukan Pengukuhan dan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas Lingkup Pemerintah Provinsi NTT Tahun Anggaran 2021 di Aula Fernandes, Kantor Gubernur, pada Jumat, 19 Maret 2021. Pelantikan tersebut dihadiri beberapa perwakilan pejabat yang dilantik, sementara yang lainnya mengikuti secara virtual dari kantor masing-masing.

“Aksi nyata Anda ditunggu oleh masyarakat NTT dan usaha yang Anda lakukan akan menentukan daerah ini bangkit atau tidak. Kita ini adalah pelayan!. Pelayan itu artinya melayani orang, bukan dilayani!. Layanilah dengan hati. Tidak hanya dengan otak tapi juga dengan hati dan otot. Ketiganya harus jalan dengan seimbang,” jelas Wagub Nae Soi.

Menurut Wagub JNS, pelantikan bukan sekadar penempatan figur-figur pejabat pada jenjang jabatan tertentu. Melainkan lebih diutamakan pembenahan dan pemantapan organisasi dalam rangka peningkatan kinerja pelayanan publik agar tetap berjalan untuk mencapai prioritas pembangunan. “Kepada pejabat yang baru dilantik, saya dan bapak Gubernur meminta kinerja dan totalitas kerja Anda sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Anda telah dapat kepercayaan dari Pemerintah Provinsi NTT untuk jadi penggerak kebangkitan NTT pada sektor-sektor yang dipercaya untuk Anda kelola. Kerja Anda akan lebih keras daripada orang lain,” tegasnya.

Lebih lanjut mantan Anggota DPR RI itu meminta agar para pejabat yang dilantik memiliki analisis yang komprehensif dan integral. Harus berdasarkan data. Tidak boleh sekali-kali mengabaikan sistem pendataan. “Seberapa canggih perangkat yang dipakai dalam bekerja, tapi  kalau data yang dimasukkan dalam perangkat  tersebut adalah data sampah, maka keluarnya pun akan tetap sampah. Oleh karena itu, disiplin dalam menciptakan data yang berkualitas merupakan syarat mutlak yang tidak bisa ditawar bagi seorang ASN yang bekerja di Pemerintah Provinsi NTT,” terangnya.

Wagub Nae Soi mengatakan, keberhasilan visi NTT Bangkit Menuju Sejahtera dengan 5 misi utamanya ditentukan oleh kehadiran  aparatur birokrasi yang andal dan berkualitas. Juga diperlukan sinergisitas dengan semua pemangku kepentingan.

“Di dalam pelayanan publik, layani dengan hati sambil gembira. Jangan layani orang dengan cemberut. Hospitality management ada di ASN. Saya masih lihat banyak dari kita layani dengan cemberut. Orang sudah tunggu berjam-jam, tapi kita masih main handphone, masih ngobrol dengan teman-teman. Utamakanlah pelayanan kepada masyarakat. Jagalah martabat jabatan ini, jangan disalahgunakan untuk kebanggaan yang semu agar kinerja saudara dapat berkontribusi untuk daerah ini,” pungkas Wagub Nae Soi.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi saat memberikan arahan usai melantik para Pejabat pPmpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas lingkup Pemerintah Provinsi NTT Tahun Anggaran 2021

Pengukuhan dan pelantikan para pejabat ini didasarkan pada  Keputusan Gubernur NTT Nomor 816:.1/39/BKD/3.2 tentang Pengukuhan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas serta Pemberhentian dan Pengangkatan PNS di Lingkup Pemerintah Provinsi NTT tanggal 17 Maret.

“Pengukuhan dalam jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas serta Pemberhentian dan Pengangkatan PNS dari dan dalam jabatan Administrator dan Pengawas di Lingkup Pemerintah Provinsi NTT Tahun 2021 telah mempertimbangkan kualifikasi, kompetensi dan rekam jejak PNS sebagaimana telah direkomendasikan oleh Tim Penilai Kinerja dengan Berita Acara Nomor BPJK/02/III/2021 tanggal 12 Maret tentang Pembahasan Rencana  Pengukuhan  dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas serta  Pemberhentian dan Pengangkatan PNS di Lingkup Pemerintah Provinsi NTT,” demikian salah satu bunyi kutipan Keputusan Gubernur tersebut  yang dibacakan oleh Kepala BKD NTT, Henderina Sintince Laiskodat.

Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dikukuhkan sebagai berikut:

  1. Cosmas D. Lana sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitangda) NTT;
  2. Yohanis Octavianus sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik;
  3. Petrus Seran Tahuk Kepala sebagai Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah NTT;
  4. Messerassi BV Ataupah sebagai Kepala Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Catatan Sipil NTT;
  5. Ruth D. Laiskodat sebagai Inspektur Daerah NTT;
  6. Doris A. Rihi sebagai Kepala Biro (Karo) Pemerintahan Setda NTT;
  7. Alexon Lumba sebagai Karo Hukum Setda NTT;
  8. Lerry Lupidara sebagai Karo Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda NTT;
  9. George M. Hadjoh sebagai Karo Umum Setda NTT;
  10. Jelamu Ardu Marius sebagai Karo Administrasi Pimpinan Setda NTT;
  11. Siprinus Kelen sebagai Karo Pengadaan Barang dan Jasa Setda NTT.

Selain itu, juga turut dilakukan Pengukuhan dan Pelantikan Pejabat Administrator dan Pengawas pada Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Sekda NTT, para Asisten Setda NTT, Staf Ahli, Pimpinan OPD Lingkup Pemprov NTT,  para Rohaniwan pendamping, Insan Pers dan undangan lainnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/Aven Rame/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Masuk Tiga Besar, NTT Peluang Juara Umum Anugerah Pesona Indonesia 2020

541 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020 bakal dilaksanakan secara virtual di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 9 April 2021. Pemilihan lokasi dan dilakukan secara virtual terkait pandemi Covid-19 yang masih bergulir hingga saat ini. Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Dr. Ardu Marius Djelamu dalam sesi konferensi pers bersama awak media di aula El. Tari pada Rabu pagi, 17 Maret 2021.

Didampingi oleh Panitia Anugerah Pesona Indonesia 2020, Muhammad Syafa’at (Founder and CEO ayojalanjalan); Ketua ASITA NTT, Abed Frans; dan Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi kreatif (Disparekraf) Provinsi NTT, Alex Koroh; Marius Djelamu menegaskan sesuai arahan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi; pelaksanaan harus secara virtual. “Beliau menyarankan agar dilakukan secara virtual untuk meminimalkan kasus Covid-19 akibat pertemuan atau kerumunan,” ulas Marius.

NTT pun, ungkap Marius, pada tahun 2016 pernah menjadi juara umum Anugerah Pesona Indonesia hasil pemilihan para wisatawan domestik dan internasional. “Dan pemilihan tersebut untuk mendorong wisatawan untuk mengunjungi destinasi wisata baik alam, kuliner, atau destinasi wisata yang tersembunyi namun layak untuk dikunjungi,” terangnya seraya menandaskan bahwa pada tahun 2021, tandas Marius, Yayasan Anugerah Pesona Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata kembali menghelat kontes pemilihan.

Kepada awak media, Panitia Anugerah Pesona Indonesia 2020, Muhammad Syafa’at menjelaskan bahwa pelaksanaan pengumuman baru dapat dilaksanakan pada 9 April 2021 akibat pandemi Covid-19. “Dan kebetulan NTT memiliki urutan 3 (tiga) besar terbanyak dibandingkan dengan daerah lain,” terangnya.

Anugerah Pesona Indonesia, imbuh Muhammad Syafa’at, merupakan kegiatan untuk mengangkat destinasi-destinasi pariwisata baru dan unggulan dari setiap provinsi maupun kabupaten/kota untuk dipopulerkan kepada masyarakat luas baik domestik maupun internasional. “Dan kegiatan ini melibatkan semua pemerintah daerah dengan mengusulkan destinasi terbaik yang dimiliki,” terangnya.

Pemilihan lokasi Labuan Bajo sebagai lokasi Malam Anugerah Pesona Indonesia 2020, ungkap Muhammad Syafa’at, melalui surat dari Gubernur VBL, NTT menyambut baik untuk menjadi Tuan Rumah API 2020. “Kami menyadari bahwa API harus tetap berjalan dengan tiga alternatif yakni menjalankan tatap muka atau offline dengan protokol kesehatan ketat, semi (offline & live) dan online. Maka, pada tanggal 9 April 2021, NTT berpesta untuk Malam Anugerah Pesona Indonesia,” tandasnya.

NTT menempati 3 besar dengan 8 Kategori Destinasi

Delapan destinasi yakni Daging Se’i (kategori makanan tradisional terpopuler), Sentra Tenun Ikat Ina Ndao (destinasi belanja terpopuler), Pulau Meko di Kabupaten Flores Timur (kategori wisata air), dan puncak Fulan Fehan di Kabupaten Belu (kategori dataran tinggi terpopuler)

Selanjutnya, Liang Bua di Kabupaten Manggarai (kategori situs sejarah terpopuler), Kampung Adat Namata di Kabupaten Sabu Raijua (kategori kampung adat terpopuler), Pulau Semau di Kabupaten Kupang (kategori destinasi wisata baru) dan Mulut Seribu di Pulau Rote Ndao (nominasi surga tersembunyi terpopuler di Indonesia).

Muhammad Syafa’at juga mengungkapkan bahwa NTT berpeluang menjadi juara umum. “Saat ini, NTT menempati tiga besar dari 18 kategori, 8 kategori diambil oleh NTT dan memberikan kesempatan besar bagi NTT menjadi juara umum yang akan bersaing dengan Sumatra Selatan dan Aceh,” urainya.

Sementara itu, Abed Frans Ketua ASITA NTT mengungkapkan sebagai prajurit yang ditugaskan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), pihaknya bekerja maksimal untuk mempopulerkan destinasi unggulan di Provinsi NTT telah melakukan promosi masif melalui berbagai platform media.

Gubernur VBL, urai Abed, menegaskan bahwa saat Malam Anugerah Pesona Indonesia 2020 itu bukan lagi sebagai ajang promosi karena telah dilakukan secara masif, namun bagaimana para pengunjung datang untuk menghabiskan uang (spend money). “Untuk sementara, yang layak bagi kondisi tersebut hanya Labuan Bajo yang mempunyai kapasitas daya tampung dan wisatawan dapat membelanjakan uang mereka. Untuk itu, kita harus realistis,” urainya seraya mengungkapkan sebelumnya Gubernur VBL mengusulkan Pulau Sumba.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama (*/kompas.tv)

NTT Masih Negatif Corona, Gubernur VBL Minta Masyarakat Tetap Waspada

350 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Telah sebulan lebih fokus kerja masyarakat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT tertuju kepada percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Hasilnya hingga kini secara nasional, tersisa dua provinsi yakni Gorontalo dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih negatif Covid-19.

Terhadap kondisi tersebut , Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengharapkan agar masyarakat NTT tetap menjaga kesehatan dan waspada. “Bapak Gubernur selalu mendorong kita masyarakat NTT walaupun status kita masih negatif tetapi kita harus tetap waspada, tetap siaga dan menjaga kesehatan, “ terang juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si saat keterangan pers, pada Sabtu, 4 April 2020.

Selain itu, imbuh Marius, Bapak Gubernur juga meminta agar kita menghindari kerumunan atau tidak mengumpulkan banyak orang, tidak melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang tetapi lebih banyak berada di dalam rumah; kecuali ada hal-hal yang sangat penting untuk ke pasar, ke mall dan sebagainya.

Marius menambahkan, beribadah juga dari rumah melalui teknologi online, selalu mencuci tangan dengan sabun secara rutin, menjaga kesehatan, makan makanan yang bergizi dan berjemur di matahari.

“Menurut para ahli, pukul 10.00—10.15 WITA adalah waktu yang sangat baik untuk berjemur. Mudah-mudahan semua informasi yang positif yang kita terima dari mana pun dapat diolah dan dijadikan dasar untuk mengontrol kesehatan kita masing-masing,” pinta mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

Di tengah suasana pandemic Covid-19 sebut Marius, Gubernur VBL berharap agar masyarakat NTT benar-benar dapat mewujudkan solidaritas kemanusiaan. “Bapak Gubernur juga mendorong kita semua untuk tenggang rasa dengan sesama kita. Bapak Gubernur mendorong kita untuk saat-saat yang serba sulit ini, kita benar-benar mewujudkan solidaritas kemanusiaan, dan saling membantu yang kurang,” ucap Marius.

Di samping itu, imbuh Marius, karena kita tahu saat ini ekonomi sedang tidak bergerak karena wabah pandemik Covid-19. Karena itu, kita harapkan masyarakat di seluruh NTT untuk saling bekerja sama; saling membantu satu sama lain; tidak saling mencurigai terhadap ODP yang datang dari luar NTT.

“Apalagi mengucilkan mereka (ODP, red). Itu harus dihindari,” pinta Marius.(*)

Sumber berita dan foto (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)

Pemprov & Pemkab/Pemkot Se-NTT Siaga Dana Covid-19 Rp.272,49 Miliar

305 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT yang juga juru bicara gugus tugas penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. mengatakan, Pemprov NTT telah bersepakat bersama Pemkab dan Pemkot untuk menyediakan dana bagi masyarakat terdampak Covid-19.

“Benar, telah disediakan anggaran sebesar Rp.272 miliar untuk masyarakat terdampak Covid-19 di Provinsi NTT,” tandas Marius saat menjawab pertanyaan reporter RRI Ende dan RRI Kupang melalui telepon seluler, pada Jumat, 3 Maret 2020.

Dana sebesar Rp.270.492.900.000,- (dua ratus tujuh puluh miliar empat ratus sembilan puluh dua juta sembilan ratus ribu rupiah) sebut Marius, kalau dirata-ratakan yaitu setiap kabupaten/kota sebesar Rp.12.380.000.000, (12,38 miliar).

“Jadi, penanggulangan Covid-19 tentu kerja sama kita semua mulai dari provinsi maupun kabupaten/kota se-NTT . Semua ini dimaksudkan untuk menjaga masyarakat kita; terutama ketahanan pangan, daya beli masyarakat kita seluruhnya. Hal ini sesuai dengan isi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 tahun 2020 tentang revisi anggaran tahun berjalan,” tegas Marius, berargumen.

Diungkapnya, sekarang total anggaran yang dibebankan 5 persen kepada Pemrov NTT yaitu Rp.272 miliar lebih. Anggaran yang sudah tersedia kata dia, Rp.150 miliar melalui APBD Provinsi NTT. “Melalui komunikasi Bapak Gubernur dengan Pimpinan DPRD NTT, kita merevisi APBD 2020 dan sisa anggaran yang kita sudah siapkan sebesar Rp.150 miliar. Sisa di pihak yang lain sebesar Rp.123 miliar,” paparnya.

Menurut dia, Pemprov NTT mengajukan sejumlah skenario berdasarkan data-data faktual yang dialami atau dimiliki oleh provinsi dan kabupaten/kota seluruh NTT. “Pertama, kita melihat total rumah tangga miskin yaitu sebanyak 480.505 kepala keluarga (KK); itu rumah tangga miskin. Kemudian total rumah tangga miskin yang tidak mendapatkan bantuan pangan non tunai sebanyak 101 ribu lebih KK. Skenarionya adalah penanggulangan ekonomi akibat Covid-19 ini yaitu bantuan langsung tunai 144 ribu lebih KK x Rp.150 ribu x 6 bulan. Berarti Rp.129.600.900.000 dengan bantuan pangan non tunai beras yaitu Rp.196 ribu KK lebih X Rp.350 ribu X 6 bulan ke depan berarti Rp.412.248.900.000 lebih; dan jumlah bantuan bagi anggota pihak teridentifikasi positif covid-19 sebanyak 1.000 lebih X Rp.500.000 X 3 miliar jadi social net akibat covid-19 ini sebesar Rp.544 miliar lebih,” ucap mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

“Apakah dana tersebut sudah termasuk pengadaan fasilitas kesehatan seperti APD (Alat Pelindung Diri) dan juga tenaga medis ?” tanya reporter. Marius menjawab, “Tidak termasuk.”

Menurut dia, sesuai arahan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu saat video konferensi bersama seluruh Gubernur se-Indonesia mengharapkan agar para Gubernur, para Bupati dan Walikota untuk fokus kepada tiga hal. Pertama, kesehatan masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19 dalam bentuk bantuan sosial (social savety net) dan kesiapan dalam menyediakan pangan dan menjamin kesiapan bahan pokok serta mengedepankan daya beli masyarakat.

“Bapak Presiden menegaskan agar Bapak Gubernur, para Bupati dan Walikota memangkas rencana belanja yang tidak prioritas di APBD dan dialihkan untuk keperluan masyarakat terdampak virus corona,” ucap Marius datar. (*)

Sumber berita dan foto (*/Valeri Guru–Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)

Penetapan Pasien Positif Covid-19 adalah Kewenangan Gugus Tugas di Jakarta

332 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan, Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI yang dapat mengetahui kondisi pasien positif Corona Virus Disease (Covid)-19.

“Kita tetap ambil sampel darahnya untuk diperiksa di Laboratorium di Jakarta. Karena itu, kami mau mengatakan kepada seluruh masyarakat NTT, seseorang dikatakan positif terkena virus Corona akan ditentukan oleh hasil pemeriksaan lab di Jakarta,” tandas Gubernur VBL melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, pada Kamis, 2 April 2020.

Baca juga:

https://gardaindonesia.id/2020/04/02/karo-humas-pemprov-ntt-hoaks-odp-meninggal-di-rs-leona-terpapar-corona/

Menurut Marius yang juga juru bicara Covid-19 Provinsi NTT, yang akan mengumumkan positif Corona itu bukan juru bicara Pemerintah Provinsi NTT tetapi juru bicara nasional. “Karena lab itu ada di Jakarta dan biasanya Laboratorium Kementerian Kesehatan itu akan melapor kepada gugus tugas pusat. Jadi mereka yang akan mengumumkan apakah seseorang itu positif atau tidak. Karena itu, kami meminta seluruh masyarakat NTT untuk tidak panik,” pinta Marius.

Dia menambahkan, “Sekali lagi, Bapak Gubernur mengimbau kita untuk tidak panik. Karena kenyataannya, pasien-pasien sejak tanggal 3 Maret 2020 lalu, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga ternyata bisa sembuh. Demikian juga Orang Dalam Pemantauan (ODP) bisa sembuh. Kalau kita ikuti pemberitaan media, pasien yang sudah positif Corona pun, dengan bantuan Tuhan ada yang sembuh. Jadi mari kita menjaga kesehatan kita.”

Meski masih negatif Covid-19 di Provinsi NTT, sebut Marius, masyarakat diharapkan untuk tetap siaga. “Seperti kata Bapak Gubernur, walaupun NTT masih negatif tapi kita tetap siaga, tetap waspada dengan mengikuti pedoman-pedoman yang telah disampaikan, baik oleh organisasi kesehatan dunia WHO maupun oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi serta Pemerintah Kabupaten/Kota di NTT,” pungkasnya.

Masyarakat juga, lanjut Marius, harus menghindari kerumunan, tidak melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang, selalu tinggal di dalam rumah, menghindari kerumunan di mana pun, tidak masuk keluar mall, pasar untuk hal yang tidak perlu, kemudian mencuci tangan selalu dengan sabun, menyiram dengan cairan disinfektan di tempat-tempat publik atau di dalam rumah tapi jangan di badan.(*)

Sumber berita dan foto (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)

Karo Humas Pemprov NTT : Hoaks! ODP Meninggal di RS Leona Terpapar Corona

1.624 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Karo Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara (NTT), Dr. Jelamu Ardu Marius pada Kamis, 2 April 2020 pukul 14.00 WITA mengklarifikasi berita yang beredar di berbagai platform media sosial tentang perihal meninggal seorang ibu beranak satu asal Baumata Utara, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Dalam keterangan pers yang dihelat di Ruang Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT, Marius mengatakan pasien yang berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan) tersebut, setelah melaksanakan perjalanan dari Denpasar-Bali, pada Rabu pagi, 1 April 2020, almarhumah ke Puskesmas Baumata karena akan melahirkan anak ke-2, namun sesampai di sana diadakan pemeriksaan.

“Di situ almarhumah melapor diri hamil 7 bulan, namun setelah dicek ternyata hamil 9 bulan dan mengalami demam, selanjutnya oleh pihak puskemas dirujuk ke RS Leona Kupang, setibanya di sana dan duduk di kursi sebelum ada tindakan medis, yang bersangkutan mengalami kejang-kejang dan diduga keracunan kehamilan kemudian meninggal,” terang Marius.

Jadi, tegas Marius, “Tidak benar informasi yang beredar di medsos bahwa yang bersangkutan meninggal karena Virus Corona!”.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 Provinsi NTT ini juga mengatakan bahwa positif sesorang terpapar virus corona atau Covid-19 akan ditentukan oleh hasil pemeriksaan laboratorium dan diumumkan oleh Gugus Tugas Pusat. “Jadi mereka yang akan mengumumkan dan bukan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Provinsi,” ungkapnya.

Walaupun Nusa Tenggara Timur masih negatif Covid-19, imbuh Marius, Bapak Gubernur NTT mengimbau seluruh warga agar tidak panik. “Karena seluruh pasien yang termasuk dalam ODP dan PDP akhirnya sembuh,” terangnya seraya berkata agar tetap mengikuti semua protokol dengan menghindari kerumunan, berdiam diri di rumah, mencuci tangan, menyemprotkan disinfektan.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

‘Update Covid-19 NTT’ Hingga 31 Maret 2020, ODP Capai 628 & PDP 6 Orang

693 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT yang juga juru bicara Covid-19, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si meng-update data terkini terkait penanganan Corono Virus Desease (Covid)-19 di Provinsi NTT. Hingga Selasa, 31 Maret 2020 pukul 21.00 WITA, Orang Dalam Pemantauan (ODP) tembus angka 628 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 6 (enam) orang.

“Kami informasikan, hingga malam ini pukul 21.00 WITA jumlah ODP sebanyak 628 orang. Siang tadi berjumlah 596 orang. Itu berarti ada tambahan jumlah ODP sebanyak 70 orang. ODP yang sembuh atau selesai pemantauan 68 orang; yang sedang menjalani rawat inap di rumah sakit 6 orang dan sedang melakukan karantina mandiri sebanyak 533 orang; sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hingga saat ini mencapai 6 (enam) orang, telah sembuh 4 orang, 1 orang sedang dirawat, dan 1 PDP meninggal di RS Komodo Labuan Bajo,” terang Marius dalam keterangan pers di ruang Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT.

Mengenai jumlah sampel yang dikirim untuk dilakukan pemeriksaan swab (pemeriksaan swab menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan untuk menentukan diagnosis COVID-19); beber Marius, hingga akhir Maret 2020 sebanyak 31 sampel, 6 sampel dinyatakan negatif dan 25 sampel belum ada hasil.

Adapun sebaran ODP, Marius merinci, Kota Kupang ODP berjumlah 121 orang (yang sembuh atau selesai pemantauan 12 orang, 107 orang sedang karantina mandiri; 2 orang rawat inap di rumah sakit Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang). Kabupaten Kupang berjumlah 30 ODP, 1 ODP sedang dirawat di RS Siloam dan 29 orang karantina mandiri.

Dr. Jelamu Ardu Marius sedang menyampaikan keterangan pers di Ruang Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT pada Selasa, 31 Maret 2020 pukul 21.00 WITA Foto Istimewa oleh Valerius Guru

Di daratan Timor yakni di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), mencapai 35 ODP yang sedang melakukan karantina mandiri; TTU 8 orang sedang karantina mandiri; Belu mencapai 31 orang ( 1 orang sedang rawat inap di Rumah Sakit Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang, dan 30 orang yang sedang karantina mandiri); dan Kabupaten Malaka mencapai 3 orang, 1 orang sedang rawat inap di rumah sakit Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang dan 2 orang karantina mandiri.

Kabupaten Rote Ndao mencapai 35 ODP, telah sembuh 8 orang dan 27 orang karantina mandiri; Sabu Raijua mencapai 4 orang, 2 orang telah sembuh dan 2 orang sedang melakukan karantina mandiri; dan Kabupaten Alor mencapai 9 orang, 2 orang telah sembuh, dan 7 orang karantina mandiri.

Sementara di daratan Flores yakni di Kabupaten Flores Timur mencapai 7 ODP, 2 orang telah sembuh dan 5 orang sedang karantina mandiri; Lembata berjumlah 32 orang, sembuh 4 orang dan 28 orang karantina mandiri; Kabupaten Sikka, lanjut Marius, mencapai 79 ODP, sembuh 20 orang dan 59 orang sedang karantina mandiri; Ende mencapai 15 ODP, selesai pemantauan 2 orang, 1 orang sedang dirawat di RS Ende, dan 12 orang sedang karantina mandiri.

Untuk di Kabupaten Manggarai, terang Marius, mencapai 11 ODP, 2 orang selesai pemantauan dan 9 orang sedang karantina mandiri; Ngada berjumlah 14 orang sedang melakukan karantina mandiri; Kabupaten Nagekeo sebanyak 22 orang, 5 orang telah sembuh dan 17 orang sedang karantina mandiri.

Lanjut Marius, di Kabupaten Manggarai Timur mencapai 23 ODP, rawat inap 1 orang di Rumah Sakit Ben Mboi Ruteng, dan karantina mandiri sebanyak 22 orang; Manggarai Barat (Mabar) ODP sebanyak 48 orang dan semuanya karantina mandiri.

Selanjutnya imbuh Marius, di Pulau Sumba, yakni di Kabupaten Sumba Timur mencapai 46 ODP, 6 orang selesai pemantauan dan karantina mandiri sebanyak 40 orang; Sumba Barat 5 orang sedang dalam karantina mandiri; Sumba Tengah sebanyak 7 orang, 3 orang telah sembuh dan 4 orang sedang melakukan karantina mandiri; sedangkan di Sumba Barat Daya mencapai 43 ODP sedang menjalankan karantina mandiri.

Penulis, editor dan foto utama (+rony banase)