Arsip Tag: paket sehati

Dalil Nomenklatur, SAHABAT Jilid I Abaikan Kematian Ribuan Babi Milik Warga Belu

260 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Pemerintahan Kabupaten Belu di bawah pimpinan SAHABAT Jilid I, Wilibrodus Lay – JT. Ose Luan menorehkan rasa kecewa bagi para peternak babi di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/11/22/jika-paket-sehati-menang-pelayanan-di-pemda-belu-satu-garis-lurus/

Berdalil ketiadaan nomenklatur (penamaan yang dipakai dalam bidang tertentu), Bupati Belu Wili Lay tidak bisa meladeni keluhan peternak babi terkait wabah penyakit babi hingga mengakibatkan ribuan babi mati di Belu beberapa waktu lalu. “Waktu bupati Wili Lay kunjungan kerja di sini, banyak orang sibuk omong tentang Corona. Saya bilang, mungkin bapak lupa dengan virus babi. Kami sudah data sekitar 6.000–an ekor di luar yang tidak didata. Bagaimana sikap pemerintah dengan kami punya babi yang mati? Tapi, beliau jawab apa? Kami mau bantu tapi tidak ada nomenklatur”, demikian curahan hati Yeremias, warga Silawan kepada paket SEHATI saat berkampanye, pada Sabtu, 21 November 2020.

Paket SEHATI disambut meriah oleh ratusan pendukung di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, pada Sabtu 21 November 2020

Menanggapi keluhan tersebut, Calon Bupati Belu Agustinus Taolin dari paket SEHATI, memberikan apresiasi. “Pak Yerem ini orang hebat. Dia usaha sendiri, pelihara sendiri dan jual sendiri. Orang – orang seperti ini, sebenarnya dapat penghargaan dari pemerintah. Saya apresiasi kepada bapak, mama dan orang muda yang tetap berusaha meski di tengah pandemi Covid,” ungkapnya.

“Nah, di sini pemerintah harus hadir. Rakyat tidak ada urusan! Kau mau nomenklaturkah, mau buat apakah? Rakyat tahu saja ada pelayanan. Termasuk juga kesehatan GRATIS ini. Nomenklaturnya ada atau tidak? Jangan sampai sudah bikin, baru bilang nomenklaturnya tidak ada,” tandasnya.

Ahli penyakit dalam itu menguraikan, bahwa nomenklatur itu menjadi tugas pemerintah. Berpikir tentang anggarannya berapa miliar, duduk bicara dengan DPR untuk segera ditetapkan. Jangan, bikin program kesehatan GRATIS tapi nomenklaturnya tidak ada. Nomenklatur tidak ada, pos anggarannya tidak mungkin ada. Program apa pun, mesti ada nomenklaturnya.

“Nomenklatur itu dikasih nama, sehingga ketika masyarakat kesusahan, kita bisa masukkan ke pos anggaran yang tersedia. Nama, misalnya, Bantuan Dinas Sosial untuk Wabah Penyakit Hewan,” jelas Agus Taolin.(*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Edward Tanur: Orang Belu Ada Harga Diri, Jangan Pilih yang Kasih Uang!

353 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Anggota DPR RI fraksi PKB, Edward Tanur menuturkan, bahwa orang Belu memiliki harga diri. Jika ada pihak yang mengimingi masyarakat dengan sejumlah uang untuk meraup dukungan suara pada pilkada serentak tanggal 9 Desember 2020 mendatang, maka jangan dituruti.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/11/20/siku-liurai-ajak-warga-eks-timtim-hidup-mati-bersama-paket-sehati/

Pernyataan antisipatif tersebut dilontarkan Edward Tanur di hadapan pendukung paket SEHATI, saat berkampanye di Wedomu, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis, 19 November 2020.

“Jangan bilang kasih uang, habis perkara. Ambil uang habis, jangan tusuk dia. Karena kalau dia kasih kita uang, maka besok dia akan korupsi. Politik ini untuk kesejahteraan rakyat, untuk pelayanan kepada masyarakat. Sehingga, tidak bisa pakai cara beli suara,” terangnya.

Anggota DPR RI fraksi PKB, Edward Tanur

Paket SEHATI, menurut Ketua DPC PKB Kabupaten Timor Tengah Utara (T.T.U) itu, dinilai sebagai paket pilihan Tuhan yang datang pada waktu yang tepat, di saat Kabupaten Belu sedang dilanda diskriminatif dan pembangunan yang tidak merata.

“Janji tinggal janji! Jangan pilih pemimpin yang model begitu! Pemimpin itu harus jujur, komunikatif, komitmen, dan konsisten. Jangan, dia ambil keputusan ikut dia punya mau, tidak mau dengar rakyat dan DPR. Omong habis buat, jangan tipu rakyat,” bebernya.

Edward Tanur juga mengimbau, agar masyarakat menggunakan hak pilihnya secara cerdas. “Pilihlah pemimpin yang memiliki integritas (kepribadian) yang baik, kompetensi (kemampuan) cukup, dan kapabilitas (keterampilan) memadai. Tiga kriteria ini ada pada paket SEHATI. Pilih Agus Taolin dan Alo Haleserens, dengan mencoblos nomor urut 2,”imbuhnya.

“Jadi, sekali lagi saya ingatkan! Jangan pilih pemimpin karena orang kasih uang! Jangan pilih pemimpin karena orang bagi air satu tangki! Karena, kamu juga yang nanti susah lima tahun,” tekannya. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Ditelantarkan SAHABAT Jilid I, Warga Eks Timtim Siap Menangkan SEHATI

890 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | “Tinan ida, tinan ida ba babeik bupati ida sae mos, ami nia uma ne at, at ba babeik. Agora ai mos rahun ona, bebak mos rahun ona. Bupati ida sae mos, mai la mai, mai la mai. Ai mos dodok, too uma tohar tan tia mak la hare tan (Dari tahun ke tahun, ganti bupati juga kami punya rumah ini rusak terus. Sekarang, kayu dan bebak sudah lapuk. Sudah jadi bupati, kami punya rumah sudah mau roboh, tidak mau datang lihat,” ungkapan amarah bernada kesal Maria Imaculada dalam bahasa Tetun, warga Dusun Badua B, Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyesalan tersebut disampaikan di hadapan Calon Bupati Belu, Agustinus Taolin dari paket SEHATI, nomor urut 2, pada Senin, 9 November 2020.

Menanggapi kemarahan warga eks Timor – Timur (Timtim) tersebut, Agustinus Taolin mengatakan bahwa hal itu timbul sebagai akibat adanya ‘janji tinggal janji’ dari pejabat bupati dan wakil Belu periode lalu. “Ada lagu janji, janji tinggal janji. Karena itu, tanggal 9 Desember pilih paket SEHATI agar kita bisa perhatikan keluhan ini,” pinta Agus Taolin.

Kesulitan lain warga eksodus tahun 1999 di titik yang sama dalam kampanye paket SEHATI tersebut, menyangkut belum memiliki tanah untuk bangun rumah dan bertani. “Sampai sekarang, kebanyakan dari kami yang belum punya tanah. Kami kerja sawah dan kebun di orang punya tanah. Hasilnya bagi dua,” tutur warga lainnya.

Adapun kesusahan lain yang juga dihadapi warga eks Timor – Timur berkaitan dengan lokasi pemakaman. “Setiap kali ada kematian, kami susah cari tempat untuk kubur mayat. Kami minta, kalau pak dokter sudah jadi bupati, tolong cari lokasi untuk kami,” kata Emanuel, warga eks Timor – Timur di titik kampanye itu.

Lokasi kuburan umum bagi warga di dusun itu, jawab Agus Taolin, bahwa paket SEHATI berjanji untuk sanggup memenuhi permintaan itu. “Itu, kami bisa. Kalau hanya tanah untuk kuburan saja, kami siap. Demikian juga, dengan permintaan anak muda tentang pengadaan sarana olahraga dan musik untuk pengembangan bakat. Kami siap untuk sediakan wadah penyaluran bakat di bidang musik dan olahraga,” tandas Agus Taolin.

“Untuk kesehatan GRATIS, menjadi program prioritas paket SEHATI, paket nomor urut 2. Semua warga Belu, mulai dari sejak dalam kandungan, bayi, balita sampai orang dewasa ditanggung semuanya oleh pemerintah. Jadi, untuk berobat GRATIS, cukup bawa KTP dan Kartu Keluarga Belu.” tambah Calon Bupati Belu Agustinus Taolin yang berpasangan dengan Calon Wakil Bupati, Aloysius Haleserens. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)
Editor: (+rony banase)

Laskar SEHATI ‘Tasafoma’ Tala Songsong Agus Taolin

656 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | ”Ternyata hari ini kami datang di Tala, orang kuat Tala ada di SEHATI. Karena itu, hari ini kita klaim orang Tala milik SEHATI. Tasafoma (Tama Sala Foti Maten/ Masuk Salah Angkat Mayat), luar biasa! Hari ini, Tala dominan kuning, Golkar,” ungkap Ketua DPC Golkar Kabupaten Belu, Yohanes Jefry Nahak saat berkampanye di Dusun Tala, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat, 6 November 2020.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/11/07/agus-taolin-kita-bicara-program-saja-jangan-saling-menjelekkan/

Partai Golkar menjatuhkan pilihan kepada Paket SEHATI, ulas pemilik sapaan akrab Epy Nahak itu, bukan asal – asalan, melainkan melalui survei dan kajian akurat. “Karena itu, Ketua Partai Golkar bersama seluruh jajaran di Kabupaten Belu, harga mati untuk paket SEHATI. Ada keyakinan di tubuh Golkar Belu, bahwa yang akan memimpin Belu empat tahun ke depan adalah paket SEHATI. Pengurus partai Golkar dari tingkat kabupaten sampai ke tingkat kecamatan sudah satu arah mendukung paket SEHATI. Hari ini saya yakin, tanggal 9 Desember nanti, Tuhan pasti kasih kita pemimpin baru, yaitu dokter Agus Taolin – pak Alo Haleserens,” tandas anggota DPRD Belu periode 2019—2024 dari fraksi Golkar itu.

Ketua DPC Golkar Kabupaten Belu, Yohanes Jefry Nahak saat berkampanye di Dusun Tala, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat, 6 November 2020

Setelah paket SEHATI terpilih, menurut Epy Nahak, pihaknya berkomitmen untuk program prioritas pengobatan GRATIS akan segera terwujud di Kabupaten Belu. “Ketua DPD I Golkar, Bapak Melki Laka Lena selaku anggota DPR RI Komisi IX yang membidangi kesehatan, bilang, kalau ada calon Bupati yang membuat program pengobatan GRATIS, berarti sangat kreatif. Itu, bupati yang luar biasa!”, papar Epy Nahak.

Lanjutnya, kewenangan untuk pengobatan GRATIS ada pada Bupati, bukan ada pada Presiden Jokowi. Bupati sebagai kepala daerah di kabupatennya, wajib hukumnya untuk menyejahterakan rakyatnya dengan membuat program pengobatan GRATIS menggunakan APBD.

“Jangan ragu! Jangan khawatir! Karena ada 14 anggota DPRD Belu yang saat ini mendukung program pengobatan GRATIS-nya paket SEHATI. Ingat! tanggal 9 Desember, kita pilih nomor 2, paket SEHATI, Agustinus Taolin – Aloysius Haleserens,”pintanya tegas. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)
Editor: (+ronny banase)

Agus Taolin : Kita Bicara Program Saja, Jangan Saling Menjelekkan

628 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Jangan saling menjelekkan satu sama lain dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Belu 2020, melainkan berbicara tentang program saja. Hal ini disampaikan Calon Bupati Belu Paket SEHATI periode 2021—2025, Agustinus Taolin ketika berkampanye di Dusun Weberliku, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat, 6 November 2020.

“Paket SEHATI hanya menawarkan 5 program prioritas. Kita sesuaikan dengan kemampuan kita. Jangan, terlalu banyak program sampai kita sendiri tidak mampu melaksanakan,” ungkap Agus Taolin.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/11/06/sipri-temu-pemimpin-5-tahun-lalu-tak-tepati-janji-kita-berhak-ganti-baru/

Pilih pemimpin itu, jelas Agus Taolin, ada dua syarat saja. Yang pertama, ada kemampuan dan, yang kedua ada hati. Ada kemampuan tanpa hati, tentu sulit mendengarkan. Sebaliknya, ada hati tanpa kemampuan pun sama sulitnya. Tanggal 9 Desember (2020) juga ada dua syarat, kasih kekuatan dan dukungan dengan mencoblos nomor 2, paket SEHATI, Agus Taolin – Alo Haleserens.

“Kita butuh dukungan enam puluh ribu sampai tujuh puluh ribu suara untuk bisa lolos Bupati dan Wakil Bupati Belu. Mari kita saling mengajak sebanyak – banyaknya untuk coblos nomor 2, Paket SEHATI,” pinta dokter spesialis penyakit dalam itu.

Masyarakat Belu, lanjut dokter Agus Taolin, memiliki hak sepenuhnya untuk menagih janji kepada Bupati/ Wakil Bupati terpilih. Apa yang dijanjikan, wajib dilaksanakan. Jangan sampai hari ini bicara A besok buat B. Hari ini janji A besok bolak – balik. Pemimpin terpilih wajib menjalankan semua program yang dijanjikan.

Agus Taolin saat berkampanye di Dusun Weberliku, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat, 6 November 2020.

Karena itu, urai Agus Taolin, Paket SEHATI menawarkan 5 program unggulan :

Pertama, Berobat GRATIS pakai KTP dan Kartu Keluarga. Semua biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Pemerintah yang memikul semua kesusahan masyarakat (Ukun rai mak natiu nola renu niakan susar bot ne’e). Aturan ada? Aturan ada! Mereka bilang ada surat edaran menteri? Karena, mereka jalankan asuransi dua macam. Jamkesda ada asuransi kartunya sendiri, BPJS ada kartu sendiri. Pemerintah wajib simpan uang untuk lihat masyarakat yang sakit. Uang dari mana? Dari anggaran pemerintah. Anggaran pemerintah daerah Belu ada 1 triliun lebih. Untuk kesehatan hanya butuh 25 miliar sampai 28 miliar. Uang ada untuk kesehatan. Undang – undang ada untuk mengatur soal kesehatan masyarakat Belu. Orang yang urus ada, rumah sakit ada, uang untuk membeli obat juga ada. Setiap kali berobat cukup bawa KTP dan Kartu Keluarga Belu. Seluruh warga Belu cukup bawa dan tunjukkan KTP dan Kartu Keluarga Belu. Yang sudah ada BPJS, tetap pakai BPJS GRATIS. Yang pakai Kartu KIS juga, dipastikan untuk semua masyarakat Belu GRATIS. Uang dari mana? Maek Bako, Kepiting Bakau kita berhenti dulu, untuk kita perhatikan orang sakit.

“Prioritas program, prioritas anggaran. Jadi, aturan ada, rumah sakit ada, beli obat juga pemerintah tanggung, harus dijalankan. Kita buat kerja sama dengan rumah sakit pemerintah, Rumah Sakit di Kupang, Soe (T.T.S) dan Kefa (T.T.U). Contohnya sudah ada, Pemerintah Kabupaten Malaka kerja sama dengan Rumah Sakit Atambua. Pemerintah Belu tidak bisa? Kok kenapa ada kerja sama dengan Malaka? Kita pergi di Rumah Sakit Umum, tanya kamu dari mana? Dari Malaka. Bayarkah tidak? Tidak bayar. Wah, saya bagaimana? Hidup di Belu kok berobat pakai bayar? Ini, kami punya rumah sakit, kami bayar setengah mati, kamu datang tidur gratis? Kami tidak tahu, karena kami punya bupati yang buat itu. Jadi, setelah kami terpilih, kasih kesempatan untuk kami susun anggaran secara baik baru kita mulai berobat secara GRATIS!,” urai tegas Agus Taolin.

Kedua, Pendidikan. Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi anak sekolah dan Pegawai Negeri Sipil yang berprestasi. Sekarang ini, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) milik Menteri Pertahanan sudah ada di Belu. “Bukan kita punya. Itu program dari pusat. Sekolah itu akan terima 450 siswa untuk pertanian dan peternakan. Anggaran dari menteri pertahanan dan keamanan”, kata Agus Taolin.

Ketiga, Pertanian. Pengolahan lahan GRATIS, penyediaan bibit dan pupuk subsidi, aktivasi perusahaan daerah untuk membeli hasil pertanian masyarakat dengan jaminan harga stabil.

Keempat, Peternakan. Mengembalikan kejayaan sapi Timor di Belu, piara ikan, ayam, kambing, dan babi. Insentif para pendamping juga dimaksimalkan demi kesejahteraan para pekerja. “Jangan hanya mau perintah orang tapi orang mau makan minum saja setengah mati,” papar Agus Taolin.

Kelima, Reformasi Birokrasi. Penempatan tenaga sesuai dengan kompetensi. “Perbaiki pipa di Atambua, harus pilih orang yang jelas. Minta maaf, Jangan, orang sekolah agama suruh urus air. Jadi, pilih orang yang punya kompetensi. Cari sumber air, perbaiki sumber, penghijauan sumber, bangun embung, optimalisasi jaringan perpipaan. Tetapi, kalau sampai tidak bisa, kita drop air untuk seluruh masyarakat secara merata,” tutur Agus Taolin.

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)
Editor: (+rony banase)

Sipri Temu : Pemimpin 5 Tahun Lalu Tak Tepati Janji, Kita Berhak Ganti Baru

732 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Wakil Ketua II DPRD Belu, Siprianus Temu mengatakan bahwa jika pemimpin lima tahun lalu tidak menjalankan janjinya, maka harus cari yang lain. Beras Miskin (raskin) gratis, Maek Bako (Porang), dan banyak program lainnya yang tidak dilaksanakan sama sekali. Karena itu, kalau janji tidak dijalankan, maka masyarakat mempunyai hak untuk ganti orang itu.

Baca juga: https://gardaindonesia.id/2020/11/06/edward-tanur-pilih-pemimpin-yang-punya-hati-dan-peduli-terhadap-rakyatnya/

“Ini, bukan soal merasa marah selama lima tahun. Tetapi, karena dia tidak menjalankan janji terhadap masyarakatnya,” ungkap anggota DPRD dari fraksi NasDem periode 2019—2024 saat berkampanye Paket SEHATI di Dusun Weberliku, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat, 6 November 2020.

Wakil Ketua II DPRD, Siprianus Temu (berdiri kanan) saat berkampanye di Dusun Weberliku, Kecamatan Tasifeto Barat

Paket SEHATI, Agustinus Taolin – Aloysius Haleserens, lanjut Sipri Temu, siap dilantik. Menurutnya ada satu kekuatan luar biasa, yakni rumpun keluarga besar ‘Natar Hat Laluan Hat’, mulai dari Mandeu, Naitimu, Lidak sampai Jenilu. “Kali ini, kita semua kuatkan hati, satukan pikiran, satukan tekad di tanggal 9 Desember, coblos paket SEHATI. Kalau mau Paket SEHATI pimpin, masyarakat harus kasih dukungan (fo is no beran). Saya sebagai wakil ketua II DPRD Belu pasti mendukung untuk program berobat GRATIS ini,” tandas Sipri Temu disambut tepukan tangan.

Baca juga: https://gardaindonesia.id/2020/02/12/gubernur-vbl-dapati-program-maek-bako-gagal-di-belu-plt-sekda-tuduh-warga-curi/

Kalau ada yang katakan program ini satu kebohongan, bebernya, jangan percaya karena program ini bukan baru. Orang di (Kabupaten) Malaka dan beberapa daerah di Pulau Jawa sudah melaksanakan. “Dokter Agus Taolin bawa program berobat GRATIS ini, karena dia lihat banyak orang yang tidak mampu bayar saat masuk rumah sakit. Saya mengajak kita semua untuk coblos nomor 2, Paket SEHATI, Agustinus Taolin – Aloysius Haleserens pada tanggal 9 Desember mendatang,” pinta Sipri Temu. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)
Editor: (+rony banase)

Edward Tanur: Pilih Pemimpin yang Punya Hati dan Peduli Terhadap Rakyatnya

985 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Masyarakat Belu harus memilih pemimpin yang mempunyai hati dan kepedulian terhadap rakyatnya. Demikian ditegaskan anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Komisi IV, Edward Tanur saat kampanye Paket SEHATI di Dusun Weberliku, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat, 6 November 2020.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/10/31/agus-taolin-untuk-kebutuhan-dasar-masyarakat-kita-jangan-bikin-proyek/

Ketika masyarakat Belu menjatuhkan pilihan kepada Paket SEHATI, Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Belu periode 2021—2024, Agustinus Taolin – Aloysius Haleserens (AT–AHS), dengan mencoblos Nomor Urut 02 pada tanggal 9 Desember 2020, menurut Edward Tanur, sudah sangat tepat. Pasalnya, Komisi IV DPR RI yang didudukinya itu membidangi Pertanian, Peternakan, Perkebunan, Perikanan, Bulog dan Lingkungan Hidup, dan paling banyak memberikan bantuan kepada masyarakat.

“Pilih pemimpin yang pintar dan baik. Jangan pilih pemimpin yang sudah pintar, tapi pencuri. Pilih pemimpin yang memiliki hati dan kepedulian, yang siap untuk memperhatikan dan mencintai rakyatnya. Bukan, pilih pemimpin yang setelah terpilih hanya memperhatikan istrinya, anaknya, dan keluarganya,” tutur anggota DPR RI kelahiran Atambua, 2 Desember 1961 itu.

Anggota DPR RI Komisi IV, Edward Tanur (berdiri kemeja hijau), saat berkampanye di Dusun Tala, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat

Pemimpin yang baik itu, lanjut Edward Tanur, adalah pemimpin yang tahu diri dan tidak sombong. “Dokter Agus ini saya kenal dia, orang baik. Kami ini pernah sekolah sama – sama di SMA Surya dan kami ini berasal dari keluarga miskin. Sehingga, kalau kami menjadi pejabat pun pasti kami biasa – biasa saja,” kisah mantan anggota DPRD Timor Tengah Utara (T.T.U) periode 2004—2009.

Selanjutnya, Edward Tanur kembali meyakinkan warga Dusun Tala, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat di hari yang sama, bahwa Dokter Agustinus Taolin adalah Calon Bupati yang baik. Paket SEHATI yang diusung Partai PKB adalah Pasangan Calon Bupati/ Wakil Belu yang dilihat layak memimpin Belu.

“Karena itu, berhenti pilih pemimpin yang hanya ingat diri. Dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, bukan untuk pemimpin. Itulah arti demokrasi yang sesungguhnya. Ingat, tanggal 9 Desember pilih Dokter Agustinus Taolin – Aloysius Haleserens, Paket SEHATI, nomor urut 02,” tandas Ketua DPC PKB T.T.U sejak 2006 hingga sekarang. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)
Editor: (+rony banase)

Yayasan Fahiluka Bagi Sembako di Belu, Ini Tanggapan Ketua Fraksi NasDem

1.245 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Pembagian sembako di Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut, tidak ada kaitan sama sekali dengan Paket SEHATI, pasalnya pembagian itu dilakukan oleh Yayasan Fahiluka yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan. Demikian dikatakan Ketua Fraksi NasDem DPRD Belu, Benediktus Manek ketika dihubungi Garda Indonesia melalui sambungan telepon seluler pada Minggu malam, 1 November 2020.

Benny Manek, sapaan karibnya, menegaskan bahwa Yayasan Fahiluka yang berkantor di Kupang itu, melalui koordinator wilayah Raimanuk, Martha Isa membagikan sembako kepada warga lansia (lanjut usia), janda dan disabilitas, dan tidak ada hubungannya dengan kepentingan kontestasi Pilkada Belu 2020. “Ibu Martha telepon saya, dia menyampaikan bahwa pembagian itu dilakukan oleh Yayasan Fahiluka, murni bantuan sosial, tidak ada kaitannya dengan paket SEHATI. Dan, mereka siap bertanggung jawab, termasuk pimpinannya untuk datang memberikan klarifikasi kepada Bawaslu”, jelas Ketua Komisi I tersebut.

Bantuan kemanusiaan dari Yayasan sosial ini, tanggap Benny Manek lebih lanjut, kurang bagus jika dipolitisasi dan sengaja dikait–kaitkan dengan demokrasi Pilkada Kabupaten Belu. “Sebagai ketua fraksi NasDem, saya tegaskan bahwa kalau terbukti sengaja dilakukan untuk menjatuhkan paket SEHATI, maka kami dari NasDem akan siap menempuh jalur hukum. Ini menjadi domainnya Bawaslu, jadi kita serahkan ke Bawaslu dulu. Tapi sebagai komisi I yang bermitra dengan Bawaslu, tentu kita akan berkoordinasi dengan Bawaslu. Dari paket SEHATI sendiri, tidak ada yang namanya pembagian sembako. Kalaupun ada, biasanya kita adakan rapat sebelum keluarkan product,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Bawaslu Kabupaten Belu Andreas Pareira, mengaku pihaknya sudah menerima laporannya pada Sabtu, 31 Oktober 2020. Saat ini, Bawaslu sedang melakukan kajian awal terhadap laporan tersebut dengan limit waktu dua hari. Apabila, setelah diperiksa dan ternyata berkas laporannya belum memenuhi syarat formil–materiilnya, maka akan segera dikembalikan kepada pihak pelapor dengan limit waktu sama dua hari untuk dilengkapi.

“Saat ini, statusnya kami baru terima laporan. Kita juga belum tahu, apakah yang melapor ini adalah tim kampanye. Untuk sementara, informasinya kami baru terima laporan dan sedang dalam tahap kajian awal,” tutur Andreas Pareira. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)
Editor: (+rony banase)