Arsip Tag: palang merah indonesia

Menteri Sandiaga Uno Ingin Kembangkan Wisata Kemanusiaan

92 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, tidak hanya ingin mengembangkan wisata kesehatan di Indonesia, namun juga memperluasnya dengan wisata kemanusiaan.

Untuk itu ia berupaya mengajak bekerja sama dengan sejumlah pihak. Salah satunya dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

“Bekerja sama dengan PMI, kegiatan donor darah nantinya bisa diaktivasi di berbagai destinasi tanah air. Kita juga bisa membuat paket wisata, misalnya di Bali ada paket wisata di mana masyarakat datang ke satu resort dengan penerapan protokol yang ketat dan disiplin, di situ juga bisa berdonor darah,” kata Menparekraf Sandiaga Uno saat bersilaturahmi ke kantor PMI DKI Jakarta, pada Jumat pagi, 1 Januari 2021.

Sebelum tiba di Kantor PMI DKI Jakarta, Menparekraf Sandiaga Uno lebih dulu bersepeda pagi dari kediaman menuju kantor PMI di kawasan Kramat, Jakarta Pusat. Ia mengatakan, kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dari dampak pandemi COVID-19 hanya bisa dilakukan jika sisi kesehatan juga dapat teratasi. Dalam kegiatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, protokol kesehatan harus dilakukan ketat dan disiplin yang betul-betul mengacu pada arahan dari tim kesehatan.

Untuk dapat bersama-sama bangkit, inovasi, adaptasi, dan kolaborasi harus dapat dijalankan bersama dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Inovasi, apa pun kegiatannya untuk tetap bisa survive kita harus dapat berinovasi. Saya minta para pengusaha di sektor parekraf untuk dapat berinovasi, bagaimana kita bisa beradaptasi dengan protokol kesehatan dan kolaborasi, seperti yang kita lakukan hari ini dengan PMI,” kata Sandiaga Uno.

Ketua PMI DKI Jakarta, Rustam Effendy, mengatakan, pihaknya siap mendukung dan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam melakukan kegiatan bersama di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Misalnya adalah wisata kemanusiaan yang ke depan akan kita sama-sama laksanakan. Khususnya dalam penanganan COVID-19 termasuk donor plasma dari penyintas COVID-19,” kata Rustam Effendy.

Serahkan Sepeda untuk Dilelang

Menteri Sandiaga Uno berpose dengan sepedanya yang akan dilelang dan Ketua PMI DKI Jakarta

Dalam kesempatan itu, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno juga menyerahkan satu sepeda untuk dilelang oleh PMI DKI Jakarta sebagai bentuk dukungan dalam program Bulan Dana PMI.

Sandiaga mengatakan, awal kehadirannya di Kantor PMI DKI Jakarta adalah untuk melakukan donor plasma konvalesen untuk kepentingan terapi konvalesen atau terapi plasma bagi pasien yang sedang dirawat karena terpapar COVID-19.

Seperti diketahui, Menparekraf Sandiaga Uno merupakan seorang penyintas COVID-19. Namun, untuk bisa melakukan donor tersebut, terdapat beberapa syarat yang harus diikuti. Di antaranya adalah bebas dari infeksi virus Corona, atau telah sembuh minimal 14 hari, bebas dari virus, parasit atau patogen lain yang berpotensi bisa ditransmisikan melalui darah. Selain itu, juga memiliki titer antibodi yang cukup tinggi berdasarkan hasil uji netralisasi.

Sejak plasma konvalesens disebut sebagai terapi pendamping pasien COVID-19, PMI telah mendistribusikan sebanyak 1.345 kantong plasma konvalesens ke ratusan rumah sakit. “Ternyata memang ada step-stepnya dan kita perlu sosialisasikan agar semua masyarakat mengerti mengenai seperti apa proses dan tahapannya. Nanti secara detail saya akan bantu sosialisasikan,” kata Sandiaga.

Karenanya, sebagai bentuk dukungan terhadap PMI, Sandiaga menyumbangkan sebuah sepeda untuk dilelang oleh PMI DKI Jakarta. Sepeda bertanda tangan Ketua PMI Jusuf Kalla itu sebelumnya didapat oleh Nur Asia, istri Sandiaga dalam sebuah lelang yang juga diselenggarakan oleh PMI

“Karena saya masih belum bisa untuk melakukan donor, baik yang biasa (donor darah) maupun yang plasma, dan saya sudah janji untuk berkomitmen, saya serahkan kembali sepeda untuk dilelang. Mudah-mudahan saat dilelang nanti harganya jadi lebih besar sehingga bisa membantu kegiatan kemanusiaan kita,” kata Sandiaga seraya mengatakan sepeda tersebut juga telah dibubuhi tanda tangannya sebagai Menparekraf.

Lebih jauh, ia mengatakan akan berkoordinasi dengan pengusaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif agar juga dapat membantu kegiatan kemanusiaan lainnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/Agustini Rahayu–Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)

Editor (+roni banase)

HUT Ke-75 PMI, Dokter Herman Man : PMI Kota Kupang Bangun Solidaritas Pelayanan

190 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Peringatan HUT ke-75 Palang Merah Indonesia (PMI) di masa Pandemi Covid-19, dihelat PMI Kota Kupang dengan perayaan sederhana dan mengedepankan protokol kesehatan. Berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Kupang, pada Kamis, 17 September 2020, dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe, Forkopimda Tingkat Kota Kupang, Sekretaris Daerah Kota Kupang Fahrensy P. Funay, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemkot Kupang, perwakilan dari PMI Provinsi NTT, Basarnas NTT, Pimpinan Pegadaian Syariah Cabang Kupang, Forum Organisasi Laskar Timor Indonesia, Sukarelawan PMI Kota Kupang dan sejumlah media massa.

Ketua PMI Kota Kupang, dokter Herman Man menyampaikan tema peringatan HUT Ke-75 PMI Tahun 2020 mengusung tema “Solidaritas untuk Kemanusiaan”. Menurutnya, PMI menyadari bahwa nilai-nilai kemanusiaan harus terus dipupuk dan disebarluaskan agar tumbuh dan berkembang rasa kepedulian untuk membantu sesama.

“PMI Kota Kupang harus berada dalam kerangka membangun solidaritas yang strategis bersama masyarakat dalam semua aktivitas pelayanan dan bantuan, serta menjadikan masyarakat bagian dari program kerja PMI bersinergi dalam kerja bidang kemanusiaan,” urainya.

Pelepasan Balon HUT Ke-75 PMI oleh Ketua PMI Kota Kupang, Dokter Herman Man

Dokter Herman Man juga menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh undangan dan sukarelawan atas waktunya untuk turut serta memperingati HUT Ke-75 PMI. Gambaran inilah yang menurutnya harus terus ditunjukkan, bahwa kebersamaan dalam sebuah misi adalah kunci dari sukses, apalagi aktivitas ini sangat berhubungan dengan solidaritas dan kemanusiaan.

Ia pun menambahkan 75 Tahun adalah waktu yang panjang bagi PMI berkiprah dalam bidang kemanusiaan. Pengalaman yang sama panjangnya dengan usia kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini memberikan pelajaran berharga bagi PMI untuk terus mengembangkan diri dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan bantuan PMI kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dokter Herman Man berharap seluruh komponen bangsa dan pemangku kepentingan seperti pemerintah, korporasi, lembaga sosial dan masyarakat serta mitra Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah dapat bersama-sama bergandengan tangan mengatasi berbagai persoalan kemanusiaan. “Mari kita jadikan HUT Ke-75 ini sebagai momentum untuk menjunjung tinggi rasa solidaritas terhadap sesama. Semoga hal ini menjadi semangat untuk PMI dalam mengajak seluruh unsur masyarakat untuk bersinergi menciptakan solidaritas untuk pelayanan kemanusiaan,” pungkasnya.

Pemotongan Tumpeng HUT Ke-75 PMI oleh Ketua PMI Kota Kupang, Dokter Herman Man didampingi oleh Ketua DPRD Kota Kupang dan Sekda Kota Kupang

Jusuf E. A. Sirlalang, selaku koordinator perayaan peringatan HUT Ke-75 PMI kali ini dalam laporannya menyampaikan bahwa, PMI Kota Kupang menyelenggarakan berbagai kegiatan yakni Pelatihan Peningkatan Kapasitas bagi Relawan KSR dan SIBAT pada 8—12 September 2020 di aula Wakil Wali Kota Kupang, jalan santai dan pembersihan pantai pada 12 September 2020 di pantai Pasir Panjang, aksi sukarela donor darah pada 15 September 2020 serta puncak perayaan HUT Ke-75 yang dilaksanakan pada 17 September 2020.

“Seluruh kegiatan dirancang untuk mempererat tali silaturahmi antar-pengurus, staf dan relawan PMI Kota Kupang. Di samping itu, tentunya PMI sedang melakukan promosi atau kampanye agar lebih dikenal oleh masyarakat,” bebernya.

Andre Sirlalang menambahkan sejak akhir Maret 2020, Indonesia dihadapkan pada situasi pandemi Covid-19 yang berdampak pada seluruh aspek kehidupan masyarakat, terutama sosial dan ekonomi. Dalam kondisi tersebut PMI Kota Kupang tidak tinggal diam, sebaliknya PMI Kota Kupang terus menjalankan fungsi dan tugasnya secara optimal. Mulai dari pencegahan, edukasi sampai pada turut serta dalam berbagai penanganan pasien Covid-19.

“Oleh karena itu, mengingat krisis berdampak cukup luas dan diperkirakan masih akan berlangsung, maka PMI mengajak semua masyarakat untuk bersinergi menciptakan solidaritas untuk pelayanan kemanusiaan, baik yang berhubungan dengan Covid-19 maupun di situasi krisis atau bencana lainnya sesuai dengan tema besar yang diluncurkan pada HUT PMI kali ini,” pungkasnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_jms/ech/nis)
Editor (+rony banase)

PMI Kota Kupang Terima Bantuan Wastafel dari Pegadaian Syariah

164 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota (Wawali) Kupang, dr. Herman Man selaku Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kupang menerima bantuan standing wastafel dari Pegadaian Syariah Cabang Kupang, pada Jumat pagi, 19 Juni 2020, bertempat di Aula Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Kupang.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Kupang juga didampingi oleh Kepala Markas PMI Kota Kupang, Drs.Goza Yohanes beserta para pengurus PMI Kota Kupang.

Wawali dalam sekapur sirihnya mengatakan bahwa pemberian 2 standing wastafel ini akan diberikan kepada 2 (dua) gereja besar yang memiliki banyak umat sehingga dapat mendukung protokol kesehatan dalam kegiatan-kegiatan keagamaan yang diselenggarakan, karena rumah ibadah merupakan lembaga yang dinilai cukup baik dalam menjalankan protokol kesehatan.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man (kiri, bertopi dan berbaju merah) dan Perwakilan Pegadaian Syariah Cabang Kupang

Dokter Herman Man juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pegadaian Syariah atas kepedulian dan dukungan terhadap Pemerintah Kota Kupang dan PMI Kota Kupang terutama dalam upaya penanganan Covid-19.

Perwakilan Pegadaian Syariah Cabang, Kupang Farrid Kiwang dalam sambutannya mengatakan bahwa pemberian dua buah standing wastafel merupakan bentuk kepedulian dari Pegadaian Syariah cabang Kota Kupang dalam rangka memerangi Covid-19. Ia berharap bantuan berupa standing wastafel yang diserahkan kepada PMI Kota Kupang dapat bermanfaat dan berguna bagi masyarakat Kota Kupang dalam mencegah penularan Covid-19.

Dijelaskan pula oleh Farrid Kiwang terkait penggunaan wastafel tersebut dapat langsung digunakan oleh 3 orang secara bersamaan karena didesain menggunakan 3 kran sehingga dapat memperpendek antrean dalam aktivitas mencuci tangan bagi warga.(*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_rdp/tr)
Editor (+rony banase)

Peduli Lingkungan, PMI Belu Tanam 2.000 Anakan Pohon

304 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Belu bersama sekelompok relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) dan masyarakat Desa Rafae, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menanam anakan Jambu Mente dan Asam Jawa, pada Sabtu, 21 Desember 2019.

Salah satu pengurus PMI, Padrianus Kun kepada wartawan usai kegiatan, mengatakan penanaman anakan pohon sebagai upaya kepedulian terhadap lingkungan, terutama pencegahan terhadap bahaya longsor pada musim hujan.

Pengurus PMI Kabupaten Belu, Padrianus Kun

Menurut Padrianus, kegiatan penanaman anakan pohon itu sebagai lanjutan dari program Membangun Masyarakat Aman dan Tangguh (Mata) yang pernah dilakukan beberapa tahun lalu. “Hari ini, kita sama- sama dengan Relawan Sibat dan masyarakat di Desa Rafae lakukan reboisasi atau mitigasi lanjutan dari program Mata di 4 (empat titik) yakni di sepanjang kali Wehas, di sekitar Cekdam Fatara, Cekdam Taseon dan SMP Satap Obor. Ada dua jenis anakan yang kita tanam, yaitu Jambu Mente dan Asam Jawa. Jumlahnya dua ribu anakan pohon,” urainya.

Penjabat Kepala Desa Rafae, Genoveva Mauk didampingi Pengurus PMI Belu sedang menanam anakan pohon

Selain di Desa Rafae, dikatakannya lebih lanjut, kegiatan itu akan dilakukan pihaknya di 2 desa lainnya yakni, Desa Fatuketi (Kecamatan Kakuluk Mesak) dan Desa Sarabau (Kecamatan Tasifeto Timur).

Penjabat Kepala Desa Rafae, Genoveva Mauk yang ditemui wartawan di sela- sela kegiatan itu menyampaikan limpah terima kasih kepada PMI Belu yang sudah membantu menanam anakan pohon di wilayahnya itu. “Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada PMI Belu yang hari ini sudah datang bersama dengan kami relawan desa (Sibat,red) dan masyarakat untuk lakukan penanaman anakan di beberapa titik lokasi, yang berpotensi muncul bahaya longsor seperti di tepian kali Wehas dan beberapa titik lainya. Semoga kegiatan ini berdampak positif bagi masyarakat Rafae ke depannya”, tandas Sekretaris Desa Rafae itu.

Untuk diketahui, kegiatan penanaman anakan pohon itu atas dukungan dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Belu tahun 2019.(*)

Penulis (*/HH/Ito)
Editor (+rony banase)

Ketua PMI Kota Kupang, Herman Man : ‘Bulan Dana PMI Bukan Pungutan Liar’

168 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Langkah definitif diambil Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, dalam rangka membantu dan meringankan penderitaan sesama manusia akibat bencana alam maupun bencana akibat ulah manusia, dengan meluncurkan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) tingkat Kota Kupang.

Peluncuran bulan dana PMI Kota Kupang dilaksanakan pada Kamis, 18 Juli 2019 bertempat di ruang Aula Sasando Kantor Wali Kota Kupang. Hadir pada kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, unsur Forkopimda Kota Kupang, para pimpinan OPD, pimpinan perbankan se-Kota Kupang, Para pengusaha, serta para Camat dan Lurah se-Kota Kupang.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dalam sambutannya mengatakan bahwa bulan dana yang akan digelar adalah dari masyarakat untuk masyarakat. Dirinya mengatakan bahwa PMI selalu hadir dalam setiap bencana yang terjadi guna memberikan bantuan selain kegiatan menyediakan darah.

“Kita di Kota Kupang dalam 1 bulan membutuhkan 3.000 kantong darah”, jelas Herman.

Peluncuran bulan dana PMI, tutur Herman bertujuan mensosialisasikan tentang Bulan Dana PMI kepada seluruh masyarakat sehingga pelaksanaan Bulan Dana PMI, masyarakat tidak menganggapnya sebagai pungutan liar. Jelas Herman, pelaksanaan bulan dana PMI sudah pernah dilakukan pada tahun 2010, namun akhir-akhir ini tidak berjalan.

Pengumpulan dana akan dilakukan diberbagai sektor baik hiburan, perhotelan, rumah makan, pajak reklame, BUMN/BUMD, seluruh OPD lingkup Kota Kupang, perpasaran, sekolah, bandara dan sektor lainnya melalui kerja sama.

Menurut Hermanus, dana yang terkumpul akan dilaporkan secara transparan oleh PMI Kota Kupang kepada seluruh masyarakat Kota Kupang. Dirinya menekan bahwa dana yang terkumpul tidak diperuntukkan bagi honor pengurus PMI, karena PMI itu tidak diberi tunjangan dan bekerja secara sukarela.

“Dari dana yang terkumpul akan disetor 5 persen ke PMI Pusat, 10 persen ke PMI Daerah tingkat I, sisanya 85 persen dikelola oleh PMI Kota Kupang”, tegas Wakil Wali Kota Kupang 2 periode itu.

Untuk memudahkan pengumpulan dana, di setiap titik keramaian seperti Bandara, Pelabuhan, Perhotelan dan juga pusat perbelanjaan. Untuk menciptakan kenyamanan ditengah masyarakat serta menghindari pungutan liar, setiap petugas PMI diberikan surat tugas serta dilengkapi kartu tanda pengenal.

Selain itu, lanjut Herman, partisipasi dari masyarakat merupakan bagian inti dari bulan dana PMI serta menumbuhkan rasa kepedulian bagi sesama lewat pengumpulan dana secara sukarela. Dirinya menjelaskan, pengumpulan juga bisa melalui rekening atau dengan menawarkan kupon atau dengan mengedarkan proposal.

“PMI menyiapkan kupon dengan harga Rp. 2.000,- Rp. 5.000,- dan juga Rp. 10.000,-“, jelas Ketua PMI Kota Kupang itu.

PMI menurut Herman, punya peranan sangat penting dalam penanggulangan bencana maupun pelayanan kesehatan sehingga dirinya mengharapkan kerja sama dan kepedulian masyarakat guna membantu PMI dalam melaksanakan setiap kegiatan kemanusiaan yang diemban PMI.

Peluncuran Bulan Dana PMI ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Wali Kota Kupang, didampingi unsur Forkopimda dan juga dari PMI disaksikan oleh seluruh peserta, dilanjutkan dengan foto bersama dan juga penandatanganan komitmen bersama penggalangan dana PMI Kota Kupang.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pengumpulan dana oleh para peserta acara launching bulan dana PMI secara spontanitas diakhir kegiatan. Dari penggalangan awal tersebut diperoleh dana sejumlah Rp. 1.682.000,- (satu juta enam ratus delapan puluh dua ribu rupiah).

Pelaksanaan Bulan Dana PMI akan berlangsung selama 3 (tiga) bulan untuk memenuhi target dana yang dibutuhkan yaitu sebesar Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah). Penggalangan dana akan lebih dari 3 (tiga) bulan jika target yang ditetapkan belum terpenuhi. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)