Arsip Tag: Pemerintah Provinsi NTT

‘New Normal NTT’ pada 15 Juni 2020, Sekolah Tetap ‘Online’ dari Rumah

1.820 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Hasil rapat melalui video telekonferensi antara Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama Bupati /Wali Kota se-NTT pada Selasa, 26 Mei 2020 di Ruang Rapat Gubernur NTT Gedung Sasando, menyepakati tata kelola pemerintahan di wilayah NTT kembali dibuka dalam rangkaian New Normal atau kehidupan normal baru dalam semua sektor di tengah Pandemi Covid-19.

Demikian penyampaian Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius dalam sesi jumpa media pada Selasa, 26 Mei 2020 pukul 15.00 WITA—selesai.

Setelah mendengarkan dan arahan Kapolda NTT, Wakil Gubernur NTT, Kejati NTT, dan Bupati/ Wali Kota, menyimpulkan hal-hal sebagai berikut:

Pertama, Tata kelola pemerintahan dan pembangunan akan dibuka pada 15 Juni 2020. Bagi kabupaten yang hingga saat ini yang masih zona hijau dapat melakukan kegiatan sebelum 15 Juni 2020. Gubernur NTT mengi

Kedua, Bagi sekolah dari SD—SMA tetap melaksanakan belajar mengajar dari rumah atau online dan diharapkan para kepala sekolah dapat mengaturnya dan Tahun Ajaran Baru dimulai pada Juli 2020;

Ketiga, Para Bupati/ Wali Kota memfokuskan pada program kerja urgen mengingat pembiayaan lebih berfokus pada penanganan Covid-19;

Keempat, Pada awal Juni sekitar 5.000 migran akan masuk ke NTT, Bupati/Wali Kota dihimbau menyiapkan lokasi karantina dan tetap menjalankan protokol kesehatan;

Kelima, Perbatasan antara kabupaten segera dibuka. Tak boleh ada lagi penutupan perbatasan.

“Walaupun semua kegiatan dimulai pada 15 Juni 2020, namun Gubernur NTT mengimbau untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan ketat,” tandas Karo Humas dan Setda Pemprov NTT seraya menandaskan bahwasanya Provinsi NTT tak bisa mengikuti semua protokol kesehatan yang ditetapkan oleh WHO terkait keterbatasan anggaran.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Imbauan Gubernur NTT Terkait Perayaan Idul Fitri 1441 H Saat Pandemi Covid-19

456 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyampaikan beberapa imbauan terkait pelaksanaan perayaan Idul Fitri 1441 H di masa Pandemi Covid-19.

Disampaikan oleh Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius dalam rilis media pada Sabtu siang, 23 Mei 2020, Gubernur NTT Viktor mengucapkan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1441 H dan menekankan terhadap tata laksana perayaan di tengah Pandemi Covid-19 dengan meminta perhatian Bupati se-NTT dan Wali Kota Kupang untuk memperhatikan Surat Edaran Menteri Agama Nomor : SE.6 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1441 H di tengah Pandemi Covid-19.

Gubernur NTT meminta dan mengimbau perhatian para tokoh agama, toko masyarakat dan masyarakat di Nusa Tenggara Timur terkait pelaksanaan perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H yakni :

Pertama, Pelaksanaan salat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan secara berjamaah di lapangan dan masjid agar ditiadakan;

Kedua, Tidak melakukan kegiatan sebagai berikut:

  1. Takbiran keliling, kegiatan takbiran cukup dilakukan di masjid dengan menggunakan pengeras suara;
  2. Pesantren kilat dilakukan online;
  3. Halal bi halal dilakukan melalui media sosial atau video telekonferensi.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Panen Jagung Program TJPS di Kab. Kupang, Gubernur NTT: Belajar dari Kisah Yesus

495 Views

Kab Kupang, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengajak Kepala Dinas Pertanian, Para Pendamping dan juga Kelompok Tani Sehati agar menjadikan Yesus sebagai teladan dalam bekerja. Hal ini disampaikannya saat panen dan tanam jagung jenis Sumo, NK 212 dan Pioner di Desa Oeteta Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, pada Jumat, 24 April 2020.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/04/02/ikut-program-tjps-gubernur-vbl-apresiasi-kinerja-kelompok-tani-fajar-pagi/

“Waktu Yesus memberi makan lima ribu orang itu hanya bermodalkan lima potong roti dan dua ekor ikan. Jadi walaupun saat ini kita bergerak dengan segala keterbatasan, sebagai Gubernur saya minta agar hal ini tidak menjadi penghalang, melainkan harus menjadi motivasi agar kita bekerja lebih giat untuk menghasilkan produk yang berkualitas baik dan bermanfaat bagi banyak orang,” kata Gubernur memotivasi.

“Prinsip saya dalam bekerja adalah tidak ada yang tidak bisa. Kalau kita sudah mulai dengan tidak bisa, maka selamanya tidak akan berhasil. Datang dan katakan bahwa bisa, ini baru dinamakan orang yang mau berubah dan mau berhasil,” sontak Gubernur Laiskodat.

Lebih lanjut, berkaitan dengan kegiatan panen hari ini, mantan anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem ini, menghimbau agar ke depan program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) harus digalakkan di tempat ini.

“Saya mau agar ke depan, petani di tempat ini dapat membeli sapi dari hasil panen jagung. Pak Kadis Pertanian harus galakkan program TJPS. Sehingga batang jagung yang setelah dipanen dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak,” imbau Gubernur VBL.

Dengan bermodalkan lahan kosong yang masih sangat luas di sini, Gubernur VBL juga meminta agar bulan September nanti, tempat ini kembali dilakukan panen jagung dengan hasil yang lebih bagus.

“Saya mau jagung jenis Sumo, Nasa dan Pioner harus segera ditanam di lahan seluas sepuluh ribu hektar agar bulan September nanti bisa dipanen. Saya akan siapkan anggaran sebesar Rp.25 Miliar. Pak Kadis Pertanian segera buatkan rinciannya, mulai dari benih, pupuk dan juga traktor untuk membuka lahan, semuanya harus disiapkan sebaik mungkin,” pintanya.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat (bertopi baret dan berkacamata) saat panen jagung

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi NTT, Yohanis Oktovianus dalam sambutannya mengatakan bahwa Dinas yang dipimpinnya siap melaksanakan apa yang diperintah oleh Bapak Gubernur NTT. “Sesuai dengan perhitungan kami bahwa anggaran sebesar 25 Miliar yang disampaikan langsung oleh Bapak Gubernur, sangat bisa untuk mengolah lahan seluas sepuluh ribu hektar,” terang Kadis Oktavianus.

Di samping itu, Ketua Kelompok Tani Sehati, Kris Liunome mengatakan bahwa lahan yang saat ini diolah oleh Kelompok Tani Sehati seluas 7 hektar, dan masing – masing hektarnya mampu memproduksi jagung sebanyak 13 ton. Masih menurut Kris, bahwa hasil panen kali ini terasa sangat istimewa karena sudah ada pengusaha yang langsung datang ke lokasi untuk membelinya dengan harga Rp.3.200 per kilonya.

Tampak hadir pada kesempatan ini, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT Christian Mbuik, beberapa Anggota DPRD Provinsi NTT dan Kabupaten Kupang dan juga Wakapolres Kabupaten Kupang.(*)

Sumber berita dan foto (*/Sam Babys–Staf Biro Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

Bank NTT Hibah Dana Covid-19 Rp.540 Juta Kepada Pemprov NTT

298 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sejak diberlakukan alokasi dana khusus Bank NTT pada 27 Maret 2020 berupa sumbangan dari pengurus dan karyawan sebesar Rp.275 Juta dan dukungan sumbangan spontanitas para nasabah dan berbagai pihak melalui rekening Bank NTT Peduli, maka hingga 22 April 2020, berhasil dikumpulkan dana sebesar Rp.540 Juta yang dialokasikan untuk membantu tim medis dan pemerintah dalam penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Provinsi NTT.

Baca juga: https://gardaindonesia.id/2020/03/27/donasi-covid-19-bank-ntt-275-juta-untuk-pencegahan-penyebaran-covid-19/

Sesuai dengan kesepakatan yang telah diambil oleh Manajemen Bank NTT, maka dana yang sebelumnya akan diserahkan dalam bentuk barang penunjang bagi tenaga medis menghadapi Pandemi Covid-19, selanjutnya tetap diserahkan dalam bentuk uang tunai dan secara simbolis oleh Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT), yang diterima oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi.

Turut hadir mendampingi Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi yakni Direktur Umum, Johanes Umbu Praing, dan Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu serta beberapa Karyawan Bank NTT Divisi Humas. Sementara dari Pemprov NTT, mewakili Wagub Josef Nae Soi yakni Sekda Provinsi NTT, Ir Benediktus Polo Maing; Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius dan Valeri Guru, Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT.

Tampak dalam layar ponsel, Direktur Utama Bank NTT Izhak Eduard Rihi (kiri) sedang berbincang dengan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi (kanan)

Prosesi penyerahan Dana Donasi Covid-19 Bank NTT dilaksanakan di Ruang Kerja Wakil Gubernur NTT pada Kamis, 23 April 2020 pukul 13.35 WITA—selesai.

Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi kepada Wagub Josef Nae Soi mengatakan, bantuan dana yang diberikan ini merupakan bukti empati yang nyata dan tanggung jawab Bank NTT untuk saling membantu. “Ini bantuan yang kami coba kumpulkan melalui pos-pos bantuan dan sumbangan sukarela. Ini juga bagian dari empati kita dan tanggung jawab untuk saling membantu,” ujarnya.

Izhak Eduard Rihi menjelaskan, proses pengumpulan dana ini telah berjalan selama dua bulan sejak awal mulainya Covid-19. “Kita sudah berjalan dua bulan dari awal mulai muncul Covid-19. Ada juga dari dana CSR sendiri serta dari karyawan dan karyawati di 10 kabupaten; ada sekitar 1.600 lebih karyawan. Sumbangan dari karyawan langsung disetor ke rekening,” ungkap Direktur Utama Bank NTT.

Tampak dari ujung kiri ke kanan, Direktur Umum, Johanes Umbu Praing, dan Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu; Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius dan Valeri Guru, Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Sementara itu, Wagub Josef Nae Soi menyampaikan terima kasih atas kepedulian pihak Bank NTT yang memiliki respons terhadap situasi dan kondisi yang dialami masyarakat terdampak Covid-19. “Ada dua konsentrasi Pemprov NTT saat ini. Kita sangat butuh, bukan hanya untuk mengurus Covid-19 saja namun juga DBD,” jelas Wagub Josef.

Selain Pandemi Covid-19 di Provinsi NTT, Wagub Josef Nae Soi juga menyorot wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menempati urutan kedua angka kematian tertinggi di Indonesia.

“Kita nomor 2 tertinggi di seluruh Indonesia, dengan jumlah orang terbanyak dan angka kematian yang tinggi akibat DBD,” tandas Wagub Josef sembari menyampaikan menerima dengan sukacita Hibah Dana Covid-19 Donasi Bank dan berharap agar semua masalah dapat terselesaikan.

Penulis, editor dan foto (+ rony banase)

Pemprov & Pemkab/Pemkot Se-NTT Siaga Dana Covid-19 Rp.272,49 Miliar

241 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT yang juga juru bicara gugus tugas penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. mengatakan, Pemprov NTT telah bersepakat bersama Pemkab dan Pemkot untuk menyediakan dana bagi masyarakat terdampak Covid-19.

“Benar, telah disediakan anggaran sebesar Rp.272 miliar untuk masyarakat terdampak Covid-19 di Provinsi NTT,” tandas Marius saat menjawab pertanyaan reporter RRI Ende dan RRI Kupang melalui telepon seluler, pada Jumat, 3 Maret 2020.

Dana sebesar Rp.270.492.900.000,- (dua ratus tujuh puluh miliar empat ratus sembilan puluh dua juta sembilan ratus ribu rupiah) sebut Marius, kalau dirata-ratakan yaitu setiap kabupaten/kota sebesar Rp.12.380.000.000, (12,38 miliar).

“Jadi, penanggulangan Covid-19 tentu kerja sama kita semua mulai dari provinsi maupun kabupaten/kota se-NTT . Semua ini dimaksudkan untuk menjaga masyarakat kita; terutama ketahanan pangan, daya beli masyarakat kita seluruhnya. Hal ini sesuai dengan isi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 tahun 2020 tentang revisi anggaran tahun berjalan,” tegas Marius, berargumen.

Diungkapnya, sekarang total anggaran yang dibebankan 5 persen kepada Pemrov NTT yaitu Rp.272 miliar lebih. Anggaran yang sudah tersedia kata dia, Rp.150 miliar melalui APBD Provinsi NTT. “Melalui komunikasi Bapak Gubernur dengan Pimpinan DPRD NTT, kita merevisi APBD 2020 dan sisa anggaran yang kita sudah siapkan sebesar Rp.150 miliar. Sisa di pihak yang lain sebesar Rp.123 miliar,” paparnya.

Menurut dia, Pemprov NTT mengajukan sejumlah skenario berdasarkan data-data faktual yang dialami atau dimiliki oleh provinsi dan kabupaten/kota seluruh NTT. “Pertama, kita melihat total rumah tangga miskin yaitu sebanyak 480.505 kepala keluarga (KK); itu rumah tangga miskin. Kemudian total rumah tangga miskin yang tidak mendapatkan bantuan pangan non tunai sebanyak 101 ribu lebih KK. Skenarionya adalah penanggulangan ekonomi akibat Covid-19 ini yaitu bantuan langsung tunai 144 ribu lebih KK x Rp.150 ribu x 6 bulan. Berarti Rp.129.600.900.000 dengan bantuan pangan non tunai beras yaitu Rp.196 ribu KK lebih X Rp.350 ribu X 6 bulan ke depan berarti Rp.412.248.900.000 lebih; dan jumlah bantuan bagi anggota pihak teridentifikasi positif covid-19 sebanyak 1.000 lebih X Rp.500.000 X 3 miliar jadi social net akibat covid-19 ini sebesar Rp.544 miliar lebih,” ucap mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

“Apakah dana tersebut sudah termasuk pengadaan fasilitas kesehatan seperti APD (Alat Pelindung Diri) dan juga tenaga medis ?” tanya reporter. Marius menjawab, “Tidak termasuk.”

Menurut dia, sesuai arahan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu saat video konferensi bersama seluruh Gubernur se-Indonesia mengharapkan agar para Gubernur, para Bupati dan Walikota untuk fokus kepada tiga hal. Pertama, kesehatan masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19 dalam bentuk bantuan sosial (social savety net) dan kesiapan dalam menyediakan pangan dan menjamin kesiapan bahan pokok serta mengedepankan daya beli masyarakat.

“Bapak Presiden menegaskan agar Bapak Gubernur, para Bupati dan Walikota memangkas rencana belanja yang tidak prioritas di APBD dan dialihkan untuk keperluan masyarakat terdampak virus corona,” ucap Marius datar. (*)

Sumber berita dan foto (*/Valeri Guru–Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)

Gubernur VBL Tegaskan Tidak Ada Kewenangan Pemda Tutup Bandara

269 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Provinsi Nusa Tenggara, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) usai memimpin Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dan telekonferensi  dengan Wali Kota dan Bupati se-NTT pada Selasa, 31 Maret 2020 di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, menegaskan bahwa bandara tidak boleh ditutup.

Penegasan Gubernur VBL tersebut disampaikannya saat menanggapi pernyataan awak media. “Karena itu kewenangan Pemerintah Pusat dan kita perlu obat-obatan, perlu APD (Alat Pelindung Diri), karena itu fasilitas yang kita butuh untuk menangani segala hal,” ujarnya didampingi Wagub Josef Nae Soi, Sekda NTT, Ir. Ben Polo Maing; Ketua DPRD NTT, Ir. Emi Nomleni; Kapolda NTT, Irjen. Pol. Hamidin; Danrem 161 Wirasakti Kupang, Brigjen TNI Syaiful Rahman; Kabinda NTT, Staf Khusus Gubernur bidang politik, Dr. Imanuel Blegur dan sejumlah pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov NTT.

Lebih lanjut Gubernur VBL menegaskan bahwa tidak ada kewenangan Pemerintah Daerah untuk menutup bandara. Dan mengenai Karantina Daerah, imbuhnya, belum bisa dilaksanakan karena merupakan kewenangan Pemerintah Pusat. “Khusus untuk bencana sampai pada darurat sipil, semua merupakan kewenangan pemerintah pusat,” terangnya.

Mantan Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem ini menekankan Pemda mengikuti keputusan Pemerintah Pusat karena ini negara kesatuan. “Jadi yang darurat sipil itu negara dan kita mengikuti karena merupakan kesatuan politik dan kesatuan hukum,” ucapnya.

Ia pun melanjutkan apa yang diinstruksikan Presiden Jokowi yakni pencegahan penyebaran virus corona dengan Physical Distancing dan Social Distanting. “ Kita menyiapkan seluruh fasilitas jika terjadi karantina wilayah (lockdown), maka kita mampu melayani masyarakat dengan baik. Uangnya, ruang isolasinya dan seluruh rumah sakit disiapkan dengan baik,” bebernya.

Jika dampak sosial dan ekonomi menimpa seluruh pekerja harian seperti buruh yang oleh karena Covid-19, mereka tidak bisa kerja, jelas Gubernur VBL, Pemprov NTT akan memberikan bantuan sosial.

“Pemerintah Provinsi menyiapkan Rp.270 miliar untuk membantu masyarakat seperti itu. Setiap Pemerintah Kabupaten dan Kota saya telah perintahkan untuk mengalokasikan anggaran dari APBD sebesar Rp.13 miliar hingga 6 bulan ke depan guna mengatasi kondisi tersebut,” tandasnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Wajah Baru ‘Front Office’ Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT

739 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kini, setiap tamu yang mengunjungi Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT bakal memperoleh informasi, sapaan hangat dan bersahabat khas Provinsi dengan julukan “Nusa Terindah Toleransi” dan “New Tourism Territory” itu di lantai dasar (lobi) maupun di lantai 1 gedung kebanggaan masyarakat NTT tersebut.

Saat ini pula, dalam kondisi mewabahnya corona virus (Covid-19), tak sekadar sapaan, para tamu pun bakal diperiksa suhu tubuhnya dan dipersilahkan menggunakan hand sanitizer. Pemandangan ini mengubah wajah Gedung Sasando menjadi lebih sejuk, indah, sehat, dan bersahabat dengan kehadiran 15 Perempuan NTT yang bertugas menjadi Front Officer.

Penampilan Front Office Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT

Ke-15 Perempuan NTT berusia sekitar 18—21 tahun dengan tinggi minimal 165 centimeter tersebut, dibagi dalam 2 (dua) shift kerja, kemudian dilanjutkan oleh Satpol PP pada pukul 17.00 WITA—pagi hari.

Perlakuan baru tersebut, terang Plt. Kepala Biro Umum Setda Pemprov NTT, George M. Hadjoh kepada media ini, mengatakan bahwa upaya ini dilakukan atas pemikiran Bapak Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat  (VBL) untuk menjadikan pariwisata sebagai prime mover ekonomi NTT.

“Gedung ini (Gedung Sasando, red) terlalu mewah dan menjadi ikon yang mana menjadi spot foto bagi masyarakat NTT, wisatawan domestik maupun tamu mancanegara dan pariwisata berhubungan dengan tampilan sehingga saat tamu datang berkunjung harus memperoleh kesan yang sangat familiar dan merasa tersanjung,” ungkap George sehari sebelum diterapkannya bekerja dari rumah (work from home) sejak 24—31 Maret 2020 oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara (NTT).

Plt. Kabiro Umum Setda Pemprov NTT, George M. Hadjoh

Selain itu, terang George, Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT terlalu mewah sehingga harus ditopang oleh tampilan pendukung berupa taman dan kebersihan lingkungan sekitar.

“Anak-anak pun direkrut khusus untuk menjadi corong bagi kaum milenial dalam memperoleh informasi tentang program Gubernur NTT dan menjadi media informasi tentang keberadaan Kantor Gubernur NTT dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris,” ujar pada Senin, 23 Maret 2020.

Kondisi ini, ungkap mantan Kepala UPT Sarana dan Prasarana Olah Raga Dispora NTT, sebagai upaya menopang sumber daya yang ada. “Selain itu, menurut rencana adik-adik ini bakal ditempatkan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ditempatkan 2 (dua) orang yang menguasai tentang Visi dan Misi juga Program Gubernur NTT,” jelasnya seraya berkata telah melaporkan rencana tersebut kepada Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL).

Terpisah, salah satu Front Office Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Vanny saat ditemui pada Rabu, 25 Maret 2020 mengatakan dirinya bertugas melayani dan mengarahkan tamu ke biro yang dituju. “Kami langsung menyambut para tamu dan mengarahkan mereka pada tujuan yang mereka inginkan,” terangnya.

Berbeda dengan Alda, Front Office bernama Alda berujar bahwa hingga saat dirinya bekerja, belum pernah ada tamu yang menanyakan informasi tentang NTT.

Untuk diketahui, para front office Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT juga dibekali pengetahuan tentang pariwisata NTT dan diberikan pemahaman berbahasa Inggris oleh salah satu jebolan mahasiswi yang sempat mengikuti Program Vokasi Pertukaran Mahasiswa antara Undana dan Griffith University Australia.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

‘Update Covid-19 NTT’ ODP Capai 460, Pemprov NTT Tunggu PP ‘Lockdown’ Lokal

398 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pemprov NTT meng-update perkembangan kasus Corona Virus Disease (Covid) 19 di Bumi Flobamorarata. Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT yang juga juru bicara Pemprov NTT soal Coronavirus, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si mengatakan, hingga Minggu, 29 Maret 2020 pukul 14.00 WITA, NTT masih negatif Covid-19, namun jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) terus bertambah.

“Hingga siang ini pukul 14.00 WITA, jumlah ODP mencapai 460 orang, sembuh 49 orang dan yang menjalani Karantina Mandiri atau diam di rumah 403 orang. Yang sedang dirawat di rumah sakit 8 orang,” kata Marius kepada pers.

Marius yang menyampaikan perkembangan Covid-19 melalui siaran langsung melalui aplikasi zoom dan live facebook Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Valeri Guru, lebih lanjut menjelaskan 8 rumah sakit yang sedang merawat ODP Coronavirus di NTT yakni, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof W.Z. Yohanis Kupang 4 ODP, Rumah Sakit TC Hiller 1 ODP, Rumah Sakit Umbu Rara Meha 1 ODP, Rumah Sakit Ben Mboi Ruteng 1 ODP dan RSUD S.K. Lerik Kota Kupang 1 ODP.

Marius menegaskan, saat ini tidak ada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di NTT tidak ada karena 2 PDP telah sembuh. “1 PDP yang dirujuk dari rumah sakit Ben Mboi ke rumah sakit Komodo telah meninggal dunia tapi bukan karena Coronavirus,” jelas Marius.

Dijelaskannya, data per Kabupaten/Kota yang masuk hingga saat ini terkait Covid-19 di NTT yakni, Kota Kupang berjumlah 91 ODP, sembuh 10 orang dan yang dirawat di RS. SK Lerik 2 orang. Sementara ODP di Kota Kupang yang melakukan karantina mandiri 79 orang. Kabupaten Kupang : 24 ODP dan 1 ODP sedang menjalani perawatan di RS. S.K Lerik Kota Kupang sementara 23 lainnya menjalani perawatan mandiri.

Di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), imbuh Marius, terdapat 5 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri; Kabupaten Rote Ndao : 25 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri atau berdiam di rumah; dan di Sabu Raijua ada 4 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri.

Sementara, di Kabupaten Lembata ada ODP 22 orang, 4 orang sembuh dan yang sedang menjalani karantina mandiri 18 orang; Manggarai Barat ada 44 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri; Kabupaten Ngada 14 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri; Nagekeo ada 17 ODP dan 3 telah selesai masa pemantauan atau sembuh, 1 ODP dirawat di RS TC Hiller Maumere dan 13 lainnya menjalani karantina mandiri.

Lanjut Marius, di Kabupaten Sumba Barat ada 5 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri; dan di Sumba Tengah ada 7 ODP dan 3 ODP telah sembuh sedangkan 4 lainnya menjalani karantina mandiri.

Marius mengaku ada permintaan lockdown dari masyarakat NTT melalui berbagai media sosial tapi permintaan tersebut masih dikaji secara matang dari berbagai aspek.

“Ada permintaan lockdown tapi dapat kami jelaskan, lockdown itu kewenangan Pemerintah Pusat dan sekarang sedang dilihat perkembangannya. Pemerintah Pusat sedang merancang Peraturan Pemerintah atau PP untuk melakukan Karantina Wilayah sesuai yang diatur dalam undang-undang No.6 tahun 2018. Mudah-mudahan dalam waktu dekat PP ini bisa keluar,” papar Marius.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, sebut Marius, sangat menghargai semua masukkan dan komentar masyarakat di berbagai media sosial. “Bapak Gubernur sangat menghargai komentar masyarakat di berbagai media sosial karena hal tersebut menunjukkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan kita menghadapi Covid-19. Pemerintah akan mengevaluasi perkembangan yang ada,” tambah Marius.

Sumber berita (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor dan foto utama (+rony banase)