Arsip Tag: Pemerintah Provinsi NTT

Gubernur VBL Tegaskan Tidak Ada Kewenangan Pemda Tutup Bandara

169 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Provinsi Nusa Tenggara, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) usai memimpin Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dan telekonferensi  dengan Wali Kota dan Bupati se-NTT pada Selasa, 31 Maret 2020 di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, menegaskan bahwa bandara tidak boleh ditutup.

Penegasan Gubernur VBL tersebut disampaikannya saat menanggapi pernyataan awak media. “Karena itu kewenangan Pemerintah Pusat dan kita perlu obat-obatan, perlu APD (Alat Pelindung Diri), karena itu fasilitas yang kita butuh untuk menangani segala hal,” ujarnya didampingi Wagub Josef Nae Soi, Sekda NTT, Ir. Ben Polo Maing; Ketua DPRD NTT, Ir. Emi Nomleni; Kapolda NTT, Irjen. Pol. Hamidin; Danrem 161 Wirasakti Kupang, Brigjen TNI Syaiful Rahman; Kabinda NTT, Staf Khusus Gubernur bidang politik, Dr. Imanuel Blegur dan sejumlah pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov NTT.

Lebih lanjut Gubernur VBL menegaskan bahwa tidak ada kewenangan Pemerintah Daerah untuk menutup bandara. Dan mengenai Karantina Daerah, imbuhnya, belum bisa dilaksanakan karena merupakan kewenangan Pemerintah Pusat. “Khusus untuk bencana sampai pada darurat sipil, semua merupakan kewenangan pemerintah pusat,” terangnya.

Mantan Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem ini menekankan Pemda mengikuti keputusan Pemerintah Pusat karena ini negara kesatuan. “Jadi yang darurat sipil itu negara dan kita mengikuti karena merupakan kesatuan politik dan kesatuan hukum,” ucapnya.

Ia pun melanjutkan apa yang diinstruksikan Presiden Jokowi yakni pencegahan penyebaran virus corona dengan Physical Distancing dan Social Distanting. “ Kita menyiapkan seluruh fasilitas jika terjadi karantina wilayah (lockdown), maka kita mampu melayani masyarakat dengan baik. Uangnya, ruang isolasinya dan seluruh rumah sakit disiapkan dengan baik,” bebernya.

Jika dampak sosial dan ekonomi menimpa seluruh pekerja harian seperti buruh yang oleh karena Covid-19, mereka tidak bisa kerja, jelas Gubernur VBL, Pemprov NTT akan memberikan bantuan sosial.

“Pemerintah Provinsi menyiapkan Rp.270 miliar untuk membantu masyarakat seperti itu. Setiap Pemerintah Kabupaten dan Kota saya telah perintahkan untuk mengalokasikan anggaran dari APBD sebesar Rp.13 miliar hingga 6 bulan ke depan guna mengatasi kondisi tersebut,” tandasnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Wajah Baru ‘Front Office’ Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT

161 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kini, setiap tamu yang mengunjungi Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT bakal memperoleh informasi, sapaan hangat dan bersahabat khas Provinsi dengan julukan “Nusa Terindah Toleransi” dan “New Tourism Territory” itu di lantai dasar (lobi) maupun di lantai 1 gedung kebanggaan masyarakat NTT tersebut.

Saat ini pula, dalam kondisi mewabahnya corona virus (Covid-19), tak sekadar sapaan, para tamu pun bakal diperiksa suhu tubuhnya dan dipersilahkan menggunakan hand sanitizer. Pemandangan ini mengubah wajah Gedung Sasando menjadi lebih sejuk, indah, sehat, dan bersahabat dengan kehadiran 15 Perempuan NTT yang bertugas menjadi Front Officer.

Penampilan Front Office Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT

Ke-15 Perempuan NTT berusia sekitar 18—21 tahun dengan tinggi minimal 165 centimeter tersebut, dibagi dalam 2 (dua) shift kerja, kemudian dilanjutkan oleh Satpol PP pada pukul 17.00 WITA—pagi hari.

Perlakuan baru tersebut, terang Plt. Kepala Biro Umum Setda Pemprov NTT, George M. Hadjoh kepada media ini, mengatakan bahwa upaya ini dilakukan atas pemikiran Bapak Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat  (VBL) untuk menjadikan pariwisata sebagai prime mover ekonomi NTT.

“Gedung ini (Gedung Sasando, red) terlalu mewah dan menjadi ikon yang mana menjadi spot foto bagi masyarakat NTT, wisatawan domestik maupun tamu mancanegara dan pariwisata berhubungan dengan tampilan sehingga saat tamu datang berkunjung harus memperoleh kesan yang sangat familiar dan merasa tersanjung,” ungkap George sehari sebelum diterapkannya bekerja dari rumah (work from home) sejak 24—31 Maret 2020 oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara (NTT).

Plt. Kabiro Umum Setda Pemprov NTT, George M. Hadjoh

Selain itu, terang George, Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT terlalu mewah sehingga harus ditopang oleh tampilan pendukung berupa taman dan kebersihan lingkungan sekitar.

“Anak-anak pun direkrut khusus untuk menjadi corong bagi kaum milenial dalam memperoleh informasi tentang program Gubernur NTT dan menjadi media informasi tentang keberadaan Kantor Gubernur NTT dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris,” ujar pada Senin, 23 Maret 2020.

Kondisi ini, ungkap mantan Kepala UPT Sarana dan Prasarana Olah Raga Dispora NTT, sebagai upaya menopang sumber daya yang ada. “Selain itu, menurut rencana adik-adik ini bakal ditempatkan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ditempatkan 2 (dua) orang yang menguasai tentang Visi dan Misi juga Program Gubernur NTT,” jelasnya seraya berkata telah melaporkan rencana tersebut kepada Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL).

Terpisah, salah satu Front Office Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Vanny saat ditemui pada Rabu, 25 Maret 2020 mengatakan dirinya bertugas melayani dan mengarahkan tamu ke biro yang dituju. “Kami langsung menyambut para tamu dan mengarahkan mereka pada tujuan yang mereka inginkan,” terangnya.

Berbeda dengan Alda, Front Office bernama Alda berujar bahwa hingga saat dirinya bekerja, belum pernah ada tamu yang menanyakan informasi tentang NTT.

Untuk diketahui, para front office Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT juga dibekali pengetahuan tentang pariwisata NTT dan diberikan pemahaman berbahasa Inggris oleh salah satu jebolan mahasiswi yang sempat mengikuti Program Vokasi Pertukaran Mahasiswa antara Undana dan Griffith University Australia.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

‘Update Covid-19 NTT’ ODP Capai 460, Pemprov NTT Tunggu PP ‘Lockdown’ Lokal

203 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pemprov NTT meng-update perkembangan kasus Corona Virus Disease (Covid) 19 di Bumi Flobamorarata. Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT yang juga juru bicara Pemprov NTT soal Coronavirus, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si mengatakan, hingga Minggu, 29 Maret 2020 pukul 14.00 WITA, NTT masih negatif Covid-19, namun jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) terus bertambah.

“Hingga siang ini pukul 14.00 WITA, jumlah ODP mencapai 460 orang, sembuh 49 orang dan yang menjalani Karantina Mandiri atau diam di rumah 403 orang. Yang sedang dirawat di rumah sakit 8 orang,” kata Marius kepada pers.

Marius yang menyampaikan perkembangan Covid-19 melalui siaran langsung melalui aplikasi zoom dan live facebook Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Valeri Guru, lebih lanjut menjelaskan 8 rumah sakit yang sedang merawat ODP Coronavirus di NTT yakni, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof W.Z. Yohanis Kupang 4 ODP, Rumah Sakit TC Hiller 1 ODP, Rumah Sakit Umbu Rara Meha 1 ODP, Rumah Sakit Ben Mboi Ruteng 1 ODP dan RSUD S.K. Lerik Kota Kupang 1 ODP.

Marius menegaskan, saat ini tidak ada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di NTT tidak ada karena 2 PDP telah sembuh. “1 PDP yang dirujuk dari rumah sakit Ben Mboi ke rumah sakit Komodo telah meninggal dunia tapi bukan karena Coronavirus,” jelas Marius.

Dijelaskannya, data per Kabupaten/Kota yang masuk hingga saat ini terkait Covid-19 di NTT yakni, Kota Kupang berjumlah 91 ODP, sembuh 10 orang dan yang dirawat di RS. SK Lerik 2 orang. Sementara ODP di Kota Kupang yang melakukan karantina mandiri 79 orang. Kabupaten Kupang : 24 ODP dan 1 ODP sedang menjalani perawatan di RS. S.K Lerik Kota Kupang sementara 23 lainnya menjalani perawatan mandiri.

Di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), imbuh Marius, terdapat 5 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri; Kabupaten Rote Ndao : 25 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri atau berdiam di rumah; dan di Sabu Raijua ada 4 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri.

Sementara, di Kabupaten Lembata ada ODP 22 orang, 4 orang sembuh dan yang sedang menjalani karantina mandiri 18 orang; Manggarai Barat ada 44 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri; Kabupaten Ngada 14 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri; Nagekeo ada 17 ODP dan 3 telah selesai masa pemantauan atau sembuh, 1 ODP dirawat di RS TC Hiller Maumere dan 13 lainnya menjalani karantina mandiri.

Lanjut Marius, di Kabupaten Sumba Barat ada 5 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri; dan di Sumba Tengah ada 7 ODP dan 3 ODP telah sembuh sedangkan 4 lainnya menjalani karantina mandiri.

Marius mengaku ada permintaan lockdown dari masyarakat NTT melalui berbagai media sosial tapi permintaan tersebut masih dikaji secara matang dari berbagai aspek.

“Ada permintaan lockdown tapi dapat kami jelaskan, lockdown itu kewenangan Pemerintah Pusat dan sekarang sedang dilihat perkembangannya. Pemerintah Pusat sedang merancang Peraturan Pemerintah atau PP untuk melakukan Karantina Wilayah sesuai yang diatur dalam undang-undang No.6 tahun 2018. Mudah-mudahan dalam waktu dekat PP ini bisa keluar,” papar Marius.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, sebut Marius, sangat menghargai semua masukkan dan komentar masyarakat di berbagai media sosial. “Bapak Gubernur sangat menghargai komentar masyarakat di berbagai media sosial karena hal tersebut menunjukkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan kita menghadapi Covid-19. Pemerintah akan mengevaluasi perkembangan yang ada,” tambah Marius.

Sumber berita (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor dan foto utama (+rony banase)

‘Update Covid-19 NTT’ ODP Capai 431, Gubernur VBL Minta Jangan Tolak ODP

206 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pemprov NTT sangat serius menangani penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Meski dari waktu ke waktu data Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang terpantau dari Posko Covid-19 terus beranjak naik, masyarakat tidak perlu kuatir apalagi menolak jika ada warga tertentu yang termasuk dalam kategori ODP.

“Kami juga memantau dan mendengar ada juga warga yang datang dari daerah terpapar tetapi ditolak oleh warga tertentu. Bapak Gubernur meminta dan berharap agar kita tidak menolak mereka tetapi dikoordinasikan dengan puskesmas dan para medis setempat untuk memastikan kesehatannya,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. kepada pers di Kupang, pada Sabtu, 28 Maret 2020.

Menurut Marius, yang termasuk dalam ODP Covid-19 belum tentu positif. “Karena dia yang datang belum tentu positif Covid-19. Boleh waspada; waspada adalah sesuatu yang bagus. Kami juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada warga yang memiliki kewaspadaan yang tinggi terhadap kesehatan masyarakat,” terang Marius yang juga juru bicara Covid-19 Provinsi NTT.

Klarifikasi Data ODP

Pada bagian lain, Marius menjelaskan dan mengklarifikasi data yang ter-publish di Harian Timor Express edisi Sabtu, 28 Maret 2020. “Hari ini juga Harian Timex memberitakan ODP yang didata oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) berjumlah 2.200 orang di seluruh NTT. Perlu kami sampaikan bahwa 2.200 orang ini yang masuk melalui pelabuhan laut, udara maupun perbatasan antar Negara. Sesuai dengan protap (Prosedur Tetap) yang ada mereka juga diperiksa di pelabuhan, bandar udara dan perbatasan antar negara lalu mengirimkan kepada Dinas Kesehatan Provinsi NTT untuk kemudian berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota di seluruh NTT untuk memantau lebih lanjut,” papar Marius.

Dijelaskan, 2.200 orang ini akan dipantau secara intensif baik Dinkes NTT maupun Dinkes kabupaten/kota. “Oleh karena itu, kita harapkan kerja sama yang sangat kuat dari seluruh masyarakat NTT. Perintah Bapak Gubernur kepada kita semua; kepada para bupati/wali kota se-NTT untuk menggerakkan seluruh infrastruktur pemerintahan untuk memantau warga NTT yang datang dari daerah-daerah terpapar Covid-19,” kata dia sembari meminta bantuan TNI/Polri, para Babinsa, Koramil, Dandim, Kapolres untuk bersama dengan infrastruktur pemerintahan tujuannya adalah untuk memastikan yang bersangkutan benar-benar terpantau dari sisi kesehatannya.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/03/28/update-covid-19-ntt-41-odp-selesai-pemantauan-316-isolasi-mandiri/

“Data yang kami rilis hari ini sebanyak 397 ODP; adalah orang-orang yang sudah diperiksa secara klinis oleh paramedis. Sedangkan 2.200 yang di-update oleh KKP mereka di data berdasarkan hard alert card (kartu tanda kesehatan). Mereka mengisi formulir lalu petugas-petugas kita di KKP dan juga paramedis memberikan petunjuk atau pedoman ketika berada di rumah masing-masing dan bagaimana dia mengisolasi dirinya, tidak bertemu dengan orang lain sambil berkoordinasi dengan paramedis setempat,” ucap Marius.

Mengingat penyebaran Covid-19 sebut Marius, sebagaimana diberitakan di berbagai media di Indonesia sudah semakin ekspansif. “Karena itu, kami harapkan kewaspadaan kita semua. Diminta kepada masyarakat NTT untuk tidak cuek dengan peringatan dan Protap yang telah ditetapkan oleh WHO dan pemerintah; baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota se NTT. Kita harus bisa mengantisipasi secara baik agar NTT bisa terbebas dari Covid-19,” pintanya.

Pemprov NTT, ujarnya, memberikan apresiasi yang tinggi kepada lembaga sosial, lembaga pendidikan, lembaga kerohanian lainnya; yang dengan inisiatif sendiri mengadakan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat yang rentan terhadap berbagai wabah penyakit. “Tentu kita mengharapkan agar inisiatif ini juga merambah ke rumah tangga di seluruh NTT. Kita perlu mengantisipasi semua hal sehingga NTT terbebas dari penyebaran Covid-19,” ujar doktor penyuluh pertanian jebolan IPB Bogor.

Kabiro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius saat memberikan keterangan pers dan didampingi oleh Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum, Valeri Guru di Ruang Biro Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Foto Istimewa oleh Humas Pemprov NTT

Waspada ! ODP Covid-19 Capai 431 Orang

Hingga Sabtu, 28 Maret 2020 malam, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) kasus Covid-19 menembus angka 431. Karena itu, waspadalah. “Ya, hingga malam ini pukul 21.00 WITA,  jumlah ODP Covid-19 sebanyak 431 orang. Tadi siang berjumlah 397 orang. Itu berarti ada tambahan jumlah ODP sebanyak 34 orang,” tandas Marius kepada pers di ruang kerjanya, pada Sabtu malam, 28 Maret 2020.

Dia merinci, Kota Kupang ODP berjumlah 81 orang (yang sembuh atau selesai pemantauan 10 orang, 69 sedang karantina mandiri; 2 orang rawat inap di rumah sakit Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang). Kabupaten Kupang berjumlah 19 ODP sedang karantina mandiri.

Di daratan Timor yakni di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), 23 ODP melakukan karantina mandiri; TTU 5 orang sedang karantina mandiri; Belu sebanyak 21 orang ( 1 orang sedang rawat inap di Rumah Sakit Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang, dan 20 orang yang sedang karantina mandiri); dan Kabupaten Malaka 3 orang, 1 orang sedang rawat inap di rumah sakit Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang dan 2 orang karantina mandiri.

Kabupaten Rote Ndao berjumlah 20 ODP, Sabu Raijua ada 4 orang, dan Kabupaten Alor 1 orang dan kini telah sembuh atau selesai pemantauan.

Sementara di daratan Flores yakni di Kabupaten Flores Timur 5 ODP sedang karantina mandiri; Lembata berjumlah 22 orang, sembuh 4 orang dan 18 orang karantina mandiri; Kabupaten Sikka, lanjut Marius, berjumlah 64 ODP, sembuh 19 orang dan 45 orang sedang karantina mandiri; Ende 5 ODP, selesai pemantauan 2 orang dan 3 orang sedang karantina mandiri.

Untuk di Kabupaten Manggarai, terang Marius, terdapat 8 ODP, 1 orang selesai pemantauan dan 7 orang sedang karantina mandiri; Ngada berjumlah 14 orang, Kabupaten Nagekeo sebanyak 17 orang, 1 orang sedang rawat inap di Rumah Sakit TC Hilers Maumere, 3 orang selesai pemantauan, dan 14 orang sedang karantina mandiri.

Lanjut Marius, di Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 10 orang, rawat inap 1 orang di Rumah Sakit Ben Mboi Ruteng, karantina mandiri sebanyak 9 orang; dan Manggarai Barat (Mabar) ODP sebanyak 44 orang dan semuanya karantina mandiri.

Selanjutnya imbuh Marius, di Pulau Sumba, yakni di Kabupaten Sumba Timur berjumlah 32 ODP, 1 orang sedang rawat inap di Rumah Sakit Umbu Rarameha, 4 orang selesai pemantauan dan karantina mandiri sebanyak 27 orang; Sumba Barat 1 orang sedang dalam karantina mandiri; Sumba Tengah sebanyak 4 orang, sedangkan di Sumba Barat Daya berjumlah 28 ODP sedang menjalankan karantina mandiri.

“Sehingga total menjadi 431 ODP. Yang sembuh atau selesai pemantauan sebanyak 44 orang. Yang sementara dirawat 7 orang dan 380 orang sedang menjalani karantina mandiri,” jelas Marius.

Pada bagian lain, Marius menambahkan, pihak Pemprov NTT juga sangat memperhatikan berbagai wabah penyakit tropis lainnya yang masih mendera masyarakat NTT yakni malaria dan deman berdarah. “Memang beberapa pekan ini Pemprov saat serius dengan mencegah wabah Covid-19. Namun demikian berbagai wabah penyakit tropis lainnya juga menjadi perhatian serius dari Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur NTT seperti malaria dan deman berdarah. Karena itu, tidak ada cara lain selain masyarakat memperhatikan dengan sungguh-sungguh pola hidup sehat. Pola makan yang bergizi dan pola istirahat yang teratur. Karena kesehatan itu mahal,” tandas mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, sambil sesekali memperbaiki kacamatanya.(*)

Sumber berita (*/Valeri Guru–Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor dan foto utama (+rony banase)

‘Update Covid-19 NTT’ 41 ODP Selesai Pemantauan & 316 Isolasi Mandiri

172 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Kita tidak usah cemas, panik apalagi takut. Ikuti protap yang dikeluarkan WHO dan pemerintah. Kita hanya minta masyarakat NTT taat dan patuh kepada protap-protap tersebut,” pinta Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. meminta dukungan semua pihak agar penanganan penyebaran wabah Covid-19 di Provinsi NTT dapat diminimalkan .

Menurut Marius saat menyampaikan perkembangan (update) data terkini ODP di NTT hingga Jumat, 27 Maret 2020 pukul 21.00 WITA, dari total sebaran per kabupaten/kota terdapat 365 Orang Dalam Pemantauan ODP (ODP); 41 ODP selesai masa pemantauan; 8 orang sedang dirawat di rumah sakit; 316 melakukan karantina mandiri.

Ada pun data gamblang disampaikan Jubir Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT merinci, Kota Kupang terdapat 59 ODP (10 orang selesai pemantauan; jumlah saat ini ada 49, 2 orang sedang dirawat di rumah sakit Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang dan ada 47 yang karantina mandiri).

Lanjut Marius, di Kabupaten Kupang terdapat 9 orang sedang melaksanakan karantina mandiri; Kabupaten Timor Tengah Selatan memiliki 22 ODP sedang melakukan karantina mandiri; Kabupaten TTU ada 2 ODP, 1 dirawat di RSUD Kefamenanu dan 1 karantina mandiri; Kabupaten Belu 19 orang ODP, 1 orang sedang dirawat di RSUD Kupang dan 18 orang menjalani karantina mandiri dan Malaka 1 orang masih dirawat di RSUD W Z Yohanes Kupang Kupang.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi, Dr. Jelamu Ardu Marius

Sementara, di Kabupaten Rote Ndao terdapat 20 ODP sedang dalam karantina mandiri; Sabu Raijua ada 3 ODP sedang dalam karantina mandiri; dan Kabupaten Alor 1 orang sedang karantina mandiri.

Di daerah Flores, yakni di Kabupaten Lembata ada 22 orang, 4 orang selesai pemantauan dan 18 orang karantina mandiri; Manggarai Barat terdapat 38 ODP yang sedang dalam karantina mandiri; Sikka ada 50 orang (19 orang selesai pemantauan dan 31 orang menjalani karantina mandiri). Manggarai Timur, terdapat 10 ODP (1 ODP sedang dirawat di RSUD Ruteng dan 9 orang dalam karantina mandiri); Flores Timur ada 5 orang sedang dalam karantina mandiri.

Di Kabupaten Ende, imbuh Marius Ardu Djelamu, terdapat 5 ODP (2 orang selesai pemantauan dan 3 orang karantina mandiri); Kabupaten Manggarai ada 8 orang (1 orang selesai pemantauan dan 7 orang karantina mandiri); Kabupaten Ngada 14 ODP dikarantina mandiri; dan di Kabupaten Nagekeo terdapat 17 ODP ( 1 orang dirawat di RSUD TC Hilers Maumere dan 16 karantina mandiri).

Untuk sebaran ODP di Kabupaten Sumba Timur 31 ODP (4 orang selesai pemantauan, 1 orang dirawat di RSUD Umbu Rara Meha, 26 orang sedang karantina mandiri) Kabupaten Sumba Barat Daya ada 25 orang sedang dikarantina mandiri; dan di Sumba Tengah 4 orang sedang menjalani karantina mandiri.

Lebih lanjut doktor jebolan IPB Bogor ini menyampaikan terima kasih atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTT kepada rekan-rekan media yang dengan setia mem-publish data dan informasi mengenai Covid-19. “Anda adalah pejuang sejati yang selalu ada di garda terdepan dan masyarakat di daerah ini senantiasa merindukan berita yang anda tulis,” tandasnya. (*)

Sumber berita (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor dan foto (+rony banase)

Pemprov NTT Potong Perjalanan Dinas Selama Enam Bulan Ke Depan

223 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pemerintah Provinsi NTT mengambil kebijakan untuk memotong biaya perjalanan dinas selama 6 bulan ke depan untuk menanggulangi dan mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19). Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat membuka kegiatan On The Job Training bagi petugas kesehatan melalui Teleconfrence dari ruang rapat Gubernur, pada Jumat, 27 Maret 2020.

Baca juga:

https://gardaindonesia.id/2020/03/27/tangani-covid-19-dinas-kesehatan-ntt-helat-on-the-job-training/

“Tentunya kita harus menyiapkan sungguh-sungguh pikiran dan tenaga. Termasuk menyiapkan desain anggaran untuk bagaimana kita berhadapan dengan Covid-19. Sesuai instruksi presiden, kita harus mendesain kembali anggaran-anggaran yang tidak perlu. Contohnya seperti perjalanan dinas, kita akan hilangkan dalam beberapa bulan, sekitar enam bulan ke depan untuk menangani dampak dari covid-19,” jelas Gubernur VBL.

Gubernur VBL meminta dan mendorong para Bupati/Walikota untuk menyiapkan dan merencanakan anggaran secara sungguh sesuai instruksi Presiden. Karena dampak virus Corona tidak hanya masalah kesehatan tapi juga sosial ekonomi masyarakat.Harus juga disiapkan untuk itu.

“Saya ingin mendorong kita semua. Semangat kita, keberanian, kecerdasan dan kepedulian kita sebagai pemerintah daerah untuk mengatasi masalah ini. Kita harus menyiapkan ini secara benar. Persiapan kita ini bukan karena kita takut dengan penyakit ini, tetapi sebagai manusia kita harus tunjukkan keberanian dan kepedulian kita untuk mampu menyelamatkan orang lain. Kita harus tunjukan peradaban kepedulian tinggi, kita tunjukan bahwa Nusa Tenggara Timur punya kemampuan untuk itu,” jelas pria asal Semau tersebut.

Suasana Telekonferensi Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dengan Kadis Kesehatan Kabupaten/Kota se-NTT, para Direktur RSUD se-NTT, Dokter Spesialis Paru, Dokter Penyakit Dalam, petugas laboratorium dan perwakilan perawat

Menurut mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI tersebut, modal utama kita dalam menghadapi Covid-19 adalah bagaimana kita punya semangat dan motivasi yang tinggi untuk selesaikan masalah ini dengan segala kelebihan dan kekurangan yang kita miliki. Belajar dari negara yang terpapar terdahulu, mereka bangkit dengan satu cara, semua bahu-membahu untuk bekerja sama. Tidak ada saling menuding, mempersalahkan dan menuduh.

“Sebagai Gubernur saya mengajak kita semua, seluruh lapisan masyarakat di mana pun berada agar poin utama kita bukan saja tentang Alat Perlindungan Diri (APD), bukan saja tentang seluruh alat-alat medis atau ada obat untuk atasi Covid-19. Tetapi menurut saya, senjata utama kita adalah kita harus meyakini kemampuan kita untuk bergerak bersama dalam perspektif bersama untuk kalahkan penyakit, inilah jadi kekuatan utama kita,” jelas VBL.

Motivasi Tenaga Medis

Dalam kesempatan tersebut Gubernur VBL memotivasi para tenaga medis untuk terus bekerja dengan penuh semangat. Sebagai lini terdepan dalam menangani covid-19, para tenaga medis diharapkan tetap punya semangat kepedulian.

“Kepada teman-teman medis yang jadi lini terdepan dalam melawan covid-19, saya tahu pekerjaan ini paling berat dibebankan kepada teman-teman medis. Sekali lagi saya minta secara moral, ini perlu dijaga semangatnya, kita terpanggil untuk menjadi bagian dari sejarah ini. Ini menjadi tantangan bagi kita semua, bagi saya, bagi para dokter, mampukah kita sebagai manusia yang punya kemampuan bernalar dan iman, mampu menyelesaikan masalah ini,” jelas Gubernur.

Dikatakan VBL, masalah APD telah menjadi keluhan 189 negara yang telah terpapar virus ini. Tentu NTT juga terus menyiapkan diri untuk mengatasi keluhan tersebut.

“Kepada teman-teman dokter, khususnya dokter paru yang terbatas, saya telah menyiapkan anggaran khusus untuk sewa pesawat agar bisa _mobile_ apabila terjadi positif covid-19 di mana pun di NTT. Karena kita ini provinsi kepulauan. Supaya para dokter, para medis bergerak cepat. Pesawat itu hanya untuk para medis dan para dokter tidak dicampur dengan penumpang lain,” jelas VBL.

Gubernur VBL juga meminta kepada para Kepala Dinas Kesehatan dan para Direktur Rumah Sakit untuk menyiapkan diri secara baik. “Saya minta kepada para bupati/wali kota agar mampu memenuhi gizi dan kebutuhan para tenaga kesehatan supaya mereka dalam kondisi prima mampu melayani masyarakat. Sekali lagi, sebagai Gubernur saya menaruh harapan besar kepada para medis yang berada pada garis terdepan,”pungkas VBL.

Dalam laporannya melalui Teleconference, Kadis Kesehatan NTT, drg. Domi Minggus Mere, M. Kes mengatakan, kegiatan Manajerial Training untuk penangan Covid-19 tersebut melibatkankah para Kadis Kesehatan Kabupaten/Kota se-NTT, para Direktur RSUD se-NTT, Dokter Spesialis Paru, Dokter Penyakit Dalam, petugas laboratorium dan perwakilan perawat.

Kegiatan ini rencananya akan berlangsung selama dua hari yakni Jumat sampai dengan Sabtu (27- 28 Maret). Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi kesimpangsiuran informasi dalam penatalaksanaan penanganan covid-19 dan simulasi penanganan pasien.

“Kita tentunya dalam kegiatan ini sangat memperhatikan protap-protap yang ditetapkan WHO seperti physical distancing dan protap lainnya. Kita harapkan sekembalinya dari kegiatan ini, diharapkan tidak ada lagi keraguan dalam penatalaksanaan pasien covid-19,” ujar Domi Mere.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi NTT menyiapkan anggaran sekitar Rp.60 Miliar untuk pencegahan penyebaran covid-19 di NTT.

Tampak mendampingi Gubernur NTT, Wakil Gubernur NTT, Josef A.Nae Soi, Sekda NTT, Bene Polo Maing, Staf Khusus Gubernur, Imanuel Blegur, beberapa pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT.(*)

Sumber berita (*/Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT)
Editor dan foto utama (+rony banase)

Pemprov NTT Siapkan Dana Rp.60 Miliar dan Insentif Tenaga Medis Covid-19

134 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pemerintah Provinsi NTT menyiapkan anggaran sebesar Rp.60 Miliar untuk penanganan wabah virus corona. Hal tersebut diungkapkan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat melakukan jumpa pers usai melakukan Teleconference dengan Presiden Jokowi di Kantor Gubernur Sasando, pada Selasa, 24 Maret 2020.

“Kita siapkan 60 miliar untuk penanganan corona ini. Tadi saya liat ada beberapa provinsi, kita salah satu provinsi yang terbesar dalam alokasi anggaran,” jelas VBL di hadapan puluhan wartawan.

Didampingi Wagub Josef Nae Soi, Sekretaris Daerah NTT, Benediktus Polo Maing dan Karo Humas dan Protokol NTT, Jelamu Ardu Marius, VBL menjelaskan sesuai arahan Presiden Jokowi dalam teleconference yang meminta agar seluruh Gubernur mengkaji dan menghitung secara mendalam dampak sosial ekonomi dari virus corona, termasuk mengambil langkah konkret untuk melaksanakan dan fokus terhadap program yang dibutuhkan. Juga melakukan perencanaan kembali terhadap anggaran yang diprioritaskan terhadap dampak akibat virus corona.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat saat memberikan keterangan pers didampingi oleh Wagub Josef Nae Soi, Sekda Benediktus Polo Maing; dan Kabiro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT, Marius Ardu Djelamu

“Khususnya untuk usaha kecil menengah. Bantuan sosial tunai juga disiapkan oleh para gubernur untuk kelompok yang terdampak seperti ini,” jelas VBL.

Menurut Gubernur VBL, salah satu upaya yang dirancang oleh Pemerintah Provinsi untuk bantuan sosial tunai tersebit adalah misalnya dengan cara menanam kelor pada lahan yang disiapkan secara bersama sambil tetap memperhatikan aturan social distancing.

“Kelor tetap kita tanam sambil perhatikan atiran phisical distancing. Kelor kita tanam bersama dalam jumlah banyak sambil tetap memperhitungkan social distancing secara baik. Itu semacam bantuan sosial tunai, mereka tanam kita bayar. Ini sedang kita siapkan, rekayasa-rekayasa ekonomi seperti ini sedang kita desain sehingga tekanan-tekanan ekonomi yang lebih hebat bisa kita hindari,” jelas VBL.

Dana yang dipersiapkan oleh pemerintah Provinsi ini juga dirancang untuk perencanan dalam mengatasi kondisi-kondisi dari ringan sampai berat yang terjadi di provinsi NTT akibat penyebaran virus corona. Langkah seperti apa yang harus diambil, ruangan seperti apa, Alat Perlindungan Diri (APD), dokter dan tenaga medisnya seperti, itu semua telah dihitung.

“Dalam kaitan dengan alat perlengkapan diri (ADP), kita juga diberikan nama dan alamat perusahaan yang memproduksi ADP untuk memesan langsung. Tetapi dari pemerintah pusat telah mengirim ke semua provinsi. Karena NTT masih negatif pasien corona, kita hanya mendapatkan sekitar 500 packs APD dari pemerintah pusat. Dan menurut laporan kepada saya, itu sudah diterima. Kalau masih kurang tentu kita akan memesan lagi,” jelas Gubernur VBL.

Terkait pertanyaan wartawan, apakah dana tersebut juga dipakai untuk insentif bagi tenaga medis, Gubernur menegaskan tentu saja hal itu akan disesuaikan sesuai instruksi presiden.

“Kita lagi hitung itu. Kita akan hitung berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 4 tahun 2020 tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran, Serta Pengadaan Barang Dan Jasa Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) atau virus corona untuk menghitung insentif tenaga medis,” pungkas Gubernur.(*)

Sumber berita (*/Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT)
Editor dan foto (+rony banase)

Wagub Josef Nae Soi : Pemprov NTT Serius Tangani Pandemi Covid-19

97 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) di bawah kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur Josef A. Nae Soi sangat serius dalam mengurus dan merespons penyebaran Corona Virus Desease atau Covid-19.

“Kami sangat serius urus Covid-19. Karena itu, jikalau ada rumor yang mengutip pernyataan saya bahwa virus corona itu sama dengan flu biasa. Itu hanya kalimat yang secara spontan saya sampaikan ketika ditanya wartawan,” tandas Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM di Kupang, pada Senin, 23 Maret 2020.

Menurut Wagub Nae Soi, saat dirinya mengikuti kegiatan Musda Partai Golkar NTT beberapa waktu lalu, secara tidak sengaja ditanya oleh wartawan. “Waktu itu, saya dalam nada kelakar mengatakan bahwa virus corona itu hanya seperti flu biasa. Waktu itu. Nah, konteksnya kalau pernyataan saya itu dikaitkan dengan kondisi hari ini tentu tidaklah tepat,” kata Wagub dan meminta kepada masyarakat tidak perlu ribut-ribut lagi.

“Mari fokuskan energi dan pemikiran kita untuk menangani tidak hanya covid-19 tetapi juga kemiskinan, kebodohan, kemalasan, stunting, demam berdarah dan lain sebagainya,” tandas mantan anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI.

Keseriusan Pemprov NTT lanjut Wagub, dengan menerbitkan sejumlah regulasi mulai dari pembentukan gugus tugas penanganan Covid – 19 di Provinsi NTT yang diketuai Sekda Provinsi NTT, Ir. Benediktus Polo Maing yang secara teknis dipercayakan kepada Kadis Kesehatan Provinsi NTT, dokter Domi Mere dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si sebagai juru bicara Covid-19.

“Hari ini, saya bersama Pak Gubernur mendatangi Posko (Pusat Komando) Satgas Penanganan Covid-19 yang terpusat di Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Inilah bukti nyata keseriusan kami dalam mengurus dan menangani Covid-19,” ucap Wagub seraya berharap agar masyarakat di Provinsi NTT tidak usah takut dan panik.

“Ikuti prosedur yang disampaikan pemerintah dan lakukan social distancing bahkan fisical distancing. Karena itu, anak-anak sekolah diliburkan. Juga para ASN. Libur dan bekerjalah dari rumah,” kata Wagub.

Sebagaimana diketahui Gubernur VBL telah menerbitkan Surat Edaran yang ditujukan kepada Wali Kota dan para Bupati se-NTT; pimpinan instansi vertikal; pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Swasta nomor 443.1/06/BO2.1 tertanggal 21 Maret 2020 tentang Pengaturan dan Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara dan Pegawai Badan Usaha Milik Negara/Daerah/Swasta dalam rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease-19 (Covid-19) di Provinsi NTT. Salah satu itemnya berbunyi “menjalankan tugas kedinasan dengan bekerja dari rumah/tempat tinggal atau Work from Home terhitung sejak 24 Maret hingga 31 Maret 2020 dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai kebutuhan.” (*)

Sumber berita (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)