Arsip Tag: Pesta emas sekolah

Tiga Alasan Wagub Josef Nae Soi Hadir Saat Pesta Emas SMK Swastisari Kupang

284 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Josef Nae Soi berkesempatan hadir dalam puncak Perayaan HUT ke-50 (Pesta Emas) SMK Swastisari Kupang pada Sabtu, 18 Januari 2020 pukul 09.30 WITA—selesai di Aula STIE Oemathonis Kupang.

Saat tiba di Halaman STIE Oemathonis, bersama Kadis P dan K Provinsi NTT, Benyamin Lola; Wagub Josef Nae Soi disambut oleh Ketua Yayasan Santu Aloysius, Johanes Assan dan Istri; Ketua STIE Oemathonis, Antonius Ugak; Kepala SMK Swastisari Kupang, Suster Yohana Elu, para guru, siswa, dan alumni. Tak ketinggalan Siswa-siswi SMK Swastisari Kupang menyuguhkan Tarian Likurai asal Kabupaten Belu sebagai tarian penyambutan.

Wagub Josef Nae Soi hadir menggantikan Gubernur NTT Viktor Laiskodat yang seharusnya hadir namun berhalangan karena harus bertolak ke Labuan Bajo selama 3 (tiga) hari untuk melakukan rapat koordinasi dengan Presiden Joko Widodo.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi saat memberikan sambutan

Kepada Ketua Yayasan Santu Aloysius, Kepala SMK Swastisari Kupang, Ketua STIE Oemathonis; para Guru, murid, alumni SMK Swastisari Kupang, Dosen dan Mahasiswa STIE Oemathonis Kupang dan undangan lainnya, Wagub Josef Nae Soi saat memberikan sambutan menyampaikan beberapa alasan hadir dalam Misa Syukur Pesta Emas SMK Swastisari Kupang. “Saya tinggalkan beberapa kegiatan untuk datang dan hadir di sini,” ungkap Wagub Josef.

Misa Ekaristi Pesta Emas SMK Swastisari Kupang dipimpin oleh Romo Sam (alumni SMEA Swastisari)

Alasan pertama, tutur Wagub Josef, ada seorang pemuda bernama Aloysius Assan datang ke Maumere pada tahun 1970 bertemu saya menyampaikan akan mendirikan sekolah. “Saat itu saya masih seorang Guru SMEA dan SMA Maumere dan kami berdiskusi saat itu untuk mendirikan sekolah ini (SMEA Swastisari,red). Saya kenal beliau (Alm. Aloysius Assan) saat beliau masih menjabat sebagai Kepala BP7. Beliau sosok luar biasa!, kuliah hukum namun mendirikan sekolah SMEA,” ungkap Nae Soi.

Alasan Kedua, Nama Pendiri Yayasan Santu Aloysius adalah Aloysius Assan dan nama orang tua Wagub Josef Nae Soi juga memiliki nama Aloysius. “Ini alasan subyektif,” tutur Josef Nae Soi.

Alasan lainnya, “Sejak tahun 1970—sekarang, Saya masih menjadi guru hingga sekarang. Saya masih menjadi pengajar dan mengajar filsafat hukum di Universitas Atmajaya Jakarta ,” beber Wagub Josef Nae Soi.

Kepada para pendidik SMK Swastisari Kupang, Wagub Josef Nae Soi berpesan agar sekolah yang telah berumur 50 tahun ini agar tetap berdiri.

Penanaman Anakan Pohon Cendana oleh Wagub Josef Nae Soi

Wagub Josef Nae Soi juga menyarankan agar SMK Swastisari Kupang dapat mendirikan program studi yang sesuai dengan perkembangan zaman agar tetap kokoh berdiri. “Pariwisata menjadi prime mover pertumbuhan ekonomi di Provinsi NTT dan NTT saat ini merupakan New Tourism Territory,” pinta Josef Nae Soi.

Perayaan Pesta Emas SMK Swastisari Kupang ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ibu Ketua Yayasan Santu Aloysius dan penanaman Pohon Cendana oleh Wagub Josef Nae Soi dan Kadis P dan K Provinsi NTT, Benyamin Lola di Halaman SMK Swastisari Kupang.

Penulis, foto dan editor (+rony banase)

Alumni SMK Swastisari Kupang Prakarsai Pesta Emas Sekolah

551 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id | (SMK) Sekolah Menengah Kejuruan Swastisari Kupang yang berdiri sejak 12 Januari 1970 dan hampir menggapai usia 50 tahun pada 12 Januari 2020; bersama alumni dan komite sekolah memprakarsai perayaan Pesta Emas yang bakal dilaksanakan pada tahun 2020.

Sekolah kejuruan yang sebelumnya menempati gedung sekolah di Kelurahan Kuanino (belakang Bank BTN dan bertetangga dengan Asrama Tentara) sejak 1970—2008 dan kini; sejak tahun 2009—2019 menempati Sekolah Baru di kawasan STIE Oemathonis Kupang di Jalan Frans Seda Kelurahan Kelapa Lima Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur ini hampir menghasilkan angkatan alumni ke-50; berencana melaksanakan berbagai kegiatan saat pelaksanaan Pesta Emas SMK Swastisari Kupang.

Panitia Pesta Emas (Panpesmas) SMK Swastisari Kupang saat mengadakan rapat konsolidasi dan koordinasi ketiga usai pelaksanaan Misa / Ibadah HUT Sekolah ke-49, Sabtu/12/1/2019 pukul 13.00—15.00 WITA, telah menghadirkan 62 alumni dan menghasilkan beberapa tahapan persiapan pelaksanaan Pesta Emas (50 Tahun) SMK Swastisari Kupang.

Foto bersama alumni, panitia pesta emas dan perangkat SMK Swastisari Kupang

Ketua Panitia Pesta Emas SMK Swastisari Kupang Martinus Tokan saat memimpin rapat panitia mengatakan Pesta Emas 50 Tahu SMK Swastisari Kupang akan melibatkan alumni 1970—2018.

“Telah dilaksanakan rapat panitia selama 3 (tiga) kali dan akan dilanjutkan pada rapat panitia keempat pada 16 Februari 2019. Pada rapat tersebut masing-masing seksi akan menyampaikan rencana kerja beserta besaran anggaran yang dibutuhkan”, jelas Martinus Tokan.

Lanjut Martinus Tokan yang merupakan alumni SMK Swastisari Kupang angkatan kedua (1972), “Kami berharap peran serta para alumni lain yang belum sempat hadir dan belum mengetahui rencana pelaksanaan Pesta Emas (50 Tahun) SMK Swastisari Kupang agar dapat menyesuaikan diri dan ikut berpartisipasi”, harapnya.

Adapun rencana kegiatan sebelumnya Misa Ekaristi Kudus Perayaan Pesta Emas (50 Tahun) SMK Swastisari Kupang yakni Lomba Debat Bahasa Inggris antar SMA/SMK; Lomba Futsal tingkat SMP; Lomba Cerdas Cermat tingkat SMA/SMK; Lomba Voli tingkat SMA/SMK; Pameran dan Peluncuran Buku Profil SMK Swastisari Kupang.

Tampak hadir dalam Rapat Konsolidasi dan Koordinasi Panitia Pesta Emas SMK Swastisari Kupang antara lain Ketua dan anggota Komite, Jajaran Panitia, Guru-guru dan Alumni tahun 1980; 1992; 1993; 1994; 1995; 1996; 1997; 1998; 1999; 2001; 2003; 2010 dan 2012.

Penulis dan editor (+rony banase)