Arsip Tag: pohon faloak

BP2LHK Kupang Teliti Pohon Faloak Sejak 2011, Kini; Hasilkan Teh Faloak

583 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Kupang, Institusi yang berafiliasi dengan Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi (BLI) dan berada di bawah binaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia telah meneliti potensi dan manfaat dari Pohon Faloak (Sterculia quadrifida R.Br.) yang telah digunakan oleh masyarakat NTT secara turun temurun sebagai obat tradisional.

Sebagai institusi yang telah meneliti dan mengembangkan species endemic NTT ini, BP2LHK Kupang telah melakukan penelitian secara mendalam tentang Pohon Faloak sejak tahun 2011; Tim Penelitian Faloak BP2LHK Kupang diketuai oleh Siswadi dan beranggotakan Heny Rianawati, S.Hut., M.Ag.Sc (Peneliti); Budiyanto Dwi Prasetyo, S.Sos., M.A. (Peneliti); dan Retno Setyowati, S.Hut (Peneliti).

Ditemui di Kantor Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Kupang di Jalan Alfons Nisnoni No. 7B (Belakang) Airnona, Kota Raja, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Jumat/15 Maret 2019; Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan / BP2LHK), Sumitra Gunawan, S.Hut., M.Sc., didampingi oleh para peneliti dan Kepala Seksi Data Informasi dan Sarana Penelitian, Hendra Priatna, S.T., menyampaikan lika liku perjalanan penelitian Pohon Faloak sejak tahun 2011 hingga sekarang.

Kepala BP2LHK Kupang, Sumitra Gunawan, mengatakan bahwa penelitian Faloak telah dilakukan sejak tahun 2011—2014 dengan melaksanakan Etnobotani Pohon Faloak (=studi terhadap masyarakat dan tanaman); Budidaya Faloak; dan Pembangunan Plot Konservasi ex-situ Faloak (=di luar dari habitat aslinya dengan koleksi Pohon Faloak dari berbagai daerah asal) di Stasiun Penelitian Banamlaat Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Provinsi NTT

“Sedangkan sejak tahun 2015—sekarang dilakukan inovasi membuat Produk Teh Faloak”, terang Sumitra Gunawan

Disamping itu, Mewakili Tim Peneliti Faloak, Heny Rianawati, S.Hut., M.Ag.Sc., menjabarkan secara gamblang mengenai penelitian terhadap Pohon Faloak dimulai dari konservasi dan Domestifikasi Pohon Faloak, teknik silvikultur, sebaran habitat, pembuatan kebun koleksi dan sumber benih, sampai berinovasi membuat produk teh/serbuk faloak agar mudah dikonsumsi masyarakat.

“Untuk inovasi teknis pengemasan serbuk faloak menjadi kemasan (seperti teh celup) ini sudah kami ajukan hak patennya ke Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) dan sudah didaftarkan dengan nomor pendaftaran P00201804328 tanggal 8 Juni 2018 dengan masa pengumuman 6 bulan sejak 8 Desember 2018”, ujar Heny

☆Foto Istimewa oleh BP2LHK Kupang

Lanjut Heny, Sedangkan Pendaftaran Paten untuk Komposisi Teh Celup Kulit Batang Faloak (Sterculia quadrifida R.Br.) dan Daun Stevia (Stevia rebaundina Bertoni) bernomor pendaftaran P00201804326 tanggal 8 Juni 2018 dengan masa pengumuman 6 bulan sejak 8 Desember 2018

“Kami Tim Peneliti Faloak di BP2LHK Kupang sangat membuka ruang seluas-luasnya untuk berdiskusi dan memberikan informasi lebih lanjut terkait faloak ataupun penelitian-penelitian lain di NTT”, pungkas Heny Rianawati.

Penulis dan editor (+rony banase)

Poltekes Kemenkes Kupang Olah Kulit Faloak Jadi Bubuk Kaya Manfaat

2.318 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia |Pemanfaatan Kulit batang Pohon Faloak (Sterculia quadrifida R.Br.) sebagai bahan baku Obat Herbal terus dikembang dan diteliti termasuk Prodi Poltekes Kemenkes Kupang juga melakukan pengembangan ekstrak Kulit Pohon Faloak menjadi bubuk kaya manfaat

Ditemui saat kegiatan Senam Bersama Gereja Bait El Penfui Kupang, Sabtu/9/3/19 pukul 07.30 WITA dalam demo oleh Poltekes Kemenkes Kupang membuat Kulit Pohon Faloak menjadi bubuk dengan cara direbus dan dicampur dengan jahe dengan ratio 1:1 (air putih 1 liter dan gula pasir 1 kg), kemudian kulit faloak dikeluarkan dan air hasil olahan tersebut direbus dan diaduk hingga mengering menyerupai bubuk

Kulit Pohon Faloak (Sterculia quadrifida R.Br.)

Marce Inggrita Taku Bessi, S.Farm.,Apt.,M.Sc dari Prodi Farmasi Poltekes Kemenkes Kupang mengatakan bahwa Kulit Faloak telah digunakan oleh masyarakat NTT secara turun temurun untuk pengobatan gangguan hati (Hepatitis), meningkatkan stamina tubuh, dan digunakan untuk cuci darah oleh Ibu-Ibu pasca melahirkan

“Untuk Faloak telah dilakukan penelitian oleh Litbang NTT maupun peneliti lain telah ada pembuktian bahwa Kulit Faloak aman dan hasil toksisitas telah menunjukkan aman jika diminum dalam konsentrasi sesuai dengan aturan”, jelas Rita panggilan akrab Marce Taku Bessi

Rita I. Taku Bessi, S.Farm.,Apt.,M.Sc dari Prodi Poltekes Kemenkes Kupang

Lanjut Rita, Tentu untuk Obat Herbal atau Obat Tradisional selalu aman namun juga tidak aman jika diminum tidak sesuai aturan atau dosis

Selain itu, “Penelitian pemanfaatan Kulit Faloak telah dilakukan dengan Uji Pre Clinic untuk hewan coba terhadap mencik maupun tikus; hasil penelitian menunjukkan efek sebagai hepatoprotector atau menjaga fungsi hati; sebagai anti jamur atau bakteri dan mempunyai aktifitas terhadap kanker”, ungkap Rita Bessi yang juga berprofesi sebagai Apoteker dan tergabung sebagai salah satu Pengurus Daerah (PD) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Wilayah NTT.

Tambah Rita, Penelitan lain dari Kulit Faloak menunjukkan mempunyai aktifitas sebagai antioksidan untuk mengatasi radikal bebas pemicu penyakit degeneratif

Buah dari Pohon Faloak (Sterculia quadrifida R.Br.) Foto oleh langittimor.wordpress.com

“Saat ini olahan Kulit Faloak belum dijual bebas; kami hanya sekadar membantu masyarakat sehingga mempunyai persedian yang acceptable atau dapat diterima berupa bubuk instan”, pungkasnya

Dikutip dari Khasiat.co.id – Pohon Faloak masih terdengar sangat asing di telinga kita. Bahkan sebagian besar dari kita baru mendengarnya kali ini. Pohon Faloak memiliki ukuran yang besar dan daun yang cukup rindang dan masih satu keluarga dengan tanaman kepuh. Kulit faloak ini bisa dijadikan obat berbagai macam penyakit. Akan tetapi tidak hanya kulitnya saja yang memiliki khasiat biji, buah, daun, maupun batangnya juga memiliki manfaat untuk kesehatan kita.

Pohon Faloak (Sterculia quadrifida R.Br.)

Kulit faloak mengandung berbagai macam zat yang berfungsi untuk kesehatan tubuh diantaranya adalah flavonoid, alkaloid, terpenoid, serta steroid. Manfaatnya yang cukup banyak ini membuat faloak menjadi salah satu bahan yang banyak dicari untuk digunakan sebagai bahan baku produksi obat herbal atau alami.

Adapun manfaat Kulit Pohon Faloak sebagai berikut:
• Mampu membantu menangkal radikal bebas;
• Menguatkan sistem kekebalan tubuh;
• Mampu membasmi kuman, virus, dan mikroba lain;
• Mengurangi radang dan pembekakan;
• Mengobati anemia;
• Mencegah hipertensi;
• Mengobati demam berdarah;
• Obat anti hepatitis

Penulis dan editor (+rony banase)