Arsip Tag: program pengobatan gratis

Pemda Belu Kucur Anggaran 12 Miliar Rupiah untuk Kesehatan Gratis

244 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Pemerintah daerah (Pemda) Belu mengucurkan anggaran senilai 12 miliar rupiah guna mendukung pencanangan program pengobatan gratis bagi seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Demikian disampaikan Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD – KGEH, FINASIM. didampingi  Wakil Bupati, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. kepada awak media usai kegiatan peluncuran pengobatan gratis di Puskesmas Haliwen, Kecamatan Kakuluk Mesak pada Senin, 26 Juli 2021.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/07/26/pemda-belu-resmi-luncurkan-pengobatan-gratis-pakai-ktp/

Bupati Belu menuturkan, pencanangan program pengobatan gratis, selain sebagai pemenuhan janji politik, juga sebagai kado terindah pemerintah daerah bagi masyarakat Belu seutuhnya menjelang peringatan dirgahayu RI ke–76 tanggal 17 Agustus 2021. “Mulai tanggal 1 Agustus 2021 sudah mulai berlaku. Masyarakat sudah bisa berobat gratis dengan hanya membawa KTP,” imbuhnya.

Bupati Belu menegaskan, pemerintah daerah sudah bekerja sesuai dengan regulasi yang berlaku melalui kajian–kajian dari berbagai aspek. “Jadi, clear! Kita kaji dari berbagai aspek, hukum dan lain–lain, dan inilah hasilnya! Semoga masyarakat Belu tetap terlindungi. Jadi, semua yang kemarin tunggak, semua yang kemarin kesulitan beli obat, sekarang sudah tidak lagi. Datanglah ke seluruh fasilitas kesehatan hanya menggunakan KTP, KK dan Surat Kenal Lahir. Mata anggarannya dari APBD Kabupaten Belu sudah ada 12 miliar rupiah. Semuanya sudah kita tanda tangan, dan tanggal 1 Agustus 2021 mulai berlaku,” tekan dr. Agus Taolin.

Turut hadir, Uskup Atambua Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr, segenap anggota DPRD Belu, Forkopimda plus Kabupaten Belu, Pj. Sekda Kabupaten Belu, Frans Manafe, S.Pi, Kepala BPJS Atambua, para Asisten Setda Belu, para Pimpinan Perangkat Daerah Belu, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Belu, FKUB Kabupaten Belu, para Camat, para kepala puskesmas, dan para tokoh masyarakat se–Kabupaten Belu dan insan pers. (*)

Penulis (*/Herminus Halek)

Foto utama (*/istimewa/yohan kia/facebook)

Pemda Belu Resmi Luncurkan Pengobatan Gratis Pakai KTP

304 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Pemerintah Daerah Belu di bawah kepemimpinan Bupati, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD–KGEH, FINASIM. dan Wakil Bupati, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. meluncurkan secara resmi program pengobatan gratis kepada seluruh masyarakat Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Puskesmas Haliwen, pada Senin, 26 Juli 2021.

“Oleh karena itu, hari ini kita hadir di sini untuk mengikuti pencanangan pengobatan gratis dengan menggunakan KTP saja. Kalau KTP ketinggalan, pakai Kartu Keluarga. Kalau baru lahir, pakai Surat Keterangan Lahir. Kalau masih tidak ada juga, bertemu kepala desa, bertemu camat ke dukcapil, maka dalam waktu singkat akan keluar Kartu Keluarga dan nomor induknya,” tandas dr. Agus Taolin disambut aplaus meriah.

Bupati dr. Agus Taolin menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang sudah membantu pemerintah sehingga hari ini mulai berobat gratis hanya dengan menggunakan KTP.

Untuk diketahui, dasar hukum pencanangan program pengobatan gratis sebagaimana dibacakan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Thresia M.B. Saik dan dipertegas Kepala BPJS Kesehatan Atambua dr. Munaqib, M.M., AAAK., dan Bupati Belu, yakni Undang–Undang nomor 40 tahun 2004 tentang Jaminan Sosial Nasional, Undang–Undang nomor 36 tentang Kesehatan, Undang–Undang nomor 24 tahun 2011 tentang Penyelenggara Jaminan Sosial, Undang– Undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah nomor 101 tahun 2012 tentang Penerima Bantuan Iuran Jaminan Sosial, Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Peraturan Presiden nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, Peraturan Presiden nomor 64 tahun 2020 tentang perubahan kedua atas Peraturan Presiden nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Sosial.(*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Lantik BPD, Bupati Belu Pinta Taat Performa Tugas & Jangan Korupsi

538 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | ” “Selamat atas pelantikan ini. Tadi sudah dibacakan tugasnya dan telah diambil sumpah. Terimalah tugas ini dan jalankan dengan sebaik–baiknya”, pinta Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM. didampingi  Wakil Bupati, Drs. Aloysius Haleserens, M.M., S.Pi. saat mengambil sumpah dan melantik 49 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Naitimu, Lawalutolus, Lookeu, Rinbesihat, Derokfaturene, Tukuneno, dan Desa Naekasa (Kecamatan Tasifeto Barat) periode 2021—2027, dan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota BPD Desa Tohe (Kecamatan Raihat) periode 2019—2025 berdasarkan SK Bupati Belu Nomor 104/HK/2021 tentang peresmian anggota Badan Permusyawaratan Desa di halaman Kantor Camat Tasifeto Barat, pada Sabtu 10 Juli 2021.

Di masa pandemi Covid–19, Bupati Agus Taolin berharap seluruh anggota BPD terlantik dapat melaksanakan tugasnya, terutama yang berkaitan dengan kesehatan dan ekonomi masyarakat desa. Selain itu, untuk meningkatkan perekonomian tingkat desa, Bupati menginstruksikan kepada para kepala desa agar anggaran desa yang sudah dialokasikan segera diturunkan dalam kegiatan–kegiatan terukur dan tidak boleh korupsi demi menunjang pergerakan ekonomi masyarakat.

“Perhatikan, dana desa itu dipergunakan sebaik–baiknya. Saya ingatkan, jangan korupsi! Saya tidak ingin aparat desa Kabupaten Belu masuk penjara akibat kesalahan. Itu berarti pemerintahan tidak baik, tidak performa. Oleh karena itu, kepala desa dan BPD selalu bekerja sama untuk menyelesaikan persoalan di tingkat desa dan selalu berkoordinasi dengan kabupaten,” anjur Bupati Belu.

Bupati Belu, dokter Taolin Agustinus saat mengambil sumpah dan melantik anggota BPD

Sebentar lagi, imbuh dokter Taolin Agustinus, masyarakat Belu akan menikmati pengobatan gratis dengan menunjukkan KTP, KK dan Kartu Tanda Lahir. “Ingat, tekan angka stunting, angka putus sekolah dan sektor lainnya. Sekali lagi, kita buat masyarakat kita lebih baik, lebih sejahtera ke depan untuk mewujudkan masyarakat Belu yang sehat, berkarakter dan kompetitif,” tambahnya.

Bupati Belu juga mengimbau kepada masyarakat Tasifeto Barat agar selalu memproteksi diri dari Covid–19 dengan menerapkan protokol kesehatan 5 M. “Ingat mencuci tangan pakai air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Ini harus dilakukan dengan benar sehingga kita terhindar dari virus ini,” pungkasnya.

Usai mengambil sumpah dan melantik 49 Anggota BPD di Kecamatan Tasifeto Barat, Bupati dan Wakil Bupati Belu bersama rombongan melanjutkan kegiatan serupa di Kecamatan Nanaet Duabesi.

Turut hadir, Asisten Administrasi Umum, Drs. Alfredo Pires Amaral, Kadis PMD, Januaria Nona Alo, S.I.P, Plt. Kepala BP4D, Dra. M.K Eda Fahik, M.M. Plt. Kadis Koperasi UKM, Elfridus Hale, S.T, Kabag Prokompim, Christoforus M. Loe Mau, Camat Tasifeto Barat, Camat Raihat, Forkopimcam Tasifeto Barat, Kepala Desa se–Kecamatan Tasifeto Barat, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Bupati Belu : Pengobatan Gratis Bukan Untuk Angkat Popularitas

517 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Peluncuran program kesehatan gratis bagi masyarakat Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan dilaksanakan pada Agustus 2021, bukan semata–mata bertujuan untuk mengangkat popularitas, melainkan karena lebih dari 50% kondisi masyarakat Belu yang tidak bisa mengakses pelayanan kesehatan. Program ini pun sesuai dengan perintah Undang–Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang jaminan hak dasar masyarakat dalam memperoleh pendidikan, kesehatan dan lain-lain.

Demikian diungkapkan Bupati Belu dr. Agustinus Taolin, Sp.PD-KGEH, FINASIM dalam kegiatan ramah tamah bersama para Tokoh Agama Kristen di Aula Gedung Wanita Betelalenok, Atambua pada Rabu, 16 Juni 2021.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/06/16/pemda-belu-eksekusi-program-berobat-gratis-pada-agustus-2021/

Demi menjaga kondisi zona hijau wilayah Kabupaten Belu selama masa pandemi Covid–19, Bupati Agus Taolin meminta masyarakat untuk menaati ketentuan 5M, mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas/ bepergian jauh, serta melaksanakan 3T yakni testing, tracing dan treatment.

Guna mewujudkan masyarakat Belu yang sehat, berkarakter dan kompetitif, Bupati Belu berharap agar para Tokoh Agama Kristen sudi berperan aktif dalam memberikan dukungan terhadap semua program prioritas pemerintah berupa kontribusi, masukan dan konsep pemberdayaan umat.

“Mustahil kami kerjakan sendiri. Apalagi waktunya tiga setengah tahun saja dan acara seperti ini juga akan terus dilaksanakan bersama tokoh agama yang lain untuk mendapatkan input,” ujar Bupati Belu.

Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. menambahkan, diskusi bersama para tokoh agama seperti ini amat penting untuk mendapatkan masukan brilliant, sekaligus menjadi dasar bagi kepemimpinan periode ini guna memperbaiki pelayanan.

Wakil Bupati menyampaikan, untuk pemberdayaan masyarakat, pemerintah akan terus mendorong kelompok-kelompok UMKM dengan memberikan pelatihan, bantuan serta pendampingan. Ia berharap, semua stakeholders bisa berkontribusi dengan bahu–membahu, mengambil bagian sesuai dengan kompetensi dan kemampuan masing–masing demi membangun Belu.

“Mari kita bergandengan tangan, dan jangan biarkan Bupati dan Wakil Bupati serta Aparatur Sipil Negara (ASN, red) berjalan sendiri dalam membangun Belu ini,” pintanya.

Hadir dalam acara tersebut, Pj. Sekda Belu, Frans Manafe, S.Pi., Kaban Kesbangpol, Marius F. Loe, S.IP., Ketua Majelis GMIT Klasis Belu, Ketua Majelis GKTT Diaspora Eksistensi Timor Barat, Gembala Sidang GBI Filadelfia, Gembala Sidang GBI Kalvari Misi, DPC Gamki Belu serta Gembala Sidang El Shadai. (*)

Sumber berita + foto: prokompimdabelu

Editor: Herminus Halek

Pemda Belu ‘On The Track’ Visi Misi, Kadis Kominfo Pinta Masyarakat Bersabar

515 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Johanes Andes Prihatin, S.E., M.Si. meminta kepada masyarakat agar bersabar, lantaran saat ini pemerintah sementara bekerja memulai tahapan dalam mewujudkan visi misi selama 3 (tiga) tahun ke depan. Hal ini dikatakan Jap, sapaan karib Johanes Andes Prihatin kepada Garda Indonesia di Kantornya, pada Senin, 7 Juni 2021.

Kadis Kominfo menuturkan, sejak Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, atas nama Menteri Dalam Negeri melantik Bupati Belu dr. Taolin Agustinus, Sp.PD, KG-EH, FINASIM dan Wakil Bupati Drs. Aloysius Haleserens, M.M pada 26 April 2021 lalu, di hari pertama langsung bekerja memimpin jajaran eksekutif melaksanakan jalannya pemerintahan, pelayanan masyarakat dan pelaksanaan tahapan pembangunan.

Jap menandaskan, bahwa salah satu tahapan paling mendasar adalah percepatan penyelesaian Rancangan Peraturan Daerah tentang RPJMD 2021—2026 sebagai pedoman dan arah pelaksanaan pembangunan.

Jap mengemukakan lebih lanjut, bahwa, sesuai arahan UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, RPJMD adalah dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah untuk jangka waktu 5 (lima) tahun, yang merupakan penjabaran dari visi dan misi kepala daerah terpilih yang mana memuat tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan pembangunan daerah dan keuangan daerah, serta program perangkat daerah dan lintas perangkat daerah yang disertai dengan indikasi kerangka pendanaan.

“Jadi, perlu kami sampaikan bahwa saat ini pemerintahan on the track. Untuk melaksanakan semua program prioritas seperti pengobatan gratis dengan menggunakan KTP Belu, pelayanan air bersih perkotaan, perumahan layak huni, penataan kawasan perkotaan, reformasi birokrasi dan sebagainya, semuanya sementara dalam tahap perencanaan,” tegas Kadis Kominfo Belu.

Lanjutnya, kita harus punya dasar hukum untuk melaksanakan semua itu. “Dan sesuai aturan, dasar hukum yang utama adalah semua rencana program tersebut harus kita masukan dulu dalam Perda RPJMD sebagai rumah besarnya. Setelah itu, kita breakdown ke masing-masing OPD untuk dilaksanakan sesuai kewenangannya”, imbuh Jap.

Untuk pengobatan gratis, Jap berujar,  BP4D, Dinas Kesehatan dan RSUD Atambua sedang menyiapkannya. Koordinasi terus dibangun dengan beberapa OPD internal seperti Dinas Dukcapil dan Dinas Sosial, termasuk pihak eksternal seperti BPJS Kesehatan, dan bahkan Kementerian Kesehatan. “Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati baru sebulan memimpin daerah ini. Jika semuanya sudah siap, pasti akan segera kita luncurkan,” tambah Jap yang juga menjabat sebagai Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Belu.

Sebagaimana diketahui, pada awal bertugas, Bupati Belu langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Atambua, memimpin rapat dengan jajaran Dinas Kesehatan dan melaksanakan kunjungan lapangan ke beberapa tempat untuk melihat dari dekat kondisi masyarakat dan potensi yang ada. Bahkan, selama seminggu lalu, Bupati Belu melaksanakan tugas keluar daerah, ke Jakarta untuk menghadiri undangan Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal, melakukan koordinasi dengan BPJS Kesehatan Pusat, bertemu jajaran Kementerian Dalam Negeri dan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan.

“Semuanya demi percepatan pelaksanaan program-program prioritas yang telah dijanjikan,” pungkas Jap. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Foto utama oleh infopublik.id

Dua Hari Jadi Bupati Belu, Agus Taolin: Dilarang Keluar Uang di Rumah Sakit

4.967 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | “Prioritas jabatan bupati periode 2021—2024, semua warga masyarakat Belu yang berobat tidak perlu membayar lagi. Tunggu sedikit, hari ini kami refocusing, uang–uang yang lari naik turun tidak jelas itu kita masukkan di pos kesehatan fisik dan kehidupan. Dilarang kasih keluar uang di rumah sakit nanti. Itulah pengobatan gratis,” sambut Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH.FINASIM ketika menyerahkan Bantuan Sosial Tunai (BST) susulan tahap 3 dan 4 tahun 2021 di aula Kantor Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis siang, 29 April 2021.

Bupati Belu mengungkapkan, anggaran refocusing tersebut digunakan untuk memperbaiki sistem pelayanan kesehatan dengan terlebih dahulu membenahi kondisi fisik rumah sakit, ketersediaan tenaga dokter dan obat–obatan sehingga semakin mudah bagi masyarakat dalam mendapatkan akses pelayanan kesehatan.

Usai menyerahkan BST, Bupati Agus Taolin pose bersama para penerima BST di Kabupaten Belu

Agus Taolin juga menyinggung reformasi birokrasi dengan menegaskan, bahwa kepala desa bersama perangkatnya harus disiplin mengurus rakyat, dengan membangun koordinasi baik di antara semua pihak, mulai dari camat, kepala desa, babinsa, kepala puskesmas, tokoh masyarakat dan lainnya. “Bupati sangat terbuka. Dua hari di kantor, hari lain di lapangan. HP juga terbuka 24 jam. Semua desa di Belu kita audit nanti,” ujarnya.

Terkait BST, Bupati Agus Taolin meminta kepada para penerima agar mempergunakan dengan sebaik–baiknya untuk memenuhi kebutuhan prioritas rumah tangga. “Setelah terima bantuan ini, kita harus berdaya, kerja keras. Tunjukkan kepada orang lain bahwa kita hidup tidak hanya lewat bantuan saja. Kita ada pikiran, ada tenaga, ada kemampuan untuk memajukan Rai Belu,” pesan Agus Taolin. (*)

Penulis + foto: (*/ Herminus Halek)

Wakil Ketua II DPRD Belu: Pengobatan Gratis Mulai Berlaku Tahun Pertama

816 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Wakil Ketua II DPRD Belu, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Cyprianus Temu mengatakan program pengobatan gratis yang tertuang dalam janji kampanye politik paket SEHATI, pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih, Agustinus Taolin – Aloysius Hale Serens, akan diupayakan dan didorong dengan membangun komunikasi antar-fraksi agar bisa berjalan di tahun pertama kepemimpinan.

“Sebagai wakil ketua DPRD, saya akan mengajak teman–teman DPR untuk mengawal pelaksanaan pemerintahan dan  pembangunan,” ucap Cypri Temu kepada Garda Indonesia di ruang kerjanya, pada Jumat siang, 19 Maret 2021.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/03/19/partai-golkar-belu-kawal-program-pengobatan-gratis-paket-sehati/

Terkait visi misi pengobatan gratis, terang Cypri Temu, kita berusaha di lembaga ini membangun komunikasi secara baik dengan teman – teman untuk mendorong itu, bisa berlaku langsung di tahun pertama. “Sehingga, salah satu visi dan misi yang sudah dijanjikan kepada masyarakat bisa langsung tereksekusi pada sidang perubahan nanti,” jelasnya.

Sebagai anggota DPRD, ujar Cypri Temu, fungsi pengawasan akan tetap dijalankan. Apabila, ada yang tidak beres, akan tetap dikritisi, memberi masukan, berkomunikasi dan konsultasi sehingga rezim pemerintahan ini bisa berjalan sesuai harapan masyarakat, terutama  mewujudkan tagline perubahan bagi masyarakat Kabupaten Belu.

Atas nama Tim dan relawan paket SEHATI, Cypri Temu yang juga adalah Ketua Tim pemenangan Paket SEHATI menyampaikan terima kasih kepada aparat keamanan, TNI dan Polri yang sudah bersinergi secara baik dengan pemerintah dalam mengamankan jalannya tahapan demokrasi Pilkada Belu 2020, hingga putusan MK pada Kamis, 18 Maret 2021.

“Proficiat kepada Calon Bupati dan Wakil Bupati Belu terpilih, dr. Agus Taolin dan Pak Alo Hale Serens, sehat selalu dan selamat menjalankan amanah rakyat Belu,” pungkasnya.

Informasi tambahan, Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Belu terpilih tahun 2020 akan dihelat KPU Belu di Aula Hotel Matahari Atambua pada Senin, 22 Maret 2021, pukul 10.00 WITA. (*)

Penulis + foto: (*/ Herminus Halek)

Partai Golkar Belu Kawal Program Pengobatan Gratis Paket SEHATI

390 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Partai Golkar Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), berkomitmen mengawal pelaksanaan 5 (lima) program prioritas paket SEHATI, pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih, dr. Agustinus Taolin – Aloysius Hale Serens.

“Kami dari Partai Golkar Belu sudah berkomitmen merangkul partai–partai pengusung lainnya dalam mengawal lima program paket SEHATI, salah satunya pengobatan gratis yang sudah dijanjikan dalam kampanye politik untuk harus terealisasi,” ungkap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Belu, Yohanes Jefry Nahak di ruang kerjanya, pada Jumat, 19 Maret 2021.

Dengan adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang penolakan terhadap gugatan paket SAHABAT, kata pemilik sapaan akrab Epy Nahak, maka secara resmi pasangan Agustinus Taolin – Aloysius Hale Serens terpilih sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Belu periode 2021—2024.

Epy Nahak mengimbau kepada segenap masyarakat Kabupaten Belu, agar perbedaan pilihan politik beberapa waktu lalu segera ditinggalkan. “Sekat–sekat perbedaan itu kita hilangkan, dan mari kita bergandengan tangan untuk mendukung pasangan Agus Taolin – Alo Hale Serens untuk membangun Kabupaten Belu,” pinta Epy Nahak yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I DPRD Belu.

Ia berharap, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Belu terpilih untuk membangun kerja sama yang baik dengan lembaga DPRD, sehingga semua program yang diusulkan oleh pemerintah, bisa ditetapkan demi kepentingan masyarakat Belu seutuhnya.

Lembaga DPRD Belu, ujar Epy Nahak, akan segera melakukan paripurna jika sudah menerima salinan pleno penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih dari KPU Belu. “Kami sudah koordinasi dengan KPU kemarin, bahwa KPU masih menanti salinan putusan MK. Pleno penetapannya paling lambat lima hari setelah terima salinan dari MK. Setelah ada pleno penetapan oleh KPU, paling lambat 2 hari, sudah harus diserahkan ke DPRD untuk paripurna. Selanjutnya, diusulkan ke Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur NTT”, tegasnya.

Kami, tandas Epy Nahak, berterima kasih kepada aparat keamanan, baik dari Kepolisian maupun TNI yang sudah mengamankan situasi selama masa pilkada, sehingga aman dan kondusif. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)